BANJARBARU – Meski sempat ditutup akibat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu, wisata air Danau Seran kota Banjarbaru kini kembali dibuka, Rabu (24/11).
Menurut Pengelola Danau Seran sekaligus Ketua RW setempat Abdul Hadi mengatakan, pihak pengelola sudah mematuhi serta mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah. Termasuk menerapkan penutupan sementara dan mewajibkan penerapan keamanan, juga protokol kesehatan bagi pengunjung, pedagang dan tim pengelola.
Kendati demikian, hingga saat ini pengunjung yang datang ke wisata ini masih terbilang sepi.
“Masih belum banyak pengunjung yang datang. Terlebih, saat ini juga masih belum banyak yang tahu bahwa Danau Seran sudah kembali dibuka,” jelas Hadi.
Hadi juga memahami situasi dan kondisi saat ini. Juga kepedulian pemerintah akibat insiden tenggelamnya mahasiswa beberapa minggu lalu yang mengharuskan Danau Seran ditutup sementara.
“Lokasi tenggelam tidak termasuk lokasi wisata, maka kami meminta agar tetap dibuka kecuali tempat yang lain dibiarkan ditutupi pagar,” terang Hadi.
Membenarkan hal tersebut, Lurah Palam kota Banjarbaru Ciptadi Sunaryo mengatakan, sejak terjadi insiden beberapa waktu lalu, Wali kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, meminta untuk menutup sementara wisata air kebanggaan warga kota ini.
Lurah Palam kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo
“Intinya Wali kota cuman meminta agar kejadian kemarin tidak sampai terulang kembali,” tegas Ciptadi.
Setelah melakukan mediasi dengan pengelola dan pihak berwenang, akhirnya disepakati wisata ini diperbolehkan untuk beroperasi kembali dengan persyaratan pengamanan yang ketat.
“Sudah kita sepakati keamanan di wisata itu lebih ditambahkan, seperti memberi pagar di lokasi danau yang tidak terpantau oleh pengawas, ditambah poster bertuliskan larangan berenang, pos pengawas, dan keamanan lainnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)
BANJARMASIN – Tim Badan Anggaran Dewan dan Pemerintah Kota, menyepakati menolak usulan Dinas Kesehatan, terkait peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2022 mendatang.
Kepada sejumlah wartawan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali, di ruang kerjanya pada Selasa petang (23/11) mengatakan, pihaknya sepakat menolak karena tidak ada dalam aturan juklak dan juknisnya, apalagi selama ini dalam peringatan hari besar lain seperti Hari Olahraga Nasional, tidak pernah diusulkan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin.
“Usulan Dinas Kesehatan sebesar Rp 250 juta rupiah, rencana peringatan HKN, pada APBD Tahun 2022, kami sepakat menolak,” ucapnya
Matnor menyarankan, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun depan nanti, sebaiknya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, bisa menggunakan dana dari Rumah Sakit Sultan Suriansyah, yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah, karena BLUD dikelola tersendiri.
“Kita berharap tidak lagi terulang dalam bentuk proposal meminta iuran atau donasi, yang ditujukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit swasta, rumah sakil sultan suriansyah, apotik dan toko obat, serta aparatur sipil negara di lingkup Dinas Kesehatan Banjarmasin, meski alasan Kepala Dinas Kesehatan, sewaktu rapat dengar pendapat (RDP) pada pekan tadi, dengan Komisi IV Dewan Banjarmasin, terjadi kesalahan redaksi penulisan,” jelas Matnor panjang lebar.
Politisi Golkar DPRD Kota Banjarmasin ini meminta, ke depan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2022 mendatang, dapat digelar secara lebih sederhana dan penuh makna bagi semua lapisan masyarakat.
“Edukasi pentingnya menjaga kesehatan bersama-sama, tentu akan lebih diapresiasi,” tutupnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, menggelar Hari Kesehatan Nasional (HKN) baru baru tadi, dengan rangkaian kegiatan diantaranya memberikan penghargaan kepada pejuang COVID-19, dan beberapa puskesmas yang berprestasi. (NHF/RDM/RH)
BANJAR – SMA Negeri 3 Martapura merupakan salah satu SMA binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel yang baru saja berdiri ditahun 2019 yang lalu. Saat pertama kali berdiri SMA yang terletak di Sungai Rangas Ulu Kecamatan Martapura Barat Kab Banjar ini hanya mempunyai 3 ruang kelas dan 1 ruang yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik. Dan ditahun 2021 ini, SMA Negeri 3 Martapura merayakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang pertama mereka secara sederhana.
