Gelar Apel Peringatan Harganas 2025, Diskominfo Kalsel Tegaskan Pentingnya Solidaritas Keluarga di Lingkungan Kerja

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar apel peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2025 di halaman kantor Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (30/6).

Apel dipimpin Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, yang diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Tarwin Patik Mustafa. Serta kegiatan ini diikuti seluruh pegawai di lingkungan Diskominfo Kalsel.

Tarwin menyampaikan, bahwa apel ini merupakan bentuk penguatan solidaritas kekeluargaan di antara pegawai sebagai bagian penting dalam menjaga semangat kerja dan kekompakan dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.

Kepala Bidang Informasi Publik Dan Statistik Diskominfo Kalsel, Tarwin Patik Mustafa saat memimpin apel Harganas 2025

“Keluarga yang paling dekat adalah saat kita berada di kantor. Selama delapan jam kita bekerja dan saling berinteraksi, sehingga ini perlu dijaga agar bisa terus berkinerja optimal,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga di rumah, khususnya dalam membina anak-anak agar tidak terpengaruh dampak negatif dari kemajuan teknologi.

“Dalam pembangunan keluarga harus dimulai dari rumah, perhatikan terus anak kita agar terhindar dari pengaruh negatif teknologi yang dapat mengganggu keharmonisan interaksi di keluarga,” pesannya.

Tarwin berharap, melalui momentum Harganas, seluruh pegawai Diskominfo Kalsel dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan menjadikan nilai-nilai kebersamaan serta cinta dalam keluarga sebagai pondasi dalam menjalankan tugas dan mencapai target program kerja yang telah ditetapkan.

“Momentum Harganas diharapkan dapat menguatkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan cinta dalam keluarga yang juga menjadi pondasi utama dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Pimpin Apel Perdana, Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru Komitmen Jalankan Puluhan Program Dalam 100 Hari

BANJARBARU – Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, akan melaksanakan pembangunan di kota ini, yang selaras dengan visi dan misi pemerintah pusat. Yakni sejalan dengan asta cita Presiden, Prabowo Subianto.

Harapannya, Kota Banjarbaru akan tetap terhubung dan terkoordinasi agar pembangunan tersinergi dan tepat sasaran.

Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby (ELH), menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Tenaga Kontrak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, agar selalu semangat, disiplin dan komitmen, bersama sama dalam membangun Banjarbaru yang lebih baik.

“Saya mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk tetap profesional, bekerja dengan penuh integritas dan menjaga semangat kolaborasi,” ungkap Lisa Halaby, saat memimpin apel gabungan bulan Juni 2025, di Lapangan Murdjani Kota Banjarbaru, Senin (30/6)

Dalam gelaran Apel Gabungan bulan Juni 2025 ini pula, Walikota Banjarbaru menyampaikan akan melaksanakan puluhan program, dalam masa 100 hari kepemimpinannya.

Dalam program kerja 100 hari, dirinya bersama Wakil Walikota Wartono, akan menjalankan puluhan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari bantuan rumah (bedah rumah), bantuan pendidikan, penanggulangan banjir, pelayanan kesehatan, serta penguatan UMKM.

“Adapun visi yang akan kami jalankan hingga 2030 nanti, yakni untuk memperindah Ibukota Provinsi Kalsel ini,” lanjut Lisa Halaby.

Lisa juga menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak bisa dicapai sendiri, diperlukan kerja sama solid, profesionalisme dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bagian dari pengenalan arah pembangunan kedepan, dirinya akan memperkenalkan Visi Banjarbaru Emas, Elok, Maju, Adil dan Sejahtera.

“Pemerintah Kota Banjarbaru optimis mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi seluruh warga Kota Banjarbaru,” tutup Lisa Halaby. (MRF/RIW/RH)

DPRD Banjarmasin Terima Pertanggungjawaban APBD 2024, dan Sepakati Perubahan KUA PPAS 2025

BANJARMASIN – Kalangan legislatif menerima Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Sepakati Perubahan KUA PPAS 2025 Kota Banjarmasin, melalui rapat paripurna yang digelar pada Senin (30/6).

