BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel bersama Badan Pengelola (BP) Geopark Meratus Kalsel, terus menjalin koordinasi dengan menggelar pelatihan kepada Pemuda Pemudi Pariwisata di Banua.
Kepada wartawan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Musrefinah Lediya, baru-baru tadi mengatakan, program pelatihan bagi pemuda dan pemudi tengah difokuskan pada 54 titik rute Geopark Meratus. Dalam rangka menyambut penilaian Geopark Meratus oleh UNESCO Global Geopark (UGG).
“Kami terus jalin koordinasi dan gelar sinkronisasi melalui program pelatihan,” ucapnya
Disampaikan Lediya, rencananya dalam waktu dekat ini akan digelar pelatihan untuk pemuda pemudi Pariwisata, setelah sebelumnya sukses digelar di beberapa Kabupaten dan Kota. Dimana, ini merupakan kelanjutan kegiatan tersebut.
Terkait narasumber nanti rencananya perwakilan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, dan Badan Pengelola Geopark Meratus, agar Sumber Daya Manusia (SDM) mampu meningkatkan kunjungan ke titik-titik yang menjadi geosite Geopark Meratus.
“Setelah dilatih mereka akan ditempatkan, sesuai dengan tempat tinggalnya masing-masing,” jelas Lediya
Lebih lanjut Lediya menambahkan, dalam pelatihan pihaknya tetap menggandeng penulis lokal, terkait story telling di masing-masing rute tersebut. Berdasarkan arahan dari Badan Pengelola Geopark Meratus, akan dicetak dalam bentuk buku yang menceritakan sejarah dari setiap titik geosite.
“Kami juga menggandeng Kepala Desa, Lurah dan Tokoh Adat setempat,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Bank Kalsel melaksanakan program undian tahunan Simpeda khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) periode X tahun 2024, bertempat di lantai 3 kantor pusat Bank Kalsel.
Petugas yang memastikan undian Simpedes ASN sesuai aturan
Total hadiah yang diundi adalah sebesar 1 miliar rupiah untuk 151 pemenang. Dengan rincian hadiah utama sebesar Rp50 juta untuk 1 pemenang, diikuti 40 pemenang dengan hadiah Rp10 juta serta 110 pemenang dengan hadiah Rp5 juta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi. Penarikan undian dilakukan terpusat di Kantor Pusat Bank Kalsel di Banjarmasin pada Kamis (31/10), dan juga secara live via youtube Bank Kalsel, yang kemudian penyerahan undian ini secara seremonial bersama Pemerintah Daerah setempat kepada para pemenang.
Adapun penyerahan secara simbolis hadiah pemenang undian untuk per kategori dilakukan Komisaris Bank Kalsel, Rizal Akbar Sarupi kepada Kepala Bank Kalsel Cabang Martapura, Khuzaimi, Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo kepada Wakil Kepala Bank Kalsel Cabang Utama, Andy Andryawan, dan Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair kepada Kepala Divisi Dana dan Digital Banking, Iwan. Turut menyaksikan Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen Intern Bank Indonesia, Gde Agus Dwijaya Kusuma dan Dewan Pengawas Syariah Bank Kalsel, Direktur Operasional, Direktur Kepatuhan serta Direktur Bisnis Bank Kalsel. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan secara online via youtube Bank Kalsel.
Sebelum pelaksanaan undian, para saksi dari perwakilan Dinas Sosial, Kepolisian dan Notaris turut memberikan panduan tata tertib pada 25 Oktober 2024, melakukan proses penyegelan laptop atau alat pengundian yang telah didokumentasikan melalui tampilan video sebagai langkah transparansi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel, untuk menjamin kredibilitas dan integritas pelaksanaan undian bagi para peserta dengan proses yang diawasi secara ketat para pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Kalsel atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Provinsi Kalimantan Selatan.
“Saya mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan terima kasih atas komitmennya dalam memberikan apresiasi kepada para ASN yang telah berkontribusi bagi kemajuan daerah. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik dan bisa menginspirasi kalangan ASN dan Masyarakat dalam memanfaatkan layanan perbankan sebagai sarana pengelolaan keuangan yang lebih baik dan aman serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan,” ucap Miftahul.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan, bahwa acara ini merupakan bagian dari kegiatan tahunan, yaitu penarikan Undian Berhadiah Tabungan Simpeda ASN untuk periode ke-10 tahun 2024.
