Cegah Pemalsuan Umur Peserta POPDA 2026, Dispora Gunakan KIA

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, pada tahun 2026 ini memperketat persyaratan keabsahan peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026, di Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan, Rijal Hamid, Kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/4).

“Untuk pelaksanaan POPDA Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026, keabsahan didasarkan pada arahan pimpinan Kadispora Kalsel, bahwa para peserta wajib membawa eKTP serta KIA,” ungkap Rijal.

Dengan adanya KIA tersebut, lanjutnya, maka menutup kemungkinan adanya kecurangan umur, pada POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026 mendatang di Kota Banjarmasin.

“Pada pelaksanaan POPDA Tingkat Provinsi sebelumnya masih ditemukan adanya dugaan kecurangan tersebut,” ujar Rijal.

Karena itu, untuk mencegah kecurangan umur tidak lagi terjadi, maka Dispora Kalsel menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk keabsahan tahun kelahiran peserta POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026, yang akan berlangsung pada Mei mendatang.

“Keterlibatan Disdukcapil ini, untuk memastikan tidak adalagi kecurangan umur, karena sudah mendapatkan verifikasi dari pihak Disdukcapil,” ungkap Rijal lebih lanjut.

Karena penginputan serta verifikasi Kartu Identitas Anak tersebut benar benar valid.

“Dengan adanya verifikasi langsung dari Disdukcapil maka atlet atlet pelajar yang bertanding pada POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026 mendatang, benar benar kelahiran tahun 2009,” tutur Rijal.

Pada kesempatan tersebut, Dispora Kalsel mengajak seluruh peserta yang terlibat pada pelaksanaan POPDA Tingkat Provinsi Kalsel 2026, dapat menjaga sportivitas dan kejujuran.

“Dispora Kalsel berharap, untuk kegiatan POPDA dapat berjalan lancar, sportif, dan, meraih prestasi sesuai dengan kemampuan serta latihan yang dijalankan,” ucap Rijal.

Pihaknya juga mengimbau, kepada pelatih dan atlet yang saat ini sedang melaksanakan seleksi serta pemusatan latihan, di daerah masing masing, tetap menjaga stamina, kebugaran dan kesehatan.

“Kami mengimbau selama latihan kondisi atlet terus dijaga agar tidak mengalami cedera, sehingga pada saat mengikuti POPDA mendatang dalam kondisi prima, untuk meraih prestasi terbaiknya,” ujar Rijal. (SRI/RIW/EPS)

Banjarmasin Jadi Tempat Pembangunan PSEL, Pemda di Kalsel Didorong Aktif Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan Kota Banjarmasin sebagai lokasi prioritas pembangunan Pembangkit Listrik Sampah (PSEL), dalam upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis energi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo menjelaskan, bahwa Kota Banjarmasin dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas, karena memiliki volume sampah yang cukup tinggi dibanding daerah lain di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, (kiri)

Menurutnya, tingginya timbunan sampah tersebut menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan, apabila dikelola dengan teknologi yang tepat.

“Selain itu, dari sisi infrastruktur dan aksesibilitas, Banjarmasin dinilai lebih siap untuk mendukung operasional PSEL, termasuk dalam hal pengumpulan serta distribusi sampah secara terpusat. Hal ini menjadi faktor penting dalam memastikan proses pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ungkap Rahmat, usai menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (9/4).

Ia menambahkan, pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan pasokan minimal sekitar 700 ton sampah per hari agar dapat beroperasi secara efektif.

“Dengan ketersediaan volume sampah tersebut, pembangunan PSEL di Banjarmasin diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengurangi permasalahan sampah perkotaan yang selama ini menjadi tantangan,” ucap Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat menekankan, bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada satu daerah, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong partisipasi aktif daerah, terutama pada penyediaan serta pengangkutan sampah sebagai bahan baku utama PSEL.

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan volume sampah yang mencukupi, sehingga operasional PSEL dapat berjalan secara maksimal.

