Pemprov Kalsel Dukung Penuh Perkembangan UMKM

BANJARBARU – Pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Banua mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan pameran produk unggulan UMKM di Kalsel, dengan tajuk “Borneo UMKM Expo 2021”. yang di gelar selama 11 (sebelas) hari oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan, bertempat di Amanah Borneo Park, Banjarbaru.

Kegiatan yang dimulai dari Kamis (25/11) ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Adi Santoso.

Pada pembukaan ini turut dihadiri oleh Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin, Plt Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Sirpan, Kepala Dinas Perdagangan Birhasani, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid, Direktur Utama Amanah Borneo Park Fatwa aji Lanang Nugroho, Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Yang mana diharapkan geliat UMKM di Kalsel dapat lebih berkembang.

“UMKM adalah pilar perekonomian Indonesia. Sampai saat ini, UMKM masih menjadi sektor penyumbang PDB terbesar yakni 60 persen,” ujar Paman Birin melalui sambutan tertulisnya.

Selain itu, dikatakan bahwa kontribusi UMKM juga terletak pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

“Oleh karenanya pelaku UMKM harus semakin kuat dan memantapkan produk yang dijual dan dipromosikan nya salah satunya melalui Expo pada hari ini,” tutur Adi Santoso dalam membacakan sambutan ini.

Sebelum menutup sambutan, Paman Birin melalui teks tertulis ini juga menyampaikan agar kegiatan Expo ini dapat dimanfaatkan dengan baik terutama dalam membangun mitra kerja.

“Bangun networking diantara sesama produsen serta meningkatkan kepercayaan konsumen. UMKM hendaknya saling berkolaborasi dan berinovasi agar produk lebih bervariatif dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu Plt. Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Sirpan menyampaikan, disaat berbagai sektor usaha mengalami dampak yang cukup siginifikan akibat mewabahnya COVID-19, namun sektor UMKM dapat terus bertahan bahkan lebih baik.

“Bisa kita lihat, pada masa Pandemi COVID-19, pelaku UMKM bisa bertahan, bahkan lebih inovatif dan kreatif,” ujarnya.

Sirpan juga menyampaikan apresiasinya kepada Amanah Borneo Park Banjarbaru selaku fasilitator dalam kegiatan ini. Yang mana kegiatan ini dipastikan akan semakin meningkatkan daya saing UMKM yang ada di Kalsel.

“Dengan fasilitas yang disediakan ini, maka akan lebih meningkatkan promosi, yang mana promosi merupakan pelaksanaan manajemen yang berkualitas,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini mengahdirkan sedikitnya 100 pelaku UMKM di Kalsel yang sudah melalui proses seleksi untuk menjadi peserta dalam Borneo UMKM Expo 2021 ini. (ASC/RDM/RH)

HUT PGRI 2021 : Pandemi COVID-19 Diharapkan Melandai

BANJARMASIN – Moment peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76 tahun, diharapkan pandemi COVID-19 dapat segera melandai.

Kepada Abdi Persada FM Kepala SDN Sungai Miai 10 Jihansyah pada Kamis (25/11) mengatakan, memasuki tahun kedua dalam peringatan HUT PGRI yang masih dalam suasana pandemi COVID-19, sangat berdampak besar terhadap dewan guru dalam mendidik para siswa-siswinya. Biasanya pembelajaran tatap muka setiap hari dan secara langsung, sekarang metode belajar berubah menjadi online. Namun seiring berjalan waktu dan gencarnya proses vaksinasi, pembelajaran tatap muka (PTM) akhirnya dapat dilakukan walau terbatas.

“Sistem PTM terbatas ini dinilai belum maksimal, karena durasi waktu dan jumlah kalangan pelajar dikurangi, namun berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak bangsa, sehingga kami berharap pandemi COVID-19 dapat segera melandai,” tuturnya

Jihansyah menjelaskan, hampir dua tahun pandemi COVID-19, dunia pendidikan tetap harus berjalan, dengan berbagai inovasi, kreativitas, dan dedikasi para guru, dalam mewujudkan pendidikan yang lebih bagus untuk regenerasi, meski penuh dengan keterbatasan. Dirinya berharap kalangan pelajar, tidak ketinggalan dalam pembelajaran tersebut.

