Kembali, Paman Birin Pimpin Tim SKPD Pemprov Bagikan Bantuan Banjir

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, kembali mengajak seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk meninjau sekaligus memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Rabu (22/3) pagi.

Kali ini, tim SKPD dibagi menjadi tiga tim yang tersebar ke beberapa titik yakni Desa Sungai Rangas, Teluk Selong-Dalam Pagar, serta Tunggul Irang-Bincau.

Dalam arahannya, Gubernur akrab disapa Paman Birin itu meminta seluruh SKPD agar membagikan bantuan secara merata dan tidak meninggalkan sisa.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (peci hitam) dikerumuni warga yang antusias diberi bantuan

“Pokoknya kalau masih ada bantuan yang tersisa, lanjutkan lagi perjalanan sampai bantuan yang kita bawa benar-benar sudah habis,” pintanya.

Paman Birin beserta tim lainnya menuju ke Desa Teluk Selong hingga ke Dalam Pagar.

Warga setempat menyambut gembira karena mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Kalsel itu.

Paman Birin bahkan tak segan memikul karung berisi beras untuk diberikan kepada masyarakat.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” harapnya.

Sementara itu, di Desa Sungai Rangas Ulu, Kepala Biro Ekonomi Kalsel, Raudhatul Jannah, didampingi tim dari Biro Umum, Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo serta SKPD lainnya, berjalan kaki hingga ratusan meter ditengah banjir, sembari membagikan makanan dan snack kepada warga serta mendoakan musibah yang menimpa sejak Januari 2023 ini segera hilang.

Kepala Biro Perekonomian Kalsel, Raudhatul Jannah (kuning) saat membagikan nasi bungkus kepada warga

“Ini memang alakadarnya, tetapi ini wujud kepedulian Pemprov Kalsel terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Istri Gubernur Kalsel itu bahkan masuk langsung ke salah satu rumah warga yang terendam cukup parah. Ia menguatkan warga agar bersabar, terutama menjelang Ramadhan ini.

Kedatangan tim disambut hangat oleh masyarakat setempat, Pambakal Desa Sungai Rangas Ulu, Zainal Aqli, mengucap terimakasih atas bantuan dari Pemprov Kalsel ini.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Gubernur, khususnya juga kepada Ibu Gubernur yang rela terjun langsung untuk memberikan bantuan,” ucapnya.

Zainal banjir di desanya pada bulan ini sudah terjadi tiga kali. Sedikitnya ada 600 Kepala Keluarga (KK) dengan total lebih dari 2.000 jiwa terdampak.

“Banjirnya terkadang tinggi, terkadang juga surut,” terangnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Raih Penghargaan BAZNAS, Sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat

JAKARTA – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima penghargaan Baznas Award 2023 kategori Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat.

Gubernur Kalsel (memegang piagam) berfoto bersama jajaran BAZNAS Kalsel

Penghargaan bergengsi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat ini diterima langsung oleh Paman Birin, pada Selasa (21/3) di Jakarta.

Paman Birin berharap Baznas Kalsel dapat terus membumikan keutamaan berzakat, serta dapat terus menanamkan budaya berzakat untuk seluruh ummat Islam di Banua yang bergelar Kalsel Babussalam.

“Semoga penghargaan ini dapat meningkatkan penerimaan zakat serta BAZNAS Kalsel dapat mengelolanya dengan lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel Irhamsyah Safari, mengatakan penghargaan yang diterima Paman Birin sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat, tidak lepas dari perhatian dan dukungan Paman Birin sebagai Gubernur Kalsel dalam mendukung BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, berkat perhatian dan dukungan Paman Birin, untuk kedua kalinya Paman Birin meraih BAZNAS Award, tahun ini beliau diberi penghargaan sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat,” sampainya.

Selain itu, setiap tahunnya, Paman Birin memberi contoh keteladanan dalam membayar zakat melalui BAZNAS, yang mampu memotivasi dan mendorong masyarakat menyalurkan zakat, infaq, dan shadqahnya melalui BAZNAS.

Ilham juga menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin serta stakeholder, yang turut mendukung dan mendorong kebangkitan zakat di Kalsel, serta mendukung pengelolaan zakat oleh BAZNAS Kalsel.

