UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Gelar Bioskop Keliling

HSS – Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Bioskop Keliling.

Suasana Nonton Film berjudul, Matahari dari Bumi Banjar

Hal itu disampaikan, Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, kepada wartawan, pada Rabu (25/10)

Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, saat memberikan komentarnya

Nita mengatakan, kegiatan Bioskop Keliling ini untuk pertama kalinya digelar ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu untuk peserta didik SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta masyarakat umum yang berlokasi di lapangan Murjani Lambung Mangkurat Kota Kandangan. Film yang diputar berjudul Matahari dari Bumi Banjar yang didalamnya terdapat tokoh ulama kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyaraka, untuk mengenal lebih dekat biografi Datu Kelampayan, yang menceritakan ajaran Islam dalam kesatuan spiritual dan keterkaitan historis,” ucapnya

Disampaikan Nita, kegiatan Bioskop Keliling ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, tetapi terhenti karena Pandemi COVID-19, untuk Tahun 2023 ini kembali menggelar. Rencananya setelah ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan akan dijadwalkan di tiga belas Kabupaten dan Kota secara bertahap.

“Kegiatan ini kami mengoperasikan salah satu sarana mobil bioskop keliling,” jelasnya

Lebih lanjut Nita menambahkan, dalam kegiatan Bioskop Keliling, UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, juga memberikan cinderamata berupa buku cetakan naskah mamanda dan pantun madihin lamut, guna menambah wawasan peserta didik di Banua.

“Kita ingin mereka generasi muda, dapat mengenal dan melestarikan kesenian khas daerahnya,” tutup Nita. (NHF/RDM/RH)

Berhasil Tingkatkan Kinerja, DPRD Kalsel Kaji Tiru BK Award di Jabar

BANDUNG – Pelaksanaan Badan Kehormatan (BK) Award oleh Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, rupanya menarik perhatian DPRD Provinsi Kalimantan Selatan untuk menerapkan hal serupa.

Inovasi yang dimulai sejak tahun 2020 itu, dinilai mampu meningkatkan kinerja anggota legislatif sebagai wakil rakyat dan penyerap aspirasi masyarakat, khususnya di daerah pemilihan masing-masing.

Ketua BK DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Kanapi, mengungkapkan bahwa adanya penghargaan atau apresiasi itu dapat mendorong anggota dewan untuk memaksimalkan kinerja mereka dalam hal menyejahterakan masyarakat.

“Di tempat kita ini belum pernah dilaksanakan dan ternyata bagus untuk ditiru,” jelasnya kepada wartawan, baru-baru tadi.

Imam menilai, dengan adanya BK Award, akan ada evaluasi dari banyak arah dengan berbagai indikator.

Sehingga koreksi dan penilaian dapat dilakukan untuk mengangkat marwah dan kinerja mereka sebagai legislator.

Di sisi lain, kinerja anggota dewan juga akan semakin terlihat, apakah terjadi penurunan atau peningkatan lewat penilaian yang dilakukan selama kurun waktu tertentu.

Sementara itu, Analis Sidang Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, Irma Febriani, menjelaskan bahwa dasar penilaian dalam BK Award ditentukan oleh masing-masing sekretariat di daerah.

“Kalau kita sudah beberapa kali melakukan perubahan kriteria, tapi tujuannya sama, yakni untuk menghasilkan kinerja terbaik dari anggota legislatif di daerah pemilihannya masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, penilaian tidak hanya dari tingkat kehadiran saat rapat, tapi juga ada penilaian dari Ketua Fraksi, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) maupun staf lainnya.

Namun yang paling utama adalah kehadiran saat Rapat Paripurna yang jadi kunci penilaian, karena saling terkoneksi kelanjutannya di beberapa forum rapat.

“Penilaiannya berdasarkan presentase, nanti ada penilaian kehadiran di Rapat Paripurna, kemudian penilaian dari Ketua Fraksi, tiap pimpinan AKD dan melibatkan penilaian dari stafnya juga,” tambah Irma.

Dari informasi yang didapat, penilaian pada BK Award yang selama ini dilaksanakan oleh DPRD Provinsi Jawa Barat menggunakan metode kuisioner yang diisi oleh pihak eksternal BK. Mulai dari staf komisi, pansus hingga pimpinan DPRD.

