PKP Angkatan XII 2024 Dibuka, Gubernur Kalsel Minta Peserta Jaga Integritas Visi dan Kemampuan Adaptasi Tinggi

BANJARBARU – Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XII Tahun 2024 lingkup Pemprov Kalsel, resmi digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, Senin (23/9).

Pembukaan dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan melakukan penyematan tanda keikutsertaan peserta

Dalam sambutan tertulis, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, tantangan dan perubahan seperti saat ini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas tetapi juga memiliki integritas visi dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Sebab itu, menurutnya pejabat pengawas memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam menyelesaikan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan.

“Posisi anda pada peserta PKP berada di garis terdepan dalam mengimplementasikan kebijakan dan program pemerintahan, oleh karena itu kemampuan kepemimpinan yang saudara mumpuni menjadi sebuah keharusan,” katanya.

Sahbirin Noor berharap, melalui pelatihan ini seluruh peserta mampu membangun karakter, sikap, perilaku integritas yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Lebih dari itu, Gubernur akrab disapa Paman Birin juga berharap, peserta yang terdiri dari pejabat eselon IV itu juga mampu menjunjung tinggi etika, taat pada nilai, serta hormat pada moralitas yang berlaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ingatlah peran pejabat pengawas sangat krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga besar harapan kami, saudara-saudara mampu menerapkan apa yang dipelajari dalam tugas sehari-hari, bawalah semangat perubahan,” pesannya.

Diketahui peserta PKP Angkatan XII Tahun 2024 berjumlah 40 orang yang berasal dari ASN lingkup Pemprov Kalsel.

PKP Angkatan XII ini merupakan pelatihan pejabat pengawas terakhir yang dilaksanakan BPSDMD Kalsel di tahun 2024. (SYA/RDM/RH)

PDN Kalsel 2024 Resmi Ditutup, Serapan Peserta di Perusahaan Pelaksana Diharapkan Lebih Meningkat

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti secara resmi menutup Program Pemagangan Dalam Negeri (PDN) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024.

Peserta PDN Kalsel 2024

Penutupan Program PDN Kalsel 2024 ini berlangsung di aula kantor Disnakertrans Kalsel di Jalan Ahmad Yani KM 6, Senin (23/9) dihadiri antara lain pejabat Disnakertrans di Kabupaten/Kota, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjarmasin, sejumlah perusahaan pelaksana pemagangan dan ratusan peserta PDN 2024.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti beserta jajarannya berfoto bersama perusahaan pelaksana PDN

Kepala Disnakertrans Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti mengungkapkan program ini salah satu bukti nyata pemerintah untuk membangun sumber daya manusia khususnya para generasi muda yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan, salah satunya mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur.

“Sehingga masyarakat di banua kita memiliki daya saing dan dapat lebih mudah untuk masuk kedalam dunia kerja,” katanya.

Irfan menerangkan berdasarkan evaluasi, program pemagangan memberikan kontribusi signifikan dalam penempatan tenaga kerja pada tahun 2023. Penyerapan Peserta pemagangan di tempat kerja/wirausaha sebanyak 63,69 persen dari 168 orang. Di tahun 2024 ini, lanjutnya, target peserta pemagangan meningkat menjadi 192 orang. Peningkatan jumlah peserta tersebut diharapkan diiringi oleh peningkatan penyerapan di tempat kerja/wirausaha.

“Saya berharap perusahaan pelaksana pemagangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengisi formasi jabatan yang ada di perusahaan agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal,” tuturnya

Terlebih, ungkap Irfan, pihaknya telah melakukan MoU dengan perusahaan untuk dapat menyerap para peserta yang sudah melaksanakan pemagangan.

“Dari data yang kami dapat, Tingkat Penggangguran Terbuka hingga bulan Agustus tahun 2024 sebesar 3,36 persen. Melalui salah satu program pemprov kalsel di bidang ketenagakerjaan diharapkan tingkat pengangguran terbuka dapat terus melandai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK) Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati menambahkan total keseluruhan peserta mengikuti program ini sebanyak 192 orang yang ditempatkan di 26 perusahaan yang ada di kabupaten/kota.

“Berbagai sektor perusahaan bekerjasama untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka diantaranya sektor pertambangan, perhotelan hingga otomotif,” ungkapnya.

Pihaknya pun optimis pada program pemagangan dalam negeri ini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk bisa langsung terjun ke perusahaan – perusahaan, sehingga hal itu sangat berdampak baik terhadap pertumbuhan penduduk usia muda.