Dirut Bank Kalsel saat peluncuran Simpedes ASN
“Program undian ini bertujuan sebagai bentuk apresiasi kami kepada para nasabah ASN yang telah mempercayakan transaksi keuangannya melalui Bank Kalsel. Pada periode sebelumnya, undian ini khusus untuk Tabungan Simpeda KPE. Namun, tahun ini kami memperluas cakupan undian menjadi Tabungan Simpeda ASN, termasuk nasabah berstatus P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Dengan demikian, seluruh ASN yang menerima pembayaran gaji melalui Bank Kalsel memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan hadiah,” ungkap Fachrudin.
Lebih lanjut, Bank Kalsel akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang relevan dan bermanfaat, termasuk dalam mendukung inklusi keuangan melalui program tabungan serta layanan digital lainnya.
“Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat, kami optimis bahwa Bank Kalsel dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan dan meningkatkan literasi keuangan di Kalimantan Selatan,” pungkas Fachrudin.
Sebagai informasi, pada momen ini juga Bank Kalsel memperkenalkan tiga video edukatif yang inovatif. Yakni Video “Siskeudesling” adalah upaya Bank Kalsel mendukung pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan di seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan.
“Kami juga meluncurkan “Kartu Kredit Indonesia” untuk mendukung kegiatan non-tunai di satuan kerja Pemerintah Daerah, serta video “Laku Pandai” atau “Adink” yang memungkinkan masyarakat di seluruh pelosok Kalimantan Selatan untuk mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah melalui agen digital,” tutup Fachrudin.
Kedepannya, Bank Kalsel dapat terus memberikan layanan terbaik dan menjadi mitra terpercaya dalam memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka memenuhi pelayanan kesehatan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalsel akan mengembangkan tiga layanan utama pada tahun 2025 mendatang.
Petugas Melakukan Pemeriksaan Sampel
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Labkesda Kalsel, Reza Faisar menjelaskan tiga pelayanan utama di tahun 2025 untuk memenuhi pelayanan kesehatan di Kalsel, yaitu layanan pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), yaitu pemeriksaan wajib yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk mendeteksi kekurangan hormon tiroid bawaan.
Plt Kepala Labkesda Kalsel, Reza Faisar
“Jadi kami akan berupaya untuk melaksanakan pemeriksaan SHK ini di Kalsel sehingga kita satu-satunya di Pulau Kalimantan yang bisa melakukan pemeriksaan ini,” katanya, Jum’at (1/11).
Lebih lanjut, menurut Reza, pihaknya juga berencana untuk bisa melakukan pemeriksaan penyakit Tuberkulosis (TB) karena laboratorium TB yang dimiliki Labkesda Kalsel sudah bagus dan saat ini sedang melakukan proses pembangunan gedung laboratorium Biosafety Level (BSL) 2.
“Jadi rencananya, untuk konfirmasi TB kita tidak perlu lagi mengirim sampel ke Jakarta. Kita cukup melaksanakan di Banjarmasin. Nanti juga akan berdampak, provinsi lain pun tidak perlu mengirim sampel ke Pulau Jawa. Bisa mengirim ke kita di Kalsel,” terangnya.
Kemudian, lanjut Reza, Labkesda Kalsel berencana mengembangkan layanan pemeriksaan HPP DNA untuk mendeteksi penyakit kanker rahim atau serviks.
Dengan adanya tiga layanan prioritas ini, maka ke depan, keberadaan Labkesda Kalsel dapat memberikan manfaat lebih signifikan bagi masyarakat dan dapat berkontribusi optimal untuk peningkatan pendapatan asli daerah yang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan di Banua Kalsel. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah berlangsung selama tiga hari, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan Tahun 2024 resmi ditutup, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (31/10).
Penutupan dilakukan oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, yang menyampaikan bahwa rapat kali ini menghasilkan sebelas komitmen isu rekomendasi bersama.
Rekomendasi tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni komunikasi dan informatika, keamanan persandian, serta statistik. Beberapa poin penting di antaranya adalah solusi untuk wilayah blank spot, peningkatan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), program pengembangan Satu Data Banua, serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dari sisi kuantitas dan kualitas.
“Komitmen ini akan kami tindak lanjuti dalam bentuk implementasi bersama dengan rekan-rekan Diskominfo dari kabupaten/kota serta berbagai mitra Diskominfo lainnya,” ujar Muslim.
Ia juga menekankan kepada jajaran Diskominfo Kalsel agar mengoptimalkan sebelas rekomendasi ini dengan baik dan memastikan setiap kegiatan yang berkaitan dengan hasil Rakerda dapat terlaksana secara terpadu.
“Penting untuk kita optimalkan dengan dukungan dari berbagai pihak. Saya ingin kegiatan-kegiatan yang terkait rekomendasi Rakerda ini dapat dilaksanakan lebih terintegrasi,” tambahnya.
