BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan peduli terhadap pelestarian budaya jukung tradisional masyarakat pesisir sungai di Banua.
Plt Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Rusdi Hartono pada Sabtu (24/8), mengatakan, lomba jukung tradisional ini sebagai bentuk perhatian Gubernur Sahbirin Noor serta Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah.
Plt Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Kalsel Rusdi Hartono
“Paman Birin dan Acil Odah memberikan keperdulian terhadap pelestarian budaya jukung tradisional tersebut,”Ungkap Rusdi, di sela sela acara Lomba Perahu Tradisional, di Sungai Mantuil, Kota Banjarmasin.
Karena, lanjutmya, jukung tradisional ini sebagai ciri khas warga di Kalimantan Selatan, dan sebagai moda transportasi yang dimiliki sejarah yang cukup tinggi.
“Para pejuang kita dulu juga menggunakan jukung tradisional dalam berjuang,” ucap Rusdi.
Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh masyarakat di Banua untuk menjaga kelestarian jukung tradisional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi juga mengajak warga pesisir sungai, untuk tidak membuang sampah di sungai.
“Kami mengajak seluruh masyarakat yang ada di Banua khususnya yang tinggal dikawasan pesisir, untuk tidak membuang sampah di Sungai,” tutur Rusdi.
Masyarakat, tambahnya, jangan membuang sampah sembarangan serta jangan menggunakan racun kimia pada saat mencari ikan di sungai.
“Karena Sungai dan air untuk kehidupan anak, cucu kita selanjutnya,” ujar Rusdi. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Sebanyak 804 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menerima Anugerah Satya Lencana Karya Satya (SLKS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas para ASN dalam melaksanakan tugas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel, Dinansyah melalui Kasubbid Penghargaan, Kartika Kumala mengungkapkan penyerahan Anugerah SLKS tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2024 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.
Kasubbid Penghargaan, BKD Provinsi Kalsel, Kartika Kumala
“Pada kesempatan tersebut Pemprov Kalsel akan menyerahkan Anugerah SLKS ini kepada 804 ASN dengan rincian pengabdian, 30 tahun sebanyak 147 orang, 20 tahun ada 144 orang dan 10 tahun sebanyak 513 orang,” ungkapnya. Senin (26/8).
Kartika menambahkan penyerahan Anugerah SLKS tahun ini merupakan hasil usulan pada 2023 lalu.
“Mengingat proses SLKS ini cukup panjang harus melalui Kemendagri dan Sekretariat Militer Presiden, sehingga prosesnya itu perlu waktu selama satu tahun lebih,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk mendapatkan anugerah SLKS ini ada sejumlah berkas yang harus disiapkan oleh para ASN.
“Sebelum pengajuan penerima penghargaan tersebut, ASN harus melengkapi berkas diantaranya daftar riwayat hidup, SK CPNS, SK jabatan terakhir, SK pangkat terakhir dan surat keterangan tidak dijatuhi hukuman disiplin,” katanya.
Kartika berharap penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi tetapi juga dapat mendorong semangat para ASN untuk berkontribusi secara positif dalam memberikan pelayanan publik melalui pengabdian dan inovasi dalam bekerja.
“Selain itu juga diharapkan dapat memotivasi ASN lainnya yang belum mendapatkan penghargaan ini,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Transformasi Sungai Barito Menjadi Destinasi Wisata Terdepan di Kalimantan Selatan”, yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (26/8).
Suasana FGD yang diselenggarakan PT Ambapers
Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur menghadirkan Keynote Speaker Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Ghazali, tiga narasumber yaitu Dosen Pasca Sarjana IPDN, Alma Arif, Staf Ahli Kemenparekraf Him’awan dan Tenaga Ahli Perencana Badan Pengelolaan Geopark Meratus, Resita Rahmitiasari.
Selain itu, hadir juga empat Panelis yaitu Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalsel, M. Farhanie, Kepala KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Samsudin, Direktur PT Ambapers, Marolop Alfred dan Direktur Akademi Maritim Nusantara, Moch Nurdin dengan Moderator Direktur Pasca Sarjana IPDN, Prof. Muhammad Ilham.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, mengatakan transformasi sungai Barito menjadi destinasi wisata terdepan adalah sebuah langkah yang sangat tepat dan relevan untuk mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat ekonomi berbasis pariwisata.
