Deklarasikan Desa Bersinar di Kalsel, Mendes PDTT Minta Setiap Desa Bentuk Satgas Anti Narkoba

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi mendeklarasikan Desa Indrasari, Kabupaten Banjar, sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Deklarasi yang berlangsung pada Senin (3/11) ini, menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.

Kegiatan deklarasi berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Yandri Susanto. Turut hadir pula unsur Forkopimda, jajaran pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menegaskan, bahwa deklarasi Desa Bersinar merupakan wujud nyata komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga keluarga. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil,” ujar Muhidin.

Ia menjelaskan, bahwa Desa Bersinar menjadi simbol kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa dengan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

“Dengan adanya Desa Bersinar, kita ingin membangun desa yang kuat, mandiri, dan sehat — bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dari sisi moral dan sosial,” sahut Muhidin.

Muhidin juga mengapresiasi sinergi antara Badan Narkotika Nasional, pemerintah daerah, serta lembaga desa yang telah bersama-sama menginisiasi program ini.

Ia berharap, melalui langkah ini, Kalimantan Selatan dapat menjadi provinsi yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman narkoba di masa mendatang.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa pihaknya mendorong seluruh desa di Indonesia untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba.

“Satgas Anti Narkoba di tingkat desa adalah garda terdepan dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba. Mereka akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk melakukan sosialisasi, pendampingan, dan deteksi dini di lapangan,” sahut Yandri.

Menurutnya, pembentukan Satgas ini penting agar upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif. Satgas akan bekerja sama dengan aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat dalam menjalankan program-program edukatif dan pendampingan bagi warga yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin setiap desa memiliki sistem pertahanan sosial terhadap bahaya narkoba. Pencegahan yang efektif dimulai dari masyarakat sendiri dari lingkungan tempat kita tinggal,” lanjut Yandri.

Selain deklarasi, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama dan pemasangan plakat Desa Bersinar di Desa Indrasari.

Acara tersebut disambut antusias warga setempat yang berkomitmen mendukung upaya pemerintah, dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Baik Gubernur Muhidin maupun Menteri Yandri menegaskan, bahwa keberhasilan program Desa Bersinar tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Pemerintah pusat dan daerah akan terus memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. (MRF/RIW/RH)

Resmi Ditutup, Anggota Damkar Diminta Terapkan Hasil Diklat Pemadam I Angkatan 6 Dengan Tanggung Jawab

BANJARBARU– Kegiatan in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan, resmi ditutup pada Senin (3/11). Penutupan berlangsung di halaman perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru dan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra.

Dalam sambutannya, Ronny Eka Saputra menyampaikan apresiasi yang tinggi, kepada seluruh peserta pelatihan yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Ia menyebut, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kalimantan Selatan.

“Melalui pelatihan ini, kita berharap para personel pemadam kebakaran dapat meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta koordinasi dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan,” ucap Ronny.

Kegiatan Diklat Pemadam I Angkatan 6 ini diikuti sebanyak 70 peserta dari seluruh kabupaten kota se Kalimantan Selatan. Mereka mendapatkan pembekalan materi teknis, termasuk simulasi penanganan kebakaran, evakuasi korban, hingga pengendalian bahan berbahaya.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan manajemen risiko dan kerja sama tim, yang menjadi faktor penting dalam operasi pemadaman dan penyelamatan.

“Kegiatan in house training seperti ini akan terus kami laksanakan secara rutin, karena menjadi bagian dari komitmen Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel dalam menciptakan tenaga pemadam yang tangguh, profesional, dan siap bertugas kapan pun dibutuhkan,” lanjut Ronny.

Usai penutupan, Ronny juga menekankan pentingnya penerapan setiap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan di lapangan. Ia mengingatkan, tugas pemadam kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup upaya penyelamatan jiwa serta penanganan berbagai kondisi darurat lainnya.

“Setiap anggota Damkar dituntut memiliki dedikasi tinggi dan kecepatan dalam bertindak. Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini harus menjadi bekal penting dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan,” tegas Ronny.

