BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pengawas dan Kepala Sekolah Dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Senin (31/7). Dilantik dan disumpah oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina
“Dilantiknya kepala sekolah ini, tentunya untuk peningkatan sekolah sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang baru dilantik tersebut,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan.
Karena itu, lanjutnya, Kepala Sekolah yang baru dilantik ini, dapat menjalankan kurikulum yang berlaku saat ini.
“Sehingga, target target dalam pembelajaran dapat dicapai sekolah tersebut,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini mengingat kepada sekolah sekolah agar ditempatkan mereka, tidak terjadi Perundangan, Pelecehan Seksual, Kekerasan kepada anak anak yang masih berstatus Pelajar tersebut.
“Pemerintah Kota Banjarmasin tidak menginginkan terjadi sesuatu, yang tidak diinginkan, terhadap anak anak pelajar di Kota Banjarmasin, baik dari Tingkat PAUD, hingga SMA,” ujarnya.
Meski wewenang untuk SMA berada pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, namun sekolah tersebut berada di wilayah Kota Banjarmasin.
“Oleh karena itu, semua sekolah di kota ini dapat berperan aktif, agar tidak terjadi Perundangan hingga kekerasan terhadap pelajar pelajar tersebut,” ucap Ibnu.
Pada Pelantikan tersebut sebanyak 155 orang yang diambil sumpah untuk jabatan Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Terdiri Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak, Kepala Sekolah Dasar serta Kepala Sekolah Menengah Pertama. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Festival Karya Tari Daerah (FKTD) dalam rangka menyambut Hari Jadi ke 73 Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (29/7).
FKTD Tahun 2023 yang merupakan salah satu wujud pemerintah dalam mengenalkan serta menyebarluaslan seni karya tari daerah yang dimiliki kabupaten/kota di Kalsel mengangkat tema “Legenda atau cerita rakyat Kalimantan Selatan” dilaksanakan di gedung Mahligai Pancasila.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kalsel, Nurul Fajar Desira Membuka FKTD Tahun 2023 Ditandai Dengan Pemukulan Gong
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira menyampaikan FKTD merupakan salah satu wadah yang tepat untuk menghadirkan berbagai macam tarian. Tidak hanya indah secara visual, tetapi merefleksikan identitas dan kekhasan budaya.
Suasana Pembukaan FKTD Tahun 2023
“Dari kegiatan seperti ini, kita dapat mengajarkan generasi muda tenang akar budaya Kalsel, serta mengenalkan nilai – nilai kultural yang melekat dalam setiap gerakan tari pada FKTD 2023,” jelasnya.
Selain sebagai media promosi kebudayaan, lanjut Fajar, pelaksanaan ini juga sejalan dengan amanah Undang Undang Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.
Untuk itu, ia berharap semoga pemahaman dan apresiasi terhadap seni tari daerah akan semakin meningkat, sehingga para seniman Banua dapat terdorong untuk terus berinovasi dan menciptakan karya dari daerah.
“Karena dukungan dan apresiasi dari masyarakat menjadi katalis yang dapat mendorong pertumbuhan seni tari di banua kita tercinta,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati mengungkapkan pada FKTD 2023 ada 11 kabupaten/kota yang ikut berpartisipasi menampilkan tarian khas daerah mereka masing-masing.
“Dari jumlah peserta tahun ini, alhamdulillah kita memiliki penambahan menjadi 11 kabupaten/kota yang ikut yaitu Kota Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan, kHulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Balangan, Tanah Laut, Kotabaru, Barito Kuala dan Tanah Bumbu,” tuturnya.
Ditambahkan Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, D. Sunjaya Adhiarso mengatakan ada tiga juri FKTD 2023 ini terdiri dari dua orang juri lokal dan satu orang juri nasional yaitu Setyastuti yang merupakan dosen pengajar Seni pertunjukan dari Institut Seni Indonesia, Lupi Anderiani dari praktisi Seni Musik Tradisi dan Gita Kinanthi Purnama Asri dari praktisi seni tari.
“Bagi pemenang juara 1, akan kami ikutkan ke dalam event kesenian tari di tingkat nasional mewakili Kalsel,” tuturnya.
Pemenang Festival Karya Tari Daerah tahun 2023 dari Kabupaten Banjar yang mengangkat tari berjudul “Tari Pusaka Kasih”. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin akan kembali menyapa masyarakat melalui program turun ke desa (turdes) kali kesembilan.
