DIPA dan TKD 2024 Dibagikan, Ini Pesan Paman Birin Kepada Satker dan Pemda di Kalsel

BANJARBARU – Setelah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2024 dari Presiden, Joko Widodo pada Rabu (29/11) secara digital, akhirnya pada Jumat (1/12) Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, membagikan anggaran 37,78 trilyun rupiah kepada 530 lebih satker dan 14 pemerintah daerah di Banua. Penyerahan DIPA dan TKD tahun 2024 ini, dilakukan Gubernur di gedung Idham Khalid Banjarbaru, didampingi Ketua DPRD Provinsi, Supian HK dan Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi, Syafriadi.

Gubernur diapit Ketua DPRD dan Kakanwil DJPb Provinsi Kalsel, saat menyerahkan DIPA dan TKD 2024 secara digital

Hadir langsung menerima transfer digital DIPA dan TKD tahun 2024 ini, kepala daerah 13 kabupaten kota dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel. Termasuk juga sejumlah lembaga vertikal yang ada di Kalsel. Diantaranya Kanwil Kementrian Agama, Kanwil Kemenkumham, BPK RI, BPKP, BPS dan BKKBN.

Gubernur Kalsel berfoto dengan Kakanwil DJPb Provinsi dan jajaran KPPN penyalur DIPA serta TKD di Kalsel

Penyaluran DIPA dan TKD tahun ini, sepenuhnya dilakukan secara digital. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018, tentang Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang bertujuan untuk mendukung efisiensi anggaran, green budget, dan peningkatan keamanan data.

Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah telah menyiapkan strategi untuk merespon berbagai tantangan ekonomi global, antara lain melalui instrumen APBN 2024. Selain menempatkan APBN sebagai instrumen stabilitas untuk mengendalikan inflasi, APBN juga menjadi instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat rentan, serta harus mampu mendorong kelanjutan pemulihan ekonomi global dan reformasi struktural.

“Terkait strategi tersebut, secara khusus Presiden telah menyampaikan secara rinci. Beberapa diantaranya adalah penguatan kualitas SDM, akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial,” papar Gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, DIPA dan TKD merupakan dokumen APBN yang sangat penting sebagai amanah, mandat serta untuk menjadi acuan bagi para kepala daerah, pimpinan satuan kerja vertikal dan daerah, dalam melaksanakan berbagai program pembangunan secara kolaboratif di tahun 2024 nanti.

“Secara khusus bapak Presiden juga menyampaikan pesan kepada kepala daerah, untuk serius memperhatikan pergerakan inflasi di daerah masing-masing secara detil dari waktu ke waktu, penurunan stunting serta mempercepat realisasi belanja. Hal ini penting, mengingat tantangan sektor perekonomian di tahun 2024 tidaklah mudah,” tambahnya.

Paman Birin juga mengajak untuk tetap menjaga semangat, untuk bersinergi dan berkolaborasi, jaga semangat untuk bergerak bersama, wujudkan cita-cita untuk memajukan daerah, bangsa, dan negara.

“Segera melakukan langkah – langkah optimalisasi penyerapan anggaran di tahun 2024 nanti. Sesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan rencana penarikan dana yang telah disusun. Bekerja dengan cepat dan responsif, juga segera melakukan akselerasi belanja, dengan tetap mengedepankan aspek good governance dan transparansi,” tutupnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi mengatakan, tahun ini terjadi kenaikan DIPA hingga 6 persen dan TKD sebesar 20 persen lebih

“Kenaikan alokasi TKD ada pada seluruh pemerintah daerah di Kalsel, dengan persentase kenaikan tertinggi pada Kabupaten Balangan sebesar 56,44 persen yang berasal dari kenaikan dana bagi hasil sumber daya alam,” paparnya.

Syafriadi berharap, keseluruhan dana tersebut dapat segera berjalan tepat sasaran dan tepat waktu, sesuai tugas pokok dan fungsi masing – masing.

Sebagai bentuk apresiasi kinerja pelaksanaan anggaran selama tahun 2023, Gubernur memberikan piagam penghargaan atas kinerja terbaik pelaksanaan anggaran kementrian lembaga, pemda dengan kinerja terbaik penyaluran dana desa dan DAK fisik, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kinerja terbaik penyaluran TKD, dan kinerja terbaik penyaluran KUR dan UMi.