Ia berharap, seluruh peserta pelatihan dapat menjadi ujung tombak pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan jiwa, serta mampu memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya penanggulangan bencana dan penyelamatan di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin personel Damkar di seluruh Banua menjadi simbol pengabdian dan ketangguhan dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kebakaran dan bencana lainnya,” tutup Ronny. (MRF/RIW/RH)

Perwakilan Kalsel Raih Prestasi di Ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2025

BALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui Bidang Kebudayaan Seksi Sejarah dan Tradisi, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tahun ini, perwakilan Kalsel berhasil meraih penghargaan pada ajang Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2025 yang digelar di Nusa Dua, Provinsi Bali, akhir pekan tadi.

Foto bersama : sumber Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati mengatakan, capaian prestasi ini menjadi bukti nyata semangat dan kreativitas generasi muda, dalam melestarikan serta mempromosikan kekayaan budaya daerah.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Muhammad Kholil, perwakilan Kalsel untuk kategori Putera Kebudayaan, sukses meraih penghargaan Best Advocacy. Sedangkan, Jela Pedayani berhasil menorehkan prestasi sebagai Runner Up 3 Puteri Kebudayaan Indonesia 2025.

“Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Mereka adalah contoh nyata bahwa anak muda Kalsel bisa membawa nama daerah ke tingkat nasional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Banua,” ucapnya

Tantri berharap, ke depan akan semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk terus berkarya, menjaga, dan mempromosikan warisan budaya daerah agar semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita berkomitmen memberikan ruang dan dukungan bagi para pelaku seni budaya muda, agar dapat terus berkembang dan berprestasi,” tutupnya

Adapun perwakilan putera puteri Kebudayaan Kalimantan Selatan, yaitu Kalsel 1 Muhammad Kholil Kabupaten Banjar meraih gelar best Advocacy, Jela Pediyani Kabupaten Tabalong peraih gelar Runner up 3 Puteri Kebudayaan tahun 2025. Sementara Kalsel 2 Nur Afifah Kabupaten Balangan meraih gelar puteri persahabatan dan Hidayat Fikri dari Kabupaten Tabalong meraih gelar best National Costume Putera Kebudayaan tahun 2025. (BIDKEBUDAYAANKALSEL-NHF/RIW/RH)

Kolaborasi Lintas Sektor, Kunci Wujudkan Desa Bersih Narkoba

BANJAR – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai bagian dari penguatan ketahanan sosial di tingkat desa.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kalsel Supian HK, usai menghadiri Deklarasi Desa Bersinar dan Peningkatan Kapasitas Anggota BPD se-Kalimantan Selatan di Gedung Serbaguna Desa Indrasari, Martapura, Senin (3/11)

Menurut Supian HK, upaya pemberantasan narkoba tak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, diperlukan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan desa, agar pencegahan bermuara pada perubahan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, desa harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh narkoba.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi harus disertai pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan desa,” ucapnya

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Disampaikan Supian HK, gerakan Desa Bersinar adalah langkah strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat Banua. Desa harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh narkoba, sekaligus menjadi pusat pembangunan yang berdaya dan mandiri.

“Keberadaan BPD sebagai lembaga representatif masyarakat desa memiliki peran kunci dalam memastikan program pembangunan berjalan partisipatif dan berkeadilan,” jelasnya

Lebih lanjut Supian HK menambahkan, DPRD terus berkomitmen mendorong kebijakan yang memperkuat posisi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal, dalam upaya mendukung penuh setiap penguatan kapasitas BPD. Pembangunan Banua tidak akan berhasil tanpa desa yang kuat, masyarakat yang sadar, dan lingkungan sosial yang sehat.

“Kita ingin memastikan program pemberdayaan berjalan sejalan dengan semangat gotong royong,” tutupnya.

Selain pelatihan peningkatan kapasitas, acara ini juga menandai komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan desa untuk memperkuat gerakan anti-narkoba di wilayah pedesaan.

Kegiatan yang diinisiasi Panitia Peningkatan Kapasitas BPD SE Kalimantan Selatan (PABPDSI) Kalsel ini turut dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Yandri Susanto, Gubernur Kalsel, Muhidin, serta ratusan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel.

Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi penting antara pemerintah pusat, daerah, dan unsur desa dalam memperkuat tata kelola serta kapasitas kelembagaan desa.

Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, kepada Gubernur Kalsel Muhidin atas jasa dan dedikasinya dalam membina serta membantu penguatan kapasitas BPD di seluruh wilayah Kalsel. (ADV-NHF/RIW/RH)

Resmi Digelar, Atlet Pelajar Kalsel Siap Berprestasi di Ajang POPNAS dan PEPARPENAS 2025

JAKARTA – Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025, resmi dibuka Wakil Menteri Kepemudaan dan Olahraga RI, Taufiq Hidayat didampingi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung serta Wakil Gubernur, Rano Karno, di Jakarta Internasional Velodrome, Minggu (2/11).

Dalam sambutannya, Wamen Kemenpora RI Taufiq Hidayat, mengajak seluruh atlet pelajar dapat berjuang dengan gairah persaudaraan dan sportivitas sejati.

Dikatakan Taufik, Sumpah Pemuda merupakan tonggak persatuan Bangsa, semangat tersebut kini menyala kembali, dalam diri atlet pelajar yang mengikuti POPNAS serta PEPARPENAS. Dengan semangat Sumpah Pemuda tersebut, maka para atlet pelajar yang datang dari seluruh Indonesia, membawa semangat menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas dan mengharumkan nama Indonesia, kelak di masa yang akan datang.

Wamen Kemenpora RI Taufik Hidayat

“Karena para atlet pelajar ini, merupakan cikal bakal atlet unggulan Indonesia ke depan,” ucap Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan juga pesan khusus untuk atlet disabilitas yang mengikuti PEPARPENAS . Dimana Wamenpora memberikan rasa hormat dan kebanggaan setinggi tingginya, karena semangat ketekunan serta daya juang atlet disabilitas ini, menjadi inspirasi bagi seluruh Bangsa Indonesia.

“Terkhusus untuk para atlet disabilitas, semangat juang kalian, sangat berarti bagi kita semua, karena semangat kalian dapat menjadi inspirasi,” ujarnya.

Karena itu, Wapenpora berpesan agar para atlet bertanding dengan semangat Sumpah Pemuda, junjung tinggi sportivitas dalam meraih prestasi tertinggi di ajang POPNAS dan PEPARPENAS Tahun 2025.

Sementara itu, para atlet pelajar Provinsi Kalimantan Selatan dipastikan siap bertanding, membawa nama Banua. Seperti yang disampaikan, Ketua Kontingen Kalsel Heru Susmianto.

“Provinsi Kalimantan Selatan telah mengirimkan atlet pelajarnya, untuk mengikuti POPNAS dan PEPARPENAS Tahun 2025 di Jakarta,” ucapnya.

Maka, lanjut Heru, dengan resminya dibuka ajang ini, atlet pelajar Provinsi Kalimantan Selatan siap bertanding, untuk mencapai prestasi di ajang tersebut..

“Kami berharap pada ajang POPNAS dan PEPARPENAS Tahun 2025 di Jakarta ini, prestasi yang dicapai bisa lebih baik lagi dari sebelumnya,” ucap Heru.

Selain itu, lanjut Heru, hasil dari ajang ini akan menjadi salah satu acuan, untuk peningkatan, pembinaan prestasi, lebih lanjut, untuk atlet potensial

“Terutama untuk cabang olahraga unggulan Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua NPC Kalsel, Sumansyah, juga menyatakan kesiapan para atlet disabilitas, memberikan prestasi terbaiknya, pada ajang PEPARPENAS Tahun 2025 di Jakarta.

“Pengurus NPC Kalsel tidak henti hentinya memberikan dukungan, terhadap para atlet NPC yang berlaga di PEPARPENAS ini, untuk nama harum Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Sumansyah.

Sumansyah mengatakan, pada ajang ini pihaknya tidak menargetkan apa apa, namun diharapkan dapat melebihi prestasi dari pelaksanaan PEPARPENAS Tahun 2023 di Palembang lalu.

Seperti diketahui, pada ajang POPNAS ini Kontingen Kalsel mengirimkan 147 atlet, 31 pelatih, 15 ofisial, 10 tenaga medis, serta 10 terapis, dengan mengikuti lomba pada 16 cabang olahraga. Diantaranya, angkat besi, pencak silat, tenang, atletik, dayung, gulat, judo, karate, tinju, menembak, panahan, panjat tebing, senam artistik, wudhu, taekwondo, serta balap sepeda.