“Kita apresiasi para guru punya trik dalam memberikan metode belajar yang nyaman bagi siswa-siswi, dan bangga orangtua mendukung sepenuhnya,” jelas Jihansyah.

Lebih lanjut Jihansyah menambahkan, selain persoalan keterbatasan mendidik kalangan pelajar, akibat pandemi COVID-19, kedepan para guru honorer diharapkan dapat diupayakan Pemerintah Daerah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), minimal diangkat Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja, karena masih banyak guru honorer yang mengabdi, mulai dari 5 tahun bahkan sampai dengan 15 tahun, belum menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan PPPK yakni terkendala formasi.

“Para guru honorer ini mengajar tidak hanya di sekolah pinggiran mengajar, juga sekolah yang berada di tengah kota,” pungkasnya. (NHF/RDM/RH)

2022, Kalsel Tawarkan Magnet Destinasi Wisata Memukau

NTB – Kalimantan Selatan menawarkan magnet destinasi wisata memukau di tahun 2022, diantaranya keindahan alam, kearifan lokal masyarakat yang ramah, kilauan batu permata, ragam sajian kuliner serta tempat wisata religius.

Peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, memakai kemeja sasirangan

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dalam sambutannya peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, di Pantai Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (24/11), saat ini tercatat, ada sebanyak 64 event pariwisata yang akan digelar di Kalimantan Selatan tahun depan, dengan tema “Bergerak Menjelajahi Pariwisata Kalsel”.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, menyerahkan buku kalender pariwisata Kalsel, kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Husni

“Kami sengaja memilih Lombok, karena merupakan pintu masuk banyaknya wisatawan. Apalagi sekarang ada sirkuit Mandalika yang dikenal hingga ke tingkat internasional,” jelasnya.

Disampaikan Muhidin, Kalimantan Selatan merupakan daerah yang layak menjadi atensi prioritas untuk berwisata bersama keluarga, bahkan menyebut Tanah Borneo sebagai kepingan Surga. Dirinya berharap dengan diluncurkannya CoE Kalsel di Lombok, menjadi ajang promosi untuk menggaet wisatawan domestik hingga mancanegara.

“Kalsel punya destinasi wisata beragam, mulai dari pariwisata alam, budaya, kuliner, wisata religius, festival Pasar Terapung dan Bamboo Rafting, yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia, sehingga sangat sayang jika dilewatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, pihaknya penandatanganan MoU antara ASITA Kalsel dan ASITA NTB. Dengan adanya MoU itu, ASITA NTB diharapkan dapat mampu mengarahkan wisatawan Lombok, untuk turut menyambangi destinasi wisata di Kalimantan Selatan.

“Kita melihat ratusan ribu yang datang ke NTB, harapannya juga datang ke Kalsel, kalau sepuluh ribu wisatawan yang datang ke Kalsel, kita sudah Alhamdulillah, wisatawan tidak hanya stay-nya di Lombok, namun juga stay di Kalsel,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, dengan adanya kerja sama antara Provinsi Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat saling menguntungkan. Mengingat Kalsel juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan provinsi lainnya. Apalagi dengan memiliki event-event pariwisata, yang sudah berskala nasional.

“Adanya Pasar Terapung, Tour de Loksado, dan Haul Guru Sekumpul, yang didatangi jutaan jamaah, bahkan puluhan event-event lainnya yang diagendakan terdapat potensi-potensi wisata yang menjanjikan,” tutupnya

Menutup rangkaian Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, menyerahkan buku kalender pariwisata Kalsel kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Husni. Acara dimeriahkan oleh tarian tradisional Kalimantan serta hiburan lagu-lagu Banjar.

Untuk diketahui, dalam peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kalsel, Ketua Dharma Wanita Kalsel, staf ahli Gubernur, sejumlah Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemprov Kalsel, dan pimpinan maskapai penerbangan.

