Meski Libur Nasional, Paman Birin Tetap Semangati Anak Agar Mau Divaksin

Banjar – Berikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 melalui kegiatan vaksinasi, terus digelorakan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin.Noor atau Paman Birin.

Meski di hari libur, Paman Birin tetap turun ke desa untuk memantau langsung kegiatan vaksinasi bergerak sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat dan tim yang  bertugas

Seperti dilakukan pada Senin (28/2),  dimana oleh pemerintah ditetapkan sebagai  hari libur nasional,  yakni Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,  kepala daerah  dikenal dekat dengan rakyatnya itu tetap memanfaatkan waktu libur dengan menyapa masyarakat.

Gubernur Sahbirin Noor  meninjau vaksinasi bergerak di Desa Sungai Alang, dan Awang Bangkal Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Vaksinasi Bergerak di dua tempat tersebut difasilitasi Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur H Sahbirin Noor mengatakan, Vaksinasi  Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

“Melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya”, ujar Gubernur.

Suasana saat Gubernur Kalsel meninjau Vaksinasi Bergerak

Paman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat seperti TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan yang lainya.

Kepala Desa Sungai Alang, Miftahul Khair mengucapkan terima kasih kepada Paman Birin yang telah menyempatkan hadir dan meninjau langsung proses vaksinasi.

Menurutnya, hingga siang hari sudah lebih dari 200 orang yang melakukan vaksinasi.

Disampaikanya, vaksinasi kali ini mencakup anak dari umur 6 sampai dengan 11 tahun, dewasa hingga lansia.

Selanjutnya, Paman Birin meninjau vaksinasi bergerak di Desa Awang Bangkal Barat dengan sasaran 1.000 orang.

Di Desa Awang Bangkal Barat dosis 1 sebanyak 2.057 dari sasaran 2, sebanyak 118 dosis.
Hari ini kali pertama dilakukan vaksin dosis ke 2.

Pada peninjauan tersebut Paman Birin didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Sukamto, dan Kasatpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan Zakly Aswan.

Saat berkunjung di desa Awang Bangkal, oleh kepala desa setempat, Paman Birin dijamu makan siang dan ramah tamah dengan masyarakat dan aparatur pemerintahan desa

Selain Satpol PP dan Damkar, kegiatan Vaksinasi Bergerak inisiasi Gubernur Kalsel ini juga digelar SKPD lain di lingkungan Pemprov Kalsel.

Di hari yang sama Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Biro Administrasi Pimpinan, Biro Organisasi dan Biro Perekonomian Setda Kalsel bekerja sama dg stakeholder terkait juga menggelar kegiatan vaksinasi di beberapa titik atau tempat.

Lokasi tersebut Pasar Bauntung Lama Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Bank Kalsel Gelar RUPS Tahunan 2021, Dan RUPS Luar Biasa 2022

Banjarmasin – Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja selama tahun 2021 lalu, Bank Kalsel gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2021
dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2022, akhir pekan lalu. Kegiatan yang dilaksanakan disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin tersebut, dihadiri seluruh Pemegang Saham Bank Kalsel. Baik Gubernur Kalimantan Selatan, Wali Kota dan Bupati maupun Perwakilan dari 13 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan
Selatan.

Pada helatan ini, seluruh Pemegang Saham sepakat menerima Laporan Pengawasan yang telah disampaikan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi. Sementara untuk RUPS LB, seluruh Pemegang Saham juga sepakat menerima Laporan Permodalan dan Pembagian Laba/Hasil Usaha, termasuk dividen, yang disampaikan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel.

Berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Direksi tahun buku 2021, Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya mengatakan, walau banyak dipengaruhi keadaan ekonomi yang tidak menentu, akibat pandemi COVID-19, tetapi kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tahun 2021 tetap mampu bertumbuh positif dan memperoleh hasil yang cukup bagus.

“Ini bisa dilihat, pertama dari sisi aset, jika di tahun 2020 lalu kita mampu membukukan Rp14,85
trilyun, maka pada tahun 2021 ini naik menjadi Rp16,53 trilyun. Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga mencapai 11,33 persen per Desember 2021,” terang Hana.