Sehingga hasilnya juga dapat dipertanggungjawabkan karena dilakukan berjenjang dan penilaian murni dilakukan tanpa mengurangi nilai atau menambah nilainya. (DPRD.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Kejuaraan Menembak

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati hari jadi korps Brimob POLRI ke 78 Tahun, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kejuaraan menembak Kapolda Kalsel Championship yang dilaksanakan di lapangan tembak teratai satbrimob polda Kalsel, pada Rabu (25/10). Kejuaraan menembak tersebut juga dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulkan.

Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulkan

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan, kejuaraan menembak ini dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun Brimob Polri ke 78, yang diikuti atlet menembak dari kesatuan TNI, Polri, persatuan menembak indonesia (Perbakin), hingga masyarakat umum. Kejuaraan menembak ini juga bertujuan, untuk mempererat hubungan antar pemangku kepentingan khususnya di Kalimantan Selatan, serta meningkatkan keterampilan para peserta menembak.

“Kejuaraan menembak ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, namun juga untuk melatih dan sebagai wadah untuk menyaring bibit-bibit unggul dalam kelas menembak Kalimantan Selatan,” ungkap Andi.

Andi Rian menuturkan, bahwa pentingnya perayaan Hari Jadi Korps Brimob yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia khususnya wilayah Kalimantan Selatan. Ia juga menekankan pentingnya olahraga menembak dalam pengembangan keterampilan anggota.

“Kejuaraan ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan keterampilan tembak anggota. Keahlian ini sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas, terutama dalam situasi yang memerlukan presisi dan kecepatan,” lanjut Andi.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Sulkan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada korps brimob, yang selama 78 tahun terakhir telah secara konsisten memberikan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Terima kasih atas kehadiran korps brimob yang telah memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat, ” ungkap Sulkan.

Kapolda kalsel championship merupakan kejuaraan yang tidak hanya sekadar sebuah event olahraga biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengasah potensi dan kemampuan atlet-atlet menembak di kalimantan selatan. melalui event ini, para atlet memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka sekaligus meraih pengalaman berharga yang akan membawa mereka ke level prestasi yang lebih tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan untuk terus mendorong perkembangan olahraga di daerah,” tutup Sulkan.

Untuk diketahui, terdapat beberapa Kategori pada perlombaan menembak Kapolda Kalsel Championship, yakni kategori menembak, seperti Kelas Eksekutif, Kelas International Practical Shooting Confederation (IPSC) / Tembak Reaksi, Kelas PCC (Pistol Caliber Carbines) dengan materi yang dilombakan Metal celuid dan Ring target 3 posisi. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Dorong Wisudawan Jadi SDM Yang Dapat Diandalkan

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah menghadiri acara Sidang Terbuka Senat STIE Indonesia Wisuda ke 38 Program Sarjana Manajemen dan Wisuda ke 36 Program Sarjana Akuntansi yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Rabu (25/10).

Suasana Wisuda STIE Indonesia

Dalam sambutannya yang dibacakan Husnul Khatimah, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini bahwa Banua Kalsel merupakan salah satu daerah dengan potensi dan keunggulan yang sangat berpeluang untuk melakukan percepatan pembangunan, baik secara geografis maupun dari segi Sumber Daya Alam (SDA).

“Akan tetapi, semua itu tidak akan memberikan keunggulan kompetitif jika kita tidak cerdas dalam mengelolanya, tidak terampil dalam memanfaatkannya, apalagi jika sikap mental kita tertanam rasa pesimis,” katanya.

Oleh karena itu, Paman Birin mendorong generasi masa kini, terutama para wisudawan agar mampu tampil sebagai sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan serta mampu mengelola dan memanfaatkan potensi yang tersedia sebagai kekuatan daya saing di tingkat lokal, nasional dan bahkan di tingkat global.

“Dalam momentum wisuda kali ini, saya harapkan dapat menjadi energi positif bagi lahirnya generasi harapan dan generasi impian yaitu generasi yang unggul secara intelektual, spiritual dan berbekal keahlian yang dapat diandalkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua STIE Indonesia Banjarmasin, Yanuar Bachtiar mengungkapkan dalam wisuda ini, STIE Indonesia melepas lulusan baru yang terdiri dari program sarjana manajemen sebanyak 115 orang dan program sarjana akuntansi sebanyak 85 orang.

