Masifkan Promosi Minat Baca, Pemprov Kalsel Gandeng Mahasiswa Program Kampus Mengajar

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel terus bergerak meningkatkan minat baca dan literasi generasi muda di Banua.

Dengan menerjunkan Tim Perpustakaan Kelilingnya, Dispersip Kalsel bekerjasama dengan mahasiswa yang tergabung dalam program Kampus Mengajar, pihaknya menyasar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Mekar 4 Kota Banjarmasin belum lama ini.

Membawa ratusan buku dangan sepeda motor trail pustaka, pihaknya disambut antusias anak-anak, yang terlihat haus akan bacaan dan buku baru.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie melalui siaran pers Dispersip Kalsel mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memasifkan program promosi minat baca ke sekolah-sekolah yang ada di Banua.

Kita tidak hanya berdiam diri menunggu pemustaka datang ke perpustakaan, tetapi juga bergerak jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah di Kalsel menggunakan armada perpustakaan keliling kami,” katanya, belum lama tadi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kegiatan Kampus Mengajar di SDN Karang Mekar 4, Rahmad Khairinor mengungkapkan, didatangkannya tim tersebut, dalam rangka implementasi peningkatan literasi.

“Semoga ini dapat berlanjut dan dapat lebih banyak lagi menyasar sekolah, hingga dapat mendorong literasi generasi penerus,” ungkap Nurliani.

Diketahui, Tim Perpustakaan Keliling milik Pemerintah Provinsi Kalsel ini selalu menyasar ke berbagai lembaga pendidikan, hingga memenuhi permintaan untuk dikunjungi dalam upaya peningkatan minat baca masyarakat. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN MINTA PEMKO AWASI HEWAN QURBAN DARI LUAR DAERAH

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta Pemerintah kota mulai sekarang melakukan pengawasan, kedatangan hewan qurban dari luar daerah.

Hal itu disampaikan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (5/6).

Bambang mengatakan, pelaksanaan Hari Raya Idul Adha memang masih tiga pekan lagi, pihaknya ingin Pemerintah kota mulai sekarang melakukan pengawasan lebih intens terhadap hewan qurban, baik yang didatangkan dari Kabupaten, maupun luar daerah, agar memberi rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengkonsumsinya.

“Kami ingin Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarmasin mengecek kondisi hewan qurban,” pintanya

Disampaikan Bambang, dengan rutinnya dilakukan pengecekan yaitu ke tempat penjualan hewan qurban, baik sapi dan kambing, untuk memastikan kesehatan hewan ternak tersebut, yaitu tidak terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

“Kondisi hewan harus sehat, higienis, dan layak konsumsi bagi warga,” ucap Politisi Demokrat DPRD Banjarmasin

Lebih lanjut Bambang mengimbau, bagi masyarakat yang akan membeli hewan qurban ada beberapa langkah pertama teliti, yaitu periksa dan pastikan hewan ternak baik sapi dan kambing dalam keadaan sehat, kemudian umurnya layak, serta tidak hamil. Mengingat ibadah qurban ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali, maka haruslah menyesuaikan syarat yang sah dengan sebaik-baiknya.

“Mari kita sambut perayaan Hari Raya Idul Adha, dengan penuh kegembiraan untuk berbagi dengan sesama,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

JEMAAH HAJI ASAL BANJARMASIN DILEPAS WAKIL WALIKOTA

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan, shalat hajat sekaligus pelepasan jemaah haji Kota Banjarmasin, di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Senin (5/6).

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan, untuk jumlah jemaah haji Kota Banjarmasin sebanyak 562 orang.

“Dengan jumlah sebanyak 6 kloter,” ungkap Arifin.

Dengan usia tertua jemaah haji Kota Banjarmasin 85 tahun, serta termuda berusia 18 tahun. Keduanya merupakan jemaah haji perempuan.

“Pemko Banjarmasin tentunya berharap, seluruh jemaah haji tersebut, dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar serta dapat kembali di Kota Banjarmasin dengan selamat,” ujar Arifin.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor kementerian Agama Kota Banjarmasin Zainal Muttaqin mengatakan, rencananya para jemaah haji asal Kota Banjarmasin ini, akan diberangkatkan pada Selasa 6 Juni 2023 ke asrama haji. Kemudian akan diberangkatkan ke Arab Saudi, untuk menjalankan ibadah haji tersebut.

