Paman Birin Minta Jatmi Untuk Bersama Membangun Banua yang Damai

BANJARMASIN – Pada acara Pelantikan Pengurus Wilayah Jami’Iyah Thoriqoh Mu’Tabaroh Indonesia (Jatmi) Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta agar organisasi keagamaan ini dapat membantu dalam pembangunan di Banua yang damai ini.

Permintaan ini disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adi Santoso.

“Pemprov Kalsel menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya, kepada Jatmi Kalsel yang senantiasa berperan aktif dalam menjaga harmonis sosial dan spiritual masyarakat di Banua tercinta ini,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Bikin.

Pelantikan Pengurus Wilayah Jatmi Kalsel yang dilaksanakan saat ini, tentunya menjadi momentum penting bagi semua, untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Banua yang damai, aman, dan sejahtera.

“Jam’iyysh Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat dimensi spiritual umat Islam di Banua,” ucapnya.

Tasawuf dan Thoriqoh bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga cara hidup yang mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara jasmani, dan rohani.

Terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks seperti sekarang ini, peran thoriqoh dalam menenangkan hati dan memberikan panduan spiritual sangatlah relevan.

“Saya yakin dibawah kepemimpinan pengurus baru dilantik, Jatmi Kalsel akan terus berperan dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih tenang, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Paman Birin.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tema pada kegiatan ini, Merajut Keberkahan, Menebar Kebaikan di Banua. (SRI/RDM/RZN)

Hadiri Musprov VIII APINDO Kalsel, Ini Harapan Paman Birin

Banjarmasin – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kalsel, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII tahun 2024, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Rabu (18/9). Hadir pada Musprov ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dian Nor.

Pada Musprov ke-8 ini, juga digelar Seminar Nasional bertema “Sinergi IKN dengan Daerah Mitra Dampak Positif Kalsel sebagai Penyangga IKN. Seminar ini mendatangkan 3 narasumber, yakni Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Nusantara, Agung Wicaksono, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, serta Rektor ULM, Achmad Alim Bahri.

Turut hadir pada kegiatan ini,nKetua DPP Apindo Kalsel Supriadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Kartoyo, Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Diantaranya Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel Heriansyah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, dan
mitra terkait lainnya.

Gubernur dalam sambutannya menyebutkan, Apindo memiliki fungsi strategis sebagai wadah yang menaungi para pengusaha di Indonesia, serta menjembatani komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah.

“Apindo bergerak secara kolaboratif dengan pemerintah, dalam hal mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kepentingan nasional,” ujar Paman Birin.

Di tingkat Provinsi Kalsel, tambah Gubernur, sepak terjang Apindo tidak kalah penting. Isu-isu strategis di Banua juga membutuhkan keterlibatan mitra strategis dari unsur pengusaha, seperti percepatan penanganan stunting, upaya mendorong kemajuan UMKM, hingga pembangunan di bidang lingkungan.

“Untuk itu, kami sangat mendukung gelaran Musprov DPP Apindo Kalsel dan berharap para pengurus terpilih dapat menguatkan solidaritas dan kekompakan di tubuh internal, serta
mencanangkan langkah-langkah untuk mendorong kemajuan Banua di banyak sektor,” tambahnya.

Staf Ahli saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel pada Musprov ke-8 Apindo Kalsel

Posisi Kalsel gerbang IKN, akan berdampak besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Kalsel. Di sisi lain, Kalsel dengan keunggulannya di sektor pertanian, berpotensi menjadi penyangga IKN di bidang pangan.

“Pada akhirnya, kawasan sekitar IKN akan disuguhi banyak peluang dan kesempatan yang mestinya dapat
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harap Paman Birin.

Lebih lanjut, Paman Birin ingin keterlibatan yang lebih proaktif dan konkrit dari Apindo Kalsel, yang sejalan dan kolaboratif dengan Pemprov Kalsel dalam rangka mendukung Banua ini sebagai penyangga IKN.

“Manfaat dari pembangunan IKN mesti dirasakan semua golongan, bukan hanya kalangan pengusaha besar, tetapi UMKM serta seluruh masyarakat, sehingga terwujud perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPN Apindo, Shinta Widjaja Kamdani menyebut, kegiatan ini penting karena selain mengevakuasi program kerja sebelumnya, akan dipilih ketua yang baru, dan disusun kepengurusan berikutnya untuk program kerja kedepannya.

“Tidak mudah untuk mendapatkan pemimpin yang tepat, tidak mudah untuk mendapatkan pemimpin yang mau berkorban untuk organisasi, tapi harapan kami, apa yang bisa dilakukan untuk negara,” ujarnya.