“Setiap daerah diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitasnya, baik dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing maupun dalam mendukung distribusi sampah ke lokasi pengolahan,” ucapnya.

Selain itu, koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah juga terus diperkuat agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.

“Dengan pendekatan regional ini, pengelolaan sampah tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi,” tutup Rahmat. (MRF/RIW/EPS)

Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Menteri LHK Sebut Banjarbaru Berpotensi Jadi Kota Bersih

Banjarbaru – Upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan pemerintah pusat, untuk mendorong lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Hal ini dilakukan melalui penyerahan sejumlah bantuan sarana pengolahan sampah kepada masyarakat oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Kota Banjarbaru. Kegiatan tersebut berlangsung di Komplek Rina Karya, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (9/4) siang.

Ket : Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana, serta Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Dalam kesempatan itu, Hanif menilai Banjarbaru memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang unggul dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Banjarbaru merupakan salah satu kota yang relatif mudah dikelola dari sisi lingkungan. Dengan manajemen yang baik, seluruh instrumen lingkungan hidup dapat disepakati dan dijalankan secara optimal oleh pemerintah kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, status Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi keunggulan komparatif yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Keunggulan tersebut perlu ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif melalui kebijakan dan program yang terarah serta berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hanif menekankan pentingnya keseragaman instrumen kebijakan antar daerah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Isu krusial yang saat ini menjadi perhatian adalah persoalan sampah. Banjarbaru masih perlu terus meningkatkan upaya penanganannya,” tegasnya.

Ia pun optimis, dengan komitmen dan kepemimpinan kepala daerah, Banjarbaru mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.

“Kami yakin, jika penanganan ini terus dipimpin dan dikawal langsung oleh Ibu Wali Kota, maka target menjadikan Banjarbaru sebagai kota yang bersih dapat tercapai,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendorong penanganan sampah secara kolaboratif.

“Kami dari Pemerintah Kota Banjarbaru terus berkomitmen mendorong penanganan sampah melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh instansi dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah di Kota Banjarbaru.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi untuk bersama – sama fokus terhadap permasalahan sampah. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Lingkungan Hidup atas dukungan yang diberikan, sehingga Banjarbaru dapat menjadi kota yang bersih, indah, dan nyaman,” tambahnya.

Erna Lisa menargetkan, melalui berbagai program strategis yang tengah dijalankan, Banjarbaru dapat meraih penghargaan Adipura pada tahun 2026.

“Kami menargetkan Banjarbaru dapat meraih Adipura pada tahun 2026. Melalui program pengelolaan sampah yang terstruktur dan berkelanjutan, kami optimistis dapat mewujudkan kota yang bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Anggota DPRD Kalsel Dapil V Hadiri Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan, Usung Semangat “Balangan Baharat”

Balangan – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan yang digelar meriah pada Rabu (8/4).

Momentum bersejarah ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan daerah.

Anggota DPRD Kalsel Dapil V, Firman Yusi, (ditengah)

Anggota DPRD Kalsel Dapil V, Firman Yusi mengatakan, kehadiran para wakil rakyat ini menjadi simbol kuat sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan mengusung tema “Balangan Baharat”, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan juga refleksi mendalam atas perjalanan panjang pembangunan daerah yang sarat dengan nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Momentum hari jadi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan pembangunan serta komitmen bersama untuk terus memajukan daerah,” ucapnya.

Firman menilai, memasuki usia ke-23, Kabupaten Balangan diharapkan semakin matang dalam tata kelola pemerintahan, semakin kuat dalam daya saing daerah, serta semakin sejahtera masyarakatnya.

Semangat “Balangan Baharat” diharapkan terus menjadi energi kolektif dalam melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Tariankebersamaan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan

Tema “Balangan Baharat” sendiri memiliki makna filosofis yang kuat. “Baharat” menggambarkan semangat kebersamaan yang hangat, harmoni dalam keberagaman, serta daya juang masyarakat dalam menghadapi dinamika pembangunan.

“Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi yang semakin pesat,” katanya.