Turdes Kemerdekaan Tahun 2023 ini rencananya berlangsung selama enam hari dari 3 hingga 8 Agustus 2023 dengan mengangkat tema “Bergerak Lintas Beribu Sungai Banua”.
Persiapan turdes ini dibahas pada Rapat Koordinasi Turdes, Hari Jadi Kalsel dan HUT RI 2023 di ruang Aberani Sulaiman, Kantor Setda Prov Kalsel, Banjarbaru, Senin (31/7) pagi.
Rute Turdes Kemerdekaan Tahun 2023 ini akan menyambangi semua kabupaten/kota se-Kalsel. Pada hari ke-1 dimulai dari Banjarmasin menuju ke Batola. Hari ke-2 menuju ke Tapin, HSS dan HSU.
Kemudian pada hari ke-3, rombongan menuju ke Tabalong, Balangan, Barabai dan Loksado. Hari ke-4 turdes dilanjutkan ke Tanah Bumbu dan Kotabaru. Sedangkan hari ke-5 menuju Tanah Laut serta terakhir finish hari ke-6 di Kiram Kabupaten Banjar.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar mengatakan, turdes ke- 9 terkait penanganan inflasi, stunting dan perekaman e-KTP.
Sekdaprov Kalsel saat memimpin rapat persiapan turdes
Sekda Roy meminta SKPD yang menjadi koordinator agar betul-betul menyiapkannya seperti titik lokasi, jumlah penerima bantuan maupun yang lainnya.
“Saya minta koordinator, pastikan titik titiknya, simbolisnya seperti apa, tolong dipastikan jumlahnya penerimanya,” sebutnya.
Sekda Roy juga meminta Inspektorat agar mengawal ketat kegiatan agar tidak bermasalah di kemudian hari.
“Saya minta Inspektorat jangan sampai kegiatan ini menjadi masalah di kemudian hari. Mana saja yang menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT) yang mana tidak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun, selaku dinas koordinator pada turdes kali ini mengungkapkan pihaknya akan mendatangi sekolah – sekolah yang ada di kabupaten/kota, untuk menurunkan angka stunting sekaligus pemenuhan dokumen kependudukan dan penanaman pohon.
Disampaikannya, dalam turdes itu rencananya Paman Birin akan menyerahkan 8.000 bakul sembako untuk mengendalikan inflasi sekaligus penanganan stunting.
Paman Birin juga akan menyerahkan tablet vitamin, makanan tambahan, gemar makan ikan, makan telur, bibit tanaman dan paket sembako. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Guna memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Kalsel ke 73 tahun dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 78 tahun, serta dalam rangkaian menjelang Hari Ulang Tahun RSGM Gusti Hasan Aman ke 10 tahun, kembali menggelar Bakti Sosial.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto, bertempat di halaman Siring Menara Pandang Banjarmasin, Minggu (30/7) pagi.
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto
Usai kegiatan, kepada Wartawan, Teguh Hadianto mengatakan, Bakti Sosial ini bertujuan memberi pelayanan kesehatan, konsultasi, pemeriksaan, dan promosi kesehatan gigi dan mulut serta kesehatan umum. Ia berharap, masyarakat akan semakin rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya.
“Baksos ini rutin kita gelar, dan ada 15 rangkaian kegiatan lagi, hingga September nanti,” ucapnya
Suasana Bakti Sosial, salah satu pasien dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut
Disampaikan Teguh, dalam kegiatan Bakti Sosial, beberapa dokter gigi memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gigi. Kemudian dokter umum melayani pemeriksaan kesehatan seperti cek tekanan darah, kadar gula, asam urat dan kolesterol, serta dibantu perawat dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang sedang melaksanakan Koas. Ia mengapresiasi ada sekitar 120 orang warga yang mendaftar.
“Kita juga adakan sikat gigi massal bagi anak-anak, untuk memberikan edukasi cara menyikat gigi dengan benar dan dapat diamalkan terus nantinya,” ujarnya.
Suasana Bakti Sosial, anak-anak diberikan edukasi, cara menyikat gigi dengan benar
Lebih lanjut Teguh menambahkan, setelah Bakti Sosial ini, pihaknya menjadwalkan Penyuluhan dan Praktik Sikat Gigi Bersama kepada peserta didik SDN Melayu 2 Banjarmasin dan dibuka bagi anak ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bertempat di Halaman RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, Jalan Simpang Ulin Banjarmasin, pada Sabtu 5 Agustus mendatang.
