Diskominfo Kalsel Gelar Sosialisasi dan Workshop Agenda Setting Pengelolaan Informasi Publik

Banjarmasin – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan sosialisasi dan workshop dengan tema “Agenda Setting Pengelolaan Informasi Publik” di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, selama dua hari yaitu 6 – 7 Juni 2023.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim yang diwakili Sekretaris-nya, Hairurraji diikuti perwakilan dari 54 SKPD lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan Diskominfo Kabupaten/Kota di Kalsel, Selasa (6/6) siang.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Direktur Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, DR Nursodik Gunarjo, Kabid Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Tarwin Patik Mustafa, Kasi Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Noor Aneka Lindawati serta Direktur LPPL Radio Abdi Persada FM, Ibnu Min Hajj.

Direktur Pengelolaan Media Kominfo RI, Nursodik Gunarjo (baju batik) didampingi Sekretaris Diskominfo Kalsel, Hairurraji (kiri), Kasi Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Noor Aneka Lindawati dan Direktur LPPL Radio Abdi Persada FM, Ibnu Min Hajj (kanan)

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Diskominfo Kalsel, Hairurraji, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim menyampaikan bahwa reformasi birokrasi lahir sebagai wujud dari keinginan berbagai pihak untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan transparan atau Good Governance.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya keterbukaan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena publik atau masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi, dan hak tersebut dijamin oleh undang-undang.

“Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pengelolaan informasi agar mudah di akses oleh publik, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi, salah satunya adalah media informasi publik satu arah yang berbentuk audio dan visual”, katanya.

Selain itu, lanjut Muslim, pentingnya branding terhadap kepala daerah yang baik yang divisualisasikan melalui aktifitas atau capaian-capaian program kegiatan pembangunan yang bersifat inovasi oleh masing-masing OPD.

“Untuk itu, di dalam hal diseminasi informasi pembangunan kepada masyarakat, diperlukan kolaborasi dan sinergitas antara berbagai pihak dalam hal ini utamanya OPD-OPD di lingkungan pemerintah provinsi Kalsel, termasuk sinergitas dengan kabupaten/kota menjadi sangat penting”, tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, DR Nursodik Gunarjo menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan media publik, antara lain media publik seharusnya berubah, dari yang sifatnya konvensional beralih menuju media berbasis digital.

“Ini sebuah keniscayaan. Tentu saja dengan catatan, tidak sepenuhnya meninggalkan masyarakat kita yang masih menggunakan media konvensional”, terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Nursodik, pengelolaan media publik dilakukan secara komprehensif, meliputi media-media masakini tetapi masih menggunakan “old media” yang ternyata di masyarakat masih dibutuhkan keberadaannya.

Ditambahkan Nursodik, hal yang perlu ditekankan juga adalah bagaimana supaya media publik yang dikelola pemerintah ini bisa berintegrasi satu sama lain, artinya mereka didalam menyampaikan informasi saling berhubungan, saling berkaitan dan saling bekerjasama sehingga konten yang disampaikan oleh media publik yang satu dengan yang lain itu bisa “sama” menjadi narasi tunggal.

“Tidak harus sama persis, tetapi inti dari apa yang disampaikan itu, satu sama lain tidak saling bertentangan”, tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Tarwin Patik Mustafa melalui Kepala Seksi Informasi Publik dan Media, Noor Aneka Lindawati mengungkapkan kegiatan sosialisasi ini dimaksud untuk mengenalkan media informasi publik yang dimiliki oleh Pemprov Kalsel, dan menyampaikan isu-isu prioritas pembangunan daerah provinsi Kalsel tahun 2023 serta strategi pengelolaannya.

“Selain itu, juga membuat kesepakatan bersama dalam bentuk rencana aksi dalam hal pengelolaan isu-isu prioritas pembangunan daearah Provinsi Kalsel tahun 2023,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membuat perubahan dan perkembangan yang signifikan, khususnya pada seluruh SKPD yang mempunyai kepentingan dalam rangka mengawal enam isu prioritas pembangunan di lingkungan provinsi Kalsel.

