Pemprov Kalsel Apresiasi DPW FKDT Atas Kontribusinya Kembangkan Pendidikan di Banua

MARTAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengapresiasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Kalsel atas kontribusinya dalam mengembangkan pendidikan agama di Banua.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fatkhan saat menghadiri sekaligus membuka Rakerwil I dan pelantikan DPW FKDT masa bakti 2023-2028 yang bertempat di Islamic Center K.H. Anang Djazouliy, Martapura, Kab. Banjar, Rabu (21/8).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fatkhan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Fatkhan mengatakan keberadaan FKDT sangat penting untuk mendukung dan mengembangkan pendidikan agama yang berkualitas.

“Saya mengapresiasi FKDT dimana memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Diniyah, mudah-mudahan para pengurus dapat menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya dan membawa kemajuan bagi FKDT Kalsel,” katanya.

Fatkhan mengungkapkan dalam menghadapi era seperti sekarang ini, tantangan justru semakin berat, oleh karena itu FKDT sebagai organisas harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional dan agama yang menjadi ciri khas.

“Pendidikan Diniyah adalah pondasi yang kuat dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan pemahaman agama serta mampu menghadapi tantangan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai islami,” ungkapnya.

Fatkhan berharap FKDT terus berkontribusi dalam membentuk karakter dan pengembangan keagamaan khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.

“Melalui pendidikan yang berkualitas, saya berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki hati yang bersih serta mampu menjadi tauladan bagi masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Fatkhan mengajak seluruh pengurus FKDT untuk senantiasa menjaga semangat pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan tugas-tugas mulia.

“Marilah, kita bekerja dengan penuh keikhlasan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan moral dan spiritual bangsa, khususnya di Provinsi Kalsel,” ujarnya.

Fatkhan menambahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dengan segala upaya bagi pendidikan Diniyah di Banua.

“Saya yakin dengan kerjasama antara FKDT dan pemerintah kita akan mampu serta dapat mencapai tujuan besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya.

Untuk diketahui, pelantikan pengurus DPW FKDT Kalsel tersebut dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Kanwil Kemenag Kalsel, Ahmad Sawiti yang juga turut disaksikan oleh perwakilan Pemkab Banjar serta tamu undangan lainnya. (BDR/NRH/APR)

Tingkatkan Konsumsi Ikan, Dilautkan Kalsel Gelar Lomba Masak Ikan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalsel, menggelar Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel ke-21 Tahun 2024, di Halaman Perkantoran Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, pada Rabu (21/8) siang.

Lomba tersebut diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kalimantan Selatan, dengan tiga kategori lomba, yaitu menu kudapan, menu keluarga, dan menu balita.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor, didampingi Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan yang mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel berkeliling mencicipi makanan pada lomba masak ikan

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Ahmad Bagiawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sangat menekankan pentingnya upaya pemanfaatan sumber daya hayati perikanan dan perairan sebagai bagian integral dari pembangunan sektor perikanan di daerah tersebut.

“Pembangunan sektor perikanan memiliki nilai ekonomis yang penting dan tinggi, bahkan sangat strategis dan prospektif sebagai produk yang menjanjikan di masa mendatang,” ucapnya.

Sahbirin Noor juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan perhatian serius terhadap permasalahan stunting dan gizi buruk. Masalah ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia dan tumbuh kembang anak.

“Mengingat Banua kita yang kaya akan sumber daya perikanan serta kebiasaan masyarakat Banjar yang gemar makan ikan, tentunya ini merupakan potensi yang dapat diangkat, dikembangkan, dan dipromosikan untuk mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting di daerah kita,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa lomba masak ikan tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kebiasaan makan ikan di seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, angka konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi, mencapai 65 kg per kapita per tahun. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 55 kg per kapita per tahun.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Selatan sudah memiliki kesadaran yang baik terhadap pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein,” tutup Rusdi. (MRF/NRH/APR)

Gubernur Kalsel Sampaikan Penjelasan Raperda APBD-P Tahun 2024

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, melalui Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan penjelasan atas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Penyampaian penjelasan Raperda tersebut pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila, Rabu (21/0).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini, dalam sambutannya, mengatakan bahwa tahapan penyampaian penjelasan ini begitu penting dalam proses pembentukan raperda yang dimaksud.

“Penyampaian ini sangat penting karena memuat rencana keuangan yang digunakan Pemerintah Daerah Provinsi Kalsel untuk melaksanakan pelayanan umum dalam satu tahun anggaran,” katanya

Melalui perencanaan yang matang, sambung Paman Birin, dan dengan kolaborasi antar eksekutif dan legislatif inilah, kita dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk mencapai pembangunan daerah di “Banua”.