Sementara itu, dari ajang PEPARPENAS, NPC Kalsel menurunkan 30 atlet difabel, serta 10 pelatih. Mereka akan bertanding di empat cabang olahraga, yaitu, atletik, renang, tenis meja, dan bulutangkis. (SRI/RIW/RH)

Kenalkan Kuliner Banjar, Anjungan Kalsel TMII Gelar Icip Icip Tiap Dua Pekan

JAKARTA – Dalam rangka melaksanakan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, untuk terus berkegiatan di Anjungan Kalsel Taman Mini Indonesia Indah (TMII), untuk menarik minat pengunjung, maka Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan program icip icip kuliner khas Banjar, untuk pengunjung Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (2/11).

Kepala Badan Penghubung Kalsel Sulikah, diwakili Plt Kasubid Promosi dan Anjungan Daerah Badan Penghubung Kalsel, Iris Sandy Winata Nasution mengatakan, icip icip kuliner khas Banjar ini, merupakan program andalan Anjungan Kalsel di TMII, yang dilaksanakan setiap dua pekan sekali setiap bulannya.

Plt Kasubid Promosi dan Anjungan Daerah Badan Penghubung Kalsel Iris Sandy Winata Nasution

“Icip icip kuliner Banjar ini, salah satu program andalan Badan Penghubung Kalsel di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Minggu (2/11).

Untuk pekan ini, icip icip kuliner Banjar, mengenalkan mie habang, bubur gunting serta sirup habang, dengan mendatangkan langsung bahan bakunya dari Provinsi Kalimantan Selatan.

“Untuk kuliner khas Banjar ini, bahan baku kami langsung mendatangkan dari Kalsel,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Iris, kuliner yang disajikan benar benar memiliki rasa otentik khas Banjar.

“Kuliner Banjar yang disajikan ini memiliki rasa yang sama seperti yang ada di Kalsel, tidak ada bedanya,” ucap Iris.

Program icip icip ini, mendapat sambutan positif dari pengunjung TMII, yang sengaja singgah ke Anjungan Kalsel.

“Apabila tidak dilaksanakan maka pengunjung akan bertanya, berarti program ini sudah mendapatkan perhatian dari masyarakat di Jakarta, dan daerah lainnya,” ungkapnya lagi.

Selain itu, tambah Iris, Badan Penghubung Kalimantan Selatan terus memperkenalkan Budaya Banjar di Taman Mini Indonesia Indah ini.

“Anjungan Kalimantan Selatan merupakan salah satu tempat untuk mempromosikan, potensi serta pagelaran seni budaya di Jakarta, sehingga lebih dikenal masyarakat luas,” jelasnya.

Promosi yang sudah dilakukan, diantaranya mengenalkan musik panting, kuliner Banjar, produk produk UMKM seperti sasirangan dan aksesoris.

“Produk yang ditampilkan di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah tersebut, merupakan hasil kerajinan dari kabupaten kota di Banua,” ucapnya.

Oleh karena itu, Badan Penghubung Kalsel di Jakarta, mengajak pemerintah daerah 13 kabupaten kota di Banua, agar turut mendukung serta meramaikan Anjungan Kalsel, dengan produk produk andalan masing masing daerah. (SRI/RIW/RH)

Masuki Musim Hujan, Dinkes Banjarmasin Imbau Warga Waspadai Sejumlah Penyakit

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan mengimbau warga Kota Banjarmasin, agar waspada terhadap penyakit di musim hujan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Ramadhan mengatakan, memasuki musim hujan dan masa pancaroba, Dinas Kesehatan mengimbau seluruh warga kota meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang sering muncul pada periode ini.

Kadinkes Banjarmasin Ramadhan

“Kami imbau warga agar waspada terhadap berbagai penyakit, di musim hujan, seperti Demam Berdarah, Influenza, ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut, diare, serta penyakit kulit dan leptospirosis,” ungkap Ramadhan, kepada sejumlah wartawan, Jumat (31/10).

foto : net

Karena itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengingatkan masyarakat, agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menerapkan 3M Plus.

“Masyarakat di Kota Banjarmasin agar menerapkan 3M Plus, diantaranya dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ucapnya.

Dinkes juga meminta, agar warga dapat menggunakan lotion anti-nyamuk, memasang kelambu, dan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

“Masyarakat juga harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, apabila mengalami demam tinggi, batuk, pilek berat, diare, atau gejala lain yang tidak biasa,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Ramadhan, di musim hujan ini, warga Kota Banjarmasin diminta untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Saat musim hujan seperti saat ini, masyarakat perlu untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan perbanyak sayur serta buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ucapnya.