Foto bersama

Kepada sejumlah wartawan, usai rapat paripurna, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini mengatakan, agenda rapat ini ada dua. Yaitu Persetujuan Bersama Penetapan Perda Pelaksanaan Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Kesepakatan Bersama Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025. Dimana, seluruh fraksi menyetujui
Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini, saat diwancara

“Persetujuan ini menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik ke depan,” katanya

Disampaikan Isnaini, terkait kesepakatan perubahan KUA dan PPAS Tahun 2025, hal itu sebagai bagian strategis dalam siklus penganggaran daerah, sebagai bentuk
mencerminkan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan anggaran efektif, efisien, dan tepat sasaran, demi mendukung visi pembangunan daerah.

“Kami selalu bersinergi untuk membangun kota seribu sungai,” jelasnya

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, atas persetujuan Raperda. Ia juga mengapresiasi sinergi antara eksekutif dan legislatif, dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi.

“Pemko berkomitmen terus meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah, dengan cara lebih transparan dan akuntabel,” ungkapnya

Yamin meminta seluruh pihak yang telah bekerja dalam proses penyusunan dokumen anggaran tersebut, untuk menjadi hasil ini sebagai pondasi kuat, untuk penyusunan perubahan APBD 2025. Dengan tujuan mewujudkan
pembangunan inklusif, berkeadilan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita akan menyesuaikan dengan visi misi mewujudkan Kota Banjarmasin maju dan sejahtera,” tutupnya.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakil Ketua Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini, dan Sekretaris Dewan Banjarmasin Iwan Ristianto. Turut hadir Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, Wakil Walikota Banjarmasin Ananda, Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman. Paripurna berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RIW/RH)

Pengguna KB Pria di Banjarmasin Masih Rendah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, menggelar orientasi kelompok KB Pria tingkat kota, di salah satu hotel berbintang, Senin (30/6).

Orientasi dibuka Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Kepala DPPKBPM Banjarmasin Helfiannor.

“Kegiatan ini digelar, dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi pria dalam program KB di Kota Banjarmasin,” ungkap Yamin.

Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin

Peranan pria dalam berKB cukup penting, karena dari pria lah akan muncul generasi penerus.

“Karena itu Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kelompok KB pria yang ada di Banjarmasin,” ucap Yamin.

Saat ini KB tidak hanya dikhususkan untuk perempuan saja tetapi juga kepada kaum pria, untuk bersama sama merencanakan dalam membentuk keluarga berencana.

Sementara itu, Kepala DPPKBPM Banjarmasin Helfiannor mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin sampai saat ini, terus berupaya untuk meningkatkan pengguna KB Pria.

“Sampai saat ini jumlah kelompok KB Pria di Kota Banjarmasin sebanyak 10 kelompok,” ungkapnya.

Helfi berharap, angka partisipasi KB Pria di Kota Banjarmasin semakin meningkat di kota ini.

“Peningkatan pengguna KB Pria ini, diperlukan kesadaran masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan banyak anak,” ucap Helfi. (SRI/RIW/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Telusuri Sejarah Hari Jadi

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, melaksanakan Rapat Penyampaian Hasil Penelusuran Hari Jadi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, rapat yang mereka gelar ini, dalam rangka menelusuri dan menetapkan secara historis hari jadi RSUD Ulin Banjarmasin.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin (Tengah)

“Keberadaan Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ini diperkirakan sudah ada sejak 81 tahun lalu,” ungkapnya.

Namun, lanjut Diauddin, tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya rumah sakit tersebut.

Pada rapat tersebut dipaparkan, penyampaian hasil penelusuran oleh Anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia Kalimantan Selatan, Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial, dan Budaya Kalimantan Selatan, serta Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Dosen Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Antasari Banjarmasin.

“Hasil dari penelusuran ini akan dituangkan dalam dokumen telaah sejarah, dan akan diserahkan secara resmi kepada Gubernur Kalimantan Selatan, sebagai dasar penetapan tanggal resmi hari jadi rumah sakit,” tuturnya.

Untuk tindak lanjut telaah tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, akan mengundang masyarakat, untuk dapat memberikan informasi mengenai sejarah diresmikannya rumah sakit tersebut.

“Setelah kami mendapatkan masukan dari ahli sejarah di Provinsi Kalimantan Selatan, maka penelusuran tentang hari jadi Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, akan dilanjutkan dengan mengundang masyarakat,” ungkapnya lagi.

