Melalui Sosialisasi Pajak Daerah di Kalsel, Diharapkan Seluruh Realisasi Pendapatan Mampu Tercapai

TANAH BUMBU – Potensi pajak daerah terus digenjot. Apalagi hadirnya Perda Nomor 5 Tahun 2011, implementasi terhadap target penerimaan mampu tercapai secara maksimal.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi mengatakan dalam mengoptimalkan pendapatan kas daerah tentu manfaat yang dirasakan masyarakat cukup banyak termasuk perbaikan infrastruktur hingga pembangunan.

“Kita ketahui, 70 persen untuk kabupaten 30 persennya lagi Pemprov Kalsel. Tujuannya apa, satu saja yakni pembangunan di banua,” ujar Legislator dari Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Saking antusiasnya mengikuti sosialisasi perda pajak daerah di Kelurahan Tungkaran Pangeran, Simpang Empat, Tanah Bumbu peserta dari masyarakat ikut membludak hingga ke teras rumah

Ia menuturkan, pendapatan daerah tak hanya meliputi potensi pajak daerah saja. Melainkan juga ada disektor penerimaan dibidang jasa dan retribusi.

“Kita ketahui ada pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, pajak air permukaan tetapi ada juga pajak bagi hasil cukai rokok hingga bahan bakar kendaraan bermotor. Bahkan, tadi juga masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi ini hingga mencapai ratusan ini membuktikan bahwa keingintahuan mereka sangat besar terhadap perda tersebut,” tutur legislator Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangam dan sering disapa Paman Yani ini.

Dari sini pun tentu dia berharap melalui Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang pajak daerah dapat sepenuhnya membantu mengoptimalkan pendapatan. Sehingga, target-target yang telah ditentukan bisa tercapai sesuai ketetapan dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dari pihak legislatif tentu menginginkan adanya kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan capaian target bisa terealisasi bahkan kalau bisa melampui itu makin bagus lagi,” harapnya.

Terlepas dari itu, ia menjelaskan semenjak perjuangan dari tahun 2018 hingga sekarang pemberian kemudahan untuk pelayanan Bea balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) akhirnya dapat terpenuhi. Pasalnya, Polda Kalsel melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) sudah menyetujui dan siap mengakomodasi adanya layanan ini.

“Dengan adanya fasilitas ini tentu bisa membantu warga yang berada di daerah pelosok di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Saya lihat Badan Pendapatan Daerah Kalsel sangat serius dalam meningkatkan pelayanan terhadap wajib pajaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, mengungkapkan, sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat rencananya Bapenda bersama Polda Kalsel bakal membangun gedung BPKB sebagai sarana kemudahan bea balik nama.

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, saat menyampaikan pajak apa saja yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel

“Dengan adanya ini pasti sangat memudahkan masyarakat. Kita ketahui banyak membeli kendaraan second, nah, keberadaan kantor BPKB ini balik nama sangat membantu sekali. Selain ringan ongkos juga tidak perlu lagi ke Banjarmasin,” ungkapnya.

Hadirnya Paman Yani ditengah sosialisasi, menurut dia, harapan masyarakat terhadap kemudahan pelayanan menemukan titik terang. Apalagi, pemaparan soal pajak daerah yang fungsinya hanya diprioritaskan untuk pembangunan.

“Adanya beliau yang terus memberikan pengetahuan ke masyarakat khususnya di Tanah Bumbu terkait pajak daerah ini diharapkan bisa ikut berkontrubusi untuk kemajuan di banua,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Kini di Kalsel Ada LKAKI Yang Siap Membantu Masalah Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Lembaga Konsultasi dan Advokasi Ketenagakerjaan Indonesia (LKAKI), kini telah hadir di Provinsi Kalimantan Selatan.

Setelah secara resmi menggelar Deklarasi di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Jumat (19/5). Disaksikan langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Irfan Sayuti.

Ketua LKAKI Kalsel Siswansyah menyampaikan, tentunya kehadiran LKAKI ini dapat membantu Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam permasalahan ketenagakerjaan.

Ketua LKAKI Kalsel Siswansyah

“Kami hadir untuk membantu pemerintah,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Siswansyah, LKAKI Provinsi Kalimantan Selatan merupakan, satu satu lembaga hukum ketenagakerjaan, yang ada di Indonesia ini.

Oleh karena itu, pihaknya berterima kasih kepada pihak pihak terkait lainnya, yang telah mendukung terbentuknya LKAKI Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Terutama atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasinya.

