Gelar GPM Jelang Iduladha, Upaya DPKP Jaga Stabilitas Harga Pangan

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5) tersebut, berlangsung di Kios Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kepala Dinas PKP Kalsel (Kiri) bersama Sekretaris Dinas PKP Kalsel (Kanan)

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau dibanding harga pasar,l. Diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, hingga sejumlah komoditas pangan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, gerakan pangan murah diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, jelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah.

“Program ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar,” ujarnya.

Syamsir menambahkan, gerakan pangan murah juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, agar pemerintah daerah terus hadir menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan nasional.

Antusias masyarakat dalam memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM)

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjaga inflasi daerah tetap terkendali melalui berbagai program stabilisasi pangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi dan ketersediaan pasokan pangan di pasaran agar tetap aman dan terkendali,” lanjutnya.

Masyarakat yang datang terlihat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah cukup banyak, terutama komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasar, menjelang Hari Raya Iduladha.

Syamsir berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan momentum tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan.

“Melalui gerakan pangan murah ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mampu menekan laju inflasi dari sektor pangan di Banua,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Liburan di Banua

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan mengunjungi destinasi wisata lokal yang tersebar di berbagai daerah di Banua.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain di Indonesia, termasuk destinasi yang berada di sekitar ibu kota provinsi.

Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin (tengah) mengimbau masyarakat kunjungi wisata lokal

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata daerah juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan meningkatkan kunjungan ke objek – objek wisata lokal.

“Kita ingin masyarakat lebih mengenal destinasi wisata yang ada di seputar daerah kita sendiri. Tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jawa, karena di Kalimantan Selatan sudah banyak destinasi wisata yang cukup baik, indah, dan sangat menjanjikan,” ujar Syarifuddin belum lama tadi.

Ia menilai berbagai destinasi wisata di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga daerah lainnya di Kalsel memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama masyarakat dalam menghabiskan waktu liburan maupun bersantai bersama keluarga.

Selain menawarkan panorama alam dan suasana yang nyaman, keberadaan destinasi wisata lokal juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif.

“Banyak destinasi wisata kita di sekitar ibu kota provinsi, di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan daerah lainnya. Jadi kita berharap masyarakat Kalimantan Selatan bisa mengunjungi destinasi wisata yang ada di daerah sendiri,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Eksplorasi di Tanah Bumbu, UPTD Kebun Raya Banua Temukan Puluhan Spesialis Endemik

Banjarbaru – UPTD Kebun Raya Banua berhasil menemukan sebanyak 56 spesies tumbuhan endemik, dalam kegiatan eksplorasi di kawasan sekitar Gua Liang Bangkai, Desa Dukuhrejo, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Eksplorasi sebagai upaya konservasi tumbuhan khas dan endemik Kalimantan Selatan yang kini mulai jarang ditemukan di habitat aslinya.

Ket : Kegiatan eksplorasi tumbuhan UPTD Kebun Raya Banua di Kabupaten Tanah Bumbu

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto melalui Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu, Muhammad Ferza Listyannoor mengatakan, kawasan sekitar Gua Liang Bangkai dipilih karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Menurut Ferza, kegiatan tersebut menjadi bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi untuk menyelamatkan berbagai jenis tumbuhan khas daerah agar tetap lestari dan dapat dikenal generasi mendatang.

“Pelaksanaan eksplorasi yang dilaksanakan pada 21-25 April ini merupakan bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi. Kami berupaya mencari dan menyelamatkan tanaman-tanaman khas Kalimantan Selatan yang keberadaannya mulai langka agar tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, jenis tumbuhan yang ditemukan didominasi tanaman anggrek, begonia, serta berbagai tanaman hias dan keladi-keladian khas hutan Kalimantan.

Seluruh tumbuhan hasil eksplorasi nantinya akan dibawa ke Kebun Raya Banua untuk dibudidayakan dan menjalani perawatan intensif di kawasan konservasi exsitu.

Ferza menuturkan, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua tumbuhan yang diambil dari habitat alami dapat langsung tumbuh dengan baik di lingkungan baru.

“Tumbuhan yang dibawa ke Kebun Raya belum tentu langsung bisa hidup. Karena itu perlu perawatan khusus agar dapat beradaptasi. Jika berhasil tumbuh, nantinya tanaman tersebut bisa menjadi koleksi konservasi sekaligus dibagikan untuk kepentingan edukasi maupun pelestarian,” jelasnya.