Diingatkan juga, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan jajaran Apindo antara lain, menciptakan iklim usaha yang kompetitif, kondusif dan berkelanjutan, sehingga nyaman bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

Suasana pembukaan Musprov ke-8 Apindo Kalsel

Sebelumnya, Ketua DPP Apindo Kalsel, Supriadi dalam sambutannya, antara lain menyampaikan harapan, keberadaan IKN akan berdampak positif bagi masyarakat Kalsel. Salah satunya dengan berkurangnya kesenjangan pemerataan pembangunan yang selama ini dianggap masih terfokus di pulau Jawa.

Kemudian, transportasi antar provinsi lebih mudah dan murah, terutama transportasi udara.

Apindo selama ini juga ujarnya sudah berusaha membantu pemerintah daerah dalam hal menarik investor dari luar daerah dan luar negeri seperti China dan Singapura.

Pembukaan acara disertai penyerahan penghargaan kepada Rektor ULM, Ketua Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Ketua DPN Apindo. (RIW/RDM/RZN)

Gema Maulid 40 Malam, Paman Birin: Bukti Cinta Pada Rasulullah dan Ajarannya

Banjarmasin – Gema Maulid 40 Malam hari ke-14, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Selasa (17/9) masih dihadiri dengan antusias jemaah dari berbagai kawasan sekitar kota Banjarmasin hingga kabupaten Banjar. Diantaranya dari Sungai Jingah Banjarmasin dan desa Telok Selong kabupaten Banjar. Jemaah juga berasal dari ASN lingkup Pemprov Kalsel. Yakni dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bappeda, BPKAD, dan Biro Administrasi dan Pembangunan.

Gema Maulid inisiasi Gubernur, Sahbirin Noor atau Paman Birin pada malam ke-14 ini, mendatangkan Grup Maulid Habsyi Al Fata dari Komplek Pandu Banjarmasin. Sedangkan ayat – ayat suci Al-Qur’an dibacakan Qoriah, Nuudjaina. Sementara tausiyah diberikan Ustadz Fikri Haikal, putra dari Tuan Guru (alm) Zainuddin MZ.

Pada malam ke-14 ini, dalam sambutannya, Gubernur yang diwakili Pj Bupati Hulu Sungai Selatan, sekaligus Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel, Endri, kembali mengingatkan kaum Muslimin untuk selalu mengingat dan mencintai Rasulullah SAW.

Jemaah perempuan sedang mendengarkan tausiyah pada Gema Maulid 40 Malam hari ke-14

“Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi Paman Birin ini, menjadi salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah dan ajarannya,” tegasnya.

Tidak tanggung – tanggung, tahun ini adalah tahun ketiga Paman Birin menginisiasi peringatan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tahun pertama pada 2022, peringatan Maulid berlangsung selama sepekan di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Tahun kedua, 2023, berlangsung selama dua pekan. Dan tahun ketiga pada 2024 ini, peringatan Maulid berlangsung lebih lama, hingga 40 malam.

“Saya mewakili Paman Birin dan Acil Odah selaku tuan rumah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah yang selalu setia hadir setiap malam. Beliau juga meminta maaf apabila ada kekurangan dalam pelayanan,” tutupnya. (RIW/RDM/RZN)

Tingkatkan Ekonomi Pembudidaya Ikan Air Payau, Ini Inovasi Balai PBAPL

KOTABARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Balai Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL), berupaya mensejahterakan perekonomian pembudidaya ikan air payau di Kotabaru melalui inovasi “Program Pendampingan Teknis Budidaya”.

Sedikitnya ada 1000 benih ikan jenis Kakap Putih yang dibagikan kepada pembudidaya di Desa Gosong Panjang, Kotabaru. Dipilihnya ikan jenis tersebut, menurut Kepala Balai PBAPL Kalsel, Akhmad Baihaki, karena pemeliharaannya yang cukup sederhana serta memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Selain itu, Baihaki mengungkapkan, selain menggunakan pelet, pangan ikan tersebut juga cukup melalui ikan-ikan kecil (runcah) hasil tangkapan nelayan yang tidak memiliki nilai ekonomis dari hasil bagan ataupun petarik/lampara udang.

“Masa panen biasanya membutuhkan waktu dari 5 hingga 7 bulan. Terbilang cepat untuk perputaran keuangan pembudidaya,” jelas Baihaki, Selasa (17/9).

Proses instalasi pemasangan tambak budidaya ikan Kakap Putih

Baihaki menuturkan, saat ini terdata ada sebanyak 20 pembudidaya ikan air payau di wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu yang sudah membeli benih dan melakukan pemesanan untuk budidaya di tambak.