“Karena memang program ini dikhususnya untuk pemagangan bekerja, jadi peserta sudah pasti memiliki skill untuk bisa langsung bekerja,” terangnya

Sementara itu, salah satu peserta pemagangan dalam negeri tahun 2024 berasal dari kabupaten Banjar yang langsung ditarik oleh perusahaan, Maulida Ariani mengucapkan rasa syukur bisa menjadi salah satu dari ratusan peserta yang berhasil mengikuti pemagangan dan juga langsung direkrut oleh perusahaan untuk bekerja setelah pemagangan selesai.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, sehingga untuk generasi selanjutnya dapat merasakan bagaimana pengalaman mendapatkan ilmu secara langsung di tempat kerja,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Masuki Akhir September, Pemprov Kalsel Masih Duduki 10 Besar Inflasi Terendah se-Indonesia

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (23/9). Pada Rakor Pengendalian Inflasi melalui Zoom Meeting di Command Center Setdaprov Kalsel, tampak hadir perwakilan perwakilan Polda Kalsel, perwakilan BPS Kalsel, Bulog Divre Kalsel, KADIN Kalsel, serta sejumlah perwakilan SKPD lingkup Kalsel.

Kepada sejumlah awak media, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Paman Birin melalui sampaikan melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. Provinsi Kalsel termasuk dalam tujuh provinsi yang masih memiliki persentase penyerapan anggaran ketahanan pangan sebesar 55 persen.

“Salah satu poin penting yang diangkat adalah mengenai alokasi dana dekonsentrasi untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan,” ungkap Adi.

Adi Santoso menambahkan, bahwa Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi dan melaporkan perkembangan penyerapan anggaran tersebut.

“Baik itu laporan mengenai kendala yang dihadapi di lapangan maupun upaya-upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan penyerapan,” lanjut Adi.

Terkait dengan perkembangan harga komoditas pangan di Provinsi Kalsel, Adi menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga masih terkendali. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Namun demikian, kita tetap harus waspada dan terus melakukan peninjauan dilapangan.

“Gubernur Paman Birin berharap agar seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan di Provinsi Kalsel,” ucap Adi.

Dilanjutkan Adi, Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis yang harus kita prioritaskan. Dengan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang stabil, masyarakat dapat hidup dengan lebih sejahtera. (MRF/RDM/RH)

Oktober 2024, Pegunungan Meratus Diusulkan Berubah Fungsi Jadi Taman Nasional

BANJARBARU – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mendata, masih ada 4 provinsi di Indonesia yang belum memiliki Taman Nasional. Termasuk diantaranya adalah Provinsi Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, KLHK mendorong daerah – daerah yang belum memiliki Taman Nasional, segera mengajukan usulan, sebelum pergantian pemerintahan terjadi pada pertengahan Oktober mendatang.

Terkait hal ini, maka KLHK menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Persiapan Kajian Kebijakan Pengelolaan Pegunungan Meratus Dalam Rangka Usulan Perubahan Fungsi Menjadi Taman Nasional, pada Senin (23/9) disalah satu hotel berbintang di Banjarbaru.

Suasana rapat persiapan Kajian Kebijakan Pengelolaan Pegunungan Meratus Dalam Rangka Usulan Perubahan Fungsi Menjadi Taman Nasional

Hadir langsung pada rapat persiapan ini, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko. Sementara dari Pemerintah Provinsi Kalsel, dihadiri Gubernur, Sahbirin Noor yang diwakili Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi, Fathimatuzzahra.

Seluruh peserta rapat persiapan Kajian Kebijakan Pengelolaan Pegunungan Meratus Dalam Rangka Usulan Perubahan Fungsi Menjadi Taman Nasional, berfoto bersama usai pembukaan

Kepada wartawan usai rapat persiapan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, secara variabel sudah lengkap sekali, persyaratan untuk mengusulkan perubahan fungsi Pegunungan Meratus menjadi Taman Nasional.

“Tutupan lahannya tidak banyak bergerak dalam 10 tahun terakhir, dan UNESCO juga sudah mengakui Geopark Meratus sebagai bagian dari Global Geopark. Ini sudah lengkap sekali,” ujar Hanif.

Selanjutnya menurut Hanif, sosialisasi intensif harus dilakukan, termasuk pertemuan secara maraton untuk mempercepat persiapan pengajuan perubahan fungsi tersebut,” tutupnya.

Lebih lanjut Hanif memastikan, tim teknis akan membantu mempercepat proses identifikasi luasan kawasan Pegunungan Meratus, yang akan diajukan perubahan fungsi nya menjadi Taman Nasional.