Selain itu, pastikan air minum bersih dan matang, serta jaga kebersihan tangan sebelum makan.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif, menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan, demi mencegah munculnya wabah penyakit di musim hujan dan pancaroba ini,” ucap Ramadhan.

Ramadhan juga mengajak warga Kota Banjarmasin, untuk bersama mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas penyakit. (SRI/RIW/RH)

Lepas Kontingen POPNAS dan PEPAPERNAS Tahun 2025 di Jakarta, Ini Pesan Gubernur Muhidin

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hafiz, secara resmi melepas Kontingen Kalsel, untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) serta Pekan Paralimpik Pelajar (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta. Prosesi pelepasan digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat (31/10) sore.

Dalam sambutannya yang dibacakan Pebriadin Hafiz, Gubernur Muhidin menyampaikan, momen pelepasan atlet pelajar di Pekan Olahraga Pelajar Nasional dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional Kalsel ini, menjadi penyemangat dan optimisme bersama, untuk meraih prestasi membanggakan.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hafiz

“Segenap kontingen POPNAS dan PEPARPENAS yang saya banggakan, hadirin yang berbahagia, dengan penuh rasa syukur dan bangga, hari ini kita menyaksikan, atlet-atlet dari kalangan pelajar, siap bertanding di ajang tersebut,” ujarnya.

Kedua, lanjut Muhidin, pada even besar di tanah air ini, atlet POPNAS Kalsel yang akan mengikuti 16 cabang olahraga dan PEPARPENAS mengikuti 4 cabang olahraga, memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat dan prestasinya.

“Bagi kita bertanding tentunya untuk menang, memang bersaing dengan kontingen dari berbagai wilayah di Nusantara, tidak lah mudah dan penuh tantangan,” ujarnya.

Tetapi, lanjut Gubernur Muhidin, Ia yakin dan optimis, dengan semangat Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing, akan menyertai perjuangan para atlet memenangkan setiap pertandingan.

“Bagi seorang atlet, keberanian bertekad untuk menang harus menyala,” tegasnya.

Kebugaran fisik dan keunggulan teknik belum tentu membuat seorang atlet bisa kompetitif, jika tidak disertai dengan ketangguhan mental.

“Karena itu, saya berpesan kepada seluruh pelatih dan ofisial, agar kiranya terus memerhatikan kesiapan mental dan kebugaran fisik setiap atlet. Segenap kontingen POPNAS dan PEPARPENAS yang saya banggakan, jika kalian punya mimpi besar, untuk meraih prestasi saat ini dan di masa dewasa nanti, maka semangat juang, rela berkorban dan mental disiplin harus menyatu dalam diri kita,” tuturnya.

Muhidin berpesan, agar para atlet muda ini dapat, membuang sifat malas, mengeluh, hilangkan rasa pesimis, dan fokus pada latihan, serta jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Inilah faktor pengantar yang akan membuat sukses di bidang apapun, termasuk di bidang olahraga

“Saya berharap para atlet pelajar dari Kalsel, terus tumbuh sebagai atlet yang bermental petarung dan pemenang,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Muhidin mengucapkan selamat bertanding, kepada 90 atlet kontingen POPNAS dan 30 atlet PEPARPENAS Kalimantan Selatan, pada November besok.

“Raihlah kemenangan dengan menjunjung tinggi sportivitas, prestasi adalah cita-cita dan harapan, namun jangan lupakan nama baik Kalimantan Selatan,” ujar Muhidin. (SRI/RIW/RH)

Dimajukan Satu Hari, Jembatan Sungai Ulin Banjarbaru Kembali Dibuka Untuk Umum

BANJARBARU – Setelah melalui proses perbaikan selama beberapa bulan, Jembatan Sungai Ulin di Jalan Ahmad Yani Km 31 Kota Banjarbaru, akhirnya kembali dibuka untuk pengguna jalan pada Jumat (31/10) sore.

