Webinar Literasi Digital Tanah Bumbu: Bangsa Indonesia Bangsa yang Bijak Berkomentar

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ( Kemenkominfo RI ) bersama Siberkreasi kembali menggelar Webinar Literasi Digital Nasional wilayah Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (04 November 2021) Siang, melalui Zoom Meeting.

Salah satu narasumber Prilani, Dewan Pakar ASKOPIS (Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam) menjelaskan mengenai Etika Digital yaitu “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”.

Gus April, sapaan akrabnya mengatakan, kebebasan berekspresi di internet adalah ketika kita bebas menyampaikan perasaan, opini, kritik tanpa rasa takut dibully, diperkarakan namun tetap menghargai hak dan kebebasan orang lain.

“Bisa upload foto tanpa ada yang inbox/dm digrup ig yang 18+ atau dikomen salam kenal atau diinbox hei hello karena saya risih dan tidak nyaman diperlakukan seperti itu, selain itu dapat berekspresi sebebas-bebasnya mulai dari topik politik hingga kehidupan sehari-hari namun tetap sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku “. ujarnya.

“Bebas berekspresi tapi tidak sembarangan, bagi sebagian orang tentu sudah mengetahui mengenai aturan main sosial media dengan konten yang dibuat.

Kebebasan ekspresi itu merupakan hak setiap warga negara, namun dengan adanya UU ITE maka sebaiknya kita harus lebih bijak dalam memberikan informasi ke publik”. ungkap Gus April. Etika (Hukum) Media Sosial.

Gus April juga menjelaskan terkait etika (Hukum) Media Sosial yaitu hakikatnya sifat manusia sehingga seseorang bisa dikatakan baik, bijak, jahat, susila dan sebagainya.

Menurutnya, Hukum dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah, UU peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat.

“Hal penting yang perlu diperhatikan dalam berekspresi dimedia sosial meliputi ujaran tidak mengandung kebencian dan permusuhan, diksi, mimik, SARA, asusila dan aman. Media sosial digunakan untuk hal yang positif, seperti sarana untuk memuliakan sesama, memuliakan bahasa persatuan, sarana berbagi pengetahuan, sarana berkompetisi dan kesantunan, serta sarana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran”.tambahnya.

Webinar yang bertema ” Bangsa Indonesia Bangsa yang Bijak dalam Berkomentar” ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari dengan Key Note Speech Bupati Tanah Bumbu H. M. Zairullah Azhar dan menghadirkan narasumber Key Opinion Leader yaitu Yunike Pebryana Singer tentang Budaya Digital, Prilani, Dewan Pakar ASKOPIS ( Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam) mengenai Etika Digital, Muhammad Sukma Dwiyanto, Co- Founder Siul terkait Keamanan Digital dan Muhammad, Owner Kreasi Nusantara tentang Kecakapan Digital. (*)

Kunjungi Gerai Vaksin Bergerak Di Tabalong, Paman Birin Puji Antusiasme Masyarakat

Tabalong – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) PPSahbirin Noor bersyukur masyarakat Tabalong, antusias untuk divaksin. Bahkan antusiasme masyarakat untuk divaksin ini, membuat Pemkab Tabalong menambah jumlah gerai vaksin.

Hal ini disampaikan Paman Birin saat meninjau Vaksinasi Bergerak di COVID Center, Kabupaten Tabalong, Kamis (4/11).

Gubernur Kalsel didampingi Wakil Bupati Tabalong meninjau Gerai Vaksinasi Bergerak

“Alhamdulillah, kami bersyukur masyarakat antusias untuk divaksin, ini membuat Pemkab Tabalong menambah gerai-gerai vaksin,” sebut Paman Birin.

Menurut Paman Birin, Vaksinasi COVID-19 terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabalong Mawardi mengatakan, masyarakat Tabalong mendukung vaksinasi yang digalakkan pemerintah saat ini.

Terbukti, pihaknya menambah gerai vaksin di faskes hingga dilaksanakan di Kodim, Polres, Kecamatan hingga Kelurahan.

Gubernur Kalsel memberikan bantuan paket sembako di Tabalong

Disampaikanya, capaian vaksinasi per 3 November 2021 di Tabalong, dosis pertama sudah mencapai 42 persen sedangkan dosis kedua sudah 27 persen.

