505 Peserta Ikut Lomba Kalphyco Tahun 2024

BANJARBARU – Sebanyak 505 dari Pelajar, Mahasiswa dan Kalangan Umum di Kalimantan serta beberapa wilayah di Indonesia mengikuti lomba Kalimantan’s Physics Competition (Kalphyco) tahun 2024, di Banjarbaru, pada Jumat (1/3).

Suasana Pembukaan Kalpycho 2024

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi acara tersebut menyampaikan, Kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini para peserta dapat merasakan belajar melalui iklim praktik dan juga suasana kompetisi yang menyenangkan, serta berbeda dengan yang dirasakan saat berada di bangku sekolah.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira, saat membacakan sambutan Gubernur

“Memasyarakatkan keilmuan fisika melalui gelaran kompetisi ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menjaring minat dan bakat anak,” ucapnya.

Menurut Fajar, pelajaran fisika yang merupakan salah satu mata pelajaran sains, sering mendapat stigma sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal jika diteliti dengan benar, lanjutnya, banyak aspek fisika yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain itu, ilmu fisika juga dapat menyenangkan jika dipelajari melalui Kophyco ini. Apalagi kompetisi ini telah berjalan sebagai kompetisi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, Fajar menambahkan sebagai pihak penyelenggara, FMIPA ULM dalam hal ini diakuinya, juga telah berhasil secara konsisten dalam menyelenggarakan kompetisi, sehingga ajang yang dilaksanakan sejak tahun 2005 ini, menjadi ajang ideal bagi anak didik untuk mengasah diri mereka.

“Pemerintah Provinsi menilai kompetisi ini sangat baik ditengah berbagai pembangunan dalam segala bidang yang terus dikerjakan. Kita memiliki anak-anak muda yang berpotensi menjadi tumpuan harapan kita dimasa depan,” tuturnya.

Fajar berharap dengan menggunakan pendekatan yang lebih bermasyarakat seperti kompetensi ini perguruan tinggi dapat menjadi, serta mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang pantas dan mampu bersaing di era globalisasi siswa, dengan bidang ilmu yang dikuasainya termasuk dalam studi fisika.

“Mengingat ilmu fisika merupakan program studi yang sangat berperan dalam mengembangkan sains dan teknologi, khususnya untuk menyiapkan generasi penerus agar memiliki literasi sains dan teknologi yang sangat baik,” ujarnya.

Gubernur juga berpesan, agar seluruh stakeholder pendidikan, tidak berhenti dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Sehingga mampu meningkatkan kontribusi nyata, bagi upaya meningkatkan kualitas SDM.

“Mudah-mudahan kompetisi ini dapat meningatkan komitmen kita bersama untuk mengembangkan budaya ilmiah dengan membawa semangat perubahan, dan mengembangkan kualitas SDM menuju arah yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Untuk diketahui ada dua kategori lomba yang dikompetisikan secara nasional pada Kalphyco tahun 2024 yakni Lomba esai dan lomba desain Poster Infografis, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 1 – 2 Maret 2024 dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 505 orang dari kalangan siswa, mahasiswa serta umum di berbagai wilayah yang ada di Kalimantan maupun Luar Kalimantan. (BDR/RDM/RH)

Saring Aspirasi, Bakesbangpol Gelar FGD Toleransi Kehidupan Bermasyarakat

BANJARMASIN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Toleransi Kehidupan Bermasyarakat, bertempat di salah satu Hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (29/2).

Suasana FGD Toleransi Kehidupan Bermasyarakat

Acara FGD tersebut dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Husnul Khatimah.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Husnul Khatimah dalam menyampaikan Sambutan

Dalam sambutannya Husnul menyampaikan Pemerintahan Provinsi merupakan bagian dari sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga ikut bertanggung jawab untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Penduduk Provinsi Kalimantan Selatan terdiri atas beragam Suku, Ras, Agama, Golongan dan Sosial Ekonomi yang mempunyai potensi terjadinya konflik sosial yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum
Dalam upaya menjaga sendi-sendi kerukunan di Kalsel telah dilakukan langkah-langkah strategis dan sinergis dalam upaya pembinaan antar dan intra umat beragama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Husnul mengatakan salah satunya melalui strategi struktural yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui Peraturan Daerah (Perda) Toleransi Kehidupan Bermasyarakat yakni Perda Provinsi Kalimantan Selatan nomor 12 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat yang ditetapkan pada tanggal 26 Desember 2022.

