Rayakan Hari Bumi Tahun 2025, ISNU Kalsel Tanam 599 Pohon di Banjarbaru

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional ke-55 yang jatuh pada 22 April 2025, Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Kalimantan Selatan menanam sebanyak 599 pohon di Kota Banjarbaru.

Foto bersama jajaran ISNU Kalsel, pimpinan dan santri Ponpes Nurul Azhar Kalimantan

Aksi penanaman dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Azhar Kalimantan, Banjarbaru, dengan dipimpin Ketua PW ISNU Kalsel, Zainal Ilmi, bersama jajaran PW ISNU Kalsel, pimpinan ponpes, serta tokoh masyarakat setempat.

Di sela penanaman, Zainal Ilmi mengatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi amanah dari Menteri Agama.

Program ini juga didukung penuh oleh Pengurus Pusat ISNU dan ditandai dengan penyerahan simbolis pohon oleh Ketua Umum PP ISNU, Kamarudin Amin, di Jakarta untuk ditanam serentak di seluruh Indonesia.

“Untuk tahap pertama, ISNU Kalsel menanam 599 pohon yang disebar di delapan pondok pesantren dan satu rumah ibadah di Banjarbaru,” katanya, Rabu (23/4).

Menurut Zainal, pelibatan para santri dalam kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menanam pohon merupakan amal jariyah yang terus memberi manfaat.

Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu mencegah banjir, erosi, dan memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan. Di sisi lain, pohon yang ditanam juga memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kita ingin membentuk generasi yang cerdas dan peduli lingkungan. Pohon itu bukan untuk dirusak, tapi dijaga dan dirawat,” tegasnya.

Zainal Ilmi mengungkapkan, pemilihan jumlah 599 pohon pun memiliki makna simbolis. Selain karena angka ganjil disukai Allah sebagaimana disebut dalam hadis, angka 9 melambangkan Bintang Sembilan milik NU dan 99 merujuk pada jumlah Asmaul Husna.

Sementara angka lima dipilih karena penanaman tahap pertama secara semarak akan dimulai pada bulan Mei di seluruh cabang ISNU se Kalsel.

Sedangkan pada tahap kedua, ISNU Kalsel menargetkan penanaman 10 ribu pohon dalam lima bulan mendatang, sebagai kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan bumi dan generasi masa depan.

“Kami juga merencanakan agar setiap kader ISNU menanam minimal satu pohon di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Festival Kejurprov Panahan Digelar di Pelaihari

TANAH LAUT – Festival dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalsel Cabang Olahraga (Cabor) Panahan digelar di Pelaihari, Kabupaten Tala.

Technical Delegate Kejurprov Panahan Muhammad Ali menjelaskan, kegiatan Festival Kejurprov ini kerjasama Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan.

Technical Delegate Kejurprov Panahan Muhammad Ali

“Pada Festival Kejurprov Panahan ini dipertandingkan empat nomor, yakni Rekap, Kompon, Nasional, Barebow,” ungkap Ali, kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/4).

Dengan total medali yang diperebutkan sebanyak 32 medali emas.

“Pada Festival Kejurprov Panahan Tahun 2025 ini diikuti atlet sebanyak 309 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sedangkan, untuk kekuatan Atlet Panahan di Kalsel saat ini sudah merata. Tidak terfokus pada satu daerah saja.

Karena itu, pihak bersyukur dengan meratanya kekuatan atlet panahan di Provinsi Kalimantan Selatan. Sehingga, untuk bibit atlet panahan tercukupi.

“Setiap kegiatan pertandingan tingkat provinsi, hampir semua daerah meraih medali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Festival dan Kejurprov Panahan Kalsel 2025 Budiono mengapresiasi, jumlah dan antusias para peserta.

Ketua Panitia Budiono

“Pesertanya tergolong cukup besar dan terdapat banyak wajah wajah baru. Terutama yang turun di kelas nasional dengan umur maksimal 21 tahun,” tutur Wakil Ketua Perpani Kalsel, Bidang Pembinaan Prestasi (Bimpres).

