Syarifah Rugayah Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Ke Organisasi Perempuan

BARITO KUALA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarifah Rugayah melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Suasana sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah

Ia mengundang organisasi perempuan dari Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) Provinsi Kalsel sebagai peserta kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Handil Bakti, Rabu (24/11).

“Kami mengundang kader dan pengurus Fatayat NU Kalsel yang berbasis keIslaman. Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini, mereka dapat menyebarluaskan wawasan kebangsaan kepada jaringannya, keluarga dan masyarakat disekitarnya,” katanya.

Syarifah Rugayah mengakui nilai-nilai Pancasila ini sebenarnya sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, menurutnya, tetap diperlukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk menguatkan pemahaman.

“Melalui pembinaan wawasan kebangsaan ini, diharapkan mampu meningkatkan soliditas serta mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai modal berorganisasi dengan baik dan benar,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Fatayat NU Provinsi Kalsel, Melly Minarti mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar tersebut yang telah menyelenggarakan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Ia menyatakan, dengan adanya sosialisasi ini, dapat menambah pengetahuan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah pengetahuan ini dapat kami aplikasikan baik secara pribadi maupun berorganisasi. Hal ini juga sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sosialisasi ini menghadirkan nara sumber yaitu Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel, Ratna Rosana. (NRH/RDM/RH)

Digital Leadership Academy Harvard Kennedy School, Tumbuhkan Optimisme Transformasi Digital

BANJARBARU – Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Rudy Mahani Harahap optimis, transformasi digital dan integrasi sistem informasi di Indonesia akan semakin maju. Hal itu disampaikannya ketika diminta memberikan kesan mewakili semua peserta Program Digital Leadership Academy (DLA) di Harvard Kennedy School, pada Kamis (25/11).

“Setelah pelatihan ini, kita semakin optimis bisa mengintegrasikan sistem informasi agar pelayanan publik semakin efektif dan efisien,” katanya.

Ditambahkannya, contoh sederhana, Indonesia sudah mempunyai aplikasi Peduli Lindungi yang bisa mengakses dan mengintegrasikan identitas unik.

Rudy juga mendapatkan banyak pelajaran yang menarik dalam hal kepemimpinan digital (digital leadership). Salah satunya tentang perbedaan planner dan learner.

“Kini kita tahu bahwa transformasi digital tidak harus dengan pendekatan planner yang waterfall, tetapi bisa dengan pendekatan learner yang agile,” katanya,

Setelah berlangsung 14 hari, Program DLA yang dihadirkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, resmi ditutup secara virtual pada Senin (24/11) lalu.
Penutupan dihadiri oleh Ketua Pokja DLA, Sadjan, dan Kepala Badan Litbang SDM, Hary Budiarto, serta para peserta pelatihan DLA.

Pelatihan DLA tersebut diberikan langsung oleh pengajar Harvard Kennedy School, yang berasal dari berbagai negara. Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan kinerja dan pembuatan kebijakan para pemimpin penting dunia.

Pelatihan diikuti oleh 6 orang dari Indonesia yang menduduki jabatan pembuat kebijakan di berbagai sektor, seperti pemerintahan, akademisi, BUMN, maupun swasta. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), yang kini Komisaris Telkomsel, Wishnutama Kusubandio, juga ikut sebagai peserta.

Peserta lain sekitar 80 orang berasal dari berbagai negara, dengan jabatan yang prestisius, seperti chief innovation officer. Beberapa donor internasional seperti Worldbank dan IMF juga mengirim pesertanya.

Penutupan pelatihan DLA bukan merupakan garis finish bagi para peserta. Mereka harus dapat berperan dalam bidangnya masing-masing setelah pelatihan karena sudah dibiayai dengan scholarship dari uang negara, sekitar Rp55 juta atau USD3.800 per orang. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik 2021

BANJARMASIN – Bank Kalsel meraih penghargaan sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik kategori Non Terdepan, Terluar dan Terpencil melalui Bank Kalsel Kantor Cabang (KC) Batulicin dan Kantor Cabang (KC) Tanjung.

Penghargaan tersebut diumumkan melalui acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PBTI) tahun 2021. Gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara daring dengan disaksikan kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia (24/11).

Acara yang bertema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi” tersebut, memberikan apresiasi kepada 57 pemenang dari berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia, salah satunya Bank Kalsel.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia sendiri menyaksikan acara tersebut dengan mengundang para pejabat instansi baik dari Pemerintahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian, TNI, Perbankan dan organisasi lainnya di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (24/11). Acara ini juga diisi dengan penyampaian pandangan mengenai kondisi, tantangan, prospek ke depan serta arah perekonomian Indonesia dan Kalimantan Selatan terkini, oleh Amanlison Sembiring selaku Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar yang mewakili Gubernur Kalsel.

Seusai acara, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel I G.K. Prasetya, yang turut menghadiri acara tersebut, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik di masa yang akan datang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bank Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Kalsel sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik melalui KC Batulicin dan KC Tanjung. Kami berterima kasih juga kepada KC Batulicin dan KC Tanjung atas kinerja terbaiknya hingga diperolehnya penghargaan ini. Amanah ini tentunya akan kami jaga dengan baik melalui komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ungkap Prasetya.

Sebelumnya, Bank Kalsel melalui KC Batulicin pada tahun 2018 juga memperoleh penghargaan serupa, disusul pada tahun 2020, giliran Bank Kalsel KC Tanjung yang mendapatkan apresiasi. Bank sebagai pengelola kas titipan memiliki beberapa manfaat diantaranya memberikan ketersediaan uang layak edar (ULE) kepada perbankan di sekitar wilayahnya sehingga kebutuhan masyarakat akan ULE akan terpenuhi. Disamping itu, layanan kas titipan juga membuat biaya cash handling bagi perbankan di daerah lebih efisien mengingat jarak tempuh yang cukup jauh jika harus ke Kantor Perwakilan BI Kalsel di Banjarmasin.

Lebih lanjut, Prasetya menambahkan bahwa prestasi ini diperoleh tidak lepas dari dukungan para pemegang saham, nasabah setia Bank Kalsel dan seluruh elemen masyarakat.

“Apresiasi membanggakan ini kami terima tentunya berkat dukungan dan binaan seluruh pemegang saham maupun regulator, nasabah setia kami dan seluruh elemen masyarakat yang senantiasa mendukung kelancaran Bank Kalsel dalam memberikan layanan sebagai pengelola kas titipan. Semoga Bank Kalsel semakin tumbuh dan berkembang, melaju bersama masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkas Prasetya. (Adv-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version