Selama 8 Hari, Pemprov Kalsel Gelar Pameran Tunggal dengan Perupa Umar Sidik

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Taman Budaya Kalsel, menggelar Pameran Tunggal dengan Perupa Umar Sidik, selama delapan hari yang dipusatkan Gedung Warga Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat melihat lukisan

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, disela kegiatan pada Jumat (27/9) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi setiap lukisan yang dipamerkan merupakan hasil karya langsung seniman Perupa Umar Sidik, yang lama terjun di dunia seni rupa. Dimana, sudah berkeliling Indonesia memamerkan karya lukisnya di event Nasional, kecuali yang belum di Provinsi Bali.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel (ditengah) didampingi Perupa Umar Sidik dan Badri Hurmansyah (ki-ka)

“Pameran tunggal bertajuk “RE-RUNS SOLO EXHIBITON” konsepnya membuat penasaran dan ingin terus menikmati karyanya,” ungkap Yanti

Disampaikan Suharyanti, pameran tunggal ini merupakan pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan seniman – seniman di Banua. Yanti berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dengan berkunjung apalagi secara gratis, mulai tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2024 mendatang, pukul 12.00 siang – 22.00 Wita.

“Kerjasama ini dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan dan mengembangkan karya – karya seniman di Banua,” jelasnya

Sementara itu, Perupa Umar Sidik menambahkan, Pameran tunggal bertajuk “RE-RUNS SOLO EXHIBITON” ada sebanyak 23 lukisan yang dipamerkan, diantaranya diskripsi menceritakan keberlangsungan hidup ikan arwana sebagai ikan dewa. Selain itu, pihaknya memamerkan tentang dunia lokal seperti kebudayaan pasar terapung, tradisi menginang nenek moyang serta adat dayak lainnya.

“Kami pamerankan 23 lukisan realisme dan kontemporer,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pameran Tunggal dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, diwakili Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Kalsel Nitta Aulia, serta Perupa Umar Sidik dan Badri Hurmansyah, diikuti dari kalangan Mahasiswa dan Mahasiswi Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Sosialisasi UU Terorisme kepada Komunitas

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel bersama Densus 88 serta DPW PPLIPI Kalsel menggelar, Sosialisasi Undang Undang Terorisme kepada Perkumpulan Komunitas dan Olahraga di Banua, di Aula Mathilda, Banjarmasin, Jumat (27/9).

Narasumber kegiatan Katim 3 Idensos Bid Pencegahan Sathaswil kalsel Ipda Alim Sumarsono mengatakan, saat ini pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada komunitas perempuan di Kalimantan Selatan.

Narasumber kegiatan Katim 3 Idensos Bid Pencegahan Sathaswil kalsel Ipda Alim Sumarsono didampingi DPW PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati

“Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran pada sosialisasi ini,” ungkapnya.

Karena, lanjutnya, peserta antusias dalam mengikuti sosialisasi yang mereka sampai.

Pada sosialisasi ini Densus 88 bekerjasama dengan Polda Kalsel untuk memberikan pemahaman mengenai paham radikalisme, agar bisa sinergi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak seluruh warga di Banua untuk dapat melaporkan jika menemukan, adanya kegiatan yang mencurigakan adanya kegiatan radikalisme disekitar lingkungan mereka.

“Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan hendaknya tidak perlu takut, untuk melaporkan kepada pihak berwajib, jika menemukan hal mencurigakan tersebut,” ungkapnya.

Begitu juga, keluarga perlu melakukan pengawasan terhadap anak anak mereka. Agar tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan intoleransi dilingkungan keluarga.

“Untuk bersama sama menjaga suasana kondusif di Provinsi Kalimantan Selatan maka seluruh masyarakat di Banua, untuk selalu waspada terhadap pengaruh radikalisme dan intoleransi,” ucapnya.

Karena itu, dihimbau, kepada orangtua agar dapat melakukan pengawasan terhadap keluarganya, terutama putra putrinya melalui pertemanan, sosial media, pengajian tertutup, serta lainnya.