Firman menambahkan, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melalui perwakilannya juga menegaskan komitmen, untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mendukung program-program prioritas daerah di wilayah Dapil V.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Peringatan ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Balangan optimis mampu menjawab tantangan zaman dan meraih peluang di masa depan.

“Kami mendorong potensi daerah, baik di sektor ekonomi, pariwisata, maupun budaya, dapat terus dikembangkan secara optimal. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat, Balangan diyakini mampu menjadi salah satu daerah unggulan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Resmi Digelar, Kejuaraan Karateka Piala Pangdam XXII 2026 Diikuti Ribuan Karateka Kalselteng

Banjarmasin – Sebanyak 1.523 karateka dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, mengikuti Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII 2026 se-Kalselteng yang resmi dibuka pada Kamis (9/4).

Ajang bergengsi yang berlangsung hingga 11 April 2026 ini diikuti kontingen dari 10 FORKI kabupaten kota, ditambah perguruan – perguruan di bawah naungan Kodim se-Kalselteng.

Ket foto : Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

Kejuaraan ini dibuka secara resmi dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, Ketua Umum FORKI Kalsel, Sahbirin Noor, serta Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, yang mewakili Pangdam Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin

Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi, atas terselenggaranya ajang ini sebagai wadah bagi para atlet muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Namun Ia menekankan bahwa prestasi bukan satu-satunya tujuan, melainkan penanaman nilai-nilai sportivitas dan persatuan yang jauh lebih penting.

“Yang paling penting adalah menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, fair play, dan persatuan. Semoga nilai-nilai tersebut tidak hanya dipegang oleh atlet, tetapi juga pelatih dan semua yang terlibat di sini,” ujar Hasnuryadi.

Ketua FORKI Kalsel, Sahbirin Noor juga menggarisbawahi pentingnya pembinaan generasi muda yang tangguh di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian saat ini.

Menurutnya, olahraga karate menjadi salah satu instrumen strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang siap menghadapi zamannya, khususnya menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini dunia tidak sedang baik-baik saja. Oleh karena itu kita harus mencetak generasi yang tangguh, terampil, dan cerdas melalui olahraga, salah satunya karate. Nanti di 2045 mereka yang akan jadi ujung tombak bangsa. Kalau dihitung usianya, mereka adalah generasi abad ke-101 Indonesia yang harus kita persiapkan dari sekarang. Dan ini adalah wujud komitmen kita,” tegas pria yang akrab disapa Paman Birin itu.

Sementara Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus mewakili Pangdam Tambun Bungai menegaskan komitmen TNI, mendukung pengembangan olahraga bela diri di wilayah Kalselteng.

Dengan diikuti lebih dari seribu atlet dari berbagai latar belakang perguruan dan daerah, Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII 2026 diharapkan menjadi batu loncatan bagi para karateka muda, untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan di pentas nasional maupun internasional. (FORKIKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Gelar Rakornis 2026, Dinas Pariwisata Kalsel Perkuat Sinergi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Banjarmasin – Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalimantan Selatan Tahun 2026, Kamis (8/4).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis, untuk menyatukan arah kebijakan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady (ditengah)

Rakornis secara resmi dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia secara daring, serta diikuti Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Kalsel, perwakilan Geopark Meratus, Sekretaris Dinas Perdagangan, Bappeda Kalimantan Selatan, hingga Bappelitbang kabupaten/kota. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan, dengan mengusung tema “Penguatan Peran Strategis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Sinergi Program Peningkatan Daya Saing dan Pengembangan Nilai Tambah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Selatan”, Rakornis ini dirancang sebagai forum konsolidasi sekaligus akselerasi program lintas daerah.

Dimana, bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah konkret untuk memperkuat fondasi pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalsel.

“Rakornis ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah, meningkatkan kualitas destinasi, serta mendorong akselerasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” katanya.

Iwan menekankan, keberhasilan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dicapai secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya. Kebersamaan dan sinergi menjadi kunci utama dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.

Karena itu, penting membangun satu pemahaman bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar seluruh program dan kegiatan dapat berjalan selaras dan saling mendukung.