Kemudian dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 11,69%. Jika tahun 2020 lalu DPK hanya mencapai Rp12,01 trilyun, maka di tahun 2021 naik menjadi Rp13,42 trilyun.
Untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2021 mencapai Rp11,11 trilyun, dengan komposisi seperti
Modal Kerja Rp1,63 trilyun, kredit Investasi Rp3,37 trilyun, Kredit Konsumtif sebesar Rp6,11 trilyun.

Pertumbuhan positif ditunjukkan pada kinerja laba bersih (setelah pajak), yang dalam hal ini menunjukkan hasil yang cukup baik dibanding tahun sebelumnya. Untuk kinerja Laba Bersih (setelah pajak), nilai yang berhasil dibukukan adalah Rp219,25 miliar pada tahun 2021
ini. Pencapaian tersebut tumbuh 11,58 persen dibanding realisasi tahun 2020 lalu yang hanya mencapai
Rp196,50 miliar.

Terkait kebijakan bisnis di tahun 2022, Bank Kalsel hadir dengan komitmen setia melayani dan tekad untuk senantiasa tumbuh dan berkembang melaju bersama Masyarakat Kalimantan Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan 2 (dua) fokus strategi, yakni Digitalisasi dan Sumber Daya Manusia.

“Transformasi Digital Bank Kalsel telah dilakukan per tanggal 15 November 2021 lalu, yang akan menjadikan proses layanan menjadi lebih Cepat, Mudah, Aman dan Nyaman. Adapun 8 Langkah
strategis yang dilakukan antara lain optimalisasi pendapatan, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas kredit, meningkatkan digital capability dalam bisnis, meningkatkan market share bank, perbaikan kualitas dan kompetensi SDM, meningkatkan tata kelola perusahaan dengan baik, meningkatkan permodalan bank. Dari 8 langkah strategis tersebut, 2 (dua) fokus utama di tahun 2022
adalah dengan pemutakhiran fitur-fitur digital baru Bank Kalsel, sehingga semua akses layanan perbankan berada dalam genggaman. Kemudian fokus kedua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dengan lingkungan digital yang sekarang ini menjadi keharusan untuk kami respon dengan sebaik-baiknya, sekaligus juga bisa memberikan layanan digital sesuai dengan kebutuhan
masyarakat Kalimantan Selatan”, beber Hana.

Menyangkut kewajiban Bank Kalsel untuk memenuhi kewajiban atas ketentuan regulator yakni Modal Inti Minimum (MIM) sebesar Rp3 trilyun, per Desember 2021 Bank Kalsel berhasil mencatatkan modal inti sebesar Rp1,99 trilyun. Nilai ini meningkat 6,86 persen dibandingtahun 2020
sebesar Rp1,86 trilyun.
Atas hal ini Hanawijaya optimis Bank kalsel mampu memenuhi kewajiban dimaksud sesuai tenggat waktu pada Desember tahun 2024.

Plt. Komisaris Utama Bank Kalsel, Hatmansyah menyampaikan rasa optimis dan dukungan terhadap manajemen Bank Kalsel dalam menatap tahun 2022.

“Jika dilihat tantangan di tahun 2022 kali ini tentu tidak mudah bagi Bank Kalsel untuk mencapai
target yang telah ditetapkan. Apalagi di tahun ini, sektor perekonomian masih dihadapkan dengan
kondisi pandemi COVID-19 yang masih mencekam. Tapi dengan konsistensi dan kerjasama antar lini
untuk terus berbenah dan fokus dalam bekerja, apalagi dengan digitalisasi yang dilakukan Bank
Kalsel dalam memberikan kontribusi untuk memudahkan transaksi secara non-tunai, kami juga
meyakini target dengan hal tersebut bisa diwujudkan secara maksimal,” tegas Hatmansyah.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor menambahkan, Bank Kalsel sebagai salah satu Badan Usaha milik Pemerintah Daerah diharapkan terus bertransformasi, mampu meningkatkan skala kinerja dan bisnisnya, lebih mampu berdaya saing dan berkontribusi bagi perekonomian daerah, serta mampu memenuhi ekspektasi seluruh stakeholders.

