BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil meraih medali emas terbanyak pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur, yang digelar di kota Banjarmasin, Minggu (5/6).
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Selatan Sutarto Hadi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para peraih medali, pada Kejurprov Catur kali ini.
Ketua Percasi Kalsel Sutarto Hadi
“Pada Kejurprov kali ini, prestasi yang diraih oleh Kabupaten Tanah Bumbu patut diberi apresiasi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, usai menutup secara resmi Kejurprov Catur tersebut.
Menurut Sutarto, pembinaan yang dilakukan oleh Kabupaten Tanah Bumbu untuk atlet junior sangat baik. Sehingga, terbukti mereka mampu meraih medali emas untuk junior putra dan putri.
Pada Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin ini, kontingen Tanah Bumbu berhasil mengumpulkan 4 emas dari kategori Veteran, Junior Putri B, Junior Putri C, dan Junior Putra A.
“Maka dengan hasil tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih medali emas terbanyak,” ucapnya.
Untuk peraih medali emas, lanjut Sutarto, akan diberangkatkan ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Jakarta mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Sutarto juga mengajak atlet peraih medali perunggu atau peringkat kedua, melalui KONI masing masing daerah, agar dapat mengirimkan atlet mereka mengikuti ke Kejurnas Catur tersebut.
“Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin, digelar sebagai ajang menyeleksi atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Namun, bagi atlet daerah peraih medali perunggu dapat difasilitasi KONI masing masing melalui Percasi Kalimantan Selatan dapat mengikuti kejuaraan nasional tersebut,” tuturnya.
Sehingga, lanjut Sutarto, dengan mengikuti agenda-agenda nasional tersebut, atlet catur Kalimantan Selatan dapat menambah jam terbang serta dapat meningkatkan kualitas permainan atlet. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Partai Golongan Karya (Golkar) terus memperkuat konsolidasi dalam rangka menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung kepada wartawan, disela acara Temu Kader DPP Golkar dengan Keluarga Besar Golkar Kalsel di aula kantor DPD Partai Golkar Kalsel, Minggu (5/6).
Doli menjelaskan partai Golkar harus mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024 mendatang. Pasalnya, Pemilu Tahun 2024 itu dinilai penting karena pada tahun tersebut adalah tahun pertama kali tiga jenis Pemilu dilangsungkan dalam satu tahun yang sama yaitu Pilpres, Pileg dan Pilkada.
Selain itu, lanjut Doli, pada 2024 nanti, partai Golkar akan berumur 60 tahun dan menjadikan Golkar sebagai partai tertua di Indonesia. Bahkan mungkin menjadi salah satu partai tertua di dunia.
“Hal ini tentu harus dijadikan momen untuk menempatkan Golkar tidak hanya sebagai partai tertua, namun juga parpol yang dewasa dan diterima rakyat karena dianggap dapat memperjuangkan aspirasi mereka,” katanya kepada wartawan.
Untuk mencapai target-target tersebut, menurut Doli, seluruh internal partai Golkar harus mempersiapkan diri. Salah satunya, dengan memanfaatkan rapat-rapat konsolidasi dan melakukan penguatan fungsionaris yaitu memetakan kader-kader terbaiknya untuk duduk di posisi-posisi politik pada Pemilu 2024 mendatang.
Terkait terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni Partai Golkar, PAN dan PPP di tingkat pusat, menurut Doli, juga menjadi bagian yang dikonsolidasikan pada pertemuan nanti. Ia juga mengungkapkan pihaknya sudah menyusun agenda kerja KIB termasuk agenda kerja bersama sampai ke tingkat dan jajaran partai paling bawah.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Sahbirin Noor menyatakan konsolidasi partai merupakan agenda rutin internal sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024.
“Pertama membahas persiapan Partai Golkar sendiri, yang kedua ada pencerahan dari DPP partai,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menargetkan sebanyak 27 program legislasi daerah (prolegda) akan rampung.