“Perda yang dimaksud terdiri dari 7 bab 17 pasal dan 22 ayat dengan ruang lingkup pengaturan yang mengatur dan meliputi peran Pemerintah Daerah serta peran masyarakat dalam menyelenggarakan toleransi di Provinsi Kalsel, di samping itu Perda ini bertujuan untuk memelihara kehidupan masyarakat yang Rukun, Aman, Tentram, Damai dan Sejahtera serta menjamin Ketertiban dan Kelancaran pelaksanaan ibadat Agama,” ungkapnya.

Husnul berharap, Kegiatan FGD ini dapat menjadi komitmen bersama untuk menghasilkan sebuah regulasi yang dapat menjadi pegangan dalam upaya memelihara kerukunan serta menjaga persatuan.

“FGD ini mudah-mudahan sebagai langkah kita untuk kesatuan bangsa serta mendukung terpeliharanya kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan yang Aman tentram dan Tertib dalam keragaman, Suku, Ras, Agama, Golongan dan Sosial Ekonomi yang jauh dari konflik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol, Sri Rachma mengatakan FGD ini bertujuan untuk mengumpulkan kontribusi pemikiran dari pemangku kepentingan

“FGD ini merupakan bagian dari kegiatan Bakesbangpol Prov. Kalsel untuk Toleransi Kehidupan Bermasyarakat di Kalimantan Selatan, maka diharapkan Lembaga Pemerintah, Lembaga Legislatif, dan para Akademisi memberikan pemikiran atau upayanya dalam rangka melengkapi regulasi yang mengatur tentang Toleransi Kehidupan Bermasyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui turut hadir sebagai Narasumber pada acara tersebut dari Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Kalsel, Riswandi, kemudian dari Biro Hukum Sekda Prov. Kalsel, Said dan Maulidhani Muthia Sari.

FGD tersebut diikuti oleh sebanyak 30 orang peserta dari beberapa Instansi dan Organisasi Kemasyarakatan serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan. (BDR/RDM/RH)

Tingkatkan SDM Dispar Kalsel Gelar Pelatihan Pokdarwis

BANJARMASIN – Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar pelatihan Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Batola.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Mugeni, pada Kamis (29/2) mengatakan, pihaknya kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat sekitar khusus Kabupaten Batola, setelah sebelumnya dengan Kota Banjarmasin. Ia berharap, dapat meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia terutama pengelola objek wisata yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Barito Kuala.

Kabid Pengembangan Destinasi, Dispar Kalsel

“Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas yang diusung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor,” ucapnya

Disampaikan Mugeni, dalam Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat, tidak hanya infrastruktur, tetapi kompetensi sumber daya manusia pengelola sektor pariwisata. Dimana, menjadi faktor penting dalam menunjang kemajuan destinasi wisata.

“Pelatihan bagi Pokdarwis karena sudah banyak destinasi wisata baru yang muncul,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Pulau Sewangi Seribu Jukung, Syarifah Saupiah menyampaikan, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat, sangat penting dalam meningkatkan kemajuan objek wisata di tempatnya. Apalagi Pulau Sewangi terkenal sebagai Desa pembuat Jukung atau Kelotok (perahu motor kecil) yang menjadi mata pencaharian utama 75 persen penduduk di sana. Selain itu, menjadi salah satu geosite Geopark Meratus yang akan diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Pulau Sewangi Seribu Jukung, Syarifah Saupiah

“Kami apresiasi diselenggarakan pelatihan ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel,” tutupnya

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Sekitar Wisata, bertempat disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (29/2). (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Aparat Pemerintah Desa

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparat pemerintah desa dalam penyusunan pengisian data profil desa dan kelurahan.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa, Wahyu Widyo Nugroho menyampaikan, penyusunan profil desa dan kelurahan dilaksanakan secara berjenjang profil desa dan kelurahan, mulai dari tingkat desa, kelurahan hingga kabupaten/kota. Penyusunan profil desa dan kelurahan meliputi penyiapan instrumen pengumpulan data, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan data, penginputan data profil desa dan kelurahan

“Serta publikasi data profil desa dan kelurahan,” ungkap Wahyu, Kamis (29/2) sore.