Tujuannya untuk mengetahui lebih lanjut, informasi dari masyarakat yang mengetahui sejarah berdirinya rumah sakit tersebut.

“Kami berharap, dukungan dari masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan untuk bersama sama dapat, mengungkap sejarah pasti rumah sakit terbesar di Banua ini diresmikan,” ucap Diauddin. (SRI/RIW/RH)

Pastikan Kesiapan Penanaman Mangrove, Dishut Kalsel Survey Tiga Titik Lokasi di Kotabaru

KOTABARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (28/6) merampungkan survei intensif di tiga titik berbeda yang akan menjadi lokasi penanaman mangrove. Kegiatan ini merupakan langkah awal dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir guna meningkatkan kualitas lingkungan dan menjaga ekosistem pesisir yang semakin terancam.

Survei dipimpin langsung Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra. Turut mendampingi sejumlah pejabat lingkup Dishut Kalsel. Hadir pula Kepala Seksi Pengamanan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut Sebuku Tajuddin beserta staf, bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan kondisi ekologis di masing-masing titik.

“Kami mencari lokasi yang paling optimal, tidak hanya dari segi kesesuaian ekologis untuk pertumbuhan mangrove, tetapi juga yang strategis dan aksesibel untuk kegiatan penanaman,” ucap Fathimatuzzahra.

Titik pertama yang disasar tim adalah area muara Pantai Tanjung Seloka. Di lokasi ini, tim berfokus pada analisis kualitas tanah, kadar salinitas air, serta mengidentifikasi jenis-jenis fauna yang masih bertahan di sekitar ekosistem.

Beranjak ke titik kedua, tim menyusuri kawasan pesisir di sekitar Pantai Sehakau, yang berada yang berada di Teluk Kemuning. Survei di lokasi ini lebih menitikberatkan pada kondisi gelombang, pola pasang surut, dan jenis sedimen untuk menentukan spesies mangrove yang paling cocok serta strategi penanaman yang mampu bertahan dari hantaman ombak.

Terakhir, tim menyambangi sebuah tambak yang terlindungi di kawasan pesisir Desa Sebelimbingan, Kotabaru. Lokasi ini dianggap paling ideal karena kondisinya yang relatif tenang, dan masih banyak ditemukan bibit mangrove alami. Fokus survei di sini adalah pada keanekaragaman hayati yang ada, seperti keberadaan kepiting, ikan, dan burung yang menjadikan area tersebut sebagai habitat vital.

Survei ini merupakan bagian dari persiapan matang Dinas Kehutanan untuk menyambut kunjungan serta penanaman mangrove bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq bersama Kapolri, yang direncanakan pada Juli mendatang.

Diharapkan dengan peninjauan langsung Menteri nanti, upaya-upaya konservasi dan penanaman mangrove di Kalimantan Selatan dapat semakin diperkuat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. (DishutKalsel-RIW/RH)

Terus Gencarkan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Dishut Kalsel Tinjau Kawasan Industri Batulicin

TANAH BUMBU -Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, bersama seluruh pejabat eselon lingkup dinas, melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman di Kawasan Industri Batulicin, yang sebelumnya dikenal dengan KAPET Batulicin, pada Minggu (29/6).

Salah satu kegiatan yang mendukung pengelolaan kawasan yang berkelanjutan adalah kegiatan RHL baik dengan sumber dana APBD Dinas Kehutanan dan KPH, maupun kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Dalam pengecekan tersebut, Fathimatuzzahra meninjau area seluas 80 hektare yang telah ditanami bibit Jabon dan Sengon yang berasal dari Persemaian Liang Anggang BPDAS Barito oleh Dinas Kehutanan. Selain itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) juga menanam Jabon di lahan seluas 25 hektare.

Melalui kegiatan rehabilitasi DAS sebagai kewajiban PPKH, kawasan ini mendapatkan tambahan tanaman di lahan seluas 120 hektare yang ditanam PPKH PT. Borneo Indobara, dan 80 hektare yang ditanam PT. Sasangga Banua Banjar, dengan jenis tanaman Eucalyptus, Sengon, Belangeran dan Pinang.

