Diskominfo Kalsel Terus Optimalkan Layanan Aduan Lewat SP4N LAPOR

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel terus mengoptimalkan layanan pengaduan masyarakat melalui sistem SP4N LAPOR.

Setidaknya Diskominfo Kalsel telah mencatatkan sebanyak 461 aduan atau aspirasi yang masuk dalam sistem informasi pengaduan SP4N LAPOR Pemprov Kalsel pada November 2024.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim melalui Plt. Kepala Bidang Komunikasi Publik, Chairun Ni’mah mengatakan bahwa total rekapitulasi jumlah aduan akan dilakukan setiap bulannya dan akan diakumulasi jumlah keseluruhan setiap satu tahun untuk memastikan layanan aplikasi tersebut terus berjalan optimal.

Plt. Kabid Komunikasi Publik, Diskominfo Kalsel, Chairun Ni’mah

“Untuk November saja ada 461 aduan, Dimana setiap bulan itu rata-rata aduan atau aspirasi yang masuk pada SP4N LAPOR kita itu berkisar 300 hingga 500 aduan,” kata Chairun, Kamis (19/12).

Jenis aduan yang mendominasi laporan tersebut meliputi terkait sektor fasilitas umum, perhubungan dan infrastruktur yang terus menjadi perhatian utama dalam tiga tahun terakhir.

“Selain itu, juga ada aduan terkait sistem SP4N LAPOR itu sendiri, Hal ini disebabkan oleh migrasi dan perawatan server sistem SP4N LAPOR yang sebelumnya di Kemenpan RB dialihkan ke Kemkomdigi, sehingga menyebabkan down selama 1 sampai 2 jam per harinya, dan sudah berlangsung hampir satu tahun,” jelasnya.

Meski menghadapi kendala teknis, lanjut Chairun, pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan layanan pengaduan ini, yang mana selama proses migrasi dan perawatan server berlangsung pengaduan masyarakat tetap dapat ditampung secara manual untuk kemudian diinput ke dalam sistem SP4N LAPOR.

“Semua aduan tetap bisa masuk dan kami tangani dengan cara manual hingga sistem kembali normal,” tambahnya.

Lebih jauh, Chairun mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengawal aspirasi pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi tersebut yang mana pengaduan sebagai tolak ukur perbaikan kualitas pelayanan publik di Kalsel.

“Pengaduan masyarakat adalah salah satu alat evaluasi bagi kami untuk meningkatkan pelayanan publik, melalui SP4N LAPOR di Kalsel, kami terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan aduan sebagai bentuk umpan balik dalam mendukung program pembangunan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Program Optimasi Lahan Rawa, Kalsel Dapat Target Seluas 41.829 Ha

BANJARBARU – Program optimasi lahan rawa, merupakan salah satu program unggulan dari Kementerian Pertanian, yang juga dilaksanakan di Banua Kalimantan Selatan. 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalsel mendapat target, seluas 41.829 hektar pada program optimasi lahan rawa yang dilaksanakan di 8 kabupaten.

Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan, melalui rapat koordinasi yang telah pihaknya laksanakan, dari target seluas 41.829 hektar yang tersebar di 8 kabupaten untuk program optimasi lahan rawa, Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala (Batola), menjadi daerah dengan area terluas pada program optimasi lahan rawa.

Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Imam Subarkah

“Dari 8 kabupaten itu, Kabupaten Tala dan Batola mendapat area terluas pada program optimasi lahan rawa,” ungkap Imam, baru – baru tadi.

Dilanjutkan Imam, terdapat beberapa kendala yang pihaknya hadapi dalam melaksanakan l program optimasi lahan rawa, terutama dari sisi musim. Apalagi sekarang Kalsel memasuki musim penghujan yang membuat lahan yang ada dilapangan sudah mulai terendam air, sehingga kegiatan kontruksi terdapat beberapa kendala terutama didalam kegiatan normalisasi saluran air dan pembuatan pintu air.

“Karena pintu air itu kan kita harus membendung sungainya untuk membuat pintu air, kalau airnya dalam dan tinggi kita mengalami kesulitan,” ucap Imam.

Meskipun begitu, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, terus berusaha dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada, baik saluran dan pompa air yang bisa digunakan untuk percepatan tanam.

