Jaga Populasi Ikan, Isra Imbau Warga Tidak Setrum Ikan

BANJAR – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Isra Ismail mengimbau warga agar tidak melakukan penyetruman ikan untuk menjaga populasinya.

Suasana Sosper 24/2007 oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail

Hal itu disampaikannya ketika melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 24 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Ikan di kawasan Kabupaten Banjar, pada Sabtu (25/3).

Isra menjelaskan menangkap ikan dengan menyetrum tidak diperbolehkan karena dapat mengakibatkan banyak anak ikan (ikan kecil) yang mati. Selain itu, juga mengakibatkan kerusakan ekosistem dan lingkungan sungai serta berbahaya bagi manusia yang mencari ikan tersebut.

“Saya mengharapkan masyarakat Pantai Hambawang dimana lokasinya adalah pertanian dan perikanan, melalui sosper ini agar tak terjadi lagi penangkapan ikan kecil atau penangkapan ikan dengan utas atau dengan setrum,” katanya.

Selain itu, menurut Isra, warga juga perlu berperan serta dalam melestarikan berbagai ikan, khususnya ikan jenis lokal.

“Mudah-mudahan nantinya masyarakat bisa memahami isi Perda yang dimaksud. Kita harapkan ikan-ikan lokal seperti gabus dan haruan bisa hidup lestari, sehingga anak cucu kita bisa mengenal ikan lokal haruan, pepuyu, dan bisa dikenal anak cucu dikemudian hari,” harapnya.

Sementara, salah satu peserta sosialisasi Perda, Pembakal Desa Pematang Hambawang, Ibad mengeluhkan limbah batubara yang mencemari sungai sehingga menyebabkan ekosistem ikan lokal di sungai semakin berkurang, bahkan hilang. Hal itu, menurutnya, mengakibatkan perekonomian warga dari sektor perikanan tidak lagi berjalan.

“Sekarang ini, kendalanya limbah-limbah dari batubara itu yang menyebabkan ikan-ikan di desa kami hilang, lantaran airnya berubah jadi asam,” jelasnya.

Ibad berharap nanti kedepannya, pihak-pihak terkait bisa mencarikan solusi terhadap permasalahan tersebut agar usaha perikanan mereka bisa meningkat.

Untuk diketahui, sosialisasi Perda Nomor 24 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Ikan menghadirkan narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Selama Ramadhan, Kubah Abah Guru Zuhdi Terbuka Untuk Umum

BANJARMASIN – Meski bulan puasa, antusias para pengunjung kubah Abah Guru Zuhdi di Banjarmasin tetap tinggi, dan untuk jam operasinal tidak ada perubahan. Hal itu disampaikan, Ketua Yayasan Majta, Muhammad Nidauddin, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (27/3).

Ketua Yayasan Majta, Muhammad Nidauddin

Muhammad mengatakan, saat ini para ziarah yang mengunjungi ke Kubah Ulama Kharismatik KH. Ahmad Zuhdiannoor atau dikenal Guru Zuhdi, tidak hanya warga sekitar, juga dari kabupaten dan kota lainnya bahkan lintas Provinsi. Waktunya mulai jam 06.00 – 00.00 WITA, berlokasi di kawasan samping Masjid Jami Sungai Jingah, Jalan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Kubah ini terbuka untuk umum, rencananya akan tutup satu hari saja, pada tanggal 8 Ramadhan, yaitu bertepatan haul ke – 3 Abah Guru Zuhdi,” ucapnya

Disampaikan Muhammad, terkait pelaksanaan Haul ini sebelumnya dua tahun berturut-turut mengalami pandemi COVID-19, dan biasanya peringatan Haul KH Ahmad Zuhdiannor di Masjid Jami serta ke Masjid lainnya dari para Jamaah, untuk tahun ini akan digelar di Kubah Abah Guru Zuhdi serta terbuka secara umum. Hal itu disampaikan pihak keluarga Guru Zuhdi, melalui surat Yayasan Majta Banjarmasin nomor 012/YMT-BJM/III/2023.

“Pihak keluarga menegaskan tidak pernah meminta sumbangan untuk kegiatan Haul ke-3 Abah Guru Zuhdi, karena niatnya syiar agama,” jelasnya

Lebih lanjut Muhammad menambahkan, saat ini beberapa persiapan mulai dilakukan, seperti koordinasi rekayasa jalan disekitar lokasi Haul Abah Guru Zuhdi, agar
tidak terjadi kemacetan. Selain itu menurunkan petugas relawan yang akan berjaga, disepanjang jalan menuju lokasi Haul tersebut.

