Dispersip Kalsel Kembali Musnahkan Arsip Lama

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel telah memusnahkan 2.112 berkas arsip yang telah habis masa retensinya (waktu simpannya).

Ribuan arsip tersebut berasal dari tiga instansi diantaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel tahun 1980-2014 sebanyak 1.592 berkas, kemudian Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalsel tahun 2003-2010 sebanyak 320 berkas, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalsel tahun 1989-2005 sebanyak 200 berkas.

Pemusnahan dilakukan oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Nurliani Dardie dan disaksikan oleh saksi dari setiap perwakilan instansi, Inspektorat Provinsi Kalsel, Biro Hukum Provinsi Kalsel, serta Tim Penilai dan Pemusnah Arsip Pemerintah Provinsi Kalsel di Depo Arsip Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (18/10).

Pemusnahan arsip di Depo Arsip Banjarbaru

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Nurliani Dardie menyampaikan, pemusnahan arsip ini sangat penting untuk menciptakan efisiensi pemeliharaan maupun tempat dan sarana prasarana penyimpanan arsip di Depo Arsip Provinsi Kalsel. Pemusnahan arsip hari ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Arsip Nasional RI, dan mendapat Surat Keputusan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie (Kiri)

“Ini perlu kita lakukan untuk menciptakan efisiensi pemeliharaan maupun tempat dan sarana prasarana penyimpanan arsip ditempat kita,” ucap Nurliani.

Ia melanjutkan, kegiatan pemusnahan arsip pada hari ini tentunya sudah melewati tahapan penilaian dan penelitian oleh tim penilai dan pelaksana pemusnahan arsip Provinsi Kalimantan Selatan terhadap arsip-arsip tiga SKPD di lingkungan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu, Arsip yang dimusnahkan juga telah habis masa retensinya.

“Untuk mengetahui masa retensi arsip kita ada pedoman jadwal retensi arsip. Dari situ kita bisa tau berapa tahun arsip tersebut aktif atau in-aktif, kemudian juga ada keterangan setelah masa aktif atau in-aktif tersebut apakah arsip tersebut dimusnahkan atau menjadi arsip permanen,” lanjut Nurliani.

Untuk diketahui, pemusnahan arsip oleh Dispersip Provinsi Kalsel di bawah kepemimpinan Nurliani Dardie ini pernah dilakukan beberapa tahun sebelumnya, dan diantaranya tahun 2018 pemusnahan arsip Inspektorat Propinsi DATI I Kalimantan Selatan, sebanyak 294 berkas kurun waktu arsip 1992 – 2001, Tahun 2019 pemusnahan Arsip Biro Keuangan Sekretariat wilayah/daerah tingkat I Kalimantan Selatan, sebanyak 870 berkas, kurun waktu arsip 1963 – 1995. Kemudian tahun 2020 Bulan April, pemusnahan arsip Biro Kepegawaian Sekretariat wilayah/daerah tingkat I kalimantan selatan sebanyak 26.585 berkas, kurun waktu arsip 1973 – 1987. Pada tahun 2020 bulan November juga dilaksanakan kembali pemusnahan arsip dari enam SKPD sebanyak 21.487 berkas, kurun waktu arsip 1967 – 2005.

“Tahun 2021 bulan Mei kita laksanakan, pemusnahan arsip lima SKPD sebanyak 7.026 berkas, kurun waktu arsip 1971 – 2005, tahun 2022 bulan Agustus tahun kemaren kita laksanakan, pemusnahan arsip tiga SKPD sebanyak 3.090 berkas dengan kurun waktu tahun 1960 – 2009. Dan tahun 2023 bulan oktober ini kita laksanakan, pemusnahan arsip tiga SKPD sebanyak 2.112 berkas dengan kurun waktu tahun 1980 – 2014,” tutup Nurliani. (MRF/RDM/RH)

Polda Kalsel Ungkap Modus Penipuan Masuk Anggota Polisi

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel menggelar, pengungkapan kasus penipuan, dengan modus bisa memasukkan korban, menjadi anggota polisi.

Pengungkapan kasus ini, digelar di Halaman Mapolda Kalsel, di Banjarmasin, Rabu (18/10). Oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi.