Dalam rangka memperkuat kerja sama, kegiatan ini juga diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara Diskominfo Kalsel dengan Diskominfo dan Bappeda dari 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Penandatanganan Komitmen Bersama
Muslim berharap agar sebelas rekomendasi yang telah disepakati dapat menjadi panduan dalam melaksanakan program Diskominfo se-Kalsel pada tahun 2025.
“Pada 2025 nanti, kita harus menjadikan ini sebagai langkah nyata sehingga layanan komunikasi dan informatika di Kalsel dapat semakin optimal,” ucapnya.
Foto bersama usai penutupan Rakerda Diskominfo Se-Kalsel 2024
Selain itu, Muslim juga berharap agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan rekomendasi Rakerda ini dapat menjalin sinergi yang lebih erat. Kolaborasi antara Diskominfo Kalsel, Diskominfo kabupaten/kota, dan mitra terkait diharapkan mampu mempercepat implementasi program-program strategis, sehingga dampak transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Dengan kolaborasi yang baik, saya optimis layanan digital di Kalsel akan semakin inklusif dan merata,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Diskominfo Se-Kalsel Tahun 2024 dengan mengusung tema “Transformasi Digital menuju Kalsel Babussalam dan Mewujudkan Indonesia Emas,” yang berlangsung di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (30/10). Acara ini dibuka langsung oleh Plh Gubernur Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar.
Pembukaan Rakerda Diskominfo Se-Kalsel 2024
Dalam sambutannya, Roy menyampaikan harapannya agar Diskominfo dapat mempercepat upaya transformasi digital di Banua, dengan fokus pada pemerataan akses informasi dan layanan digital untuk seluruh lapisan masyarakat yang mana langkah ini merupakan bagian dari misi pembangunan Kalsel yang mengutamakan peningkatan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.
“Terkait aspek transformasi digital, kita perlu memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat mendorong digitalisasi layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan, mencakup berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan administrasi pemerintahan,” katanya.
Roy menambahkan bahwa sejumlah tantangan masih harus dihadapi dalam upaya ini, seperti kesenjangan digital di daerah pelosok, infrastruktur teknologi yang belum merata, kompetensi SDM yang masih perlu ditingkatkan, serta keamanan siber yang semakin kompleks. Diskominfo Kalsel diharapkan dapat mengoptimalkan perannya dalam membangun kepercayaan publik melalui penyebaran informasi yang akurat, cepat, dan tepat sasaran.
“Tidak kalah penting adalah memperkuat sistem keamanan informasi untuk melindungi data dan infrastruktur digital dari ancaman siber yang semakin canggih. Keamanan siber kini bukan lagi sekadar opsi, tetapi sudah menjadi kebutuhan prioritas,” tegasnya.
Roy juga menyoroti pentingnya implementasi Satu Data Banua sebagai langkah strategis dalam membangun basis data terintegrasi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk pengambilan kebijakan berbasis data dan peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh Kalsel.
“Sehingga juga diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan meningkatkan kualitas pelayanan, Saya yakin Kalsel memiliki kekuatan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, menjelaskan bahwa Rakerda ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan dan strategi penyelenggaraan urusan komunikasi informasi, statistik, dan persandian. Untuk itu, kolaborasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat penting untuk mewujudkan transformasi digital yang optimal.
“Salah satu upayanya adalah penyederhanaan aplikasi pemerintahan, sesuai dengan kebijakan pusat untuk moratorium aplikasi yang saat ini mencapai puluhan ribu. Aplikasi tersebut akan lebih efisien dan terintegrasi dalam satu pintu pelayanan,” kata Muslim.
Muslim mengungkapkan, pada 2024 ini, empat layanan sudah terintegrasi, yaitu layanan kesehatan rumah sakit, samsat, pariwisata, dan perizinan.
“Ke depan, Kami berkomitmen akan menambah layanan publik lainnya yang akan disederhanakan dan diintegrasikan sesuai aturan pusat,” tutupnya.
Pada kesempatan ini, Diskominfo Kalsel juga memberikan penghargaan pengelolaan tindak lanjut aduan terbaik melalui SP4N LAPOR untuk tahun 2023 kepada tiga SKPD Pemprov Kalsel, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Perhubungan Kalsel. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plh Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2024 ini terus melaksanakan gerakan gemar makan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menjelaskan, gerakan gemar makan ikan ini terus disosialisasikan di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono
“Dengan tujuan, untuk penurunan angka stunting di Banua,” ungkapnya, belum lama tadi.
Dengan gemar makan ikan menurut Rusdi, kebutuhan gizi pada anak anak tercukupi.
