Peserta PKP Angkatan VI Diharapkan Menjadi Pejabat Pengawas Yang Kredibel dan Kompeten

Banjarbaru – Pemerintah provinsi Kalsel melaksanakan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI di Aula Graha I BPSDMD prov Kalsel, Rabu (15/12).

Dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Faried Fakhmansyah, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan, para pejabat pengawas merupakan garda terdepan dalam setiap pelayanan pemerintah.

Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Faried Fakhmansyah.

“Melalui PKP ini, saya harap para peserta pelatihan telah dibekali pengetahuan yang cukup untuk dapat menjadi pejabat pengawas yang kredibel dan kompeten,” harapnya.

Melalui sambutan tersebut, Gubernur juga berpesan agar peserta PKP dapat menjadi pemimpin yang memiliki gagasan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan menjadi lebih terukur, terarah dan tepat sasaran.

“Kapabilitas dan kepercayaan di tengah masyarakat saat ini menjadi yang utama, karena masyarakat dapat melakukan kritik secara langsung melalui kanal media pemerintah,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, berharap, para peserta PKP tidak hanya sekedar Diklat, tetapi juga mampu menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional.

“Kita harapkan para ASN di Kalsel dapat bersinergi, sehingga apa yang di cita citakan Gubernur kita yaitu Kalsel Maju,” harapnya.

Dalam kegiatan PKP yang dilaksanakan mulai tanggal 21 September hingga 15 ini, sebanyak 40 peserta dari lingkup Pemprov dan kabupaten/kota Kalsel dan Kalteng, seluruhnya mendapatkan nilai diatas 80 dengan predikat memuaskan.(TR21-01/RDM/MTB)

Ciptakan Pengusaha Kuliner, APJI Gandeng Santripreneur Indonesia Adakan Pelatihan

BANJARBARU – Sejak pandemi COVID-19 menerpa dunia, perekonomian mengalami penurunan. Hal ini terjadi di semua negara tidak terkecuali negara Indonesia. Semua aspek kehidupan terdampak pandemi, produktivitas menurun dan daya beli masyarakat juga menurun.

Menghadapi hal ini, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kalimantan Selatan tergerak untuk membantu pemerintah supaya sektor usaha kecil menengah segera bangkit paska pandemi. Menggandeng PW Santripreneur Indonesia Kalimantan Selatan, APJI menyelenggarakan pelatihan membuat kue bagi santriwati, ustazah, ibu-ibu warga sekitar pondok se Kalimantan Selatan, Selasa (14/12) bertempat di Pondok Pesantren Walisongo Banjarbaru.

Ketua DPD APJI Kalsel Aftahudin, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah ingin memberikan pemahaman dan pelatihan kepada para peserta tentang peluang usaha kuliner yang bisa dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga.

Ditambahkan Aftah, pondok pesantren bisa menjadi lokomotif pergerakan ekonomi, karena di pondok pesantren ada santri, ada ustad, ada orang tua snatri dan masyarakat sekitar pondok.

“Melalui pelatihan ini, para santri dan ibu-ibu harus mampu menjadi pengusaha-pengusaha di bidang kuliner,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan ini disambut baik oleh Ketua Wilayah Santripreneur Indonesia Kalimantan Selatan KH Abdul Hamid Marzuqi.

“Masya Allah Alhamdulillah, Walisongo diberi kepercayaan sebagai penyelenggara kegiatan pelatihan ini” ujar Gus Hamid (sapaan akrabnya) mengawali sambutan.

Lebih lanjut Gus Hamid yang juga sebagai ketua harian IPI Kalsel dan Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalsel berjanji akan mensinergikan kegiatan ini dengan perbankan untuk permodalan dan IPI dan Hebitren untuk pemasaran.

“Akan kita sinergikan, sehingga setelah pelatihan, peserta akan kita lakukan pendampingan dan mentoring, insya Allah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini diisi dengan demo membuat kue yang diajarkan kangsung chef Remy Sedayu dari Jakarta dan diikuti oleh 100 peserta terdiri dari santriwati dan ustadzah, serta ibu ibu warga sekitar pondok pesantren, diantaranya ada pondok dari Kab HSS, Kab Tanah Laut, Kab Banjar, Kab Batola dan Kota Banjarbaru. (RILIS-RDM/RH)

Tujuh Lembaga Penyalur BBM 1 Harga di Kalimantan Diresmikan, Ini Harapan Gubernur Kalsel

BANJARMASIN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas, meresmikan secara serentak 7 titik lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM), melalui program BBM Satu Harga.