Selain melakukan penyelamatan tumbuhan dari alam, eksplorasi tahun ini juga disertai upaya pengembalian bibit tanaman langka ke habitat asalnya.

Salah satunya dilakukan terhadap jenis meranti-merantian yang sebelumnya telah dikembangkan di Kebun Raya Banua dan kini dibawa kembali ke Kabupaten Tanah Bumbu untuk mendukung pelestarian di daerah asalnya.

“Sekarang tanaman meranti sudah semakin jarang ditemukan. Jadi ada timbal balik dalam kegiatan ini, bukan hanya Kebun Raya yang mendapatkan manfaat, tetapi masyarakat dan lingkungan di daerah juga merasakan dampaknya,” katanya.

Kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan tumbuhan khas Kalimantan Selatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati daerah. (BDR/RIW/EPS)

Jelang HUT ke-500, Banjarmasin Gelar LDMS Best Of The Best

Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, menggelar Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Best Of The Best Tahun 2026, Rabu (20/5). Lomba dibuka Wali Kota Muhammad Yamin, didampingi Ketua Dekranasda Banjarmasin Neli Listriani.

Neli menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, yang menjadi momentum bersejarah dan refleksi perjalanan panjang Kota Seribu Sungai menjaga budaya, membangun kreativitas, serta memperkuat identitas daerah.

“Lomba kali ini mengangkat tema Simfoni 5 Abad Estetika Lokal Sasirangan Identitas Banua,” ungkap Neli.

Tema ini, lanjutnya, menggambarkan harmonisasi perjalanan budaya Banjar selama lima abad, yang diwujudkan melalui keindahan motif Sasirangan sebagai identitas lokal yang terus hidup, berkembang, dan relevan di setiap zaman.

“Pelaksanaan LDMS selama sembilan tahun ini merupakan bukti nyata, bahwa kreativitas masyarakat Kota Banjarmasin terus tumbuh dan
berkembang,” ujarnya.

Berbagai motif yang lahir dari para peserta tidak hanya menunjukkan nilai estetika, tetapi juga menggambarkan kekayaan filosofi, kearifan lokal, dan karakter budaya Banjar.

“Sebagai Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, saya merasa bangga dan
bersyukur karena kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata bahwa tujuan dan fungsi Dekranasda dapat diwujudkan dengan baik,” ucap Neli.

Dekranasda, sebagai organisasi yang menghimpun para pencinta dan peminat seni untuk memayungi, membina, dan mengembangkan produk kerajinan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha para pelaku industri kecil dan menengah agar semakin maju dan berdaya saing.

“Kami percaya bahwa Sasirangan bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga aset budaya dan ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk mengangkat nama Kota Banjarmasin di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Neli.

Melalui LDMS Best of The Best ini, tidak hanya memberikan penghargaan kepada karya terbaik, tetapi juga mengapresiasi semangat para pengrajin, desainer, dan pelaku industri kreatif yang terus berinovasi menjaga eksistensi Sasirangan di tengah perkembangan zaman.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin,
dewan juri, seluruh panitia, serta semua pihak yang telah mendukung
terselenggaranya kegiatan ini dengan baik,” ucapnya lagi.

Kepada seluruh peserta, baik yang menjadi pemenang maupun yang belum memperoleh kesempatan terbaik pada tahun ini, pihaknya berharap agar terus
berkarya, terus berinovasi, dan terus mencintai budaya daerah.

Karena setiap motif yang diciptakan adalah bagian dari sejarah dan identitas Banua yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga melalui kegiatan ini, Sasirangan semakin dikenal, semakin dicintai, dan semakin menjadi kebanggaan masyarakat Kota Banjarmasin,” ujar Neli.

Sementara itu, Tim Juri Lomba Desain Motif Sasirangan Kota Banjarmasin, mengakui kreativitas para peserta semakin meningkat.

Salah satu Juri LDMS Catherine Ambar Sari menyampaikan, pada tahap penjurian, pihaknya menilai pada dua kategori, yaitu reguler, serta best of the best.

Dikatakan Catherine, pada kategori Best of the best, diikuti para juara 1 dari lomba desain motif Sasirangan sebelumnya. Sehingga karya yang dihasilkan merupakan standar juara.