Dirinya optimis, target capaian 70 persen dosis pertama pada akhir tahun dapat tercapai.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Kalsel, sasaran Vaksinasi Bergerak jilid 2 di Kabupateng Tabalong sebanyak 4.137 orang. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Vaksinasi Bergerak Di HSU, Gubernur Kalsel Minta Percepat Vaksinasi COVID-19 Demi Kekebalan Masyarakat 

Hulu Sungai Utara – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) H Sahbirin Noor kembali melanjutkan peninjuan Vaksinasi Bergerak pada hari kedua, Kamis (4/11).

Kali ini Paman Birin (sapaan akrab gubernur) bersama rombongan mengunjungi Kantor PGRI, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Kamis (4/11) pagi.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan, pandemi COVID-19 telah membelenggu masyarakat di Banua. Salah satu strategi untuk mengendalikan pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi COVID-19 terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HSU

Menurut Paman Birin, capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua terus meningkat dari hari ke hari. Ia pun optimis target 70 persen dapat tercapai.

“Untuk mencapai target 70 persen ini, perlu kerja luar biasa dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, serta swasta”, ujarnya.

Dirinya berharap, Vaksinasi Bergerak dapat memotivasi seluruh kabupaten kota untuk meningkatkan capaian vaksinasi sehingga dapat tercipta kekebalan kelompok.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HSU

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid mengatakan, sasaran Vaksinasi Bergerak di kabupaten ini, sebanyak 4.000 penerima.

Disampaikanya, saat ini vaksin tersedia di daerahnya sebanyak 15.000 dosis dan akan disuntikan selama 10 hari kedepan.

“Kita optimis vaksin sebanyak 15.000 dosis akan kita habiskan selama 10 hari, untuk meningkatkan kekebalan rakyat,” katanya. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Bangsa Indonesia Berbudaya Literasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bangsa Indonesia Berbudaya Literasi Digital” di Kota Banjarmasin, Kamis (04/11/2021) pukul 10.00 Wita.

BANJARMASIN – Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabeina Anwari yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Steve Pattinama dengan materi tentang “Keamanan Digital”.

Steve mengatakan, semua aktivitas sudah pasti berhubungan dengan internet, Jadi kalau misal kecanduan itu sangat berbahaya.

“Ciri-ciri orang kecanduan itu biasanya nggak bisa berhenti menggunakan media sosial, nggak lihat tempat dan waktu juga,” ucapnya

“Kalau kita bisa memanfaatkan internet dengan baik pasti akan mendatangkan kebaikan juga,” sambungnya.

Menanggapi komentar negatif Steve menuturkan, tindakan tersebut bisa dibawa ke ranah hukum karena ada pasalnya.

“Jadi daripada kita menanggung hukuman karena komentar negatif lebih baik kita melakukan hal yang baik di media sosial, dan yang dikomentari juga jangan mudah terpancing gitu aja sih,” tuturnya.

Narasumber kedua, Milna yang membahas materi tentang “Budaya Digital”

“Keanekaragaman budaya di negara ini sudah ada sejak lama. Bhinneka Tunggal Ika sebagai interpretasi bahwa Indonesia memiliki budaya beragam, suku, agama, bahasa, dan etnis. Kekayaan ini tidak bisa dipandang sebelah mata,” tuturnya

“Manfaat pengenalan budaya sangat penting karena bisa menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pemahaman budaya menyeluruh melalui media sosial juga bisa menciptakan rasa bangga terhadap kebhinekaan yang ada di Indonesia,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Gilang Alvianto yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Trend pekerjaan yang paling dicari di tahun 2021 yaitu web development, digital marketing, copywritter” ujarnya

“Manfaat kita memiliki digital skill, kita mampu menciptakan sebuah branding dan kemudia branding yang kita miliki dapat berkembang sehingga dapat memperluas koneksi kepada masyarakat luas,” jelasnya

Terakhir, narasumber Kiki Septiana Hapsari yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Sebelum share ke media sosial diperlukan kebijakan dan berpikir konten apa yang akan dibagikan, ntah itu bersifat positif maupun negatif. Hindari konten yang mengandung unsur SARA sebelum membagikan ke media sosial kita,” pungkasnya. (*)

Vaksin Bergerak Di HSS, Paman Birin Minta Pertahankan Tren Penurunan Kasus COVID-19

Hulu Sungai Selatan – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor meminta kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, untuk menjaga tren penularan COVID-19 yang terus melandai.

Hal ini dikemukakan Gubernur Kalsel saat mengunjungi vaksinasi di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, pada Rabu (3/11) sore.

“Mendengar laporan Bupati Hulu Sungai Selatan tadi kasus COVID-19 hanya 2 kasus saja, saya minta ini terus dipertahankan,” sebutnya.