Seluruhnya ditargetkan bisa membudidayakan ikan Kakap Putih, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk turut serta menjadi pembudidaya ikan air payau.

Saat ini Baihaki mengaku, masih melakukan produksi demi menjamin ketersediaan bibit untuk pembudidaya, sembari melakukan pendampingan intensif hingga 45 hari kedepan.

“Kalau sudah berhasil kita jadikan sebagai contoh untuk pembudidaya lain, karena memang ikan ini sangat bernilai ekonomi tinggi dan bisa menjadi alternatif komoditas ikan yang mereka biasa pelihara seperti udang dan Bandeng,” ungkapnya.(SYA/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Umumkan Kualifikasi Pendidikan untuk Formasi PPPK 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memberikan informasi terbaru terkait kualifikasi pendidikan untuk Formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2024.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah melalui Kassubid Pengadaan dan Pemberhentian, Muhammad Randi, menjelaskan pengumuman ini bukanlah bagian dari pembukaan pendaftaran, melainkan panduan bagi calon peserta untuk mempersiapkan berkas dan mengetahui formasi yang akan dibuka pada penerimaan PPPK Tahun Anggaran 2024/2025.

Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian, BKD Kalsel, Muhammad Randi

“Pemprov Kalsel mendapatkan jatah formasi sebanyak 1.493 untuk PPPK tahun ini. Rinciannya meliputi 1.000 formasi bagi PPPK Guru, 175 formasi untuk PPPK Tenaga Kesehatan, dan 318 formasi untuk PPPK Tenaga Teknis,” ungkapnya, Selasa (17/9).

Randi mengatakan formasi ini diprioritaskan bagi non-ASN yang sudah terdata dalam sistem BKN serta tenaga honorer yang telah bekerja minimal dua tahun berturut-turut di lingkup Pemprov Kalsel.

“Oleh karena itu di imbau agar non ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mengikuti seleksi PPPK tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, KemenPAN-RB juga telah menerbitkan kebijakan yang memungkinkan pelamar yang tidak lolos seleksi PPPK dapat dipertimbangkan untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu, meski rincian teknis pengangkatannya masih menunggu regulasi lebih lanjut.

Selain itu, untuk formasi PPPK Teknis, terdapat jabatan yang dibuka bagi lulusan dari berbagai jurusan.

“Jabatan penata layanan operasional kini tersedia bagi semua latar pendidikan, termasuk pengelola layanan operasional untuk lulusan D III, dan pranata administrasi perkantoran bagi lulusan SLTA/sederajat,” tutup Randi. (BDR/RDM/APR)

Wisuda STMIK Indonesia Banjarmasin, Paman Birin : SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Kalsel di Era Digital

BANJARMASIN – Dalam era globalisasi dan transformasi digital yang pesat, peran pendidikan menjadi sangat krusial dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dan berinovasi sehingga pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan daerah, khususnya di Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah, saat menghadiri Dies Natalis ke-XXXII dan Wisuda ke-XXVIII STMIK Indonesia Banjarmasin yang digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Sabtu (14/9).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menyoroti peran vital perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Provinsi kita yang kaya akan potensi alam dan budaya membutuhkan SDM yang unggul, tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki keterampilan, karakter kuat, serta daya saing tinggi,” ungkap Paman Birin.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Ia juga menekankan bahwa pengembangan SDM yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk masa depan Kalimantan Selatan sehingga pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat lokal maupun global.

Selain itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada STMIK Indonesia Banjarmasin yang telah berperan aktif selama lebih dari tiga dekade dalam menyediakan pendidikan berkualitas, terutama di bidang teknologi informasi. Menurutnya, lulusan dari sektor ini memiliki peran strategis di era digital seperti sekarang.

“Hari ini kalian tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga memulai babak baru dalam hidup kalian. Ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama di kampus harus menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

Gubernur berharap para lulusan STMIK Indonesia Banjarmasin mampu menjadi inovator dan pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Suasana Dies Natalis ke-XXXII dan Wisuda ke-XXVIII STMIK Indonesia Banjarmasin

“Sebagai lulusan di bidang teknologi dan informasi, kalian berada di garis depan dari revolusi industri yang sedang berlangsung,”

Ia juga memberikan penghargaan tinggi kepada para dosen dan seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.