Beberapa agenda pariwisata Kalsel tahun 2022, antara lain:
-Aruh Adat Rungkuk Meratus
-Pagelaran Seni Rantau Baru
-Melasti
-Angsana Fishing Tournament
-Pesona Dayak Meratus
-Tour de Barito Kuala
-Tapin Art Festival
-Expo Balangan
-Lomba Perahu Tradisional
-Ba’ayun Maulid, dan lain-lain. (BIROADPIM-NHF/RDM/RH)

Gencarkan Revolusi Hijau, Danrem 101/Antasari Ajak Insan Pers Kalsel Tanam Mangrove Rambai

BARITO KUALA – Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah menggelar Silaturahmi dengan Insan Pers di Wilayah Kalsel, melalui kegiatan Revolusi Hijau Penanaman Pohon Mangrove Rambai, dengan tema “Jaga Mangrove Untuk Bumi Kita” bertempat di Taman Wisata Alam Pulau Bakut, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (25/11).

Danrem101/Antasari saat menanam Mangrove

Penanaman Pohon Mangrove ini didukung oleh BKSDA Kalimantan Selatan, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya erosi dan sebagai pelestarian ekosistem alam. Ajang ini juga sebagai sarana mengenalkan potensi wisata alam yang dimiliki oleh Kalimantan Selatan kepada Insan Pers dan masyarakat.

“Kita ketahui mangrove ini sangat tepat untuk dikembangkan, karena menjaga sistem perairan, ini sangat membantu, semoga bisa berlanjut, tidak hanya TNI, namun juga bisa dilaksanakan oleh masyarakat secara umum,” ucap Sekjen PWI Kalsel Yusni Hardi.

Yusni mengatakan, penanaman pohon ini berfungsi untuk mencegah bencana alam.

‘Kami nilai Danrem 101/Antasari mengajak kami menanam pohon mangrove di Pulau Bakut ini adalah sangat luar biasa dalam menjaga ekosistem,” pungkasnya.

Sementara itu Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, silaturahmi dengan Insan Pers kali ini, sengaja dikemas dengan kegiatan penanaman Pohon Mangrove.

“Kita juga ajak rekan media untuk berkunjung ke Pulau Bakut, sehingga lebih mengenal bagian wilayah Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini kita bisa memberikan kontribusi positif kepada Kalimantan Selatan. Semoga pihak-pihak lain juga bisa melakukan hal yang sama untuk mengantisipasi erosi dan bencana alam di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Lebih lanjut Danrem berharap, insan pers dapat menginformasikan kepada masyarakat, bahwa semua pihak secara bersama sama harus menjaga kondisi yang sudah baik, dengan mematuhi aturan yang telah ditentukan dalam rangka antisipasi perkembangan COVID-19 di Kalimantan Selatan. Satu hal lagi kita butuh kerja sama dan kerja keras kita semua, baik itu Pemerintah Daerah, Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan rekan-rekan media. Mari kita imbau masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera melaksanakan vaksin, karena di wilayah Kalsel baru mencapai kisaran 46 persen dari target sekitar 70 persen. Mari kita edukasi masyarakat, bahwa dengan melaksanakan vaksinasi akan menimbulkan kekebalan kelompok (herd immunity),” pungkasnya.

Kegiatan di pulau Bakut ini, selain dihadiri Danrem 101/Antasari, juga diikuti Para Kasi Korem 101/Antasari, Dandim 1005/Barito Kuala, Kepala BKSDA Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala SWK lll, Sekjen PWI Kalimantan Selatan, Ketua IJTI Kalimantan Selatan dan Insan Pers Kalimantan Selatan. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Wujudkan SDI, Pemprov Kalsel Gelar Rapat Satu Data Banua

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen untuk mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI). Komitmen ini ditunjukkan dengan menggelar rapat koordinasi Satu Data Banua di Aula Bappeda prov Kalsel, Kamis (25/11).

Rakor yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) prov Kalsel ini mengundang perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dari seluruh kabupaten kota se Kalsel.