“Bagi tamu undangan kami persiapkan jalur khusus, petugas nanti memiliki tanda pengenal yang sudah ditetapkan panitia,” tutupnya

Untuk diketahui, pada malam ke delapan bulan Ramadhan atau Kamis 30 Maret 2023, akan digelar Haul Ulama Kharismatik KH. Ahmad Zuhdiannoor atau dikenal Guru Zuhdi, berlokasi di Kubah kawasan samping Masjid Jami Sungai Jingah, Jalan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarbaru Koordinasikan Dengan IMI Kalsel Untuk Bangun Sirkuit Balap

BANJARBARU – Merespon maraknya aksi balap liar yang mengganggu kenyamanan warga, Pemerintah Kota Banjarbaru berencana membangun sirkuit balap.

Wali Kota Banjarbaru, Muhammad Aditya Mufti Ariffin mengatakan, rencana pembangunan sirkuit itu bertujuan memfasilitasi remaja yang seringkali menggunakan jalan umum untuk adu kecepatan motor.

“Kita ingin salurkan hobi mereka agar tertib dan tidak mengganggu keamanan warga,” ungkapnya, belum lama tadi.

Lokasi sirkuit diakuinya, tidak menggunakan lahan milik Pemko Banjarbaru, tetapi akan dikerjasamakan dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kemarin sudah saya tanyakan kepada Ketua IMI Kalsel, kalau mereka punya lahan, kita siap membangun sirkuit,” terangnya.

Terpisah, Ketua IMI Kalsel, Edi Sudarmadi merespon positif rencana pembangunan sirkuit balap itu.

Menurutnya, lokasi pembangunan yang jelas tidak akan mengganggu kawasan pemukiman dan jalur lalu lintas warga.

“Sehigga ketika ada kegiatan maupun selesai kegiatan itu tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat,” bebernya.

Sebelumnya diketahui, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, juga berencana membangun sirkuit balap.

Hal itu menurut Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah, menyikapi desakan agar tidak ada lagi aksi balap liar seperti yang terjadi di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel dan di depan Balai Kota Banjarbaru.

“Rancangan pembangunannya akan dimulai di tahun 2024 mendatang,” paparnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Yani dan Pemprov Kalsel Segera Kumpulkan Perusahaan Pengguna Air Permukaan di Tanbu

TANAH BUMBU – Pemerintah Provinsi Kalsel bakal kembali mengumpulkan seluruh perusahaan di Tanah Bumbu untuk menunjang optimalisasi penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP).

Apalagi, kesiapan tersebut telah mendapat dukungan dari Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar. Sehingga, sosialisasi yang ditujukan khusus bagi perusahaan di seluruh daerah ini mengerti betapa pentingnya penerimaan PAP bagi pembangunan.

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, mengungkapkan, sebagai langkah kongkrit untuk memaksimalkan target pendapatan daerah disektor Pajak Air Permukaan (PAP) maka baik eksekutif dan legislatif bakal dilakukan kembali melaksanakan sosialisasi bersama perusahaan.

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, saat menjelaskan soal persiapan mengundang perusahaan bersama Pemkab Tanbu

“Atas inisiatif dari Paman Yani juga kami telah berkoordinasi dengan Pemkab Tanah Bumbu untuk melaksanakan kembali sosialisasi secara persuasif kepada perusahaan-perusahaan agar dapat membayar kewajiban Pajak Air Permukaannya (PAP),” ujarnya kepada awak media, usai mengikuti pelaksanaan Sosper Perda Pajak Daerah, di Desa Gunung Antasari, Tanah Bumbu, Jumat (24/3) petang.

Selain itu, ia mengemukakan, dengan adanya sosialisasi ini tentunya sebagai masyarakat yang taat membayar pajak setidaknya dapat mengetahui apa saja kewajiban yang dipenuhi.

“Pada kegiatan ini mengundang intitusi perusahaan. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut dapat dipahami oleh perusahaan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menuturkan, mengingat perusahaan di Tanah Bumbu rata-rata adalah sektor pertambangan dan sawit maka kewajibannya untuk membayar Pajak Air Permukaan (PAP) pun harus tetap dilaksanakan.

“Ini akan bekerjasama dengan Bupati Zairullah Azhar untuk ikut mendorong PAP dan turut mengundang seluruh perusahaan,” ucap legislatif membidangi khusus ekonomi dan keuangan yang akrab dikenal dengan sapaan Paman Yani.

