Rayakan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Banjar, Gubernur Muhidin Tekankan Sinergi Pembangunan

BANJAR – Puncak Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Banjar berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Rabu (27/8).

Ribuan masyarakat hadir memeriahkan acara yang dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, bersama sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat hari jadi ke-75 untuk Kabupaten Banjar. Muhidin menekankan, perjalanan 75 tahun Kabupaten Banjar adalah proses panjang yang harus menjadi refleksi untuk melangkah lebih maju.

Gubernur Kalsel didampingi Ketua TP PKK Kalsel saat menyampaikan sambutan.(foto : MC Kab Banjar)

Muhidin juga meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan kembali anggaran pembebasan tanah, guna mendukung pembangunan jalan poros tengah Mataraman, Sungai Ulin, Rantau Tapin.

“Pemprov Kalsel akan selalu memberikan dukungan, apalagi untuk memperlancar arus kedatangan dan kepulangan jemaah haul dari arah hulu sungai,” tuturnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Muhidin mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan karhutla, yang kerap melanda wilayah Banjar.

Gubernur juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mendukung program – program nasional yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Seperti makan bergizi gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan swasembada pangan.

“Bupati Banjar dan seluruh jajaran kiranya bisa mempercepat implementasi makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalsel yang terus memberikan dukungan untuk pembangunan di Kabupaten Banjar.

Bupati menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menyampaikan sejumlah capaian pembangunan lima tahun terakhir, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka pengangguran terbuka, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan signifikan tingkat kemiskinan.

Selain itu, ketimpangan pendapatan juga berhasil ditekan dengan turunnya Gini Ratio dari 0,297 pada 2023 menjadi 0,258 di 2024.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kerja keras bersama. Namun kita harus jujur bahwa masih banyak tantangan ke depan,” katanya.

Saidi menjelaskan, peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan identitas daerah yang kaya sejarah, budaya, dan nilai religius.

Menurutnya, tema “Banjar Rakat, Hidup Barakat” merefleksikan filosofi kebersamaan masyarakat Banjar dalam semangat gotong royong dan keberkahan, yang diyakini menjadi modal sosial untuk melangkah lebih maju.

“Tema ini mengandung makna mendalam, yakni kebersamaan tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga melibatkan dunia usaha, akademisi, tokoh adat, dan tokoh agama,” imbuhnya.

Saidi mengajak seluruh masyarakat Banjar untuk terus menjaga persatuan dan melangkah bersama membangun daerah yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

“Dengan semangat mewujudkan Kabupaten Banjar maju, mandiri, dan agamis berlandaskan gotong royong dan keadilan, mari jadikan Banjar sebagai daerah terdepan di Banua kita tercinta,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Dorong Masuknya Investasi untuk Majukan Banua

JAWA TIMUR – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terus mendorong peningkatan investasi di berbagai sektor strategis sebagai salah satu upaya memajukan daerah.

Suasana pertemuan di Dinas (PMPTSP) Jawa Timur, sumber (HumasDPRDKalsel)

Hal ini ditegaskan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dalam kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Selasa, (26/8/).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Yani Helmi mengatakan, kunjungan ini menjadi sarana penting untuk menggali strategi dan pengalaman daerah lain dalam menarik investor. Menurutnya, Jatim memiliki pola yang baik dalam penanganan investasi sehingga dapat menjadi referensi bagi Kalsel.

“Alhamdulillah, kami bersama kawan-kawan anggota komisi bisa mengetahui lebih banyak tentang investasi dan bagaimana strategi menarik investor seperti yang dilakukan di Jatim. Hal ini tentu bisa kita terapkan juga di Kalsel,” ujarnya.

Disampaikan Yani Helmi, Kalsel memiliki potensi besar yang layak dikembangkan. Namun, perlu upaya bersama antara legislatif dan eksekutif untuk meyakinkan para penanam modal bahwa daerah ini siap dan sangat potensial untuk berinvestasi.

“Kami pastikan Kalsel punya potensi besar. Tinggal bagaimana pihak eksekutif juga melakukan penetrasi dan meyakinkan investor bahwa daerah kita sangat layak untuk dijadikan tempat berinvestasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, sejumlah sektor yang menjadi fokus investasi Kalsel antara lain kelautan dan perikanan, perkebunan, hingga mineral. Selain itu, DPRD Kalsel juga mendorong adanya hilirisasi sebagai bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat nilai tambah perekonomian.