“Kondisi saat ini dihadapkan pada situasi masih pandemi COVID-19, juga diharapkan dalam
persaingan dengan kompetitor tentu semakin berat dan tidak bisa dihindarkan. Tapi saya meyakini Bank Kalsel selalu berinovasi dalam upaya digitalisasi pelayanan perbankan dan manajemen pengelolaan sumber daya manusia. Dua hal ini sangat menentukan efektivitas proses bisnis yang
diterapkan, dimana Bank Kalsel memegang peran sentral dan strategis dalam mendorong
pertumbuhan perekonomian, serta akselerasi pembangunan daerah di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/APR)

Paman Birin Minta Korban Keracunan Makanan Dilayani Maksimal

Banjarmasin –  Setelah mendapat informasi puluhan warga mengalami keracunan makanan, respon cepat ditunjukkan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, dengan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anshari Saleh , Sabtu (27/2) pukul 04.15 WITA.

“Jelang  subuh tadi saya menerima informasi ada puluhan warga Kecamatan Alalak Batola dirawat di sejumlah rumah sakit. Penyebabnya diduga keracunan makanan,’ terang Paman Birin,– panggilan akrabnya.

Gubernur Kalsel meminta pihak rumah sakit yang memberikan pelayanan.medis kepada pasien yang masih dirawat di rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal.

Saat mengunjungi RSUD Anshari Saleh, Paman Birin terlihat berbincang akrab dengan pasien beserta keluarga,  memberikan semangat dan doa.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Sukamto saat mendampingi Gubernur Kalsel di RSUD Anshari Saleh menjelaskan, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan makanan sekitar 90 orang, dan dominan anak – anak.

Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit,  antara lain RSUD Ulin, RS Islam dan Rumah Sakit  TPT Jl Soeroyo S serta RSUD Ansari Saleh

“Sebagian besar  mereka sudah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya sudah pulih” terangnya .

Dijelaskan pejabat senior Dinkes Kalsel ini, berdasarkan informasi, kronologis dirawatnya 90 warga di rumah sakit berawal dari makan soto atau nasi sop di salah satu rumah warga yang menggelar  acara keagamaan.

Warga sendiri tidak menduga jika makanan yang mereka konsumsi setelah beberapa waktu menimbulkan gejala  seperti pusing, mual hingga muntah- muntah

Pasalnya, makanan yang disajikan menurut pasien yang dirawat cukup lezat dengan standar makanan seperti biasa .

Sementara itu Qomariyah dan Ma”ruf orang tua dari Ahmad Noor Syafi’i, korban  keracunan makanan, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Paman Birin

“Alhamdulillah kami bersyukur dan berterima kasih sudah dikunjungi  Gubernur Paman Birin, terlebih beliau datang secara khusus untuk melihat kondisi dan memberikan motivasi,’ ucapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Peduli Masyarakat Stagen, Yani Helmi Sebarluaskan Perda Penyelenggaraan Kesehatan di Kotabaru

KOTABARU – Hak untuk mendapatkan kesehatan merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Maka dari itu, penyebarluasan aturan ini kepada masyarakat perlu dilakukan. Bahkan, Pemprov Kalsel telah menuangkannya kedalam Perda Nomor 1 Tahun 2021 lengkap beserta dengan penyelenggaraannya.

Terkait hal itu, anggota DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Kesehatan bersama Dinkes dan RSUD Ulin Banjarmasin, di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.

Pelaksanaan swab antigen yang dilakukan oleh Dinkes Kalsel dan RSUD Ulin Banjarmasin dalam penyelenggaraan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan

“Kegiatan ini juga disambut antusias oleh warga disini dan tentu menerapkan protokol kesehatan. Dimana, sosialisasi tersebut penting disampaikan kepada mereka sebagai keterjaminan dari pemerintah dalam penyelenggaraan kesehatan dan itu sebagai payung pemerintah untuk melaksanakan kegiatan kesehatan,” ujar Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalimantan Selatan usai menyelenggarakan kegiatan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan, Jumat (25/2) sore.

Ia mengharapkan, dengan diketahuinya sosialisasi Perda ini masyarakat dapat dengan mudah memahami secara keseluruhan keberadaan terkait aturan yang dimiliki tersebut.

“Tata cara kelolanya juga telah diatur untuk dilaksanakan oleh eksekutif. Kalau tidak disosialisasikan, maka, masyarakat jelas tidak tahu dengan adanya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tersebut, dan selaku anggota DPRD bersama Pemprov Kalsel tentu kami mempunyai berkewajiban memberikan edukasi dan pemahaman terkait aturan yang dibuat itu,” ungkapnya.