“Dedikasi para pengajar sangat penting dalam mendidik dan mempersiapkan para lulusan menjadi SDM unggul. Semoga STMIK Indonesia Banjarmasin terus menjadi pilar penting dalam dunia pendidikan di Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Sementara itu, ketua STMIK Indonesia Banjarmasin, Seradi Angkasa dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 412 mahasiswa aktif, pada wisuda tahun ini STMIK Indonesia Banjarmasin meluluskan 90 mahasiswa dari program studi Sistem Informasi, Teknik Informatika, Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi.

“Semoga lulusan dari kampus ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah khususnya Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (BDR/RDM/APR)

Calon Pimpinan DPRD Kalsel 2024-2029 Resmi Diumumkan, Ini Nama-namanya

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Masa Bakti 2024–2029 secara resmi mengumumkan calon pimpinan dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan di gedung DPRD Kalsel pada Selasa, (17/9).

Rapat paripurna ini menjadi momen penting dalam proses pembentukan kepemimpinan baru DPRD Kalsel yang akan menjalankan tugas legislatif selama lima tahun ke depan.

Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Kalsel Sementara, Supian HK selaku pimpinan rapat paripurna, mengumumkan empat nama calon pimpinan DPRD, yang terdiri dari satu calon ketua dan tiga calon wakil ketua.

“Adapun nama-nama yang diusulkan untuk diumumkan ialah Supian HK sebagai calon Ketua DPRD Provinsi Kalsel, serta Kartoyo, Muhammad Alpiya Rakhman dan Desy Oktavia Sari sebagai calon Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel,” ungkapnya.

Nama-nama Calon Pimpinan DPRD Kalsel 2024-2029

Proses pengusulan nama-nama ini merupakan hasil dari mekanisme internal partai politik yang memiliki kursi terbanyak di DPRD Kalsel, di mana Supian HK diusulkan oleh Partai Golkar, sementara Kartoyo diusulkan oleh Partai Nasdem, Muhammad Alpiya Rakhman oleh Partai Gerindra dan Desy Oktavia Sari oleh Partai Amanat Nasional.

Usulan ini mendapatkan persetujuan penuh dari seluruh anggota DPRD yang hadir dalam rapat tersebut, tanpa ada penolakan ataupun interupsi dari anggota Dewan lainnya. Persetujuan ini kemudian diresmikan melalui Keputusan Dewan Nomor 22 Tahun 2024 tentang Persetujuan DPRD Provinsi Kalsel Terhadap Penetapan Usulan Calon Pimpinan DPRD Provinsi Kalsel Masa Jabatan 2024–2029.

Ketua DPRD Kalsel Sementara, Supian HK didampingi Anggota DPRD Kalsel lainnya

Dalam keterangannya, Supian HK menyampaikan bahwa tahapan selanjutnya setelah persetujuan Dewan ini yakni mengajukan usulan tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) melalui Gubernur Kalimantan Selatan. Pengajuan ini merupakan langkah formal yang wajib dilakukan sebelum nama-nama yang telah diusulkan dapat dilantik secara resmi menjadi pimpinan definitif DPRD Kalsel.

Pengumuman ini menjadi titik penting dalam perjalanan pemerintahan Provinsi Kalsel, khususnya dalam bidang legislatif. Dengan terbentuknya pimpinan yang baru, diharapkan DPRD Kalsel dapat menjalankan fungsi pengawasan, anggaran, dan legislasi dengan lebih efektif dan efisien. (NRH/RDM/APR)

Setwan Banjarmasin Gelar Persiapan Jelang Peringatan Harjad Kota

BANJARMASIN – Menjelang Peringatan Hari Jadi Kota ke-498, berbagai persiapan digelar pihak Sekretariat DPRD kota Banjarmasin. Hal itu disampaikan Sekwan Banjarmasin Iwan Ristianto, kepada sejumlah wartawan, Selasa (17/9).

Iwan mengatakan, saat ini untuk pemasangan tenda dan dekorasi sudah mulai dilakukan, guna memperindah di setiap sudut ruangan, dengan kain berwarna warni, menyambut perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang berusia hampir lima abad.

Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto

“Gelaran tahunan ini rutin dilaksanakan untuk memeriahkan Harjad kota seribu sungai,” ucapnya

Disampaikan Iwan, untuk Rapat Paripurna Sidang Istimewa akan digelar pada Sabtu 21 September 2024 mendatang pukul 10.00 Wita, dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Sementara Rudy Heriyadi didampingi Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Sementara Harry Wijaya, dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, beserta kalangan Legislatif dan Eksekutif.

Tampak satu tukang memasang dekorasi, di halaman parkir Gedung DPRD kota Banjarmasin

“Pagi sebelum digelar Rapur Istimewa, biasanya berziarah ke Makam Sultan Suriansyah,” jelasnya

Lebih lanjut Iwan menambahkan, anggaran
Rapat Paripurna Sidang Istimewa ini sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya berkisar 400 juta rupiah, yakni untuk keperluan dekorasi, konsumsi dan lain-lain. Gelaran Ramah Tamah setelah acara dilaksanakan di halaman parkir Gedung DPRD Banjarmasin.