“Sehingga pada tahun akademik 2022/2023, STIE Indonesia telah berhasil meluluskan sekitar 8.870 orang yang terdiri dari 7.993 orang sarjana, 289 ahli madya akuntansi dan 588 orang magister manajemen,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Kejuruan Nasional Banjarmasin, Faisal Rizani Said mengharapkan dukungan dan bantuan pemerintah kepada perguruan tinggi swasta (PTS).

“Kami harapkan bantuan pemerintah terhadap pengelolaan PTS karena pembiayaan PTS lebih bertumpu kepada SPP mahasiswa, sementara perguruan tinggi lainnya bersumber dari negara dan SPP mahasiswa,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Gelar Syukuran Panen Padi Bibit Unggul

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar syukuran panen padi bibit unggul di musim kemarau ini, dikawasan lahan pertanian Tatah Belayung, Rabu (25/10). Dipimpin oleh Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman didampingi Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarmasin Yuliansyah

“Panen padi yang dilaksanakan saat ini, menghasilkan sebanyak 5,9 ton gabah,” ungkapnya.

Panen padi tersebut, lanjut Ikhsan, merupakan hasil penanaman di lahan pertanian milik Pemerintah Kota Banjarmasin. Dengan usia tanam selama 100 hari.

“Pemerintah Kota Banjarmasin bangga atas terlaksananya panen tersebut, dengan kondisi cuaca panas saat ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan juga mengatakan, jika beras merupakan salah satu penyumbang inflasi di Kota Banjarmasin.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya untuk menekan laju inflasi di kota ini,” ujarnya.

Karena beberapa waktu lalu beras merupakan salah satu penyumbang inflasi. Maka, dengan adanya panen beras di Kota Banjarmasin. Maka komoditi beras tidak lagi termasuk dalam bahan pokok penyumbang inflasi di Kota Banjarmasin.

“Meski hasil panen tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pasokan beras di Kota Banjarmasin. Namun, panen ini dapat menekan laju inflasi tersebut,” ucap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Yuliansyah mengatakan, bibit unggul ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Bibit padi ini dengan masa tanam selama 100 hari,” ucapnya.

Dengan masa pendek tersebut, lanjut Yuliansyah, maka dalam setahun petani dapat beberapa kali melakukan penanam.

“Untuk jenis beras yang dihasilkan hampir sama dengan beras lokal, yang disukai oleh warga Kota Banjarmasin,” ujar Yuliansyah. (SRI/RDM/RH)

Paman Yani Apresiasi Langkah Disdikbud Kalsel Lestarikan Gamelan Banjar

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi upaya Pemprov Kalsel dalam mewariskan nilai kesenian budaya kepada generasi muda.

Apresiasi ini disampaikan wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani itu, saat menghadiri penyerahan bantuan seperangkat alat musik Gamelan Banjar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, di SMK Negeri 2 Simpang Empat, Tanah Bumbu, Rabu (25/10).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (peci) secara simbolis menyerahkan alat musik tradisional kepada Kepala Sekolah SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu Ika Yuliana (abu)

Menurut Paman Yani, Kalsel memiliki beragam budaya dan kesenian yang sudah sepatutnya dirawat dan dilestarikan.

“Budaya itu memiliki makna yang luas. Salah satunya yakni kesenian musik. Sebagai masyarakat Banjar, kita harus bangga dengan kesenian musik yang diciptakan oleh leluhur kita,” ujar Paman Yani.

Lesgislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, menilai di tengah gempuran teknologi seperti sekarang, generasi muda khususnya para pelajar harus mengetahui tentang beragam jenis musik yang ada di Kalsel seperti Gamelan Banjar dan Musik Panting.

Terlebih, Gamelan Banjar sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2021 lalu.

“Ini tentunya menjadi kewajiban kita sebagai pemangku kebijakan untuk terus melestarikannya dan mengimplementasikannya kepada para pelajar,” imbuh Paman Yani.