Keberadaan Perda yang telah disahkan itu, ungkap Yani Helmi, merupakan keterjaminan masyarakat untuk bisa mendapatkan hak kesehatan yang sama dari pemerintah.

“Sehingga apa yang masyarakat tidak ketahui akhirnya tahu dengan adanya peraturan ini, dari sebelum lahir hingga tumbuh dewasa sudah terpikirkan oleh kami dan pemerintah,” papar anggota dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang merupakan anggota Komisi II DPRD Kalsel.

Sejumlah warga Stagen yang ikut dalam pelaksanaan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan

Sementara itu, Kasi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kalsel, Heru, mengungkapkan, dibentuknya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tersebut tidak lain tujuannya hanya untuk mengingatkan agar masyarakat bisa tetap menjaga kesehatan sehingga aturan ini juga berjalan sesuai perencanaan yang baik.

“Terutama bagi pemerintah daerah bersama-sama masyarakat mengembangkan dan membangun serta meningkat kesadaran untuk hidup sehat,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan tersebut juga diisi pengambilan sampel swab test dari salah satu warga yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. Selain menghindari penularan, bahkan, pola itu sebagai bentuk memproteksi adanya klaster baru. (RHS/RDM/APR)

Satu Tahun Masa Kepemimpinan, Aditya-Wartono Tuntaskan Janji Politik Di Tahun Ini

Banjarbaru – Satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Aditya-Wartono, sejumlah prestasi telah berhasil dicapai hingga saat ini.

“Sepanjang tahun 2021, kota Banjarbaru sudah menerima 28 penghargaan,” ucap Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin, usai menggelar pertemuan satu tahun masa kepemimpinannya di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, pada Jumat (25/2).

Capaian tersebut, dikatakan Aditya, merupakan hasil bersama terutama Forkopimda Banjarbaru serta seluruh Kepala SKPD Lingkup Pemko dalam menuju Banjarbaru JUARA.

Di sisa kurang lebih 2,5 tahun masa jabatannya, Aditya berkomitmen untuk menyempurnakan realisasi pembangunan di kota berjuluk Kota Pendidikan ini.

“Target kita tahun ini untuk merealisasikan janji-janji politik kita kemarin, seperti home care, RT Mandiri, urban farming dan lain-lain,” sebutnya.

Hal ini diakuinya, bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kota ini. Terlebih pada pertengahan bulan tadi, kota Idaman ini telah ditetapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami patut bersyukur di era kepemimpinan kami, Banjarbaru menjadi Ibu Kota Kalimantan Selatan, tinggal PR besar bagaimana kita menata kota ini agar benar-benar layak menjadi Ibu Kota Provinsi ini,” tuturnya.

Hal ini menyusul akan dibenahinya struktur tata kota, sarana dan prasarana yang akan ditingkatkan hingga pelayanan yang harus lebih baik lagi di Banjarbaru.

“Kedepannya kita ingin meningkatkan minat para investor, pelancong, wisatawan baik dalam dan luar negeri untuk bisa datang ke Banjarbaru. Dan tentunya nilai jual Banjarbaru keluar daerah lebih besar lagi,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Para Petani dan Penyuluh Pertanian Diimbau, Untuk Beradaptasi Dengan Perubahan Iklim

BANJARBARU – Menjalani iklim yang sering silih berganti beberapa tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel, mengajak seluruh petani di banua dapat beradaptasi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, belum lama tadi.

Syamsir Rahman mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, telah terjadi pemanasan global yang diakibatkan emisi gas rumah kaca, pemanasan global juga berdampak disektor pertanian, seperti berkurangnya hasil panen dan adanya perubahan waktu panen bagi para petani, sehingga para petani diwilayah Kalsel harus dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Pemanasan global yang terjadi saat ini disebabkan karena melimpahnya gas rumah kaca. Hal ini terjadi dikarenakan petumbuhan industri di seluruh dunia dan berkurangnya luas hutan serta sering adanya eksploitasi kayu,” ungkap Syamsir.

