Gubernur Kalsel Apresiasi Capaian Pembangunan Kabupaten Banjar

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar sejak beberapa tahun terakhir.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (tengah) saat sesi foto bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Said Idrus Al-Habsyie beserta istri

Apresiasi itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Pamam Birin saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-73, di Alun-Alun Ratu Zaleha Martapura, Rabu (30/8).

“Kita harap Pemkab Banjar dibawah kepemimpinan Bupati Saidi Mansyur, dapat terus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Paman Birin.

Begitu pula dengan Pemprov Kalsel. Di penghujung masa jabatannya, Paman Birin mengaku terus bekerja keras dan berusaha agar bisa lebih memajukan pembangunan di Banua.

“Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai dengan harapan pemerintah juga rakyat Kalsel,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur didampingi Wakil Bupati Said Idrus Al-Habsyie, berkomitmen untuk mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, demi kesejahteraan masyarakat.

“Komitmen untuk bangkit dari berbagai tantangan dan menghadapinya dengan ketangguhan yang signifikan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Banjar,” tutur Bupati.

Saidi mengungkapkan sejumlah capaian yang ia hasilkan bersama wakilnya dan jajaran Pemkab Banjar. Diantaranya pertumbuhan ekonomi secara makro tahun 2022 mencapai 4,48 persen, perbaikan jalan sepanjang 1.194 kilometer, hingga pengurangan kawasan kumuh seluas 45,03 hektare sejak tahun 2020-2022.

“Presentase kemiskinan Kabupaten Banjar juga terendah se-Kalsel yaitu di angka 2,79 persen,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Pemprov Kalsel demi mewujudkan pembangunan yang lebih baik lagi.

“Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Banjar juga diperlukan, guna mewujudkan visi misi kami,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Provinsi Kalsel Mendapat Predikat Provinsi Layak Anak

BANJARBARU – 13 Kabupaten-Kota di Kalimantan Selatan telah mendapatkan predikat Kota layak anak, sehingga Provinsi Kalimantan Selatan layak mendapatkan predikat, pada tahun 2023 ini sebagai Provinsi Layak anak. Predikat tersebut menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Provinsi terbeik se-Kalimantan, karena menjadi satu-satunya provinsi penerima penghargaan ini di Pulau Kalimantan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso menyampaikan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapat predikat Provinsi Layak Anak ditahun 2023 ini. Layak anak didapatkan karena 13 Kabupaten-Kota di Kalimantan Selatan telah mendapatkan predikat Kota layak anak pada tahun 2023 ini. Predikat tersebut menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Provinsi terbeik se-Kalimantan, karena menjadi satu-satunya provinsi penerima penghargaan ini di Pulau Kalimantan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso

“Alhamdulillah 2023 kita sukses mendapat Provinsi layak anak, mudah-mudahan dengan predikat tersebut, kita (Provinsi Kalsel) dapat mengindikasi upaya pemenuhan hak anak dna perlindungan anak di Kalsel dapat bersinergi antar stakeholder dan seluruh organisasi di Kalsel,” ungkap Adi.

Adi menambahkan, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tabalong, menjadi Kabupaten-Kota dengan nilai tertinggi Kota layak anak di Kalsel. Hal ini dikarenakan ketiga Kabupaten-Kota tersebut mendapat predikat Kota layak anak (KLA) pada ketegori nindya.

“Ditahun depat kami harapkan, 3 Kabupaten-Kota tersebut dapat meningkatkan predikat layak anak mereka dari nindya ke utama, dan saran kami Kabupaten-Kota yang sudah mendapat predikat layak anak kategori pratama, juga dapat menaikkan menjadi nindya,”tutup Adi. (MRF/RDM/RH)

Pajak Bahan Bakar di Kalsel Tertinggi Sebagai PAD

BANJARBARU – Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) di Kalsel terealisasi di atas 80 persen. Angka ini merupakan capaian tertinggi dari pendapatan lainnya.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, mengatakan, dari persentase 80 persen lebih setidaknya Pemerintah Provinsi Kalsel sudah mengumpulkan Rp1,4 triliun.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, saat menjelaskan realisasi penerimaan PBB-KB di Kalsel

“Selain kita memiliki kewenangan untuk penerimaan PKB dan BBN-KB, angka realisasi yang tinggi pada Agustus 2023 itu terdapat pada komponen PBB-KB,” ujarnya, baru-baru tadi.

Menurutnya, perekonomian di Kalsel saat ini sudah mulai membaik. Bahkan, tingginya konsumsi bahan bakar baik secara nasional dan internasional cukup meningkat.

“Tentu, ini sudah melampaui target yang ditetapkan,” bebernya.

Akhir tahun 2023 nanti, realisasi penerimaan sektor PBB-KB diharapkan dapat mencapai angka maksimal sebesar Rp2 triliun.

“Nanti kita rasionalisasikan agar dapat tercapai,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version