Atas dukungan ini, BAZNAS Kalsel juga berhasil meraih 4 penghargaan dalam BAZNAS Awards 2023. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tempati Urutan ke 62 Nasional, Minyak Goreng di Batola Alami Defisit

BANJARBARU – Stok minyak goreng di Barito Kuala mengalami defisit hingga minus 236,80. Bahkan, daerah ini menempati urutan 62 dari 82 kabupaten/kota secara nasional.

Jelang Ramadan, harga minyak goreng bervariasi. Melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) tercatat bergerak dikisaran tertinggi Rp21.850 atau merangkak naik 0,23 persen. Sedangkan, jenis curah paling rendah seharga Rp15.700 per liter atau naik 0,32 persen.

Terlebih dari hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kemendagri, Senin (20/3) siang, yang dihadiri seluruh lembaga/kementerian secara virtual, keberadaan komoditi minyak goreng di seluruh Indonesia khususnya Kalsel masih sangat dibutuhkan. Apalagi, untuk memenuhi ketersediaan selama Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.

Pemprov Kalsel bersama jajaran TPID mengikuti rakor pengendalian inflasi yang digelar Kemendagri secara virtual

Menyikapi itu, Kabag Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Agus Salim, telah berkomunikasi secara intens dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala untuk bisa memecahkan permasalahan tersebut.

“Saat ini mereka sedang menelusuri. Kita akan lihat permasalahan apa yang dihadapi sehingga Batola masuk kategori defisit,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Fachri Ubadiyah, membeberkan, tak hanya minyak goreng kemasan premium dan biasa yang menjadi perhatian. Ternyata MinyaKita juga mengalami kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) per liternya.

“Melihat dari data Kementerian Perdagangan RI tadi, harga minyak goreng juga perlu menjadi perhatian kita bersama,” singkatnya. (RHS/RDM/APR)

Silaturahmi Paman Birin dan Guru Wildan di Pesantren Tebuireng Jombang

Jawa Timur – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersama KH. Wildan Salman (Guru Wildan) melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur pada Senin (20/3).

Pada silaturahmi itu, Paman Birin dan Guru Wildan diterima langsung Pimpinan sekaligus Pengasuh Ponpes Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin. Turut mendampingi Gus Kikin diantaranya adalah H. Lukman Hakim, Mudir Bidang Ponpes Tebuireng Jombang serta sejumlah ulama.

Mendapat kunjungan dari Paman Birin dan Guru Wildan, Gus Kikin pun menyampaikan ungkapan terima kasih.

“Terima kasih atas silaturahmi dan kunjungan Bapak Gubernur Kalsel. Semoga rasa persaudaraan dan kekeluargaan ini senantiasa terjalin dengan baik,” ungkap Gus Kikin.

Mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Ponpes Tebuireng dan para ulama, Paman Birin menyampaikan rasa kebahagian yang sama.

“Kami merasa tersanjung atas sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng beserta para ulama,” kata Paman Birin.

Gubernur Kalsel (depan, dua dari kiri) didampingi Guru Wildan (jas hitam) saat berkunjung ke ponpes Tebuireng

Paman Birin juga menyampaikan sekilas, saat ini Kalsel menjadi pintu gerbang Ibukota Negara (IKN) dengan sebutan Kalsel Babussalam atau Pintu Keselamatan.

Pada acara silaturahmi itu, Paman Birin juga mendapatkan kenang-kenangan dari Gus Kikin berupa bingkai foto ulama besar Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari yang merupakan pahlawan nasional, dan merupakan pendiri Nahdlatul Ulama.

Rangkaian silaturahmi Paman Birin yang didampingi Guru Wildan, Staf Khusus Achmad Maulana dan Aufa beserta rombongan ini, juga melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari, lalu ke makam Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan pengasuh Ponpes Tebuireng Salahuddin Wahid serta sejumlah makam ulama lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Hari Dongeng Sedunia, Ria Enes dan Susan Hibur Ratusan Anak di Perpus Palnam

Banjarmasin – Ratusan anak dan orang tua dari berbagai lembaga pendidikan taman kanak-kanak, serta guru pendamping, memadati ruang Perpustakaan Anak Palnam.

Mereka tampak sangat antusias menyambut kedatangan Pendongeng Nasional, Ria Enes dan Boneka Susan di Perpustakaan Anak yang berada di perkantoran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Senin (20/3).

Sejak awal masuk ruangan, anak-anak langsung berteriak senang, mendengar suara boneka khas Susan. Mereka diajak bernyanyi hingga bermain tebak-tebakan sambil mendongeng.

