Kebun Raya Banua Dinilai Berpotensi Baik Terhadap Ekonomi dan Pariwisata

BANJARBARU – Kebun Raya Banua dinilai berperan baik dalam sektor perkembangan kawasan pariwisata dan ekonomi. Apalagi, setelah berhasil menerima penghargaan terbaik ke II dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentu profesionalitas dari pengelolannya harus terus ditingkatkan.

Penghargaan yang diberikan BRIN kepada Kebun Raya Banua sebagai peringkat ke II secara nasional

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel, Muhammad Amin, menyebut, tidak hanya dalam pengelolaannya saja yang sudah menjalankan konsep profesional. Melainkan secara pendapatan pun turut ikut melampui batas penetapan target.

Kepala BRIDA Provinsi Kalsel Muhammad Amin usai menjelaskan potensi dan perkembangan dari Kebun Raya Banua

“Kita lihat pada tahun 2022 lalu targetnya kan Rp380 juta. Namun setelah terealisasi ternyata melebihi target yang naik dua kali lipat hampir 800 jutaan,” ucapnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (25/5).

Terlebih, kata dia, saat ini Kebun Raya Banua dibawah naungan BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan masih menjajaki masa peralihan status dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Harapan kami, jelas mereka bisa terus melakukan pengembangan potensial agar nantinya Kebun Raya Banua dapat menjadi destinasi wisata yang selalu diminati pengunjung,” harapnya.

Ia juga menyarankan, sebagai tindaklanjut untuk peningkatan kualitas agar sekiranya terus mengalami perkembangan dan dapat berdaya saing. Kebun Raya Banua diperbolehkan untuk studi tiru.

“Silahkan kalau mau mendatangi Kebun Raya Indrokilo Boyolali atau Kebun Raya Bogor yang setidaknya bisa meningkatkan kualitas. Kalau nanti ada penilaian ya target bisa diperingkat pertama, kalau pun idak jangan sampai prestasi menurun,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kebun Raya Banua, Adilla Redha Yanti, menyampaikan, pihaknya terus melakukan pembenahan serta peningkatan fasilitas.

“Kami akan terus berbenah dan bekerja keras agar menjadi lebih baik baik,” tuturnya.

Hasil data penerimaan 2022 lalu menunjukkan jumlah pendapatan mencapai Rp756 juta atau mengalami kenaikan sebesar 202 persen.

“Peningkatannya terjadi karena pada saat ini pandemi COVID-19 telah melandai. Terjadi kenaikan pada triwulan IV,” paparnya.

Sementara dari sektor kedatangan pengunjung ke Kebun Raya Banua, dibeberkannya, turut ikut merangkak naik hingga 662 persen.

“Pengunjung wisatawan di tempat kita tercatat mencapai 180.724 orang itu total keseluruhan pada tahun 2022 lalu,” paparnya. (RHS/RDM/RH)

PLTB Tanah Laut Jadi Pemasok Listrik Cadangan IKN Nusantara

BANJARBARU – Proyek masa depan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang bakal dibangun di Tanah Laut, Kalsel, telah dilirik perusahaan. Mereka adalah PT Adaro Power dan PT Pembangkit Listrik Jawa Bali Investasi milik PLN Persero.

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, melalui Kabid Energi, Nazaruddin Al Haidar, mengungkapkan, dua perusahaan itu menyatakan siap membeli cadangan listrik hasil tenaga kincir angin raksasa ini.

“Dari informasi yang kami dapatkan dari Kementerian ESDM untuk Adaro itu sebesar 60 Mw dan PLN sekitar 40 Mw (Megawatt),” ujarnya, baru-baru tadi.

Ia membeberkan, besaran volume listrik keseluruhan dari hasil olah kincir raksasa itu diperkirakan mampu mengumpulkan hingga 312 Megawatt.

“Ini cukup besar dan cukup untuk pasokan listrik cadangan kita. Sementara kalau investasi tentu ada nantinya melalui pendatangan kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan pihak yang terlibat dalam pemanfaatan listrik dari PLTB,” ucapnya.

Dari hasil survey sebelumnya, kata dia, strategisnya berada di pegunungan Meratus. Setelah dilakukan studi kelayakan (FS) potensial untuk dapat menghasilkan tenaga listrik ternyata lebih dominan di kawasan pantai lepas di Tanah Laut.

“Kami mulai melakukan survey awal itu 23 Maret 2023 dan desain PLTBnya juga sudah ada. Nanti bakal dimasukkan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalsel sekaligus menyesuaikan peraturan menteri dari 12 mil laut karena rencananya dibuat di tepian pantai dan ditanam. Hasil survey ternyata angin kencang itu di laut,” bebernya.

Ia mengungkapkan, pembangunan ini dipastikan tetap berlanjut. Apalagi, PLTB yang dibangun di Tanah Laut itu bakal diproyeksikan untuk kebutuhan pasokan listrik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Artinya, suplai listrik dari kita di Kalsel melalui PLTB di Tanah Laut,” ungkapnya.

Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional itu, ungkap Nazaruddin, sesuai dengan hasil diskusi dengan Kementerian ESDM sementara hanya akan ada satu pancang tiang yang dipasang untuk kebutuhan listrik.

“Kincir angin listrik (PLTB) ini akan beroperasi pada 2045 mendatang. Proyeknya juga melibatkan Pemprov Kalsel, Pemkab Tala,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

UPPD Samsat Martapura Gelar Sosialisasi PAP Kepada Wajib Pajak

BANJAR – Dalam rangka meningkatkan pendapatan Pajak Air Permukaan (PAP), Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura akan melaksanakan sosialisasi kepada pelanggan wajib pajak.

Disampaikan Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, Kepada Abdi Persada FM, baru – baru tadi.

Zulkifli menyampaikan, dalam rangka meningkatkan PAP diwilayah Kabupaten Banjar, pihaknya selalu melaksanakan intesipikasi dan juga estenpikasi kepada pelanggan wajib pajak, dengan selalu memberikan sosialisasi tentang PAP. Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, dalam rangka untuk menambah wajib pajak diwilayah Kabupaten Banjar.

“Realisasi PAP di Kabupaten Banjar mulai Januari hingga Mei ditahun 2023, mencapai Rp.3,5 Milyar atau dengan persentase sebesar 44,7 persen. Capaian ini terbilang masih rendah, dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 8Milyar lebih, hingga akhir tahun,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan, menjadi penyumbang terbesar Pajak Air Permukaan (PAP), di Kabupaten Banjar, dengan persentase mencapai 89,1 Persen hingga bulan Mei ditahun 2023. Selain PLTA Riam Kanan, PT Air Minum Intan Banjar menduduki posisi kedua penyumbang PAP terbesar, dengan persentase sebesar 7,4 persen.

“Kemudian disusul dari sektor pertambangan 2,6 persen, dan perkebunan 0, 9 persen,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, dalam rangka meningkatkan PAP diwilayahnya, pihaknya juga terus mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) No 038, Tahun 2021, untuk menambah pelanggan wajib pajak dibidang PAP, kegiatan jemput bola dilaksanakan dalam rangka sosialisasi tentang Pergub No 038, Tahun 2021. bagi wajib pajak yang belum mengetahui tentang peraturan gubernur tersebut, pihaknya terus melaksanakan sosialisasi dari pintu ke pintu disetiap perusahaan yang memakai air untuk kegiatan mereka.

“Apabila pelaku perusahaan sudah memahami terkait Pergub No 038, Tahun 2021. Maka kami akan menjadikan mereka sebagai wajib pajak,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Jelang Keberangkatan, Satu Jemaah Haji Asal Banjar Wafat

BANJAR – Empat hari jelang keberangkatan kelompok terbang pertama asal kabupaten Banjar, Humas Kementrian Agama Banjar mengumumkan berita duka. Satu jemaah haji asal kecamatan Karang Intan, meninggal dunia pada Kamis (25/5) sore. Jemaah yang wafat tersebut bernama Awariyah Masyuni Majri usia 50 tahun 4 bulan, warga jalan Datu Panjang, Madi Kapau Timur Karang Intan Kabupaten Banjar.

Almarhumah Awariyah merupakan salah satu jemaah haji Kalsel kloter pertama, yang akan diberangkatkan perdana pada Senin (29/5). Almarhum tercatat mendaftar sebagai jemaah haji pada 9 Desember tahun 2010 lalu.

“Keluarga besar Kementerian Agama Kalsel dan PPIH Embarkasi Banjarmasin turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah, semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran”, ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd saat mendengar kabar tersebut.

Hal ini memang sangat disayangkan, mengingat operasional pemberangkatan haji tinggal menghitung hari. Tentu sudah banyak persiapan dan rencana yang telah dilakukan almarhumah untuk berangkat haji.

“Akan tetapi sebagai manusia kita hanya bisa berencana, namun Allah SWT jua lah yang menentukan dan menghendaki apakah kita bisa melaksanakan ibadah haji atau tidak,” tambah Tambrin.

Tambrin menceritakan kasus meninggalnya jemaah haji menjelang keberangkatan haji sudah sering terjadi, bahkan ada yang sudah sampai di embarkasi meninggal dunia.

“Seperti kasus dua hari yang lalu diberitakan satu orang jemaah haji asal Surabaya satu hari menjelang keberangkatan meninggal dunia,” katanya.

Oleh karena itu, Tambrin kembali mengingatkan seluruh jemaah haji yang akan berangkat, agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dengan sebaik-baiknya dan penting juga untuk senantiasa berdoa kepada Allah, agar diberikan kesehatan dan keselamatan serta kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji.

“Semoga semua jemaah haji diberikan umur yang panjang dan kesempatan dapat melaksanakan haji dengan sempurna,” harapnya. (KANWIL.KEMENAG.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version