Adapun peresmian secara simbolis dilakukan di kantor Fuel Terminal Banjarmasin, Selasa (14/12). Penerapan BBM Satu Harga ini merupakan wujud program energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Sejak awal kehadiran program BBM 1 Harga pada tahun 2017 hingga Desember 2021, Pertamina telah membangun total 323 lembaga penyalur yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan Perpres No. 63 tahun 2020. Sementara khusus untuk Tahun 2021, sudah terbangun 80 SPBU, jumlah ini melebih dari target awal yang ditentukan pemerintah yakni 76 lokasi.

Pertamina sendiri ditargetkan dapat membangun total 573 SPBU sampai dengan Tahun 2024. Sedangkan di tahun 2021 ini, Regional Kalimantan telah berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 23 SPBU BBM 1 Harga, yang tersebar di Provinsi Kalimantan Tengah sejumlah 3 SPBU, Provinsi Kalimantan Selatan sejumlah 1 SPBU, Provinsi Kalimantan Barat sejumlah 14 SPBU, dan Provinsi Kalimantan Utara sejumlah 5 SPBU.

“Dengan resminya 7 titik BBM Satu Harga yang kita lakukan pada hari ini, Pertamina bersama Kementerian ESDM dan BPH Migas kembali mewujudkan energi berkeadilan bagi saudara-saudara kita yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses untuk menikmati energi dengan harga yang terjangkau,” jelas Freddy Anwar, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Freddy menambahkan realisasi volume penyaluran BBM 1 Harga terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2021 ini volume BBM yang tersalurkan kepada masyarakat sudah mencapai 101.896 KL. Hal ini menunjukkan bahwa program BBM 1 harga ini telah berhasil memberikan akses energi yang mudah dengan harga yang sama hingga ke wilayah 3T di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Komite BPH Migas, Abdul Halim dalam sambutannya menyampaikan harapannya akan BBM 1 Harga bagi masyarakat.

“Kami menargetkan BBM 1 Harga tidak hanya dapat mendukung pemerataan energi di seluruh negeri namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakat di daerah tersebut,” ujarnya.

Terkait peresmian SPBU 1 Harga ini, maka Staf Ahli Bidang Perekonomian Pembangunan Provinsi Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, bahwa pemerintah provinsi sangat mendukung program ini.

“Program ini merupakan wujud keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Baik yang tinggal di kawasan perkotaan, maupun di daerah Terpencil, Terdepan dan Terluar. Keberadaan SPBU 1 Harga ini juga sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, yang masih harus berjuang di tengah pandemi COVID-19”, ujarnya saat sambutan mewakili Gubernur Kalsel saat acara peresmian.

Dengan SPBU 1 Harga ini, maka masyarakat dapat menikmati BBM dengan harga sama. Yaitu biosolar Rp5.150 per liter, dan premium Rp6.450 rupiah per liter. (PERTAMINA-RIW/RDM/RH)

Paimin, Terima Sepeda Motor Dari Undian Simpeda KPE Bank Kalsel

BANJARMASIN – Beberapa waktu lalu, Bank Kalsel menggelar penarikan Undian Simpeda KPE (Kartu Pegawai Elektronik), dimana telah diumumkan 39 pemenang yang berasal dari masing – masing kantor cabang di seluruh Kalimantan Selatan. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, salah satu cabang Bank Kalsel yakni Kantor Cabang Utama, menyelenggarakan acara penyerahan hadiah masing – masing kepada nasabah Simpeda KPE Cabang Utama sebanyak 5 unit kendaraan bermotor dan 5 unit sepeda lipat. Sedangkan untuk Cabang Pembantu (Capem) RSUD Ulin sebanyak 2 unit kendaraan bermotor dan 2 unit sepeda lipat.