Sementara itu, Gubernur, Sahbirin Noor yang diwakili Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, perubahan fungsi Pegunungan Meratus dari hutan lindung menjadi Taman Nasional, akan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Kalsel. Baik secara lingkungan maupun ekonomi.

“Karena pendanaannya sudah tersedia di Ditjen PKTL, maka kita harapkan usulan perubahan fungsinya sudah lengkap dan bisa segera diajukan Paman Birin pada Oktober nanti,” tutup Roy.

Selain dihadiri pejabat KLHK dan jajaran SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel, rapat persiapan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan dari kabupaten yang dilintasi Pegunungan Meratus. Yakni kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Balangan serta Kotabaru. (RIW/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Gowes Explore Meratus Untuk Kenalkan Wisata Setempat

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel menggelar, Gowes Explore Riam Kanan, di Lapangan Tambela, Minggu (22/9). Dilepas Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin Diwakili Plt Dispora Kalsel Diauddin.

Dalam sambutannya Paman Birin yang dibacakan Diauddin mengharapkan, agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan jantung, serta kebugaran tubuh.

Plt Dispora Kalsel Diauddin

“Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Gowes ini untuk memperkenalkan wisata dikawasan tersebut,” ucapnya.

“Salah satu cara memperkenalkan wisata Geopark Meratus tersebut, dengan digelarnya Gowes Explore Maratus Riam Kanan oleh Dispora Kalsel,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempererat Tali silaturahmi antar peserta.

Karena itu, Gowes Explore Maratus Riam Kanan ini, akan dijadikan agenda tahunan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.

Kegiatan ini dilaksanakan, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 41 Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan.

Panitia menyediakan berbagai hadiah menarik berupa doorprize seperti sepeda serta lainnnya. (SRI/RDM/RH)

Selama 5 Hari Kalsel Expo 2024, Dispar Kalsel Pamerkan Produk Dan Pariwisata Unggulan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, turut serta memeriahkan Kalsel Expo 2024 dengan memamerkan Produk Pelaku Usaha Kreatif Dan Pariwisata Unggulan.

Salah satu pengunjung, sedang membaca paket wisata di stand Dispar Kalsel

Kepada wartawan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Noor, diwakili Plh Kepala Dispar Provinsi Kalsel, Muhammad Noor, disela kegiatan di stand Kalsel Expo 2024, baru-baru tadi mengatakan, untuk stand ditampilkan pihaknya memamerkan produk usaha pelaku ekonomi kreatif seperti pakaian jadi dari kain sasirangan, berbagai makanan ringan dan tas purun kreasi, yang tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota.

Plh Kepala Dispar Kalsel Muhammad Noor, saat memberikan komentarnya

“Kita tidak pernah absen di event tahunan ini, guna memeriahkan Kalsel Expo,” ucapnya

Disampaikan Muhammad Noor, Kalsel Expo 2024 ini digelar dalam rangkaian untuk memperingati Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dan HUT Kemerdekaan RI ke -79. Untuk tema stand tentang open space yakni memamerkan produk-produk terbaik dari pelaku ekonomi kreatif unggulan Banua.

“Kami berharap geliat pelaku ekonomi kreatif di sektor pariwisata lebih ramai dan maju lagi ke depannya,” jelasnya

Lebih lanjut Muhammad Noor menambahkan, di stand Dinas Pariwisata Kalsel, pihaknya juga menampilkan berbagai informasi destinasi wisata, foto-foto pesona wisata andalan di Kalimantan Selatan, serta dapat menonton wisata virtual 360 secara gratis. Selain juga, mensosialisasikan Geopark Meratus, karena sedang diusung menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

“Layanan VR wisata 360, Dispar Kalsel mengandeng ASITA Kalsel, untuk promosi dan menawarkan paket perjalanan wisata di Banua,” tutupnya.

Seperti diketahui, gelaran Kalsel Expo 2024 sejak 18 – 22 September, dipusatkan di Lapangan Murjani kota Banjarbaru. (NHF/RDM/RH)

Dukungan Paman Birin, Kalsel Raih TP2DD Provinsi Terbaik 2024 Wilayah Kalimantan

JAKARTA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin menerima penghargaan P2DD Provinsi Terbaik 2024 Wilayah Kalimantan, pada Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Rakornas P2DD) Tahun 2024 di Jakarta, pada Senin (23/9).

Kepala Biro Perekonomian Kalsel saat mewakili Gubernur menerima penghargaan TPPD Award 2024

Penghargaan TP2DD Provinsi Terbaik 2024 Wilayah Kalimantan diterima Gubernur Paman Birin, melalui Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Muhammad Farhani, yang diserahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, didampingi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas.