“Saat ini penting peningkatan daya saing destinasi wisata melalui penguatan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi produk wisata yang adaptif terhadap tren global,” jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, sektor ekonomi kreatif didorong untuk mampu memberikan nilai tambah melalui pengolahan potensi lokal menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi.

Kehadiran Geopark Meratus dalam forum ini turut menjadi perhatian, mengingat kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap tercipta sinkronisasi program kerja yang lebih terarah, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dalam peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga dalam membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Wisuda ke-126 ULM, Pemprov Kalsel Dorong Lulusan Adaptif dan Berintegritas

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Gubernur Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, menghadiri wisuda ke-126 Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis, dan Doktor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang digelar di Auditorium ULM Banjarbaru, Kamis (9/4).

Dalam sambutannya, Rusma Khazairin menyampaikan, bahwa momen wisuda merupakan hari yang istimewa bagi para lulusan. Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang, kerja keras, serta doa dari mahasiswa bersama orang tua dan keluarga.

Staf Ahli Gubernur Kalsel saat menyampaikan sambutan di wisuda ke 126 ULM

Namun demikian, Ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. Menurutnya, para lulusan akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks di dunia nyata, sehingga ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus mampu menjawab berbagai persoalan, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

“Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mendorong para lulusan ULM untuk menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman, serta melek teknologi.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya tetap berpegang pada nilai-nilai agama, etika, dan budaya.

Selain itu, para wisudawan juga diingatkan untuk terus membangun integritas, menjaga kejujuran, serta tidak berhenti belajar. Ia menilai, di era yang terus berkembang saat ini, keberhasilan tidak hanya ditentukan kecerdasan, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

“Kesuksesan sejati tidak semata diukur dari jabatan atau materi, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain,” tutupnya. (SYA/RIW/EPS)

Pemko Banjarmasin, Sambut Antusias Banjarmasin Raya Untuk Pengelolaan Energi Sampah

Banjarmasin – Banjarmasin Raya untuk pengelolaan sampah menjadi energi segera terlaksana, dengan adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL), untuk kawasan aglomerasi Banjarmasin Raya. Penandatanganan berlangsung, di Gedung K.H. Idham Chalid, Komplek Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (9/4).

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyambut antusias PKS tersebut, yang merupakan tindak lanjut dari rapat terbatas pemerintah pusat yang mendorong percepatan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan menuju waste to energy.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menjawab krisis sampah yang selama ini belum terselesaikan,” ungkap Yamin.

Dengan sudah ditandatanganinya kesepakatan bersama tersebut, maka lanjut Yamin, menjadi komitmen nyata sampah akan diubah jadi energi.

“Sehingga pada pelaksanaan ke depan warga di Kota Banjarmasin diminta untuk memilah sampah dari rumah, karena memilah sampah tersebut menjadi kunci utama, kesuksesan pelaksanaan sampah menjadi energi,” ujarnya.

Dijelaskan Yamin, Proyek Pengolah Sampah Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik ini menargetkan kapasitas pengolahan hingga 500 ton sampah per hari.

“Sampah tersebut merupakan dukungan dari suplai dari Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, total potensi sampah bahkan mencapai sekitar 600 ton per hari,” ucapnya.

Kondisi ini menjadi peluang besar untuk menghasilkan energi terbarukan sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Seperti diketahui, lanjut Yamin, di TPA Basirih tersedia lahan sekitar 5 sampai 6 hektare yang telah disiapkan untuk proyek tersebut.

“Dengan infrastruktur pengolahan modern yang didukung kementerian, hal ini membuka harapan baru dalam pola tata kelola sampah ke depannya,” ujar Yamin.

Selain itu, di balik peluang tersebut, pemerintah daerah masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Yamin tetap menyoroti persoalan klasik seperti rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah yang kini masih menjadi pekerjaan rumah.