Penyerahan hadiah dilakukan Direktur Kepatuhan, I G.K. Prasetya; Head of Business Group, Fachrudin; dan Kepala Bank Kalsel Cabang Utama, Firmansyah dengan disaksikan beberapa pegawai Bank Kalsel yang dilaksanakan di basement Bank Kalsel Kantor Pusat, pada akhir pekan lalu.

I G.K. Prasetya mengungkapkan, bahwa undian Tabungan Simpeda KPE merupakan salah satu wujud apresiasi Bank Kalsel kepada para PNS di seluruh Kalsel sebagai nasabah terbesar.

“Penyerahan hadiah Undian Simpeda KPE ini merupakan tindak lanjut atas penarikan undian yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Kami patut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PNS melalui Undian Simpeda KPE ini yang akan kami selenggarakan setiap tahunnya,” ucap Prasetya.

Tabungan Simpeda KPE merupakan produk tabungan Bank Kalsel yang diperuntukkan bagi pengelolaan gaji PNS secara elektronik di seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Undian Simpeda KPE dikhususkan bagi nasabah Simpeda KPE yang berstatus PNS aktif maupun yang telah pensiun.

Ditemui setelah menerima hadiah, salah seorang pemenang bernama Paimin yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu dinas provinsi Kalimantan Selatan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Bank Kalsel. Hadiah ini akan diberikan kepada tetangganya yang lebih membutuhkan.

“Terima kasih Bank Kalsel telah melaksanakan Undian Simpeda KPE dimana saya menjadi pemenang hadiah sepeda motor. Hadiah ini tentu memberikan kebahagiaan bagi keluarga saya, namun kami sekeluarga berniat memberikan hadiah ini kepada tetangga saya yang lebih membutuhkan,” jelas Paimin.

Lebih lanjut, Paimin menjelaskan bahwa ibu tersebut merupakan seorang janda yang ditinggal mati suaminya karena ditabrak kendaraan bermotor saat berdagang. Disamping itu, ibu tersebut juga memiliki banyak anak dimana salah satunya sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi. Atas hal tersebut, Paimin ingin memberikan pertolongan menghidupi anak – anaknya, salah satunya dengan alat transportasi ini.

“Dengan ikhlas saya berikan hadiah kendaraan ini dengan harapan dapat sedikit meringankan kehidupan beliau bersama anak – anaknya terutama yang sedang kuliah agar dapat belajar dengan baik ke depan,” harapnya.

Paimin juga berharap Bank Kalsel dapat semakin jaya ke depan agar tetap menjadi pilihan utama nasabah serta masyarakat Kalimantan Selatan.

“Dengan telah diselengarakannya penyerahan hadiah Undian Simpeda KPE ini, saya berharap Bank Kalsel semakin sukses dan jaya agar semakin banyak nasabahnya dan tetap menjadi bank kebanggaan Kalsel,” ungkapnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sharing Info Soal Media, Wawali Banjarbaru Ajak Puluhan Wartawan ke Pemko Yogyakarta

YOGYAKARTA – Untuk menambah pengetahuan tentang penyelenggaraan pressroom media, Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, bersama puluhan wartawan mengunjungi pemerintah kota Yogyakarta, Selasa (14/12), bertempat di aula Yudistira kantor Diskominfosan Yogyakarta.

“Kami ingin sharing informasi terkait keberadaan media di Yogyakarta ini,” ujar Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono yang memimpin rombongan dalam kunjungan ini.

Berbagai hal pun dibahas pada pertemuan ini, seperti perlakuan terhadap rekan-rekan pers, hingga cara menyikapi pemberitaan kontra terhadap pemerintahan.

“Kami juga membahas bagaimana penyelenggaraan mekanisme kerjasama dengan kawan-kawan media di Yogyakarta,” tambahnya.

Sehingga, harapnya jajaran Pemkot Banjarbaru bersama rekan pressroom Banjarbaru dapat pulang ke Kota Idaman dengan membawa oleh-oleh pengetahuan baru terkait media dari Yogyakarta.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Kadri Renggono menyampaikan, Pemerintah kota Yogyakarta menyambut baik kedatangan rombongan dari pemko Banjarbaru ini.

Menurutnya, Pemko Yogyakarta memiliki media center atau perssroom yang diberi nama  gardu pawarta atau paguyuban wartawan Yogyakarta.

