Gelar Pelatihan, PWI Nilai Profesionalitas Wartawan Sangat Penting

BANJARBARU – Profesionalitas seorang wartawan sangat penting dalam menjalankan tugas sesuai kode etik. Dengan adanya profesionalitas, para wartawan sudah dianggap sebagai pekerja yang berkompeten dibidangnya dalam mencari, mengolah, dan membuat berita.

Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel Zainal Helmie, usai menghadiri pelatihan peningkatan wartawan di aula Linggangan, DPRD Kota Banjarbaru. Kamis (17/11) siang.

Zainal menyampaikan, profesionalitas seorang wartawan sangat penting dalam menjalankan tugas sesuai kode etik. Sehingga pelatihan peningkatan kompetensi wartawan sangatlah penting dan bermanfaat. Terutama bagi wartawan dalam melakukan tugasnya.

“Alhamdulillah tidak ada komplain, memang ada sedikit orang mempermasalahkan profesionalitas terkait pemberitaan, seperti salah penyebutan nama, tempat, dan beberapa lainnya,” ungkap Zainal Helmie.

Dilanjutkan Zainal Helmie, pihaknya mengapresiasi para anggota PWI Kota Banjarbaru yang baru dilantik, namun sudah dapat melakukan persiapan uji kompetensi wartawan, melalui kegiatan pelatihan peningkatan wartawan. Sehingga wartawan kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar, dapat menjadi profesional dan benar-benar paham, akan tugasnya dalam membuat berita.

“Dengan adanya pelatihan peningkatan wartawan ini, maka profesionalisme dari wartawan yang ada di Kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar dapat terus meningkat,” Tutup Zainal Helmie.

Diketahui sebanyak 30 wartawan dari kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar, mendapatkan pelatihan peningkatan kompetensi wartawan dengan tujuan peningkatan kemampuan dan profesionalitas dalam kinerja sehari-hari. Pelatihan yang berlangsung pada Kamis – 17 November 2022 tersebut, dibuka Ketua PWI Kota Banjarbaru, Rasyid Ridha. dan menghadirkan Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie sebagai narasumber. (MRF/RIW/RH)

“Gas Bahimat” Kejurnas dan NC Final Round IOF 2022 Resmi Dimulai

BANJAR – Event “Gas Bahimat” Kejuaraan Nasional Indonesia Offroad Federation (Kejurnas IOF) 2022 dan National Championship (NC) Final Round resmi dibuka Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Jumat (18/11).

Dalam sambutannya Sahbirin menyebut, offroad bukan sekadar olahraga ekstrim saja, melainkan juga aktif dalam beberapa kegiatan sosial seperti gerakan cinta lingkungan. Bahkan diakuinya, dalam kegiatan tertentu banyak komunitas offroad yang turut berperan dalam mempromosikan dan mengembangkan pariwisata di daerah masing-masing.

Di sisi lain lanjut Gubernur, secara psikologi olahraga ini juga sangat baik untuk melatih diri sebagai pejuang untuk mengalahkan setiap rintangan.

“Sebagaimana yang kita ketahui, rute yang dilalui kendaraan offroad adalah jalur sulit yang memerlukan strategi khusus. Untuk itu dibutuhkan ketangkasan, keberanian, kewaspadaan, ketelitian dan juga kesabaran dalam pengendaraannya,” ujarnya.

Menurutnya offroad juga sangat perlu dikembangkan, agar generasi muda yang gemar berolahraga seperti ini mampu menjadi offroader yang berkelas profesional dan bersaing di kancah internasional.

“Maka dari itu saya menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh IOF ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IOF Kalsel, Haryadi menilai, dengan diikuti pebalap dari seluruh penjuru tanah air, kegiatan ini dapat membantu mendongkrak pariwisata melalui keindahan alam yang disajikan lewat trek yang dilalui.

“Kalsel memiliki banyak tempat yang cocok untuk pecinta offroad. Mulai dari hutan, bukit dan pegunungan eksotik yang belum dijamah. Salah satunya seperti kawasan Kiram yang jadi salah satu lokasi kegiatan ini,” ujarnya.