Ia menambahkan, pihaknya menginginkan dari workshop yang diikuti aparat pemerintah desa, nantinya dapat dijadikan pembelajaran dalam penyusunan profil desa dan kelurahan serta menjadi masukan yang sangat berharga dalam melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Walikota.

“Sehingga tidak hanya memberikan komitmen pikiran tetapi dapat memberikan masukan ataupun pendampingan, pemberdayaan masyarakat menuju pembangunan disegala bidang yang maju dan lebih baik lagi,” lanjut Wahyu.

Penyusunan data profil desa dan kelurahan diarahkan pada pemanfaatan data dasar keluarga, data potensi desa dan kelurahan serta tingkat perkembangan desa dan kelurahan sebagai data dasar bersama pelaku pembangunan desa dan kelurahan dalam mendukung perencanaan penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik dan lainnya. Penyusunan data profil desa dan kelurahan juga dimanfaatkan dalam mengukur kecepatan perkembangan desa dan kelurahan sebagai dampak sinergritas potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, kelembagaan dan sarana prasarana serta hasil kegiatan pembangunan yang dilaksanakan setiap tahunnya.

“Dalam melihat perkembangan desa dan kelurahan yang akurat, perlu disusun data profil desa dan kelurahan,” tutup Wahyu. (MRF/RDM/RH)

Buka Rakor TPID se Kalsel, Paman Birin Targetkan Inflasi 2024 Terjaga

BANJARMASIN – Tahun 2023, angka inflasi di Kalimantan Selatan berhasil ditekan menjadi 2,43 persen setelah pada tahun sebelumnya terjadi inflasi hingga 6,99 persen. Keberhasilan ini, tidak lepas dari upaya seluruh pihak yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan juga tingkat kabupaten kota.

Tahun 2024 ini, inflasi Kalimantan Selatan juga ditargetkan dapat terjaga di angka 2 plus minus 3 persen pada akhir tahun nanti. Tercatat pada Januari 2024, inflasi di Kalimantan Selatan 0,55 persen.

“Sudah ada beberapa hal baik yang terjadi di tahun 2023, dan saya harapkan dapat diperkuat lagi tahun ini. Dan dengan TPID yang semakin solid, semakin kita kuat menjaga stabilisasi pangan maupun inflasi di daerah kita,” jelas Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor kepada wartawan, usai membuka Rapat Koordinasi TPID se Provinsi Kalsel di Banjarmasin, pada Jumat (1/3).

Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel), dalam sambutannya sesaat sebelum membuka rakor, juga mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

“Peran BUMD menjaga stabilitas harga dan menghindari inflasi tidak bisa diabaikan. BUMD pangan ini merupakan langkah strategis jangka menengah yang harus kita canangkan agar inflasi dapat terkendali,” ujarnya.

Menuruti Gubernur, jika BUMD dapat mengoptimalisasi pengelolaan sumber daya lokal, maka dapat dipastikan, bahwa ketersediaan pangan di tingkat lokal tetap terjaga.

“Melalui pengembangan agribisnis dan pemberdayaan petani lokal, BUMD dapat meningkatkan produksi dan efisiensi, yang pada gilirannya akan menstabilkan pasokan dan harga pangan,” tambahnya.

Lebih lanjut Gubernur juga memuji langkah cepat yang dilakukan TPID Provinsi dan TPID kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara, yang menggelar operasi pasar, pasca terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan di dua daerah tersebut pada Februari 2024 tadi.

Gubernur Kalsel saat menyaksikan penandatanganan kesepakatan rencana aksi pengendalian inflasi di Kalsel

Pada kesempatan rakor ini, Gubernur didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Wahyu Pratomo, juga menyaksikan penandatanganan pernyataan kesepakatan bersama rencana aksi pengendalian inflasi di Kalsel tahun 2024, yang dilakukan sejumlah kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi. Diantaranya Plt, Kepala Biro Perekonomian, Raudatul Jannah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Suparmi, Kepala Dinas Perdagangan, Sulkan, Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Fitri Hernadi, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irfan Sayuti.