Alasan dilakukannya ini, kata dia, kenaikan Pajak Air Permukaan (PAP) mengalami kenaikan lebih dari 100 persen. Sehingga, dengan kegiatan tersebut dapat mendorong penerimaan secara positif.

“Kita ketahui, perusahaan bekerja cuman kadang lupa untuk membayar pajak. Nah, ini coba kita dorong dengan bekerjasama serta berkolaborasi antara Pemprov Kalsel dan Pemkab Tanbu dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut,” tutup politisi Dapil VI dari fraksi Partai Golkar. (RHS/RDM/RH)

Petugas Kebersihan DLH Banjarmasin Dapat Bantuan Paket Sembako

BANJARMASIN – Sebanyak 150 paket sembilan bahan pokok (Sembako) dibagikan kepada Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyerahkan paket sembako

Paket Sembako tersebut diserahkan BNI, diterima langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di lobby Balaikota Banjarmasin, Senin (27/3).

“Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya mengucapkan, terimakasih atas diberikannya bantuan paket sembako,” ucap Ibnu.

Tentunya, lanjut Ibnu, paket sembako yang diberikan dapat membantu petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.

“Kami menilai bantuan yang diberikan kepada petugas kebersihan DLH Kota Banjarmasin, sudah tepat sasaran,” ujarnya.

Ibnu berharap, bantuan yang diberikan tersebut, dapat mendekatkan BNI kepada warga di Kota Banjarmasin.

“Kami berharap bantuan sembako dari pihak ketiga dapat terus diberikan, untuk masyarakat kurang mampu di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

UPPD Samsat Martapura Buka Warung Samsat

BANJARBARU – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Pintu (Samsat) Martapura sekarang mempunyai inovasi terbaru untuk meningkatkan pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Banjar, yakni dengan membuka warung samsat, yang terletak di Halaman Kantor UPPD Samsat Martapura, setiap Senin – Sabtu, kecuali Jum’at dan Minggu.

Kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, warung samsat tersebut dibuka pada jam 16.00 – 21.00 WiTA, dengan tujuan untuk mengakomodir para wajib pajak yang tidak sempat membayar pajak pada siang hari.

Menurutnya, terdapat 2 layanan yang dibuka pada Warung Samsat, yakni pembayaran pajak tahunan dan pajak online. Untuk pajak online pihaknya bisa melayani pelanggan wajib pajak dari seluruh Kalsel, dan bukan berpatok pada wajib pajak di Kabupaten Banjar saja.

“Dengan adanya pelayanan pajak online di warung samsat, maka wajib pajak tidak perlu berhadir untuk membayar pajak,” lanjut Zulkifli.

Ia melanjutkan, dengan adanya perubahan jam pelayanan dibulan ramadhan, yakni senin hingga kamis pelayanan akan dibuka mulai pukul 08 pagi hingga pukul 1 siang, Pada jum’at akan dibuka mulai pukul 08 pagi hingga pukul 11, dan pada sabtu akan dibuka pada pukul 08 pagi hingga pukul 12 siang. Namun jadwal pelayanan di warung samsat tetap sama dan tidak mengalami perubahan di bulan penuh berkah ini. Mengingat tujuan pembukaan warung samsat, yakni untuk mengakomodir para wajib pajak yang tidak sempat membayar pada pagi dan siang hari, sehingga warung samsat tetap dibuka pada sore hari.

“Pelayanan warung samsat di bulan ramadhan tidak mengalami perubahan jadwal, yakni mulai pukul 04 sore – hingga pukul 09 malam, ” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Siapkan Anggaran 40 M, Pemprov Kalsel Bakal Bangun Kantor BPKB di Tanbu

TANAH BUMBU – Pemerintah daerah (Pemda) bakal menyiapkan Rp40 miliar untuk anggaran pembangunan gedung kantor pembantu BPKB Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalsel yang berlokasi di Kapet Batulicin, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Suasana pelaksanaan Sosper Perda Pajak Daerah yang diikuti warga dari Desa Gunung Antasari, Tanah Bumbu

Rencana dibangunkannya fasilitas tersebut, merupakan bentuk memudahkan masyarakat untuk bisa mengurus BBN-KB yang selama ini dianggap jaraknya terlalu jauh. Apalagi, Tanah Bumbu dan Kotabaru merupakan daerah terujung yang cukup mendapat perhatian pemerintah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyampaikan, tingginya antusias masyarakat terhadap pajak kendaraan bermotor menjadi alasan kuat rencana pembangunan gedung BPKB di Kabupaten Tanah Bumbu. Adanya ini tentu kepengurusan pajak lima tahunan dapat lebih mudah dijangkau tanpa harus ke Banjarmasin.