Event “Gas Bahimat” Kejurnas IOF 2022 dan NC Round Final diselenggarakan mulai 18 hingga 20 November 2022. Selain Kiram, pusat perbelanjaan terbesar di kota Banjarbaru juga dijadikan sebagai lokasi kegiatan.

Dengan seluruh persiapan yang dilakukan oleh panitia dan dukungan penuh dari Pemprov Kalsel tersebut, tentu sangat diapresiasi oleh Ketua Pengurus Pusat IOF, Sam Budigustian.

Bahkan pada seri kejuaraan di tahun-tahun mendatang, Sam mewajibkan tuan rumah menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu lokasi untuk kegiatan.

“Di seluruh Indonesia, setiap seri kejuaraan diwajibkan ada prolog trek di sekitar pusat perbelanjaan sebagai daya tarik IOF bagi masyarakat,” imbuhnya. (SYA/RIW/RH)

Pemprov Kalsel Diminta Segera Programkan Rehabilitasi Hutan Mangrove

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta agar segera memprogramkan kegiatan rehabilitasi hutan mangrove. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi kepada wartawan, belum lama tadi.

Wakil rakyat yang akrab dengan sapaan Paman Yani itu khawatir jika tidak segera dilakukan rehabilitasi hutan mangrove atau bakau, bisa berdampak buruk terhadap kawasan permukiman penduduk, terutama yang tinggal di wilayah pesisir seperti Kotabaru, Tanbu, Tanah Laut (Tala), Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Banjar.

“Tapi kalau hutan mangrove itu tidak terjaga atau dibiarkan gundul dikhawatirkan bila terjadi rob (banjir air pasang dalam) bisa menyapu permukiman penduduk,” jelasnya.

Paman Yani menyontohkan, di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar, beberapa desa tersapu banjir rob karena keadaan hutan mangrovenya tidak bisa berfungsi sebagai penyangga.

Selain itu, lanjutnya, di Batulicin Tanah Bumbu, air laut sekitar enam kilometer naik ke daratan juga disebabkan hutan mangrove yang minim sehingga tidak mampu membendung arus pasang dalam air laut.

“Oleh karena itu saya minta dalam RAPBD Kalsel 2023 dialokasikan anggaran untuk program rehabilitasi hutan mangrove supaya jangan terlambat atau sampai menimbulkan bencana,” pintanya.

Paman Yani juga meminta rehabilitasi hutan mangrove ini juga secara massif dilakukan pemerintah kabupaten/kota di Kalsel. Bahkan pihak kementerian terkait juga ikut bertanggungjawab terhadap persoalan ini. (NRH/RIW/RH)

Dispar Kalsel Terus Kembangkan Desa Wisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus mengembangkan desa wisata di Banua.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru-baru tadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi Desa Wisata Kubah Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, yang sebelumnya berhasil masuk dalam 50 besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia, dan kini meraih penghargaan sebagai Juara Harapan 1 Kategori Souvenir pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

“Kami akan berikan di Desa Wisata Kubah Basirih berupa fasilitas pendukung transportasi sungai speed boat sesuai yang mereka usulkan,” ucapnya.

Disampaikan Syarifuddin, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan Desa Wisata yang ada di Banua, tidak hanya di Kubah Basirih saja. Selama ini pihaknya juga memberikan bantuan berupa toilet wisata dan tempat sampah untuk menjaga kebersihan di semua destinasi wisata, sesuai usulan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota.

“Kalsel ini dinilai memiliki potensi wisata sangat baik, setiap tahun teruslah diperhatikan perbaikan sarana dan prasarananya,” kata mantan Pjs Bupati Kotabaru itu.

Lebih jauh, Syarifuddin menambahkan, selama ini pihaknya terus berupaya mengembangkan pariwisata berbasis Desa Wisata, agar dapat bersaing di tingkat Nasional. Ia berharap pemerintah daerah setempat sebagai pemangku kebijakan dapat memetakan potensi Desa Wisata unggulan untuk dikembangkan, agar dapat mengikuti tahapan persiapan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 mendatang.