“Pihaknya berharap dengan adanya LKAKI ini, masyarakat dapat terbantu, terkait dengan permasalahan ketenagakerjaan, yang mereka alami,” jelas Siswansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan Irfan Sayuti mengaku, bersyukurlah dengan adanya LKAKI di Provinsi ini.

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel Irfan Sayuti

“Diharapkan dengan hadirnya LKAKI disini, dapat membantu Pemerintah dalam hal ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Menurut Irfan, kasus ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun 2022 lalu, tercatat kurang lebih 50 kasus. Seperti, PHK dan permasalahan upah, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta Proses Seleksi Direksi PTAM Bandarmasih Transparan

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta, proses seleksi Direksi PT Air Minum Bandarmasih berjalan transparan. Hal itu disampaikan, Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim, kepada wartawan baru-baru tadi.

Hakim mengatakan, saat ini sudah dibuka pendaftaran seleksi bakal calon direksi untuk masa jabatan 2023 – 2028, dan telah terpilih 11 orang untuk dilakukan tahapan seleksi oleh Tim Seleksi dan Dewan Komisaris PT Air Minum Bandarmasih, ia berharap dapat berjalan transparan.

“Kami ingin rekruitmen calon direksi PTAM Bandarmasih berjalan dengan baik dan transparan di lapangan,” pintanya

Disampaikan Hakim, dengan nanti terpilih direksi PT Air Minum Bandarmasih, maka ada banyak pekerjaan rumah yang akan dilakukan, diantaranya harus mampu melakukan distribusi khusus ke wilayah pinggir kota Banjarmasin, yang masih kesulitan mendapat pasokan air bersih.

“Calon terpilih nanti lebih memahami kondisi PTAM Bandarmasih,” jelasnya

Lebih lanjut Hakim menambahkan, bagi jajaran direksi yang baru nanti, juga harus mampu membuat inovasi yang kreatif dan lebih baik, agar PT Air Minum Bandarmasih dapat semakin berkembang secara cepat, sebagai perusahaan sehat dan mandiri.

“Semoga direksi yang terpilih menjadikan PTAM Bandarmasin menjadi perusahaan profesional,” tutup Politisi PKB DPRD Banjarmasin

Untuk diketahui, PT Air Minum Bandarmasih membuka lowongan untuk posisi direksi. Ada tiga posisi yang dicari dan akan dilakukan seleksi, Direktur Utama, Direktur Umum dan Pemasaran, Direktur Operasional. (NHF/RDM/RH)

Akhir Tahun, Pemprov Kalsel Rencanakan Membuat Rumah Kemasan

BANJARBARU – Untuk meningkatkan daya saing penjualan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banua Kalimantan Selatan (Kalsel), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan membuat rumah kemasan. kehadiran Rumah Kemasan sendiri sangat penting untuk mempertahankan keberadaan para pelaku UMKM, dikarenakan dapat meningkatkan produksi dan juga pemasaran, dikarenakan menariknya kemasan, menjadi salah satu alasan pembeli untuk membeli produk mereka.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai menyampaikan, pihaknya menargetkan Provinsi Kalimantan selatan akan memiliki rumah kemasan pada akhir tahun 2023 mendatang. Rumah kemasan diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM Banua untuk memperbaiki kemasan produk sehingga masyarakat dapat lebih tertarik. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan studi banding bersama Komisi II DPRD Kalsel dan Bank RI Perwakilan Kalsel, untuk melihat secara langsung rumah kemasan yang ada di Jawa Barat, sehingga dapat mempelajari dan menerapkannya pada rumah kemasan di Kalsel.

“Keberadaan rumah kemasan itu diharapkan bisa meningkatkan kembali penjualan produk pelaku UMKM,” ucap Rifai.

Dilanjutkan Rifai, Rencananya pengerjaan fisik bangunan rumah kemasan akan dibangun di Balai Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, yang bertempat di KM 18 Kota Banjarbaru. Dan akhir tahun 2023 mendatang rumah kemasan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel sudah dapat terealisasi.

“Rumah kemasan sangat membantu sekali dalam rangka perbaikan pengepakan dan sebagainya untuk UMKM yang ada di Kalsel,” lanjut Rifai.