Disampaikan Paman Birin, terus melandainya kasus terkonfirmasi COVID-19 dikarenakan terus bergeraknya vaksinasi di Banua.

Meski terus melandai, Paman Birin berpesan kepada masyarakat di Hulu Sungai Selatan untuk terus menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Gubernur Kalsel memberikan sertifikat vaksin kepada salah seorang peserta Vaksinasi Bergerak

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan Akhmad Fikry melaporkan, hingga hari ini kasus terkonfirmasi COVID-19 tersisa 2 kasus.

Sementara untuk capaian vaksinasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk dosis pertama sebanyak  37 persen dan dosis kedua 33 persen.

Gubernur Kalsel memberikan sertifikat vaksin kepada salah seorang peserta Vaksinasi Bergerak

Bupati Hulu Sungai Selatan berharap, capaian tersebut dapat meningkat 50 persen di bulan November dan 70 persen di bulan Desember.

Turut hadir pada monitoring Vaksinasi Bergerak di HSS, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, dan  Sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Wajib Isoman, Jadi Syarat Masuk PSTW Budi Sejahtera Kalsel

BANJARBARU – Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel menerapkan sistem karantina bagi lanjut usia (lansia) yang ingin masuk dalam lingkungannya.

Meski masa karantina (isolasi mandiri) di panti lansia ini berlaku selama 7 hari. Namun, penerapan pengambilan spesimen sampel melalui swab antigen juga diterapkan.

Langkah ini pula sebagai bentuk meminimalisir adanya penularan dari pandemi COVID-19. Sebelumnya, tercatat ada beberapa lansia sempat tertular virus ini. Tetapi, dengan penanganan khusus berhasil disembuhkan pihaknya.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel, Surya Fujianorrohim mengatakan, sebagai langkah mengantisipasi agar penularan dapat dicegah, satu-satunya cara adalah penerapan dengan sistem isolasi mandiri (isoman).

“Setelah melandainya pandemi pada September lalu, kami pun kembali membuka penerimaan lansia. Secara keseluruhan ada sekitar 12 orang yang diterima dan siap menjalankan prosedur karantina,” ujarnya, Rabu (3/11) siang.

Diakuinya, saat ini ada beberapa lansia masih menjalani isolasi mandiri di tempat khusus yang telah disediakan PSTW Budi Sejahtera Dinsos Kalimantan Selatan.

“Apabila karantinanya berhasil diselesaikan mereka rencananya akan di tempat di PSTW Budi Sejahtera di Martapura, Banjar dan Landasan Ulin, Banjarbaru,” ungkapnya.

Untuk menyakinkan keamanannya, lansia yang telah menjalani isolasi mandiri (isoman) selama 7 hari, akan kembali mengikuti prosedur lanjutan, yakni pengambilan spesimen sampel  swab antigen kedua.

“Setelah seminggu kamu antigen lagi, hal ini sebagai bentuk keyakinan bahwa mereka aman dari COVID-19,” pungkasnya.

Dari data yang diterima Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel melalui Dinas Sosial Kabupaten/kota. 12 lansia ini berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Hulu Sungai Tengah (HST). (RHS/RDM/RH)

Komisi VIII DPR RI Kunjungi BRSPDM Budi Luhur Banjarbaru

BANJARBARU – Rombongan Komisi VIII DPR RI menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp 199 Juta dari Kementrian Sosial dalam kunjungan kerja spesifik ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPMD) Budi Luhur Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (3/11).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwang Dasopang mengaku senang dengan pelayanan yang disediakan BRSPMD Budi Luhur Banjarbaru terhadap para penyandang disabilitas.

“Kami tentu sangat bergembira, karena apa yang kami diskusikan di Jakarta, apa yang kita harapkan dari pelayanan terhadap masyarakat yang kurang berkemampuan baik segi ekonomi maupun fisik, semua sudah ada disini,” ucap Marwang.

Selain penyerahan bantuan, dalam kunjungannya, Marwang Dasopang juga melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya Mobil Akses Penyandang Disabilitas (Accessible Vehicle), yang digunakan untuk memudahkan akses penyandang disabilitas maupun orang yang memiliki gangguan mobilitas.

“Kalau mobil akses seperti ini kita letakkan di seluruh wilayah Indonesia, tentunya akan sangat membantu sekali,” imbuh Marwang.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Wakil rakyat yang berasal dari fraksi PKB ini sejatinya tidak pernah henti mencari inovasi baru dalam melayani masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi.

