18 April 2026

Inflasi Terkendali, Mendagri Ingatkan Jangan Mudah Terlena

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi bersama Perum Bulog Kalsel dan Dinas Perhubungab Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi

BANJARBARU – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian turut mengingatkan, agar pemerintah daerah (pemda) bisa tetap waspada dan tak mudah terlena atas capaian inflasi yang masih terkendali.

Suasana pemaparan dalam langkah mengantisipasi terjadinya kenaikan harga beras oleh Plt Mentan Arief Prasetyo Adi dalam mengantisipasi terjadinya inflasi nasional

Dari rilis angka dalam rakor pengendalian inflasi digelar secara virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (16/10), mencatat inflasi untuk tahun ke tahun (year on year) masih dikisaran 2,28 persen diminggu kedua, terhitung Oktober 2023. Sedangkan, bulan ke bulan (month to month) 0,19 persen.

“Agar ini tetap menjadi perhatian serius pemda. Melihat dari data yang ada inflasi masih dipengarhui tiga unsur pertama adalah makan minuman, kedua tembakau, dan ketiga adalah transportasi,” ungkapnya dalam pemaparan rapat koordinasi (rakor) inflasi dihadapan seluruh pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang hadir secara virtual.

Tito juga menggaris bawahi, adanya dampak el nino membuat komoditias seperti beras juga digadang-gadangkan kembali andil dalam penambahan angka inflasi di Indonesia.

“Pantau dan jaga pasokan pangan serta harga bahan pokok. Utamanya produksi beras. Kontrol langsung dengan turun ke pasar karena ini menyangkut dengan inflasi,” imbaunya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan, ada tiga bahan pokok secara nasional yang mengalami kenaikan. Di antaranya beras, gula pasir dan cabai.

“Mengalami yang paling tinggi itu berada di Papua. Bahkan, dari tren yang ada gula pasir mengalami kenaikan dan ini terjadi di 338 kabupaten/kota dan perlu menjadi perhatian juga adalah cabai,” paparnya.

Menanggapi itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, menjelaskan, sebagai tindaklanjut atas mewaspadainya kenaikan harga, penyelenggaraan pangan murah terus menjadi program prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi inflasi saat ini.

“Operasi pasar murah juga terus kita gencarkan dalam melakukan pengendalian inflasi yang ada di Kalimantan Selatan,” singkatnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.