UPZ Bank Kalsel Buka Donasi Untuk Palestina

BANJARMASIN – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel membuka donasi kemanusiaan, untuk para korban perang di Palestina. UPZ Bank Kalsel membuka donasi kemanusiaan dari seluruh karyawan Bank Kalsel, di seluruh unit kerja kantor pusat dan kantor cabang di Kalsel, maupun kantor cabang Jakarta, yang dibuka sejak Jumat (13/10) pagi.

Pada donasi kemanusiaan kali ini, UPZ Bank Kalsel bekerjasama dengan Baznas Provinsi Kalsel, untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi mengatakan, konflik yang terjadi di Palestina saat ini, menarik perhatian Bank Kalsel. Setelah mendapatkan izin dari manajemen Bank Kalsel, pihaknyapun membuka donasi kemanusian bagi para korban yang terdampak konflik di Palestina.

“Donasi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin turut serta berpartisipasi peduli untuk menyumbang bagi para korban yang ada di Palestina, melalui UPZ Bank Kalsel,” ujar Fajri.

Para donatur yang ingin mengirimkan bantuannya bisa berdonasi melalui Bank Kalsel Syariah dengan nomor rekening 6500.045.777, atas nama Donasi Bencana dan Kemanusiaan UPZ Bank Kalsel.

“Untuk saat ini donasi itu kita fokuskan untuk para karyawan/ti Bank Kalsel, tapi juga tidak menutup kemungkinan dan terbuka untuk masyarakat yang juga ingin mengirimkan bantuannya. Jadi bagi karyawan/ti Bank Kalsel dan juga masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara kita yang ada di Palestina, bisa berdonasi di nomor rekening tersebut yang rencana akan dibuka selama 1 bulan ini,” tuturnya.

Bantuan yang disalurkan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi keperluan hidup, seperti logistik, obat-obatan dan selimut, karena di Palestina akan memasuki musim dingin.

UPZ Bank Kalsel berharap dengan adanya donasi kemanusiaan ini, setidaknya bisa meringankan beban yang dirasakan para korban di Palsetina dan tentunya yang paling utama adalah perang antara Palestina dan Israel bisa segera berakhir. Setidaknya ada genjatan senjata, sehingga tidak ada lagi korban yang tidak berdosa yang gugur dalam konflik tersebut.

“UPZ Bank Kalsel tidak akan menutup mata dengan kejadian tersebut, pasti kita bantulah untuk meringankan beban yang dirasakan para saudara kita di sana,” pungkasnya. (ADV-RIW/ RDM/RH)

Pemprov Bersama Forkopimda Kalsel Kembali Gelar Syukuran Panen Raya

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kembali menggelar syukuran panen raya padi dalam rangka antisipasi dampak el-nino.

Dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, panen kali ini dilaksanakan di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Senin (16/10).

“Alhamdulillah kita bisa panen lagi hari ini. Dan meski musim kemarau panen kita sudah melebihi kebutuhan masyarakat. Bahkan kita juga menyuplai beras ke provinsi tetangga,” ujar Gubernur akrab disapa Paman Birin.

Kerja keras Pemprov Kalsel, menurut Paman Birin, tidak akan berhasil tanpa campur tangan dari pihak lain seperti Forkopimda dan stakeholder lainnya. Termasuk pula para petani yang tak pernah lelah turun ke sawah untuk menanam dan memanen padi.

“Bahkan di musim kemarau seperti sekarang, tidak sedikit para petani juga turut membantu memadamkan api karhutla. Saya mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan yang luar biasa kepada para petani,” imbuh Paman Birin.

Paman Birin berharap tanaman dari petani semakin subur. Agar hasil panen mereka selalu bisa memenuhi kebutuhan bahan pokok di Banua.

“Syukur-syukur kita bisa menjualnya ke provinsi tetangga atau bahkan secara nasional,” harapnya.

Kalsel sendiri dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh provinsi penyangga pangan di Indonesia, dengan target panen tahun 2023 seluas 100.000 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan hingga saat ini seluar 71.000 hektare lahan sudah dipanen.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman

“Sisanya, akan kita tanam di akhir Oktober ini. Lahannya sudah ada dan memang sudah siap tanam. Jadi tinggal menunggu hujan beberapa hari langsung bisa ditanam,” kata Syamsir.