“Melalui ini, kita ingin mencapai kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPRD Provinsi Kalsel, atas kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasari dalam pencapaian target perencanaan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Paman Birin, tema pembangunan Kalsel di Tahun 2024 ialah, “Peningkatan Kualitas Daya Saing Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif”. Tema ini memberi gambaran bahwa pembangunan Provinsi Kalsel Tahun 2024 diarahkan untuk meningkatkan daya saing daerah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Paman Birin menambahkan adapun struktur/postur APBD yang tertuang dalam Raperda APBD Perubahan dan Rancangan Perkada Penjabaran APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024, yaitu pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp11,470,536,243,704 dan belanja daerah dianggarkan sebesar Rp13,175,256,507,020.
Terjadi defisit anggaran sebesar Rp1,704,720,263,316.

“Pada posisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp1,762,208,763,316 yaitu pada penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran dan pencairan dana cadangan. Pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp57,488,500,000,” jelasnya. (NRH/APR)

384 Peserta Ikuti Kejuaraan Paman Birin Archery Open ke-3 DESDM Kalsel Competition 2024 di Banjarbaru

BANJARBARU – Paman Birin Archery Open ke-3 Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel Competition 2024, resmi dibuka di Lapangan Panahan DESDM Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (21/8).

Kejuaraan yang berlangsung mulai 21 hingga 25 Agustus 2024 ini diikuti 384 peserta dari 60 klub panahan, yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di empat provinsi termasuk Kalsel.

Paman Birin Archery Open ke-3 terbagi dalam 10 kelas diantaranya kategori Standar Bow U-10 jarak 10meter, Bear Bow umum jarak 20meter, Vita Recap 70meter, dan Bear Bow 50meter.

Pembukaan dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Membacakan sambutan Gubernur, Adi Santoso menyampaikan rasa syukurnya terhadap popularitas olahraga panahan di Kalsel, yang dibuktikan dari banyaknya minat masyarakat serta meningkatnya berbagai kompetisi panahan.

Kepala DESDM Kalsel Isharwanto (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu pihak swasta yang mendukung kegiatan

“Momentum baik ini harus dapat kita jaga dan kita tingkatkan lagi secara konsisten,” katanya.

Adi berharap kejuaraan ini dapat diselenggarakan secara rutin, agar olahraga panahan di Banua semakin dikenal, banyak diminati oleh masyarakat dan dapat meningkatkan prestasi olahraga di banua Kalsel.

“Saya berharap sekarang dan ke depan olahraga memanah di banua dapat terus menunjukkan eksistensinya baik dari segi pembinaan maupun raihan prestasi,” tuturnya.

Sementara, Kepala DESDM Kalsel, Isharwanto mengatakan, kejuaraan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT RI ke-79.

“Kita jadikan momentum itu untuk melahirkan atlet panahan, di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isharwanto juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalsel dan seluruh aparat pemerintah provinsi Kalsel karena telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh akan terselenggaranya acara ini.

“Termasuk pihak-pihak swasta yang telah membantu memberikan partisipasi dan berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (SYA/NRH/APR)

Cabor Balogo Kalsel Siap Rebut Medali Emas di Porwanas XVI

BANJARMASIN – Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan Cabang Olahraga (cabor) Balogo siap merebut medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) Tahun 2024 di Kalsel.

Atlet Balogo PWI Kalsel Gazali Rahman mengatakan, saat ini sudah siap merebut medali emas.

“Kami sudah menjalani latihan diatas 90 persen, sehingga tinggal menjalani pertandingan saja,” ungkapnya.

Atlet Balogo PWI Kalsel Gazali Rahman

Berdasarkan dari hasil latihan yang telah dijalani oleh pihaknya, baik secara intensitas yang sudah dilakukan selama ini, menurut. Gazali, pihaknya optimis dapat meraih medali emas.

“Memperoleh medali emas tersebut sudah menjadi tujuan utama kami,” ucapnya.

Mengingat, tambah Gazali, Balogo ini merupakan olahraga tradisional berasal dari Kalimantan Selatan.

“Pada pertandingan Balogo Porwanas ini kami mengikuti semua nomor yang dipertandingkan,” ucapnya.

Seperti, tambahnya, pada nomor perorangan, ganda, serta beregu.