“Kami juga menyediakan panggung untuk penampilan musik panting menyambut tamu,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Dina Aulia Sumbangkan 2 Medali Emas Untuk Kalsel

MEDAN – Atlet Pelari Putri Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Keberhasilan atlet putri Kalsel Dina Aulia, setelah mencapai garis finis pada nomor lari gawang 100 meter dengan catatan waktu 11,62 detik. Serta pada nomor lari 100 meter, di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada akhir pekan tadi.

Selain menyabet emas, Dina juga memecahkan rekor PON dengan catatan waktu 11.62 detik atas nama Tyas asal Jabar.

“Saya bersyukur serta terimakasih bisa mempersembahkan medali emas untuk Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Begitu juga untuk seluruh masyarakat di Banua, yang telah memberikan dukungan dan doa kepada atlet Kalsel yang tengah berjuang di PON Aceh dan Sumut.

“Keberhasilan ini berkat latihan keras selama dua tahun di Pelatnas Jakarta. Hingga membuahkan hasil saat ini,” ucapnya.

Untuk target kedepannya, atlet lari Kalsel ini mengharapkan dapat masuk Tim Seagames (Asean Games) Tahun 2025 di Thailand.

“Target selanjutnya setelah di PON ini, saya berharap masuk tim Seagames Tahun 2025 mendatang,” ujarnya

Untuk persiapan tersebut, ia akan terus berlatih dan berjuang untuk membawa nama Provinsi Kalimantan Selatan serta Indonesia tersebut.

Dina berharap, dukungan dari semua pihak agar harapan tersebut dapat terwujud.

“Target lainnya saya juga berharap dapat mengikuti olimpiade kedepannya,” ucap Dina. (PON.KALSEL/SRI/RDM/APR)

Gema Maulid 40 Malam, Momentum Maulid Nabi Motivasi Tingkatkan Kualitas Keimanan

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam di Kalimantan Selatan, Merupakan Momentum memotivasi meningkatkan kualitas keimanan.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang dibacakan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalsel Rahmaddin pada Jumat (13/9) menjelaskan, Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriah hari ke 10 yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, hendaklah dimanfaatkan meningkatkan kualitas iman, dengan mengambil hikmah, kearifan dan mengenang kembali perjalanan hidup, serta keteladanan Nabi Besar Muhammad SAW yang diwariskan kepada umat manusia sepanjang hayat.

“Kita harus mengambil pelajaran dan meneladani sifat mulia yang dimiliki Baginda Rasulullah SAW,” ucapnya

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Tuan Guru Muhammad Yannor meminta, ada empat sifat Nabi Besar Muhammad SAW yang patut diteladani dan diamalkan yakni Sidik orang yang jujur, Amanah dapat dipercaya, Fathonah berarti orang yang cerdas, dan Tablig artinya orang yang menyampaikan. Dimana, dengan diamalkan sehari-hari tentu akan meningkat kualitas keimanan masing-masing.

“Peringatan Maulid bukan sekedar bersilaturahmi tetapi sifat Nabi Besar Muhammad SAW sebagai suri tauladan,” jelasnya

Suasana Gema Maulid 40 Malam pembacaan Sholawat bersama

Lebih lanjut Yannor menambahkan, gelaran
Gema Maulid 40 Malam ada beberapa hikmah yang dapat diambil antara lain, umat Islam diajak memperbanyak shalawat untuk Rasulullah SAW, masyarakat akan semakin memperkuat rasa cinta umat kepada Rasul akhir zaman, dengan memantapkan dalam menjalankan ajaran beliau, serta menjadi momentum lebih meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

“Mari hadiri dan meriahkan Gema Maulid yang diselenggarakan oleh umat Islam tidak hanya di Mahligai, Mushalla, Masjid serta lingkungan sekitar,” tutup Yannor

Tausiyah yang disampaikan Tuan Guru Muhammad Yannor

Untuk diketahui, Gema Maulid 40 Malam hari ke 10 diisi dengan bersholawat bersama dari group Jami’ul Musthofa dari Manarap Pal 8 Kabupaten Banjar, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an Qoriah Izka Izzati. Turut hadir, ASN lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Inspektorat, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, RSJ Sambang Lihum, dan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, serta jamaah Kecamatan Banjarmasin Utara, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. (NHF/RDM/RZN)

Exit mobile version