“Sebanyak 53 rekan media wartawan baik media cetak, elektronik dan digital tergabung di dalamnya. Apabila ada Pro dan kontra ini sudah biasa, pasti ada berita yang membuat gerah, tapi kami lihat itu bagain dari aspek demokrasi, ya silahkan saja,” katanya.

Ditambahkannya, Pemko Yogyakarta juga memberi tanggapan balik, agar masyarakat mendapat informasi yang jelas, dan pihaknya juga meminta Unit Perangkat Daerah (UPD) untuk terbuka memberi informasi, dan harus transparan.

“Kami minta menyiapkan bahannya, Karena  media bagian aspek demokrasi, dan kembali kepada masyarakat, karena tugas utama pemerintah itu melayani masyarakat,” ucapnya lagi.

Untuk diketahui, selain puluhan wartawan presroom Banjarbaru juara yang mengikuti kunjungan ini, juga dihadiri Kabag Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru Dhiah Tri Widhinigsih dan Kadinkes Banjarbaru Rizana Mirza. (RDM/RH)

Warga Tungkaran Antusias Ikuti Vaksinasi

BANJAR – Vaksinasi Bergerak kembali menyapa warga Kabupaten Banjar. Kali ini Desa Tungkaran Kecamatan Martapura menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi untuk ratusan warga, Selasa (14/12).

Suasana vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banjar, Selasa (14/12)

Antusias tinggi pun begitu nampak ditunjukkan oleh masyarakat dalam mengikuti vaksinasi yang merupakan bentukan ikhtiar memutus rantai penyebaran COVID-19 ini. Terbukti masyarakat telah memenuhi lokasi sejak jam 08.00 WITA meski kondisi Kota Intan terus diguyur hujan.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim menyebut, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah kabupaten Banjar sebagai bagian dari percepatan target vaksinasi di Kalsel.

“Capaian vaksinasi di Banjar juga akan berpengaruh terhadap capaian di provinsi. Karena data yang masuk secara berjenjang hingga nasional,” ujar Muslim.

Pergerakan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banjar lanjut Muslim cukup menggembirakan, terutama dalam satu Minggu terkahir. Ia pun berharap agar kinerja ini terus konsisten hingga akhir Desember nanti.

“Banjar saat ini sudah berada di angka 37 persen. Namun angka terus bertambah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Diauddin disela kegiatan, menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kalsel yang terus mendorong Kabupaten Banjar terkait percepatan vaksinasi.

“Kegiatan ini kerjasama dengan Dinkes Kalsel. Juga ada bantuan dari Paman Birin (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) berupa sembako untuk meningkatkan minat masyarakat vaksin,” katanya.

Target 70 persen pun lanjutnya, secara perlahan optimis akan tercapai, mengingat giat pelaksanaan dilakukan di berbagai tempat di Kabupaten ini.

“Kemarin saja, se-Kab Banjar tercatat 6.000 vaksinasi COVID-19 berhasil dilaksanakan. Di lokasi ini target kita sekitar 800,” paparnya. (ASC/RDM/RH)

2022, Pemerintah Targetkan Kasus Stunting Secara Nasional Turun Diangka 18,4 Persen

BANJARBARU – Pemerintah menargetkan 2022 penurunan angka stunting secara nasional mampu terealisasi hingga 18,4 persen. Bahkan, 514 kabupaten/kota menjadi tambahan lokasi fokus untuk mengintervensi kasus gizi buruk tersebut.

Capaian angka stunting tahun 2019 secara nasional

Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Sugeng Haryono, menyampaikan, untuk menurunkan angka stunting secara nasional setiap tahunnya penambahan daerah di 34 provinsi harus dilakukan.

“Dari 100 kabupaten/kota pada 2018 lalu hingga tahun 2021 sudah mencapai sekitar 360 sebagai lokasi fokus intervensi penurunan,” ujarnya pada pelaksanaan pelaksanaan Forum Nasional Stunting Komitmen dan Aksi Bersama untuk Penurunan Stunting yang digelar secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Selasa (14/12) siang.

Sedangkan, batas maksimal toleransi angka stunting menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) harus 20 persen atau seperlima dari total anak balita yang sedang tumbuh.