“Dalam rangka merealisasikan transformasi ini, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. FGD ini adalah wujud dari komitmen bersama untuk mendengarkan ide, masukan dan strategi dari berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan konsep dan rencana yang matang sehingga pengembangan sungai Barito dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Gubernur Kalsel yang akrab Paman Birin berharap forum ini dapat menghasilkan persamaan persepsi, pemikiran dan juga dapat memperkuat komitmen serta kolaborasi diantara semua pihak demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di Banua Kalsel.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Ghazali selaku Keynote Speaker, mengatakan bahwa FGD yang dilaksanakan sebagai salah satu respon cepat atas perkembangan IKN yang secara paralel akan terus bersolek hingga 2045.
“Jika kita jeli melihat peluang ini maka Kalsel dapat dibranding sebagai perusahaan terdepan dibidang logistik serta primadona dalam wisata bahari,” terangnya.
Zulfadli menuturkan, industri wisata sungai mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak negara menggunakan subjek wisata sungai untuk menarik wisatawan ke negaranya, seperti sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand.
“Hal ini mengingat bahwa pariwisata menjadi salah satu faktor penyumbang devisa terbesar untuk dapat bersaing dengan negara lain, serta mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke negara tersebut,” katanya.
Sungai Barito sendiri, lanjut Zulfadli, merupakan salah satu lokasi wisata yang potensial dan dapat dimanfaatkan dengan berbagai jenis atraksi.
Melihat potensi tersebut, PT Ambapers pun berencana menawarkan paket wisata dengan kapal pesiar menyusuri Sungai Barito.
“Daya tarik wisata yang ditawarkan oleh kapal pesiar sungai ini adalah keindahan alam, budaya, aktivitas masyarakat setempat, serta menikmati hidangan ringan baik makanan maupun minum sampai berfoto. Destinasi wisata lain meliputi Pelabuhan, Jembatan Barito, Pulau Bakut, Taman Wisata Alam Pulau Kembang dan prasarana pendukung lainnya,” jelasnya.
Lebih jauh dalam mengembangkan konsep sungai sebagai daya tarik wisata ini, PT Ambapers pun mengharapkan keterlibatan stakeholder dan pemerintah dalam pengembangannya terutama di muara sungai.
“Apabila sungai yang akan dijadikan sebagai daya tarik wisata dapat dikembangkan secara terpadu dan holistik mulai dari hulu hingga hilir dapat menjadi pengembangan yang maksimal,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VIII dan IX tahun 2024, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, resmi dibuka, Senin (26/8).
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menyampaikan pelatihan bagi pejabat pengawas ini sangat strategis, karena dirancang untuk membekali para aparatur dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi kompleksitas tugas pemerintahan.
“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan para pejabat pengawas yang adaptif, inovatif dan berorientasi pada hasil,” katanya.
Melalui pelatihan itu, Gubernur juga berharap peserta dapat mengembangkan mindset digital dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi.
“Misalnya pemahaman tentang data dan teknologi terkini lainnya yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat dan akurat,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan PKP angkatan VIII dan IX diikuti sebanyak 80 orang ASN Pemprov Kalsel.
Pelatihan digelar selama 3 bulan, terhitung sejak 22 Juli hingga 14 November 2024. Selama masa tersebut, peserta menjalani berbagai pelatihan seperti pelatihan klasikal di BPSDMD Kalsel, studi lapangan ke luar daerah, hingga membuat rancangan aksi perubahan.
Foto bersama peserta PKP Angkatan VIII dan IX beserta Plt Kepala BPSDMD Kalsel dan Widyaiswara Kalsel
“Rancangan aksi perubahan atau inovasi ini dalam rangka mempermudah masyarakat. Karena mereka para pejabat pengawas ini tujuannya adalah terdepan dalam hal pelayanan,” tuturnya.
Pria akrab disapa Gia itu berharap, seluruh peserta dapat lulus dalam pelatihan, untuk mempertanggungjawabkan jabatan yang mereka emban.
“Karena cita-cita Gubernur untuk menjadikan Kalsel semakin maju, salah satunya ada di pundak para peserta pelatihan ini,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel menggelar Kick Off Festival Gerbang Nusantara. Kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Lembaga Kebudayaan, Senin (26/8) bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Dalam laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammaddun, yang dibacakan Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyaidi, mengatakan momentum ini sebagai titik awal untuk terus menjaga, mengembangkan dan memperkenalkan kekayaan budaya kota kepada dunia. Dimana, Festival Gerbang Nusantara, merupakan Festival terintegrasi jalur rempah Nasional menampilkan kekayaan dan keragaman Budaya Indonesia dari berbagai daerah.
Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyaidi, saat memberikan sambutan
“Beragam pertunjukan seni tradisional seperti tarian, seni rupa, musik dan teater serta kekayaan kuliner khas banua dari seluruh Nusantara,” ucapnya
Disampaikan Hadeli, dalam gelaran itu sekaligus juga Peluncuran Kamus Digital Bahasa Banjar, bekerjasama dengan BASAKalimantan Wiki didukung Kedutaan Amerika Serikat guna revitalisasi Bahasa Ibu, agar bahasa Banjar bukan hanya alat komunikasi, tetapi membawa nilai-nilai luhur dan kearifan lokal sebagai warisan turun temurun dengan diperkenalkan ke panggung global.
“Festival ini dibagi 3 venue diadakan di tempat dan waktu yang berbeda, seluruhnya secara gratis untuk masyarakat, dalam rangka menyambut HUT RI ke 79 dan Harjad Provinsi Kalsel ke 74,” ungkapnya
Sekretaris Disdikbud Kalsel (ditengah) didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul Khatimah menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi melalui gelaran ini telah memperlihatkan kepada dunia bahwa keberagaman adalah kekuatan bergerak bersama, berkarya, berbudaya dalam kebhinekaan. Selain itu, Kamus Digital Bahasa Banjar sebagai langkah yang besar dalam upaya pelestarian bahasa daerah di era digital.
“Peran serta seluruh lapisan masyarakat sangatlan penting, mulai dari Pemerintah, Akademisi, Seniman, Budayawan hingga generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan kekayaan budaya lokal di Banua,” tutupnya
Untuk diketahui, gelaran ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul Khatimah. Dihadiri oleh Kedutaan Amerika Serikat, Kemendikbudristek RI Direktorat Jenderal Kebudayaan Lembaga Kebudayaan, SKPD di lingkup Pemprov Kalsel. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Jelang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Apel Gelar Pasukan Satuan Pelindung Masyarakat (Satlinmas), di Kantor Satpol PP Kota Banjarmasin, Senin (26/8), bertindak sebagai Pembina Apel adalah Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
Dalam sambutannya Ibnu Sina menyampaikan pesan terhadap petugas Satlinmas yang bertugas dalam turut serta menjaga keamanan selama Pilkada berlangsung.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina (Tengah)
Ia berharap, petugas Satlinmas dapat terus berkoordinasi dengan pihak lainnya dalam bersama bersama menjaga suasana kondusif di Kota Banjarmasin.
“Sehingga seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada dapat terlaksana dengan baik di Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan anggota Satlinmas untuk membantu keamanan selama berlangsungnya Pilkada Tahun 2024 di Kota Banjarmasin.
“Kesiapan tersebut dengan dilaksanakan Apel Kesiapsiagaan Satlinmas dalam menjalankan tugas menjaga suasana kondusif selama berlangsungnya Pilkada mendatang,” ungkapnya.
Serta, lanjut Muzaiyin, pada apel ini diperkenalkan seragam baru Satlinmas.
“Pada saat menjalankan tugas seluruh anggota Satlinmas di Kota Banjarmasin sudah menggunakan seragam baru yang telah dikeluarkan oleh Kemendagri,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)
BANJAR – Ada yang unik pada penyelenggaraan Kirab Merah Putih ke-5, pada Sabtu (24/8) lalu. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah nampak mengenakan pakaian pejuang saat memimpin kegiatan tahunan itu.
Gubernur Kalsel bersama Ketua TP PKK Kalsel memimpin rombongan Kirab Merah Putih ke-5 dari Makodim 1022/Tnb.(foto : Adpim)
Alasan dibalik pemilihan kostum itu rupanya karena kegiatan itu merupakan salah satu agenda dari Korem 101/Antasari dan Pemprov Kalsel, untuk memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT RI ke-79.
Kedua momen bersejarah itu dijadikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah.
“Jadikan kegiatan ini menjadi momen untuk mengenang perjuangan mereka (pahlawan kemerdekaan),” kata Gubernur akrab disapa Paman Birin.