Ia menambahkan, program rumah kemasan dirasa penting untuk keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banua Kalsel, Di mana hadirnya rumah kemasan dapat mewadahi IKM-IKM untuk membuat desain label maupun cetak kemasan, dengan harga yang terjangkau. (MRF/RDM/RH)

Pelayanan Samsat di PPP Kecamatan Gambut Telah Dibuka

BANJAR – Plaza Pelayanan Publik (PPP) Kecamatan Gambut diresmikan oleh Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur sejak September tahun 2022 yang lalu. Sejak diresmikan, PPP Kecamatan Gambut dapat melayani pelayanan perizinan dan kependudukan, seperti pembuatan perizinan berusaha (OSS) dan perekaman serta cetak KTP. Tahun 2023 ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Unit Pendapatan Pelayanan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Pintu (Samsat) Martapura, turut berpartisipasi memberikan pelayanan di PPP Kecamatan Gambut dengan membuka Pelayanan Kesamsatan.

Pelayanan Samsat di PPP Kecamatan Gambut

Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, bahwa pelayanan kesamsat’an di PPP Gambut bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada Masyarakat, khususnya Masyarakat di Kecamatan Gambut, Manarap, dan sekitarnya. Serta ketaatan masyarakat, dalam membayar pajak kendaraan bermotor akan meningkat. Pelayanan Kesamsat’an di PPP Gambut tersebut dapat memberikan 2 pelayanan kepada masyarakat, yakni pembayaran pajak tahunan, serta pembayaran pajak kendaraan lintas kabupaten-kota.

Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli

“Pelayanan Samsat yang berlokasi di PPP Gambut sudah beroperasi sejak senin (15/5) lalu. Pelayanan kami dapat melayani pelanggan wajib pajak, yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor tahunan, dan lintas kabupaten-Kota, ” ungkap Zulkifli kepada Abdi Persada FM pada Jum’at (19/5).

Dilanjutkan Zulkifli, agar tidak terjadi bentrokan pelayanan antara pelayanan Samsat di PPP Gambut dengan Samsat Keliling (Samkel) yang juga melayani warga di Kecamatan Gambut. Maka pihaknya akan merubah jadwal pelayanan Samkel yang dulunya beroperasi di Kecamatan Gambut ke Kecamatan Lain. Seperti menempatkan unit Samkel di Kecamatan Aluh-Aluh, yang dinilai berjauhan dengan Kecamatan Gambut. Sehingga pelayanan Samkel serta Samsat di PPP Gambut akan lebih maksimal.

“Jadi unit Samkel akan dapat diakses masyarakat yang rumahnya jauh dari Kecamatan Gambut, seperti di Kecamatan Aluh-Aluh,” lanjut Zulkifli.

Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan dengan dibukanya pelayanan Samsat di PPP Gambut, dapat meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor bagi Provinsi Kalsel. Apalagi dengan baru dibukanya pelayanan Samsat di PPP Kecamatan Gambut, maka pihaknya sudah memiliki 4 Unit Pelayanan Samsat untuk melayani Masyarakat Kabupaten Banjar.

“Kami mempunyai unit Samkel, pelayanan Samsat di Mall Pelayanan Publik (MPP) Barokah Martapura, pelayanan Samsat di Plaza Pelayanan Publik (PPP) Kecamatan Simpang Empat-Mataraman, dan Pelayanan Samsat di PPP Kecamatan Gambut,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Sampaikan Inovasi dan Pembangunan Transportasi Banua Dalam Acara FMA 2023 Bangkok

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyampaikan inovasi dan rencana pembangunan transportasi Kalsel, dalam acara Future Mobility Asia (FMA), di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand, Kamis (18/5).

Dihadapan tamu yang datang, Gubernur Kalsel dalam hal ini diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nurul Fajar Desira, menyampaikan beberapa inovasi transportasi khususnya di kawasan metropolitan Banjarbakula.

“Kita ceritakan angkutan transportasi di Banjarbakula yang dulunya berupa Angkot, sekarang sudah berkembang menjadi Bus Rapid Transit (BRT),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (19/5).

Fajar Desira juga menyampaikan rencana rencana sistem transportasi sungai dan darat terpadu. Juga pembangunan kereta bandara.

“Saat ini kita sedang mengkaji kereta bandara itu, mana yang paling cocok sekarang ini, apakah kereta Lintas Raya Terpadu (LRT),  Moda Raya Terpadu (MRT), kereta konvensional atau yang terbaru yakni Kereta Gantung,” bebernya.