Foto Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (tengah) bersama perwakilan Disdikbud Kalsel serta warga SMK Negeri 2 Simpang Empat Tanah Bumbu

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudhati Hildayati, mengatakan, ada 4 sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu, yang menjadi lokus mereka dalam pengadaan alat musik Gamelan Banjar, yakni SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu, SMKN 1 Simpang Empat, SMAN 1 Sungai Loban dan SMAN 1 Angsana.

“Dengan pemberian satu paket Gamelan Banjar ini tentunya memberikan sarana dan prasarana siswa untuk mempelajari, mempraktekkan, dalam rangka melestarikan budaya Banjar melalui alat musik tradisional Gamelan Banjar,” katanya.

Di lokasi sama, Kepala Sekolah SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu, Ika Yuliana, berterimakasih kepada Disdikbud Kalsel karena telah memberikan bantuan dalam upaya melestarikan budaya Banjar yang diciptakan oleh nenek moyang.

“Untuk seni budaya dan seni musik itu masuk salah satu mata pelajaran. Kebetulan juga nilai kesenian disini sangat kental, karena antusias pelajar sangat tinggi terhadap seni,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Yani Tekankan Pentingnya Mengajak Generasi Muda Menjaga Warisan Budaya

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi kegiatan Jelajah Cagar Budaya yang diusung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel.

Wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini menilai, Jelajah Cagar Budaya sangat baik bagi generasi muda, agar benar-benar memahami bahwa budaya adalah bagian dari mas lalu yang dilestarikan.

“Tentu saja budaya ini mesti harus kita terus ingatkan kembali kepada generasi muda kita untuk mencintai budaya Banjar. Meskipun kita tahu di Tanah Bumbu ini ada beragam ras seperti Jawa, Bugis, Bali dan lainnya,” ujar Paman Yani usai menjadi pembicara sekaligus membuka kegiatan Jelajah Cagar Budaya, di SMA Negeri 1 Simpang Empat, Tanah Bumbu, Rabu (25/10).

Foto jajaran Disdikbud Kalsel, para pengurus serta ratusan pelajar SMAN 1 Simpang Empat Tanah Bumbu bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (tengah)

Menurut Paman Yani, cagar budaya memiliki nilai sejarah di dalamnya. Seperti wisata tebing Goa Liang Bangkai, di Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu, yang dulunya tempat pejuang bersembunyi dan mengatur strategi dalam melawan penjajah.

“Kami tentu sangat berbahagia dengan. Karena bisa dibilang secara langsung melalui kegiatan ini, visi misi dari Pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan tentang kebudayaan kepada generasi muda sangat tepat sasaran,” tutur legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu.

Paman Yani berharap, apa yang disampaikannya bersama dengan narasumber lainnya bisa diserap dengan baik oleh seluruh siswa yang hadir.

“Kita berharap generasi muda kita benar-benar mencintai budaya Banjar. Jangan lupa juga kalau budaya itu bukan hanya bersifat benda tapi juga kebiasaan dan perilaku. Seperti semangat dalam bergotong royong, terutama dalam menjaga apa yang diwariskan kepada kita. Termasuk juga lingkungan sungai, pesisir pantai dan lainnya,” pungkas Paman Yani.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Raudatil Hildayati, melalui Kasi Cagar Budaya Arry Risfansyah, menyebut, Jelajah Cagar Budaya sudah berlangsung selama tiga tahun.

Tujuannya yakni untuk pemanfaatan dan penggunaan tentang cagar budaya seperti Goa Liang Bangkai yang menjadi situs wisata Nasional.

“Tentu ini perlu menjadi perhatian kita dan harus ditanamkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Wakasek Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Simpang Empat, Apriannoor Miradinata, mengaku sangat berterimakasih banyak kepada Disdikbud Kalsel, khususnya juga kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi yang langsung datang ke sekolah untuk menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

“Tentu saja kami sangat senang karena melalui kegiatan ini siswa tidak hanya melaksanakan pembelajaran di kelas tetapi juga melihat langsung ke lokasi cagar budaya yang ada,” katanya.

Melihat antusias para siswa yang sangat tinggi, Apriannoor berharap kegiatan ini terus berjalan setiap tahun.

“Yang mana mereka (siswa) punya tujuan untuk melestarikan kebudayaan dan tentu ini disambut sangat baik oleh SMAN 1 Simpang Empat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version