“Optimasi lahan rawa menjadi target untuk bisa dilakukan penanaman yang dulunya hanya bisa melakukan penanaman 2 kali dalam setahun, maka bisa dilakukan 3 kali penanaman,” tutup Imam. (MRF/RDM/RH)

Tunjangan Guru Dikabarkan Naik Tahun 2025, Ini Respon Disdikbud Kalsel

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan merespom rencana kenaikan tunjangan guru pada 2025 nanti, yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun mengaku telah mengetahui dan menyambut baik tentang pengumuman tersebut. Dimana rencananya tunjangan guru ASN naik hingga Rp 2 juta, sedangkan guru non ASN atau honorer naik sebanyak Rp 500 ribu.

Kepala Disdikbud Kalsel (kanan) didampingi Ketua PGRI Kalsel (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Kita masih menunggu Peraturan Presiden (PP) terkait rencana kenaikan itu,” katanya belum lama tadi.

Muhammadun berharap, rencana tersebut akan benar-benar terealisasi. Sehingga kesejahteraan guru di tanah air khususnya Kalsel juga meningkat.

“Kita tahu guru adalah pencetak generasi emas untuk 2045. Akan sangat bagus bila kesejahteraan mereka kita tingkatkan,” tuturnya.

Senada, Ketua PGRI Kalsel Abdul Rivai mengaku senang mendapat kabar kenaikan tunjangan tersebut.

Ia berharap kabar gembira itu akan lebih memicu semangat para guru di Kalsel untuk semakin giat dalam mencetak generasi muda yang unggul dalam bidang pendidikan dan karakter.

“Seharunya kenaikan tunjangan ini juga menjadikan guru di Kalsel menjadi lebih profesional lagi dalam mendidik siswa di sekolah,” ucapnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Minta Pokdarwis Siaga Cuaca Ekstrem

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel meminta, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di seluruh Destinasi Wisata, agar siaga Cuaca Ekstrem.

Salah satu pengunjung ke Lembah Bajuin di Kabupaten Tanah Laut

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, baru-baru tadi mengatakan, menindak lanjuti imbauan dan peringatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI. Dispar Kalsel meminta kepada Pokdarwis untuk selalu siaga dengan cuaca ekstrem, terutama destinasi wisata berbasis alam, dengan selalu melakukan mitigasi di daerah masing-masing.

“Saat ini memang terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah,” ucapnya

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, saat memberikan komentarnya

Disampaikan Syarifuddin, Pokdarwis dapat menjalin koordinasi yang intens dengan aparat desa, Kepolisian, Badan Penanggungan Bencana Daerah serta organisasi lingkungan lainnya, agar dampak cuaca ekstrem di kawasan wisata, dapat di minimalisir sejak dini.

“Biasanya musim libur sekolah mulai terjadi peningkatan kunjungan wisatawan,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata di tiga belas kabupaten kota, guna menunjang keamanan dan kenyamanan wisatawan dalam berwisata. Ia mengimbau, bagi para pengunjung ke destinasi wisata, hendaklah mengikuti aturan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sehingga, tercipta Sapta Pesona dalam berkunjung ke seluruh tempat-tempat wisata di Banua.

“Para pengelola destinasi sudah diberikan pelatihan oleh pihaknya, bekerjasama dengan Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel,” tutup Syarifuddin, yang juga aktif menjabat sebagai Pj Bupati Tapin. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Pelajari Pelaksanaan Kerja Sama Luar Negeri

SURABAYA – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Biro Pemerintahan Provinsi Kalsel mengunjungi Biro Hukum dan Kerja sama Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka Studi Komparasi terkait Pelaksanaan Kerja sama Luar Negeri, Kamis (19/12).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim mengatakan bahwa tujuan kedatangan Komisi I DPRD Kalsel ke Biro Hukum dan Kerja Sama Luar negeri Pemerintah kota Surabaya ini adalah untuk mendapatkan masukan masukan dari pemerintah Kota Surabaya.

” Tujuan kunjungan kerja Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ke Pemerintah Kota Surabaya adalah untuk menjalin silaturahim dan memperoleh masukan tentang pelaksanaan kerja sama luar negeri,” jelasnya.

Suasana Pertemuan Komisi I DPRD Kalsel dan Pemko Surabaya

Dalam pertemuan itu, menurut Hamid, beberapa negara yang telah menjalin kerja sama dengan Surabaya antara lain Jepang, Korea, Busan, dan Inggris. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, seperti pengelolaan dan pengolahan sampah, pendidikan, serta budaya.

“Salah satu contoh kerja sama yang sukses adalah pengelolaan sampah dengan metode Takakura yang diterapkan oleh Pemerintah Jepang. Metode ini memungkinkan pengomposan sampah rumahan secara sederhana dan efektif, sehingga Kota Surabaya berhasil mengelola sampah dan memiliki surplus kompos yang dapat dibagikan secara gratis,” terangnya.