Perayaan HUT digelar sejak Selasa (23/11) hingga Kamis (25/11) dengan menampilkan lomba-lomba dengan sifat mendidik para murid di SMA ini, seperti lomba cerdas cermat untuk melatih kecerdasan para murid, lomba bercerita bahasa banjar untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan banjar, dan terakhir lomba vocal solo (menyanyi) dengan maksud untuk melihat bakat dan minat dari para murid.
Lomba vocal solo (menyanyi) pada perayaan HUT SMA Negeri 3 Martapura
Rabu (24/11), Kepada Abdi Persada FM, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Martapura Umi Masfi’ah menyampaikan, perayaan HUT SMA Negeri 3 Martapura baru pertama kali digelar ditahun 2021 ini, hal ini dikarenakan saat rencana mengadakan HUT ditahun 2020 yang lalu, penyebaran Pandemi COVID-19 masoh terbilang tinggi dan minimnya vaksinasi.
“Ditahun 2021 ini 86 Persen murid-murid sudah melaksanakan Vaksinasi COVID-19 sehingga perayaan HUT pertama ini akan lebih aman,” ungkap Masfi’ah.
Umi Masfi’ah menambahkan, adapun salah satu tujuan diadakannya berbagai perlombaan pada perayaan HUT SMA Negeri 3 Martapura, yakni untuk menghibur para peserta didik agar tidak stress dalam menghadapi Penilaian Akhir Semester ditahun 2021 yang jatuh pada tanggal 1 Desember mendatang.
“Meskipun SMA Negeri 3 Martapura baru dibangun, namun kami beserta para guru dan karyawan bahu-membahu agar sekolah sedikit demi sedikit bisa terpenuhi sesuai tuntuan pemerintah yaitu melengkapi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP),” lanjut Masfi’ah.
Ditambahkan Masfi’ah, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Prov Kalsel Muhammadun beserta Kepala Dinas Disdikbud Prov Kalsel Yusuf Effendi dan pihak terkait, yang telah memfasilitasi sehingga terealisasi pembangunan 12 ruangan di SMA Negeri 3 Martapura yang akan segera dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.
“Diperayaan HUT pertama ini kami bersyukur karena sebentar lagi 12 ruangan akan segera selesai untuk dipakai sebagai tempat belajar-mengajar,” tutup Masfi’ah. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 pada Rabu (24/12). PTBI diselenggarakan untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan. Tema yang diangkat dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 adalah “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi”.
Foto bersama peserta pertemuan tahunan Bank Indonesia
Tema ini menyiratkan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar semua pihak untuk mendukung kelanjutan perbaikan ekonomi di tahun 2022, pasca perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19.
Gubernur Kalimantan Selatan dalam arahannya yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, bahwa perekonomian domestik yang mulai membaik harus dimanfaatkan sebagai momentum bersama untuk kembali menggalang kekuatan dan strategi efektif, guna mendorong pemulihan ekonomi. Selanjutnya, perekonomian global yang secara bertahap juga mulai membaik sebagai pemicu semangat optimisme pemulihan ekonomi di Kalimantan Selatan.
“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan 2021 mulai menunjukkan pemulihan dari tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebagai dampak dari COVID-19. Dari sisi suplai, pemulihan ekonomi ini diperkirakan didorong oleh perbaikan di seluruh lapangan usaha utama, antara lain pertambangan; dan perdagangan, hotel, dan restoran (PHR). Dari sisi permintaan, peningkatan ekonomi terutama dipengaruhi perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat, seiring dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang berangsur pulih, serta peningkatan investasi dan ekspor,” papar Roy.
Dari sisi perkembangan harga, tambahnya, inflasi Kalimantan Selatan pada tahun 2021 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan dengan 2020, namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional (3 ± 1 persen). Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan perbaikan daya beli masyarakat yang dapat meningkatkan permintaan domestik.
Terkait perkembangan sistem pembayaran di Kalsel, sejumlah kebijakan telah dilakukan untuk mendukung perluasan keuangan digital. Selama Pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak, KPwBI Provinsi Kalsel melaksanakan perluasan jangkauan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu solusi pembayaran nirsentuh untuk mendukung program QRIS secara nasional.
Jumlah merchant onboarding QRIS di wilayah Kalimantan Selatan hingga 12 November 2021 mencapai 160 ribu merchant, meningkat signifikan dan menduduki top 10 Provinsi dalam pencapaian target QRIS terbanyak.
Selanjutnya, KPwBI Provinsi Kalsel juga mendorong percepatan transformasi digital melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Saat ini, telah diterbitkan 14 Surat Keputusan Kepala Daerah tentang pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten se-Kalimantan Selatan untuk mendukung implementasi ETPD.
Dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah, KPwBI Provinsi Kalsel terus berperan aktif dalam mendorong pengembangan UMKM digital di Kalimantan Selatan melalui Program Onboarding UMKM. Program ini memberikan pelatihan perluasan akses pasar secara online, memfasilitasi pendaftaran UMKM sebagai merchant pada marketplace, dan penguatan terhadap kemampuan serta pemahaman UMKM untuk sigap dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen di era digital.
KPwBI Provinsi Kalsel memproyeksikan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada 2022. Perekonomian Kalsel diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari 2021. Dari sisi permintaan, perbaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan positif dari konsumsi, baik rumah tangga maupun pemerintah, investasi, dan disertai kinerja net ekspor yang solid. Kasus COVID-19 yang terus melandai dan semakin terkendali mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi termasuk melakukan pergerakan bisnis maupun wisata.
“Dari sisi eksternal, perekonomian global yang terus mengalami peningkatan didorong oleh penanganan pandemi yang semakin baik serta keberhasilan vaksin, berpotensi mempercepat pemulihan rantai pasok dunia dan mendorong permintaan komoditas ekspor utama seperti Batubara, Crude Palm Oil (CPO), dan karet,” tambahnya.
Seiring dengan pemulihan ekonomi, tekanan inflasi diprakirakan meningkat di 2022, namun masih dalam rentang sasaran inflasi nasional di 3±1 persen. Peningkatan inflasi terutama disebabkan oleh tingkat permintaan masyarakat yang menguat sejalan dengan peningkatan pendapatan dan perekonomian.
Sehubungan dengan hal tersebut, KPwBI Provinsi Kalsel akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan seluruh stakeholder melalui empat upaya sebagai berikut: 1) pemantauan harga pangan strategis dan pelaksanaan operasi pasar, 2) menjaga ketersediaan pasokan, 3) memperlancar distribusi, dan 4) peningkatan kualitas data neraca bahan pangan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Di tengah optimisme perbaikan ekonomi pada 2022, terdapat tiga tantangan yang perlu diatasi yaitu : 1) risiko COVID-19 masih perlu terus diwaspadai karena dapat menahan perbaikan perekonomian, 2) tantangan struktural global warming yang akan membawa perubahan kebijakan energi dunia ke arah energi yang lebih ramah lingkungan, dan 3) kendala kapasitas UMKM yang masih rendah.
Sebagai tulang punggung ekonomi inklusif, UMKM memiliki daya tahan yang rendah terhadap pandemi akibat berbagai keterbatasan seperti skala usaha, akses digital dan alternatif pembiayaan. Dalam jangka panjang, kunci utama untuk pengembangan perekonomian Kalimantan Selatan adalah reformasi struktural dan transformasi industri untuk memperbaiki profil ekspor, dari sektor primer yang ekstraktif ke sektor sekunder yang berbasis industri manufaktur, dan gasifikasi batubara sebagai energi alternatif masa depan.
Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan sinergi antara seluruh stakeholder untuk membangkitkan optimisme dan berinovasi dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui 5 strategi penguatan sebagai berikut: 1) percepatan hilirisasi batubara, 2) mendorong pengembangan industri hilir sawit melalui pola kemitraan, 3) percepatan hilirisasi karet, 4) digitalisasi sistem pembayaran untuk integrasi ekonomi dan keuangan, dan 5) mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui penguatan pelaku usaha UMKM. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – TP PKK Kota Banjarmasin melaksanakan Jambore Kader PKK di Kota Banjarmasin, dengan tema Kader PKK mendorong Keluarga pelopor perubahan Banjarmasin dan lebih bermartabat.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyerahkan SK Gerakan Basadakah
Jambore Kader PKK Kota Banjarmasin dilaksanakan, di halaman Rumah Sasirangan Banjarmasin, Rabu (24/11).
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasila mengatakan, dilaksanakannya jambore kader PKK ini, merupakan ajang silaturahmi antar kader PKK di Kota Banjarmasin.
“Pada jambore kader PKK ini, semua kader diminta untuk turut serta membantu mensukseskan program Pemerintah Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Mengingat, PKK merupakan mitra kerja dari pemerintah tersebut.
Sementara itu Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, agar kader kader PKK di Kota Banjarmasin dapat mensukseskan program Pemerintah untuk cegah Stunting.
“Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Jambore Kader PKK,” ucapnya.
Ibnu mengatakan, kepada seluruh kadar PKK di Kota Banjarmasin, untuk dapat membantu pemerintah dalam cegah Stunting.
“Cegah Stunting ini merupakan program dari Pemerintah Pusat, untuk bersama sama mencegah angka kelahiran Stunting,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaunching Gerakan Banjarmasin Cegah Stunting Hari Jumat Berkah atau Basadakah.