Sementara itu, Ketua Wilayah DPW Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia atau PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati mengatakan, PPLIPI mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Undang Undang Terorisme yang diselenggarakan oleh Polda Kalsel dan Densus 88.

“Karena perempuan merupakan cilak bakal komunikasi dalam keluarga, untuk mengawasi dari pengaruh Terorisme, Radikalisme, serta intoleransi,” ucapnya.

Kegiatan Sosialisasi Undang Undang Terorisme ini dihadiri perwakilan dari DPW PPLIPI Kalsel, DPD IWAPI Kalsel, BKOW Kalsel, Wanita FKPPI Kalsel, Forum Dayak, IPDN Kalsel, Kwarda Kalsel, serta Kormi Kalsel. (SRI/RDM/RH)

Empat Bulan Jelang Berakhirnya 2024, Pemda di Kalsel Perlu Percepat Belanja

BANJARBARU – Kementrian Keuangan Satu Kalimantan Selatan, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan, untuk membahas realisasi APBN dan APBD di regional Kalimantan Selatan, hingga akhir Agustus 2024. Pertemuan pada Jumat (27/9) ini digelar di kantor Kanwil Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) di Banjarbaru.

Hadir pada pertemuan ini, seluruh jajaran perwakilan Kementrian Keuangan di Kalsel. Mulai dari Kakanwil DJKN, DJPb, DJP wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah serta DJBC Kalimantan Bagian Selatan.

Hadir pula perwakilan lembaga vertikal di Kalsel, seperti BPS dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Diantaranya Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil serta Kabid Pengembangan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi, Agus Fariady.

Kepada Abdi Persada usai acara, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi memaparkan, kinerja APBD regional Kalimantan Selatan sampai dengan 31 Agustus 2024 untuk realisasi pendapatan, mencapai Rp26,52 triliun atau sekitar 66,16 persen dari target. Capaian ini meningkat sebesar 36,33 persen dibandin tahun lalu.

Kakanwil DJPb Provinsi Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan

Pajak Daerah terealisasi Rp3,38 triliun dan retribusi daerah sebesar Rp602,32 miliar, meningkat 630% dibandingkan tahun lalu.

“Secara persentase, kinerja realisasi pendapatan tertinggi ada pada Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp3,04 triliun atau 95 koma 97 persen,” ujarnya.

Sementara untuk retribusi daerah, menurut Syafriadi, mengalami peningkatan signifikan sebesar 630% disebabkan meningkatnya retribusi jasa layanan umum.

“Di sisi lain, peningkatan pajak daerah sebesar 12% disumbang dari kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Pajak Restoran. Komponen pendapatan yang mendominasi struktur Pendapatan Daerah se-Kalimantan Selatan adalah Pendapatan Transfer sebesar Rp21,24 triliun, dengan kontribusi 80 persen terhadap total pendapatan daerahnya” jelasnya.

Lebih lanjut Syafriadi memaparkan, dari sisi belanja daerah, realisasi belanja telah mencapai Rp21,51 triliun atau 48,74%, tumbuh 33,03 persen.

“Namun sayangnya secara regional, capaian realisasi belanja APBD di Kalsel masih di bawah 50 persen. Hal ini harus menjadi perhatian pemda, mengingat hanya tersisa 4 bulan pada 2024 ini,” ujar Syafriadi.

Secara umum, belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp6,91 triliun. Untuk belanja barang/jasa sebesar Rp5,81 triliun, belanja modal telah terealisasi sebesar Rp4,15 triliun.