Kontingen Balogo Kalsel diperkuat Gazali Rahman, Fahruraji, Muhammad Aditya, serta Yadi Ariyadi. (SRI/NRH/APR)

Cabor Balogo Porwanas XVI Laksanakan Latihan Bersama Jelang Pertandingan

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Balogo melaksanakan latihan bersama, yang diikuti delapan kontingen dari berbagai provinsi, di Lapangan Basket GOR Hasanuddin, Selasa (20/8).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, melalui Koordinator Cabor Balogo, Bambang Santoso menjelaskan, delapan provinsi memastikan ikut memperebutkan 24 medali pada cabang olahraga Balogo di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV Kalimantan Selatan, yang digelar 20 hingga 26 Agustus 2024.

“Meski hanya diikuti 8 provinsi, bisa dipastikan persaingan untuk memperebutkan medali di tiga nomor yang dipertandingkan, yakni perorangan, ganda dan beregu, berjalan ketat,” ungkapnya.

Untuk Cabor Balogo ini, lanjut Bambang, merupakan yang pertama kali di pertandingkan sehingga di pelaksanaannya tidak diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia.

“Balogo baru kali ini dipertandingkan di Porwanas. Kita maklum saja pesertanya lebih sedikit dari cabor lainnya yang dipertandingkan,” ucapnya.

Meski baru, tambah Bambang, pertama kali dipertandingkan di Porwanas, namun cabor Balogo sudah termasuk pertandingan resmi.

“Jadi perolehan medali Balogo tetap masuk dan dihitung sebagai perolehan medali tiap kontingen,” terangnya.

Untuk diketahui, delapan Kontingen Cabor Balogo yang siap bertanding, yakni, Kalsel, Riau, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kaltim, Kalteng, Aceh, serta Jogjakarta. (SRI/NRH/APR)

DPKP Kalsel Panen Perdana Padi Apung di Kabupaten Banjar

BANJAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel menggelar panen perdana padi apung di Kabupaten Banjar.

Panen Perdana padi apung ini dilaksanakan di Desa Sungai Pinang lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (20/8).

PLH Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Imam Subarkah

PLH Kepala DPKP Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan bahwa panen padi apung yang dilakukan kali ini menjadi bukti bahwa padi apung dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Selatan. Lanjutnya, padi apung ini merupakan solusi bagi para petani yang terkendala kekurangan lahan penanaman padi.

“Hasil dari panen perdana tersebut membuktikan bahwa padi apung dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di daerah rawa dan air pasang surut,” ungkapnya.

Panen padi apung sendiri, telah dilaksanakan di beberapa kabupaten, seperti Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala, Balangan, Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar. Padi apung juga menjadi solusi bagi para petani yang mengalami kebanjiran, hal ini dikarenakan padi apung dapat ditanam dilahan rawa maupun dibelakang rumah.

“Padi apung yang ditanam di kabupaten Banjar pada program panen perdana ini mencapai 5,3 ton dengan luas lahan 0,1 hektare,” jelas Imam.

Ditambahkan Imam, padi apung dapat menjadi alternatif pengganti lahan pertanian yang sempit dan membantu produksi pangan di daerah yang terkendala. Saat ini, permintaan untuk program ini masih terbatas pada sekitar 70 stream. Namun, pada tahun berikutnya diharapkan permintaan akan semakin besar. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk mendukung program ini.

“Kami berharap agar setiap Kabupaten dapat mengembangkan program ini dan memanfaatkan lahan rawa yang selama ini hanya terbengkalai,” tutup Imam. (MRF/NRH/APR)

Badan Kesbangpol Kalsel Riang Gembira Bentangkan Sasirangan Rekor MURI 2024

Banjarbaru – Seluruh karyawan/karyawati Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat riang gembira membentangkan kain sasirangan berwarna cokelat, saat menyambut kedatangan Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah yang secara khusus menyapa mereka.

Istimewanya lagi para pegawai kompak mengenakan seragam kain batik sasirangan bermotif indah dan pada ujung kain diberikan tulisan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selamat siang ibu, Salam Hangat dari kami semua,” ucap para pegawai saat membalas sapaan ramah Acil Odah.

Ya, suasana penuh kegembiraan dan keceriaan juga bisa dilihat ratusan para pegawai, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang secara serentak membentangkan ribuan meter kain sasirangan dengan beragam corak.

Inisiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel, Acil Odah itu dinilai Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai event budaya penggerak perekonomian daerah dalam mendorong peningkatan kerajian lokal dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Inisiasi Dekranasda Provinsi Kalsel itu pun mendapat apresiasi MURI dengan memberikan anugerah piagam istimewa MURI Award 2024.

“Kami sangat terkesan dengan even luar biasa ini. Bapak Kaban Kesbangpol dan kami seluruh pegawai sangat mendukung” tutur Sri Rachma SSos MAP, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, ditemui di lokasi pembentangan kain sasirangan, di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Selasa (20/8).