Kostum yang dikenakan Paman Birin dan Raudhatul Jannah atau Acil Odah itu, pun menarik perhatian warga. Nyatanya saat beristirahat rest area pertama, tepatnya di Masjid Miftahul Jannah, Desa Mantewe, Tanah Bumbu, tidak sedikit warga yang mengantri untuk berswafoto atau sekedar berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kalsel itu.
Tak hanya di lokasi itu, dihari yang sama saat meresmikan jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin bernama Jalan Gubernur Sahbirin Noor, di Desa Awang Bangkal Kabupaten Banjar, pembawa acara pada peresmian jalan itu mengagumi pemilihan kostum yang dikenakan Paman Birin dan Acil Odah.
“Paman Birin dan Acil Odah sangat cocok mengenakan pakaian pahlawan, karena mereka berdua bisa di bilang Pahlawan Infrastruktur Kalimantan Selatan,” ungkap salah satu pembawa acara.
Diketahui, Kirab Merah Putih ke-5 diikuti oleh hampir 10.000 peserta menggunakan kendaraan roda dua dengan menempuh perjalanan sejauh 194 kilometer, dari Kodim 1022/Tanah Bumbu menuju Alam Roh 24, Desa Kiram, Kabupaten Banjar. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gelaran Porwanas XIV resmi berakhir pada Minggu (25/8) malam, dengan ditekannya tombol sirine sebagai tanda padamnya api obor Porwanas di Kalimantan Selatan. Namun penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional tahun ini, membawa kesan dan kenangan tersendiri untuk LPPL Abdi Persada FM. Karena pada Porwanas tahun ini, untuk pertama kalinya Abdi Persada mengikutsertakan jurnalisnya sebagai peserta, bersama 1.600 atlet wartawan dari 38 provinsi di Indonesia.
Perwakilan Kalsel (tiga dari kanan dan tiga dari kiri) usai menerima perak pada nomor lomba fotografi flora fauna dan budaya
Rini Dwi Masmuda, yang sehari – hari merupakan jurnalis sekaligus penyiar di LPPL Abdi Persada FM, mewakili Kalimantan Selatan pada ajang 3 tahunan para wartawan seluruh Indonesia ini, bersama 4 atlet wartawan lainnya dari berbagai media di Kalimantan Selatan pada cabang lomba Karya Jurnalistik.
Cabang ini menjadi yang terakhir diumumkan pemenangnya. Yakni pada Malam Ramah Tamah Gubernur Kalsel bersama Kontingen PWI Provinsi se-Indonesia dan Penutupan Porwanas XIV 2024, pada Minggu (25/8) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Dimana seluruh kontingen serta tamu undangan menyaksikan secara langsung, prosesi pengalungan medali kepada para pemenang. Termasuk Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani yang juga hadir pada kesempatan ini.
Momen menegangkan pun tiba, saat Koordinator cabang lomba Karya Jurnalistik Porwanas ke-14 membacakan hasil keputusan juri pada semua nomor lomba. Apalagi kemudian, nomor lomba yang pertama kali dibacakan, adalah Reportase Radio.
Pengumuman pemenang dimulai dari juara 3, yang berhasil diraih kontingen Kalimantan Tengah. Kemudian juara kedua dari Kalimantan Timur. Dan saat Kalimantan Selatan diumumkan sebagai juara pertama, seluruh gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin bertepuk tangan riuh, memberikan semangat kepada Rini Dwi Masmuda maju ke panggung, untuk menerima medali emas, yang diserahkan Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie.
“Saya bangga dan senang sekali, kawan – kawan sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Termasuk pada cabang lomba Karya Jurnalistik. Selamat sekali lagi untuk semua kawan – kawan,” ujar Zainal Helmie usai acara.
Kebanggaan yang sama juga disampaikan Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani. Mengingat ini pertama kalinya Abdi Persada mengikutsertakan wartawannya pada ajang bergengsi ini, dan langsung mendapatkan medali emas.
“Selamat kepada Rini atas juara pertama yang diraihnya. Saya dan semuanya di radio, bangga sekali,” ujarnya.