“Pengembangan lebih banyak Desa Wisata berdampak sangat besar, karena dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan lokal, hingga mancanegara ke Kalsel,” tutup Syarifuddin. (NHF/RIW/RH)

Jembatan Terapung, Ikon Wisata Baru di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini telah melengkapi fasilitas umum Jembatan Terapung, penunjang peningkatan pariwisata susur sungai. Dan, saat ini Walikota Banjarmasin meresmikan Jembatan Terapung Penghubung Siring Maskot Bakantan dengan Kawasan Siring Kampung Ketupat, Jumat (18/11).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina meresmikan Jembatan Terapung

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan jembatan terapung pertama di Kota Banjarmasin. Sehingga kedepannya dapat dicontoh pada pembangunan lainnya,” ungkap Ibnu.

Pembangunan jembatan terapung ini dalam rangka menunjang pariwisata susur sungai di Kota Banjarmasin.

Peninjauan Jembatan Terapung oleh Walikota Banjarmasin usai diresmikan

Ibnu berharap, kedepannya kawasan siring di Kota Banjarmasin dapat terhubung semuanya, dari Siring Menara Pandang hingga ke kawasan Siring Muara Kelayan.

“Diharapkan seluruh akses dari Siring yang ada di Kota Banjarmasin ini, akan terhubung semuanya,” ucap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini meminta, agar aset fasilitas umum Jembatan Terapung, tidak dicuri atau dirusak.

“Kami meminta agar warga dapat menjaga aset jembatan terapung, begitu juga untuk hasil hasil pembangunan dari Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ibnu mengatakan, pihaknya melihat kayu Ulin dari Jembatan Terapung tersebut sangat bagus. Oleh karena itu, jangan dicuri atau dirusak.

“Kami melihat kayu Ulin dari Jembatan Terapung ini sangat bagus, hendaknya jangan dicuri atau dirusak,” katanya.

Karena itu, Ibnu mengajak warga untuk menjaga dan merawat secara keseluruhan Jembatan Terapung tersebut.

“Pemerintah Kota Banjarmasin telah memasang CCTV untuk mengawasi aset fasilitas umum tersebut,” ujar Ibnu. (SRI/RIW/RH)

Gencarkan Minat Baca, Dispersip Kalsel Sambangi Sejumlah Sekolah di HSU

HULU SUNGAI UTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel terus bergerak menggencarkan promosi minat baca dan literasi kepada masyarakat di Banua.

Dengan membawa pasukan perpustakaan kelilingnya dan ratusan buku bacaan, kali ini jajaran Dispersip Kalsel menyambangi sejumlah sekolahan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) seperti SD IT dan SMP IT Ihsanul Amal Alabio, Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Al-Ukhuwwah Amuntai, Madrasah Ibtidaiyah Al-Ukhuwwah Amuntai, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 18 HSU, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 HSU.

Suasana Antusias Pelajar di HSU dengan kedatangan Mobil Pusling Dispersip Kalsel

Kedatangan perpustakaan keliling Dispersip Kalsel inipun disambut antusias oleh ratusan peserta didik, dan para guru, serta pustakawan dari masing-masing sekolahan.

Kepala Perpustakaan SD IT Ihsanul Amal Alabio, Rahmah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP IT Ihsanul Amal Alabio, Helda Yanti mengaku senang atas kunjungan perpustakaan keliling Dispersip Kalsel ke sekolah mereka, apalagi ini kunjungan yang pertama ke sekolah mereka.

“Alhamdulillah para murid sangat antusias, banyak sekali buku-buku yang menarik. Kunjungan ini juga mendukung program literasi di sekolahan kami, semoga kunjungan ini bisa dilakukan secara rutin di lain waktu” kata mereka melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Jum’at (18/11).

Hal senada juga disampaikan Pustakawan MTs Al-Ukhuwwah Amuntai, Risdawati dan Pustakawan MI Al-Ukhuwwah Amuntai, Sri Eva Hidayani. Menurut mereka kedatangan tim perpustakaan keliling Dispersip Kalsel ini sangat membantu para peserta didik mereka untuk mendapatkan bahan bacaan yang bermutu.

“Kedatangan perpustakaan keliling ini sangat berkesan bagi anak-anak didik kami untuk mendapatkan bahan bacaan yang bagus dan menambah wawasan mereka. Mengingat koleksi buku di perpustakaan kami masih sangat terbatas” tutur dua orang pustakawan tersebut.