“Selain kasus penipuan dalam pengembangannya terungkap kepemilikan senjata api dan amunisi tanpa izin,” ungkap Andi.

Dengan tersangka, lanjutnya, berinisial MR, dengan modus korban orang orang yang ingin mendaftar menjadi anggota polisi.

“Dengan pendaftaran semua tingkatan, Akpol, penerimaan kepolisian dengan sumber sarjana, serta Bintara Polisi,” jelas Kapolda.

Dari korban korbannya tersebut, terdapat warga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tersangka berhasil tertangkap di Penjaringan Jakarta, oleh Petugas Jatanras Polda Kalsel bekerjasama dengan Bareskrim Polri, berhasil menangkap pelaku penipuan tersebut,” tutur Kapolda lagi.

Dengan total kerugian sebesar miliaran rupiah dengan jumlah korban sebanyak 24 orang.

Dalam kesempatan tersebut, modus penipuan ini sering terjadi, oleh karena itu pihaknya meminta agar masyarakat, agar tidak mudah tertipu dengan bujuk rayu oleh penipu tersebut.

“Karena sudah banyak masyarakat yang menjadi korban. Atas modus tersebut, oleh karena itu kami meminta agar masyarakat tidak mudah tertipu, oleh bujuk rayu pelaku penipuan,” ujar Kapolda.

Andi menegaskan, dalam proses seleksi anggota kepolisian tidak dipungut biaya apapun. (SRI/RDM/RH)

Muslam Kalsel Beri Edukasi Tentang Kearifan Lokal ke Sekolah Lewat Museum Keliling

BANJARBARU – Selain menampilkan berbagai benda bernilai sejarah dan budaya, Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mempunyai berbagai program kerja yang berkaitan dengan penyampaian informasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat. Salah satunya yaitu melalui kegiatan Museum Keliling.

Museum keliling rutin dilaksanakan setiap tahun oleh museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, dengan menghadirkan “museum mini” yang berisi benda-benda koleksi museum ke sekolah. Selain itu, juga digelar beberapa kegiatan bernilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Banua.

Suasana pemberian materi budaya dan kearifan lokal oleh Museum Lambung Mangkurat di SMKN 1 Tanjung

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan museum keliling merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat khususnya pelajar (generasi milenial) tentang sejarah dan budaya lokal.

“Budaya dan kearifan lokal yakni suatu warisan tak benda yang harus diketahui oleh generasi muda,” ujar Akbar, Rabu (18/10)

Menurutnya, kegiatan ini juga seiring dengan keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang berharap tradisi masyarakat sejak zaman dahulu tidak pudar oleh kecanggihan teknologi.

“Karenanya museum keliling ini kita gelorakan. Ini agar sekolah-sekolah yang berlokasi jauh dari museum, tetap bisa mendapatkan edukasi tentang sejarah dan budaya,” tuturnya.

Seperti pada Agustus lalu, pihak museum menggelar museum keliling ke Kabupaten Tabalong, tepatnya ke SMK Negeri 1 Tanjung.

Disana, Akbar menyebut, pihaknya menyelenggarakan berbagai lomba tradisional seperti balogo, sembari menerangkan tentang bagaimana aturan dan sejarah tentang permainan itu.

“Kita juga hadirkan beberapa peralatan yang digunakan dalam permainan tradisional seperti untuk permainan balogo, dakuan, bakujur, sepak raga, gasing, tiwah, kaleker,” bebernya.

Akbar berharap, sinergitas yang terjalin antara pihaknya dan sekolah, bisa menjadikan museum sebagai salah satu jendela informasi dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten.

“Sesuai dengan keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Beliau ingin menjadikan museum sebagai salah satu kunci kesuksesan generasi muda di masa yang akan datang,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Penyuluhan Pemeriksaan Gigi dan Mulut

BANJARMASIN – Guna memberikan edukasi sejak dini dalam merawat gigi dan mulut, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, menggelar Penyuluhan dan Pemeriksaan di SDIT Ukhuwah Banjarmasin.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto, pada Rabu (18/10) mengatakan, kegiatan ini rutin digelar untuk memberikan edukasi kepada para peserta didik, terutama yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar mulai dari kelas I – VI. Ia berharap, dengan diberikan penyuluhan dan pemeriksaan gigi, dapat tercipta sejak dini kesehatan gigi dan mulut hingga diusia tuanya.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto

“Sebelum kami periksa, peserta didik akan diberikan penyuluhan terlebih dahulu,” katanya

Disampaikan Teguh, jumlah petugas yang melakukan penyuluhan dan pemeriksaan gigi, ada sebanyak 20 orang, yaitu terdiri dari dokter gigi didampingi perawat gigi, serta tim kesehatan. Terkait hasilnya akan disampaikan ke pihak sekolah, untuk nanti diberitahukan kepada orangtuanya masing-masing.

