SMA Frater Don Bosco Banjarmasin, Juara Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, sukses menggelar Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, kategori pelajar sejak 11-13 November 2024, gelaran dipusatkan di halaman Museum Wasaka Jalan Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin.

Suasana penilaian juri Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Muhammadun, diwakili Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, usai kegiatan pada Rabu (13/11) sore mengatakan, Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D mengangkat tema “Revolusi Fisik Kalimantan Selatan”. Dimana, gelaran ini merupakan kegiatan tahunan sebagai program publik di Museum, untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada generasi muda tentang Museum Wasaka. Sekaligus rangkaian memperingati Hari Pahlawan Nasional serta HUT Museum Waja Sampai Kaputing (WASAKA) ke 33 Tahun.

“Alhamdulillah para peserta didik sudah semakin mengetahui tentang sejarah Revolusi Fisik di Kalsel dan mampu berkreasi dalam bentuk Mading 3D,” ucapnya

Disampaikan Arry, untuk peserta Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D ini diikuti 16 Sekolah baik SMA/SMK dari Kabupaten dan Kota diantaranya Banjarmasin, Banjarbaru Kabupaten Banjar serta Barito Kuala. Sebelum digelar Lomba para peserta didik ini terlebih dahulu diberikan materi disampaikan Narasumber sekaligus sebagai Juri yaitu Wajidi tentang Sejarah Revolusi Fisik, Budi Kurniawan Jurnalistik dan Sejarah di Zaman yang berubah, serta M Syahriel M Noor Majalah Dinding 3 Dimensi.

“Dengan lomba ini akan terus menumbuhkan semangat, apresiasi dan minat dalam upaya mengenal kembali, sejarah perjuangan oleh para pejuang di Kalimantan Selatan,” pinta Arry.

Sementara itu, salah satu juri M Syahril M Noor menambahkan, lomba ini memberikan edukasi mengenai sejarah perjuangan di Kalsel, khususnya para generasi muda yang menjadi penerus bangsa. Mengingat secara tidak langsung belajar mengimplementasikan dengan cara membuat mading 3 Dimensi.

“Sistem penjurian, kreativitas, keunikan, isi kesesuaian dengan tema, tata bahasa, kebersihan, kerapihan dan keindahan, serta presentasi dari perwakilan masing-masing kelompok,” tutupnya

Foto bersama : Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Juri dan para pemenang Lomba Mading 3D

Untuk diketahui, pemenang Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, Juara I SMA Don Bosco, disusul Juara II SMAN 7 dan Juara III SMA Kanaan. Sedangkan Harapan I SMA 1, Harapan II SMA 2 dan Harapan III SMA Muhammadiyah Martapura Kabupaten Banjar. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat, Juara I Rp 7 juta, Juara II Rp6 juta, Juara III Rp5 juta. Kemudian Juara Harapan I Rp4 juta, Juara Harapan II Rp3 juta dan Juara Harapan III Rp2 juta. (NHF/RDM/RH)

UPT Balai Benih TPH Kalsel Gelar Rakoor Perbenihan Tanaman Pangan

BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, menggelar rapat koordinasi perbenihan tanaman pangan, yang bertempat disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Rabu (13/11). Kegiatan ini dibuka oleh Plh Kepala Dinas PKP Provinsi Kalsel, Imam Subarkah.

Dalam sambutannya Imam menyampaikan, tahun 2025 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menganggarkan kegiatan pengembangan kawasan padi seluas kurang lebih 7.850 Ha, kawasan kedelai seluas 10 Ha, dan kawasan kacang tanah seluas 500 Ha, yang memerlukan kebutuhan benih yang sekitar kurang lebih 200 Ton benih bersertifikat bermutu.

“Tahun 2025, UPT Balai Benih TPH mengalokasikan perbanyakkan benih padi seluas 20 Ha, kedelai seluas 8 Ha dan kacang tanah seluas 10 Ha,” ungkap Imam.

Ia pun melanjutkan, peningkatan produktivitas, kualitas, dan produksi petani tanaman pangan diawali dengan Penggunaan Benih Bersertifikat. Dalam pemanfaatannya, benih tersebut harus terjamin mutunya, baik genetik, fisik, maupun fisiologis, tepat waktu dan lokasi, serta varietas yang digunakan sesuai dengan lapangan. Oleh karena itu ketersediaan benih varietas unggul bersertifikat perlu diupayakan agar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan dan mudah diakses petani.