Anak-anak pun terlihat ceria dan tertawa girang, mendengarkan cerita yang dibawakan Pendongeng kelahiran 29 Juni 1968 tersebut yang penuh dengan pesan moral.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie (kiri) dan Pendongeng Nasional Ria Enez (kanan)

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan pihaknya mendatangkan Ria Enes tersebut bertujuan untuk mengenalkan sejak dini perpustakaan kepada anak-anak, hingga menumbuhkan dan meningkatkan minat baca mereka.

“Ini sudah kesekian kalinya kita datangkan, selain juga pendongeng lain, sebagai upaya promosi perpustakaan dan menumbuhkan literasi anak generasi penerus sejak dini,” ungkapnya kepada wartawan, di ruang kerjanya.

Sementara itu, Pendongeng Nasional, Ria Enes mengaku senang dapat kembali berjumpa anak-anak di Kalsel. Dirinya berharap melalui momen ini, guru dan orang tua kembali menggalakkan tradisi bercerita kepada anak-anak mereka.

Suasana Pendongeng Nasional, Ria Enez menghibur ratusan anak di Perpustakaan Palnam

“Bercerita atau mendongeng ini memang harus kita teruskan. Betapa pentingnya salah satu metode pembelajaran lewat dongeng ini, dan saya kira paling efektif untuk anak, baik mengenal hingga membangun karakter mereka,” jelasnya

Salah satu orang tua yang ikut hadir, Rendi, mengapresiasi langkah Dispersip Kalsel ini. Apalagi menurutnya, anaknya sangat antusias mengikuti acara ini

Sebelumnya, Dispersip Kalsel telah mendatangkan Pendongeng Nasional Kempho Antaka ke Banjarmasin, Senin (13/3). Selanjutnya, Dispersip Kalsel juga akan kembali mengagendakan mendatangkan pendongeng lain, dalam rangka peringatan Hari Buku pada April 2023 nanti. (NRH/RDM/APR)

Bersama Warga Banjar, Paman Birin Puji Kekompakan Kerukunan Bubuhan Banjar di Jatim

Jawa Timur – Rangkaian kegiatan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin di Jawa Timur terus berlanjut. Pada Senin (20/3) siang, Paman Birin juga berkesempatan silaturahmi dengan warga Banjar.

Bertempat disalah satu restoran di kota Surabaya, Paman Birin berbaur bersama warga Banjar Jawa Timur yang tergabung dalam Kerukunan Bubuhan Banjar.

Kehadiran Paman Birin yang merupakan Ketua Umum KBB Sedunia untuk bersilaturahmi ini pun, disambut gembira warga Banjar di perantauan Jawa Timur.

Di hadapan warga Banjar di Jawa Timur, Paman Birin menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas kebersamaan dan kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Alhamdulilah, KBB Jawa Timur kompak dan rakat. Ini menjadi modal untuk kita saling membantu serta saling mendorong satu sama lain,” kata Paman Birin.

Gubernur Kalsel berfoto bersama KBB Jatim

Pada kesempatan itu pula, Paman Birin juga meminta berbagai masukan dari warga KBB Jawa Timur untuk upaya peningkatan pembangunan di Banua oleh Pemprov Kalsel yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Ketua Umum KBB Jawa Timur Noor Alamsyah menyampaikan rasa bangga atas kedatangan Gubernur Kalsel, yang merupakan Ketua Umum KBB Sedunia.

Pada kesempatan itu pula, KBB Jawa Timur juga menyampaikan undangan kepada Paman Birin untuk nantinya bisa hadir dalam acara halal Bihalal, Pentas Seni dan Bazar kerukunan Bubuhan Banjar di Jatim pada 14 Mei 2023 selepas Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Terimakasih dari kami warga Banjar di perantauan Jawa Timur kepada Paman Birin yang telah datang dan bersilaturahmi. Kehadiran Paman Birin menjalin kerukunan dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling mendukung warga di perantauan Banjar agar rakat mufakat dan babarkat,” ungkap Noor Alamsyah.

Dalam silaturahmi itu, Paman Birin didampingi Guru Wildan, Staf Khusus Achmad Maulana, Plt Kepala Biro Kesra, Ahmad Solhan serta sejumlah ulama Banua. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Untuk Pelestarian, Festival Silat Budaya Digelar di Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini ikutserta, melestarikan silat budaya. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansya mengatakan, salah satu cara pelestarian silat budaya tersebut, dengan menggelar Festival Silat Budaya oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

“Festival Silat Budaya tersebut telah dilaksanakan selama dua hari Sabtu 18 hingga Minggu 19 Maret 2023 di kawasan Kiram,” ungkapnya.