Menurut Rachma sapaan akrabnya, inisiasi dari Ketua Dekranasda Kalsel ini sangat luar bisa. Selain efektif mengenalkan produk lokal unggulan daerah, mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah, juga sebagai media promosi efektif di tingkat lokal, nasional maupun dunia .

Berdasarkan pantauan harian ini, dukungan terhadap pemecahan rekor MURI dengan cara Membentangkan Kain Sasirangan terpanjang ini tidak hanya dari kalangan pegawai, juga dari para mahsiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Salah satu SKPD yang juga terlihat antusias mendukung kegiatan ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel Raden Suria Fadliansyah mengatakan, even budaya membentangkan kain sasirangan terpanjang ini merupakan baru pertama digelar di Kalsel.

Pada event tersebut, oleh BPBD Kalsel disisipkan dengan sosialisasi mitigasi bencana berupa imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan dan informasi mitigasi bencana lainnya. (Rilis/NRH/APR)

Bank Kalsel Permudah Pembayaran Parkir di Banjarmasin Dengan QRIS

Banjarmasin – Parkir adalah salah satu elemen krusial pengelolaan kota, mempengaruhi ketertiban, kenyamanan, dan keindahan lingkungan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Bank Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Pehubungan Kota Banjarmasin, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas layanan parkir secara digital di Kota Banjarmasin.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Bank Kalsel dan Dishub melaksanakan Sosialisasi Penyelenggaraan Parkir dalam Rangka Launching Seragam Juru Parkir Objek Retribusi di Kota Banjarmasin, sekaligus Penyerahan dan Sosialisasi QRIS dari Bank Kalsel kepada Pengelola dan Juru Parkir, pada Senin (19/8) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Sebelum memberikan sambutannya, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyerahkan secara simbolis pengalungan kode QRIS dan tanda pengenal serta seragam juru parkir kepada perwakilan pengelola dan juru parkir di Kota Banjarmasin. Turut mendampingi Kepala Dinas Perhubungan, Selamet Begjo dan Kepala Cabang Utama Bank Kalsel, Muhammad Yamin. Adapun yang menyaksikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Akhmad Rivani; perwakilan Kejaksaaan Negeri Banjarmasin, Amir Giri M, perwakilan Polresta Banjarmasin; perwakilan Dandim 1007/Banjarmasin serta pengelola dan juru parkir se-kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Ibnu Sina berharap para pengelola dan juru parkir bisa melek teknologi tanpa menjadikan alasan kesulitan ataupun handphone yang tidak support, karena sudah menjadi tuntutan di era digital saat ini.

Dirut Bank Kalsel menyerahkan secara simbolis QRIS parkir kepada Walikota Banjarmasin

“Dengan kegiatan hari ini, dapat meningkatkan transparansi yang maksimal. Sehingga akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, dan diharapkan bisa berdampak pada pembangunan kota Banjarmasin,” harap Ibnu.

Hal senada disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Ia bersyukur, karena Bank Kalsel selalu dipercaya dalam mendukung program inklusi keuangan, memperluas penggunaan transaksi non-tunai, serta mendukung program pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih efisien dan transparan.

“Bank Kalsel berkomitmen untuk mendukung transformasi digital di seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam sektor layanan publik seperti pengelolaan parkir. Dengan penerapan pembayaran QRIS bagi juru parkir se-Kota Banjarmasin, kami berharap dapat memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam transaksi pembayaran bagi masyarakat,” tutup Fachrudin. (ADV-RIW/NRH/APR)

Sekwan Kalsel Sambut Hangat Kunjungan Kerja Bapemperda DPRD Jatim

Banjarmasin – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima kunjungan kerja (kunker) dari rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (20/08).

Rombongan Bapemperda DPRD Jatim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jatim, Nurfitriana disambut dengan hangat oleh Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kalsel, Muhammad Andri Yuzhar.

Andri mengatakan, bahwa materi pembahasan pada pertemuan kali ini berfokus kepada analisa dan evaluasi capaian propemperda yang sedang berjalan di Jawa Timur. Karenanya, lanjutnya, Bapemperda Jatim berkunjung untuk memperoleh masukan dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel.

“Jadi ada beberapa yang mereka sampaikan, khususnya terkait harmonisasi rancangan Perda yang dilaksanakan oleh instansi vertikal dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Alhamdulillah di Jawa Timur sudah berjalan, begitu juga di tempat kita sudah berjalan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antar Jatim dan Kalsel akan semakin harmonis. Terlebih, kedua belah pihak bisa saling belajar melalui diskusi dan sharing yang berorientasi pada tujuan yang sama, yakni demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing. (NRH/APR)

Exit mobile version