Dalam pembukan rapat, Plt Sekretaris Bappeda prov Kalsel, Rahmiyanti Janoezir menjelaskan, tujuan pelaksanaan rapat ini yaitu untuk memenuhi amanat Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang SDI di Kalimantan Selatan.

“Kita disini untuk membicarakan tentang menuju era satu data ini, apa yang menjadi kendala akan kita cari solusinya bersama sehingga data yang ada di daerah kita menjadi berkualitas,” ucap Rahmiyanti.

Menurut Rahmi, data sangat diperlukan sebelum melakukan penyusunan rencana. Agar rencana tersebut dapat diimplementasikan dengan baik.

“Kalau data yang kita miliki tidak ada, kita sulit untuk mengukur tingkat pencapaian kita,” lanjutnya.

Diungkapkannya, salah satu tugas Bappeda prov Kalsel adalah sebagai koordinator forum satu data di daerah. Dimana dalam hal ini Bappeda berkewajiban mendorong SKPD di kabupaten kota untuk menggerakan forum satu data di daerah.

“Saya harapkan dengan kegiatan ini, data di daerah kita lebih berkualitas dan pada akhirnya pembangunan kita juga akan lebih berkualitas dari sebelumnya,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai pemateri dalam rapat ini diantaranya Kepala BPS Kalsel Yos Rusdiansyah, Kabid Informasi Publik dan Statistik Diskominfo prov Kalsel Syarifah Norhani, serta Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kalsel Fahri Riza. (TR21-01/RDM/RH)

BPKP Dorong Transformasi Digital dan Manajemen Risiko Dalam Meningkatkan PAD

KOTABARU – Dalam acara “Rapat Kerja Kepala Bakeuda/BPKPD/Bapenda/BPPRD Kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap menyampaikan beberapa isu strategis atas pengelolaan PAD.
Dalam acara yang diselenggarakan pada Kamis (25/11) di Kotabaru tersebut, Rudy juga menyoroti kondisi kapasitas fiskal daerah dan tingkat kemandirian fiskal daerah.

Rudy mengingatkan para Kepala Daerah agar lebih efektif dan efisien dalam menggunakan anggaran. Mereka juga harus mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam memulihkan pertumbuhan PAD dan pendapatan DBH agar mempunyai kapasitas fiskal yang kuat.

Optimalisasi PAD juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas ruang fiskal daerah sehingga pemerintah daerah dapat mewujudkan target visi misi dalam RPJMD walaupun masih dalam masa penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Tingkat kemandirian fiskal kita di Kalimantan Selatan masih tergolong kurang dengan rata-rata sebesar 11 persen,” ujar Rudy.

Berdasarkan realisasi APBD tahun 2020, terdapat penurunan PAD pajak dan retribusi yang cukup signifikan di Kalimantan Selatan, sedangkan realisasi pendapatan tahun 2021 per triwulan II masih jauh dari target.

“Karena itu, transformasi digital dalam pencapaian target sangat diperlukan,” tegasnya.

Ditambahkan, penggunaan tapping box merupakan upaya yang sangat bagus dan perlu diperluas. SPTPD online menggunakan SIMDA Pendapatan yang terintegrasi dengan pembayaran pajak online bekerja sama dengan Bank Kalsel juga dapat mempermudah wajib pajak. Selain transformasi digital, Rudy juga mengingatkan akan pentingnya manajemen risiko.

“Penyusunan register risiko, penanggung jawab atau pemilik proses dan risiko, dan langkah mitigasi risiko yang terstruktur dapat membantu kita dalam membuat sebuah kebijakan,” tambahnya. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Maritim di Martapura

BANJAR  – TNI AL dan Lanal Banjarmasin kembali menggelar serbuan vaksinasi maritim di Perumahan Griya Mustika Permai Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar pada Kamis (25/11). Vaksinasi ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19 secara totalitas di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, TNI AL – Lanal Banjarmasin menurunkan sebanyak 16 Tenaga Kesehatan (Nakes) gabungan dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin yang diharapkan mampu melayani para masyarakat yang ingin bervaksin.