“Karena ikan memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, dan ikan mudah didapatkan di Banua ini,” ujarnya.
Foto : Net
Untuk sosialisasi Gerakan Gemar Makan Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan.
“Daerah terakhir yang mendapatkan sosialisasi di Tahun 2024 ini di Kabupaten Tabalong,” ucapnya.
Gerakan Gemar Makan Ikan disosialisasikan di sekolah sekolah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu tempat dilaksanakan sosialisasi gemar makan ikan adalah sekolah. Karena di sekolah anak anak pelajar masih dalam masih pertumbuhan, khususnya di sekolah dasar.
“Gerakan gemar makan ini di sekolah ini, bertujuan agar anak anak semakin gemar makan ikan. Sehingga, tidak adalagi anak yang tidak suka makan ikan,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Perwakilan Kementrian Keuangan di Kalimantan Selatan, kembali menggelar Publikasi ALCo Regional Kalsel di kantor Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (30/10) sore. Pertemuan bulanan ini, dipimpin Kepala Perwakilan Kementrian Keuangan Kalsel, yang diwakili Kakanwil Ditjen Pajak Kalselteng, Samsinar. Hadir pada pertemuan ini, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi yang juga selaku tuan rumah, Kepala Perwakilan BPK Kalsel, Kepala Perwakilan BPKP Kalsel, Kepala OJK Kalsel, dan perwakilan dari sejumlah lembaga vertikal lainnya. Termasuk perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, serta Dinas Perindustrian Kalsel.
Para peserta publikasi ALCo Regional Kalsel berfoto bersama usai acara
Pertemuan rutin bulanan kali ini, masih membahas soal perekonomian Kalsel hingga September 2024, termasuk realisasi pendapatan dan juga belanja APBN serta APBD dari seluruh daerah di Kalsel.
Kepada wartawan usai acara, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi menyampaikan, bahwa kinerja APBD Regional Kalimantan Selatan sampai dengan 30 September 2024, untuk realisasi pendapatan daerah mencapai Rp29,14 triliun atau sekitar 67,93 persen dari target. Angka ini meningkat sebesar 28,02 persen dibanding tahun lalu.
Kakanwil DJPb Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan
Pajak daerah terealisasi 3,91 triliun rupiah dan retribusi daerah sebesar 640,37 miliar rupiah, meningkat 571 persen dibandingkan tahun lalu.
“Secara persentase, kinerja realisasi pendapatan tertinggi ada pada Kabupaten HSS sebesar Rp1,47 triliun atau 89,51 persen”, ujarnya.
Syafriadi menambahkan, retribusi daerah mengalami peningkatan signifikan sebesar 571 persen, disebabkan meningkatnya retribusi jasa layanan umum dari pendapatan BLUD. Disisi lain, peningkatan pajak daerah sebesar 9 persen disumbang dari kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pajak Hiburan.
” Tapi komponen pendapatan yang mendominasi struktur Pendapatan Daerah se-Kalimantan Selatan adalah Pendapatan Transfer sebesar 23,45 T, dengan kontribusi 80,48 persen terhadap total pendapatan daerah”, tambahnya.
Sedangkan dari sisi belanja daerah, menurut Syafriadi, realisasinya telah mencapai Rp25,06 triliun atau 52,22 persen dan tumbuh 35,24 persen. Belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp7,63 triliun. Untuk Belanja Barang/Jasa sebesar Rp6,73 triliun, belanja modal telah terealisasi sebesar Rp5,09 triliun.
“Yang jelas semua jenis belanja mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2023,” tutupnya.
Sampai dengan September 2024, belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 75,57 persen dibanding tahun lalu. Sementara jinerja realisasi belanja tertinggi ada pada Kabupaten Batola sebesar 65,17 persen terhadap pagu. Sedangkan secara nominal, realisasi terbesar pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp7,28 triliun atau mencapai 61,35 persen dari pagu. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Perdana Dua Buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah kota tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor, serta Rumah Mediasi pada Kamis (31/10).
Suasana Rapat Pansus Raperda tentang Rumah Mediasi
Kepada sejumlah wartawan, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor DPRD Banjarmasin Deddy Sophian, usai rapat mengatakan, kehadiran payung hukum ini dimaksudkan memberi kepastian hukum, dan pedoman dalam kemudahan perizinan investasi kepada masyarakat atau investor, guna menciptakan daya tarik dan daya saing bagi investor maupun calon investor dalam menanamkan modalnya di Banjarmasin.