Begitu pula yang dirasakan peserta didik dan pustakawan MIN 18 HSU dan MTSN 8 HSU. Supian Sauri, Kepala MIN 18 HSU dan Subhan Noor, Pustakawan MTSN 8 HSU yang berterima kasih atas kesediaan tim perpustakaan keliling Dispersip Kalsel yang berkunjung ke sekolah mereka.

Mereka mengungkapkan kedatangan tim perpustakaan keliling Dispersip Kalsel dengan ratusan buku bacaan ini memotivasi siswa-siswi mereka untuk lebih gemar membaca dan meningkatkan wawasan literasi mereka.

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat positif bagi perkembangan minat baca anak-anak kami, semoga kunjungan ini bisa dilakukan secara rutin” pungkasnya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RIW/RH)

Berdiri di Lokasi Pertambangan, SDN Bawahan Selan 6 Mataraman Terancam Roboh

BANJAR – Berdiri di atas lahan pertambangan batu bara seluas 1.864 hektar (Ha), Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bawahan Selan 6, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, terancam roboh.

Meskipun telah berdiri sejak puluhan tahun atau mulai 1982, namun jarak antara sekolah dengan konsesi tersebut ternyata tak jauh, yakni hanya berkisar 10 meter. Bahkan, saat ini sudah dianggap membahayakan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Mursal, menuturkan, aktivitas pertambangan yang berdekatan dengan bangunan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) itu, berstatus legal mining atau boleh ditambang karena memiliki izin sah beroperasi.

“Kami telah menyurati pemegang izin usaha pertambangan (IUP) agar melakukan aktivitas sesuai dengan kaedah good mining practice (pertambangan yang baik dan benar). Nantinya akan dilakukan penindakan serta tak lupa pula kami terus memantau,” ujarnya dalam keterangan pers saat meninjau ke lokasi bersama awak media, Kamis (18/11) sore.

Padahal dalam peraturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan pertambangan yang baik, pemegang IUP diwajibkan untuk mempertimbangkan jarak aman terhadap bangunan perumahan penduduk, fasilitas umum (fasum), situs sejarah, cagar budaya, badan perairan umum dan perkebunan. Dengan jarak yang disepakati adalah 100 meter.

Terkait belum adanya tindakan sampai saat ini, Mursal mengaku masih ragu. Karena ranah pertambangan saat ini merupakan kewenangan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Namun beberapa hari lalu kami sudah berkonsultasi ke Kementerian terkait kewenangan pelanggaran terhadap lingkungan yang ada di sini. Kami mendapat informasi jika dokumen lingkungan yang dikeluarkan kabupaten itu kewenangannya tetap di kabupaten. Sedangkan untuk yang dikeluarkan oleh kementerian ya di kementerian juga,” beber Mursal.

Upaya kongkrit yang dilakukan pihaknya, agar kegiatan pertambangan yang berdekatan dengan fasum dan membahayakan, baik infrastruktur atau masyarakat, adalah sekiranya pemilik tambang dapat menutup (reklamasi) atau bisa melakukan penanaman (reboisasi) agar tak lagi menjadi kekhawatiran seluruh kalangan.

Sementara itu, Kasi Penanganan Hukum Lingkungan DPRKPLH Kabupaten Banjar, Imam Syafrizal, menyebut, kegiatan pertambangan yang dilakukan terkesan sebuah kelalaian. Terlebih, menurutnya, pelaksanaan di lapangan kemungkinan belum dikaji. Sehingga, kedekatan antara bangunan SDN Bawahan Selan 6 tak sempat diperhitungkan.

“Mereka kurang cermat, biasanya karena target produksi, lalai akan hal ini,” terangnya.

Dijelaskannya, terkait pidana, harus mengakibatkan pencemaran dan ada korban maka tindakan itu bisa dilakukan. Akan tetapi, saat ini belum ada, sehingga pihaknya lebih mengutamakan pembinaan.

“Jadi, Undang-Undang (UU) lingkungan hidup itu, ketika menyangkut korban dan harta benda tentu ada tindak pidananya,” tutupnya.

Dari data yang didapat, perusahaan tersebut sudah mendapatkan izin resmi menambang sejak 2015 lalu. Sementara proses produksi hasil alam dari batu bara diketahui baru berjalan 3 tahun. (RHS/RIW/RH)

Exit mobile version