“Bukan hanya perkembangan teknologi, perhatian kita juga tertuju dengan baik terhadap Atensi kepada para saudara kita yang memiliki kekurangan karena kehendak Tuhan,” jelas Marwang.

Di tempat yang sama mendampingi rombongan Komisi VIII DPR RI, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim mengungkapkan kunjungan ini juga dilakukan untuk melihat langsung program edukasi sosial di balai rehabilitasi ini.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim

“Jadi BRSPDM Budi Luhur Banjarbaru ini memberikan layanan Atensi sosial bagi penerima kesejahteraan sosial, tidak hanya disabilitas tetapi juga lansia dan anak,” jelas Eva.

Penyandang disabilitas pertama yang menjabat Eselon II ini juga mengaku ingin mengoptimalkan fungsi fungsi balai agar lebih maksimal dalam melayani masyarakat dan mendekatkan masyarakat kepada sistem sumber.

“Kami berencana meningkatkan layanan dengan bukan hanya bersifat residensial saja, tetapi juga akan memberikan layanan vokasional, layanan kewirausahaan, dan serta layanan terapi,” ungkap Eva.

Untuk menunjang hal tersebut, Eva berharap di balai ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti alat terapi dan alat vokasi industri.

“Kita minta dukungan Komisi VIII DPR RI untuk bisa mensupport, sehingga layanan yang diberikan nantinya bisa lebih maksimal dan lebih banyak lagi orang yang bisa memanfaatkannya,” tutup Eva. (TR21-01/RDM/RH)

Jadi Alumnus Lemhannas, Zulkifli Kadis PMD Kalsel Dinilai Punya Kualitas SDM Diatas Rata-rata

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat kunjungan dari Kedeputian Pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) dampak peserta PPRA (program pendidikan reguler angkatan), PPSA (program pendidikan singkat angkatan) dan P3DA (program pemantapan pimpinan daerah angkatan), Rabu (3/11).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi alumni Lemhannas RI yang ada di Kalsel terhadap lingkungan kerja dan masyarakat. 

Untuk Kalsel, ada 2 alumni Lemhannas RI yang menjadi pimpinan dan  sedang dimonev oleh Kedeputian Pendidikan saat ini. Yakni, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, Zulkifli MP yang merupakan alumni PPRA 54 tahun 2016 serta Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Mayjen TNI Sugeng Santoso selaku pimpinan rombongan Evaluasi Dampak ke Kalsel mengungkapkan, hasil dari monev akan menjadi bahan untuk penyusunan kurikulum Lemhannas RI.

“Kami ingin mengetahui gambaran atau dampak alumni PPRA, PPSA dan P3DA termasuk kontribusi alumni di lingkungan kerja masing-masing. Kami juga ingin memperoleh data secara langsung dan ingin memperoleh masukan dari alumni terkait program pendidikan di Lemhannas agar pendidikan di Lemhannas dapat lebih optimal di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Sugeng Santoso, masukan dan saran dari alumni sangat penting untuk pengembangan kurikulum di Lemhannas RI.  

Lanjutnya, monev ini juga sebagai bagian dari Program Kedeputian Pendidikan Nasional Lemhannas RI untuk mengukur dampak  dan mengevaluasi hasil dari pendidikan selama 7 bulan yang didapat dari Lemhannas RI.

“Kami ingin mengevaluasi hasil dari pendidikan di Lemhannas RI apakah sudah dilaksanakan oleh alumni, baik di lingkungan kerja, manfaatnya bagi personil yang mengikuti pendidikan dan manfaatnya bagi masyarakat. Untuk kemudian akan menjadi bahan masukan kami untuk dikembangkan di lembaga pendidikan agar bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Farid Fakhmansyah melihat, kontribusi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari Zulkifli sebagai alumni Lemhannas RI di lingkup Pemprov Kalsel sudah diatas rata-rata. Khususnya dari segi kematangan berpikir dan berinteraksi.

“Kami bangga ada SDM dari Pemprov Kalsel menjadi alumni Lemhannas RI, karena hasil pendidikan dari lembaga ini dapat meningkatkan pemahaman ketahanan nasional yang dapat diterapkan di daerah masing-masing,” cetusnya.

Farid menilai, SDM dari Pemprov Kalsel berpotensi dan layak dididik di Lemhannas RI asalkan dapat menyesuaikan waktu, sebab lama pendidikannya selama 7 bulan penuh. 