Gubernur Kalsel juga mengapresiasi adanya inovasi yang dibangun Kanwil DJPb provinsi Kalsel, yaitu SIJAYA UNIK (Aplikasi Kinerja Dan Layanan Unit Kerja), yang secara resmi diluncurkan Jumat (1/12) untuk mendukung kinerja pelaksanaan anggaran di wilayah Kalimantan Selatan. Inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang pelaksanaan tugas satuan kerja, khususnya kinerja TKD dan Dana Dekonsentrasi (DK) dan Dana Tugas Pembantuan (TP). (RIW/RDM/RH)

Bapemperda DPRD Banjarmasin Gelar Uji Publik Raperda Sekaligus Launcing Finter JDIH

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menggelar Uji Publik Dua Buah Raperda, sekaligus meluncurkan Fitur Interaktif Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani, pada Jumat (1/12) mengatakan, dua buah Raperda yang digelar uji publik, merupakan usulan inisiatif Dewan Kota Banjarmasin. Pertama Raperda tentang Penyelenggaraan Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dari Usaha Mikro, dimaksudkan menumbuhkan usaha kondusif, guna mengembangkan dan meningkatkan, kemampuan koperasi dan usaha mikro. Sedangkan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, kedepan dapat mempertahan lahan pertanian, di Kota Seribu Sungai.

Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani, saat diwancara awak media

“Kegiatan Uji Publik ini sebagai media untuk memperoleh masukan dalam penyusunan Raperda, agar lebih komperenship. Sehingga, disusun sesuai dengan landasan Filosofis, Sosiologis dan Yuridis,” ucapnya

Disampaikan Darma, pihaknya sangat mengapresiasi diluncurkannya FINTER JDIH yaitu sebuah Program Peningkatan Penyusunan Produk Hukum Daerah. Dimana, merupakan suatu sistem pendayagunaan bersama Peraturan Perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya secara tertib, terpadu serta berkesinambungan sebagai sarana pemberian pelayanan informasi hukum yang mudah, murah, cepat dan akurat.

“JDIH ini semacam perpustakaan digital yang terintegrasi kepada Pemerintah Pusat, pengelolaannya dibawah naungan Kementerian Hukum dan HAM RI,” jelasnya

Sementara itu, Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Banjarmasin, Rakhmat Riyadi Akbar, menyampaikan, pihaknya meluncurkan inovasi program peningkatan penyusunan perda, yaitu Fitur Interaktif sebuah Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, yang hanya dikelola oleh Bagian Hukum dan Sekretariat DPRD, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin. Bertujuan, untuk memudahkan akses bagi masyarakat, dalam menanggapi Ranperda yang diinformasikan melalui Laman Website JDIH tersebut.

Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Banjarmasin, Rakhmat Riyadi Akbar

“Dengan diklik JDIH Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin, masyarakat dapat mencari produk hukum daerah secara digitalisasi dan mendownloadnya,” tutup Akbar

Untuk diketahui, Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menggelar Uji Publik dua buah Raperda, sekaligus diluncurkan inovasi FINTER JDIH, dari Bagian Perundangan-Undangan Sekretariat DPRD Banjarmasin. Uji Publik dibuka secara resmi Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani, didampingi Anggota Bapemperda Mudah, dan Hilyah Aulia, Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Banjarmasin, Rakhmat Riyadi Akbar. Dengan menghadirkan beberapa Narasumber, Ahmad Fikri Hadin, Reja Pahlevi dan Harliansyah dari akademisi ULM, perwakilan SKPD terkait Pemerintah Kota Banjarmasin, Dosen, Mahasiswa, Mahasiswi Fakultas Hukum dan Fisip ULM, serta Kelompok Tani. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Jadikan Pulau Rusa Sebagai Pulau Konservasi dan Destinasi Wisata Ulin

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel, akan menjadikan Pulau Konservasi Ulin Tahura Sultan Adam, sebagai Konservasi, dan juga destinasi wisata baru, di Tahura Sultan Adam. Pohon Ulin diketahui merupakan jenih pohon yang sebarannya kian terancam, akibat penebangan dan alih fungsi hutan. Pohon ini sendiri sangat lambat pertumbuhannya, sehingga membuat harga kayu ulin melambung tinggi dipasaran.

Kadishut Kalsel (kiri) bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel (kanan)

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra menyampaikan, pulau rusa di area Tahura Sultan Adam, sangat potensial untuk dijadikan sebagai pulau konservasi ulin, sehingga para pengunjung tahura sultan adam, akan dapat melihat dan belajar tentang ulin. Dishut Kalsel juga akan menjadikan pulau konservasi ini, sebagai destinasi wisata baru tahura sultan adam, yang nantinya akan meningkatkan pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Kalsel dan masyarakat sekitar.

“Masyarakat di area tahura sultan adam seperti jasa penyewaan klotok, warung-warung makanan, akan merasakan dampaknya secara langsung bila pulau ulin dijadikan destinasi wisata baru untuk menarik pengunjung,” ungkap Aya (sapaan akrabnya), usai kegiatan penanaman pohon ulin di Pulau Rusa, salah satu pulau di area Tahura Sultan Adam kawasan waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, baru – baru tadi.