“Salah satu institusi yang bertanggungjawab di dalam penyediaan benih bermutu bersertifikat di Kalimantan Selatan adalah UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dibentuk sejak Tahun 2002 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 20 Tahun 2001 tanggal 8 Nopember 2001,” tutup Imam.

Sementara itu, Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto, menyampaikan bahwa melalui Rakoor ini ppula, diharapkan dapat bertukar informasi dan sharing tentang inovasi/ terobosan teknologi, dalam pengelolaan perbenihan tanaman pangan, sehingga dapat merumuskan sistem pengelolaan perbenihan yang efektif dan efisien, memenuhi prinsip 6 tepat, yaitu tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, harga, dan lokasi, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan untuk mencapai Kemandirian pangan nasional.

“rakoor ini dalam rangka untuk menyamakan persepsi diantara UPT – UPT Dinas PKP Kalsel, dalam hal memperbanyak benih,” ungkap Sigid.

Ia menambahkan, UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, memberikan kontribusi kebutuhan benih dari program Dinas PKP Provinsi Kalsel, sehingga dalam hal ini pihaknya selalu menyediakan benih sumber yang akan diproduksi kembali untuk disebarkan kepada para petani.

“Kita menyediakan benih sumber dalam rangka kebutuhan ketersediaan benih – benih,” tutup Sigid. (MRF/RDM/RH)

Wakil Rakyat Kalsel Respon Cepat Keluhan Masyarakat Terkait Jembatan Mataraman

BANJAR – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Farhan merespon cepat keluhan masyarakat Kabupaten Banjar terkait seringnya terjadi kemacetan di lokasi proyek pembangunan jembatan Mataraman.

Saat meninjau proyek pembangunan jembatan Mataraman di Jalan Ahmad Yani Km 58 Desa Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, baru-baru tadi, menurut Habib Farhan, terjadi kemacetan di lokasi proyek pembangunan jembatan ini karena adanya mobil tertahan di jembatan darurat yang terjadi di pekerjaan proyek.

“Dari yang saya lihat cukup banyak mobil yang tertahan karena harus jalan secara bergantian, ini salah satu penyebab kemacetan,” katanya, Rabu (13/11).

Sedangkan jembatan darurat yang biasa digunakan pengguna jalan, lanjutnya, ada mengalami masalah karena jebol akibat dilalui truk pembawa semen yang tonasenya cukup besar.

Kendati demikian, Habib Farhan mengatakan, jika jembatan yang dibangun ini sudah selesai maka akan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.

“Arus lalu lintas yang biasanya padat tentu akan lancar, khususnya bagi pengendara yang akan menuju wilayah Banua Anam,” jelasnya.

Ia menilai pentingnya koordinasi yang baik antara pihak kontraktor dan pemprov Kalsel agar dampak dari proyek ini bisa diminimalisir.

“Pembangunan infrastruktur seperti jembatan untuk kelancaran transportasi tentu sangat penting, namun kita juga harus memperhatikan kenyamanan masyarakat yang terdampak,” pintanya.

Ija juga menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan untuk mencari solusi terkait penyelesaian pekerjaan pembangunan jembatan ini.

Saat peninjauan, ia juga mendapatkan informasi dari beberapa warga yang menyampaikan keluhan terkait pengalihan arus lalu lintas dimana tidak terorganisir dengan baik. Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi agar jembatan ini bisa selesai sebelum pelaksanaan Haul Guru Sekumpul dan Hari Raya Idul Fitri.

Menanggapi hal tersebut, Habib Farhan mengungkapkan pengerjaan jembatan di Jalan Ahmad Yani ini diperkirakan akan selesai sekitar akhir Desember mendatang.

“Mudah-mudahan manfaat dari pembangunan jembatan ini dapat segera dinikmati masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

2025, BLK Kalsel Akan Tambah Pelatihan Barista dan Barber

BANJARBARU – Sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat, Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan berencana membuka dua program pelatihan baru, yaitu pelatihan Barista dan Barber pada tahun 2025 mendatang.

Kepala BLK Kalsel, Sayyid M. Yusfiansyah Al Zhmatkhan, mengatakan bahwa penambahan program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap memasuki dunia kerja.

Kepala BLK Kalsel, Sayyid M. Yusfiansyah Al Zhmatkhan saat diwawancara

“Pelatihan yang kami laksanakan ini adalah salah satu upaya untuk memberikan keterampilan bagi masyarakat, baik yang baru lulus sekolah maupun yang ingin mengembangkan diri,” ucapnya, Rabu (13/11).