Perwakilan Kalsel (dua dari kanan) usai menerima perak untuk nomor lomba videografi
Perlu diketahui, prestasi ini tidak begitu saja diraih Rini dalam satu malam. Persiapan sudah dilakukan sejak berbulan – bulan sebelumnya, dengan rutin melatih kemampuan reportase radio. Bahkan dari PWI Kalsel, juga memberangkatkan Rini bersama peserta lomba Karya Jurnalistik lainya ke Provinsi Bali, untuk mengintensifkan persiapan. Seluruh perjuangan itu, akhirnya bermuara pada pencapaian para atlet wartawan cabang Karya Jurnalistik. Yakni dengan menyumbangkan 1 medali emas dan 4 perak untuk kontingen Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah berlangsung selama 7 hari terhitung dari Senin (19/8), Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV resmi berakhir pada Minggu (25/8) malam, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Penutupan ditandai dengan penekanan sirine, yang menjadi pertanda padamnya api obor Porwanas XIV di Kalimantan Selatan. Penutupan dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Ahmad Bagiawan.
Tercatat 570 medali diperebutkan sebanyak 1.600 atlet wartawan terhitung sejak Senin (19/5) di 11 cabang olahraga dan 1 cabang Karya Jurnalistik. Medali terakhir, dikalungkan langsung kepada para pemenang pada cabang Karya Jurnalistik, yang baru diumumkan pada malam penutupan, sekaligus malam ramah tamah Gubernur Kalsel bersama Kontingen PWI Provinsi se-Indonesia.
Medali emas terakhir dikalungkan Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie, kepada Rini Dwi Masmuda (LPPL Radio Abdi Persada) yang berhasil unggul dari Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur pada nomor lomba Reportase Radio. Sedangkan pada 4 nomor lomba lainnya, Kalimantan Selatan berhasil meraih 4 medali perak, kecuali untuk nomor lomba karya tulis.
Ketua PWI Kalsel menyerahkan medali terakhir Porwanas XIV kepada pemenang nomor lomba Reportase Radio cabang lomba Karya Jurnalistik
Dengan tambahan medali dari Karya Jurnalistik ini, maka total Provinsi Kalsel meraup 16 medali emas, 6 perak dan 12 perunggu, pada Porwanas ke-14. Dengan capaian ini, maka kontingan Kalimantan Selatan menjadi juara umum, dan berhasil mengungguli Jawa Barat, juara umum pada 3 kali pelaksanaan Porwanas sebelumnya.
“Selamat saya ucapkan kepada kontingen PWI Kalsel, yang sukses menggelar Porwanas sekaligus menjadi juara umum”, ujar Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun kepada wartawan, usai penutupan.
Hendry mengatakan, pelaksanaan Porwanas di Kalsel tahun ini, menjadi patokan baru bagi pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya. Karena terlihat panitia Porwanas Kalsel terlihat sangat siap, melayani 3.000 official dan 1.600 atlet wartawan yang datang dari 35 provinsi di Indonesia.
“Sejak kami datang di bandara, sudah dilayani dengan sangat baik. Penginapan, transportasi, venue pertandingan sampai makanan, semuanya memuaskan,” puji Hendry.
Status juara umum pada Porwanas ke-14, sangat disambut gembira seluruh atlet wartawan dan jajaran PWI Provinsi Kalsel. Hal ini terlihat saat Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie menerima piala bergilir Porwanas dari Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun, di akhir acara.
“Kita sebenarnya menargetkan posisi 3 besar pada Porwanas tahun ini, tapi ternyata mendapatkan juara umum dan mengungguli Jawa Barat. Ini tentunya pencapaian yang luar biasa,” ujar Zainal Helmie kepada wartawan.
Mengejutkan lagi, menurut Helmie, sejumlah cabor yang selama ini tidak pernah mendapatkan medali, justru menunjukkan prestasi terbaiknya. Contohnya tenis meja, yang selama pelaksanaan Porwanas tidak pernah menyumbangkan medali, justru mendulang 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Begitu juga pada cabor atletik, berhasil mendapatkan 1 medali emas pada nomor estafet 5.000 meter.
“Kita tetap akan melakukan evaluasi setelah ini, terutama untuk cabor yang menurun prestasinya tahun ini,” tutup Helmie.
Dari 16 medali emas yang berhasil didulang Kalimantan Selatan, paling banyak disumbangkan cabor catur dengan 5 medali emas. Disusul Bologo 3 emas, serta futsal dan e-sport dengan masing – masing 2 medali emas. Kemudian tenis meja, atletik, karya jurnalistik dan nomor lomba karaoke IKWI masing – masing 1 medali emas. (RIW/RDM/RH)