“Upaya pembangunan/pengembangan penyelenggaraan urusan tersebut, mengharuskan persepsi yang sama, sinergisitas yang tinggi, koordinasi yang terarah, dan tekad yang kuat, sehingga tujuan dan sasaran dapat terwujud,” pungkas Linda.(NRH/RDM/APR)

Gubernur Kalsel Ingatkan Tanam Pohon Untuk Antisipasi Banjir

TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, menggelar puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia, di Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut, Senin (5/6) sore. Peringatan hari lingkungan hidup sedunia tersebut, dihadiri langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Bupati Tanah Laut Sukamta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, beserta Pejabat SKPD Lingkup Provinsi Kalsel. Pada kesempatan tersebut Gubernur Kalsel beserta seluruh jajaran, juga menggelar penanaman pohon Mangrove sebanyak 7000 bibit dipesisir lahan seluas 2,5 Hektare, dengan metode rumpun berjalan. Penanaman tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan gelombang laut menuju rumah pemukiman warga, serta pohon mangrove juga akan menjadi tempat berkembang biak para ikan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, Penanaman ribuan bibit mangrove adalah aksi nyata terhadap pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan revolusi hijau. Tak lupa ia mengajak kepada Pemerintah Kabupaten-Kota, dan pihak swasta, untuk turut serta melakukan penanaman, agar dapat mengimplementasikan pengurangan emisi karbon sebagai upaya menjaga lingkungan yakni dengan menanam mangrove.

“Kita tidak akan menikmati apa yang kita tanam, namun anak-cucu dan generasi penerus kita akan memetik hasil dari yang kita tanam saat ini, ” ungkap orang yang akrab disapa Paman Birin ini.

Paman Birin melanjutkan, bumi dari tahun ke tahun selalu semakin panas. Oleh karena itu, Kalsel dengan program revolusi hijau yang sudah dicanangkan bertahun-tahun lalu lamanya, menjadi program yang penting dalam rangka mengantisipasi panas yang kita rasakan sekarang ini.

Tak lupa Paman Birin juga mengucapkan terima kasih kepada pihak swasta, yang telah peduli terhadap lingkungan. Penanaman 7000 mangrove ini, karena bumi kita yakni banua Kalsel masih memiliki lahan yang luas untuk ditanami. Dan tentu saja, Provinsi Kalsel meminta Bupati Kabupaten-Kota untuk menanam dimusim kemarau ini. Hal ini bertujuan agar dimusim penghujan nanti kita dapat memininalisir terjadinya musibah banjir.

“Ulun meminta rakyat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” tutup Paman Birin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, bahwa penanaman mangrove dilakukan secara serentak pada 13 kabupaten dan kota. Dengan membeli bibit mangrove dari nelayan setempat, penanaman mangrove di Desa Sungai Bakau karena wilayah tersebut kerap dilanda abrasi, bahkan mengikis hingga ke tepi jalan aspal. Menurutnya, menjaga ekosistem laut seperti di pinggir pantai cukup penting sebagai upaya mencegah abrasi dan mengurangi pemanasan global.

“Bibit mangrove hanya bisa hidup dari tempat bibit tersebut disemai,” ungkap Hanifah.

Ia melanjutkan, persiapan pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut dimulai dari aksi membersihkan sampah plastik di pesisir pantai. (MRF/RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN MINTA PEMKO EVALUASI REKRUT GURU PAUD

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta Pemerintah Kota, melakukan evaluasi dalam perekrutan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, kepada wartawan, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (6/6).

Yamin menjelaskan, adanya kejadian baru-baru tadi, dugaan penganiayaan oknum guru, terhadap salah satu anak yang bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dini, mendapat perhatian serius dari Wakil Rakyat. Ia meminta Dinas Pendidikan Banjarmasin dapat segera melakukan evaluasi untuk perekrutan tenaga pendidik PAUD tersebut.

“Kita tidak ingin kasus ini terjadi lagi, khususnya dalam dunia pendidikan,” ucapnya

Disampaikan Yamin, untuk menjadi tenaga pendidik khususnya di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, harus memiliki syarat dan klasifikasi yang profesional yaitu kunci utama mempunyai kesabaran sangat tinggi,
karena anak-anak itu pemikiran dan tingkah laku masih polos, lebih aktif serta agresif.

“Para guru di PAUD bukan hanya sekedar mengajar, tetapi harus memahami karakter si anak, mengingat berinteraksi secara langsung dan lebih lama,” ungkapnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, ke depan untuk lebih baik lagi dalam memberikan pengawasan, setiap lingkungan sekolah sebaiknya memiliki fasilitas yang lengkap salah satunya kamera pengawas atau CCTV. Hal itu dimaksudkan mengawasi dari berbagai bahaya tidak terduga yang terjadi di kota ini.