“Hasil karya peserta lomba kategori best of the best ini, semuanya bagus, rapi, serta mengagumkan,” ucap Catherine. (SRI/RIW/EPS)

Kalsel Perkuat Reformasi Birokrasi, Pemda Diminta Fokus Dampak Nyata bagi Masyarakat

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja di seluruh daerah. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Asistensi Reformasi Birokrasi (RB), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan Zona Integritas (ZI) bagi pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (20/5).

Kegiatan ini menghadirkan tim asistensi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), sekaligus menjadi ruang evaluasi dan pembinaan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Plh Sekda Kalsel, Subhan Nor Yaumil saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan asistensi

Plh Sekretaris Daerah Kalsel, Subhan Nor Yaumil mengatakan, asistensi tersebut bertujuan mendampingi pemerintah kabupaten/kota agar mampu meningkatkan nilai RB, SAKIP, dan Zona Integritas secara berkelanjutan.

“Harapannya, seluruh kabupaten/kota bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan nilai RB, SAKIP, dan ZI yang sudah dicapai. Mudah – mudahan tidak ada yang mengalami penurunan,” ujarnya.

Menurut Subhan, peningkatan nilai tersebut harus berjalan seiring dengan perbaikan kualitas pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan tidak berbelit.

“Prinsip pelayanan publik itu kalau bisa dipermudah jangan dipersulit, kalau bisa dipercepat ya dipercepat, dan kalau bisa selesai hari ini jangan ditunda hari esok,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Kalsel melalui Inspektorat terus melakukan pembinaan intensif kepada pemerintah kabupaten/kota, terutama bagi daerah yang mengalami penurunan capaian kinerja.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB, Akhmad Hamsy menekankan, bahwa reformasi birokrasi tidak boleh hanya berorientasi pada angka penilaian semata.

“Fokusnya bukan pada nilai, tetapi bagaimana tata kelola yang baik itu benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan, pelayanan publik harus semakin mudah diakses masyarakat, mulai dari perizinan usaha hingga layanan kesehatan yang bebas dari praktik percaloan.

“Jangan sampai indeks reformasi birokrasi bagus, tapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan layanan,” ujarnya.

Menurut Hamsy, secara umum tren capaian SAKIP dan reformasi birokrasi di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan positif dibanding sejumlah daerah lain di Indonesia.

Namun, seluruh pemerintah daerah tetap diminta terus meningkatkan kualitas kinerja hingga ke tingkat perangkat daerah dan ASN.

“Setiap belanja daerah harus memiliki dampak terhadap kinerja yang ingin dicapai. Setiap perangkat daerah dan ASN juga harus memiliki kontribusi nyata terhadap tujuan organisasi,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Peringati Harkitnas, Diskominfo Kalsel Perkuat Semangat Pelayanan Publik dan Literasi Digital Anak

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 di halaman kantornya di komplek Kantor Gubernur di Banjarbaru, Rabu (20/5).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh jajaran pegawai Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan sebagai momentum memperkuat semangat persatuan, pengabdian, dan pelayanan publik di era transformasi digital.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Mashudi

Bertindak selaku pembina upacara, Sekretaris Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Mashudi.

Pada kesempatan tersebut, Mashudi menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen aparatur pemerintah, dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut seluruh instansi pemerintah untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanan berbasis digital.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat persatuan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi bagian penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Selain memeringati Hari Kebangkitan Nasional, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan juga terus memperkuat edukasi literasi digital kepada masyarakat, khususnya terkait perlindungan anak di ruang digital.

Mashudi mengungkapkan, pihaknya terus mensosialisasikan larangan bagi anak di bawah usia 16 tahun untuk memiliki akun pada platform digital sebagai langkah perlindungan terhadap anak dari dampak negatif penggunaan media sosial dan internet.

Menurutnya, pengawasan dan pendampingan orang tua sangat penting agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai dengan usia mereka.

“Sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital, terutama dari berbagai risiko penyalahgunaan media sosial dan konten negatif,” katanya.

Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mengedukasi literasi digital kepada sekolah, orang tua, dan masyarakat agar lebih memahami pentingnya keamanan digital bagi anak-anak dan remaja.

“Selain itu, penggunaan internet secara sehat dan bertanggung jawab terus didorong guna menciptakan lingkungan digital yang aman, positif, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda,” tutup Mashudi. (MRF/RIW/EPS)

Dari Lampu Jalan hingga UMKM, Aspirasi Reses Alpiya Rakhman di Tanbu

Tanah Bumbu – Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan UMKM, hingga perbaikan fasilitas umum, disampaikan melalui aspirasi oleh masyarakat di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Alpiya Rakhman.