Para pemanah tersebut, menurut Budiono yang juga Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel ini, merupakan aset daerah sebagai regenerasi kedepannya.

“Mudah-mudahan atlet pemanah Kalsel kembali menjadi kontestan PON XXII 2028 di NTB dan NTT,” ucap Budiono. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Keterampilan, BLK Kalsel Gelar MTU Pelatihan Menjahit di HSU

HSU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan Non Institusional keterampilan menjahit di Desa Pekapuran, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Pembukaan MTU Pelatihan Menjahit di HSU

Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Sayyid M Yusfiansyah Al Azhmatkhan, mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta daya saing masyarakat, khususnya ibu rumah tangga (IRT), agar mampu masuk ke dunia kerja serta maupun membuka usaha secara mandiri.

“Kami ingin pelatihan non institusional ini menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten serta memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja ataupun membuka usaha secara mandiri,” katanya, Senin (21/4).

Pelatihan ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD, guna mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) di daerah.

“Kegiatan ini hadir sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat akan pelatihan keterampilan yang aplikatif dan bermanfaat langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Diklat, Muhammad Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pelatihan menjahit ini diikuti oleh 16 orang peserta selama 20 hari, dengan pendampingan langsung dari instruktur BLK Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pelatihan ini berkolaborasi dengan Bidang P4TK Disnakertrans Provinsi Kalsel, sebagai bagian dari program terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang menyasar desa-desa penerima bantuan,” jelasnya.

Ia berharap melalui program ini akan lahir wirausahawan baru yang mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Ini merupakan pelatihan pertama yang kita laksanakan di tahun ini, dan akan dilanjutkan di kabupaten lainnya seperti HSS dan Tanah Laut dengan menyesuaikan keterampilan unggulan daerah masing-masing,” pungkasnya. (BLK.KALSEL-BDR/RDM/RH)

Pelajar SMAN 1 Gambut Antusias Ikuti Simulasi Mitigasi Bencana

BANJAR – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Kalsel untuknkembali melaksanakan sosiasisasi dan simulasi mitigasi bencana alam. Kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana alam kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa (22/4) dan mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta didik.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi mengatakan, tujuan kegiatan edukasi dan pelatihan mitigasi untuk para pelajar dan insan sekolah untuk memberikan pemahaman dasar mengenai cara-cara yang tepat dalam menghadapi situasi darurat bencana alam sejak dini. 

“Cara mengurangi risiko bencana adalah dengan mengenali ancaman bencana di daerah tempat tinggal. Bencana adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam maupun non alam yang menimbulkan kerusakan dan menganggu kehidupan,” ungkap Bambang.

Ia melanjutkan, BPBD Kalsel bersama BPBD Kabupaten Kota memperluas jangkauan kepada kalangan tenaga pengajar dan pelajar tingkat menengah atas atau sederajat, guna meningkatkan kualitas penguatan edukasi bencana. Sosialisasi tersebut sesuai visi dan misi Gubernur Kalsel Muhidin bersama Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, yaitu pada misi keempat penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Salah satu program yang saat ini kita galakkan adalah sosialisasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bagi guru dan insan sekolah melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ucap Bambang.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Gambut Indriyono mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting sebagai bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan agar siswa dan kita semua untuk peduli dan tanggap terhadap situasi darurat.

“Kegiatan SPAB bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian dan kesiapsiagaan sejak usia dini dalam menghadapi bencana alam,” ungkap Indriyono.

Ia berharap dengan adanya simulasi ini, anak-anak murid tidak hanya memahami pentingnya keselamatan diri, tetapi juga bisa menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman-teman dan keluarga mereka.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang pelajaran di sekolah, tetapi juga pentingnya kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari. Simulasi bencana seperti ini sangat membantu mereka mengerti cara-cara yang benar dalam menghadapi bencana,” tutup Indriyono. (BPBD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Pimpin Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa di Kalsel, Ini Harapan Gubernur Muhidin

BANJARMASIN – Memperingati Hari Bumi pada Selasa (22/4), Kementrian Agama RI menggelar Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa diseluruh Indonesia. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa ini, dipusatkan di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yang dipimpin langsung Gubernur, Muhidin.