Vaksinasi Maritim di Kec Martapura

Saat meninjau, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko M.Tr. Hanla mengungkapkan apresiasi kepada para warga yang antusias untuk bervaksin demi menjaga hidup sehat agar terhindar dari serangan Virus Corona.

“Besar harapan, dengan adanya Vaksinasi Massal ini dapat bermanfaat dengan baik, kepada warga jangan takut ataupun ragu – ragu untuk mendatangi tempat Vaksinasi yang sudah ditentukan dan lebih patuh terhadap protokol kesehatan, supaya dampak musim Pandemi ini segera berakhir dengan tuntas,” ungkap Herbiyantoko.

Danlanal Banjarmasin menambahkan, Lanal Banjarmasin kembali menggelar vaksinasi maritim, mengingat antusiasme warga untuk mendapatkan Vaksin belum surut, sehingga Lanal Banjarmasin akan terus menggalakkan pemerataan Vaksinasi massal dilapisan masyarakat, guna meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari serangan Wabah COVID-19 dan meminimalisir bertambahnya angka penderita COVID-19.

“Kepada warga yang belum terjamah, jangan merasa khawatir ataupun ragu untuk bervaksin demi menjaga kesehatan, supaya musim pandemi ini segera berlalu dan berakhir dengan tuntas, menuju tatanan kehidupan yang baru dan normal,” tutup Herbiyantoko.

Untuk diketahui, vaksinasi maritim yang ke 61 kali ini, Lanal Banjarmasin telah berhasil memvaksin sebanyak 19.345 warga. (HUMASTNI AL – MRF/RDM/RH)

2022, Pemkab Banjar Upayakan Kenaikan Tunjangan Guru

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021. Peringatan ini dilaksanakan di Stadion Demang Lehman Martapura pada Kamis (25/11) dan dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Kabupaten Banjar Said Idrus Al-Habsyie.

Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur

Saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Bupati Kab Banjar Saidi mansyur menyampaikan, tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian dengan adanya pandemi COVID-19. Semua Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi. Mau tidak mau guru harus mendatangi siswa dari rumah ke rumah agar siswa tidak ketinggalan pelajaran, mempelajari teknologi yang belum pernah dikenal, menyederhanakan kurikulum, guru menangis melihat siswa semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin, tekanan psikoligis karena belajar jarak jauh dan banyak guru yang mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan.  

“Pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, menginginkan akses dan pelatihan, yang relevan dan praktis, kurikulum yang sederhana, dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap siswa yang berbeda beda. Guru se Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman. Merdeka belajar yang dicetus sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan,” ucap Saidi Mansyur.

Dihadapan ribuan guru, Saidi mengatakan, pada Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini, dilaksanakan dengan prioritas utama bagaimana PGRI dapat berperan agar anak-anak memperoleh layanan pendidkan dengan baik disaat pandemi COVID-19.

“Mengenai tunjangan guru agar dinaikan, karena tidak ada kenaikan sejak sepuluh tahun lebih, kami akan meminta dukungan dengan Komisi IV DPRD Banjar agar kenaikan tunjangan bisa dilaksanakan dan dibahas untuk tahun 2022 mendatang,” lanjut Saidi Mansyur.

Saidi Mansyur menambahkan, Penganggaran tunjangan kenaikan tidak bisa langsung dilakukan, dikarenakan perlu dibahas bersama, dan pihaknya berjanji dan berupaya akan membahas ditahun depan dengan harapan hajat para guru bisa diberikan kemudahan.

“Jumlah guru di Kabupaten banjar sekitar 5.000 an, ini perlu mekanisme dan kesepakatan bersama, sekaligus pelaksanaan visi misi, salah satunya peningkatan kesejahteraan para guru,” tutup Saidi Mansyur.