“Semoga setelah ini para peserta didik akan mengamalkan mulai dari cara menyikat gigi dengan benar, serta merawat kesehatan gigi dan mulut,” pinta Teguh

Sementara itu, Kepala SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin, Abdul Muhshi, menambahkan, selama ini pihaknya bekerjasama dengan Puskesmas terdekat, dalam memeriksakan kesehatan gigi dan mulut peserta didik. Hal ini merupakan baru pertama kalinya menjalin kerjasama, dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini akan digelar selama 6 Minggu, setiap hari Rabu dan Kamis, karena total jumlah keseluruhan siswa ada sebanyak 1.110 orang,” tutupnya

Foto bersama : Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel beserta tim, dan Kepala SDIT Ukhuwah serta guru Banjarmasin

Untuk diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan SDIT Ukhuwah dan SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin, menggelar Penyuluhan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut. Kegiatan dibuka secara resmi Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto, didampingi jajaran direksi, dokter gigi, perawat, tim kesehatan dan Kepala SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin serta peserta didik, bertempat di Aula Sekolah Dasar Islam Terpadu Banjarmasin. (NHF/ RDM/RH)

Pj Bupati HSS Resmikan Relokasi Bank Kalsel KCP Nagara

HULU SUNGAI SELATAN – Dalam upaya peningkatan pelayanan perbankan di wilayah Daha, Bank Kalsel meresmikan relokasi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Nagara yang beralamat di desa Tumbukan Banyu, Nagara, pada Senin (16/10).

Seluruh pejabat Bank Kalsel berfoto bersama Pj Bupati HSS pasca peresmian

Kantor tersebut merupakan relokasi dari gedung sebelumnya di desa Daha Selatan Hulu Sungai Selatan.

Peresmian ditandai pengguntingan pita oleh Pj Bupati HSS, Hermansyah, disaksikan Komisaris Utama Bank Kalsel, Hatmansyah; Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, Ketua MUI Daha Selatan, KH. Abdul Hasan dan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Nagara. Turut berhadir, Kepala Dinas PMD Kabupaten HSS, Kepala Cabang Kandangan, Kepala Cabang Syariah Kandangan, Camat Daha Barat, Camat Daha Utara, dan Camat Daha Selatan serta seluruh Kepala Desa se-Daha.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Hermansyah, mewakili pemerintah kabupaten HSS mengucapkan selamat atas gedung baru Bank Kalsel cabang pembantu Nagara yang diresmikan.

“Mudah-mudahan dengan peresmian gedung baru ini, Bank Kalsel yang merupakan bank asli daerah Kalimantan Selatan terus berupaya untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan baik dan ramah bagi masyarakat khususnya di Nagara, yang mana berbagai dukungan dan kerjasama selama ini. Tentunya ke depan sinergi ini tetap terus terjalin bersama-sama demi kemajuan baik di Nagara-Daha, Kabupaten HSS,” ungkap Herman.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari pemerintah kabupaten dan masyarakat HSS khususnya di Kecamatan Nagara, sehingga Bank Kalsel selalu berbenah dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

“Alhamdulillah, pada hari ini Pj Bupati HSS beserta jajaran datang dan meresmikan relokasi Bank Kalsel Capem Nagara, yang mana di lokasi sekarang lebih luas dan nyaman serta mudah dijangkau. Selain pencapaian kinerja yang sangat baik, relokasi kantor baru ini juga menjadi dampak positif membawa peningkatan pelayanan dan menghasilkan laba atau keuntungan baik untuk Bank Kalsel yang nantinya akan dikembalikan dalam bentuk deviden untuk daerah,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version