“Semua jenis belanja mengalami peningkatan dibanding tahun 2023. Sampai dengan Agustus 2024 ini, belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 78,36%. Realisasi belanja tertinggi ada pada kabupaten Batola sebesar 59,12 persen terhadap pagu,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Sambut Baik Kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas dari KPK RI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menyambut baik kegiatan yang mengikutsertakan puluhan pasangan pejabat eselon I, II, dan III, dalam penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknik (bimtek) yang memiliki tujuan preventif atas tindakan korupsi. Bimtek Keluarga Berintegritas hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inspektorat Daerah bersama KPK RI ini, dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (26/9).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, bahwa perilaku korupsi dapat terbentuk dari budaya yang ada dalam keluarga sendiri. Hal tersebut amat memprihatinkan, dan kiranya menjadi bahan renungan untuk kita semua, bagaimana budaya keluarga selama ini, dapat dibimbing dengan baik.

“Integritas akan mengarahkan seseorang pada perilaku-perilaku baik, sekaligus menjadi rem atas tindakan-tindakan yang melanggar nilai dan norma sosial,” ungkap Roy.

Korupsi dapat terbentuk dari budaya yang ada dalam keluarga sendiri. keluarga yang terbiasa dengan gaya hidup mewah, menuntut materi secara berlebihan, hingga terbiasa memanfaatkan fasilitas negara, adalah faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang untuk meraup lebih banyak dari haknya, alias korupsi.

“Hal tersebut amat memprihatinkan, dan kiranya menjadi bahan renungan untuk kita semua. bagaimana budaya keluarga kita selama ini. sudahkah kita mampu membimbing keluarga dengan baik,” lanjut Roy.

Sementara itu, dalam paparannya saat menjadi Narasumber, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kumbul Kuswiyanto Sujadi, menyampaikan bahwa tanda terimakasih kepada Bapak Gubernur Paman Birin atas kerjasamanya dalam bersinergi untuk memberantas korupsi. Ia menyebut kegiatan bimtek ini ke-58 di seluruh Indonesia.

Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kumbul Kuswiyanto Sujadi

“Tentunya, ada maksud dan tujuan bahwa bimtek ini kita lakukan. Bapak dan ibu sekalian, kita semua memahami bahwa perilaku korupsi adalah kejahatan yang luar biasa,” ucap Kumbul.

Dampak dari pola korupsi, berpengaruh pada aspek kemiskinan, pengangguran dan degradasi moral di Indonesia. Sehingfa budaya korupsi harus dihindari dan mencegahnya dari lingkungan keluarga sendiri, kemudian masyarakat sekitar.

“Kebanyakan perilaku korupsi dianggap menjadi budaya yang biasa. Oleh karena itu, keluarga berintegritas perlu diwujudkan agar membangun perilaku anti-korupsi,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Satu Dekade Gubernur Kalsel Telah Kembangkan Pariwisata Nasional hingga Internasional

BANJARMASIN – Selama Satu Dekade Kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, telah mampu mengembangkan Pariwisata baik Nasional hingga Internasional.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (25/9) mengatakan, selama dua periode dalam kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, telah banyak membawa perubahan pada sektor pariwisiata yakni berbagai kegiatan digelar baik skala Nasional dan Internasional guna meningkatkan kunjungan wisatawan di seluruh Kabupaten dan Kota.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin

“Tahun 2024 ini ada dua event masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) yakni Festival Bambu Rafting di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan dan Ruai Rindu Meratus di Kabupaten Tapin yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang, dan mendapat dukungan oleh Kemenparekraf RI,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, bentuk kepedulian Paman Birin terhadap kemajuan Pariwisata di Banua, sejalan dengan tagline “Kalsel Menjemput Dunia, agar Pariwisata dapat semakin dikenal di seluruh Dunia. Dimana, telah terbukti dengan suksesnya gelaran Nasional dan Internasional yang telah dilakasanakan seperti Tour de Loksado, Banua Triathlon, Festival Budaya Pasar Terapung hingga Festival Wisata Budaya Internasional.