Syamsir menambahkan, dengan adanya perubahan iklim yang terjadi saat ini, harus terdapat antisipasi yang dilakukan oleh para petani mulai dari sekarang. Apabila antisipasi ini tidak dilakukan secara perlahan, maka akan berdampak pada masa depan tani.

“Efek dari musibah yang terjadi pada tahun lalu membuat para petani saat ini sudah mulai beradaptasi sendiri dengan cara membaca alam, dengan cara mengurangi emisi dan menstabilkan tingkat gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan menghadapi pertanian dengan perubahan iklim, seperti ladang yang dikelola secara organik dapat menyerap lebih banyak karbon di tanah dari pada ladang yang dikelola secara metode konvensional, kemudian menggunakan pengolahan tanah konservansi bisa menurunkan emisi gas rumah kaca, dan irigasi tetes bawah permukaan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari pemotongan penutup.

“Tujuan adaptasi ini ialah untuk mengurangi kerentanan kita terhadap efek berbahaya dari perubahan iklim yang terjadi,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN MENGGELAR GERAKAN BANGGA BUATAN INDONESIA DI KALSEL

BANJARMASIN – Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggelar Gerakan Nasional Bangga Terhadap Produk Buatan Indonesia di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin.

Plt Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana mengatakan, Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia ini, sebenarnya sudah dilaunching oleh Presiden RI pada 14 Mei 2020 lalu.

“Akibat adanya Pandemi COVID-19 selama dua tahun ini, maka saat ini para pelaku UMKM mampu bangkit kembali,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, di Kota Banjarmasin.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan adanya Gerakan Nasional Bangga Terhadap Buatan Indonesia ini dapat memperkuat kapasitas dan kemampuan usaha darj UMKM, yang didukung pemerintah dalam memasarkan produk UMKM tersebut.

“Masyarakat dapat membeli produk dari UMKM tersebut, dengan adanya jual beli maka perekonomian UMKM dapat berjalan kembali,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap kegiatan Gerakan Nasional Bangga Terhadap Buatan Indonesia, yang akan dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Provinsi Kalimantan Selata, tepatnya di Kota Banjarmasin.

Kabag Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Kalsel Wahdah

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono melalui Kepala Bidang Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Wahdah.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan tersebut,” ungkap Wahdah.

Dan, lanjutnya, kegiatan Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin.

“Tentunya dengan adanya Gerakan tersebut, maka memberikan kesempatan kepada UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan, untuk dapat meningkatkan produk mereka tersebut,” ucapnya.

Wahdah berharap, pelaku UMKM produk Ikan ini dapat meningkatkan usaha mereka bahkan sampai melakukan ekspor keluar negeri. (SRI/RDM/APR)

Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Gubernur Kalsel Minta Pejabat Sukseskan Penyelenggaraan Pemerintahan

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor melantik pejabat struktural dan pejabat fungsional setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di gedung Mahligai Pancasila, Jum’at (25/2).

Pelantikan disaksikan oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, Sekretaris DPRD Kalsel A.M Rozaniansyah dan sejumlah Kepala serta pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menegaskan bahwa pengisian jabatan, baik karena mutasi, promosi maupun mengisi kekosongan sebagai sebuah proses yang biasa-biasa saja. Menurutnya, hal ini kelaziman yang berulang-ulang terjadi dalam organisasi pemerintahan, baik karena penyegaran, prestasi maupun evaluasi yang telah dijalankan secara proporsional termasuk meningkatkan kinerja SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Apapun latar belakangnya, setiap pelantikan pejabat pada posisi apapun, saya ingin agar keberadaan pejabat-pejabat yang baru mampu bekerja lebih baik, lebih cepat dan lebih tanggap terhadap dinamika yang berkembang, khususnya berkaitan dengan tugas dan fungsi yang melekat di SKPD yang Saudara pimpin,” katanya.

Selain itu, Sahbirin juga meminta pejabat yang baru dilantik bisa menjadi “kunci-kunci” untuk membuka “pintu-pintu” yang menampakkan kemajuan Banua. Pasalnya, lanjut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, keberadaan pejabat pimpinan tinggi Pratama yang kompeten dan profesional menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan serta mewujudkan Kalsel maju sebagai gerbang ibu kota negara.