Menurutnya, minat generasi muda terhadap bidang Barista dan Barber yang akan dibuka nantinya diharapkan dapat menambah minat untuk meningkatkan keterampilan sehingga keahlian ini bisa menjadi pendorong bagi program ekonomi berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan pelatihan ini, para pemuda diharapkan dapat memaksimalkan potensi mereka melalui keahlian yang mereka minati,” ujarnya.

Selain dua pelatihan baru ini, BLK Kalsel akan tetap membuka beberapa pelatihan lainnya pada tahun 2025, seperti Tata Rias Kecantikan, Menjahit Pakaian, Administrasi Perkantoran, Computer Operator Assistant, Desain Grafis, Teknisi Listrik, Teknisi AC, Teknisi Las/Welder, Mekanik Alat Berat, Otomotif R2 dan R4, Teknisi Audio Video, Pengoperasian Mesin Bubut, serta Tata Boga.

“Seluruh program pelatihan ini akan dilaksanakan dalam lima tahap dan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025,” katanya.

Yusfiansyah menambahkan bahwa sepanjang tahun 2024, BLK Kalsel telah sukses melaksanakan sebanyak 36 jurusan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Dari jumlah tersebut, 24 jurusan dilaksanakan langsung di BLK Kalsel, sedangkan 12 jurusan lainnya digelar di berbagai kabupaten dan kota melalui program mobile training unit.

“Sepanjang tahun ini, BLK Kalsel telah berhasil melatih 576 peserta dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Setiap pelatihan memiliki durasi antara 180 hingga 340 jam pelajaran, setara dengan 23 hingga 43 kali pertemuan, guna memastikan peserta mendapatkan keterampilan yang memadai sebelum terjun ke dunia kerja,” jelasnya.

Melalui berbagai pelatihan ini, pihaknya berharap dapat membuka peluang kerja yang mandiri bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat terampil serta dapat menekan angka pengangguran di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap pelatihan-pelatihan ini dapat terus meningkatkan kapasitas dan keahlian masyarakat sehingga siap bersaing di dunia kerja,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Atlet Pra Popnas Kalsel Bersaing Ketat Agar Lolos Pada Hari Pertama Pertandingan

SOLO – Pertandingan pada Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra Popnas) Zona 3 serentak memulai pertandingan di hari pertama, pada Rabu (13/11).

Persaingan ketat para atlet pelajar Kalsel tersebut, terpantau pada Cabor Sepak Takraw, Tenis Lapangan, Bulutangkis, Pencak Silat, serta Tinju.

Seperti yang disampaikan Ofisial Tim Sepak Takraw Pra Popnas Provinsi Kalimantan Selatan Endik Panjaitan.

“Pada hari pertama ini Tim Sepak takraw Kalimantan Selatan berhasil memastikan diri lolos fase group setelah mengalahkan tim takraw Banten, 2 set langsung,” ungkap Endrik.

Sehingga, Tim Sepak Takraw Kalsel berhak masuk ke babak selanjutnya untuk memperebutkan juara grup.

Untuk diketahui, Tim Sepak takraw Prapopnas Zona Tiga Tahun 2024 di Solo ini, kalimantan selatan yang masuk dalam group A bersama Provinsi Banten dan Bali.

Sementara itu, Pelatih Tenis Lapangan Pra Popnas Kalsel Husain Adam mengatakan, pada hari pertama pertandingan Cabang Olahraga Tenis Lapangan Pra Popnas Zona 3 Tahun 2024 di Solo ini.

“Provinsi Kalimantan Selatan menurunkan, Tim Putri. Yang diperkuat Asyifa Khansa Putri Raga, Tabitha, Maura, serta Quorra Princy,” ucapnya.

Pada Pertandingan Cabor Tenis Lapangan ini menggunakan sistem setengah kompetisi.

“Secara keseluruhan Tim Tenis Lapangan Pra Popnas Provinsi Kalimantan Selatan menurunkan 8 atlet terdiri dari atlet putra 4 orang serta atlet putri 4 orang,” ujarnya. (SRI/RDM/RH)

Debat Perdana Paslon Bupati-Wabup Banjar Berjalan Lancar

BANJARBARU – Debat perdana Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Calon Bupati Banjar 2024-2029, digelar di ballroom salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru, Selasa (12/11).