Untuk diketahui, Pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021 kali ini, juga diserahkan bantuan kepada tenaga pendidik serta penyerahan penghargaan atas rangkaian perlombaan yang digelar kepada para pemenang, antara lain webinar dan workshop virtual, MTQ, pembuatan video pembelajaran, film pendek spirit guru dimasa pandemi, pembelajaran seni, kaligrafi dan pemasangan umbul-umbul, spanduk dan poster. (MRF/RDM/RH)

PT PLN Persero Berikan Bantuan Lemari Pendingin Plasma Darah Untuk PMI Banjarmasin

BANJARMASIN – Dalam rangka berpartisipasi memberikan pelayanan terbaik kepada warga di Kota Banjarmasin, dalam hal pelayanan donor darah salah satunya plasma darah. Maka, PT PLN Persero menyerahkan bantuan lemari pendingin untuk penyimpanan plasma darah ke PMI Kota Banjarmasin.

Penyerahan bantuan diserahkan di Kantor PMI Kota Banjarmasin, Kamis (25/11). Dan, diterima langsung oleh Ketua PMI Kota Banjarmasin Rusdiansyah, serta Kepala Unit Donor Darah (UDD) Kota Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit.

Ketua PMI Kota Banjarmasin Rusdiansyah mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh BUMN PT PLN Persero berupa lemari pendingin untuk penyimpanan darah plasma.

“Kami tentunya mengucapkan terimakasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan kulkas untuk plasma darah,” ucapnya.

Menurut Rusdiansyah, bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian dari PT PLN terhadap PMI Kota Banjarmasin.

“Bantuan yang diberikan ini sebagai bentuk dukungan dari PLN,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan, dengan adanya lemari pendingin untuk penyimpanan darah plasma ini, maka darah plasma tersebut akan semakin awet hingga 1 tahun.

“Dengan adanya lemari pendingin tersebut maka penyimpanan plasma darah akan semakin lama lagi,” ucapan.

Sehingga, lanjutnya, dengan adanya bantuan dari PLN ini sangat membantu pihaknya dalam meningkatkan mutu pelayanan untuk darah plasma di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Nasionalisme, Siti Nortita Bekali Wawasan Kebangsaan Kepada Pelajar SMAN 1 Alalak

BARITO KUALA – Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Alalak berkumpul di salah satu cafe di Kabupaten Barito Kuala (Batola) untuk menerima materi tentang pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Rabu (24/11).

Suasana sosialisasi kebangsaan Anggota DPRD Kalsel

Siswa dan siswi SMA tersebut duduk santai tetapi tetap tenang dan serius mengikuti kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria Roosani.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang Ideologi Pancasila. Khususnya terkait pendidikan politiknya. Apalagi para pelajar nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Siti Nortita, sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini juga sangat penting untuk menanamkan dan meningkatkan rasa nasionalisme sejak dini kepada para pelajar SMA ini. Terlebih ditengah perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat informasi mudah masuk kepada generasi muda melalui gadget.

“Jangan sampai mereka terprovokasi dengan berita-berita hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Sehingga melalui sosialisasi ini diharapkan rasa nasionalisme para pelajar terus meningkat, mereka lebih memahami wawasan kebangsaan dan terjun ke masyarakat nanti dengan rasa nasionalisme yang tinggi dan tetap menjunjung NKRI harga mati,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batola, Ardiansyah, selalu nara sumber dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kalsel untuk menjadikan pelajar menjadi sasarannya.

Mengingat, lanjutnya, para pelajar ini merupakan calon pemimpin masa depan bangsa sehingga sudah seharusnya sedini mungkin ditanamkan pemahaman tentang pentingnya ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang merupakan kesepakatan para pendahulu, pejuang dan proklamator negara Indonesia.

“Wawasan kebangsaan yang bertujuan agar para pelajar mengenal jati diri dan memandang bangsa Indonesia yang memiliki berbagai pulau, adat istiadat, agama dan suku dalam satu kesatuan NKRI sehingga tidak ada lagi celah untuk memecah-belah bangsa Indonesia,” katanya.

Meskipun menurut Ardiansyah, sebagian pelajar SMAN ini sudah mengetahui tentang Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, karena disamping mereka mendapatkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dari guru di sekolah, pemerintah pusat melalui media sosial juga telah menayangkan pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, namun tentunya sosialisasi ini dilaksanakan untuk memperdalam materi tersebut. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version