“Sebagai provinsi yang menyatakan diri menjadi gerbang ibu kota negara sekaligus sebagai penyangga IKN maka Pemprov harus bergerak cepat bahwa Kalsel layak dan pantas menyandang predikat tersebut,” tegasnya.

Karenanya, menurut Paman Birin, para pejabat harus segera meningkatkan kinerja SKPD, khususnya dengan membangun budaya kerja yang baik di lingkungan SKPD yang dipimpin. Ia juga akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja pejabat SKPD Lingkungan Pemprov Kalsel dan tidak segan-segan untuk mengganti pejabat di posisi manapun jika kinerjanya tidak sesuai harapan.

Adapun nama-nama pejabat yang dilantik sebagai berikut :
(1) Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kalsel.
(2) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Siswansyah dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel.
(3) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel Sulkan dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel.
(4) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kalsel.
(5) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel Husnul Hatimah dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel
(6) Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel Irfan Sayuti dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel.
(7) Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel, Adi Santoso dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel.
(8) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kalsel, Fathurrahman dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel.
(9) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Zulkifli dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel.
(10) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Informatika Kalsel, Faried Fakhmansyah dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel.
(11) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kalsel.
(12) Direktur RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr Izaak Zoelkarnain Akbar dilantik sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin.
(13) Kepala Badan Keuangan Daerah Kalsel, Agus Dyan Nur dilantik sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin.
(14) Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Muhammad Muslim dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel.
(15) Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Kalsel, Ina Yuliani dilantik sebagai Kepala Bidang Ketransmigrasian pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel. (NRH/RDM/APR)

Reses Legislator Kalsel, Ini Harapan Warga Karang Intan

Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel, Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihannya di Kabupaten Banjar pada 13-20 Februari 2022 lalu.

Syarifah mengungkapkan banyak aspirasi yang disampaikan oleh warga dalam resesnya, antara lain rehabilitasi fasilitas umum (fasum) seperti langgar, masjid, sekolah hingga infrastruktur jalan.

“Di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan misalnya, warga meminta perbaikan tempat ibadah seperti langgar karena kapasitasnya yang sudah tak mampu lagi menampung warga, serta kondisi bangunan yang dinilai sudah memerlukan rehabilitasi,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/2).

Begitu juga di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan, lanjut Syarifah, warga di RT 03 meminta perbaikan mesjid, jalan, madrasah, termasuk penambahan tiang listrik.

Legislator yang duduk di Komisi IV DPRD Kalsel ini memastikan akan menindaklanjutinya berdasarkan tanggung jawab dan kewenangannya.

“Ada beberapa aspirasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Banjar, adapula yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel. Kami akan sampaikan sesuai kewenangannya untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

PEMPROV KALSEL TARGETKAN KAFILAH KALSEL JUARA UMUM FASI XI PALEMBANG

BANJARMASIN – Mendapatkan target kembali untuk menjadi juara umum pada Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang. Maka, BKPRMI Provinsi Kalsel menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda dan Training Center (TC) peserta FASI Kontingen Kalsel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan BKPRMI Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda serta TC Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengikuti Festival Anak Soleh di Palembang, mendatang.

“Kegiatan ini dilaksanakan, untuk melihat kesiapan Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghadapi FASI tingkat nasional ke 11 di Palembang, Sumatera Selatan tersebut,” ungkapnya.

Pada kejuaraan FASI tingkat nasional Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan anggaran untuk keberangkatan para kafilah tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah

Selain itu, lanjut Hermansyah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menargetkan untuk Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan dapat menjadi juara umum pada FASI Tingkat Nasional ke XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang.

“Target tersebut sesuai dengan keberhasilan Kontingen Kalimantan Selatan pada FASI sebelumnya di Bandung, dan di Kota Banjarmasin. Kontingen Kalimantan Selatan telah berhasil berturut turut keluar sebagai juara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian BKPMRI Provinsi Kalimantan Selatan Fahrurazi mengatakan, pada FASI ke XI di Palembang, kontingen Kalimantan Selatan diperkuat 41 peserta yang siap bertanding mengikuti semua nomor yang dipertandingkan.

“Secara umum persiapa peserta sendiri sudah matang dan siap bertanding, untuk kembali merebut juara umum pada FASI tingkat nasional di Sumatera Selatan mendatang,” ucap Fahrurazi. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version