Ia berharap Komisi I DPRD Kalsel dapat mempelajari dan menerapkan pengalaman baik ini di Kalsel.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor. Ia menyatakan bahwa keberhasilan Kota Surabaya dalam menjalin kerja sama luar negeri menjadi inspirasi bagi Kalimantan Selatan.

”Ini akan memotivasi Kalimantan Selatan untuk mengoptimalkan sumber daya dan melakukan kerja sama serupa. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah meminta Biro Pemerintahan untuk berkoordinasi dengan organisasi dan dinas terkait yang memiliki potensi untuk menjalin kerja sama luar negeri,” terangnya

Ilham menambahkan Komisi I DPRD Kalsel siap mendukung hingga tercapainya perjanjian niat (letter of intent) dengan pemerintah luar negeri dan melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal jika diperlukan.

Selain itu, Komisi I DPRD Kalimantan Selatan ingin menjalin kerja sama luar negeri yang bermanfaat. Untuk mewujudkan hal tersebut, rapat dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait akan dilakukan agar dapat mendiskusikan dan merencanakan langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka kerja sama tersebut. (ADV-NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Dorong Potensi Pendapatan Daerah dari Sektor Pariwisata

SURABAYA – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi mendorong pengembangan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata yang ada di Banua. Hal itu diungkapkannya ketika melakukan kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalsel ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (19/12).

Suasana Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dan Disbudpar Jatim

Menurut Yani Helmi, walaupun kondisi ekonomi nasional atau pun juga dunia tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, namun sektor pariwisata ini akan tetap berjalan dan sangat berpotensi untuk menambah pendapatan daerah.

“Kami Komisi II DPRD Provinsi Kalsel tentunya mendorong pariwisata di Kalsel lebih baik lagi. Berkaca dari Jatim bahwa dalam pertemuan tadi disampaikan penghasilan dari pariwisata bisa sampai Rp 176 triliun,” jelasnya.

Angka itu, menurut Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini, sangat luar biasa, karena selain sektor pertambangan dan sebagainya, perekonomian juga bisa ditopang oleh sektor pariwisata. Oleh karena itu Paman Yani mengatakan akan terus menggali potensi pariwisata yang ada.

Sementara itu, pihak dari Dinas Kebudayaan dan Kebudayaan Provinsi Jatim, Hari Yanto menyambut baik diskusi yang menurutnya berjalan sangat baik pada hari ini.

Ia mengaku merasa terhormat sekaligus tersanjung bisa menjadi tujuan kunjungan para perwakilan rakyat “Rumah Banjar” yang membidangi ekonomi dan keuangan itu.

“Semoga setelah ini nantinya kolaborasi akan terus berjalan. Sehingga tidak hanya kita berdiskusi di atas meja namun juga secara langsung mengunjungi destinasi-destinasi pariwisata yang ada di Jatim maupun Kalsel,” (ADV-NRH/RDM/RH)

Dishub Kalsel Imbau Penguna Angkutan Perairan Agar Berhati-Hati

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau, pengguna angkutan perairan untuk berhati-hati pada saat air pasang serta curah hujan tinggi seperti sekarang ini.

Imbauan ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi, Jumat (20/12).

“Saat ini tengah berlangsung air pasang tinggi di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Kadishub Kalsel Fitri Hernandi

Karena itu, lanjut Fitri, pihaknya mengimbau kepada pengguna layanan transportasi angkutan sungai, agar berhati-hati, serta bijaksana dalam menggunakan moda transportasi sungai tersebut.

“Pengguna moda transportasi sungai hendaknya jangan menggunakan angkutan tersebut, apabila mengetahui terjadinya pasang tinggi,” ujar Fitri.

Ia juga menyampaikan, saat ini Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan sudah mendirikan Posko Pelayanan Libur Natal dan Tahun Baru.

“Posko tersebut disebar di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Selama 1 bulan, yaitu 2 pekan sebelum pelaksanaan serta 2 pekan setelah kegiatan libur Natal dan Tahun Baru tersebut,” ucapnya.

Pada posko tersebut akan ada layanan kesehatan, petugas keamanan, kepolisian serta lainnya.