Sistem tanam, lanjut Syamsir, tidak seperti biasa dengan menggunakan bibit, tetapi melalui sistem tunggal dan sistem tabur seperti yang sudah dilakukan beberapa Kabupaten untuk mengejar target 100.000.

“Perhitungan saya maksimal kalau hujan tidak terlalu banyak,tahun 2023  itu di angka 80 sampai 85 ribu hektare bisa dipanen. Ini sudah prestasi yang luar biasa,” ungkap Syamsir.

Syamsir bersyukur karena petani masih bisa menanam padi meski kemarau panjang. Bahkan panen padi pada bulan Oktober-November bukanlah hal yang biasa terjadi di Kalsel.

“Jadi bulan November nanti memang ada panen lagi di sekitar sini seluas 50 hektare. Ini nanti akan kita lakukan tanam dan panen serentak,” bebernya.

Lebih dari itu, Syamsir menyebut, saat ini sedang diwacanakan tanam dan panen raya bersama Presiden Joko Widodo pada penghujung Oktober nanti,

“Lokasinya belum tahu dimana karena nanti akan dipilih oleh Kementerian Pertanian,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Buka Rakorda PKK se-Kalsel, Paman Birin Ingatkan Soal Target Stunting 2024

BANJARMASIN – Keberadaan tim penggerak PKK sebagai mitra pemerintah, terbukti mampu membantu pemerintah mensukseskan program pembangunannya hingga ke tingkat desa. Salah satunya pada program penurunan angka stunting, dimana kader PKK sangat berperan memberikan sosialisasi mengenai hal ini, hingga ke tingkat keluarga.

Gubernur Kalsel saat menyampaikan sambutan saat pembukaan Rakorda PKK se-Kalsel

“Saya mengapresiasi setinggi – tingginya peran PKK yang sudah membantu pemeirntah menurunkan angka stunting,” ujar Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya, saat mengisi rapat koordinasi daerah TP PKK se-Kalsel, pada Senin (16/10) disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Gubernur Kalsel memukul gong tanda dibuka Rakorda PKK se-Kalsel

Pada rakorda bertema ”Kader PKK dan 10 Program Pokok PKK Melaju Menuju Indonesia Maju” itu, Paman Birin juga mengingatkan kembali seluruh pihak, soal target penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

“Tahun 2023 tinggal beberapa bulan lagi, dan 2024 sudah di depan mata. Semua kita harus mempercepat penanganan stunting ini, termasuk dari unsur PKK,” tambahnya.

Paman Birin memaparkan, saat ini, angka stunting di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 24,6 persen, dari sebelumnya sebesar 30 persen tahun 2021. Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan menjadi tiga besar provinsi dengan penurunan stunting tertinggi, yakni 5,4 persen.

Capaian ini tidak lepas dari kontribusi dan dukungan semua pihak yang terlibat, termasuk TP PKK provinsi Kalimantan Selatan, juga tim penggerak PKK kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Sementara terkait rakorda, Paman Birin mengatakan, tim penggerak PKK perlu menyamakan persepsi dengan pemerintah, terkait kebijakan dan rencana prioritas pembangunan manusia.

“Rakor ini menjembatani komunikasi dan koordinasi antara tim penggerak PKK dengan pemangku kepentingan di tingkat daerah dan pusat,” tutupnya.

Hadir pada rakorda ini, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah dan ketua TP PKK kabupaten/kota se Kalimantan Selatan. Termasuk pula para kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang bidang tugasnya bersinggungan langsung dengan tim penggerak PKK. Diantaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Bappeda, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Lepas Tim Sepakbola Pra PON Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melepas Tim Sepakbola Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) Kalsel, di Ruang Keberangkatan Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Senin (16/10).

Dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Sulkan menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi dan dukungan kepada Tim Sepakbola Pra PON Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, yang akan berlangga di Kalimantan Timur.

Staf Ahli Gubernur Kalsel Sulkan

“Keberangkatan Tim Sepakbola Pra Kalsel ini, untuk merebut tiket lolos ke ajang PON Tahun 2024 di Medan dan Aceh mendatang,” ucapnya.