Aspirasi ini disampaikan pada reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel VI, yang meliputi Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu, sejak 13 hingga 20 Mei 2026.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman

Alpiya mengatakan, reses menjadi momentum untuk kembali hadir di tengah masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dua arah, untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, Ia mengunjungi sejumlah titik dan menggelar dialog terbuka bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga kelompok masyarakat lainnya.

“Kami apresiasi, banyak warga menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing – masing. Diantaranya, kebutuhan alat dan bantuan pertanian, perbaikan infrastruktur jalan, hibah untuk majelis taklim serta kegiatan sosial keagamaan, hingga penanganan banjir yang kerap terjadi,” katanya.

Disampaikan Alpiya, dari berbagai masukan ini, seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD, baik dalam fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada.

“Kita mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan persoalan yang dihadapi demi mendorong percepatan pembangunan daerah,” jelasnya.

Sumber humas DPRD Kalsel

Alpiya mengatakan, melalui reses ini, baik unsur pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan masa sidang II tahun 2026, merasa terbantu dengan adanya berbagai aspirasi, masukan, serta kebutuhan masyarakat, yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, program pembangunan, dan penganggaran yang tepat sasaran untuk kemajuan di Kalsel.

“Terkait usulan lain juga pihaknya meneruskan kepada pemerintah Kabupaten, agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme proposal dari masyarakat maupun lembaga seperti mushalla dan masjid,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alpiya menambahkan, sebagian besar warga ingin diberikan bantuan permodalan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.

Pihaknya berupaya mencarikan solusi dalam menunjang perekonomian masyarakat, khususnya kaum ibu. Ia menyebut akan mendorong kerja sama dengan dinas terkait, untuk menghadirkan pelatihan keterampilan yang dapat membantu menopang ekonomi keluarga.

Selain persoalan ekonomi, warga mengeluhkan banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam ada sekitar 2.000 titik lampu jalan yang padam.

Kemudian meminta program bedah rumah bagi salah satu warga kurang mampu melalui mekanisme proposal bantuan.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, akan ditampung bersama anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, untuk selanjutnya diperjuangkan ke tingkat yang lebih tinggi agar dapat direalisasikan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Puluhan SDN di Banjarbaru Masih Dipimpin Plt, DPRD Dorong Penetapan Kepsek Definitif

Banjarbaru – Persoalan kekosongan kepala sekolah definitif di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Banjarbaru menjadi sorotan DPRD. Sedikitnya 20 SDN saat ini masih dipimpin pelaksana tugas atau Plt kepala sekolah.

DPRD Kota Banjarbaru melalui Komisi I meminta pemerintah daerah segera mempercepat penetapan kepala sekolah definitif agar proses pendidikan dan tata kelola sekolah dapat berjalan lebih optimal.

Ket : Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari saat diwawancara

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas mengatakan, kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan berlangsung terlalu lama karena jabatan Plt hanya bersifat sementara dan harus diperpanjang secara berkala.

“Komisi I mendorong adanya percepatan penetapan kepala sekolah definitif di tingkat sekolah dasar. Jabatan Plt tentu tidak bisa berlangsung terus-menerus karena setiap beberapa bulan harus diperpanjang kembali,” ujarnya, Selasa (19/5).

Menurut Ririk, sebagian besar kekosongan jabatan kepala sekolah terjadi karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun. Untuk sementara, posisi tersebut diisi guru di sekolah masing-masing sebagai pelaksana tugas kepala sekolah.

Ia berharap persoalan itu dapat diselesaikan paling lambat awal Juli 2026 sehingga seluruh sekolah sudah memiliki kepala sekolah definitif saat memasuki tahun ajaran baru.

Selain itu, DPRD Banjarbaru juga menyoroti masih terbatasnya jumlah guru yang memiliki sertifikat dan kompetensi sebagai calon kepala sekolah.

Ririk meminta BKPSDM bersama Dinas Pendidikan Banjarbaru memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan kepala sekolah.

“Kalau memang baru tersedia 10 sampai 15 calon yang memenuhi syarat, maka itu bisa diprioritaskan terlebih dahulu. Namun prosesnya tetap harus mengikuti aturan yang berlaku, termasuk ketentuan adanya beberapa kandidat calon kepala sekolah dalam satu sekolah,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Komisi I DPRD Banjarbaru juga akan kembali menggelar rapat bersama BKPSDM dan Dinas Pendidikan untuk membahas formulasi percepatan pengangkatan kepala sekolah definitif di tingkat SD negeri.