Berhubungan dengan dijadikannya destinasi wisata baru tahura sultan adam, Aya menambahkan bahwa pihaknya akan menambah sarana dan prasarana di pulau ulin, mulai dari Mushola, Toilet, Kursi Taman, untuk menambah kenyamanan para pengunjung.

“Hal ini untuk menarik wisatawan dan membuat betah mereka,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel HJ Raudhatul Jannah menyampaikan, Potensi Pulau ulin untuk dijadikan sebagai pulau konservasi ulin dan destinasi wisata baru tahura sultan adam sangatlah luar biasa. Namun hal ini haruslah diikuti dengan cara promosi yang tepat, karena sebaik apapun destinasi wisata yang tidak dibantu dengan promosi yang besar – besaran, maka masyarakat tidak akan mengetahui keberadaaj destinasi wisata baru ini.

“Kita semua harus gencar mempromosikan destinasi wisata pulau ulin ini kepada masyarakat,” tutup Raudhatul.

Pulau ulin yang terletak di area tahura sultan adam, desa tiwingan lama kecamatan aranio kabupaten banjar, memiliki luas sebesar 4,8 hektar, semuanya akan diintervensi dengan tanaman ulin, dengan sifat penanaman secara berkelompok. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Perjuangkan Peningkatan Faskes dan BLK ke DPR RI

JAKARTA – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memperjuangkan peningkatan fasilitas kesehatan dan revitalisasi Balai Latihan Kerja ke Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin, kepada wartawan, Jum’at (1/12).

Lutfi menjelaskan peningkatan fasilitas kesehatan ini dinilai penting karena saat ini, RSUD Ulin menerima beban untuk menerima 10 layanan prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Hal ini memerlukan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kemenkes RI dan juga Komisi IX DPR RI, termasuk juga RSUD Ansari Saleh agar bisa lagi lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” terangnya

Suasana Kunjungan Komisi IV DPRD Kalsel ke Komisi IX DPR RI

Lutfi menambahkan, untuk Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel juga memerlukan revitalisasi alat-alat pendukung pelatihan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia kompeten dengan keahlian yang dibutuhkan saat ini.

“Apalagi Kalsel sebagai gerbang Ibukota Negara yang tentunya memerlukan SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Tenagakerja Komisi IX, Abdul Wahab Samad mengatakan pihaknya mempunyai komitmen untuk bisa merealisasikan aspirasi terkait bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.

“Tentu ini menjadi masukan bagi komisi IX, tentu kami sebagai Tenaga Ahli disini, memang dalam tugasnya di dalam rapat komisi itu mempunyai kewajiban untuk menyampaikan masukan kepada komisi IX, tentunya melalui pimpinan kami akan sampaikan kondisi yang sekarang ini,” pungkasnya. (DPRDKalsel-NRH/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Pemuda

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Menggelar Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Pemuda Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023, di salah satu hotel berbintang, di Kota Banjarmasin, Jumat (1/12). Dibuka oleh Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi.

“Kegiatan ini dalam rangka untuk mempersiapkan pemuda, dalam menghadapi era globalisasi dan modernisasi, serta dalam rangka menghadapi Pemilu 2024 mendatang,” ungkap Rokhyatin.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

Menurut Rokhyatin, dalam menghadapi Pemilu tersebut, maka diperlukan kegiatan untuk menambah wawasan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Karena pada saat ini, cukup tinggi ancaman terorisme, intoleransi, serta lainnya,” ucap Rokhyatin.

Dalam kesempatan tersebut, Dispora Kalsel juga mengajak para pemuda untuk dapat mensukseskan jalannya Pesta Demokrasi Pemilihan Umum (PEMILU) Tahun 2024.

“Para pemuda diminta untuk turut berpartisipasi dengan cara dengan mensosialisasikan mengenai Pemilu, serta turutserta dalam mengawasi jalannya Pemilu, dan menyampaikan pesan tentang Pemilu Damai kepada masyarakat,” jelas Rokhyatin lebih lanjut.

Menurutnya, jangan sampai para pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan menjadi orang orang yang tidak memberikan hak suaranya atau golput pada Pemilu 2024 mendatang.

“Karena itu Dispora Kalsel mengajak pemuda untuk berpartisipasi dalam mensukseskan jalannya Pemilu Tahun 2024 mendatang,” ucap Rokhyatin.

Pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Densus 88, TNI, serta KPU Provinsi Kalimantan Selatan. Dan, diikuti oleh pemuda dari perwakilan organisasi kepemudaan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Konsultasikan Raperda Riset dan Inovasi Daerah ke Kemendagri

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan konsultasi ke Direktorat Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen OTDA) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

Ketua Pansus III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah mengatakan, konsultasi tersebut dilakukan dalam upaya untuk memperkaya materi dari Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Riset dan Inovasi Daerah.

