BRIDA Kalsel Perkuat Pelibatan Masyarakat, dalam Upaya Penanggulangan HIV/AIDS

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya, untuk memperluas pelibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan angka penularan sekaligus mengurangi stigma yang masih sering dialami penyintas.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, Taufik Hidayat, usai membuka Seminar Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS, Rabu (26/11).

Taufik menjelaskan, dirinya menekankan bahwa upaya menanggulangi HIV/AIDS tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah atau tenaga kesehatan.

Seminar Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas merupakan strategi yang paling efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas.

“Partisipasi masyarakat sangat penting harus dilakukan bersama – sama, karena tantangan di lapangan tidak hanya soal medis, tetapi juga pemahaman, penerimaan, dan dukungan sosial,” ucap Taufik.

Taufik menjelaskan, bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terkait HIV/AIDS, mulai dari cara penularan hingga cara pencegahannya.

Akibatnya, penyintas kerap menghadapi stigma dan diskriminasi, yang pada akhirnya menghambat upaya deteksi dini maupun pengobatan.

Dengan memperkuat edukasi melalui komunitas, pemerintah berharap pemahaman masyarakat meningkat dan lingkungan sosial menjadi lebih ramah terhadap kelompok berisiko maupun Orang Dengan HIV/AIDS.

“Jika masyarakat tahu bagaimana HIV/AIDS menular dan bagaimana mencegahnya, maka mereka tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga berkontribusi menjaga kelompok rentan di sekitar mereka.” lanjut Taufik.

Pemerintah Provinsi melalui BRIDA Kalsel, tengah menghimpun data, kajian ilmiah, dan masukan dari berbagai pihak guna memperkuat strategi pengendalian HIV/AIDS secara menyeluruh. Upaya ini mencakup evaluasi kebijakan, pemetaan kebutuhan layanan, hingga penyelarasan program lintas sektor.

“Masukan dari akademisi, komunitas, tenaga kesehatan, dan lembaga sosial sangat kami butuhkan untuk merumuskan pendekatan yang tepat,” tutup Taufik. (MRF/RIW/RH)

Perumda PBB Siapkan Sanksi Tegas Untuk “Pedagang Nakal” Saat Momen 5 Rajab

BANJAR – Menjelang pelaksanaan momen religius 5 Rajab di Sekumpul, Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pedagang yang beraktivitas di pasar – pasar sekitar Kota Martapura.

Larangan tersebut khususnya ditujukan agar tidak terjadi praktik menaikkan harga secara sepihak selama peningkatan kunjungan jemaah.

Direktur Utama Perumda PBB, Rusdiansyah menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran resmi kepada pedagang pada Rabu (26/11).

Direktur Utama Perumda PBB Martapura, Rusdiansyah

“Surat resmi kami edarkan ke semua pedagang di pasar yang dikelola Perumda PBB. Kami ingin memastikan tidak ada kecurangan harga,” ucapnya.

Rusdiansyah menekankan, praktik mengambil keuntungan berlebihan pada momen keagamaan tidak akan ditoleransi. Jika ada aduan dari masyarakat atau jemaah, tindakan tegas berupa pencabutan izin berjualan langsung diberlakukan.

“Kalau ada keluhan, kami tak segan mencabut izin. Ini untuk menjaga kehormatan daerah dan kekhusyukan ibadah jemaah,” tegasnya.

Selain Pasar Martapura, arus jemaah diperkirakan turut memengaruhi aktivitas ekonomi di Pasar Astambul dan Pasar Kertak Hanyar.

Karena itu, Rusdiansyah mengingatkan pedagang agar tetap menjaga etika, harga jual, serta kebersihan lingkungan.

“Jangan jadikan momen ibadah sebagai ajang mencari keuntungan berlebih. Kami juga imbau agar semua pihak menjaga kebersihan. Datang bersih, pulang bersih,” katanya.

Pada bagian fasilitas, Rusdiansyah menjelaskan, bahwa bangunan pertokoan di area Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) tidak lagi digunakan sebagai tempat menginap, karena kondisinya yang tidak memadai.

Sebagai gantinya, eks RS Aveciena Medika menjadi lokasi yang disiapkan untuk akomodasi sementara, mulai H-2 hingga H+1 pelaksanaan 5 Rajab. Jemaah dapat memanfaatkannya secara langsung selama kapasitas masih tersedia.

“Kami juga menyediakan area parkir gratis, layanan kesehatan, fasilitas toilet dan kamar mandi,” jelasnya.

Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan guna mendukung kenyamanan jemaah yang setiap tahun datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Kami ingin memastikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
(SYA/RIW/RH)

Tingkatkan Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini, RSGM Gusti Hasan Aman Gelar Penyuluhan dan Sigaber

BANJARMASIN – Dalam upaya meningkatkan edukasi kesehatan gigi sejak dini, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Sikat Gigi Bersama (SIGABER), dengan peserta didik dari SDN Melayu 2 Banjarmasin.

dokter gigi saat memberikan edukasi cara menyikat gigi

Kegiatan berlangsung di halaman RSGM Provinsi, sekaligus menjadi rangkaian Peringatan ke-61 Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2025, pada Kamis (27/11).

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, diwakili Kepala Bidang Pelayanan, Efrin Riyadi menyampaikan, edukasi kesehatan gigi merupakan langkah penting yang harus terus digencarkan.

Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, didampingi Kasi Keperawatan dan Pelayanan Non Medik, Ahmad Junaedi

Menurutnya, kesehatan gigi yang buruk dapat menghambat aktivitas belajar anak, sehingga diperlukan pembiasaan perawatan gigi sejak usia sekolah.

“Edukasi seperti ini sangat diperlukan agar anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi. Selain penyuluhan, kami juga mengajarkan praktik sikat gigi yang benar, sehingga nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Efrin.

Disampaikan Efrin, dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, menurunkan sejumlah dokter gigi dan dokter umum, yang memberikan materi mengenai cara merawat gigi, dampak penyakit gigi, hingga pentingnya kontrol gigi secara berkala.

“Anak-anak mendapatkan kesempatan mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi yang baik dan benar dengan didampingi petugas kesehatan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala SDN Melayu 2 Banjarmasin, Iskandar Maulana, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menilai bahwa edukasi kesehatan gigi merupakan bagian dari upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Karena sangat penting bagi anak – anak, bukan hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga contoh praktik nyata cara merawat gigi dengan benar. Kegiatan sikat gigi bersama, dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.

“Kami berharap anak-anak kelas 4 dan 5 yang mengikuti kegiatan ini dapat menerapkannya di rumah maupun di sekolah,” tutupnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik juga diberikan kuis dan door prize, untuk mengetahui sejauh mana wawasan dan pengetahuan, yang sudah diperoleh saat edukasi tersebut. (NHF/RIW/RH)

Kenalkan Warisan Sejarah dan Budaya untuk Mahasiswa, Museum Lambung Mangkurat Gelar Sosialisasi Koleksi Prasejarah dan Sejarah

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat kembali menggelar Sosialisasi Museum dan Penyebarluasan Informasi Koleksi Tahun Anggaran 2025, dengan mengangkat judul “Koleksi Prasejarah dan Sejarah”

Penyampaian materi oleh salah satu narasumber.(foto : MuslamKalsel)

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Rabu (26/11) ini, menyasar mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Antasari Banjarbaru, sebagai upaya mengenalkan lebih dekat warisan sejarah dan budaya yang tersimpan di museum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, melalui Kasubbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Museum memiliki peranan penting dan aktif dalam pelestarian warisan sejarah dan budaya bangsa. Sosialisasi seperti ini penting agar generasi muda semakin peduli dan turut mewariskan sejarah serta budaya kepada generasi selanjutnya,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga mendorong peserta untuk aktif berdiskusi bersama narasumber. Menurutnya, museum bukan hanya tempat menyimpan benda, tetapi ruang belajar yang menyenangkan untuk mengenal jati diri dan identitas bangsa.

“Mari kita jadikan Museum Lambung Mangkurat sebagai ruang belajar yang nyaman dan memperkuat rasa kecintaan terhadap warisan sejarah dan budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Kegiatan Nanang Syaifuddin Zuhri menjelaskan, bahwa museum dan koleksinya merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

“Museum bertanggung jawab mengumpulkan, merawat, menjaga, melestarikan, serta memamerkan koleksi yang memiliki peran penting bagi pendidikan, pameran, dan penelitian,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Bambang Sugiyanto, dan Dosen Sejarah dan Budaya Banjar UIN Antasari, Fathullah Munadi.

“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan DPA Museum Lambung Mangkurat TA 2025, dengan sumber pendanaan dari DAK NF BOP MTB Pemprov Kalsel,” pungkasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Perdana, Kalsel Gelar Pemilihan Pemuda Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), melaksanakan Pemilihan Pemuda Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2025, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Rabu (26/11).

Penyerahan hadiah pertama salah satu bidang yang dilombakan

Dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pengembangan Pemuda Muhammad Anugrah, Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz menyampaikan, Pemilihan Pemuda Berprestasi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kalsel.