Trophy TPPD yang diterima Paman Birin

“Alhamdulilah. Keberhasilan Provinsi Kalsel sebagai TP2DD Terbaik Wilayah Kalimantan tak lepas dari dukungan penuh Paman Birin, yang menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem pembayaran kepada masyarakat, pelaku usaha dan UMKM Banua,” ungkap Muhammad Farhani.

Dalam berbagai kesempatan pun, Paman Birin menekankan, digitalisasi pembayaran dapat mempercepat arus transaksi, mengurangi biaya administrasi, dan meminimalkan risiko kebocoran serta penyalahgunaan dana.

Disamping itu, Paman Birin juga menyampaikan digitalisasi pembayaran sebagai upaya untuk mendukung inklusi keuangan.

“Digitalisasi pembayaran juga mendukung inklusi keuangan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kita dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani oleh sistem perbankan konvensional,” ungkap Paman Birin.

Penghargaan TP2DD Provinsi Terbaik 2024 Wilayah Kalimantan yang diraih Provinsi Kalsel ini, melengkapi penghargaan yang juga diterima pada Tahun 2023 yakni Bank Indonesia (BI) Award Implementasi QRIS Terbaik se-Kalimantan, sebagai komitmen pertumbuhan UMKM dengan digitalisasi pembayaran.

Turut mendampingi Kepala Biro Perekonomian Muhammad Farhani, Direktur Utama Bank Kalsel, Fakhruddin.

Selain Provinsi Kalsel, TP2DD Provinsi Terbaik 2024 untuk Wilayah Sumatera diraih Provinsi Riau, Provinsi Jawa Barat (Wilayah Jawa Bali), Provinsi Sulawesi Selatan (Wilayah Sulawesi) dan Provinsi-Nusa Tenggara Timur (Wilayah Maluku dan Papua).

Diketahui, arah kebijakan P2DD yaitu penguatan infrastruktur, penguatan regulasi dan koordinasi, serta penguatan ekosistem transaksi digital pemda. Dengan mengusung tema bertajuk, “Digitalisasi Transaksi Pemda Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Satgas P2DD menyampaikan, bahwa digitalisasi di era sekarang semakin maju, Indonesia selaku Pimpinan ASEAN pada tahun lalu telah mendorong Economic Framework Agreement.

“Tentu saja, TP2DD ini sangat penting. Pertama, perkembangan implementasi kebijakan elektronik transaksi pemerintah daerah. Sekarang sudah 87,9 persen atau 480 pemda,” ungkap Menko Airlangga.

Lalu, Menko Airlangga juga mendorong ekosistem transaksi digital Pemerintah Daerah melalui penguatan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam penyediaan layanan yang mendukung digitalisasi pajak dan retribusi daerah seperti mendukung mekanisme split payment untuk Opsen PKB dan BBNKB.

Sementara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, bahwa digitalisasi keuangan daerah membuat perekonomian semakin maju di sejumlah daerah.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menko selaku Ketua Satgas P2DD telah mendorong kemajuan ini,” ungkap Perry.

Dengan sinergi, menurut Perry Warjiyo, bisa mempercepat digitalisasi keuangan negara dan daerah, demi mensejahterakan rakyat Indonesia.

Menurut Perry Warjiyo, transformasi digitalisasi sangat mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran anggaran daerah sehingga sangat membantu sekali dalam kemajuan daerah tersebut. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Produk Hasil Ikan Dislutkan Kalsel Diminati Pengunjung Kalsel Expo 2024

BANJARMASIN – Produk hasil ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diminati pengunjung Kalsel Expo Tahun 2024.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono melalui, Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti mengatakan, pihaknya bersyukur telah berpartisipasi dalam pameran Kalsel Expo ini, sejak 18 – 22 September 2024.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti

“Alhamdulillah kami telah mengikuti Pameran Kalsel Expo ini,” ungkapnya kepada Abdi Persada FM, pada malam penutupan Kalsel Expo, Minggu (22/9).

Tiah menjelaskan, untuk hasil penjualan di Stand Dislutkan Kalsel mencapai 400 ribu setiap harinya.

“Penjualan tersebut, meliput produk hasil ikan, produk olahan ikan, serta hewan peliharaan kura kura, yang menemani ikan hias,” ujarnya.

Pengunjung tertarik membeli kura kura untuk dijadikan hewan peliharaan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Tiah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan terus memberikan peningkatan produk dan usaha, kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Produk hasil serta olahan ikan.

“Dislutkan Kalsel terus melakukan pembinaan terhadap pelaku Usaha Menengah Kecil (UKM) produk hasil ikan dan olahan ikan,” ucapnya.