“Bisa sekarang segera mendaftar, karena Kuota terbatas,” tutupnya
Untuk diketahui, Bakti Sosial yang digelar Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan ini, bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Persatuan Dokter Gigi Kalimantan Selatan, Persatuan Dokter Gigi Banjarmasin, serta beberapa pihak lainnya. Diakhir acara diberikan bingkisan dooprize dengan cara diundi bagi peserta yang telah mendaftar. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pergelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXIV Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, resmi ditutup oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, di panggung utama yang terletak di Lapangan Dr Murdjani Kota Banjarbaru, Kamis (27/7) malam. MTQN kali ini selama seminggu penuh, sejak 20 – 26 Juli 2023.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, dengan berakhirnya MTQ Nasional ke XXXIV tingkat Provinsi Kalsel, dirinya mengucapkan selamat kepada para pemenang yang berhasil menjadi yang terbaik. keberhasilan atau prestasi di Tingkat Provinsi ini, dapat juga ditorehkan di tingkat nasional nantinya.
“Pelaksanaan MTQN Tingkat Provinsi selanjutnya direncanakan akan digelar di Kabupaten Tapin, ” ungkap Sahbirin Noor.
Sementara itu, selaku tuan rumah pada perhelatan MTQN Tingkat provinsi ke XXXIV, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengaku bersyukur acara telah berjalan dengan lancar, baik, dan mudah-mudahan para Khafilah Khafilah terbaik bisa memberikan contoh, dan menjadi duta cinta Al-Qur’an dan bisa mensosialisasikan syiar Islam kepada Masyarakat.
“Terutama kepada generasi muda kita,” ucap Aditya.
Ia melanjutkan, dalam ajang ini para Khafilah terbaik akan diberangkatkan ke Provinsi Jambi untuk mewakili Kalsel di tingkat Nasional pada Agustus yang akan datang.
“Kita berharap ini menjadi role modele untuk anak muda Kota Banjarbaru dan generasi muda,” tutup Aditya.
Untuk diketahui, pada MTQ Nasional ke-XXXIV Kabupaten Banjar menjadi juara umum, disusul oleh Kota Banjarmasin diperingkat kedua, dan ketiga Kota Banjarbaru. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Opening ceremoni usaha Kecil menengah (UKM) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Jawa Tengah (Jateng) expo 2023 resmi dibuka di atrium salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Banjarmasin, Jum’at (28/7). Jateng expo akan diselenggarakan selama 3 hari, 28 – 30 Juli 2023. Gelaran ini bertujuan untuk memacu keunggulan daya saing UKM Jawa Tengah secara berkesinambungan melalui perluasan secara nasional.
Dekranasda Jateng Expo 2023 dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Siti Atiqoh Supriyanti, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalsel M Syaripuddin, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalsel, Mahyuni, Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas, Kepala Dinas Koperasi dan UK Provinsi Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai, beserta tamu undangan lainnya.
Mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, pemprov Kalsel mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang sebesar besarnya karena telah memilih Kalimantan Selatan sebagai tempat penyelenggaraan UKM Dekranasda Jateng Expo tahun 2023. Kegiatan ini selain menjadi ajang promosi dan pemasaran, juga dapat menciptakan dan mengembangkan kemitraan usaha dan bisnis UKM dengan saling berkolaborasi dan berbagi pengetahuan.
“Para pelaku UKM di Kalsel dapat memiliki kesempatan belajar menggali lebih banyak ide-ide kreatif dan strategis inovatif dalam menghadapi tantangan pasar kedepannya,” ungkap Roy.
Ia mengharapkan, UKM Dekranasda Jateng Expo tahun 2023 dapat memperkokoh hubungan kerjasama antara Kalsel dan Jawa Tengah, khususnya dalam bidang UMKM dan ekonomi kreatif. Kolaborasi kedua Provinsi diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi lokal, mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, serta menciptakan peluang kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
“Harapannya kedepannya mampu meningkatkan daya saing produk-produk lokal asal Kalsel,” tutup Roy.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, dengan adanya Dekranasda Jateng Expo di Kalsel, maka Pemerintah Daerah setempat dapat bertukar pikiran terkait potensi pasar, desain produk, dan lain sebagainya.
“Harapan kita Dekranasda Jateng Expo akan membuat literasi antara Jawa Tengah dengan Kalsel untuk peningkatan produk UMKM,” ungkap Ganjar.
