Paman Yani Realisasikan Reses Lewat Alsintan Dari Pemprov Kalsel

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mewujudkan keinginan petani di Kabupaten Kotabaru melalui bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

“Kami bersyukur hari ini bisa menyerahkan permintaan masyarakat kami di Kotabaru dalam bentuk alsintan,” ujar Paman Yani (sapaan akrab), saat penyerahan alsintan, di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kamis (25/1).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (berdiri) saat menyampaikan sambutan penyerahan alsintan

Menurut Paman Yani, alsintan sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan hasil produksi mereka. Bahkan manfaatnya akan terasa karena bisa meringankan beban petani.

“Alat canggih ini nanti akan berkembang seiring pembahasan di Rumah Banjar (kantor DPRD Kalsel) pada 2025,” ungkap Paman Yani.

Untuk diketahui, alsintan itu bersumber dari anggaran Pemprov Kalsel yang menyetujui pokok pikir (pokir) Paman Yani saat menjaring aspirasi masyarakat.

“Mereka (petani) memang meminta dan mengajukan proposal saat kami menggelar reses. Setelah reses, kami akan mencatat semua keinginan masyarakat. Selanjutnya kami isi di e-Pokir. Nanti dianggarkan oleh Pemda,” beber Paman Yani.

Ia mengaku akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebab itu, ia meminta pemerintah juga tidak takut mengucurkan anggaran khususnya untuk kemaslahatan petani.

“Ketika pemerintah tidak pelit, pokir anggota dewan terpenuhi, hasilnya adalah kesejahteraan petani, kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Peringati Hari Gizi Nasional ke 64

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 64, di Poliklinik Tumbuh Kembang RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (25/1).

Kepala Instalasi Gizi RSUD Ulin Banjarmasin Bandawati mengatakan, Tema Hari Gizi Nasional tahun 2024 adalah MP ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting.

“Stunting adalah gangguan pada tumbuh kembang anak. Biasanya, anak penderita stunting cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya,” ungkapnya.

Dengan Tema HGN 2024 sebagai ajakan kepada masyarakat untuk mencegah stunting pada pertumbuhan anak anak.

Sedangkan, lanjut Bandawati, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Stunting dapat menyebabkan penderitanya terserang infeksi maupun stimulasi yang tak memadai.

“Dengan mempertimbangkan permasalahan Stunting yang belum mencapai target, dan evidence bahwa konsumsi protein hewani berkorelasi mencegah Stunting,” jelasnya lebih lanjut.

Sehingga menurutnya, pada Hari Gizi Nasional adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya mencukupi kebutuhan gizi seimbang MP ( Makanan Pendamping) ASI untuk menunjang pertumbuhan tubuh Balita dan kesehatan masyarakat.

Penyerahan paket kepada salah satu pasien

Pada Peringatan HGN di RSUD Ulin Banjarmasin, dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat, berupa kegiatan Penyuluhan Gizi, Edukasi Gizi dan Pemberian Paket Makanan Anak di Poliklinik Tumbuh Kembang RSUD Ulin Banjarmasin.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Instalasi Gizi RSUD Ulin Banjarmasin bekerjasama Organisasi Profesi Pimpinan Daerah (PD) AsDI Kalimantan Selatan, Bidang Humas RSUD Ulin Banjarmasin, serta Instalasi PKRS. (RSUD.ULIN/SRI/RDM/RH)

Taman Budaya Kalsel, Gencar Perkenalkan Seni Budaya

BANJARMASIN – Guna meningkatkan Seni dan Budaya di Banua, Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkenalkan sejak dini.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, melalui Kasubbag Tata Usaha, Muntik Wadaf’i Massa, pada Kamis (25/1) mengatakan, adanya kunjungan dari Sekolah ini merupakan salah satu cara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memperkenalkan seni dan budaya di Banua. Pihaknya mengapresiasi banyak sekolah yang berkunjung dan salah satunya SMP Kanaan. Ia berharap, peserta didik dapat lebih mengenal kesenian dan permainan tradisional khas di Kalimantan Selatan.

Wakasek Kurikulum SMP Kanaan, didampingi Kasubbag Tata Usaha Taman Budaya Disdikbud Kalsel (Ki-Ka)

“Para peserta didik yang berkunjung diberikan materi tentang beragam seni, diantaranya tarian khas di masing-masing Kabupaten dan Kota, bertempat di Gedung Balairung Sari,” ucapnya

Ia menjelaskan, peserta didik diperkenalkan alat musik tradisional seperti Gamelan Khas Banjar, di Ruang Galeri Seni. Kemudian permainan tradisional seperti Bakiak, dan Engrang di halaman Gedung Bakhtiar Sanderta, serta bermain Balogo di Gedung Terbuka Rampa.