“Kami berharap persoalan kepala sekolah ini bisa benar-benar tuntas paling lambat awal Juli, sehingga seluruh sekolah sudah memiliki kepala sekolah definitif,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Hadirkan Program “Pelita Warna”, Pelindo Sub Regional Kalimantan Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, kembali menunjukkan komitmennya mendukung pembangunan sosial berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelita Warna.

Program ini diwujudkan melalui bantuan pendampingan pelatihan serta sarana dan prasarana penunjang bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, sebagai upaya peningkatan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan seremonial penyaluran bantuan dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin dan dihadiri Wali Kota Banjarmasin M. Yamin, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sugiono, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Heriansyah, Kepala BNN Kota Banjarmasin Wuryantono, Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin yang diwakili AKP Siswadi, selaku Kasat Sabhara Polres Banjarmasin, serta Amrullah, selaku Camat Banjarmasin Barat.

Melalui Program Pelita Warna, Pelindo memberikan bantuan berupa pelatihan keterampilan sekaligus dukungan sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Program ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada warga binaan agar mampu lebih mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Adapun pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan bordir dan jahit sasirangan, sablon kaos metode sublimasi heat press, pemanfaatan sampah organik, serta kerajinan batok kelapa.

Masing-masing pelatihan diikuti 30 peserta sehingga total penerima manfaat dalam program ini mencapai 120 warga binaan.

Seluruh pelaksanaan program turut didampingi Ekosistem Berdaya Lestari Indonesia sebagai mitra pelaksana dan pendamping program.

Dalam sambutannya, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sugiono menyampaikan, bahwa Pelindo sebagai bagian dari ekosistem Danantara memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program – program sosial yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui Program Pelita Warna ini, kami berharap para warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, semangat kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendukung kemandirian dan membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujar Sugiono.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengapresiasi sinergi antara Pelindo, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait, menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya warga binaan.

Menurutnya, program seperti ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung pembinaan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.

Pelindo berharap Program Pelita Warna dapat menjadi langkah awal terciptanya kolaborasi berkelanjutan dalam mendorong pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ke depan, Pelindo akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendukung terciptanya pembangunan yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (RIW/EPS)

Inflasi Turun ke Peringkat Enam Nasional, Kalsel Waspadai Kenaikan Jelang Iduladha

Banjarbaru – Angka inflasi Kalsel hingga April 2026 tercatat mengalami penurunan menjadi 3,67 % setelah sebelumnya berada di angka 3,84 % pada Maret lalu.

Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel, Idris mengatakan, capaian tersebut menunjukkan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak berjalan cukup efektif.

Kabag Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Kalsel, Idris (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Alhamdulillah, inflasi kita sampai April berada di angka 3,67 persen. Sebelumnya kita sempat berada di urutan kedua nasional, sekarang turun ke peringkat enam. Artinya usaha dan kolaborasi seluruh SKPD terkait cukup berhasil,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (18/5).

Menurut Idris, pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, hingga instansi vertikal lainnya yang turut mendukung stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok di daerah.

Tak hanya inflasi, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga menunjukkan tren positif. Idris menyebut pertumbuhan ekonomi Kalsel saat ini berada di atas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,61 persen, sementara Kalsel mencapai 5,67 persen. Ini tentu menjadi capaian yang cukup baik,” katanya.

Meski demikian, Pemprov Kalsel tetap mewaspadai potensi kenaikan inflasi menjelang Iduladha. Peningkatan konsumsi masyarakat saat momentum keagamaan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu kenaikan harga.

Selain itu, potensi gangguan produksi pangan akibat pengaruh cuaca seperti El Nino di sejumlah daerah penghasil juga menjadi perhatian pemerintah.

“Kalau ada perayaan keagamaan tentu permintaan masyarakat meningkat. Itu biasanya berdampak pada inflasi. Ditambah lagi kemungkinan produksi berkurang di beberapa daerah, sehingga perlu kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Idris juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan menyesuaikan konsumsi dengan kebutuhan, bukan sekadar keinginan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Karena pola konsumsi masyarakat juga sangat mempengaruhi stabilitas harga di pasaran,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version