Gubernur Kalsel saat tiba di lokasi Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Turut hadir pada kegiatan ini, Pj Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Kakanwil Kemenag Kalsel sekaligus Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Muhammad Tambrin, Forum Komunikasi Umat Beragama, Dinas Kehutanan, jajaran Kanwil Kementrian Agama Kalsel, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel saat menanam pohon Matoa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Kepada wartawan usai penanaman pohon, Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel sangat mengapresiasi jajaran Kementerian Agama atas inisiatif penanaman 1 juta pohon Matoa, yang diharapkan mampu menjadikan udara lebih bersih, dan bumi yang lebih subur.

“Kita kebagian tugas menanam 10.000 pohon Matoa diseluruh Kalsel. Baik itu di lingkungan pesantren, madrasah, masjid dan lahan potensial lainnya,” jelas Muhidin.

Muhidin mengatakan, gerakan menanam pohon ini, merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga kelestarian alam, yang nantinya akan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Dalam Al Qur’an juga ada 400 ayat yang menyebutkan soal upaya memelihara bumi. Nah salah satu upaya memelihara itu adalah dengan menanam pohon,” tutup Gubernur.

Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa ini, akan dilaksanakan selama satu tahun, dengan prioritas lokasi penanaman di rumah ibadah, Kantor Kementerian Agama pusat sampai kabupaten/kota, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Pusat Pendidikan dan Latihan, Balai dan Loka Pendidikan dan Latihan, Asrama Haji Embarkasi, Kantor Urusan Agama, Madrasah dan Satuan Pendidikan Keagamaan, pesantren, dan tempat strategis lainnya.

Selain untuk memperingati Hari Bumi ke-55, Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran umat beragama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, melalui perspektif ekoteologi.

Kemudian, mendorong keterlibatan aktif lembaga keagamaan dan institusi pendidikan dalam kampanye penghijauan, dan mendukung target reforestasi nasional untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Kemudian juga memperkuat harmoni antar umat beragama melalui aksi bersama dalam pelestarian lingkungan, dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem dengan Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. (RIW/RDM/RH)

SPPG Polda Kalsel Resmi Dibangun di Banjarbaru

BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, meletakkan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalsel yang bertempat di Jalan Salak, Kelurahan Loktabat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Senin (21/4) sore.

Acara tersebut sebagai wujud komitmen Polda Kalsel dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan personel serta masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, dalam pernyataannya, Kapolda menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini merupakan bentuk implementasi instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Manfaatnya sangat banyak, seperti pencegahan dan pengentasan stunting, serta memberikan makanan yang bergizi (MBG) bagi anak-anak kita para generasi muda terutama dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045,” terang Kapolda Kalsel.

Kapolda menuturkan, Kota Banjarbaru merupakan wilayah pertama yang dibangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Polda Kalsel.

“Sesuai data BKKBN ketentuan area layanan makanan bergizi gratis (MBG) seluas 6 kilometer atau 20 menit dari dapur,” ucap Kapolda.

SPPG Polda Kalsel akan memberikan makanan bergizi gratis saat siang hari kepada 3.202 siswa terdiri dari 3 Sekolah PAUD (144 Siswa), 6 Sekolah SD/MI (1.706 Siswa), 2 Sekolah SMP/MTS (1.146 Siswa), 1 Sekolah SMA (77 Siswa), dan 1 Pondok Pesantren (129 Santri).

Pada kesempatan yang sama Kapolda juga menjelaskan bahwa pembangunan SPPG Polda Kalsel di Banjarbaru ini hibah anggaran Pemerintah Provinsi dengan pengerjaan selama 1 bulan setengah.

“Anggaran pembangunan SPPG Polda Kalsel sebesar 3 miliar, lengkap dengan peralatan dapur dan kendaraan,” pungkas Irjen Pol Rosyanto Yudha.