“Investasi hilirisasi sudah ada yang berjalan di Kalsel, tapi kita ingin sektor lain juga masuk. Ini agar nilai tambah bisa dirasakan langsung daerah dan masyarakat,” jelasnya

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan DPMPTSP Jatim, Muhammad Arif, yang menerima langsung rombongan Komisi II DPRD Kalsel, merasa tersanjung atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka cakrawala baru melalui diskusi yang produktif.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa tersanjung atas kunjungan ini. Banyak hal yang bisa didiskusikan dan tentunya menambah wawasan bersama. Harapannya, silaturahmi yang baik ini bisa terus berlanjut dan semakin memperkuat kerja sama antar daerah,” pungkasnya. (DPRD.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Pelindo Regional III Sub Regional Kalimantan, Perkuat Dialog dan Kepedulian Sosial Bersama Warga Mantuil

BANJARMASIN – Pelindo Sub Regional 3 Kalimantan memastikan, bahwa seluruh operasional pelabuhan di wilayah kerjanya khususnya di Pelabuhan Basirih Kalimantan Selatan, mengedepankan pendekatan lingkungan dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat sekitar.

Hal tersebut tercermin dalam sejumlah program tanggung jawab social lingkungan (TJSL) Pelindo yang disalurkan kepada masyarakat Kelurahan Mantuil dan Basirih.

Hal tersebut disampaikan Ari Sudarsono General Manager Pelabuhan Trisakti, disela kegiatan menerima aksi damai masyarakat Kampung Mantuil di Pelabuhan Basirih. Menurutnya, Pelindo sejauh ini telah memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat melalui program TJS. Diantaranya bantuan pendidikan, renovasi fasilitas umum hingga sembako kepada masyarakat sekitar.

Meski begitu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memberikan apresiasi atas sikap masyarakat yang memilih jalur damai dalam menyampaikan aspirasi. Pelindo menegaskan komitmennya untuk selalu menghormati hak masyarakat sesuai ketentuan hukum, serta membuka ruang dialog yang konstruktif untuk menampung masukan.

“Pelindo senantiasa berkomitmen mendengar aspirasi masyarakat. Kami percaya melalui komunikasi yang baik akan lahir solusi bersama yang mendukung keberlanjutan pelabuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Ari Sudarsono Branch Manager Pelabuhan Trisakti.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, Pelindo secara konsisten menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Program ini berfokus pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta dukungan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar pelabuhan.

Sebelumnya warga Antasan Bondan RT 17 Kelurahan Mantuil Banjarmasin menggelar aksi damai di sekitar Pelabuhan Basirih, untuk menyuarakan aspirasi terkait kepedulian lingkungan dan sosial.

Aksi tersebut berlangsung tertib, aman, dan kondusif, mencerminkan semangat masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara terbuka. Selama aksi berlangsung, Pelindo memastikan operasional Pelabuhan Basirih tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Aktivitas bongkar muat serta layanan kepelabuhanan tetap terjaga sehingga iklim usaha di kawasan pelabuhan berlangsung aman, nyaman, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Pelindo-RIW/RH)

Jelang Perhitungan Baru, Dislutkan Kalsel Siapkan Peningkatan Angka Gemar Makan Ikan

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, fokus melibatkan kader Posyandu, untuk mensosialisasikan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), menjelang Pelaksanaan Perhitungan Baru Konsumsi Ikan di tanah air.

Hal ini dikatakan Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono diwakili Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti, Rabu (27/8).

Martiah menjelaskan, keterlibatan kader posyandu ini, adalah untuk peningkatan konsumsi ikan.

Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martyah Akhdianti

“Karena pada tahun 2026 mendatang, terjadi perubahan cara perhitungan angka konsumsi ikan,” ungkapnya.

Dikatakan Martyah, mendatang akan dihitung melalui konsumsi ikan dalam rumah tangga.

Sedangkan, lanjutnya, selama ini konsumsi makan ikan dihitung secara total keseluruhan, termasuk dari sektor rumah makan, restoran, hotel, perusahaan, serta rumah sakit, yang menggunakan bahan ikam dan terdapat konsumsi ikan.