Fajar Desira menyebut, perkembangan transportasi di Banjarbakula itu menarik minat investor yang hadir. Salah satunya organisasi asal Jerman yang berdiri di Singapura, yakni Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) Sustainable Design of Urban Mobility in Middle-Sized Metropolitan Regions (SMMR).

“Mereka tertarik dengan perkembangan transportasi kita di Banjarbakula, dan kita sudah diskusi program apa yang bisa nanti mereka bisa terlibat atau membantu untuk pengembangan. Rencananya mereka akan mengunjungi Kalsel, khususnya Banjarbakula, perkiraan bulan September nanti,” ungkapnya.

Acara Future Mobility Asia 2023 berlangsung mulai 17 hingga 19 Mei 2023 dengan mengangkat tema “Memulai Rantai Nilai Kendaraan Listrik di Asia”.

Kegiatan itu diperkirakan dihadiri lebih dari 18.000 pengunjung dengan sejumlah besar profesional perdagangan, pemimpin pemikiran pejabat pemerintah ASEAN, termasuk pemilik dan operator grup angkutan. (SYA/RDM/RH)

Tahun 2023 Targetkan Klasifikasi Maju, BUMDes di Kalsel Capai Ribuan

BANJARBARU – Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 1.864 desa yang tercatat tahun 2022 sudah mencapai 1.573 unit. Dari total 146 kecamatan di Kalsel, klasifikasi maju baru 20 unit atau sekitar 1,27 persen.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalsel, Masrai Zulzai, mengungkapkan, kendati maju baru tercapai sekitar puluhan. Namun, angka realisasinya dianggap lumayan baik.

Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan DPMD Kalsel Masrai Zulzai soal penambahan BUMDes Tahun 2022

“Kita lihat dari tahun 2021 untuk BUMDes yang berhasil menyandang Maju meski tak secara signifikan sudah sekitar 45 unit. Wajar, 2019 lalu memang tercatat belum ada klasifikasi Maju. Tapi, ini capaian cukup menggembirakan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dari capaianya tersebut tercatat ada empat klasifikasi penilaian yakni kategori perintis, pemula, berkembang hingga maju.

“Jadi, tahun ini kita masih terus menjejali pendataan. Termasuk desa mana saja yang mulai mengalami perubahan klasifikasi,” ungkapnya.

Sedangkan, menurutnya, jumlah yang mendominasi 2022 adalah klasifikasi perintis. Di mana, tingkat unit yang ada di seluruh pedesaan Kalimantan Selatan kini telah mencapai 1.085 atau 68,98 persen. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat perintis hanya tumbuh 915 unit atau 35,22 persen.

“Minat dalam pembentukan BUMDes mulai mengalami peningkatan. Kita harapkan hasil bentukannya itu dapat terus berkembang,” harapnya.

Sementara, dijelaskannya, data yang berhasil dihimpun tahun 2022 untuk klasifikasi BUMDes pemula di Kalsel sekitar 361 unit. Apabila direkapitulasikan sebesar 22,95 persen.

“Untuk perubahan klasifikasi tergantung dari tahap penilaian termasuk pemula itu dari 55-69. Dari pemula menuju berkembang itu 70-85 seterusnya di atas itu sudah berstatus Maju,” beber dia.

Kategori berkembang, dituturkannya, kembali mengalami penambahan sebanyak 107 unit jika dipresentasekan sekitar 6,80 persen. Berdasarkan data resmi pada 2021 lalu, klasifikasinya ini mencapai 522 unit atau 35,22 persen.

“Ini akan terus kita kejar. Sebagai tindaklanjut mengetahui perkembangan lainnya akan dilanjutkan lagi ke BUMDes Expo 2023 dan diikut serta kan dalam kompetisi secara nasional,” tuturnya.

Secara keseluruhan, ribuan desa yang berhasil menjajaki klasifikasi maju lebih banyak di Kabupaten Tanah Bumbu. Disusul Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Kotabaru, Tabalong dan Tapin.

“Yang masih belum mengalami penambahan BUMDes di 2022 untuk klasifikasi Maju itu ada Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Dinas PMD Kalsel mengucurkan anggaran sebesar Rp90 juta bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memenangkan pelombaan digelaran Expo 2021 lalu. Itu merupakan upaya memicu akselerasi status klasifikasi. Pemprov juga bakal menargetkan ratusan BUMDes agar mampu berada di level tertinggi yakni Maju. (RHS/RDM/RH)

13 Perempuan Kalsel Terima Penghargaan Ibu Negara Iriana Jokowi

BANJARBARU – Perempuan se Kalsel mendapat penghargaan dari Ketua Organisasi Aksi Solidaritas (OASE) Iriana Joko Widodo. Pengharagaan ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Roy Rizali Anwar dalam momen perayaan Hari Kartini.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar saat menyerahkan penghargaan kepada perempuan terpilih di Gedung KH Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (19/5)

Menurut Roy, dengan adanya apresiasi ini tentu perempuan di Kalsel dapat terus menginspirasi seiring sudah berlakunya kesetaraan gender.

