Sampah Jamaah Haul Guru Sekumpul ke-18 di TPAS Banjarbakula, Capai 21 Ton

BANJARBARU – Sampah bekas jamaah haul Abah Guru Sekumpul ke-18 di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula mencapai 21 ton.

Kepala TPA Sampah Regional Banjarbakula, Sarwani, mengungkapkan sampah itu berasal dari dua lokasi penyelenggara haul ulama mahsyur asal Martapura tersebut.

“Kemarin di Kampung Keramat itu sampahnya 6 ton, kalau di Musholla Ar-Raudhah itu 15 ton,” ungkapnya, Selasa (31/1).

Sampah bekas jamaah masih akan terus bertambah hingga peringatan haul di Masjid Syi’arus Sholihin atau Masjid Pancasila Martapura yang rencananya diselenggarakan pada malam nanti.

Sarwani berujar, puluhan ton sampah yang masuk bahkan belum termasuk kiriman dari Kota Banjarbaru.

“Kota Banjarbaru sampai saat ini masih belum mengirimkan sampahnya, jadi total sampah bekas jamaah tadi berasal dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sarwani menyebut pemprosesan sampah dari peringatan haul Guru Sekumpul akan digratiskan. Hal itu diakuinya merupakan arahan langsung dari Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana.

“Semua kita gratiskan, kita beri label khusus truk yang mengangkut sampah bekas jamaah haul,” bebernya.

Dengan tambahan puluhan ton sampah bekas jamaah itu, hingga saat ini sampah yang di proses di TPA Sampah Regional Banjarbakula mencapai 2.509,51 ton. (SYA/RDM/RH)

Tingkatkan Literasi Mahasiswa, STIE Indonesia Banjarmasin Lakukan Kerjasama Dengan Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Sejumlah akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banjarmasin berkunjung ke Perpustakaan Palnam Banjarmasin.

Suasana Kunjungan Akademisi STIE Indonesia Banjarmasin ke Perpustakaan Palnam

Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meningkatkan literasi para mahasiswa maupun civitas akademika.

Kepala Perpustakaan STIE Indonesia Banjarmasin, Hanifah menyampaikan dengan kerjasama ini, pihaknya dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di Perpustakaan Palnam seperti koleksi buku-buku yang dapat menjadi penunjang bahan pengajaran dan juga penelitian.

“Kami sangat senang bisa bekerjasama dan bisa mendapatkan kartu anggota perpustakaan Palnam ini,” katanya kepada wartawan, Selasa(31/1).

Bukan hanya akademisi saja, lanjut Hanifah, tetapi mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin untuk bisa menjadi anggota perpustakaan Palnam.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengapreasi kunjungan akademisi dan mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin dan mendaftar jadi anggota perpustakaan Palnam.

“Bikin kartu perpustakaan gratis atau tidak dipungut biaya, prosesnya pun cepat, ” jelasnya.

Nurliani berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan akademisi dan mahasiswa perguruan tinggi di Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Hasil LFSP2020 Laju Pertumbuhan Penduduk di Kalsel Mengalami Perlambatan

BANJARBARU – Penduduk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak 4,18 juta jiwa, dengan mayoritas penduduk adalah laki-laki dengan rasio jenis kelamin sebesar 102,41 dan didominasi penduduk usia produktif dengan rasio ketergantungan usia 46,59. Long Form Sensus Penduduk 2020 (LFSP2020) dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan hasil LFSP2020 sebanyak 4,18 juta jiwa. Jumlah penduduk terus bertambah selama periode tahun 1961 – 2022. Pada periode September 2020 – Juni 2022, penduduk Kalimantan Selatan bertambah sebanyak 108,5 ribu jiwa atau sebesar 0,14 persen. Akan tetapi bila dilihat dari pertumbuhannya mengalami perlambatan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) pada periode 1961 – 1990 yang cenderung mengalami kenaikan.

Tercatat bahwa pertumbuhan penduduk di Kalimantan Selatan periode 1961 – 1971 sebesar 1,44 persen, Periode 1980 – 1990 sebesar 2,32 persen, dan 1980 – 1990 merupakan pertumbuhan penduduk yang paling tinggi yaitu sebesar 2,3 persen per tahun. Setelah periode tahun 90 – an, LPP penduduk secara umum cenderung mengalami perlambatan. Tercatat bahwa Pada periode 2020 -Juni 2022 LPP mengalami perlambatan sebesar 0,99 Persen.

Hal ini disampaikan Fungsional Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan Nurul Sabah, pada Press Release berita resmi statistik hasil Long Form Sensus Penduduk BPS Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020, Senin (30/1) sore.

Nurul menyampaikan Rasio ketergantungan (RK) merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tinggi rasio ketergantungan suatu daerah menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Rasio ketergantungan provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022 hasil LFSP2020 sebesar 46,59 persen. Artinya setiap 100 orang yang produktif mempunyai tanggungan sekitar 46-47 orang yang non produktif.

“Setelah periode tahun 90 – an, laju pertumbuhan penduduk (LPP) penduduk secara umum cenderung mengalami perlambatan. Tercatat bahwa Pada periode 2020 -Juni 2022 LPP mengalami perlambatan sebesar 0,99 Persen,” ungkap Nurul.

Nurul melanjutkan Informasi mengenai struktur penduduk merupakan salah satu informasi strategis karena ketika jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sangat besar, maka SDM yang merupakan asset dalam pembangunan juga sangat besar. Berdasarkan hasil Longform SP2020, persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkat sejak Tahun 2000. Persentase penduduk usia produktif adalah sebesar 65,70 persen dari total penduduk tahun 2000, dan meningkat menjadi 68,22 persen di tahun 2022. Persentase penduduk usia produktif di Kalimantan Selatan yang lebih besar dibandingkan usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan masih berada pada masa bonus demografi.

“Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan hasil LFSP2020 sebanyak 4,18 juta jiwa. Jumlah penduduk terus bertambah selama periode tahun 1961 – 2022. Pada periode September 2020 – Juni 2022, penduduk Kalimantan Selatan bertambah sebanyak 108,5 ribu jiwa atau sebesar 0,14 persen. Akan tetapi bila dilihat dari pertumbuhannya mengalami perlambatan, “sahut Nurul. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terima Bagi Hasil Cukai Rokok Senilai 319 M

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menerima bagi hasil cukai rokok senilai Rp319 miliar atau setara 111,74 persen pada semester II tahun 2022. Pendapatan ini pun diakui telah melebihi target sebelumnya di 2021 yang hanya berhasil meraup penerimaan sebesar Rp285 miliar.

“Memang mengalami kenaikan secara signifikan. Tentu, merupakan capaian di atas dari target tahun 2022,” ujar Kabid Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Provinsi Kalsel, Rusma Khazairin.

Kabid Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rusma Khazairin saat menjelaskan pajak cukai rokok

Ini merupakan capaian yang cukup bagus dalam mengawali tahun 2023. Bahkan, pendapatan hasil cukai rokok itu nantinya akan dibagi kembali ke masing-masing kabupaten/kota.

“Meskipun bukan daerah penghasil tembakau tetapi realisasi ini sangat menggembirakan,” bebernya.

Tingginya jumlah yang diberikan kepada pemerintah daerah termasuk Pemprov Kalsel merujuk atas naiknya cukai rokok sekitar 10 persen yang diberlakukan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) sebagai upaya menurunkan prevalensi angka pencandu rokok.

Sementara dari pajak retribusi, lanjut dia, mencapai 84,40 persen. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga terealisasi melebihi target yakni sekitar 102,83 persen.

“Pendapatan lainnya yang sah sebesar 98,73 persen. Selain itu, dana transfer dari pusat melebihi capaian yaitu senilai Rp3,5 triliun atau 105,14 persen dari target Rp3,3 triliun,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

70 Tahun SMAN 1 Banjarmasin, Paman Birin : Terdepan Melahirkan Generasi Cerdas dan Berdaya Saing

BANJARMASIN – Perayaan HUT Ke-70 SMAN 1 Banjarmasin menjadi momentum yang tepat untuk bersama-sama menyatukan langkah dan tekad dalam membangun Banua dengan melahirkan generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan berdaya saing, serta memiliki akhlak yang mulia.

Gubernur Kalsel (kopiah) berfoto bersama dewan guru dan siswa SMAN 1 Banjarmasin

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, pada perayaaan Hari Ulang Tahun ke-70 SMAN 1 Banjarmasin, Selasa, (31/1).

Paman Birin mengatakan, SMA Negeri 1 Banjarmasin, telah memberikan dedikasinya selama 70 tahun bagi kemajuan Banua tercinta dan pada hari ini menyelenggarakan kegiatan “Smasa Generation 29”, dengan menyajikan berbagai kegiatan menarik dan edukatif untuk merayakan ulang tahun ke-70 sekolah.

“Mudah-mudahan di usia ini, sekolah ini semakin sukses, maju, dan tentunya terdepan dalam melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing bagi Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Paman Birin dalam sambutannya.

Paman Birin menuturkan, dengan semangat pemuda yang memiliki tekad kuat untuk sebuah perubahan, segala harapan untuk kemajuan Banua harus dipersiapkan mulai dari sekarang hingga masa yang akan datang.

Maka dari itu, Paman Birin berharap, untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama dan kerja keras semua, khususnya dalam menghadirkan pendidikan yang baik dan berkualitas bagi generasi setelah kita.

“Tanggung jawab pendidikan itu tidak hanya ada pada lembaga pendidikan, tetapi di tangan kita semua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy mengucapkan terimakasih kepada Paman Birin, yang sudah datang pada acara HUT SMAN 1 Banjarmasin dan Smasa Generation ke-29.

“Terimakasih Paman Birin yang sudah meluangkan waktunya, kehadiran orang nomor satu di Kalsel bertepatan dengan momen yang spesial ini merupakan bentuk dukungan dan semangat bagi kami semua, warga SMAN 1 Banjarmasin,” tandasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Menteri Koperasi dan UKM Minta Pemda di Kalsel Tingkatkan Inkubasi Bisnis Usaha Kecil Menengah

BANJARMASIN – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menghadiri Seminar Peluang dan Tantangan Usaha di Tahun 2023, yang digelar di Kota Banjarmasin. Seminar dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota, Selasa (31/1).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah, untuk mengembangkan usaha dalam bentuk inkubasi bisnis untuk menumbuh kembangkan usaha pelaku UKM.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin, sudah sejalan dengan Pemerintah Pusat,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Tentunya, yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini, untuk menambah persentase kewirausahaan di Tanah Air.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

“Saat ini untuk persentase kewirausahaan mencapai 3,7 persen. Ditarget dapat mencapainya 4 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan untuk peningkatan Program Kawal Inkubator, untuk peningkatan Usaha Kecil Menengah.

“Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya berterima kasih atas kedatangan Menteri Koperasi dan UKM,” ucap Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Tentunya, kedatangan Menteri Koperasi dan UKM ini, memberikan pengarahan kepada pihaknya dan para pelaku usaha kecil di Kota Banjarmasin.

“Saat ini Pemerintah Pusat akan meningkatkan usaha kecil menjadi usaha besar. Dengan programnya kawal inkubator, dalam inkubasi bisnis,” ujarnya. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version