Berangkat 12 Mei, Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Terdata 5.759

BANJARMASIN – Jadwal keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin pada musim haji tahun 1445 Hijriah atau tahun 2024, akan dimulai pada 12 Mei mendatang. Hal itu ditegaskan Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, pada Jumat (19/4) dikantornya kawasan jalan D.I Panjaitan Banjarmasin.

Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kalsel

“Rencananya kloter pertama masuk asrama pada 11 Mei, dan keberangkatan mereka pada 12 Mei, Insya Allah akan dilepas Gubernur Kalsel, Paman Birin,” jelasnya kepada wartawan.

Tambrin memastikan, persiapan untuk pelaksanaan operasional haji di Embarkasi Banjarmasin, saat ini terus dilakukan. Begitu juga koordinasi dengan stakeholder yang terlibat dalam operasional penyelenggaraan ibadah haji. Seperti pemerintah provinsi Kalsel dalam hal ini Gubernur, Dinas Kesehatan, Balai Kekarantinaan Kelas 1 Banjarmasin (BKK), Kemenkumham, Imigrasi, Bea Cukai, maskapai penerbangan, serta pihak Angkasa Pura.

“Saat ini tahapan yang sedang berjalan adalah penyelesaian dokumen jemaah haji untuk proses visa,” tambahnya.

Tahun ini, Embarkasi Banjarmasin, menurut Tambrin, akan memberangkatkan sebanyak 5.759 jemaah haji. Yakni 4.071 jamaah haji asal Provinsi Kalimantan Selatan, dan jemaah haji Provinsi Kalimantan Tengah berjumlah 1.688, yang terbagi dalam 19 kloter. Dimana 18 kloter untuk kloter utuh dan 1 kloter bergabung dengan Medan.

“Pesawat yang digunakan adalah Airbus 330 dengan kapasitas penumpang 320 orang, sama dengan musim haji tahun lalu,” tutupnya.

Mengakhiri sesi wawancara, Tambrin berpesan kepada para jemaah haji agar menjaga kesehatan dengan rajin berolah raga ringan dan menjaga pola makan sehat. (RIW/RDM/RH)

Pasca Libur Idul Fitri, Stok Ikan di Kota Banjarmasin Dipastikan Cukup

BANJARMASIN – Nelayan saat ini sudah kembali melaut usai libur lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Namun, untuk stok ikan masih mencukupi.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengatakan, karena nelayan baru melaut, maka saat ini tidak ada kapal nelayan yang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki

“Usai libur lebaran saat ini nelayan baru melaut,” ungkap Jaki, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Kamis (18/4).

Karena, lanjutnya, kapal nelayan masih berada di laut, sehingga kapal pengangkut ikan belum masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Kapal nelayan tersebut diperkirakan masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dalam beberapa hari kedepan,” ucap Jaki.

Namun, tambahnya, stok ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin saat ini mencukupi.

“Meski saat ini para nelayan sedang melaut, namun stok ikan masih mencukupi,” ujarnya.

Menurut Jaki, tercukupinya kebutuhan ikan untuk wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya ini, karena masih tersedianya ikan dalam penyimpanan di gudang mereka.

“Selain itu pasokan ikan melalui jalur darat pun masih masuk di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucap Jaki. (SRI/RDM/RH)

Dispersip Kalsel dan Dispersip Kotabaru Berkolaborasi Dalam Pembinaan Perpustakaan di Kotabaru

KOTABARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Perpustakaan di aula kantor Dispersip Kotabaru, Kamis (18/4).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan dan Dispersip Kabupaten Kotabaru yang diikuti 50 peserta dari kalangan pengelola perpustakaan sekolah, desa dan instansi di Kotabaru.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya perpustakaan yang sesuai Standar Nasional Perpustakaan agar bisa terakreditasi.

“Ada tahapan sembilan komponen yang harus diketahui oleh para peserta sosialisasi terutama yang berada di pelosok. Komponen mencakup Format Borang untuk pengisian sesuai SNP (Standar Nasional Perpustakaan). Apakah perpustakaan sudah mempunyai koleksi buku 1000 judul, 1000 eksemplar dan sudah mempunyai NPP atau belum dan harus mengisi borang baru dengan meunduh/memprint sertifikat NPP, pengisian data, kepengurusan dan pengisian jumlah buku, fasilitas yang tersedia, informasi kepala sekolah, pengelolaan, dan jumlah kelas,” jelasnya.

Harapannya, lanjut Adethia, melalui kegiatan sosialisasi ini, Indeks Prestasi Literasi Masyarakat dapat meningkat dan lebih banyak lagi perpustakaan yang terakreditasi.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Kotabaru, Kamirudin menekankan pentingnya akreditasi untuk pengisian borang dan data-data sebagai dasar utama setiap instansi atau lembaga untuk mencatat. Saat ini, lanjutnya, data perpustakaan kebanyakan hanya berupa entri berdasarkan nama atau nama perpustakaan saja. Namun, data perpustakaan yang baik harus mencakup profil perpustakaan yang menjelaskan seluruh kegiatan, mulai dari pengadaan koleksi hingga program kerja yang dilakukan.

“Data yang lengkap diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan program kerja di masa mendatang,” pungkasnya. (DispersipKalsel-NRH/RDM/RH)

Atasi Stunting di Banua, BKKBN Kalsel Gelar Rakerda

BANJARMASIN – Guna mengatasi stunting di Banua, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (18/4).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ramlan mengatakan, Rapat dalam program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Selatan mengangkat tema “Kalsel Bergerak Optimalisasi Bonus Demografi dan peningkatan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas tahun 2045”.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, saat memberikan sambutan

Saat ini angka Stunting di Kalimantan Selatan harus ditekan, karena berdasarkan data SSGI tahun 2021 prevalensi Stunting sebesar 30 persen. Kemudian turun 24,6 persen tahun 2022 lalu. Dengan demikian harus mengejar angka 10,6 persen untuk mencapai target 14 persen di tahun 2024.

“Kami berharap, Rakerda dapat semakin tercipta kolaborasi dan sinergisitas untuk penguatan komitmen,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, sebagai desain masa depan anak bangsa. Mengingat Indonesia akan memasuki fase puncak bonus demografi tahun 2035 hingga 2045. Dimana, baru bisa dimanfaatkan setelah terjadinya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat keluarga merupakan pintu utama untuk mewujudkan kesehatan, produktif dan berkualitas.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat memberikan sambutan

“Kami apresiasi digelarnya Rakerda dari BKKBN Kalsel,” ucap Sekdaprov Kalsel.

Sementara itu, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo menambahkan, Presiden Joko Widodo, menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024. Sehingga, seluruh pemegang kebijakan harus berkolaborasi memenuhi target. Mulai dari Kementerian, Lembaga Pemerintah, BKKBN pihak swasta serta seluruh sektor terkait.

“Semua pemangku kebijakan, mari tingkatkan kolaborasi di lapangan,” tutupnya

Rakerda BKKBN Kalsel, dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, dengan melibatkan peserta dari berbagai Dinas yang menjadi mitra kerja se Kalimantan Selatan dan juga organisasi profesi.

Untuk diketahui, kegiatan Rakerda juga dirangkai dengan pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting, penandatanganan MoU dan perjanjian kerja BKKBN Kalsel bersama mitra stakeholder, dan penyerahan secara simbolis dana alokasi khusus kepada bupati/wali kota se-Kalsel, serta penyerahan penghargaan kepala Pemprov Kalsel kategori Mitra Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting 2023. Dengan
dihadiri Kepala Daerah dan perwakilan di 13 Kabupaten dan Kota. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version