Sehingga diharapkan, dengan adanya Festival Silat Budaya ini, para atlet Silat tersebut, dapat terus berlatih. Sehingga, mereka berprestasi dan dapat mewakili Kalsel pada tingkat nasional.

“Seperti harapan gubernur agar para atlet silat budaya, dapat terus berprestasi,” ucapnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Hermansyah (Depan)

Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah mengungkapkan, jika para pemenang pada Festival Silat Budaya akan mewakili Kalsel pada Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Pornas) Tahun 2023 di Jawa Barat.

“Pada Festival Silat Budaya Tingkat Provinsi diikuti 100 Peserta dari 13 Kabupaten dan kota di Kalsel,” ucapnya.

Dan, para pemenang diharapkan dapat mempertahankan prestasi terbaik mereka saat ini. Mengingat, mereka akan mewakili Kalsel pada ajang Pornas di Jawa Barat mendatang.

“Kami berharap, pada ajang Pornas di Jawa Barat para atlet dapat meraih medali sebanyak banyaknya,” ujar Hermansyah. (SRI/RDM/APR)

PERINGATAN WOHD di Kalsel, Ajang PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT

BANJARMASIN – Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia atau dikenal World Oral Health Day (WOHD) yang digelar setiap 20 Maret 2023, sebagai ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, kesehatan gigi dan mulut.

Hal itu disampaikan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto, disela kegiatan Bakti Sosial, pada Senin (20/3).

Teguh menjelaskan, kegiatan Bakti Sosial ini untuk memperingati World Oral Health Day (WOHD), bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi ULM dan Unilever, dimaksudkan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat di Banua, sesuai fungsi dan tugas RSGM Gusti Hasan Aman. Selain itu sebagai pendidikan bagi dokter gigi muda.

“Baksos ini merupakan media promosi pelayanan kesehatan bagi warga di Kalsel,” ucapnya

Disampaikan Teguh, dengan peringatan
World Oral Health Day (WOHD), berdampak semakin meningkatkan kesadaran warga,
untuk selalu mengutamakan menjaga kebersihan, kesehatan gigi dan mulut sejak dini hingga diusia tua. Mengingat masih banyak warga yang takut untuk memeriksa giginya meskipun tidak sakit, padahal dengan rutin diperiksa setiap enam bulan sekali, dapat mencegah berbagai penyakit.

“Semoga masyarakat terbiasa melakukan perawatan dan pengobatan, serta menjadi kegiatan rutin memelihara gigi,” pinta Teguh

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto dengan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM, Irham Taufiqurrahman

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM Irham Taufiqurrahman mengatakan, untuk kegiatan kerjasama dalam bentuk Bakti Sosial ini merupakan pertama kali, dan sangat mengapresiasi banyaknya pasien. Ia berharap warga dapat semakin menyadari untuk meningkatkan dalam menjaga kebersihan, kesehatan gigi dan mulut.

“Dengan diberikan sarana edukasi untuk anak -anak, kedepan mereka bisa lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut,” tutupnya

Dalam kegiatan Bakti Sosial World Oral Health Day (WOHD) ini, ada sebanyak 141 pasien yaitu, untuk dewasa pembersihan karang gigi sebanyak 60 orang, sedangkan bagi anak – anak pelayanan Fissure Sealant 39 orang serta Topikal Aplikasi Fluor 42 orang. Melibatkan dokter gigi spesialis, dokter gigi umum, baik dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan dan Fakultas Kedokteran Gigi ULM sebanyak 35 orang.

Untuk diketahui, peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia, dibuka secara resmi, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto, didampingi Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM Irham Taufiqurrahman, dihadiri Perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia Kalsel dan PDGI cabang Banjarmasin, Jajaran Direksi serta Pegawai RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, bertempat di Halaman Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman berlokasi di Jalan Simpang Ulin Banjarmasin. (NHF/RDM/APR)

Warga Gudang Tengah Minta Pemda di Kalsel Lebih Perhatikan RTLH

Banjar – Akibat dilanda banjir, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Banjar semakin bertambah. Saat ini saja, Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang jumlah RTLH-nya sangat banyak dibanding daerah lain mencapai 20 ribuan.

