Disnakertrans Kalsel Komitmen Terus Bina dan Kembangkan Eks Permukiman Transmigrasi

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen, terus melakukan upaya pembinaan dan pengembangan terhadap eks permukiman transmigrasi pada tahun 2024.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti, mengatakan pada tahun 2023 lalu Disnakertrans Kalsel telah melakukan berbagai macam program pengembangan eks permukiman transmigrasi melalui kegiatan-kegiatan.

“Salah satunya, budidaya ternak seperti domba di eks permukiman transmigrasi Lajar Papuyuan di Kabupaten Balangan dan ternak kambing di UPT Angsana di Kabupaten Tanah Bumbu. Selain itu, kami juga memberikan bantuan bibit sapi ke kabupaten Barito Kuala,” katany kepada wartawan, Rabu (10/1).

Disisi lain, lanjut Irfan, di eks permukiman transmigrasi tersebut juga dilaksanakan pelatihan wirausaha mandiri kepada masyarakat setempat, berupa pelatihan pembuatan kain sasirangan dan tata boga pembuatan kue-kue kering.

Irfan mengungkapkan dari hasil monitoring dan evaluasi di akhir tahun 2023 lalu, untuk budidaya ternak di tiga kabupaten tersebut sudah berkembang. Terutama ternak domba, ada yang hamil dan beranak.

“Diharapkan dengan kelahiran anak domba dan kambing tersebut dapat menguntungkan bagi para peternak di eks pemukiman transmigrasi,” tuturnya.

Sementara, untuk pelatihan wirausaha mandiri juga mulai berkembang, seperti di eks permukiman transmigrasi Lajar Papuyuan. Masyarakat setempat sudah dapat memproduksi dan turut serta dalam meningkatkan hasil-hasil produk kain sasirangan di kabupaten Balangan.

“Malah mereka dilibatkan oleh dinas setempat yang menangani ketenagakerjaan dan UMKM untuk produksi skala kecil dan menengah untuk kebutuhan disana apabila ada event-event,” terangnya.

Irfan menambahkan pelatihan wirausaha dan pembudidayaan ternak tersebut untuk mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian daerah sesuai dengan arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam upaya pengembangan perekonomian, infrastruktur dan kelembagaan pada kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan.

Untuk itu, lanjutnya, di tahun 2024, Pemprov Kalsel melalui Disnakertrans akan terus melakukan upaya pembinaaan dan pengembangan dua eks permukiman transmigrasi tersebut mengingat permukimannya belum menjadi desa definitif.

“Sehingga terus diupayakan pembinaan dan pengembangan. Meskipun demikian, kami juga tetap memperhatikan eks kimtrans lainnya untuk dilakukan pembinaan sesuai dengan apa yang perlu dikembangkan dan dibutuhkan di daerah tersebut,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Lakukan Penataan Pasar Pagi Minggu di Pasar Baru

BANJARMASIN – Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota Banjarmasin akan melakukan penataan Pasar Pagi Minggu yang berada di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar menjelaskan, rencana penataan pasar pagi yang berlokasi di Jalan Pasar Baru, Jalan Brigjen Katamso dan sekitarnya dilakukan pada Minggu (14/1).

“Kami akan melakukan penataan pasar pagi dikawasan Pasar Baru,” ungkap Tezar, kepada sejumlah wartawan, di Balaikota Banjarmasin, Rabu (10/1).

Menurut Tezar, penataan ini dilakukan karena saat ini pasar pagi tersebu semakin ramai. Sehingga, menimbulkan kemacetan pada jalan protokol.

“Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan penataan tersebut, dengan terbitnya Surat Edaran Walikota Banjarmasin tentang penataan pedagang dan lokasi parkir pengunjung pada kegiatan pasar pagi minggu,” jelasnya lagi.

Dan, lanjut Tezar, untuk persiapan penataan pasar pagi tersebut, pihaknya menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait lainnya.

Seperti, Kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, serta Satpol PP.

“Kami berharap para pedagang pasar tersebut, dapat mendukung Pemerintah Kota Banjarmasin, serta mau mengikuti penataan yang kami lakukan,” ucap Tezar.

Seperti diketahui, pasar pagi tersebut menjual pakaian hingga sepatu bermerek bekas pakai, yang menggunakan median jalan, hingga meluber ke jalan. Sehingga penataan perlu dilakukan. (SRI/RDM/RH)

OJK Kalsel Dorong Optimalisasi Peran Sektor Jasa Keuangan

BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, mendorong optimalisasi peran sektor keuangan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Suasana pertemuan rutin bulanan, dengan awak media

Kepada sejumlah wartawan, melalui Siaran Persnya, Kepala OJK Kalsel Darmansyah, pada Rabu (10/1) siang mengatakan, pihaknya menggelar pertemuan bulanan rutin dengan awak media, membahas kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menilai, tetap terjaga stabil dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan konsisten tumbuh. Sehingga, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala OJK Provinsi Kalsel, Darmansyah, didampingi Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Abidir Rahman

“Perkembangan Industri Perbankan pada November 2023, sektor Perbankan tumbuh dengan intermediasi, likuiditas dan risiko kredit terjaga dalam threshold yang memadai,” ucapnya

Disampaikan Darmansyah, aset perbankan Kalimantan Selatan tumbuh 11,81 persen yoy (25,48 persen ytd). Kredit perbankan tumbuh meningkat menjadi 11,06 persen yoy (6,70 persen ytd), utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 22,21 persen yoy. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2023 tercatat tumbuh 9,08 persen yoy (18,58 persen ytd) menjadi Rp82,59 triliun dan 18,58 persen ytd.

“Utamanya didorong peningkatan deposito sebesar 22,50 persen yoy dan tabungan sebesar 7,68 persen yoy,” jelasnya

Lebih lanjut Darmansyah menambahkan, untuk rasio LDR 76,56 persen dan NPL nett maupun gross masing-masing 0,94 persen dan 2,42 persen. Hal ini menunjukkan Perbankan masih memiliki ruang penyaluran kredit dengan tetap menjaga kualitas kredit. Dimana, Proporsi penyaluran kredit UMKM terhadap keseluruhan kredit di Kalimantan Selatan, posisi November 2023 sebesar Rp22,9 triliun atau 36,33 persen dari total kredit dengan risiko kredit yang terjaga tercermin dari rasio NPL gross Kredit UMKM sebesar 3,24 persen. Berdasarkan Sektor, penyaluran kredit UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan tertinggi pada Perdagangan Besar, disusul Pertanian, lalu Jasa Kemasyarakatan.

“Hingga triwulan III Tahun 2023, penyaluran KUR di Kalsel mencapai Rp3,65 triliun kepada 63.088 debitur. BRI merupakan bank penyalur KUR tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan total penyaluran Rp2,17 triliun kepada 48.459 debitur, menyusul BPD Kalsel sebesar Rp647 miliar kepada 5.204 debitur, Bank Mandiri sebesar Rp374 miliar kepada 4.123 debitur, BNI sebesar Rp293 miliar kepada 1.745 debitur dan BSI sebesar Rp96 miliar kepada 1.245 debitur,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version