“Untuk keberangkatan jemaah haji Kota Banjarmasin ini, masuk ke dalam kloter 7, untuk keberangkatan pertama,” ujarnya.

Menanggapi adanya informasi adanya keterlambatan jemaah haji, Zainal mengatakan, untuk kloter haji Kota Banjarmasin tidak pernah terjadi keterlambatan.

“Keterlambatan terjadi pada keberangkatan kloter 4 dan 5, yang diisi oleh jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Tengah,” ucap Zainal. (SRI/RDM/APR)

Layanan BTS Banjarbakula Direncanakan Hingga Ke Martapura Kota

BANJAR – Layanan angkutan umum berbasis layanan Buy The Service (BTS) Banjarbakula direncanakan dapat menjangkau hingga ke Martapura Kota, Kabupaten Banjar.

Sejak diresmikan pada akhir Desember 2022 lalu, angkutan umum berupa Bus itu sudah melayani sebagian wilayah di Kabupaten Banjar yakni Kecamatan Gambut dan sekitarnya.

Demi peningkatan akses layanan publik ke masyarakat, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengaku sudah menyurati pihak ddBalai Transportasi Darat, agar Bus BTS dapat menjangkau hingga ke wilayah Martapura Kota.

“Kami minta dari terminal di Bundaran Banjarbaru ke arah Ponpes Darussalam, tujuannya memberikan layanan ke masyarakat termasuk angkutan untuk santri juga,” ujarnya, Senin (5/6).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana

Nyoman menyebut, layanan tidak menjangkau hingga ke Kecamatan Simpang Empat karena sisa jarak yang disepakati dengan perusahaan penyedia layanan BTS hanya berkisar 4 Kilometer.

“Berdasarkan hitungan, diperkirakan jumlah penumpang ke arah sana juga sedikit,” ungkapnya.

Rencana pemekaran layanan ini dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap angkutan umum lain. Pasalnya, Nyoman mengaku sudah menyusun strategi agar angkutan lain seperti Andes (angkutan desa) menjadi trayek pengumpan (feeder) penumpang ke lokasi BTS nanti.

“Intinya kita kan yang namanya pemerintah, masyarakat dan pengusaha ini saling bersinergi, bermitra dan sudah menyusun rencana agar tidak ada yang dirugikan,” tuturnya.

Nyoman berharap rencana pengembangan layanan BTS ini dapat berpengaruh positif terhadap layanan transportasi darat di Kabupaten Banjar, termasuk dalam penanganan inflasi di bidang transportasi.

“Mudah-mudahan keinginan Pemkab Banjar ini bisa ditanggapi positif oleh masyarakat,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Selain Jembatan Penghubung, Jalan di Desa Tajau Landung Bakal Direhabilitasi

BANJARBARU – Jalan di Desa Tajau Landung, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, bakal direhabilitasi. Pasalnya, akses ini juga menjadi satu-satunya penguhubung menuju Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Kabid Bina Marga, Azan Syariful Muaz, mengungkapkan, jalan yang juga terhubung dengan Desa Galam Rabah itu ternyata mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga, Pemerintah Provinsi Kalsel bakal melakukan perbaikan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Azan Syariful Muaz saat menjelaskan proyeksi penanganan jembatan dan ruas jalan rusak di Tajau Landung, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Jalan di Tajau Landung ini kan lumanyan rusak parah. Insha Allah, sebagiannya nanti bisa kami perbaiki di 2023,” ujarnya, baru-baru tadi.

Sebagai pendukung, ia membeberkan, bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penuntasan proyek Jembatan Bahandang yang menghubungkan antara Jejangkit (Batola) dan Tajau Landung (Banjar) yang bahannya terbuat dari kayu ulin pilihan.

Jembatan Behandang, perbatasan antara Tajau Landung (Banjar) – Jejangkit (Batola) yang bahannya terbuat dari kayu ulin progresnya sudah mencapai 90 persen. (Foto:Ist/DinasPUPRKalsel)

“Kami memperbaiku jembatan kayu dulu. Namun, akan dibangun jembatan baru lagi tetapi tidak di posisi jembatan lama. Gunanya nanti untuk memperlancar akses kegiatan keagamaan baik itu mengikuti haul atau berziarah ke makam Datu Kelampayan atau pun Guru Sekumpul di Martapura,” papar Azan.