“Sehingga masyarakat yang sedang dalam perjalanan libur Natal dan Tahun Baru tersebut, dapat menggunakan posko ditengah perjalanan mereka,” ujar Fitri. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Siap Mendukung Alokasi Anggaran untuk Kelancaran Investasi di Banua

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, menghadiri Pertemuan Pimpinan Lembaga Vertikal Provinsi, Kamis (19/12) di Aula Pangeran Antasari Lantai 6 Bank Indonesia Perwakilan Kalsel di Banjarmasin.

Turut hadir pejabat Pemprov Kalsel, Asisten Bidang Pemerintahan, Nurul Fajar Desira, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda), Ariyadi Noor, dan sejumlah pejabat SKPD terkait yang mewakili pimpinan mengikuti pertemuan tersebut.

Dalam arahan awalnya, Sekdaprov Roy mengatakan, Pemprov siap mendukung apapun yang diperlukan dan alokasi anggaran terkait untuk keperluan kelancaran investasi di provinsi ini kedepannya. Seperti dukungan dana untuk PT Angkasa Pura atas upaya pengembangan runway Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Juga terkait sektor lain, akses untuk membenahi Kalsel cukup lebar, terlebih saat ini cukup banyak tokoh daerah yang berkiprah di tingkat pusat.

Roy juga menyebut, pihaknya sudah meminta dinas terkait untuk membuat blue print 5-10 tahun ke depan, sehingga anggaran dapat difokuskan pada visi misi Gubernur Kalsel, Muhidin dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman periode 2025-2030.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi menyebutkan, pertemuan pimpinan lembaga vertikal ini dimaksudkan membangun kolaborasi yang lebih erat dan sinergi antar pimpinan instansi di Provinsi Kalsel.

“Pertemuan diharapkan menghasilkan masukan – masukan positif untuk perkembangan perekonomian Kalsel ke depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, pertemuan dan diskusi dipimpin Fadjar Majardi yang diawali dengan bahasan seputar dampak global atas terpilihnya Presiden AS, Donald John Trump dengan segala kebijakannya.

Kemudian dijelaskan soal pertumbuan ekonomi Indonesia 2024 dan kecenderungan naik di tahun 2025.

“Khusus di Kalsel, terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi 5,23 persen (yoy) yang cukup baik dan diperkirakan berlangsung hingga tahun depan,” tambahnya.

Selain kondisi inflasi Kalsel, dibahas juga struktur perekonomian Kalsel, penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing, perkembangan ICOR dan persentasi investasi/PDRB, hingga kondisi ekspor-impor.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda, Ariadi Noor memaparkan tentang pengembangan konektivitas antar wilayah di Kalsel dan perkiraan pembangunan proyek strategis di Kalsel beserta sejumlah usulan. Antara lain proyek jembatan penghubung pulau Kalimantan – Pulau Laut, kawasan ekonomi khusus (KEK) Mekar Putih, pelabuhan internasional Mekar Putih di Kotabaru, jalan lintas tengah Pulau Laut, bendungan Kusan, Riam Kiwa, bendungan Pancur Hanau, jalan Halong (Kalsel) – Paser (Kaltim), Lintas Tengah Pulau Kalimantan, jembatan penghubung Barito II, dan lainnya. Paparan lain yang disampaikan Ariadi Noor terkait Gebang Logistik Kalimantan.

Di bagian penutup, Sekdaprov Roy menyampaikan beberapa arahan lagi terkait peningkatan investasi di Banua, antara lain, jika sektor investasi yang dominan, sektor pertambangan batubara misalnya, maka dicari formula yang tepat untuk menarik minat investor, dimana Pemprov Kalsel siap memberikan dukungan.

“Soal impor, perlu diperhatikan sektor apa di Kalsel yang perlu didorong lagi di daerah,” tutup Roy. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Hari Bela Negara ke-76

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Peringatan Hari Bela Negara ke-76 Tahun 2024 di halaman Kantor Gubernur, di Banjarbaru, Kamis (19/12). Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, yang membacakan amanat Presiden RI, Prabowo Subianto.

Suasana upacara Peringatan Hari Bela Negara 2024

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan bahwa peringatan ini bertujuan mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan negara, khususnya melalui peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Kala itu, para pahlawan dengan gigih berupaya merebut kembali Yogyakarta, yang menjadi simbol pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pada masa itu, Belanda menangkap sejumlah tokoh penting Indonesia, termasuk Presiden Ir. Soekarno, Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat tinggi lainnya, sehingga terjadi kekosongan kepemimpinan negara. Demi keberlangsungan pemerintahan, Presiden Soekarno menginstruksikan Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat,” ujar Roy membacakan amanat Presiden.