Gubernur dan Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel, berfoto bersama kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel usai penandatanganan kesepakatan

Turut hadir pada rakor ini, Pj Bupati Hulu Sungai Utara, Sekda kota Banjarmasin, serta perwakilan TPID kabupaten kota se Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Mulai Pelaksanaan Topping Off Bangunan Gedung RS Amanah Medical Center

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memulai pelaksanaan Topping Off atau Penutupan Atap Bangunan Gedung Rumah Sakit Amanah Medical Center, Jumat (1/3). Oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi owner Amanah Group Imam Abror, Sunarti Abror, serta lainnya.

Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin ini mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas kemajuan pembangunan dari Rumah Sakit tersebut.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina (Sasirangan Biru) saat melakukan peninjauan

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan atas pembangunan rumah sakit tersebut,” ungkap Walikota.

Sejak, dilaksanakannya Ground Breaking pembangunan awal sejak bulan Juni 2022 lalu, dan saat ini sudah memasuki tahapan Topping Off. Tentunya, progres yang dicapai luar biasa.

“Pemerintah Kota Banjarmasin berharap, dengan kehadiran rumah sakit ini akan menjadi bagian dari Kota Banjarmasin, serta bermanfaat bagi seluruh warga Kota ini,” ucapnya.

Serta, lanjut Walikota, gedung ini merupakan yang tertinggi di Kota Banjarmasin. Sehingga, diharapkan keberadaan gedung ini dapat menjadi percontohan bagi para investor lainnya.

“Gedung ini merupakan yang tertinggi di Kota Banjarmasin, dengan 12 lantai,” ucap Ibnu.

Maka dengan begitu, tambahnya, ini memberikan edukasi jika membangun gedung bertingkat tinggi di Kota Banjarmasin aman. (SRI/RDM/RH)

Lestarikan Budaya dan Seni Tradisional, Disdikbud Kalsel Gelar Workshop Tari Tahun 2024

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Workshop Tari Kalsel Tahun 2024 sebagai salah satu upaya melestarikan budaya dan seni tradisional Banua. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari mulai 29 Februari – 2 Maret 2024 di salah satu hotel berbintang.

Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun diwakili Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan, D. Sunjaya Adhiarso, usai membuka workshop tari Kalsel Tahun 2024, Kamis (29/2) mengatakan di era modernisasi ini, sebagian generasi muda tidak lagi mengenali budayanya sendiri tetapi justru bangga terhadap budaya asing. Padahal, lanjutnya, Kalsel memiliki keanekaragaman budaya dan banyak seni tradisional yang masih harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan masyarakat agar tidak punah.

“Dengan adanya workshop atau pelatihan, pagelaran dan kompetisi atau festival secara berkesinambungan, diharapkan sebagai salah satu upaya pelestarian, pengembangan, regenerasi terhadap budaya dan seni tradisional bagi generasi muda,” jelasnya.

Suasana Workshop Tari Kalsel Tahun 2024

Sunjaya mengungkapkan kegiatan workshop ini diselenggarakan sebagai amanah dari Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal, dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Harapannya melalui kegiatan ini sebagai bekal ilmu untuk guru-guru tari di sekolah maupun para pelaku seni tari dalam melakukan pengembangan dan memperkaya perbendaharaan khasanah seni tari di daerahnya masing-masing,” terangnya.

Sunjaya menambahkan workshop tari ini juga mengambil tema besar yaitu “Gerak Tari Dasar Kalsel” dimana gerak tari dasar membedakan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Sehingga dalam kegiatan ini betul-betul digali gerak tari dasar yang menjadi ciri khas Kalsel.

“Diharapkan ke depan, gerak dasar tari ini sebagai pembekalan bagi para peserta untuk dikembangkan dan diajarkan di sekolah masing-masing. Misalnya tari gedek gerakan bahu, di seni Mamanda itu ada namanya Ladon yang hanya ada di Kalsel,” tuturnya.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 39 peserta tersebut terdiri dari pendamping dinas, pelaku seni tari dan guru tari dari kabupaten/kota di Kalsel menghadirkan empat narasumber dengan materi sesuai dengan kapasitas masing-masing yaitu pengajar di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin yang juga sebagai seniman tari, Suwarjiya dan Gita Kinanthi Purnama serta Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang juga seniman, Firhansyah dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala dan juga seniman, Tajudinnoor. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version