“Kami menilai, di dalam rumah tangga, ibu rumah tangga lah, yang memiliki peran penting, dalam peningkatan konsumsi ikan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Dislutkan Kalsel juga mengajak rumah tangga di Banua, untuk meningkatkan konsumsi atau makan ikan.

“Kami terus melakukan upaya peningkatan Gemarikan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Dislutkan Kalsel, lanjut Martyah, terus mempersiapkan, capaian perhitungan angka konsumsi ikan agar tetap tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan.

Upaya peningkatan konsumsi ikan dalam rumah tangga, yang mereka lakukan hingga saat ini, salah satunya dengan memberikan sosialisasi, serta imbauan.

“Dislutkan Kalsel berharap, konsumsi ikan dalam rumah tangga di Banua semangkin meningkat kedepannya,” ucap Martyah. (SRI/RIW/RH)

Dislutkan Kalsel Terus Tingkatkan Produk Olahan Ikan

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, hingga saat ini terus meningkatkan produk olahan ikan di Banua.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menjelaskan, pihaknya memiliki binaan pelaku UMKM sektor perikanan.

Kadislut Kalsel Rusdi Hartono

“Produk olahan ikan dari UMKM Binaan Dislutkan Kalsel ini, terus ditingkatkan,” ungkap Rusdi, belum lama tadi.

Dikatakan Rusdi, pelaku UMKM sektor perikanan, yang menjadi binaan Dislutkan Kalsel saat ini, sudah cukup banyak.

“Dislutkan Kalsel juga turut memasarkan produk olahan ikan tersebut, ketika mengikuti pameran, serta expo,” ucap Rusdi.

Produk olahan ikan (foto:net)

Ia berharap, produk olahan ikan yang diproduksi UMKM Binaan Dislutkan Kalsel, seperti Abon Ikan Haruan, disukai masyarakat Banua.

Selain itu, lanjut Rusdi, Dislutkan Kalsel melalui Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan, Dislutkan Kalsel, terus mengembangkan, produk albumin ikan haruan.

“Produk albumin ikan haruan saat ini terus dikembangkan, mengingat manfaat yang cukup tinggi untuk kesehatan,” jelas Rusdi.

Untuk produk albumin ini, sudah dikonsumsi oleh Gubernur Kalsel Muhidin. (SRI/RIW/RH)

Legislatif Dorong Disnakertrans Kalsel Gelar Pelatihan Inovatif

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, menggelar pelatihan yang lebih inovatif, sesuai perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono, belum lama tadi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, saat rapat kerja dengan Disnakertrans Kalsel

Bambang menjelaskan, pihaknya mengusulkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, menjalin kerja sama dengan perusahaan, melalui pemanfaatan dana CSR, minimal 2,5 persen dari anggaran perusahaan untuk daerah. Dana ini diharapkan dapat membiayai pelatihan berbasis keterampilan baru.

“Saat ini yang sangat tepat dilaksanakan, diantaranya pelatihan digital seperti content creator, YouTuber dan TikToker,” ucapnya

Disampaikan Bambang, Komisi IV DPRD Kalsel berharap, tahun 2026 mendatang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, memiliki terobosan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di seluruh kabupaten dan kota.

“Disnakertrans Kalsel harus mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat di Kalsel,” jelasnya.

Lebih lanjut Bambang menyarankan pentingnya perlindungan pekerja lepas mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, dengan usulan alokasi anggaran sekitar Rp16.000 per pekerja, melalui pembahasan APBD Murni 2026.

“Kami ingin ada peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja di Banua,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

446 PNS Dianugerahi Satyalancana Karya Satya, Ini Harapan Gubernur Muhidin

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.

Penghargaan tersebut disematkan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam kegiatan yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (26/8).

Acara ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, serta para Kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan, bahwa Satyalancana Karya Satya bukan hanya sekadar simbol, melainkan wujud nyata pengakuan negara atas dedikasi dan komitmen luar biasa para PNS dalam melayani masyarakat.

Gubernur Muhidin saat menyampaikan sambutan

“PNS adalah garda terdepan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Untuk itu, mereka yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun layak menerima penghargaan ini,” ucap Gubernur.