Selain di Banjarbaru, Polda Kalsel juga akan membangun SPPG diwilayah Tabalong dan Tanah Bumbu (Tanbu), sebagaimana target dari Mabes Polri yakni sebanyak 3 SPPG.

Kapolda berharap dengan dibangunnya SPPG ini, bisa memberikan manfaat kepada masyarakat terutama anak-anak, ibu menyusui dan ibu hamil.

Sementara itu, Karo Logistik Polda Kalsel Kombes Pol Mukhamad Safei mengatakan pembangunan SPPG dengan penyediaan makanan bergizi gratis guna meningkatkan kualitas gizi bagi anak-anak, santri, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

“SPPG Polda Kalsel dibangun diatas lahan seluas 1.250 M² (25 x 50 M²) dengan luas bangunan sebesar 400 M² (20 x 20 M²) dengan sistem bangunan Modular/Knockdown (tidak permanen),” terang Karo Logistik Polda Kalsel.

Dalam peresmian tersebut hadir Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel, Kapolres Banjarbaru, H. Kaspul Anwar (Vendor Pembangunan SPPG), dan Ustadz Rizal Fatoni. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Penumbuhan Kepemimpinan Pemuda

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan melaksanakan, Pelatihan Penumbuhan Kepemimpinan Pemuda bersama Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Kalimantan Selatan, di Gedung Pascasarjana ULM, di Banjarmasin, Selasa (22/4).

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi melalui Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh bidang pengembangan pemuda Dispora Kalsel.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua, sedangkan pada kegiatan pertama telah dilaksanakan pada Bulan Februari 2025 lalu,” ungkap Anugrah.

Pada kegiatan pertama untuk pemuda SMA yang tergabung dalam Organisasi OSIS.

Sedangkan, pada kegiatan kedua ini keikuti oleh pemuda yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Kegiatan ini dengan tujuan untuk menumbuhkan kepemimpinan dikalangan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pada kegiatan pelatihan tersebut, diikuti sebanyak 100 orang pemuda dari berbagai perguruan tinggi di Banua.

Anugrah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 22 sampai 24 April 2025.

“Kami berharap kedepannya akan banyak lagi pelatihan penumbuhan kepemimpinan bagi pemuda ini, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Anugrah. (SRI/RDM/RH)

Disnakertrans Kalsel Gelar Bimtek Akreditasi LPK, Dorong Standarisasi Pelatihan Kerja Berkualitas

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tahun Anggaran 2025 selama tiga hari, 21 – 23 April 2025.

Suasana Bimtek Akreditasi LPK Tahun 2025

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman LPK dalam proses akreditasi yang kini telah mengalami transformasi sistem, mengikuti perkembangan teknologi dan kebijakan terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti, menjelaskan bahwa akreditasi merupakan sebuah proses asesmen independen untuk memastikan LPK memberikan layanan pelatihan berkualitas sesuai standar nasional.

“Akreditasi dilakukan berdasarkan program pelatihan kerja dan mengacu pada Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia (KMPI). Saat ini, sistem akreditasi telah diperbarui melalui platform Software Pengelola Akreditasi (SPA) versi 2.0,” ujar Irfan, usai membuka Bimtek, Senin (21/4).

Meski pembaruan sistem ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola akreditasi, Irfan mengakui bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses perizinan LPK.

“Perubahan yang belum siap secara teknis dan SDM dapat menghambat kelancaran proses akreditasi. Karena itu, melalui Bimtek ini, kita ingin berbagi pengetahuan dan mencari solusi bersama,” tambahnya.

Disnakertrans Kalsel berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan lembaga pelatihan, sehingga LPK mampu memahami serta menerapkan proses akreditasi dengan baik, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu pelatihan kerja di Kalimantan Selatan. (DISNAKERTRANS.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Peringati Hari Kartini ke-147, Pemprov Kalsel Ajak Perempuan Lawan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Kartini ke-147 Tingkat Provinsi Tahun 2025, yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (21/4).

Peringatan yang mengangkat tema “Kartini Masa Kini : Lawan Stunting dengan Pengetahuan dan Kepedulian” ini juga turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda serta berbagai Organisasi Perempuan di Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini bukan hanya tentang sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun bangsa.

Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur

“Pada hari yang penuh makna ini, kita diberi kesempatan untuk memperingati Hari Kartini. Ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang masa depan perempuan Indonesia,” ujarnya.

Mengutip pesan Raden Ajeng Kartini, “Habis Gelap, Terbitlah Terang”, Syarifuddin menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukan sekadar puisi, melainkan cerminan semangat perjuangan seorang perempuan yang ingin memajukan kaumnya dan bangsanya.

Ia juga menyampaikan, semangat Kartini masa kini telah berkembang dalam bentuk perjuangan baru yang lebih luas, termasuk dalam upaya menekan angka stunting di Kalimantan Selatan.

“Kartini masa kini bukan hanya memperjuangkan hak dan pendidikan, tetapi juga memperjuangkan kesehatan keluarga dari lingkup terkecil. Tema peringatan ini adalah panggilan hati bagi seluruh perempuan Banua untuk menjadi bagian penting dalam perlawanan terhadap stunting,” lanjutnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peran vital sebagai tiang keluarga, penjaga kehidupan, dan pendidik generasi penerus. Ketika perempuan aktif menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya, maka secara langsung mereka sedang menyelamatkan masa depan bangsa.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Kartini ini sebagai semangat lebih dalam melawan stunting yang lebih masif, lebih menyentuh, dan lebih berdampak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks kehidupan saat ini.

“Momen ini diharapkan, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, semangat kesetaraan gender dan keadilan sosial dalam keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjuangan Kartini yang harus terus kita gelorakan,” ujarnya.

Sri Mawarni menambahkan bahwa pendidikan bagi perempuan dan anak harus terus diperjuangkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam membangun keluarga yang sehat.

“Perempuan juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, khususnya dalam menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Penyerahan penghargaan kepada Perempuan inspiratif Kalimantan Selatan

Untuk diketahui, Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada perempuan-perempuan inspiratif Kalimantan Selatan, yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa di berbagai bidang, Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang diwakili Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah. (BDR/RDM/RH)

BPBD Kalsel Sosialisasikan Kebencanaan kepada Peserta Didik di Sekolah

BANJARMASIN – “Kenali bahayanya, kurangi risikonya, siap untuk selamat” adalah prinsip paling penting dalam mitigasi bencana. Prinsip tersebut diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, kepada para peserta didik saat memberikan materi Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, disalah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Banjarmasin.

Mewakili Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Farid Fakhmansyah , kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menuturkan, mitigasi adalah upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi.  Dijelaskannya cara mengurangi risiko bencana adalah dengan mengenali ancaman bencana di daerah tempat tinggal

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi (tengah)

“Saat ini BPBD Kalsel bersana BPBD kabupaten Kota terus mengalakan sosialisasi dan simulasi bencana terutama di daerah daerah rawan bencana,” ucap Bambang baru – baru tadi.

Bencana adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam maupun non alam yang menimbulkan kerusakan dan menganggu kehidupan.  BPBD Kalsel memperluas jangkauan kepada kalangan tenaga pengajar dan pelajar tingkat menengah atas atau sederajat guna meningkatkan kualitas penguatan edukasi bencana.

“Sosialisasi tersebut sesuai visi dan misi Gubernur Kalsel H Muhidin-Wagub Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, yaitu pada misi keempat penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim. Salah satu program yang saat ini kita galakkan adalah sosialisasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bagi guru dan insan sekolah melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” lanjut Bambang.

Bambang menerangkan Sekolah Aman Bencana merupakan konsep yang mengintegrasikan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan respon bencana ke dalam sistem pendidikan. Program ini memiliki tujuan melindungi seluruh elemen sekolah, seperti siswa, guru, dan staf dari dampak buruk bencana, sekaligus memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar meskipun terjadi musibah.

“Ini merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat agar semua kita bisa terhindar dari risiko dampak bencana yang lebih besar,” tutup Bambang. (BPBD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Exit mobile version