Setiap tahunnya, Provinsi Jawa Tengah selalu membuat bingkisan/parsel (hampers) dari pelaku UMKM Jawa Tengah. Hal ini untuk menjaga integritas antara Pemerintah Jawa Tengah dengan pelaku UMKM untuk membangun integritas.
untuk diketahui, Dekranasda Jateng Expo merupakan agenda rutin dari Dekranasda Jawa Tengah dengan penyelenggaraan secara keliling. pada tahun 2018, penyelenggaraan Dekranasda Jateng Expo dilaksanakan di Kalimantan Timur (Kaltim), ditahun 2019 di kota Palembang Provinsi Sumatera selatan, ditahun 2020 dan 2021 Dekranasda tidak melaksanakan Jateng Expo dikarenakan adanya wabah pandemi covid-19, dan ditahun 2022 dilaksanakan di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, serta ditahun 2023 dilaksanakan di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kabupaten Tabalong melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)-nya melakukan kunjungan kerja (Kunker) mengenai, Peningkatan Sarana dan Prasarana (Sapras) Keolahragaan ke Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.
Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Tabalong Mukhlis mengatakan, kunker yang mereka lakukan saat ini bertujuan, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peningkatan sarana dan prasarana yang ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.
Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Tabalong Mukhlis (Baju Biru)
“Kunker yang kami lakukan ini untuk peningkatan prestasi Keolahragaan di Tabalong,” ungkap Mukhlis, kepada sejumlah wartawan, Jumat (28/7).
Karena, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong memiliki keinginan untuk peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten tersebut.
“Oleh karena itu kami memberikan dukungan kepada pemerintah, hingga berkunjung langsung ke Dispora Kalsel ini,” ujarnya lebih lanjut.
Peningkatan prestasi olahraga tersebut, menurutntaberkaitan dengan sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh Kabupaten Tabalong.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis juga mengatakan, saat ini prestasi atlet dari Kabupaten Tabalong terus mengalami peningkatan sampai ke nasional.
“Pemerintah Kabupaten Tabalong serta DPRD memberikan apresiasi dan dukungan terhadap peningkatan prestasi atlet atlet tersebut,” ujar lagi.
Karena atlet asal Kabupaten Tabalong ini sudah mencapai tingkat nasional. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan prestasi keolahragaan tersebut.
“Kami berharap, apa yang menjadi upaya dari Pemerintah Tabalong tersebut, mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Sementara Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel Heru Sumianto mengatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan sarana dan prasarana keolahragaan oleh Kabupaten Tabalong tersebut.
BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan 6 Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di tahun 2023 ini.
Kawasan perkantoran BPSDMD Kampus I Jalan Panglima Batur, Banjarbaru dipotret dari atas. (sumber : BPSDMD Kalsel)
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Kalsel Ahmad Bagiawan mengatakan, hanya dua pelatihan yang diselenggarakan langsung di BPSDMD Kalsel. Sedangkan 4 lainnya diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota.
“Ada Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu,” katanya, Jumat (28/7).
PKA di Kabupaten/Kota, ungkap Bagiawan, dilakukan dengan pola fasilitasi. Artinya, BPSDMD Kalsel hanya mengirimkan Widyaiswara, untuk memberikan pelatihan kepada Pejabat Eselon III disana.
“Pesertanya pun kalau di daerah itu ya pejabat yang ada di kabupaten/kota penyelenggara. Kalau di tempat kita (BPSDMD Kalsel) pesertanya campuran. Dari provinsi ada, kabupaten/kota ada, bahkan dari Kalteng juga,” bebernya.
Bagiawan berujar, pola fasilitasi ini dilakukan karena keterbatasan APBD. Pola ini menururtnya, membuat pendapatan BPSDMD Kalsel tidak maksimal. Lantaran pihaknya tidak mendapatkan pemasukan dari sewa gedung dan kamar untuk peserta.
“Kalau pelatihannya dilaksanakan di tempat kita, otomatis peserta akan menginap disini. Pemasukan kita juga akan bagus. Apalagi rata-rata pelatihan dilaksanakan 90 hari,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Bagiawan yang juga Plh Kepala BPSDMD Kalsel berharap, keinginan pihaknya untuk menjadikan BPSDMD Kalsel sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) segera terwujud. Agar pelaksanaan pelatihan tidak bergantung dengan APBD.