Sebelumnya, berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Bina Marga Nomor PW.04-01-Bpjn13.6.1/232, jembatan direncanakan dibuka pada Sabtu (1/11). Namun, jadwal pembukaan dimajukan sehari lebih awal, untuk mengurai kemacetan, terutama pada jam sore dan akhir pekan.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Banjarbaru, Ipda. Heriyadi, mengatakan pembukaan lebih awal dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Banjarbaru didampingi Kabid LLAJ Dishub Banjarbaru

“Sudah bisa dilewati oleh pengguna jalan, tetapi ke depan akan ada aturan jam operasional untuk pengendara, khususnya angkutan berat,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Kalimantan Selatan Dirjen Bina Marga, Anton Survianto menuturkan, bahwa meski jembatan telah dibuka, proses penyelesaian masih terus berjalan.

“Pemeliharaan nanti selama 365 hari atau satu tahun. Untuk bagian samping jalan sudah kami akomodasi, dan kabel yang menjuntai juga masih kami follow up ke provider sambil berjalan,” ujarnya.

Anton menambahkan, pemerintah juga akan memperbaiki akses jalan permukiman yang selama ini menjadi jalur alternatif warga selama proses perbaikan jembatan.

Dari sisi rekayasa lalu lintas, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Adi Royan menjelaskan, sejumlah penyesuaian yang akan dilakukan pasca pembukaan jembatan.

“Yang pertama kami akan menyesuaikan lagi durasi lampu merah di dua titik, yakni di Brimob dan traffic light Km 33, karena saat pengerjaan jembatan dulu dilakukan sedikit modifikasi,” terangnya.

Ia menambahkan, dalam satu hingga dua hari setelah pembukaan jembatan, operasional traffic light Adipura yang sebelumnya dihentikan karena rekayasa lalu lintas juga akan kembali dijalankan, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, jalur putar balik (u-turn) yang sebelumnya ditutup untuk mendukung rekayasa lalu lintas juga akan kembali dibuka. Dishub Banjarbaru juga berkoordinasi dengan instansi lain, termasuk Dinas Perkim dan Dinas Kominfo, terkait pemasangan kembali tiang PJU serta penataan kabel optik di sekitar jembatan.

“Kami berharap tiang penerangan jalan umum segera dipasang kembali demi keselamatan pengguna jalan. Untuk kabel optik, nanti akan kami koordinasikan dengan Diskominfo, meski sebagian kewenangannya berada di tingkat provinsi,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Hadiri Peringatan Hari BIK 2025, Ini Harapan Gubernur Muhidin Untuk Inklusi Keuangan Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan dukungan penuh terhadap program literasi dan inklusi keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel. Program ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan pemahaman dan pengelolaan keuangan sejak usia dini.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Banua.

Menurutnya, masyarakat yang cerdas mengelola keuangan akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin (ditengah)

“Pemprov Kalsel mendukung penuh inisiatif OJK dan Bank Kalsel dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan di semua lapisan masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak,” ujarnya Jumat (31/10)

Muhidin menyampaikan, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, pihaknya akan memperkuat edukasi pengelolaan keuangan pribadi di sekolah-sekolah. Pemerintah daerah juga berkomitmen memfasilitasi kemudahan pembukaan rekening bagi para siswa, agar budaya menabung bisa dimulai sejak dini.

Tak hanya itu, Pemprov Kalsel juga berencana memperluas kerja sama dengan Tim Penggerak PKK dan Gerakan Pramuka, guna menanamkan nilai-nilai kemandirian serta perencanaan keuangan di kalangan keluarga, dan generasi muda.

“Sinergi dengan berbagai pihak ini penting agar gerakan literasi keuangan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Muhidin.

Foto bersama

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang diselenggarakan serentak secara nasional. Bertujuan
menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan keuangan formal.

“Kami ingin masyarakat semakin bijak dan mandiri dalam mengelola keuangan, dengan memanfaatkan produk dan layanan dari lembaga keuangan yang resmi. Dengan begitu, risiko penipuan dan kerugian akibat investasi ilegal dapat dihindari,” jelas Agus.

Agus juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terutama dalam memperluas akses dan edukasi keuangan bagi pelajar serta masyarakat umum.

“Kolaborasi antara OJK, Bank Kalsel, dan Pemprov Kalsel dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” tutup Agus

Puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025 di Kalimantan Selatan digelar di Aula Ukhuwah Banjarmasin, dengan mengusung tema “Menabung Itu Keren, Wujudkan Mimpi Sejak Sekarang.” Kegiatan ini diisi dengan agenda, seperti edukasi pengelolaan keuangan sejak dini serta pembukaan rekening baru Bank Kalsel bagi kalangan pelajar. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version