“Saya berharap, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan memperbaiki kondisi ekosistem di kawasan tersebut, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi hijau yang berdampak positif pada masyarakat setempat,” harapnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kehutanan menambahkan bahwa pengelolaan tanaman di kawasan ini juga dapat melibatkan masyarakat dengan pendekatan pola agroforestry atau tumpang sari, dimana tanaman masyarakat atau tanaman sela dan tanaman pokok kehutanan ditanam dipelihara secara bersamaan.

“Dengan melibatkan masyarakat dalam pola agroforestry ini, kami harap dapat tercipta kolaborasi yang baik dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pemanfaatan lahan yang optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan hutan dan lahan terpadu, yang tidak hanya fokus pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat di sekitar Kawasan Industri Batulicin. (DishutKalsel-RIW/RH)

Dukung Penegakan Hukum Zero ODOL, KADIN Kalsel Gelar FGD

BANJARMASIN – Jelang penerapan aturan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) di Indonesia, yang rencananya dilaksanakan pada 2026 mendatang, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, terus menggencarkan upaya sosialisasi kepada seluruh pihak. Termasuk kepada kalangan pengusaha, yang menjalankan usaha angkutan serta logistik.

Para Narsum FGD berfoto bersama sebelum acara dimulai

Untuk membantu upaya sosialisasi pemerintah provinsi, dan juga kelancaran dunia usaha, maka Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Group Discusssion terkait Penegakan Hukum Terhadap Truk ODOL di Kalsel. FGD dengan tema “Efektivitas dan Solusi Bagi Ekosistem Logistik” ini, dibuka Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi yang diwakili Wakil Ketua Umum II KADIN Provinsi Kalsel, Tajuddin.

Dalam sambutannya, yang dibacakan Tajudin, Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi mengatakan, sebagai payung dari pelaku usaha dan mitra dari pemerintah, KADIN tidak dapat berpangku tangan, apabila ada silang pendapat, terkait truk ODOL.

“Apalagi ini berkaitan dengan beberapa rekan sejawat Asosiasi kami. Yaitu Asosiasi Pengusaha Truk (Aptrindo), Organda dan juga ALFI ILFA, yang menjadi user atau pengguna angkutan truk”, jelasnya.

Pada prinsipnya, menurut Shinta, pihaknya sepakat bahwa penertiban ODOL perlu dilakukan. Namun KADIN juga sepakat, bahwa penertiban ODOL harus tetap memperhatikan para pelaku usaha truk dan logistik, yang jumlah tidak sedikit di Kalsel.

“Di Kota Banjarmasin saja, tahun 2023 lalu tercatat ada 7.226 unit truk”, tambahnya.

Efektivitas penertiban ODOL melalui FGD ini, tambah Shinta, diharapkan dapat menjadi solusi bersama untuk keberlangsungan ekosistem logistik Kalimantan Selatan. Terutama saat ini, dengan status Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik regional Kalimantan.

Sementara itu, salah seorang narasumber FGD, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, Muhammad Fitri Hernadi mengakui, bahwa sektor transportasi dan logistik masih menjadi urat nadi distribusi barang atau rantai suplai di Kalimantan Selatan.

“Tidak hanya perangkat hukum yang harus diperhatikan, tetapi juga masyarakat khususnya pengusaha angkutan, yang selama ini mungkin memiliki angkutan yang terbilang over dimension. Karena penerapan aturan ini, tentunya akan memakan biaya dan merugikan para pengusaha”, jelasnya

Selain itu menurut Fitri, dari sisi ekonomi, apabila angkutan truk yang over dimensi dan over load ditertibkan, maka pengangkutan atau logistik, baik untuk sembako maupun bahan bangunan akan terganggu.

“Khususnya angkutan sembako yang selama ini banyak menggunakan truk over load, akan terpengaruh dengan penegakan aturan Zero ODOL. Salah satunya dapat mendorong peningkatan angka inflasi, karena adanya kenaikan barang akibat proses distribusi yang terganggu”, urainya.

Kondisi ini, menurut Fitri, jelas menjadi perhatian pemerintah provinsi, sebelum aturan Zero ODOL benar – benar diterapkan. Salah satunya melalui pembahasan intensif pada FGD, yang diinisiasi KADIN Provinsi Kalsel.