“Studi Status Gizi Indonesia menunjukkan pada Maret 2019 lalu angka prevelensi stunting sebesar 27,7 persen berdasarkan data pemerintah harus bekerja lebih keras lagi,” papar pejabat dari Kemendagri ini.

Maka dari itu, pemerintah jelas mau tak mau harus terus menambah lokasi fokus intervensi penurunan stunting yang terintegrasi dengan kabupaten/kota setiap tahunnya.

“Yang mana, setiap tahunnya harus bisa menurunkan setidaknya sebesar 3 persen atau 14 persen untuk tahun 2024 nanti,” bebernya.

Tercatat secara nasional, target penurunan angka stunting dari tahun ke tahun khusus 2019 sebesar 27,7 persen, tahun 2020 menurun menjadi 24,1 persen dan 2021 diketahui mencapai 21,1 persen.

“Tahun 2022 mendatang target penurunan dalam RPJMN 2020-2024 harus terealisasi sekitar 18,4 persen, tahun 2023 jadi 16 persen dan tahun 2024 diangka 14 persen,” ungkap Sugeng Haryono.

Sementara itu, Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, mengungkapkan, supaya realisasi penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal. Pemprov akan bersinergi dengan pemerintah ditingkat kabupaten/kota.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhary.

“Upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dalam rangka mendukung penurunan ini maka sinerginitas pun perlu dilakukan agar setidaknya kasus tersebut di Kalsel juga ikut melandai,” ucapnya.

Kondisi prevalensi angka stunting secara nasional untuk Kalimantan Selatan tahun 2019 tercatat ada sekitar 31,70 persen. Namun, secara keseluruhan di Indonesia sempat dikisaran 27,67 persen.

“Melalui dinas dan instansi terkait akan dilakukan koordinasi supaya program penanganan ini menjadi penyelenggaran prioritas pemerintah daerah baik ditingkat provinsi, kabupaten maupun kota,” pungkas Syaiful Azhari.

Terlebih, tahun 2024 pemerintah telah menargetkan penurunan stunting  setidaknya harus turun dua kali lipat dari tren saat ini diangka 14 persen. Sedangkan, tahun 2021 berada dikisaran angka 21,1 persen. (RHS/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Pemko Segera Saja Proses PPPK Guru 2021

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin meminta, Pemerintah Kota dapat secepatnya memproses hasil seleksi tahap pertama, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya untuk guru tahun 2021.

Menurut Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (14/12), langkah saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Banjarmasin, agar hasil seleksi tahap pertama yang meloloskan sebanyak 530 guru honorer, dapat segera ditindak lanjuti ke pemerintah pusat.

“Hasil seleksi tahap pertama harus diinput Pemko, supaya yang dinyatakan lolos dapat bernafas lega,” ucapnya

Yamin mengatakan, bagi tenaga honorer yang belum lolos tahap pertama, bisa mengikuti kesempatan seleksi PPPK tahap kedua, diharapkan bisa memenuhi kuota yang disediakan dari pemerintah pusat. Hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya tenaga honorer.

“Pemko harus cepat memproses, karena berdampak besar dalam peningkatan kualitas pendidikan di kota ini,” pintanya

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat kota Banjarmasin Syafri Azmi menjelaskan, dari 1.000 orang lebih yang ikuti seleksi, hanya sebanyak 530 tenaga honorer dinyatakan lolos seleksi PPPK tahap pertama.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat kota Banjarmasin, Syafri Azmi

“Kami masih menunggu laporan Dinas Pendidikan, terkait kelengkapan berkas, yang harus disampaikan ke pemerintah pusat,” tutupnya

Untuk diketahui, kuota penerimaan PPPK untuk guru ditingkat SD sebanyak 1.047 orang, tingkat SMP 292 orang dan guru agama 29 orang (PPPK umum). Sedangkan kuota guru honorer yang terdata resmi di pemerintah kota lebih 2.000 orang, seleksi kompetensi dimulai pada Agustus – Desember 2021. (NHF/RDM/RH)

Banjarmasin Terima Penghargaan Smart City

BANJARMASIN – Menjelang tutup tahun 2021 program smart city Kota Banjarmasin mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.