Salah satu event tahunan Parade Kelotok Hias di Sungai Martapura

“Peserta yang ikut tidak hanya dari luar daerah juga Mancanegara, bahkan datangnya Negara delegasi ke Kalsel” jelas Syarifuddin yang juga sebagai Pj Bupati Tapin

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, tingginya kunjungan wisatawan ke Banua, tentu berdampak bagi masyarakat sekitar seperti kemajuan usaha para pelaku ekonomi kreatif, perhotelan, transportasi dan rumah makan. Selain itu, peran dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) turut serta untuk semakin mempromosikan Destinasi Wisata di media sosial masing-masing.

“Kami berharap dapat semakin mensejahterakan bagi masyarakat di Kalsel,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Peraih Medali Cabor Gulat Kalsel PON Aceh-Sumut Diberi Bonus dari Ketua PGSI Kalsel

BANJARMASIN – Tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Cabang Olahraga (Cabor) Gulat Kalsel menggelar malam ramah tamah bersama Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PBSI) Kalsel Zakly Asswan, di Kota Banjarmasin, Rabu (25/9) malam.

Ketua PGSI Kalsel Zakly Asswan

Zakly mengatakan, pihaknya bersyukur atas raihan prestasi atlet gulat Provinsi Kalimantan Selatan di PON Aceh dan Sumut ini.

“Alhamdulillah prestasi gulat Kalsel di PON 2024 sudah cukup baik,” ungkap Zakly.

Tentunya, lanjutnya, keberhasilan ini atas dukungan dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, yang perduli terhadap peningkatan prestasi olahraga di Banua.

“Paman Birin merupakan pemimpin yang peduli terhadap perkembangan olahraga di Banua,” ucapnya.

Sehingga, tambah Zakly, dengan adanya dukungan Paman Birin, maka prestasi olahraga di Provinsi Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memberikan bonus secara pribadi kepada atlet gulat peraih medali pada ajang PON Aceh-Sumut.

Zakly mengatakan, pemberian bonus secara pribadi kepada para atlet peraih medali pada ajang PON Aceh dan Sumut Tahun 2024. Untuk menghargai perjuangan para atlet gulat yang telah mencapai prestasi.

“Pemberian bonus ini merupakan berbagi rejeki untuk atlet gulat yang telah membawa nama harum Banua,” ujarnya.

Menurut Zakly, meski nilainya tidak seberapa namun diharapkan bonus tersebut dapat membantu para atlet gulat meraih medali.

“Setelah ajang PON ini kami terus melakukan pembinaan terhadap para atlet agar terus berprestasi, untuk Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Zakly. (SRI/RDM/RH)

HSS Juara 1 Pada Seleksi Pepelingasih Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2024

BANJARMASIN – Perwakilan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Berhasil Meraih Juara 1 Pada Lomba Seleksi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Kamis (26/9).

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi mengatakan, lomba Seleksi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) ini, sudah menghasilkan juara.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

“Pelaksanaan Seleksi Pepelingasih sudah selesai dan mendapatkan juara 1,2, serta 3,” ungkap Rokhyatin.

Rokhyatin mengatakan, Dispora Kalsel menilai pada seleksi tahun ini terjadi, peningkatan kualitas para peserta dalam menyampaikan proposal upaya penanganan lingkungan hidup di Banua.

“Juara 1 Khairunnisa Apriliati dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, juara 2 Erma Normiati Tanah Bumbu, serta juara 3 Muhammad Bakhtiar Tanah Laut,” jelasnya.

Pemprov Kalsel minta kepada para juara Seleksi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih dapat memberikan kontribusi untuk lingkungan di Banua.

“Para pemenang pada lomba Pepelingasih Tahun 2024 ini, hendaknya terus berkarya di bidang lingkungan hidup,” ujarnya.