“Nah, ini sangat dibutuhkan warga kita yang jauh dari Ibu kota provinsi dan mudah-mudahan tahun 2023 dapat dianggarkan Rp40 M untuk pembangunan gedung BPKB di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya kepada awak media, Jumat (24/3) petang.

Ia mengingatkan, adanya penyebarluasan informasi melalui sosialisasi yang dituangkan dalam Perda Nomor 05 Tahun 2011 soal Pajak Daerah di Kalsel tentu diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap setiap pembangunan.

“Mari kita bersama-sama konsisten bagaimana mempermudah untuk masyarakat membayar pajak. Jangan sampai lagi mereka terlalu jauh untuk kewajibannya membayar pajak apalagi persoalannya daerahnya cukup jauh, hal inilah yang harus menjadi perhatian serius,” ungkap politisi dari fraksi Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani.

Bahkan, kedua belah pihak antara Pemda dan Polda Kalsel telah sepakat. Tinggal, kata dia, kesiapan anggaran untuk pembangunan.

“Kenapa jadi di Tanah Bumbu aksesnya tidak jauh dari Kotabaru. Jalannya pun dekat, nanti kalau ada kesempatan media bisa mengekspos jalur yang sudah menjadi titik lokasinya,” jelas legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, menyampaikan, dengan keberadaan kantor pembantu BPKB Dirlantas Polda Kalsel yang dibangun di Kapet Batulicin setidaknya masyarakat mampu terbantu secara optimal.

“Jadi, warga yang ingin mengurus lima tahunan wajib melakukan bea balik nama (BBN-KB) karena tidak ada lagi istilah jauh mengingat kantor akan ada di Batulicin,” papar dia.

Mantan pejabat yang pernah mengawali karirnya di Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel ini akhirnya keinginan masyarakat dapat terpenuhi atas inisiasi dan lobi beberapa kali dari Komisi II DPRD terutama Paman Yani.

“Alhamdulillah, dengan adanya Dirlantas ini setidaknya mempermudah masyarakat. Bahkan Polda juga terbantu dalam keserasian data,” ungkapnya. (RHS/RDM/RH)

Antarkan 400 Prajurit Pamtas RI – Papua Nugini, Ini Pesan Paman Birin

BANJARBARU – Adalah suatu kebanggaan bagi prajurit TNI, apabila terpilih menjadi bagian dari Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas), karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan dan kepercayaan, untuk melaksanakan tugas mulia dari negara.

Kesempatan ini hendaknya bisa dijadikan sebagai motivasi, untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sekaligus menumbuhkan kebanggaan bagi keluarga, kesatuan, dan juga masyarakat Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel (sasirangan) saat inspeksi barisan prajurit Satgas Pamtas

Pesan inilah yang disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, saat mengantarkan keberangkatan 400 Prajurit dari Yonif 623/Bhakti Wira Utama, ke Papua Barat dalam rangka pengamanan perbatasan di wilayah Kodam XVIII/Kasuari.

Upacara pengantaran yang dipimpin langsung Paman Birin (sapaan khas Gubernur) di Lapangan Wiratama Yonif 623/BWU kawasan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru ini, berlangsung pada Minggu (26/3).

Satgas Yonif 623/BWU akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI – Papua Nugini selama kurang lebih 12 bulan, dengan wilayah meliputi kabupaten Sorong Selatan dan kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya ucapkan selamat dan sukses, kepada para prajurit, yang terpilih menjalankan tugas, sebagai Satgas Pamtas RI-Papua Nugini”, ucap Paman Birin.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kehadiran prajurit harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kepentingan keamanan wilayah, tetapi juga dapat membina masyarakat, agar tetap memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan nasionalisme yang tinggi.

“Saya berharap, dalam melaksanakan tugas, para prajurit senantiasa memelihara hubungan baik, dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga masyarakat, serta terus waspada, guna mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Diakhir amanatnya Paman Birin berpesan agar menjadi prajurit terbaik, yang tidak hanya patuh dan setia, tetapi kehadirannya juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat jalan dan selamat bertugas. Semoga selamat sampai tujuan, dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, serta dapat pulang kembali ke Batalyon,” pungkas Gubernur.

Selain untuk memberikan dampak positif bagi kepentingan keamanan di wilayah, Satgas Yonif 623/BWU mempunyai tugas pokok berupa kegiatan Binter dan Komsos Kreatif, cegah stunting, peningkatan mutu pendidikan, membangun kampung Pancasila dan melaksanakan penggalangan terhadap tokoh masyarakat di wilayah. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version