Menurut Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjarmasin, Darma Sri Handayani, kepada wartawan pada akhir pekan tadi, tahun 2022 ini harus bekerja keras dalam menyelesaikan, seluruh Rancangan Peratutan Daerah yaitu sebanyak 27 buah Raperda baik usulan dari Pemerintah Kota dan inisiatif kalangan legislatif.
“Kita targetkan insya Allah 27 raperda akan rampung, dukungan ketua dan anggota pansus sangat penting,” katanya
Darma menjelaskan, saat ini baru ada tiga panitia khusus (pansus) yang mulai melakukan pembahasan raperda usulan dari Pemerintah kota di tahun 2022, yaitu retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG) yang sebelumnya dikenal izin mendirikan bangunan (IMB), kemudian retribusi tenaga kerja asing serta tolerasi bermasyarakat.
“Rencana bulan Juni ini, ada lagi pengajuan raperda baru,” jelasnya
Politisi Golkar DPRD Banjarmasin ini menambahkan, dari hasil rapat evaluasi baru-baru tadi, untuk tahun 2021 lalu, ada dua buah raperda yang belum finalisasi yaitu pajak daerah, dan penanggulangan bahaya kebakaran, sedangkan perda perubahan badan hukum PDAM menjadi Perseroda dan raperda perlindungan hak penyandang Disabilitas sudah di finalisasi. Namun belum disahkan melalui rapat paripurna.
“Kita sudah jalin komunikasi dengan ketua pansus kendala di lapangan selama ini, dan terus dilakukan pembahasan, dalam waktu dekat akan finalisasi,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Puluhan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banjarmasin dibekali Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan oleh Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Haryanto, Jum’at (4/6) lalu.
Pembekalan Perda itu diberikan, menyusul di tahun ajaran baru mendatang, sekolah ini sudah menerapkan kurikulum Merdeka dimana proses pembelajaran nantinya akan memfokuskan para siswa pada minat dan bakatnya di satu mata pelajaran.
Dalam kegiatan ini, Legislator dari Fraksi PKS ini menghadirkan Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak, Khairani untuk menjelaskan secara detil tentang pengimplementasian kurikulum Merdeka. Pasalnya masih banyak tenaga pendidik di Kalsel yang belum mengetahui lebih terperinci tentang kurikulum pengganti K-13 ini.
Anggota Komisi I DPRD Kalsel ini berharap setelah mengimplementasikan kurikulum merdeka, nantinya akan lahir generasi penerus yang memiliki kompetensi di berbagai bidang. Sementara, Perda yang ia sosialisasikan diharapkan menjadi acuan para guru untuk tetap memperhatikan dasar-dasar tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah di tengah proses penyesuaian pergantian kurikulum.
“Jadi dalam beberapa kesempatan kami fokus untuk perda pendidikan karena ini temanya pendidikan sehingga kami banyak kerjasama dengan pihak sekolah. Mengingat pendidikan ini menjadi sentral aktifitas kita. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini semakin semangat tenaga pendidik untuk mengemban amanah. Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya sekolah penggerak,” jelasnya kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy menyambut baik kegiatan sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan dan pemaparan mengenai Kurikulum Merdeka. Terlebih di SMAN 1 akan menerapkan kurikulum tersebut pada Tahun Ajaran Baru Bulan Juli 2022.
“Sekolah kami akan menerapkan kurikulum merdeka tahun ajaran baru Juli 2022. Jadi mau tidak mau, kita harus siap untuk itu,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Generasi muda di Kabupaten Tanah Bumbu diminta berperan aktif dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Mengingat daerah ini juga memiliki banyak keunikan suku, budaya, ras dan agama. Sehingga, kunci utama terjaganya kerukunan dan kesatuan adalah tidak mudah terprovokasi paham radikalisme.
Paparan ini pun diungkapkan Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di SMK Negeri 1 Simpang Empat Tanah Bumbu, Senin (6/6) siang, bersama peserta didik dan tenaga kependidikan.