Ketua Pansus Raperda tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor DPRD Banjarmasin
“Bentuk pemberian intensif diantaranya berupa pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak maupun retribusi daerah, dan memberi bantuan modal terutama kepada UMKM dan koperasi,” ucapnya
Sementara itu, Koordinator Pansus Raperda Rumah Mediasi yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, mengatakan, rumah mediasi ini dimaksudkan mengatasi setiap persoalan tidak lagi ke pihak berwajib, melalui detail setiap pasal dan perpasal yang dibahas. Harry berharap, setiap masalah yang ditangani hanya bersifat ringan, agar tidak berproses hingga ke pengadilan.
“Mediator melibatkan Lurah sebanyak 52 Kelurahan di masing-masing 5 kecamatan,” tutupnya
Untuk diketahui, Rapat Pansus Raperda tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor, bertempat di ruang Komisi I Dewan Banjarmasin, dipimpin Ketua Pansus Deddy Sophian, didampingi Wakil Ketua Suyato dan anggota. Dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin Ariyani.
Sedangkan, Pansus Raperda tentang Rumah Mediasi, bertempat di ruang Komisi IV Dewan Banjarmasin, Koordinator Pansus Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, Ketua Pansus Saut Nathan Samosir didampingi Wakil Ketua Hadi Suprianto dan anggota. Dihadiri Kasubbag Perundangan-Undangan Bagian Hukum Banjarmasin Astuty. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menghadirkan seorang Penulis Nasional asal Banua, Miranda Seftiana, dalam rangka promosi dan meningkatkan minat baca dan budaya literasi di Kalsel, Kamis (31/10).
Suasana Bedah Buku di Aula Dispersip Kalsel
Acara Bedah Buku berlangsung di Aula Kantor Dispersip Kalsel, yang dihadiri para penggiat literasi, mahasiswa, hingga pelajar, mengupas novel berjudul “Lalu Tenggelam di Ujung Matamu“ yang dihasilkan Miranda Seftiana pada tahun 2019.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan kegiatan bedah buku yang menghadirkan penulis Nasional asal kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu diharapkan dapat memotivasi generasi muda di Kalsel agar menghasilkan karya di bidang menulis.
“Kita sebenarnya punya penulis-penulis lokal yang kiprahnya bahkan di tingkat nasional. Hal itu mungkin bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Kalsel yang suka menulis untuk menghasilkan buku,” jelasnya.
Sementara itu, Penulis Nasional, Miranda Seftiana mengungkapkan bahwa novel yang dihasilkannya pada tahun 2019 tersebut mengangkat kebudayaan lokal Kalsel, yakni pemakaman dalam rawa di wilayah Nagara (Hulu Sungai Selatan).
“Masih lokalitas, sama seperti sebelumnya (novel) ‘Jendela Seribu Sungai’. Masih terlalu cinta sama Kalsel,” ucapnya.
Selain itu, menurut Miranda, banyak juga budaya yang diangkat pada novel ini, seperti pemberian duit jujuran Banjar, kaum jaba dan bangsawan, hingga daerah Teluk Selong Martapura.
Adapun jumlah pembaca bukunya ini menurutnya cukup banyak, saat ini saja antrean di eBooks Perpusnas mencapai 600 lebih.
“Itu antreannya saja, yang sudah baca mungkin sudah ribuan, di Twitter (sekarang ‘X’, red) itu reviewnya banyak sekali. Sedangkan di GoodReads itu ratingya hampir 4. Semoga ya bisa dibuat film lagi,” harapnya. (NRH/RDM/RH)
HSS – Puluhan warga Desa Sungai Raya Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tampak antusias mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, Rabu (30/10).
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari melaksanakan sosialisasi
Desy Oktavia menyatakan bahwa penting untuk memberikan materi dan motivasi tentang isu perempuan dan anak untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas guna menyongsong bonus demografi Indonesia Emas 2045.
“Perempuan yang berdaya dan anak yang terlindungi merupakan kunci suksesi bonus demografi. Bonus demografi sendiri merupakan kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif, makanya SDM berkualitas harus kita siapkan,” jelas salah satu srikandi perwakilan rakyat “Rumah Banjar” itu.
Sementara itu, salah seorang narasumber sosialisasi, Juwairiyah, dalam paparannya menekankan agar pendidikan agama tidak disepelekan. Mengingat pendidikan agama merupakan pondasi utama yang membentuk karakter, moral, dan etika seseorang.
“Dengan ditanamkan pendidikan agama, anak-anak kita mengetahui apa yang benar dan apa yang salah sesuai ajaran agama, hal ini tentu menciptakan anak-anak yang tidak hanya cerdas tapi memiliki akhlak yang mulia,” terangnya. (DPRDKalsel-NRH/RDM/RH)