Tokoh Desa Gudang Tengah, Maidah mengatakan karena berada di dataran rendah, banyak rumah yang rusak bahkan roboh karena terjangan banjir. Sedangkan, menurutnya, usulan demi usulan telah disampaikan pihak terkait namun tidak bisa ditangani sepenuhnya.

“Banyak yang tidak layak huni, karena memang rumahnya sudah tua maupun terendam banjir jadi rusak. Kami sudah usulkan ke aparat desa. Alhamdulillah sebagian sudah ada yang diperbaiki tapi ada juga sebagian yang belum,” katanya kepada wartawan, usai mengikuti sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2019 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail, Senin (20/3).

Sementara, warga Desa Gudang Tengah, Arsuni menambahkan pihaknya mengusulkan agar pemerintah daerah, baik Pemprov Kalsel maupun Pemkab Banjar memberikan perhatian khusus kepada warga yang terdampak banjir, termasuk rumah mereka yang rusak.

“Karena daerah kami berada di dataran rendah, banyak rumah yang terendam banjir saat ini, jadu kami perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masalah banjir tersebut,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Anggota Komisi DPRD Kalsel, Isra Ismail menyebutkan bahwa kabupaten Banjar memang menjadi perhatian utama dirinya. Mengingat kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang jumlah RTLH-nya sangat banyak dibanding daerah lain, bahkan mencapai 20 ribuan jika ditotal dengan rumah yang tidak layak huni karena bencana saat ini.

“Saya selaku anggota DPRD ingin memperjuangkan harapan dari masyarakat yang terkena dampak banjir maupun yang terkait RTLH. Mereka melalui Kades bisa mengusulkan perbaikan untuk RTLH tersebut. Mungkin rumahnya sudah tua dan kemampuan untuk memperbaiki tidak ada,” tuturnya.

Selain perumahan, Isra juga berharap agar kawasan permukiman dapat tertata dengan baik, misalnya terkait drainase, tata kelola sampah dan sebagainya. Ia juga berharap agar Pemprov Kalsel dan Pemkab Banjar memberikan perhatian untuk perbaikan RTLH warga yang tidak mampu.

Untuk diketahui, sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman ini menghadirkan narasumber yaitu Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalsel, Isma Agrianti yang juga memaparkan mengenai teknis pengajuan atau usulan agar RTLH bisa segera tertangani pemerintah. (NRH/RDM/APR)

Ramadhan, PASOKAN IKAN SEGAR DI KALSEL MENCUKUPI

BANJARMASIN – Pasokan Ikan Laut Segar di Provinsi Kalimantan Selatan, pada saat menjelang dan selama Ramadhan tahun ini dipastikan mencukupi.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin melalui Kasi Tata Operasional Darmuni menjelaskan, lancarnya pasokan ikan laut di tempat mereka tersebut, dengan banyaknya kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, sejak beberapa hari ini.

“Saat ini pasokan ikan lancar,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Senin (20/3).

Menurut Darmuni, Kapal nelayan yang masuk berkisar 6 sampai 7 kapal membawa masing masing sekitar 10 sampai 20 ton berbagai jenis ikan laut. Seperti ikan tongkol, peda, lajang, serta lainnya.

“Sehingga total pasokan ikan laut segar yang masuk berkisar 60 sampai 120 ton setiap harinya,” ujarnya.

Kasi Tata Operasional UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Darmuni

Sehingga, dapat dipastikan untuk pasokan ikan laut segar aman dan lancar menjelang dan saat Ramadhan berlangsung di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Sementara itu, untuk harga ikan laut segar di pasaran saat ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Untuk harga ikan peda sampai saat ini dijual masih dikisaran harga 35 ribu perkilo, ikan lajang dijual 25 ribu perkilo, sedangkan ikan tongkol sisik berkisar 20 sampai 22 perkilo, dan ikan tongkol gundul 18 ribu per kilo, serta ikan salmon berkisar 25 ribu per kilonya.

“Dengan harga tersebut, maka harga ikan laut segar dipastikan tidak ada kenaikan atau masih normal,” tuturnya.

Menurut Darmuni, saat ini kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan cukup banyak, sehingga tidak terjadi kenaikan harga ikan saat ini.

“Harga ikan bisa mengalami kenaikan apabila kapal nelayan yang masuk hanya 1 sampai 2 kapal saja,” ucap Darmuni. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version