Gubernur berharap, Tim Sepakbola Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, dapat lolos pada PON Tahun 2024 mendatang.

Sementara itu, Asisten Pelatih Tim Sepakbola Pra PON Tahun 2023 Provinsi Kalimantan Selatan Edy Purwanto mengatakan, Tim Sepakbola Pra PON Kalsel, antusias dalam menghadapi Kejuaraan Pra PON Sepakbola di Kalsel.

“Sejak 2 minggu lalu mereka telah menjalani pelatihan untuk menghadapi Pra PON ini,” ucap Edy.

Dan, lanjutnya, kemampuan para atlet sepakbola Kalsel semakin meningkat, menghadapi lawan, seperti dari Kaltim, Kaltara, Sulbar, sertal lainnya.

“Kami berharap, Tim sepakbola Kalsel dapat menjadi juara umum grup atau masuk dalam lima besar. Maka, dengan begitu akan lolos pada PON 2024 di Medan dan Aceh,” ujar Edy. (SRI/RDM/RH)

Gerakan Pangan Murah Mendapat Apresiasi Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel menggelar gerakan pangan murah di Desa Penggalaman di Kabupaten Banjar. Gerakan pangan murah diselenggarakan serentak se-Indonesia di 411 titik di 38 Provinsi, dan 260 Kabupaten-Kota dalam rangka memperingati hari Pangan Sedunia Tahun 2023, pada Senin (16/10).

Gerakan pangan murah didesa panggalaman

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan pangan murah yang digagas oleh Badan Pangan Nasional, yang sangat membantu untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok di musim kemarau.

“Gerakan pangan murah ini sangat bermanfaat dan membatu masyarakat berpenghasilan di bahwa, karena bahan pokok yang dijual hargan lebih murah dibanding kan harga pasar,” ucap Sahbirin Noor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan, gerakan pangan murah ini di Kalsel diselenggarakan di dua daerah yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalang. Kegiatan ini juga serentak se-Indonesia yang dilaksanakan Pemerintah pusat.

“Pada gerakan pangan murah ini, kami menjual kebutuhan bahan pokok seperti, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan lainnya,” ungkap Syamsir.

Syamsir menambahkan, gerakan pangan murah juga merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel, selain membantu masyarakat kurang mampu, juga dapat menurunkan angka inflasi di Kalsel.

“Kami juga akan melakukan jemput bola mengadakan gerakan pangan murah di setiap Kecamatan, dan akan turun ke kabupaten untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok,” lanjut Syamsir.

Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel diharapkan, juga dapat menyiapkan pangan murah untuk membantu masyarakat. (MRF/RDM/RH)

Pengurus DPC HNSI Kab/Kota di Kalsel Resmi Dikukuhkan

BANJARBARU – Pengurus DPC Himpunan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan resmi dikukuhkan di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (16/10).

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Nurbani Yusuf mengatakan, 10 kabupaten dan kota yang dikukuhkan saat ini adalah Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Ketua DPD HNSI Kalsel Suriatinah didampingi Ketua Panitia Nurbani Yusuf

“Tujuan dikukuhkannya kepengurusan HNSI tersebut, dalam rangka menghadapi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD HNSI Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurbani Yusuf menjelaskan, setelah Rakerda tingkat Provinsi, DPD dan DPC Se Kalsel, mereka akan mengikuti, Musyawarah Nasional (Munas) HNSI Tahun 2023 di Bali, pada tanggal 3 – 5 November 2023 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPD HNSI Provinsi Kalsel Suriatinah mengatakan, kehadirannya Organisasi HNSI di Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan dipastikan, untuk mensejahterakan nelayan di Banua.

“Tujuan didirikannya Organisasi HNSI ini, untuk meningkatkan kehidupan para nelayan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Suriatinah, peningkatan pendidikan para nelayan juga dilaksanakan, untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut Suriatinah juga mengingatkan, Organisasi HNSI ini merupakan kerja sosial, untuk kepentingan kesejahteraan nelayan. Sehingga, jangan mencari keuntungan pribadi pada organisasi HNSI ini. (SRI/RDM/RH)

Inflasi Terkendali, Mendagri Ingatkan Jangan Mudah Terlena

BANJARBARU – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian turut mengingatkan, agar pemerintah daerah (pemda) bisa tetap waspada dan tak mudah terlena atas capaian inflasi yang masih terkendali.