“Mereka juga boleh memperagakan bermain alat musik, dan olahraga tradisional,” jelasnya

Salah satu anak, mencoba permainan tradisional Balogo

Sementara itu, Wakil Kepala SMP Kanaan Bidang Kurikulum, Andi Wijaya, menyampaikan, tujuan berkunjung ke Taman Budaya dibawah Naungan Disdikbud Kalsel, untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta didik, agar melihat langsung beragam alat musik dan permainan olahraga tradisional khas di Kalimantan Selatan. Mereka sangat antusias, karena turut memperagakan cara bermain alat musik Gamelan Banjar dan dan bermain seperti Bakiak, Engrang serta Balogo.

“Kami membawa peserta didik ke lapangan ini, untuk menjalankan Kurikulum Merdeka yakni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dikenal (P5), guna mengembangkan kompetensi dan karakter,” ungkapnya

Lebih lanjut Andi menambahkan, dari sebanyak 66 orang peserta didik SMP Kanaan Kelas Tujuh, yang melakukan kunjungan ke Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan ini, mereka dibagi per kelompok, diberikan tugas untuk dinilai oleh Wali Kelas masing-masing, seperti melakukan peliputan yaitu wawancara, membuat naskah berita dan mempresentasikan nantinya.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya sekedar berkunjung, tetapi dapat menyampaikan melalui karya tulis,” tutup Andi.

Untuk diketahui, kunjungan SMP Kanaan ini, Wakasek Kurikulum Andi Wijaya, didampingi Guru Bidang Study Mata Pelajaran, Seni Budaya, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama, dan PPKN, berlokasi di Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Peringatan Isra Mi’raj

BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pegawai dilingkup UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Maka, digelar Peringatan Isra Mi’raj 1445 Hijriah dan Haul Guru Sekumpul 2024, di Aula Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Kamis (25/1).

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengatakan, digelarnya Peringatan Isra Mi’raj ini untuk meningkatkan keimanan serta meneladani Rasulullah.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki

“Peringatan Isra Mi’raj ini juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucap Jaki.

Selain digelar Peringatan Isra Mi’raj, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin juga melaksanakan Haul Guru Sekumpul.

“Pada Peringatan Isra Mi’raj ini diisi dengan tausiyah dari Ustadz Ahmad Fadliani,” ujar Jaki.

Sementara itu, Ketua Darma Wanita UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Nurhidayah mengatakan, Darma Wanita UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin saat ini, terlibat aktif dalam peringatan keagaaman yang diselenggarakan dilingkup Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Ketua Darma Wanita UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Nurhidayah

“Salah satunya, turut dalam memperingati Isra Mi’raj, yang digelar di Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Dengan dihadiri seluruh anggota Darma Wanita setempat,” ungkapnya.

Nurhidayah mengatakan, untuk Peringatan Isra Mi’raj ini dilaksanakan pada setiap tahunnya. (SRI/RDM/RH)

Fasilitasi Penulis Lokal, Dispersip Kalsel Bedah Buku “Meratus, Izinkan Aku Jatuh Cinta”

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimnatan Selatan menggelar Bedah Buku yang berjudul “Meratus, Izinkan Aku Jatuh Cinta’ di aula kantor Dispersip Kalsel, Kamis (25/1).

Acara yang menampilkan penulis bukunya sendiri, Wirianto Hadisucipto yang memiliki nama pena yaitu Wir HS Budang, dihadiri oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie didampingi jajarannya, serta para penulis lokal lainnya, mahasiswa, dan pelajar.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan acara ini dilaksanakan untuk memfasilitasi para penulis Banua mempromosikan karya tulisnya sehingga dapat lebih dikenal luas.

“Kita undang para penulis lokal lain, silakan kalau mau kita fasilitasi, bisa datang ke kantor untuk dikoordinasikan. Selain nanti juga bukunya akan kita taruh di perpustakaan kita, sebagai koleksi konten lokal kita,” katanya.

Nurliani mengharapkan, melalui acara ini dapat memberikan motivasi lebih bagi para penulis dan penggiat literasi Banua, untuk dapat terus berkarya dan bersaing di kancah nasional.

Sementara itu, Penulis Lokal dan Produser TV, Wirianto Hadisucipto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dispersip Kalsel atas pelaksanaan acara ini. Ia mengungkapkan novelnya tersebut merupakan cerita fiksi tentang petualangan empat pemuda di Pegunungan Meratus.

“Murni fiksi, namun tempatnya saya gambarkan di Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” tuturnya.