“Dengan melalui proses seleksi yang panjang, dimana kami melihat adanya dedikasi dan potensi yang luar biasa dari generasi muda Kalsel,” ungkapnya.

Dimana, lanjutnya, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi sebagai wadah atau tempat untuk menemukan menunjukkan potensi pemuda Kalsel.

“Pemuda yang akan menjadi agen perubahan untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan Bangsa kita, tunjukkan bahwa pemuda Kalsel merupakan pemuda yang miliki kemajuan dan berakhlak dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, pemuda haru terus memupuk semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong untuk memajukan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dispora Kalsel memberikan apresiasi atas dedikasi dan partisipasi kepada seluruh peserta yang sudah menunjukkan potensinya untuk memajukan Kalimantan Selatan, dari berbagai bidang,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, Dispora Kalsel mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Karena, ajang ini bukan akhir dari suatu perjuangan melainkan awal dari perjuangan untuk melejit pencapaian dari peserta atas usaha yang dilakukan selama ini.

“Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi, serta dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Banua,” pesannya.

Pemenang Bidang Kepemimpinan dan Sosial Kemasyarakatan, juara 1 diraih Bahriannor dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Juara 2 di raih Irma Ningsih dari Kabupaten Tanah Bumbu, serta juara 3 diraih Fauzia Dwi Sasmita dari Kota Banjarmasin.

Pemenang Bidang Kewirausahaan dan Inovasi Ekonomi, juara 1 diraih Zainal Fuad dari Kabupaten HSU, Juara 2 diraih Yandi Aulia Rahman dari Kabupaten HSS, serta juara 3 diraih Mujilah Rahman dari Kabupaten Tabalong.

Pemenang Bidang Pendidikan, Sains, dan Teknologi, juara 1 Martin Agusta dari Kabupaten Tapin, Juara 2 Muammar Rizqi Taufiq dari Kota Banjarmasin, serta juara 3 Gastin Gabriel Janjkang dari Kota Banjarmasin.

Pemenang Bidang Lingkungan dan Pembangunan, juara 2 Akhmad Rifki dari Kabupaten Tanah Laut, juara 2 Najwa Adelia Ramadana dari Kabupaten HSS, serta juara 3 Musthafa Fadhil Syarif dari Kota Banjarmasin.

Pemenang Bidang Seni, Budaya, dan Kreativitas Digital, juara 1 diraih Muhammad Risky dari Kota Banjarmasin, juara 2 diraih Luthpah Ajizah dari Kabupaten HST, serta juara 3 diraih Waladun Shaleh dari Kota Banjarbaru. (SRI/RIW/RH)

Perkuat Kolaborasi Informasi Kamtibmas, Polda Kalsel bersama 4 Lembaga Penyiaran Tandatangani MoU

BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memperkuat sinergi dengan media elektronik radio, dalam penyebaran informasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama empat pimpinan radio, termasuk LPPL Abdi Persada FM yang diwakili Redaktur Rahmi Indah Wati, di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (26/11).

Foto Kasubbid Multimedia Bidang Humas Polda Kalsel usai penandatanganan MoU bersama LPPL Abdi Persada FM

Kesepakatan tersebut ditandatangani Kabid Humas Polda Kalsel, diwakili Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kalsel Kompol Muhammad Irfan, bersama pimpinan radio yang hadir.

Kompol Irfan menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan upaya memperluas jangkauan penyampaian informasi kinerja kepolisian secara cepat, akurat, dan dekat dengan masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap informasi mengenai kepolisian dapat diterima masyarakat secara lebih luas, khususnya terkait keamanan dan ketertiban wilayah,” ujarnya.

Radio dinilai memiliki kedekatan emosional dengan pendengar serta menjadi media efektif untuk interaksi dua arah.

“Masyarakat dapat menyampaikan laporan dan masukan langsung melalui program siaran yang ada. Dengan begitu, upaya menjaga kondusivitas Banua bisa dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.

Terpisah, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani menyambut baik kerja sama ini, dan menyatakan siap mendukung penyebaran informasi kamtibmas.

“Sebagai radio publik, kami berkewajiban menyediakan ruang informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami siap memperkuat komunikasi publik bersama Polda Kalsel,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sinergi ini akan dioptimalkan melalui berbagai format siaran seperti news update, dialog interaktif, hingga laporan lapangan.

“Kami berharap kerjasama dengan Polda Kalsel ini dapat meningkatkan peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Lepas Purna Tugas ASN Kalsel, Ini Pesan Gubernur Muhidin

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas pada tahun 2025.

