DPRD Banjarmasin Sarankan Kantor Lurah Kelayan Timur, Dipindah

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menyarankan, kantor Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan, sebaiknya dilakukan pemindahan.

Menurut Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (28/12), dari penilaian selama ini untuk kantor Kelayan Timur masih kurang representatif, padahal sangat penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga sekitar.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah

“Letak kantor Kelurahan Kelayan Timur berada dalam gang, seharusnya di pinggir jalan,” ungkap Ali

Aliansyah menjelaskan, langkah Lurah Kelayan Timur saat ini bisa mengusulkan untuk pemindahahan ke lahan representatif, karena masih banyak lahan milik Pemerintah Kota dan sangat tepat dijadikan bangunan baru, sehingga masyarakat mendapat mendapatkan pelayanan secara maksimal.

“Kami siap dukung melalui APBD Kota,” jelasnya

Sementara itu, Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi, mengakui, memang untuk kondisi kantor tidak terlalu besar, setiap kegiatan kalau mengumpulkan warga yang banyak, biasanya menggunakan ruangan Dewan Kelurahan.

Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi

“Kita akan usulkan untuk pemindahan di tempat yang lebih luas,” tutupnya.

Untuk diketahui, kantor Lurah Kelayan Timur, berlokasi di Jalan Kelayan B, Gang Balai Desa RT 11-12, Kecamatan Banjarmasin Selatan. (NHF/RDM/RH)

Komisi III DPRD Kalsel Monitoring “Long Storage” Pengendali Banjir Barito Kuala

BARITO KUALA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menyambangi pembangunan “Long Storage”, Selasa (27/12).

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring pembangunan yang berlokasi sangat strategis di daerah Kalimantan Selatan, bertepatan di Desa Ulu Benteng Kabupaten Batola.

Suasana pemantauan Komisi III DPRD Kalsel ke Long Storage di Batola

Setelah melakukan monitoring, proyek yang terpantau dalam pengerjaan secara umum yang hampir rampung mencapai 8 persen ini, menyisakan sedikit detail kecil yang belum terealisasikan, namun secara garis besar proyek ini sudah berjalan dengan baik.

Konsep pembuatan Long Storage ini pun jadi perhatian khusus Komisi III DPRD Kalsel, karena memiliki berbagai fungsi, diantaranya untuk menampung volume air ketika terjadi debit maksimum di sungai, serta sebagai penyediaan air ketika air di sungai tidak berjalan dengan baik, seperti terjadinya pengeringan air sungai yang disebabkan oleh cuaca dan mencegah terjadinya bahaya kebakaran hutan.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad menyampaikan, proyek ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Batola. Bukan hanya untuk pengendalian air saja, lanjutnya, tetapi dapat digunakan apabila keadaan air di Batola sedang meluap dan dapat dikendalikan dengan adanya Long Storage ini sehingga luapan sungai dapat tereduksi.

“Semoga dengan adanya Long Storage masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus memelihara dengan baik dan benar karena ini sangat banyak manfaat nya bukan hanya untuk pengendalian air saja tetapi ketika masyarakat kesulitan dalam menggunakan air agar dapat dialirkan kembali ke sungai-sungai di daerah tersebut sehingga juga dapat berfungsi sebagai penyalur atau distribusi air,” jelasnya.

Hasanuddin menambahkan bahwa proyek ini memang memakai dana APBN yang diberikan langsung oleh Kementrian PUPR, tetapi secara fungsional kemitraan kerja Komisi III DPRD Kalsel masih memiliki hubungan dan tanggung jawab terhadap proyek tersebut dan terus melakukan pemantauan. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Kualitas SDM, FKPPI Kalsel Gelar Diklat Kader Organisasi

BANJARBARU – Forum Komunikasi Putra/Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pendidikan dan latihan (diklat) kepada kader organisasi tingkat madya tahun 2022, di Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Rabu (28/12).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diwakili Asisten I Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, dalam sambutannya mengatakan, pengembangan maupun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan modal utama dalam menghadapi era globalisasi saat ini.

Asisten I Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira (putih), saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Jika tidak, maka kita tidak bisa bersaing atau bahkan tertinggal jauh,” ujarnya.

Dalam mengembangkan diri sebagai SDM yang berkualitas dan berdaya saing, Gubernur juga mengingatkan setiap individu agar tidak lupa membekali diri dengan wawasan kebangsaan.

“Jangan sampai kemampuan maupun keahlian yang kita miliki, justru merugikan bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.

Jika hal itu dapat diwujudkan, maka menurutnya, berbagai hal negatif yang mampu memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa seperti hoax, radikalisme hingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba, tidak akan tumbuh subur.

“Jika hal tersebut pun masih ada, maka kita harus menjadi garda terdepan untuk menangkal dan melawannya,” tegasnya.

Di tempat sama, Ketua Pelaksana Diklat Rusdiansyah, menyebut kegiatan ini digelar rutin setiap tahun untuk membekali seluruh anggota FKPPI dengan jiwa korsa (daya juang) seperti yang dimiliki oleh orang tua maupun pendahulunya.

Ketua Pelaksana Diklat FKPPI Kalsel, Rusdiansyah (tengah), saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Makanya kita rutin menggelar diklat ini setiap tahun. Dan ini merupakan diklat yang ketiga kalinya,” tuturnya.

Peserta diklat berjumlah 40 orang yang berasal dari FKPPI Kabupaten/Kota di Kalsel. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 3 hari, yakni dari 28 – 30 Desember 2022 mendatang.

“Rinciannya ada 19 putra dan 21 putri,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pertama di Indonesia, Santri Bantu Kendalikan Inflasi Kalsel

BANJAR – Sebanyak 1200 santri dari Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Darussalam Martapura, turut membantu pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui penanaman bibit pangan dan hortikultura. Penanaman dilaksanakan di kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, pada Rabu (28/12).

Keterlibatan para santri dalam mengendalikan inflasi ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, memimpin gerakan penanaman, diikuti oleh ribuan santri, Forkopimpda Kalsel, Alim Ulama serta Kepala SKPD dan 300 ASN lingkup Pemprov.

Paman Birin (sapaan akrab gubernur) mengatakan, gerakan menanam bibit pangan yang dilakukan oleh santri dan alim ulama ini menjadi momentum untuk membantu ketahanan pangan. Sehingga Kalsel dapat menjadi daerah yang mandiri di sektor pangan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Dengan melakukan penanaman bahan pangan dan hortikultura secara bertahap, Kalsel pada akhirnya tidak lagi ketergantungan bahan pangan dari provinsi lain,” ujarnya.

Jika bahan pangan hasil daerah tercukupi, menurutnya, Kalsel akan dapat mengendalikan inflasi di sektor pangan secara efektif.

“Untuk itu mari kita gelorakan semangat menanam, menanam dan menanam untuk terbentuknya ketahanan pangan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan ada 2500 bibit yang disiapkan pada kegiatan ini. Diantaranya bibit cabe, jeruk, pepaya, mangga dan padi.
“Jadi selain dengan menggelar pasar murah, membagikan beras dan lain sebagainya, ini juga jadi salah satu cara kita untuk mengendalikan inflasi di Banua,” bebernya.

Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman

Syamsir mengaku, setelah penanaman ini nantinya santri akan kembali diajak untuk melakukan pengecekan terhadap bibit yang telah ditanam.

“Jika ada bibit yang rusak, akan langsung kita ganti saat itu juga,” tutupnya.

Dengan banyaknya bibit yang ditanam pada kegiatan ini, rencananya kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, akan dijadikan sebagai kawasan wisata tanaman pangan dan hortikultura Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version