Menurutnya, novel ini juga memberikan sisi lain pandangan orang terhadap Meratus, sebuah kawasan di pedalaman Kalsel.

“Kenapa harus ada kata Meratus, karena memang latar belakang saya orang sana. Jadi, saya punya kewajiban memperkenalkan Meratus ke khalayak,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Peduli HAM, 9 Kabupaten Kota di Kalsel Menerima Penghargaan Dari Kemenkumham

BANJARBARU – Sembilan daerah di Kalimantan Selatan, mendapatkan penghargaan kabupaten kota Peduli HAM tahun 2023 dari Kementerian Hukum dan HAM. Yakni kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kabupaten Balangan, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Banjar dan Batola. Khusus kabupaten Tapin, mendapatkan penghargaan langsung dari Menteri Hukum dan HAM di Jakarta.

Penghargaan kabupaten kota Peduli HAM ini, diserahkan Gubernur, Sahbirin Noor, yang diwakili Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada Kamis (25/1) di gedung Idham Khalid Banjarbaru. Turut mendampingi Sekdaprov, Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM provinsi Kalsel, Faisol Ali

Sekdaprov Kalsel mewakili Gubernur menerima penghargaan pembina dan pembangun kabupaten kota peduli HAM

Pada kesempatan yang sama, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, juga mendapatkan penghargaan pembina dan pembangun kabupaten/kota Peduli HAM tahun 2023. Piagam diserahkan Faisol Ali, kepada Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar. Penghargaan ini sebagai pengakuan atas kontribusi dan dedikasi dalam memajukan program – program berbasis Hak Asasi Manusia di tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Gubernur mengucapkan selamat kepada kabupaten kota, yang berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi dari Kementerian Hukum dan HAM tersebut.

“Penghargaan ini menjadi pendorong bagi kita semua untuk terus berkarya, memberdayakan, dan mewujudkan daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan dampak positif bagi seluruh masyarakatnya,” ujar Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel).

Pengukuhan gugus tugas bisnis dan HAM provinsi Kalsel

Usai menyerahkan penghargaan, Gubernur yang diwakili Sekdaprov Kalsel, juga mengukuhkan gugus tugas bisnis dan HAM provinsi Kalimantan Selatan, yang terdiri dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi. Diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi.

Gubernur menekankan pentingnya implementasi Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2023, tentang Strategi Nasional Bisnis dan HAM sebagai wujud perlindungan dan penghormatan HAM di Indonesia, terutama di sektor bisnis.

“Strategi ini menitikberatkan pada peningkatan pemahaman, kapasitas, dan promosi bisnis dan HAM, pengembangan regulasi dan kebijakan yang mendukung perlindungan HAM, serta penguatan mekanisme pemulihan yang efektif,” tambahnya.

Paman Birin berharap, gugus tugas yang telah dikukuhkan dapat menjadi alat efektif untuk mendukung bisnis dan investasi di Kalimantan Selatan, yang mengedepankan hak asasi manusia. (RIW/RDM/RH)

Reses di Kotabaru, Paman Yani Prioritaskan Kesejahteraan Petani

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, melanjutkan resesnya ke titik ke sembilan, Desa Sungai Taib, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kamis (25/1).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat menjaring aspirasi masyarakat Desa Taib, Kotabaru

Reses hari ketiga di Kabupaten Kotabaru itu, bertujuan menjaring aspirasi masyarakat di beberapa Desa dan Kecamatan untuk disampaikan di Kantor DPRD Kalsel (Rumah Banjar).

“Sehingga apa yang di inginkan oleh masyarakat itu benar-benar riil nanti sampai ketika di Rumah Banjar,” ujar Yani Helmi, di sela kegiatan resesnya.

Foto warga Desa Taib bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat menggelar reses

Dalam menjemput aspirasi tersebut, Wakil rakyat akrab disapa Paman Yani memprioritaskan masyarakat yang berprofesi sebagai petani.

“Karena dari petani lah kita bisa makan. Suka tidak suka mereka kasih makan dari beras yang mereka hasilkan,” jelas Paman Yani.

Atas dasar itu, Paman Yani menginginkan petani di Kalsel khususnya Kotabaru lebih sejahtera melalui hasil panen melimpah.

“Saya berkeinginan petani kita menjadi raja di tempat sendiri,” tutur Paman.

Alih-alih membeli beras dari luar daerah, Paman Yani menyarankan pemerintah memaksimalkan anggaran untuk memberi hibah petani alat mesin pertanian dan bibit kualitas bagus.

“Saya rasa anggaran ini bisa menyentuh dan menjadi manfaat yang luar biasa buat kawan-kawan petani kita,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version