“Kemarin dari pihak kita sudah melakukan studi tiru ke Jawa Barat untuk melihat kelengkapan disana. Karena BPSDMD Jawa Barat sudah berstatus BLUD,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Edukasi Rupiah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan SMA dan SMK di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pesan itu mengemuka dari kegiatan Peluncuran Model Integrasi Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah ke dalam Kurikulum Mata Pelajaran Ekonomi dan Pendidikan Pancasila tingkat SMA dan SMK se-Kalimantan Selatan disalah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Kamis (27/7) siang.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel memberikan cenderamata kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel
Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Bimo Epyanto mengatakan, metode yang digunakan dalam model integrasi edukasi Rupiah ke dalam kurikulum pendidikan tingkat SMA/SMK ini, adalah pelatihan untuk pelatih (training of trainer, ToT).
“Jadi, BI memberi edukasi CBP Rupiah kepada para guru. Kemudian, para guru akan menyampaikan materi edukasi Rupiah yang telah dipelajari dari BI tersebut, kepada para pelajar dan peserta didik,” jelas Bimo.
Dengan metode ToT, menurut Bimo, proses transfer ilmu akan lebih efektif dan efisien ketimbang metode sosialisasi pada umumnya. Selain itu, kepastian pelajar untuk mengenal salah satu simbol kedaulatan negara ini diperkuat dengan mengintegrasikan edukasi Rupiah ke dalam kurikulum pendidikan.
Lebih lanjut, Kepala Disdikbud Kalsel yang diwakili staf Disdikbud Kalsel, Muhammad Dong menyatakan dukungannya terhadap inovasi yang dilakukan BI. Bentuk konkret terhadap dukungan yang dilakukan pihaknya adalah mengeluarkan surat edaran agar semua guru SMA dan SMK di Kalsel mengintegrasikan muatan CBP Rupiah ke dalam mata pelajaran Ekonomi dan Pendidikan Pancasila.
“Kami mendukung inovasi yang dilakukan BI. Untuk itu, kami akan mengeluarkan surat edaran agar para guru memberikan edukasi Rupiah melalui mata pelajaran Ekonomi dan Pendidikan Pancasila,” kata Dong.
Seperti diketahui, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Integrasi CBP Rupiah ke dalam kurikulum pendidikan SMA dan SMK merupakan salah satu terobosan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Untuk meningkatkan pemahaman dunia pendidikan tentang Rupiah, kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber. Ada Fauzi Rahman selaku perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Mata Ajar Ekonomi dan Pendidikan Pancasila, yang menjelaskan model intergrasi edukasi CBP Rupiah ke dalam kurikulum pendidikan.
Selain itu, ada pula Lektor Kepala Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Bambang Subiyakto, yang membawakan materi tentang nilai-nilai kepahlawanan dalam uang Rupiah.
Kegiatan digelar secara hibrida. Peserta luring terdiri dari perwakilan guru SMA dan SMK dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalsel berjumlah 62 orang. Sementara peserta daring terdiri dari 150 orang perwakilan guru mata pelajaran Ekonomi dan Pendidikan Pancasila tingkat SMA dan SMK se-Kalsel. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, membagikan bubur di halaman Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov), di Banjarbaru, Jumat (28/7) pagi. Ini sebagai bentuk memperingati 10 Muharram 1445 Hijriah atau lebih tepatnya dimomen Hari Asyura.
Suasana pegawai dilingkungan Pemprov Kalsel yang tengah menikmati bubur Asyura dari Paman Birin
“Jadikan ini sebagai nilai-nilai semangat kita untuk terus bergotong royong,” ujarnya usai membagikan bubur Asyura kepada ribuan pegawai dilingkup Pemprov Kalsel.
Orang nomor satu di Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini juga mengungkapkan, melalui kegiatan itu diharapkan makna yang tersirat mampu lebih dijadikan contoh.
“Tentu merupakan makna dari ajaran Agama Islam dan berbagi itu sangai baik,” ungkapnya.
Terlebih, ia berpesan, pada momentum kali ini masyarakat yang juga turut melaksanakan kegiatan serupa dapat lebih mengedepankan persaudaraan dan silaturahmi dengan menunjukkan saling berbagi.
“Saya turut mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1445 H, maka peringatan yang hanya ada satu tahun sekali tentu harus dijadikan tempat untuk menjalin silaturahmi,” tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel juga sempat terjun membantu memasak bubur Asyura untuk ribuan lebih pegawai dilingkup pada pagi harinya. Hingga dilanjutkan dengan berbagi bubur diperingatan 10 Muharram. (RHS/RDM/RH)