Menurut Tiah, peningkatan yang mereka laksanakan, berupa pelatihan serta lainnya.

“Dislutkan tentunya berharap, dengan pelatihan yang berikan, maka kemampuan pelaku UKM Produk hasil dan olahan ikan semakin meningkat di Banua,” ucap Tiah. (SRI/RDM/RH)

Kalsel Expo 2024 Sukses Raih Omset 12 M

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, menutup secara resmi Kalsel Expo 2024, yang berpusat di lapangan Murjani, Banjarbaru, Minggu (22/9) malam.

Suasana penutupan Kalsel Expo 2024

Dalam Sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Roy Rizali Anwar menyampaikan apresiasi atas kesuksesan acara tahunan tersebut yang berlangsung dengan meriah dan berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar saat membacakan sambutan Gubernur

Roy menyampaikan bahwa meski Kalsel Expo 2024 telah berjalan dengan sukses, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan adanya peningkatan kualitas.

“Kita tidak boleh lekas berpuas diri. Evaluasi tetaplah diperlukan untuk memastikan adanya perbaikan untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan Kalsel Expo di tahun-tahun mendatang,” tegas Roy.

Lebih lanjut, Roy menekankan bahwa Kalsel Expo 2024 telah berperan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan yang telah menampilkan beragam potensi daerah mulai dari produk UMKM, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga inovasi teknologi.

“Tugas kita selanjutnya adalah mengemas dan memasarkan potensi tersebut agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk terus bersinergi dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan UMKM di Kalimantan Selatan.

“Mari kita ciptakan lebih banyak ruang untuk berkarya, berekspresi, dan mengeksplorasi kekayaan budaya serta produk khas daerah kita,” ajaknya.

Roy juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan pembangunan yang berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Ia berharap, Kalsel Expo dapat menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk mendorong partisipan menampilkan produk ramah lingkungan dan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Banua.

“Semoga event ini terus menjadi kebanggaan kita bersama dan semakin memotivasi kita untuk mengembangkan potensi Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel sekaligus Ketua Panitia Kalsel Expo 2024, Sulkan mengatakan terjadi peningkatan signifikan pada jumlah transaksi yang dicatatkan pada Kalsel Expo tahun ini.

“Total omset transaksi mencapai Rp. 12.042.562.000,00 dengan perkiraan jumlah pengunjung berkisar 570.075 orang,” ungkapnya.

Sulkan menambahkan Event yang berlangsung dari 18-22 September ini menghadirkan total 225 stand pameran yang terdiri dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Pemerintah Kab/Kota, Instansi Vertikal, Universitas, Perusahaan Swasta Lokal hingga Nasional, Korem 101/Antasari dan UMKM.

“Terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap kelancaran penyelenggaraan Kalsel Expo 2024 ini, khususnya kepada Bapak Gubernur dan ibu Ketua TP PKK, Paman Birin dan Acil Odah atas motivasi dan arahannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada penutupan ini juga dirangkai dengan pengumuman pemenang berbagai lomba yang telah digelar sebelumnya, dan diakhiri dengan penampilan dari artis nasional. (BDR/RDM/RH)

APBD Perubahan 2024, Taufik Rachman : Penggunaannya Harus Dioptimalkan

BANJARBARU – Wakil Ketua 1 DPRD Banjarbaru Taufik Rachman mewanti-wanti, agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat lebih mengoptimalkan serapan anggaran perubahan pada APBD 2024, mengingat waktu yang tersedia hanya sekitar dua bulan saja.

“Kami mengharapkan, pekerjaan fisik yang walaupun kecil dilaksanakan semaksimal mungkin. Kami juga mendorong SKPD Tekhnis, untuk prosesnya agar bergerak cepat,” katanya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Untuk itu Taufik mengingatkan, SKPD dapat memaksimalkan sebaik mungkin belanja pada anggaran APBD Perubahan tersebut.

“Jika serapan anggaran nilainya rendah. Itu menandakan SKPD tersebut tidak bekerja secara maksimal. Ini akan berpengaruh pada penganggaran berikutnya. Dan apabila banyak program yang tidak dikerjakan, pastinya akan menjadi pembahasan kami di dewan,” tutupnya.

Seperti diketahui, hasil kesepakatan antara Pemko dengan DPRD Banjarbaru, dalam Rapat Paripurna yang digelar beberapa waktu lalu, untuk APBD perubahan 2024 besaran belanja daerah mencapai Rp1,76 triliun. (RDM/RH)

Exit mobile version