“Perempuan di Kalsel bisa terus maju dan mampu menghadapi setiap tantangan yang jelas kita harapkan dapat menginspirasi,” ujarnya kepada awak media, usai membuka secara resmi sosialisasi peringatan hari Kartini sekaligus pemberian penghargaan bagi perempuan berjasa, di Gedung KH Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (19/5).

Pemberian uang pembinaan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor oleh Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar

Dirinya berharap, perempuan Kalsel juga dapat menunjukkan eksistensinya dalam keikutsertaan pembangunan daerah yang lebih baik.

“Tentu membawa masyarakat kita terkhusus perempuan semakin sejahtera,” harapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kalsel Adi Santoso menyampaikan bahwa penghargaan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk mendukung kesetaraan gender (emansipasi) terhadap perempuan khususnya di Kalsel.

Senada yang disampaikan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, momen peringatan Hari Kartini tentu diharapkan menjadi ajang positif dalam rangkaian mendorong pembangunan di daerah.

“Ini setiap tahun digelar. Bahkan ini merupakan penghargaan dari Ibu Negara RI Iriana Jokowi yang turut berjasa dan berprestasi. Yang jelas, mereka ini bukan pejabat dilingkup pemerintah, TNI atau Polri, tetapi murni masyakat,” ungkapnya.

Dari penghargaan yang diterima perempuan yang turut berjasa dan berkontrubusi terhadap daerah di antaranya kesehatan, sosial budaya, pertanian, lingkungan hidup dan pendidikan.

“Ini mudah-mudahan menjadi spirit bagi seluruh perempuan di provinsi ini. Selain penghargaan yang diberikan Ibu Negera Iriana Jokowi, Gubernur Kalsel Paman Birin juga memberikan apresiasi berupa uang pembinaan kepada mereka,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Dukungan Penuh Paman Birin, Kebun Raya Banua Raih Penghargaan Terbaik Badan Riset dan Inovasi Nasional

JAWA BARAT – Kabar gembira datang dari Kebun Raya Banua milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penghargaan terbaik kedua se-Indonesia bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-206 Kebun Raya Bogor, pada Rabu (17/5).

Diserahkan langsung oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Sukarnoputri, penghargaan ini diterima oleh Kepala UPTD Kebun Raya Banua Adilla Redha Yanti.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua (kerudung kuning) saat menerima penghargaan dari BRIN

Tampak hadir juga dalam penyerahan penghargaan ini Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Pemprov Kalsel Muhammad Amin.

Penghargaan yang diserahkan Megawati Sukarnoputri yang juga Dewan Pembina BRIN ini, adalah bentuk apresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku pembina pembangunan kebun raya di Indonesia kepada para pengelola Kebun Raya Daerah yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan konsistensi yang kuat dalam menjalan fungsi-fungsi kebun raya. Penghargaan ini berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi yang panjang dari berbagai juri.

Kebun raya telah memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain manfaat ekologi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati tumbuhan, kebun raya juga memberikan dampak ekonomi, sosial hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah.

“Alhamdulilah. Puji dan syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan ini. Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atas dukungan kepada Kebun Raya Banua selama ini,” kata Adilla.

Adilla mengungkapkan, dukungan penuh dari Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini salah satu indikator terbesar dalam penilaian.

Paman Birin, sangat memperhatikan serta memberi dukungan untuk Kebun Raya Banua, baik itu kebijakan maupun anggaran sehingga menjadi semangat UPTD Kebun Raya Banua untuk terus mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banua.

Paman Birin pun mengapresiasi percapaian UPTD Kebun Raya Banua sehingga meraih penghargaan tingkat nasional.

Pun begitu, Paman Birin tetap berpesan agar Kebun Raya Banua terus bergerak maju, menjadi lebih baik lagi serta banyak memiliki manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Baik sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, budidaya berbagai tanaman hingga pusat rekreasi.

“Selamat untuk Kebun Raya Banua. Terus tingkatkan dan bergerak lebih maju lagi,” kata Paman Birin.