Masih katanya, tanpa perubahan perilaku masyarakat, teknologi secanggih apa pun tidak akan maksimal. Karena itu, Pemko Banjarmasin tetap mendorong pengurangan sampah plastik dan pemilahan sejak sumbernya.

“Kami tidak menunggu proyek ini selesai. Dari sekarang, edukasi pemilahan dan pengurangan sampah terus kami lakukan. Ini harus berjalan bersamaan,” tegas Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Tandatangani Kerja Sama PSEL, Upaya Nyata Kalsel Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan.

Penandatanganan strategis lintas wilayah ini melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bersama Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Kota Banjarmasin.

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana

Penandatanganan dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (9/4), sebagai langkah konkret pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan di daerah.

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, bahwa kesepakatan ini merupakan langkah teknokratis dalam mengelola timbulan sampah secara lebih terintegrasi dan produktif.

Menurutnya, kerja sama lintas daerah ini memungkinkan pengelolaan sampah dilakukan secara terpusat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kesepakatan makro ini merupakan langkah teknokratis untuk mengonversi timbulan sampah regional menjadi energi produktif secara terpusat,” ujar Hanifah.

Ia menambahkan, pembangunan PSEL berbasis teknologi ramah lingkungan, juga menjadi bagian dari upaya pemerintah, menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap metode pengelolaan konvensional seperti penimbunan di tempat pembuangan akhir.

Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan yang terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah Kalimantan Selatan.

“Kerja sama ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong inovasi pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, dengan pendekatan regional, pengelolaan sampah tidak hanya lebih efektif, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” lanjut Hanifah.

Melalui implementasi PSEL ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis dapat menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi mendukung target nasional pengurangan emisi dan pengembangan energi baru terbarukan. (MRF/RIW/EPS)

Perkuat Karakter ASN Lewat Ceramah Agama, Diskominfo Tekankan Ketakwaan dan Silaturahmi

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar pembinaan mental spiritual bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui ceramah agama, yang berlangsung di Aula Diskominfo Kalsel Banjarbaru, pada Kamis (9/4).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mempertahankan Ketakwaan dan Menjalin Silaturahmi” yang disampaikan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muhammad Maulani.

Ket : Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim (kiri) bersama TAG Bidang Keagamaan Muhammad, Maulani (kanan)

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan, untuk memperkuat pembinaan karakter ASN di lingkungan pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menindaklanjuti arahan Gubernur, agar ASN tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter dan nilai keagamaan yang kuat,” ujar Muslim.

Ia menegaskan, keseimbangan antara kompetensi kerja dan spiritualitas menjadi kunci dalam membangun ASN yang berintegritas dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan pembinaan mental spiritual ini, kami berharap ASN dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai – nilai keimanan dalam setiap tugasnya,” lanjutnya.

Muslim juga menambahkan, bahwa pembinaan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu meningkatkan etos kerja ASN di lingkup Diskominfo Kalsel.

“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis etos kerja ASN akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muhammad Maulani, mengapresiasi konsistensi Diskominfo Kalsel, untuk menyelenggarakan kegiatan pembinaan mental spiritual bagi ASN.

“Kami mengapresiasi Diskominfo Kalsel yang terus istiqamah melaksanakan kegiatan seperti ini. Ini bukan hanya penting, tetapi sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter ASN,” ungkap Maulani.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan tingginya tuntutan pekerjaan, ASN perlu memiliki pondasi spiritual yang kuat agar tidak mudah tergerus berbagai tantangan.

“ASN hari ini dihadapkan pada dinamika kerja yang kompleks. Karena itu, nilai keimanan harus tetap dijaga agar setiap tugas dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antar sesama pegawai melalui silaturahmi yang baik di lingkungan kerja.

“Silaturahmi yang terjalin dengan baik akan menciptakan suasana kerja yang harmonis, sehingga kinerja organisasi juga akan semakin optimal,” tambahnya.

Maulani berharap, kegiatan pembinaan mental spiritual ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun ASN yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya kerja, sehingga mampu memperkuat ketakwaan sekaligus mempererat silaturahmi antarpegawai,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version