Apresiasi tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, saat menghadiri kegiatan Pelepasan Purna Tugas Anggota KORPRI Provinsi Kalsel yang digelar di Ruang H Maksid Setdaprov Kalsel, Rabu (26/11).

Dalam kesempatan itu, Syarifuddin mengatakan, bahwa pelepasan ASN purna tugas bukan hanya sebagai seremoni rutin, tetapi merupakan bentuk penghormatan resmi pemerintah kepada para abdi negara yang telah memberikan tenaga, waktu, dan pemikiran terbaiknya demi pembangunan Banua.

Menurutnya, kontribusi para ASN selama menjalankan tugas telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan di Kalimantan Selatan,. Mulai dari sektor pelayanan publik, administrasi pemerintahan, hingga berbagai program prioritas daerah yang terus berkembang.

Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin

“Pengabdian dan loyalitas para ASN yang purna tugas hari ini adalah fondasi keberlanjutan pelayanan pemerintah. Mereka telah memberikan kontribusi nyata selama bertahun-tahun sehingga berbagai program pembangunan bisa berjalan dengan baik,” ucap Syarifuddin.

Syarifuddin menegaskan bahwa kinerja para ASN purna tugas harus menjadi contoh bagi ASN yang masih aktif, terutama dalam hal integritas, komitmen, serta etika pengabdian. Menurutnya, keberhasilan pelayanan publik hari ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi para ASN yang pernah bertugas di masa lalu.

Ia menambahkan, bahwa pemerintah provinsi terus berupaya memperkuat kualitas aparatur pemerintahan, sehingga regenerasi ASN dapat berjalan lebih baik dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

“ASN hari ini dituntut profesional, adaptif, dan kompeten. Teladan dari para senior yang kini purna tugas menjadi modal penting bagi generasi ASN berikutnya,” lanjut Syarifuddin.

Meski secara resmi telah mengakhiri masa tugas, Syarifuddin memastikan, bahwa para ASN purna tugas tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengalaman panjang mereka dinilai sangat berharga dan masih dibutuhkan sebagai masukan dalam berbagai program pembangunan.

Ia berharap, para pensiunan ASN tetap aktif memberikan ide, saran, maupun pandangan konstruktif bagi kemajuan daerah, baik melalui organisasi masyarakat, lembaga sosial, maupun ruang-ruang diskusi yang terbuka bagi masyarakat luas.

“Purna tugas bukan berarti berhenti mengabdi. Pemerintah tetap membuka diri bagi masukan dan pikiran-pikiran dari para senior ini. Mereka punya pengalaman panjang yang sangat berharga,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/RH)

Buka Rakor Pendidikan se Kalsel, Pemerataan Pendidikan Hingga Pelosok Jadi Sorotan Gubenur Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan kembali fokus kebijakan pendidikan tahun 2025 pada pengentasan anak tidak sekolah, peningkatan sarana prasarana, serta percepatan digitalisasi sekolah di seluruh daerah, termasuk wilayah pelosok.

Gubernur Kalsel Muhidin menekankan, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari transformasi teknologi, perubahan kurikulum, hingga kondisi sosial ekonomi yang mendorong guru dan satuan pendidikan beradaptasi lebih cepat.

Gubernur Kalsel saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Rakor Pendidikan di Banjarmasin

“Semangat dan komitmen para guru untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi kunci agar pendidikan kita tetap relevan dan mampu menjawab kemajuan zaman,” ujar Gubernur, dalam kegiatan Rakor Pendidikan Kalsel Tahun 2025, di Banjarmasin, Selasa (25/11) malam.

Muhidin menambahkan, koordinasi lintas kabupaten/kota dibutuhkan agar seluruh program pendidikan berjalan konsisten dan tepat sasaran sesuai arah kebijakan pemerintah provinsi.

Pemprov Kalsel juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru, termasuk melalui percepatan realisasi pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN PPPK. Langkah ini disebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat tata kelola SDM pendidikan.

Gubernur Muhidin menyebut, beberapa pekerjaan rumah utama pemerintah daerah antara lain menurunkan angka putus sekolah, memperkuat digitalisasi pendidikan, serta eningkatkan sarana prasarana sekolah, terutama di pelosok.

“Saya minta Disdikbud Kalsel mendata seluruh kondisi sekolah agar kita mengetahui apa yang sangat diperlukan. Pendidikan ini penting, terutama di daerah yang jauh dari kota. Sarpras sekolah di pelosok harus jadi perhatian,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga mendorong pemerintah pusat untuk memperhatikan tambahan tunjangan bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil.