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Hendrian mengatakan, keberlangsungan kebun raya di daerah sangat ditentukan oleh dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah.

“Pengelolaan kebun raya berkaitan dengan banyak hal. Di antaranya adalah status lahan yang harus sudah memiliki dasar hukum tetap, dan tidak dialihfungsikan, tersedianya dukungan regulasi dan kebijakan, serta ketersediaan business plan yang matang, termasuk di dalamnya yang berkenaan dengan SDM dan anggaran.

“Dibutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, mengingat bahwa yang harus dipelihara adalah tumbuhan hidup yang tentunya memerlukan pemeliharaan intensif; serta mengingat bahwa kebun raya adalah kawasan yang terbuka untuk publik, sehingga soal kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung harus selalu dijaga dengan baik,” ujarnya.

Kebun raya daerah yang dinyatakan sebagai kebun raya terbaik yaitu Kebun Raya Indrokilo Boyolali (Jawa Tengah), Kebun Raya Banua Pemprov Kalsel, Kebun Raya Balikpapan serta Kebun Raya ITERA.

Sampai saat ini terdapat 51 kebun raya di Indonesia. Kebun raya tersebut terdiri dari 5 kebun raya dikelola BRIN, 41 Kebun raya dikelola pemerintah daerah, 3 kebun raya dikelola Perguruan Tinggi, 1 kebun raya dikelola BUMN serta 1 kebun raya dikelola swasta. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Menteri Bappenas Pun Tertarik Program Unggulan Paman Birin, SISKA KUINTIP

JAKARTA – Dalam rangka penutupan Musrenbangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 oleh Wakil Presiden RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut berpartisipasi pada Expo Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Badan Perencanaan pembangunan Nasional RI di Main Lobby Assembly Hall Jakarta Convention Center pada Selasa (16/5).

Suasana stand pemprov Kalsel yang dikunjungi Menteri Bappenas

Keikutsertaan Provinsi Kalimantan Selatan pada expo kali ini, karena Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inovasi Daerah “Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KUINTIP)” telah terpilih sebagai Provinsi Terbaik dalam PPD 2023 bersama 11 Provinsi lainnya di Indonesia dan telah mengikuti Penilaian Tahap III.

Sehingga Provinsi Kalimantan Selatan diberikan kesempatan menampilkan Good Practices menginspirasi provinsi, kabupaten dan kota yang bersemangat untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi, serta mendorong stakeholder kolaborasi untuk pembangunan yang lebih berkualitas, melalui scale up dan replikasi.

Kesuksesan stand Expo Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat dari ramainya peserta Musrenbangnas dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota yang berkunjung dan ingin mengetahui lebih dalam tentang Program SISKA KUINTIP yang telah berhasil menghasilkan daging berbiaya rendah dan menjadi solusi dalam pengendalian inflasi.

Bahkan Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI, Suharso yang berkesempatan berkunjung ke Stand Provinsi Kalimantan Selatan, juga memuji program unggulan Paman Birin ini.

Pada kunjungan menteri itu disambut langsung Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, bersama kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, didampingi Team Leader SSP Wahyu Darsono dan Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalsel Hero Setiawan.

Menteri Suharso pun sangat tertarik dan banyak menggali informasi tentang SISKA KUINTIP yang menurutnya merupakan inovasi yang bagus.

“Saya ingin sekali melihat langsung implementasi program ini di Kalsel”, ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas mengakhiri kunjungan di stand provinsi Kalsel.

SISKA KUINTIP merupakan program unggulan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin yang dilaksanakan sebagai upaya pengembangan sistem usaha dan agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terintegrasi guna mendukung percepatan swasembada sapi, ketahanan pangan dan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan populasi ternak sapi potong.

Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan pekebun dan peternak, perolehan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi pedesaan, wilayah dan nasional, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dan pelestarian lingkungan.

Stand Provinsi Kalimantan Selatan pada Expo PPD 2023 ini menampilkan Informasi lengkap tentang Program SISKA KUINTIP melalui media cetak (backdrop, flyer, leaflet dll) dan serba serbi program SISKA KUINTIP yang menampilkan Kick Off program oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Implementasi SISKA KUINTIP di 18 klaster didukung electric fence (pagar elektrik) sebanyak 9 klaster. SISKA KUINTIP saat ini telah menjadi role model nasional dan telah direplikasi di beberapa provinsi di Indonesia (Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur). (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version