Dari total anggaran yang dikeluarkan, Dinas PUPR Kalsel telah mengalokasikan dana proyeksinya sebanyak hampir Rp21 miliar. Di mana, kucuran tersebut peruntukkannya hanya membangun Jembatan Bahandang sebagai penghubung antara Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

“Ini belum termasuk perbaikan jalan di Tajau Landungnya sendiri,” ungkapnya.

Disisi lain, Azan mengungkapkan, meski ruas jalan dari Jejangkit menuju jembatan sudah mulus. Tetapi, dirinya menyebutkan, kendala yang terjadi di lapangan adalah air pasang dan menyebabkan aksesnya terhambat hingga susah dilewati.

“Ini memang menjadi perhatian kami, karena bila air pasang lumayan tinggi menutupi jalan. Tetapi, adanya jembatan itu tidak akan terendam air,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya bakal terus melakukan perbaikan secara bertahap dengan menyesuaikan anggaran yang disediakan Pemprov Kalsel.

“Karena ini kewenangan provinsi maka akan kami usahakan untuk diperbaiki,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

Keberangkatan BDJ 04 Tertunda, Kemenag Protes Keras ke Garuda

Jakarta – Keberangkatan 328 jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) 4 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 04) tertunda, akibat adanya kerusakan teknis pesawat Garuda Indonesia. Direktur Layanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab menyampaikan protes ke Garuda Indonesia atas persoalan ini.

BDJ 04 seharusnya diberangkatkan pada Sabtu (3/6) pukul 02.40 WITA. Sesuai jadwal, jemaah haji pun sudah dilepas keberangkatannya pada Jumat (2/5) pukul 23.00 WITA, dari asrama haji ke bandara Syamsuddin Noor. Namun, jemaah akhirnya kembali ke asrama haji karena ada informasi kerusakan teknis pesawat.

“Kami sudah sampaikan protes ke Garuda Indonesia atas peristiwa ini. Apalagi, info adanya kerusakan teknis baru terinformasikan setelah jemaah berada di bandara. Kami minta Garuda menyampaikan permohonan maaf dan berharap ada kompensasi yang diberikan ke jemaah,” tegas Saiful Mujab di Jakarta, Sabtu (3/6).

Menurut Saiful Mujab, protes keras disampaikan, karena ini bukan kejadian yang pertama. Kejadian yang sejenis juga pernah dialami jemaah Embarkasi Banjarmasin pada operasional haji 2022. Saat itu, kepulangan mereka tertunda karena ada persoalan teknis. Kejadian lainnya juga menimpa jemaah asal Embarkasi Banjarmasin pada tahun 2019. Bahkan saat itu, peristiwa yang terjadi berdampak pada tertundanya keberangkatan tiga kloter berikutnya.

Kementrian Agama meminta Garuda Indonesia dapat memberikan solusi terbaik agar jemaah dapat segera berangkat secara bersama-sama dalam satu kloter menuju tanah suci.

“Solusi segera diperlukan agar persoalan ini tidak berdampak pada kloter-kloter berikutnya,” tandasnya.

Sementara itu, menanggapi insiden ini, pihak Garuda Indonesia mendatangkan pesawat Airbus 330-400, sebagai pesawat pengganti untuk mengangkut jemaah haji kloter 4 asal Barito Selatan dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Kapasitasnya memang lebih kecil, sehingga ada 41 jemaah yang harus kita joining lewat Solo atau Kualanamu,” jelas General Manager Garuda Indonesia cabang Banjarmasin, Agung Gunawan, saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (4/6) siang.

Agung memastikan, langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penundaan berkepanjangan bagi kloter – kloter berikutnya.

“Pesawat pengganti ini tiba di bandara Syamsudin Noor sekitar jam 6 sore. Setelah persiapan dan segala sesuatunya, maka dijadwalkan kloter 4 diberangkatkan sekitar jam 9 malam,” urainya.

Sementara untuk kloter 5 asal Kotawaringin Barat, Barito Timur dan Lamandau Kalimantan Tengah yang terkena dampak penundaan ini, Agung memastikan, bahwa pihaknya juga bertanggung jawab penuh. Hal itu mengingat, kloter 5 belum dapat diterima pihak asrama haji Embarkasi Banjarmasin, karena kloter 4 masih harus bertahan menunggu keberangkatan.