“Jika jumlah tunjangannya sama dengan guru di perkotaan, saya rasa tidak adil,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Tenis Meja, Kalsel Incar Kejuaraan Olahraga Internasional

BANJARMASIN – Even olahraga menjadi salah satu cara mengenalkan Provinsi Kalimantan Selatan di kancah Internasional. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan, adanya kejuaraan internasional yang diselenggarakan di Banua.

Harapan itu disampaikan Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Kalsel Ariadi Noor, saat mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, membuka Kejurnas Tenis Meja, belum lama tadi di Banjarmasin.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kejuaraan olahraga,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dikatakan Ariadi, Gubernur Kalsel Muhidin memberikan perhatian terhadap peningkatan olahraga di Banua. Sehingga, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kejuaraan olahraga tingkat daerah maupun nasional.

Asisten 2 Sekdaprov Kalsel Ariadi Noor

“Gubernur Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, memiliki minat yang besar untuk peningkatan olahraga,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengharapkan, adanya kejuaraan olahraga tingkat internasional yang diselenggarakan di Kalsel.

“Dengan adanya kejuaraan internasional tersebut, maka Kalsel semakin dikenal tidak hanya secara nasional tetapi juga Internasional,” ucapnya.

Karena itu, tambahnya, Pemprov Kalsel meminta dukungan hal tersebut, kepada seluruh cabor yang ada di Banua.

“Kami juga meminta dukungan kepada PB PTMSI agar dapat menyelenggarakan Kejuaraan Internasional Tenis Meja di Kalsel, tidak hanya Kejurnas,” ujarnya.

Begitu juga untuk cabor cabor lainnya, agar dapat melaksanakan kejuaraan internasional tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ariadi juga mengingatkan para cabor untuk regenerasi atlet terus berjalan.

“Regenerasi atlet penting dilakukan oleh cabang olahraga termasuk Tenis Meja, dengan adanya regenerasi atlet tersebut, maka pembinaan olahraga dapat terus berlangsung,” ungkapnya.

Karena itulah, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya mengingatkan kepada cabor, untuk dapat melakukan pembinaan berkelanjutan, kepada atlet atletnya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk peningkatan prestasi atlet,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

APBD 2026 Disetujui, Gubernur Muhidin Tegaskan Prioritas Daerah

BANJARMASIN – DPRD Kalsel menetapkan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026, sebagai Peraturan Daerah dalam Rapat Paripurna ke-28 yang dilaksanakan pada Selasa, (25/11) sore.

Penetapan ini menjadi bagian penting dari siklus perencanaan dan penganggaran daerah untuk tahun mendatang.

Sebelum penetapan dilakukan, pimpinan Rapat, ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, mempersilakan Badan Anggaran DPRD Kalsel menyampaikan laporan hasil pembahasan RAPBD 2026, melalui Wakil Ketua DPRD, Alpiya Rakhman.

Dalam laporannya, Alpiya menegaskan bahwa pembahasan dilakukan secara mendalam dan terstruktur. Banggar bersama TAPD telah melakukan serangkaian rapat intensif untuk memastikan RAPBD 2026, tersusun secara komprehensif dan sesuai arah kebijakan pembangunan.

Wakil Ketua DPRD, Alpiya Rakhman

“Saat ini kondisi fiskal daerah yang harus siap dihadapi,” ucapnya

Disampaikan Alpiya, tahun anggaran 2026 memerlukan penyesuaian belanja akibat menurunnya pendapatan transfer pusat. Penyesuaian ini harus dilakukan, agar APBD tetap realistis dan dapat menjangkau program prioritas.
Banggar menyampaikan beberapa rekomendasi teknis.

“Perlu dilakukan optimalisasi PAD, efisiensi belanja, dan penguatan sektor pelayanan dasar tetap menjadi fokus utama yang harus dijalankan,” ungkapnya

Gubernur Kalsel, Muhidin, memberikan pendapat akhir terhadap Raperda APBD 2026 yang telah disetujui bersama tersebut.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Dalam penyampaiannya, Gubernur menegaskan arah pembangunan tahun 2026. Pemerintah provinsi menempatkan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemantapan ekonomi, dan konektivitas wilayah sebagai prioritas pembangunan daerah.

“Penguatan sektor-sektor strategis seperti industri, UMKM, pertanian, dan pariwisata akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Kalsel dalam menghadapi tantangan pembangunan,” tambahnya.

Gubernur menutup pendapat akhirnya dengan ajakan sinergi. Bahwa APBD 2026 harus dijalankan dengan komitmen bersama, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Banua.

“Dengan ditetapkannya Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 sebagai Peraturan Daerah, DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kesinambungan pembangunan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version