Suasana pemaparan dalam langkah mengantisipasi terjadinya kenaikan harga beras oleh Plt Mentan Arief Prasetyo Adi dalam mengantisipasi terjadinya inflasi nasional

Dari rilis angka dalam rakor pengendalian inflasi digelar secara virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (16/10), mencatat inflasi untuk tahun ke tahun (year on year) masih dikisaran 2,28 persen diminggu kedua, terhitung Oktober 2023. Sedangkan, bulan ke bulan (month to month) 0,19 persen.

“Agar ini tetap menjadi perhatian serius pemda. Melihat dari data yang ada inflasi masih dipengarhui tiga unsur pertama adalah makan minuman, kedua tembakau, dan ketiga adalah transportasi,” ungkapnya dalam pemaparan rapat koordinasi (rakor) inflasi dihadapan seluruh pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang hadir secara virtual.

Tito juga menggaris bawahi, adanya dampak el nino membuat komoditias seperti beras juga digadang-gadangkan kembali andil dalam penambahan angka inflasi di Indonesia.

“Pantau dan jaga pasokan pangan serta harga bahan pokok. Utamanya produksi beras. Kontrol langsung dengan turun ke pasar karena ini menyangkut dengan inflasi,” imbaunya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan, ada tiga bahan pokok secara nasional yang mengalami kenaikan. Di antaranya beras, gula pasir dan cabai.

“Mengalami yang paling tinggi itu berada di Papua. Bahkan, dari tren yang ada gula pasir mengalami kenaikan dan ini terjadi di 338 kabupaten/kota dan perlu menjadi perhatian juga adalah cabai,” paparnya.

Menanggapi itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, menjelaskan, sebagai tindaklanjut atas mewaspadainya kenaikan harga, penyelenggaraan pangan murah terus menjadi program prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi inflasi saat ini.

“Operasi pasar murah juga terus kita gencarkan dalam melakukan pengendalian inflasi yang ada di Kalimantan Selatan,” singkatnya. (RHS/RDM/RH)

Persoalan Air Bersih di Banjarmasin Jadi Perhatian DPRD Banjarmasin

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif di Banjarmasin mengaku akan memperjuangkan pemerataan pembangunan di Kota ini.

Suasana reses di aula Sasana Krida Karang Taruna, Banjarmasin

Kepada Abdi Persada FM, Anggota DPRD Banjarmasin Dapil Banjarmasin Utara, Amalia Handayani, usai melaksanakan reses pada Sabtu (14/10) mengatakan, dari berbagai aspirasi yang pihaknya terima dengan menghadirkan konstituen yaitu wilayah Kuin Utara RT 13, Alalak Tengah RT 5, dan Alalak Selatan RT 20, rata-rata menyampaikan permasalahan sosial, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Kami akan tindaklanjuti dengan mengundang SKPD terkait di lingkup Pemkot,” ucapnya

Disampaikan Amalia, untuk persoalan air bersih di musim kemarau ini, untuk distribusi masih aman tidak mengalami kendala yang besar, yaitu tidak terjadi mati total. Namun, ke depan perlu dilakukan pergantian pipa, berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan ke lapangan, oleh pihak PT Air Minum Bandarmasih.

“Jaringan pipa sudah lama dan tentu akan berdampak dalam pelayanan,” jelas Amel (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Koordinator Lapangan dari Perwakilan PT Air Minum Bandarmasih, Abdurrahman, menambahkan, untuk distribusi air bersih di daerah Kuin, Alalak dan sekitaran Banjarmasin Utara, tidak mengalami kendala meski di musim kemarau, tetapi memang terjadi penurunan volume air dari biasanya.

Korlap Perwakilan PTAM Bandarmasih, Abdurrahman

“Kita punya program untuk pembesaran pipa distribusi nanti, guna pelayanan lebih maksimal lagi ,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version