Foto bersama dengan kepala daerah di Tanah Air penerima penghargaan

Apresiasi berupa penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi RI melalui Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangabean, kepada Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di di ICE BSD city, Tangerang, Jakarta, Selasa (14/12).

Penghargaan smart city diberikan kepada 48 delapan kota kabupaten yang berada pada kawasan pariwisata prioritas nasional dan ibukota negara baru, dan merupakan hasil evaluasi implementasi program kota cerdas terhadap 100 kota dan kabupaten yang terpilih pada tahun 2017 hingga 2019 lalu masuk dalam 100 kota smart city. Berdasarakan Surat Kemeninfo RI nomor : 851 / M.Kominfo / A1/01.02/12/2021, tanggal 09 Desember 2021, Pemko Banjarmasin dinilai berhak mendapatkan penghargaan atas pencapaian penyusunan masterplan dan implementasi program kota cerdas (smart city).

“Selamat sukses, Banjarmasin masuk penghargaan Smart City dalam kategori Dimensi Smart Environment,” ucap Ibnu Sina, usai menerima penghargaan tersebut.

Ibnu Sina berharap, dengan adanya penghargaan tersebut inovasi program pembangunan terutama yang berkaitan dengan pengolahan limbah bisa lebih baik lagi, dan dengan adanya penghargaan ini pelayanan kepada masyarakat kota berjuluk seribu sungai dapat lebih ditingkatkan lagi.

“Semoga inovasi untuk pengolahan limbah di Kota Banjarmasin sebagai salah satu inovasi yang bisa mendukung program Smart City, untuk kenyamanan dan kemudahan warga dalam mendapatkan pelayanan. Mari jadikan Banjarmasin salah satu kota yang menerapkan Smart City, jadi kota cerdas,” harapnya.

Sekedar mengingatkan, awal tahun 2018 lalu, program smart city mulai diterapkan Pemko Banjarmasin. Sejumlah aplikasi online yang dipastikan dapat memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada seluruh lapisan masyarakat Bumi Kayuh Baimbai, dilaunching. Tak hanya itu, kala itu dilakukan pula launching ruangan smart city.

Usai melauching program smart city dari Lobby Balai Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan harapannya, agar dengan adanya Banjarmasin Smart City nantinya bisa menjadikan kota seribu sungai sebagai salah satu kota di Indonesia yang mempermudah pelayanan publik.

“Mudahan-mudahan dengan kebersamaan kita wujudkan Banjarmasin Baiman,” ujar Ibnu. (DOKPIM.BJM-SRI/RDM/RH)

Stok Sembako Jelang Nataru di Banjarmasin Aman

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin memastikan stok sembilan bahan pokok (Sembako) jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 aman dan stabil.

“Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Nataru aman dan stabil,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin Ichroom Mutezar, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/12).

Menurut pria yang akrab disapa Tezar tersebut, kepastian ketersediaan stok sembako tersebut berdasarkan pantauan harga komoditi dari sejumlah pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

“Dengan ketersediaan stok sembako tersebut, diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tezar juga mengatakan jika sampai saat ini harga minyak goreng masih tinggi di Kota Banjarmasin.

“Untuk harga minyak goreng dan gula pasir juga turut mengalami kenaikkan cukup signifikan saat ini,” jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk harga minyak goreng di Kota Banjarmasin sampai saat ini masih tinggi.

“Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin melaksankan operasi pasar minyak dan gula dibeberapa wilayah Kota Banjarmasin,” ucap Tezar.

Menurut Tezar, untuk harga komoditi lainnya yang mengalami kenaikan yaitu, cabai berbagai jenis seperti cabe merah sebelum diharga Rp35.000 – Rp45.000 per kilo kini dijual diharga Rp55.000 – Rp65.000 per kilo.

Selain itu, untuk komoditi bawang rata-rata mengalami kenaikkan harga dikisaran Rp1.000 – Rp2.000 perkilogramnya. Dari sebelumnya harga Rp20.000 sampai dengan Rp24.000 naik menjadi Rp22.000 sampai dengan Rp26.000 perkilogramnya.

Sementara itu, untuk harga ayam ras saat ini ada di kisaran Rp37.000 hingga Rp38.000 perkilogram.

Untuk harga telur ayam ras saat ini rata-rata Rp24.000 perkilogram. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version