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kalsel Zulkifli mengatakan, saat ini alumni Lemhannas RI yang masih aktif di Kalsel selain dirinya adalah Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

“Saat ini di Lemhannas RI sudah ada 62 angkatan, saya angkatan 54 tahun 2016 dari kalangan sipil yang masih aktif. Alumni Lemhannas RI yang sudah pensiun dari Pemprov Kalsel ada Pak Rudy Ariffin, Pak Ismet Akhmad,” urainya.

Kedatangan tim monev Lemhannas RI ke DPMD Kalsel dan selanjutnya ke Makorem 101 Antasari, imbuhnya, diantaranya adalah membagikan kuesioner kepada staf. Kuesioner berisi beberapa pertanyaan terkait dampak dan perubahan kepemimpinan yang diberikan para alumni kepada jajarannya. Hasil monev menjadi masukan untuk penyusunan kurikulum. (ASC/RDM/RH)

Jemput Bola, Polda Kalsel Buka Gerai Vaksin Presisi di Kawasan Pemukiman

BANJARMASIN – Bidang kedokteran dan kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Rumah Sakit Bhayangkara tingkat III Banjarmasin, memberikan layanan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat umum, dari remaja hingga lansia, melalui Gerai Vaksin Presisi yang bertempat di Kediaman Karo Ops Polda Kalsel, Komplek Pamen Polri Jalan Belitung, Banjarmasin, pada Rabu (3/11).

Antrean warga menunggu giliran vaksin di Gerai Vaksin Presisi di kawasan pemukiman pada Rabu (03/11)

Kegiatan yang dihadiri Lies Subchan selaku isteri dari Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Noor Subchan yang turun langsung membantu tenaga kesehatan ini, dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai. Pembukaan Gerai Vaksin Presisi di kawasan pemukiman ini, sebagai langkah membantu pemerintah mempercepat capaian pemberian vaksin kepada masyarakat.

Di tempat terpisah, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Ubaidillah mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dipimpin oleh Ipda Diyewaleku Lelono beserta personil Bid Dokkes Polda Kalsel dan Rumkit Bhayangkara tingkat III Banjarmasin.

Dia menuturkan, Polda Kalsel membuka Gerai Vaksin Presisi setiap hari di lokasi berbeda dan kali ini jumlah peserta yang divaksin sebanyak 108 orang. Baik dosis tahap 1 dan 2 dengan dosis yang digunakan sebanyak 10 vial Sinovac multi douse.

“Hari ini ada 10 vial yang kami berikan kepada para remaja dan lansia masyarakat umum sesuai dengan target. Ini akan terus kami lakukan untuk membantu pemerintah mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat,” tutup Kabid Dokkes. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Bantu Petani Jeruk Batola 1,9 Miliar, Ini Harapan Paman Birin

BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor menyerahkan bantuan bibit jeruk varietas Siam Banjar senilai Rp1,9 miliar, kepada sejumlah kelompok tani di kabupaten Batola, saat kunjungan dalam rangka Vaksinasi Bergerak, Rabu (3/11).

Gubernur Kalsel menyerahkan bantuan bibit jeruk kepada perwakilan kelompok tani

Bantuan bibit jeruk diserahkan Paman Birin (sapaan akrabnya) disela tanam perdana padi di desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, usai meninjau kegiatan Vaksinasi Bergerak di kawasan Mandastana.

Gubernur mengatakan, bantuan ini
untuk meringankan petani jeruk pasca mengalami musibah banjir awal tahun tadi.

“Saya menyaksikan langsung, bagaimana tanaman jeruk milik petani mati akibat banjir. Melihat kondisi ini, saya meminta jajaran dinas terkait untuk menganggarkan bantuan penggantian bibit baru”, tuturnya.

Paman Birin berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani. Terutama para petani yang lahannya terkena dampak banjir awal tahun 2021.

“Mudah-mudahan ini dapat dimanfaatkan oleh petani dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan ini juga membawa keberkahan bagi kita semua,” sebutnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan, bantuan bibit jeruk Siam Banjar yang diberikan sebanyak 124 ribu batang, atau setara dengan 624 hektar.

Menurut Syamsir kebun jeruk milik petani memiliki fungsi yang sangat penting karena hasil dari kebun jeruk digunakan petani untuk membiayai operasional penanaman padi.

Disampaikan Syamsir, selain Barito Kuala, Paman Birin juga membantu petani jeruk di Kabupaten Banjar sebanyak Rp1,6 miliar.

Turut hadir pada kegiatan ini Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani, dan  sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version