“Dengan adanya gerakan Basadakah di hari Jumat tersebut, maka program cegah Stunting dapat terus dilaksanakan di Kota Banjarmasin,” katanya.
Menurut Ibnu, kegiatan Basadakah ini, merupakan kegiatan inovasi dari Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin bersama Posyandu.
Sementara itu Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasila mengatakan, dengan di launching program Basadakah ini, maka pihaknya siap menjalankan program tersebut.
“Nantinya kader kader PKK akan membagikan makan makan bergizi kepada warga kurang mampu khususnya yang memiliki anak balita. Bahan makanan tersebut hasil dari sedekah dari warga mampu,” ucap Siti Wasila. (SRI/RDM/RH)
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertema “Hilirisasi dan Kolaborasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan,” di salah satu hotel berbintang di Jakarta pada Rabu (24/11).
Gubernur Kalsel berfoto bersama Gubernur Jateng pada rakornas investasi
Rakornas digelar Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, dibuka secar resmi Presiden RI Joko Widodo, dan dihadiri para kepala daerah serta kementerian terkait
Pada acara ini, juga digelar pemberian Anugerah Layanan Investasi 2021 kepada Kementerian/Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
Presiden Jokowi didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Ditemui usai Rakornas, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel memberikan penjelasan terkait review pengarahan penting Presiden.
Dijelaskan Paman Birin beberapa poin penting yang ditekankan RI 1 pada rakornas.
Antara lain, Presiden mengatakan, Investasi berperan penting sebagai motor penggerak kegiatan perekonomian nasional.
Pemerintah secara konsisten terus berupaya menjadikan daerah-daerah sebagai pusat-pusat kegiatan usaha.
Saat ini, pemerintah mendorong hilirisasi seluruh sumber daya alam yang dimiliki, termasuk dengan pengembangan industri baterai kendaraan listrik dan kendaraan listriknya.
“Materi lain ditekankan Presiden adalah pentingnya upaya inovasi sumber daya alam terbarukan, dengan meninggalkan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau,” tutup Paman Birin.
RI 1 juga mengatakan, untuk mewujudkan target realisasi investasi Rp1.200 triliun pada tahun 2022, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah juga didorong untuk meningkatkan kolaborasi dan kekompakan meningkatkan kinerja.
“Setiap investor yang masuk ke daerah diwajibkan berkolaborasi dengan pengusaha yang ada di daerah dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah),” ujarnya.
Sementara itu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pada tahun 2021 realiasi investasi telah mencapai 63 persen.
Sedang target investasi 2022 sebesar Rp1.200 triliun sebagaimana ditetapkan Presiden Joko Widodo.
Menurut Bahlil, penyelenggaraan Rakornas Kementerian Investasi/BKPM 2021 dalam rangka menerjemahkan arah kebijakan Presiden bidang investasi pada tahun 2022. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Pancasila dan Semangat Persatuan”. Kegiatan yang bertempat di aula gedung Sekretariat Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Kalsel di Jalan Perdagangan, Rabu (24/11).
Suasana Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmat Norlias
Rachmah Norlias menyampaikan peserta sosialisasi Wawasan Kebangsaan kali ini bervariasi yaitu berasal dari kalangan mahasiswa, kader dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Kalsel, Pemuda Muhammadiyah, serta kelompok sadar wisata.
“Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila ini bisa lebih dalam lagi, tidak hanya dimulut saja, akan tetapi terdorong mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Srikandi Partai Amanat Nasional ini menambahkan apabila seluruh masyarakat dapat menghayati dan menjalani nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, niscaya Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat, berdaulat, adil dan makmur.
“Karenanya diharapkan para peserta sosialisasi ini bisa mengembangkannya kepada keluarga, teman-teman dan masyarakat disekitarnya,” harapnya.
Sementara itu, Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ratna Rosana mengapresiasi sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota Dewan Provinsi. Pasalnya, empat pilar kebangsaan itu harus ditumbuhkembangkan dan disosialisasikan terus menerus kepada masyarakat sehingga nilai-nilai Pancasila itu lebih “membumi”.
“Yang lebih penting itu adalah perbuatan kita apakah sudah mencerminkan Pancasila itu sendiri. Yang utama adalah ibadah. Misalnya seseorang yang beragama Islam maka sholat lima waktu harus dilaksanakan dengan baik, toleransi beragama, tenggang rasa, tidak mengganggu dan mengintervensi agama lain, dan memberikan kebebasan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya,” tambahnya.
Selain Ratna Rosana, sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini juga menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalsel, Yulia Qamariyanti. (NRH/RDM/RH)