Para juara diharapkan, dapat memberikan kontribusi untuk Banua. Sehingga, semangat juang para pemuda dibidang lingkungan hidup inilah, yang terus dibina oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap, para pemenang jangan sampai berhenti pada proposal penelitian saja, tetapi dapat menindaklanjuti proposal tersebut, untuk menjadi sebuah karya kedepannya,” ucap Rokhyatin. (SRI/RDM/RH)

FGD Peternakan, Perikanan dan Pertanian, Paman Birin Dukung Upaya Barantin Lindungi Sumber Daya Hayati Kalimantan

BANJARMASIN – Sebagai upaya melindungi sumber daya yang ada di Indonesia khususnya Kalimantan, Balai Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan para pelaku usaha bidang peternakan, perikanan dan pertanian untuk bersama-sama melindungi dan menjadi penjaga gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Para peserta FGD

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Asisten bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengapresiasi serta mendukung penuh langkah-langkah Barantin dalam melindungi sumber daya yang ada di Kalimantan.

“Barantin merupakan lembaga baru yang dibentuk Presiden Joko Widodo pada tahun 2023, dan memiliki peran strategis terhadap perlindungan sumber daya hayati dari ancaman hama penyakit, hewan, ikan dan tumbuhan berbahaya. Bahkan, sebagai economic tools dalam perdagangan dunia untuk negara,” ucap Paman Birin pada acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas/Instansi dan Pelaku Usaha Bidang Peternakan, Perikanan dan Pertanian di Banjarmasin, pada Rabu (25/9).

Suasana FGD yang digagas Barantin dsn Pemprov Kalsel

Paman Birin mengatakan, Barantin harus bisa menjadi jembatan bagi akses ekspor serta fasilitator pemenuhan standar dan persyaratan ekspor komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan di pasar internasional.

“Sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota haruslah menjadi fokus kita untuk di kolaborasi. Mari kita bersama-sama bergerak untuk terus mendorong ekspor komoditas baik berupa produk hewan, ikan dan tumbuhan bisa terlaksana secara berkesinambungan dan berkelanjutan, serta aman dari segala bentuk macam hama penyakit dan hal-hal yang bisa membahayakan diri kita,” ungkapnya.

Paman Birin berharap, FGD ini dapat menjadi pembuka pintu akses pasar agar produk – produk dari Kalsel dapat menembus pasar global.

“Oleh sebab itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa kami sangat mendukung dan mengapresiasi FGD ini selain dalam penguatan sinergitas Barantin dengan Pemda juga dalam mendukung ekspor produk pertanian seperti hewan, ikan dan tumbuhan,” tutupnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Utama Barantin, Bambang menjelaskan, kegiatan ini juga untuk mencegah keluarnya hama dan penyakit ikan dan organisme pengganggu tumbuhan tertentu dari wilayah negara Republik Indonesia apabila negara tujuan menghendakinya.

“Sebagaimana kita ketahui, sebagai gerbang IKN, Kalsel perlu meningkatkan kewaspadaan karena akan mengalami peningkatan aktivitas perekonomian dan perdagangan. Dan Barantin siap mengawal impor yang masuk ke Indonesia khususnya di Kalsel yang merupakan gerbang IKN,” jelasnya.

Ia mengatakan, Barantin tidak bisa secara maksimal menjaga Indonesia khususnya Kalimantan dalam menjaga dari berbagai penyakit.

“Barantin tidak bisa bekerja sendiri, maka dari itu peran dari entitas lain serta peran masyarakat sangatlah diperlukan. Marilah kita bersama sama untuk melindungi sumberdaya yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Kalimantan,” tutupnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Festival Gerbang Nusantara Museum Lambung Mangkurat Terbuka Untuk Umum, Catat Jadwalnya

BANJARBARU – Festival Gerbang Nusantara Budaya Banua Kalimantan Selatan (Kalsel), di Museum Lambung Mangkurat Kalsel akan diselenggarakan pada 1 – 4 Oktober nanti.

Jadwal dan rangkaian kegiatan Festival Gerbang Nusantara di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Festival yang menampilkan beragam kesenian, adat, budaya dan kearifan lokal Banua itu merupakan hasil kerjasama Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel melalui Museum Lambung Mangkurat.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar menjelaskan, hari pertama festival dimulai pada Selasa (1/10), dengan agenda pembukaan pameran temporer pada pagi hari dan dilanjutkan lomba menyanyi lagu Banjar di sore harinya.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar

Berikutnya, Rabu (2/10), Museum akan menggelar lomba tari tradisional dan belajar bersama di Museum dengan praktek menganyam perlengkapan prosesi Baayun Maulid.