Pemaparan penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
“Wawasan kebangsaan ini harus terus digelorakan tidak hanya tokoh masyarakat saja melainkan kepada generasi muda kita yang merupakan calon penerus bangsa,” ujarnya.
Dihadapan lebih dari puluhan peserta didik, tenaga pendidik dan tokoh masyarakat, dia tak hentinya menanamkan nilai pancasila yang diharapkan bisa dipahami dan diamalkan secara baik.
“Dengan tujuan sosialisasi ini selain membuka wawasan mereka juga dapat mengedukasi untuk memahami dan mengenal bagaimana negara kita bisa berdiri kokoh tinggal generasi muda saat ini mampu mengaplikasiannya,” tegas politisi dari Fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel.
Selain menjaga stabilitas keamanan negara, ia juga mengharapkan, penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak dan mampu menyaring informasi agar tak termakan isu hoax yang dapat menumbuhkan paham radikalisme.
“Tujuannya adalah merawat Indonesia, menjaga kesatuan, cinta tanah air dan banyak hal yang bisa diaplikasikan termasuk tidak mudah terpengaruh akan hadirnya pemikiran yang dapat menyebabkan implementasi radikalisme tumbuh,” bebernya.
Ditegaskan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, isi kegiatan dari pembinaan ini tentu telah menyesuaikam dengan format implementasi empat pilar kebangsaan yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
“Yang terpenting bagaimana kita mengaplikasikan toleransi antar umat beragama dan ini masuk dalam landasan dasar Pancasila yakni berbeda-beda tapi tetap satu jua artinya jaga kesatuan negara ini dengan keberagaman suku, etnik serta budaya di daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor mengaku cukup berpengaruh terhadap arah pembangunan khususnya di daerah. Mengingat, cinta tanah air merupakan kontribusi perwujudan dalam memberikan perubahan positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ini adalah modal dasar dalam membangun negara agar dapat berdiri kokoh yang tentu menguatkan jiwa patriotisme generasi muda berdaya saing tinggi serta berkualitas,” imbuhnya.
Disamping itu, menurutnya, kunci utama membangun suatu daerah agar mampu terus berkembang dengan baik tentu salah satu dasarnya adalah memahami peran penting dalam menjaga kedaulatan suatu negara itu sendiri.
“Mulai dari level pendidikan memang harus ditanamkan adanya wawasan kebangsaan ini yang mana kita akan menghadapi kesiapan menuju Ibu Kota Negara (IKN) baru dan siap menjadi trigger (pemicu) partisipasi dalam mendukung arah pembangunan itu sendiri,” harapnya.
Senada juga disampaikan Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Kalsel Fahruddin Noor yang mendukung secara penuh pelaksanaan tersebut sebagai bentuk membangun karakter kuat agar pondasi mencegah terjadinya bibit radikalisme mudah tak terjadi.
“Harapannya tentu bisa dipahami serta dapat diimplementasi dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik dan guru bahkan dapat mengamalkan landasan UUD 1945, Pancasilia, NKRI. Selain itu, sebagai bentuk menjaga persatuan dan kesatuan salah satunya adalah Bhineka Tunggal Ika,” ungkap mantan Sekban Balitbangda Kalsel.
Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Dilokasi yang sama, Pengawas SMK Tanah Bumbu Agus Harry Multito mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi ini mengingat keberadaannya sangat diperlukan oleh generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dan terdiskriminasi terhadap isu yang mengakibatkan perpecahan.
“Saya katakan kegiatannya sangat bagus sekali terutama membangun karakter. Seperti kita ketahui saja remaja SMA/SMK banyak pengaruhnya di luar apalagi zamannya digital saat ini. Lebih bagus lagi ke depannya, Soswasbang bisa digelar satu persatu di satuan pendidikan di tanbu mengingat materi yang disampaikan bermanfaat terutama bagi generasi muda sekarang,” paparnya. (RHS/RDM/RH)