Tema yang diusung dalam debat perdana itu yakni “Menyetarakan Kabupaten Banjar Menuju Harmonisasi Pembangunan Nasional Untuk Kesejahteraan Masyarakat Dalam Semangat NKRI,” yang mencerminkan harapan besar terhadap pembangunan daerah yang berkesinambungan.

Debat yang dimulai jam 8 malam itu dihadiri pula oleh unsur Forkopimda Kabupaten Banjar, serta pendukung para paslon yang masing-masing dijatah sebanyak 50 orang.

Ketua KPU Banjar Abdul Muthalib mengatakan, debat tersebut merupakan sarana untuk memberikan informasi terkait visi misi dari masing-masing paslon.

Ketua KPU Banjar, Abdul Muthalib (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Selain itu, menurutnya debat yang disiarkan langsung di kanal Youtube KPU Kabupaten Banjar itu berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat agar semakin kritis dalam menilai calon pemimpin.

“Semoga masyarakat dapat menilai kualitas dan kapasitas mereka dengan cermat,” katanya.

Pria akrab disapa Aziz itu juga mengingatkan masyarakat untuk turut serta memeriahkan pesta demokrasi pada Pilkada 27 November nanti, dengan menggunakan hak suara secara bijak.

“Mari dukung kemajuan Kabupaten Banjar dengan memberikan hak suara ke TPS terdekat. Sehingga partisipasi pemilih juga meningkat,” imbuhnya.

Aziz berharap debat kedua yang akan digelar pada 22 November 2024 nanti akan jauh lebih baik dibanding debat perdana tadi malam. Tentunya melalui evaluasi dan persiapan yang jauh lebih matang.

“Saya rasa acara debat perdana hari ini sudah sukses, akan tetapi pasti ada kekurangan. Ini yang akan kami benahi pada debat kedua nanti,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Peringati Hari Kesehatan Nasional, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Baksos Lansia

TALA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalsel menggelar Bakti Sosial (Baksos) bagi lanjut usia (Lansia), kegiatan dipusatkan di Posyandu Lansia Desa Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Teguh Hadianto, dalam rilisnya pada Rabu (13/11) menyampaikan, guna meningkatkan promosi kesehatan, memberi pengetahuan, mengubah sikap dan perilaku serta kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut juga pentingnya menggunakan fasilitas kesehatan, pihaknya melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut untuk memperluas jangkauan ke masyarakat.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Teguh Hadianto

“Kami selalu melayani tidak ada perbedaan, bertujuan akan menyehatkan dan meningkatkan kesehatan warga di Banua,” ucapnya

Sementara itu, Kasi Keperawatan dan Pelayanan Non Medik RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Ahmad Junaedi, menambahkan, dalam kegiatan bakti sosial (Baksos) ini jumlah lansia ada sebanyak 50 orang, bentuk pelayanan yang diberikan penyuluhan, konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pembagian kalender serta pemberian pasta gigi.

Kasi Keperawatan dan Pelayanan Non Medik RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Ahmad Junaedi

“Edukasi ini sangat penting untuk merawat gigi dan rongga mulut terutama para lanjut usia,” jelasnya

Untuk diketahui, kegiatan bakti sosial (Baksos) Lansia dari RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel ini dilaksanakan oleh dokter gigi, Terapis Gigi Mulut, perawat umum, UPSRS, IT, tenaga administrasi, Promosi Kesehatan Rumah Sakit hingga driver ambulan dental (RSGM.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Penuh Haru, Paman Birin Pamitan dan Mengundurkan Diri Sebagai Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin berpamitan dan menyampaikan pengunduran diri sebagai Gubernur Kalsel, di sisa jabatan periode kedua tahun 2021-2024

Pengunduran diri ini disampaikan Paman Birin saat berpamitan bersama pegawai di lingkup Pemprov Kalsel pada Rabu (13/11).

Bertempat di gedung Idham Khalid Kantor Gubernur, di hadapan ratusan pegawai, Paman Birin sebagai Gubernur Kalsel dua periode ini menyampaikan langsung pengunduran diri yang didampingi istrinya, Raudatul Jannah, Ketua Tenaga Ahli Gubernur Noor Aidi dan Agus Dyan Nur, Staf Ahli Gubernur.

“Alhamdulilah, hari ini kita dapat berkumpul, bekajutan. Alhamdulilah dalam keadaan sehat wal alfiat,” kata Paman Birin memulai sambutan.

Selanjutnya, Paman Birin menambahkan, kurang lebih 8 tahun bukan waktu yang pendek dan juga bukan waktu yang panjang. Terasa pendek, karena kemarin kita bertemu. Terasa panjang, karena rindu kita yang lama tidak bertemu. Lama bersua kurang lebih 8 tahun.