“Kloter 5 kami inapkan di hotel sekitar asrama haji, dengan fasilitas yang disiapkan Garuda Indonesia,” tutupnya.

Informasi dari pihak PPIH Embarkasi Banjarmasin, kloter 5 sudah diberangkatkan ke tanah suci pada Senin (5/6) pagi, setelah melalui proses pelepasan keberangkatan pada diniharinya. (KemenagRI-RIW/RDM/APR)

Nonbar Invisible Hopes, DP3A Siap Tindaklanjuti Temuan di Kalsel

Banjarmasin – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan, bersama Lam Horas Film, menggelar nonton bareng film Invisible Hopes di Studi XXI Banjarmasin, pada Sabtu (3/6) siang.

Film yang disutradarai dan diproduseri Lamtiar Simorangkir ini, merupakan film pemenang penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik, dan Penyutradaraan Film Panjang Perdana pada Festival Film Indonesia dan Piala Maya tahun 2021.

Hadir pada nonton bareng ini Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Kepala DP3A Provinsi Kalsel, Adi Santoso dan produser sekaligus sutradara film, Lamtiar Simorangkir.

Pasca nonton bareng, kepada Abdi Persada FM, Kepala DP3A Provinsi Kalsel, Adi Santoso mengaku kaget, dengan adanya fakta bahwa ada anak yang harus hidup di balik jeruji penjara, hanya karena terlahir saat sang ibu menjadi narapidana.

Seluruh penonton berfoto bersama usai nonbar

“Film ini mengungkap fakta, yang menjadi inspirasi bagi kita, untuk berkolaborasi lebih baik, menyelesaikan persoalan ini”, jelasnya.

Adi juga memuji Invisible Hopes sebagai sebuah tontonan yang mengedukasi, dan menjadi pengingat seluruh instansi pemerintah untuk bekerja lebih baik lagi, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini sesuai pula dengan pesan Paman Birin (gubernur Kalsel), agar diminta mencatat semua pesan – pesan yang disampaikan dalam film, dan juga harapan para penonton.

“Kami akan segera menindaklanjuti pemenuhan hak – hak perlindungan perempuan dan anak di wilayah provinsi Kalsel, khususnya di lapas perempuan”, tutupnya.

Sementara itu, sutradara sekaligus produser film Invisible Hopes, Lamtiar Simorangkir mengaku sangat senang, bahwa stakeholder di Kalimantan Selatan langsung berkomitmen untuk menindaklanjuti fakta yang disampaikan dalam film Invisible Hopes ini.

“Semoga ini benar – benar langsung dilaksanakan, dan siapa tahu Banjarmasin justru menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam hal penanganan persoalan ini”, urainya kepada Abdi Persada FM.

Idealnya menurut Lamtiar, nonton bareng dan diskusi film Invisible Hopes ini digelar diseluruh kota besar di Indonesia, namun karena kendala anggaran, maka hanya kota terpilih yang berkesempatan melaksanakan kegiatan ini.

“Banjarmasin ini kalo tidak salah menjadi kota ke-15 atau ke-16. Dan juga jumlah warga binaan di lapas Banjarmasin, termasuk yang paling tinggi di Indonesia “, tutupnya.

Pemberian souvernir kepada stakeholder pendukung nonbar Invisible Hopes

Acara nonton bareng sekaligus diskusi film Invinsible Hopes ini, turut didukung Abdi Persada FM, dan dua media cetak dan elektronik lainnya. Kegiatan ini mengundang sejumlah SKPD lingkup pemerintah provinsi yang mengurusi masalah perempuan dan anak, lembaga bantuan hukum, Ombudsman Kalsel dan juga organisasi peduli anak serta perempuan di Kalsel.

Film dokumenter berdurasi hampir 2 jam ini, memotret kehidupan tahanan dan narapidana perempuan, yang harus hidup dibalik jeruji dengan kondisi hamil. Bahkan ada yang harus melahirkan di dalam penjara, sehingga bayinya pun harus hidup di dalam sel. Kondisi ini membuat banyak hak anak yang tidak terpenuhi. Diantaranya hak untuk mendapatkan kebebasan bermain, layanan kesehatan yang layak, serta mendapatkan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran. (ADV-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version