“CCTV itu tidak hanya ditempatkan di sekolah PAUD, TK, SD bahkan SMP, sebagai bentuk pengawasan lebih optimal di lapangan,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Diskominfo Kalsel Kunker ke 3 Kabupaten Sekaligus

TABALONG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Balangan, serta ke Kabupaten Tabalong pada Selasa (6/6). Kunjungan kerja (Kunker) tersebut dalam rangka memperkuat sinergi percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong, sebagai bentuk tindak lanjut komitmen bersama pada Rakerda Diskominfo se-Kalsel pada Mei lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabalong yang telah berhasil mengentaskan wilayah blank spot di daerahnya. keberhasilan tersebut bisa menjadikan Kabupaten Tabalong sebagai kabupaten percontohan dalam penerapan pemerintahan berbasis smart city. Sehingga wilayah atau desa yang ada di Kabupaten Tabalong sudah tidak terdapat lagi blank spot, dalam rangka program smart city.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhamad Muslim

“Kita mendorong agar Pemerintah Kabupaten Tabalong membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal agar keamanan informasi tetap terjaga, dan bisa diintegrasikan dengan tim CISRT di Pemerintah Provinsi Kalsel,” ucap Muslim.

Ia mengungkapkan, selain Kabupaten Tabalong yang telah berhasil menerapkan Pemerintahan berbasis smart city, Kabupaten Balangan pun akan dibantu Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk mengawal kelancaran pelaksanaan tiga urusan utama Diskominfo, yakni urusan informasi komunikasi publik, persandian dan keamanan, serta urusan statistik. Salah satunya terkait dengan pengentesan wilayah blank spot, yang saat ini masih terdapat 19 persen desa di Kabupaten Balangan yang masih terdapat blank spot.

“Dengan membuat perencanaan yang baik dan disampaikan kepada pemerintah pusat, agar di lokasi-lokasi strategis tertentu diwilayah blank spot tersebut bisa diusulkan untuk dibangunkan Base Transceiver Station (BTS),” lanjut Muslim.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Diskominfo Kalsel, juga mendorong Pemerintah Kabupaten Balangan untuk membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal keamanan siber dan informasi di Pemerintahan Kabupaten Balangan. Selain itu, kabupaten Balangan juga dihimbau agar memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Balangan dengan cara menyampaikan aspirasinya melalui aplikasi SP4N-LAPOR.

“Ini juga yang termasuk kita komitmenkan bersama, untuk kita berharap Pemerintah Kabupaten Balangan membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal keamanan siber dan informasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, bukan hanya Tabalong dan Balangan yng jd sasaran kunjungan kerja Diskominfo Provinsi Kalsel kali ini, tapi sebelumnya Senin (5/6) pihaknya juga mengunjungi Pemkab Hulu Sungai Utara. (MRF/RDM/APR)

ATLET GULAT KALSEL IKUTI KEJUARAAN INTERNASIONAL GULAT PANTAI DI SINGAPURA

BANJARMASIN – Atlet Gulat Provinsi Kalimantan Selatan akan mengikuti Kejuaraan Internasional Gulat Pantai (Pasir) di Singapura.

Sekretaris Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Kalimantan Selatan Rijal Hamid mengatakan, satu atlet gulat Kalsel berhasil lolos untuk mengikuti kejuaraan internasional Gulat Pasir atau Pantai di Singapura tersebut.

“Seleksi dilaksanakan di Kaltim belum lama tadi,” ungkap Rizal.

Atlet tersebut, lanjutnya, atas nama Fahriansyah, yang berhasil menang pada seleksi kejuaraan tersebut.

“Sedangkan atlet gulat putri andalan Kalsel Roxana tidak bisa mengikuti kejuaraan tersebut, padahal sudah dipastikan lolos,” jelas Rizal lebih lanjut.

Sekretaris PGSI Kalsel Rijal Hamid

Namun, tambahnya, karena terkendala kewarganegaraan, meski sudah menjadi warga negara Indonesia, namun masih tercatat sebagai atlet gulat di Rumania.

Dalam kesempatan tersebut, Rijal juga menyampaikan keberhasilan atlet gulat junior Kalsel, yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kaltim, pada 26 – 27 Mei 2023 lalu.

“Provinsi Kalimantan Selatan mengirimkan 7 atlet gulat junior pada Kejurnas di Kaltim,”ujarnya.

