Investor Mulai Lirik Sektor Perkebunan dan Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Potensi investasi Green Economy (Ekonomi Hijau) terutama sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Selatan mulai membangkitkan minat investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, mengungkapkan, cabai hiyung di Kabupaten Tapin menjadi sorotan calon investor, karena dinilai salah satu cabai terpedas di Indonesia.

Hal itu diakui Endri, terungkap saat pihaknya mengundang para investor dalam high level meeting di Jakarta belum lama tadi.

Permintaannya terbilang fantastis. Dalam sepekan, Kalsel ditantang mampu mengirimkan 100 ton cabai hiyung.

“Ini suatu potensi yang sangat menjanjikan. Kami akan mengecek ketersediaan disana (Tapin),” ucap Endri, Rabu (8/3).

Ketertarikan calon investor ini jelas sangat berpotensi bagi perkembangan ekonomi petani serta inflasi Kalsel. Di sisi lain, menurut Endri, Pemda setempat juga harus menyiapkan lahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Karena sifat investasi ini berkelanjutan, makanya yang kita harus persiapkan mulai saat ini adalah ketersediaan lahan,” ungkapnya.

Ketertarikan investasi green economy juga berlaku di Kabupaten Banjar. Kepala DPMPTSP setempat, Yudi Andrea menyebut, perkebunan karet di kabupaten ini mulai dilirik oleh sejumlah investor.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banjar, Yudi Andrea

“Kita tahu perkebunan karet di tempat kita memang menjanjikan, tetapi kita ingin disini dibangun industri hilirisasinya,” ucapnya.

Diketahui, realisasi investasi Kabupaten Banjar tahun 2022 sebesar Rp 2,372 Triliun. Jauh melampaui target sebesar Rp 1,428 Triliun.

Tingginya minat investasi sektor perkebunan di kabupaten Banjar, bahkan menjadikan sektor ini berada pada peringkat pertama penyumbang realisasi investasi terbesar di tahun itu.

“Pertama sektor perkebunan, lalu pertambangan Galian C, dan diurutan ketiga sektor perdagangan dan jasa,” terangnya.

Selain perkebunan, Yudi mengaku, di tahun ini pihaknya juga akan menawarkan investasi di sektor pariwisata.

“Kita punya Riam Kanan yang keindahannya tidak bisa dipungkiri. Kita juga setiap tahun ada haul. Ini peluang investasi yang seharusnya menjadi daya tarik investor,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Berharap Piala Adipura Mampu Diraih Kembali

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengharapkan, piala Adipura dapat mampu kembali diraih kota ini. Hal itu disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia

Hilyah menjelaskan, RDP ini digelar karena Pemerintah Kota Banjarmasin mengalami penurunan prestasi Adipura, karena hanya mendapatkan Sertifikat. Padahal dari tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19, berhasil meraih secara berturut – turut penghargaan tersebut.

“Kita gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DLH Banjarmasin, untuk memberikan solusi pembenahan ke depan untuk menata lingkungan di kota seribu sungai ini,” ucapnya

Disampaikan Hilyah, beberapa langkah yang harus dilakukan mulai sekarang, dalam membenahi seperti penanganan tempat pembuangan sementara (TPS) jangan ada lagi warga membuang sampah sembarang, kemudian semakin digalakkan Gerakan masyarakat (germas) babarasih (bersih-bersih) sampah dengan target 100.000 bawah barumahan (kolong rumah).

“Mari kita benahi, bukan hanya Pemerintah, namun tugas bersama-sama,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love menjelaskan, banyak saran dan masukan dari Komisi III DPRD Banjarmasin sangat diapresiasi, pihaknya mulai sekarang siap melakukan pembenahan secara maksimal di lapangan, terutama dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love

“Kami upayakan, dengan bergerak bersama penghargaan Adipura bisa kembali diraih,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia, didampingi Wakilnya Afrizaldi nersama Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kakap Putih Kalsel Jadi Incaran Pembudidaya dan Pemasok ke Luar Negeri

KOTABARU – Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru tengah mendongkrak pengembangan komoditi kakap putih. Selain bisa bertahan di air asin dan payau, nilai ekonomi dari komoditi ini ternyata cukup menjanjikan bagi pembudidaya.

Bibit kakap putih yang dilakukan perbanyakan di keramba jaring apung di PBAPL Kotabaru

Terang saja, potensi pengembangan dari kakap putih untuk dibudayakan justru mulai diminati tak hanya Bumi Saijaan, Kotabaru saja. Melainkan, turut dikembangkan di daerah lain.

Kepala Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru, Akhmad Baihaki, mengakui jika daerah lain mulai menggeluti sektor ini. Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Barito Kuala mulai tertarik untuk pengembangan.

“Dengan adanya keberadaan dari balai ini tentu sudah banyak permintaan dari pembudidaya terutama dari tiga daerah yang disebutkan tadi,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Saking bernilai tinggi, Baihaki menerangkan, komoditi kakap putih ini digemari oleh sejumlah negara luar. Sehingga bibitnya pun mulai di ekspor.

“Tahun ini saja, sebelum memulai perbenihan sudah ada yang melakukan pemesan kakap putih. Bahkan, bisa dibilang pangsa pasarnya cukup bagus,” terangnya.

Dari pengalaman, ada beberapa pembudidaya yang berhasil mengembangkan ini. Beruntungnya lagi, komoditi tersebut langsung dikirim mereka.

“Peminatnya dari luar negeri makanya langsung di ekspor ke sana,” paparnya.

Selain itu, ia melanjutkan, khusus di Kabupaten Kotabaru harga ikan kakap per kilogramnya saja sudah mampu menyentuh Rp40 – Rp50 ribu.

“Namun, apabila sudah didistribusikan ke Banjarmasin harganya pun dapat mencapai Rp60 – Rp70 ribu per kilogramnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Kini di Banjarmasin Ada DPC Perwira

BANJARMASIN – DPC Persatuan Wanita Wirausaha (Perwira) Kota Banjarmasin, saat ini telah resmi keberadaannya, setelah dilantik dan dikukuhkan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (8/3).

Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan telah dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ibnu, kehadiran DPC Perwira di Kota Banjarmasin ini dapat membantu Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk peningkatan dan pembinaan pelaku UMKM.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan dukungan terhadap, upaya peningkatan ekonomi dari pelaku UMKM tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPC Perwira Kota Banjarmasin Alisa Rahimi mengatakan, setelah dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin, pihaknya memiliki program kerja, untuk membantu pelaku UMKM yang ada di Kota Banjarmasin.

“Kami akan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM dalam hal kepengurusan perizinan usaha,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Alisa, para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin semuanya memiliki izin usaha. Sehingga, memudahkan dalam hal pengembangan usaha serta lainnya.

“Selain itu, kami juga membantu pelaku UMKM untuk bersama sama memasarkan produk olahan hasil produksi dari pelaku UMKM tersebut,” ucap Alisa.

Sedangkan Ketua DPD Perwira Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah mengatakan, pihaknya bersyukur atas dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

“Setelah Kota Banjarmasin, nantinya akan disusul dengan daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wahidah mengucapkan, terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan terhadap, kemajuan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version