Abidinsyah mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, Pansus mendapatkan banyak saran dan masukan yang sangat bermanfaat yakni terkait masalah kearifan lokal agar terakomodir di dalam raperda tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita mendapat hal yang luar biasa. Jadi kami akan mencoba lagi melihat daripada produk inovasi daerah ini, ranperda ini, yaitu berupa kearifan lokalnya apakah sudah masuk atau belum dalam Raperda ini,” jelasnya kepada wartawan, Jum’at (1/12).

Oleh karena itu, menurut Abidinsyah, Pansus akan kembali melakukan evaluasi terhadap Raperda ini, sebelum dilakukan fasilitasi dan evaluasi oleh Kemendagri.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pansus III DPRD Kalsel disambut oleh Kasubdit Wilayah I Direktorat Produk Hukum Daerah Kemendagri, Slamet Endarto beserta jajarannya. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Peningkatan IPLM Kabupaten Batola

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) mengapresiasi dan mendukung upaya peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili oleh Sub Koordinator Pelayanan dan Kerjasama Perpustakaan, Ermawati, kepada wartawan, Kamis (30/11).

Erma menyatakan sangat senang menghadiri Talkshow Literasi bersama Bunda Literasi Kabupaten Batola dan penulis lokal asli Banua, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini, menurutnya, dapat membantu meningkatkan IPLM yang masih rendah di Kabupaten Batola.

“Kami sangat senang Dispersip Kabupaten Barito Kuala mengadakan Talkshow ini, dan kami pun sangat mendukung upaya tersebut untuk meningkatkan IPLM masyarakat setempat,” katanya.

Erma juga menyarankan selain kegiatan talkshow, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala juga bisa melakukan beberapa upaya lainnya untuk meningkatkan IPLM, diantaranya promosi minat baca ke sekolah-sekolah.

“Hal ini tentu mendorong dan menumbuhkembangkan minat baca dari tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Barito Kuala, Suharyanti, Sekretaris Daerah Kabupaten Batola, Zulkipli Yadi Noor, dan penulis asli Banua, Randu. (NRH/RDM/RH)

Peduli Sektor Pendidikan, UPZ Bank Kalsel Berikan Beasiswa 100 Mahasiswa UNISKA

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan di Banua, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dengan memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp200 juta kepada 100 mahasiswa/i dari keluarga pra sejahtera, yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin.

Penyerahan bantuan ini dilakukan Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra, kepada Ketua Badan Pembina Yayasan UNISKA, Rahmi Hayati Tadjudinnoor, dengan disaksikan Wakil Rektor III UNISKA MAB Banjarmasin, Idzani Muttaqin, Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi, perwakilan dari Divisi Usaha Syariah, dan Kepala Bank Kalsel Cabang Syariah Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra berharap, bantuan ini merupakan program Pendidikan Bank Kalsel melalui UPZ dalam rangka mencerdaskan bangsa, sehingga dapat memberikan semangat baru bagi para mahasiswa/i penerima beasiswa untuk menyelesaikan pendidikan mereka di UNISKA MAB Banjarmasin.

“Saya berharap dengan adanya bantuan ini mereka bisa bersemangat lagi untuk menempuh pendidikan hingga sarjana. Selain itu, bantuan beasiswa yang diberikan hari ini dari zakat Karyawan/I yang disisihkan 2,5 persen setiap bulannya begitu juga dari nasabah setia Bank Kalsel, yang kemudian dana tersebut dikelola dan diberikan kepada mereka sesuai dengan 8 asnaf, dan beasiswa yang disalurkan pada hari ini merupakan program Pendidikan untuk pelajar hingga mahasiswa/I pra Sejahtera yang sedang menempuh pendidikan,” ucap Fatrya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Yayasan UNISKA, Rahmi Hayati Tadjudinnoor menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan beasiswa dari Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang kemudian disalurkan kepada mahasiswa/i UNISKA MAB Banjarmasin.

“Kita mengucapkan terima kasih atas berbagai bantuan dan kolaborasi yang telah diberikan Bank Kalsel hingga saat ini. Tentunya kerjasama antara UNISKA dan Bank Kalsel dapat terus berkembang dan diharapkan kedepannya bisa terus dilanjutkan,” pungkas Rahmi.

Sebagai Informasi, bagi masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu mereka yang membutuhkan, bisa berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi Bank Kalsel melalui UPZ. Donatur dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui rekening Bank Kalsel Syariah dengan nomor 6500844928 (Zakat) dan 6500846214 (Infak dan sedekah) atas nama Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel dan bisa konfirmasi transfer melalui WA UPZ di nomor 0811505153. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version