“Hari ini sengaja datang, bersama Bunda (Raudatul Jannah) sebagai Ketua TP PKK Kalsel yang ingin saya sampaikan, mulai hari ini saya mengundurkan diri dari sisa-sisa jabatan Gubernur tahun 2024,” kata Paman Birin

Paman mengatakan, selama menjabat sebagai gubernur, dirinya banyak berbuat kesalahan, bahkan membuat kurang nyaman.

‘Maka di momen berharga ini, saya mengucapkan mohon maaf dan ampun kepada seluruh keluarga besar ASN di Pemprov Kalsel. Begitu juga Bunda,” kata Paman Birin.

Pada kesempatan itu, Paman Birin juga mengenang kebersamaan 8 tahun membangun Banua, yang merupakan hasil kerja bersama. Hasil sinergitas bahu-membahu antar SKPD.

“Alhamdulilah banyak hal yang bisa kita kerjakan. Kurang lebih 8 tahun, kalau sudah ada turdes kesannya luar biasa. Mudahan-mudahan hasil kerja kita, saya yakin ada Pj yang ditunjuk Presiden Prabowo karena kita sudah memohon mengundurkan diri, pemerintahan dan pembangunan di Kalsel berjalan dengan lancar,” ungkap Paman Birin.

Karena bersifat mendadak, Gubernur Paman Birin meminta kepada yang hadir untuk menyampaikan kepada keluarga besar Pemprov Kalsel yang tidak hadir bahwa dirinya berpamitan dan mengundurkan diri.

Selesai berpamitan, Paman Birin dan istri pun menyempatkan bersalaman dengan para pegawai lingkup Pemprov Kalsel.

Saat berpamitan itulah, pecah tangis haru mengiringi para pegawai seraya mendoakan Paman Birin.

Paman Birin dan istri pun diantar para pegawai hingga ke pelataran Gedung Idham Chalid seraya meninggalkan areal Kantor Gubernur Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Keterbukaan Informasi Publik 2024: Capai Kalsel Informatif

JAKARTA – Setelah berhasil meraih kategori ‘Menuju Informatif’ di tahun 2023 terkait keterbukaan informasi badan publik di tingkat nasional, tahun ini pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengikuti Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2024, yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) RI, di Jakarta.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim didampingi Kepala Seksi Layanan Informasi Publik, Muhammad Ayubkhan, Rabu (13/11), melakukan presentasi yang merupakan tahap akhir dari Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2024.

“Kita menyampaikan upaya-upaya, terkait kebijakan dan strategi kita Pemprov Kalsel, bagaimana informasi publik dapat diakses oleh masyarakat luas. Inovasi-inovasi pemprov, bagaimana bentuk dukungan terhadap Komisi Informasi daerah dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat,” ujar Muslim, kepada Abdi Persada FM, usai memberikan paparannya di hadapan tim penilai.

Ia berharap, apa yang disampaikan kepada tim penilai dinilai objektif, karena menurut Muslim apa yang telah pihaknya lakukan selama tiga tahun terakhir, indikator pencapaiannya terlihat.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalsel, Nawang Wijayanti yang turut hadir dalam presentasi ini mengapresiasi Pemerintah Provinsi tang selama ini memberikan dukungan penuh agar keterbukaan informasi benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Terimakasih untuk Pemprov Kalsel sudah memfasilitasi kami dalam hal keterbukaan informasi ini, dan pastinya ini PR besar bagi kami agar dapat membuka seluas-luasnya akses masyarakat dalam mendapatkan informasi. Bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa yang ada di seluruh Kab/Kota di Kalsel,” ucap Nawang didampingi komisioner KI Kalsel, Decky C. Kananto Lihu.

Untuk diketahui, Presentasi yang dilakukan Pemprov Kalsel bersama Badan Publik lain di Indonesia ini dilakukan di hadapan tim penilai yang terdiri dari Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Gede Narayana Sunarkha, Pemerhati Keterbukaan Informasi John Fresley dan pemerhati Keterbukaan Informasi dan Lingkungan, Astrid debora.

Sementara, untuk tema yang diusung oleh KIP RI pada tahap presentasi uji publik kali ini adalah, Kebijakan Dan Strategi Badan Publik Memenuhi Hak Akses Masyarakat Atas Informasi Publik. (RDM/RH)

Exit mobile version