FGD yang digelar KADIN Provinsi Kalsel kali ini, mengundang 5 narasumber utama, untuk membahas solusi terkait penerapan Zero ODOL, bagi ekosistem logistik di Kalsel. Yakni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M Fitri Hernadi, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Habib Yahya Assegaf, Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Siregar, perwakilan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalsel, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Yunani.

FGD yang berlangsung selama satu hari ini, juga diikuti puluhan anggota KADIN Provinsi Kalsel. Terutama para pengusaha yang bergerak di bidang angkutan dan logistik di Kalsel. (RIW/RH)

Permainan Tradisional Balogo Dihidupkan Kembali Melalui Lomba Di Museum Lambung Mangkurat

BANJARBARU – Upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satunya dengan menggelar lomba Balogo, permainan tradisional khas Banua yang kini makin jarang dimainkan generasi muda.

Puluhan peserta dari berbagai daerah di Kalsel terlibat dalam Lomba Edukatif Kultural ke-1 yang digelar di halaman Museum Lambung Mangkurat, Sabtu (28/6). Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi budaya sekaligus bagian dari strategi untuk menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyaidi, mengatakan, lomba ini menjadi bentuk komitmen untuk menjaga identitas lokal.

Sekretaris Disdikbud Kalsel saat membacakan sambutan

“Balogo bukan sekadar permainan, tapi warisan budaya tak benda yang memiliki nilai kejujuran, ketekunan, kerjasama dan musyawarah. Nilai-nilai ini penting ditanamkan, terutama bagi generasi muda,” ujar Hadeli.

Hadeli juga mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai sudah terbiasa memainkan Balogo, dan berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut di masa depan sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan daerah.

Balogo sendiri telah diakui secara nasional sebagai warisan budaya tak benda. Dengan demikian, pelestariannya tak hanya menjadi urusan komunitas budaya, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama masyarakat Banua.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, didampingi Kepala Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Rizabuana Taupan mengatakan, lomba Balogo ini merupakan bagian dari upaya konkret Pemprov Kalsel melalui museum dalam mendekatkan kembali budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Permainan tradisional seperti Balogo punya nilai edukatif dan historis yang sangat kuat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda masa lalu, tapi juga ruang hidup untuk mempraktikkan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Taufik Akbar menambahkan, antusiasme peserta menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih punya tempat di hati masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan lomba.

“Kami akan terus menjadikan lomba seperti ini sebagai agenda tahunan, sekaligus menjadi salah satu cara menarik masyarakat kembali ke museum. Karena pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak,” tandasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Hadiri Rakor Awal Gugus Tugas Reforma Agraria 2025, Gubernur Muhidin Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, yang digelar di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (26/6).

Suasana Rakor Awal Gugus Tugas Reforma Agraria 2025

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, menegaskan, bahwa reforma agraria merupakan salah satu agenda nasional penting dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Penataan kepemilikan tanah menjadi kunci untuk menyelesaikan ketimpangan agraria, mencegah konflik, dan memastikan tanah dikelola secara produktif dan adil,” ujarnya.

Ahmad Bagiawan juga menyampaikan bahwa tahun 2025 diharapkan menjadi momentum percepatan dan konsolidasi pelaksanaan reforma agraria di Kalimantan Selatan agar dapat sejajar bahkan melampaui capaian provinsi lain.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah memperkuat komitmen bersama, memperjelas peran dan kontribusi seluruh pihak terkait, serta membangun sinergi antar instansi baik di tingkat pusat maupun daerah,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Aziz, mengungkapkan, bahwa sejak dimulai pada tahun 2016, pelaksanaan reforma agraria di Kalsel telah berjalan selama delapan tahun dan kini telah diterapkan di 12 kabupaten/kota.

“Hingga tahun ini, satu-satunya daerah yang belum melaksanakan program reforma agraria adalah Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama pelaksanaan reforma agraria pada tahun 2025 adalah redistribusi tanah sebagai tindak lanjut dari penataan aset.

“Melalui forum koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat komitmen, memperjelas peran, dan membangun sinergi yang lebih solid dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria yang adil dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version