Puncaknya, tepat pada hari ketiga, Kamis (3/10), Museum Lambung Mangkurat Kalsel, akan menggelar budaya tahunan yakni Baayun Maulid dengan menyediakan 4.000 kuliner dan kudapan khas Kalsel.

“Pada hari terakhir tepatnya Jumat malam, kita akan mengadakan pagelaran wayang Banjar,” ungkap Akbar.

Selain beragam festival kebudayaan itu, museum juga akan menggelar bazaar UMKM dan lomba video profile Museum Lambung Mangkurat selama kegiatan.

“Untuk lomba video hasil penilaian akan kita umumkan di hari terakhir,” jelas Akbar.

Akbar juga mengundang seluruh masyarakat di Kalsel untuk turut memeriahkan festival yang mereka laksanakan selama hampir sepekan.

“Siapapun yang ingin datang kami persilakan, tidak dipungut biaya apapun, bahkan kami juga siapkan snack dan minuman bagi masyarakat,” imbuh Akbar.

Akbar berharap dengan festival yang mereka laksanakan, bisa mewujudkan kecintaan masyarakat Kalsel terhadap seni, adat dan budaya Kalsel.

“Ini wujud dukungan kami terhadap keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang meminta museum agar lebih dicintai oleh masyarakat,” pungkas Akbar. (SYA/RDM/RH)

Penguatan Pengawasan Daerah di Era Digital, Gubernur Kalsel Buka Rakorwasda 2024

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) 2024 dengan mengusung tema “Penguatan Pengawasan Daerah Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel di Era Digital” bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (25/9).

Suasana Rakorwasda 2024

Kegiatan tersebut menghadirkan Narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Yusephus Nugroho, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi, Ely Kusumastuti serta Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, Ayi Riyanto.

Foto bersama usai pembukaan Rakorwasda 2024

Dalam sambutannya yang dibacakan, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Sahbirin Noor juga menekankan pentingnya sinergi dalam meningkatkan kualitas pengawasan daerah guna mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan responsif di tengah dinamika era digital.

“Penguatan pengawasan daerah merupakan langkah penting menuju tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, terutama di era digital yang penuh tantangan. Teknologi seperti big data dan kecerdasan buatan bisa menjadi alat yang efektif untuk pengawasan lebih komprehensif dan real-time,” ungkap Roy.

Sahbirin Noor juga mendorong seluruh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Kalimantan Selatan untuk terus meningkatkan literasi digital dan kompetensi teknologi, seraya tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan, diharapkan transparansi tata kelola pemerintahan di Kalimantan Selatan akan terus meningkat, sehingga mampu menghadapi tantangan era digital secara optimal,” ujarnya.

Sehingga, Rakorwasda 2024 diharapkan menghasilkan strategi inovatif yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pengawasan daerah, sekaligus mendukung sistem pemerintahan yang lebih efisien dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Kalimantan Selatan, Akhmad Fydayeen, menguraikan dasar pelaksanaan Rakorwasda ini, yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, serta agenda tahunan Inspektorat Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia juga menegaskan bahwa hasil dari Rakorwasda 2024 ini akan menjadi bahan masukan penting dalam penyusunan peta pengawasan 2025, yang nantinya akan disampaikan pada Rapat Koordinasi Pengawasan Nasional.

“Tujuan Rakorwasda ini adalah untuk menyamakan persepsi dan menyelaraskan fokus serta jadwal pelaksanaan pengawasan antar APIP, sehingga pengawasan di setiap daerah dapat berjalan lebih sinergis dan terkoordinasi,” ujar Fydayeen.

Untuk diketahui Rakorwasda ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati dan Walikota se-Kalimantan Selatan, Kepala SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, dan Inspektur Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)

Exit mobile version