Dan, ketujuh atlet tersebut berhasil memperoleh medali. Yang terdiri dari 4 medali emas, 2 medali perak, serta 1 medali perunggu.

“Melihat hasil tersebut maka PGSI bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus melakukan pembinaan terhadap atlet atlet gulat junior tersebut. Agar dapat terus memberikan prestasi untuk Banua ini kedepannya,” ucap Rijal. (SRI/RDM/APR)

Jembatan Penghubung Pulau Laut – Pulau Kalimantan Berlanjut Mulai Tahun 2024

BANJARBARU – Pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut ke Pulau Kalimantan dipastikan berlanjut mulai tahun 2024 mendatang.

Usai memimpin rapat keberlanjutan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu itu, di Ruang Rapat Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, Selasa (6/6), Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar mengaku belum dapat memastikan biaya pembangunan jembatan. Karena masih dalam proses pengkajian yang direncanakan dapat selesai di tahun ini.

“Kita sedang menggali informasi terkait data. Berapa clearance yang akan kita bangun dan biaya yang harus dipenuhi, supaya pelaksanaannya bisa kita lanjutkan segera,” ujarnya.

Roy menyebut, pembangunan akan dilakukan secara bertahap melalui APBD Pemprov Kalsel sebesar Rp 300 miliar serta Pemkab Kotabaru dan Tanah Bumbu masing-masing Rp 100 miliar mulai tahun 2024, berlanjut hingga lima tahun kedepannya.

“Kekurangan dana akan kita carikan lagi nanti solusinya,” ungkapnya.

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar saat memberikan keterangan kepada wartawan

Roy menjelaskan, dana APBD itu digunakan untuk membangun jembatan atau jalan terdekat. Sehingga kedua sisi akan lebih cepat pembangunannya.

“Kalau dari pusat dananya tahun 2030, nanti kita coba minta bantuan dari DPR RI dan lainnya untuk menyampaikan ke Kementrian agar pencairan dana pusat bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Di tempat sama, Sekda Kabupaten Kotabaru, Said Akhmad berharap keberadaan jembatan yang menjadi salah satu proyek kebanggan Kalsel itu segera terwujud.

“Kenapa kita mendesak juga karena salah satu laut terdalam itu ada di Pulau Laut, di Mekar Putih kalau kita ingin membuat pelabuhan internasional,” ujarnya.

Ia menyayangkan anggaran pusat akan cair tahun 2030 untuk jembatan penghubung itu. Padahal sejak 2015 lalu, menurutnya Pemerintah setempat sudah menghabiskan dana APBD untuk pembebasan lahan dan sebagainya mencapai Rp 100 miliar.

Selain itu, menurutnya, semakin lama proses pembangunan nilai biaya yang dikeluarkan juga akan semakin tinggi.

“Bagaimana ini bisa cepat terselesaikan, kalau alasan pusat tadi tahun 2030. Kita tidak sepakat karena pembangunannya sudah jalan,” imbuhnya.

Melalui jembatan penghubung ini, Ia berharap dapat berpengaruh terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanah Bumbu.

“Ini juga menarik minat investor dari China. Mereka mengaku siap. Kita hanya menunggu MoU antar Pemka Kotabaru, Tanah Bumbu dan Pemprov Kalsel,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Mantan Pekerja Kontraknya Jadi Tersangka, Ini Klarifikasi Pelindo Sub Regional Kalimantan

Banjarmasin – Baru – baru ini, petugas di bandara internasional Syamsudin Noor, dikejutkan dengan adanya temuan satu pucuk senjata api di kargo bandara. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkannya ke Polsek Liang Anggang.

Tidak lama kemudian, tepatnya pada Minggu (4/6), aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi pemilik senpi tersebut, dan menjadikannya sebagai tersangka. Sebab, di rumah yang bersangkutan, ternyata ditemukan senjata api lainnya beserta amunisi. Diduga telah terjadi tindak pidana jual beli senjata api ilegal.

Dari informasi yang beredar, tersangka berinisial TS itu, diduga merupakan pegawai salah satu BUMN, yakni Pelindo Sub Regional Kalimantan.

Atas informasi yang beredar tersebut, maka Deputi Manager Umum, Humas dan TJSL Pelindo Sub Regional Kalimantan, Suprayogi Sumarkan melalui rilis resminya, menyampaikan sejumlah klarifikasi terkait kasus ini.