Deklarasi PDRI menjadi bukti ketangguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI, sekaligus memberikan sinyal kepada dunia bahwa Republik Indonesia tetap berdiri.

“Mendengar sejarah ini, kita sebagai generasi penerus harus kagum dan terinspirasi oleh dedikasi serta pengorbanan para pejuang bangsa. Peringatan Hari Bela Negara adalah momentum penting untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa,” tegas Roy.

Peringatan Hari Bela Negara ke-76 mengusung tema “Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini menekankan pentingnya kontribusi nyata seluruh warga negara dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, teknologi, pertahanan, dan keamanan untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Roy juga menjelaskan lima nilai dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara. Kelima nilai ini menjadi landasan membentuk mental dan fisik yang tangguh dalam menghadapi tantangan global.

Perkembangan geopolitik dan keamanan global yang semakin kompleks menjadi perhatian utama. Ketegangan antarnegara, persaingan sumber daya strategis, perang siber, konflik regional, dan perubahan iklim menciptakan ketidakpastian global.

“Oleh karena itu, diperlukan antisipasi, pembaruan kebijakan pertahanan, dan pelaksanaan strategi yang tepat untuk menghadapi dinamika tersebut melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata),” katanya.

Sishankamrata dinilai sebagai strategi pertahanan terbaik bagi Indonesia yang memiliki keunggulan jumlah penduduk serta luas wilayah nusantara. Sebagai upaya revolusi mental, Kementerian Pertahanan menginisiasi Program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) untuk membangun karakter bangsa di bidang pendidikan, masyarakat, dan pekerjaan.

Hal ini selaras dengan 8 Asta Cita Kabinet Merah Putih, yakni memperkokoh ideologi Pancasila dan memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Ideologi Pancasila yang kokoh diharapkan mampu menjawab tantangan situasi global yang penuh ketidakpastian. Bela negara sebagai perilaku warga negara yang dijiwai nilai-nilai seperti cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, serta keyakinan pada Pancasila, menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia,” tutupnya.

Diketahui, peringatan bela negara yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan ini juga turut dihadiri kepala SKPD di lingkup pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran Forkopimda, dan berbagai organisasi pemuda di Kalimantan Selatan serta melibatkan pelajar dan mahasiswa. (BDR/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Tahun ini Gelar Festival Syair Maulid Tingkat Pelajar

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Festival Syair Maulid Piala Gubernur Tingkat Pelajar SMA/Sederajat Se Kalsel Tahun 2024, di Kota Banjarmasin, Kamis (19/12).

Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin menyampaikan, kegiatan Festival Syair Maulid ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Syair Maulid yang dilaksanakan ini sebagai bentuk dukungan pelestarian budaya di kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, dengan adanya Festival Syair Maulid Tingkat Pelajar ini, membawa hal positif untuk generasi muda di Banua. Mengingat, saat ini banyak pergaulan negatif, yang terjadi pada anak anak muda.

Gubernur berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat membawa para pemuda kearah yang lebih baik lagi kedepan.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Pemuda Rokhyatin Efendi mengatakan, kegiatan Festival Syair Maulid tingkat pelajar, baru pertama kali dilaksanakan tahun ini.

“Sedangkan pada tahun sebelumnya dilaksanakan untuk umum,” ujar Rokhyatin.

Melihat hasil dari Festival Syair Maulid yang diikuti pelajar dari perwakilan sekolah dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, ternyata kualitas dari peserta pelajar ini tidak kalah bagusnya dengan peserta umum.

“Sehingga untuk tahun depan kegiatan Festival Syair Maulid ini akan terus dilaksanakan,” ucap Rokhyatin.

Pemenang Syair Maulid Tahun 2024 Tingkat Pelajar SMA/Sederajat Se Provinsi Kalimantan Selatan :

Kategori Putra

Juara 1 diraih Royatul Hubbi dari Ponpes Darussalim, Kabupaten Tanah Laut.
Juara 2 diraih Al Isitaqamah dari Al Istiqal, Kota Banjarmasin.
Juara 3 diraih Musytaaurrasul dari MA Darul Ilmi, Kota Banjarbaru.

Kategori Putri

Juara 1 diraih Syafa’atul Musthafa dari MAN 2, Kota Banjarmasin.
Juara 2 diraih Raudhatul Rasul Putri dari MAN 3, Kota Banjarmasin.
Juara 3 diraih Al Wahidah dari, MAN 1, Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version