Dalam rilis resminya yang diterima Abdi Persada FM pada Senin (5/6), Pelindo Sub Regional Kalimantan, menyatakan sikap tegasnya menolak tindakan melanggar hukum.

“Pelindo telah menerima pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian terkait perkara tersebut,” ujarnya.

Suprayogi juga menegaskan, bahwa tersangka TS sudah berstatus sebagai mantan pekerja, sebelum kasus ini terjadi.

“Terduga pelaku pernah tercatat sebagai pekerja kontrak anak perusahaan Pelindo group dan telah habis masa kontrak sebelum pengungkapan perkara oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Meski begitu, Pelindo kooperatif dan terbuka, mendukung pihak berwajib melakukan proses hukum pengungkapan perkara itu. Berkaitan dengan ditemukan barang bukti di kantor Pelindo, pihak Pelindo menyerahkan pengusutan kepemilikan barang bukti tersebut kepada pihak kepolisian.

“Pihak Pelindo akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan apabila dikemudian hari ditemukan keterlibatan pekerja aktif Pelindo dalam pengusutan perkara ini,” tegasnya.

Dalam upaya menjaga integritas perusahaan dan para pegawainya, Pelindo terus berkomitmen mengedepankan Core Value BUMN “AKHLAK” dalam setiap tindakan dalam pekerjaan dan keseharian para pegawainya. (PELINDO-RIW/RDM/APR)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2023

BANJARMASIN – Bisnis Indonesia menggelar Bisnis Indonesia Award(BIA) 2023 dengan mengangkat tema Bertumbuh di Era Baru.

Momen penyerahan penghargaan kepada Bank Kalsel di Jakarta

Tema tersebut dipilih untuk memberikan apresiasi kepada dunia usaha yang mampu menjaga pertumbuhan positif selama periode 3 tahun. BIA merupakan kegiatan tahunan Bisnis Indonesia Group. Pelaksanaan tahun ini
adalah yang ke-21 kali semenjak pertama kali digelar pada 2002.

Pada tahun ini, BIA menganugerahkan penghargaan kepada perusahaan berkinerja baik diberbagai
sektor, khususnya perusahaan terbuka yang tercatat di pasar modal, serta pemimpin puncak yang diberikan kepada 29 sektor industri, tujuh sektor perbankan, dan sekuritas.

Perusahaan penerima BIA 2023 dipilih berdasarkan penilaian Dewan Juri yang terdiri atas Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 2017—2022 Wimboh Santoso, Wakil Menteri Keuangan 2014—2019 Mardiasmo, Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Lulu Terianto, Direktur PT Indovesta Utama Mandiri Rivan Kurniawan, dan Direktur PT Bahana TCW Investment Management Doni Firdaus.

Pada gelaran yang dihelat di Jakarta tersebut, Bank Kalsel dianugerahi penghargaan sebagai Perbankan Terbaik.

Penghargaan tersebut diterima oleh Andhy Andriawan selaku Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Jakarta, mewakili manajemen Bank Kalsel, akhir Mei lalu.

Bank Kalsel menjadi juara pada kategori Bank Pembangunan Daerah dengan aset Rp15 trilyun hingga Rp30 trilyun. Pada kategori ini, Bank Kalsel mengungguli empat BPD lainnya, yaitu Bank Sulselbar, Bank Kalbar, Bank DIY, dan Bank Sulutgo.

Sepanjang triwulan pertama tahun 2023, Bank Kalsel mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp11,86 trilyun dan pembiayaan syariah senilai Rp1,88 trilyun. Nilai ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang masing-masing senilai Rp10,00 trilyun dan Rp1,47 trilyun.

Dari sisi himpunan dana pihak ketiga, Bank Kalsel mencatatkan Rp17,39 trilyun yang terdiri dari giro senilai Rp6,94 trilyun, tabungan Rp4,47 trilyun, dan deposito Rp6 trilyun.

Aset Bank Kalsel terpantau naik 26,18% dari Rp17,57 trilyun menjadi Rp22,17 trilyun.

Pada kesempatan yang berbeda, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi atas kemampuan Bank Kalsel dalam menjaga pertumbuhan kinerja positif selama periode tiga tahun yang penuh tantangan, khususnya selama masa pandemi COVID-19 yang penuh tantangan.

“Semua raihan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh insan Bank Kalsel, maupun dukungan serta kepercayaan dari seluruh Pemegang Saham dan nasabah setia Bank Kalsel. Semoga penghargaan ini menjadi pelecut semangat perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan, serta dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version