Muhidin juga berharap, penghargaan ini dapat menjadi penyemangat sekaligus teladan, baik bagi penerima maupun PNS lainnya, agar terus bekerja profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

“Laksanakan tugas dan kewajiban sebagai PNS dengan jujur dan bertanggung jawab. Tampil lah sebagai aparatur yang kaya gagasan, kreatif, dan inovatif. Mari satukan energi membangun Banua dengan semangat kerja bersama,” tegasnya.

Foto bersama usai penyerahan Satyalancana Karya Satya

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Noryadi, melalui Kepala Bidang Penilai Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Lily Hidayat menyebutkan, sebanyak 446 PNS menerima penghargaan, yang terdiri dari berbagai tingkatan jabatan dan satuan kerja. Dengan rincian pengabdian 10 tahun sebanyak 272 orang, 20 tahun 65 orang, dan 30 tahun sebanyak 109 orang.

Menurutnya, penganugerahan Satyalancana Karya Satya diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh ASN di Kalsel untuk terus meningkatkan kinerja, loyalitas, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi para PNS untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banua,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Kasus Perundungan di Sekolah Meningkat, Banjarmasin Andalkan BESTY PPA

BANJARMASIN – Kasus perundungan atau bullying di dunia pendidikan di Provinsi Kalimantan Selatan, mengalami peningkatan.

Seperti yang disampaikan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan Pandu Aksana, pada Topik Kita Hari Ini bersama Abdi Persada FM, Selasa (26/8).

Pandu menjelaskan, tingginya laporan kasus perundungan ini, membuktikan bahwa kesadaran masyarakat semakin meningkat

Kabid PPA DP3AKB Kalsel Pandu Aksana

“Kasus perundungan di sekolah, paling banyak terjadi di kota besar seperti Kota Banjarmasin serta Banjarbaru,” ungkapnya.

Pandu mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan sosialisasi menghentikan perundungan di sekolah, dengan menjalin kerjasama semua pihak, diantaranya Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin, mengandalkan program Besty PPA atau Bersama Mengedukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak, untuk mencegah kasus perundungan di sekolah.

Kepala DP3A Banjarmasin Ramadhan menjelaskan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, sengaja meluncurkan program BESTY PPA, untuk mengatasi tindakan perundungan ini.

Kepala DP3A Banjarmasin Ramadhan

“Program BESTY PPA ini dibentuk sebagai dukungan dan penguatan sistem perlindungan anak di satuan pendidikan, melalui pendekatan partisipasi berbasis teman sebaya,” jelasnya.

Ramadhan menambahkan, program BESTY PPA melibatkan langsung peran siswa sebagai teman sebaya, guru Bimbingan Konseling sebagai pelopor dan pelopor dalam pencegahan, serta penanganan bullying di sekolah sekolah. (SRI/RIW/RH)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Hadirkan Program Sahabat Inspiratif Dukung Kemandirian Disabilitas Borneo

BANJARMASIN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Para peserta pelatihan disabilitas berfoto bersama perwakilan PT Pelindo

Pada tahun ini, Pelindo melanjutkan Program Sahabat Inspiratif dengan menggelar pelatihan keterampilan menjahit tas sasirangan, kerajinan manik-manik, serta pemberian bantuan alat bantu disabilitas, dengan total dukungan senilai Rp50.000.000.

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Disabilitas Borneo pada Senin (25/8) ini, diikuti 20 peserta dengan penuh semangat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, serta instruktur pelatihan dari D’Lamiz.

Program ini merupakan rangkaian berkelanjutan yang telah berjalan sejak tahun 2023 dan 2024, serta terus diperkuat di tahun 2025 dengan harapan menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penyandang disabilitas.

Selain pelatihan, Pelindo juga memberikan bantuan berupa 5 kursi roda, 5 tongkat netra, dan 20 pasang sepatu untuk penyandang cerebral palsy. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas sekaligus kualitas hidup para penerima manfaat.

Kehadiran 5 peserta tambahan dari Kampung Wisata Religi Kubah Basirih, yang merupakan desa binaan Pelindo, semakin memperluas dampak positif program ini.

Dalam sambutannya, Diah Sri Hadiati, Supervisor TJSL PT Pelindo (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta.

“Kami percaya keberlanjutan pelatihan ini sangat penting agar peserta dapat menguasai keterampilan secara optimal dan meningkatkan kemandirian mereka. Selain itu, melalui bantuan alat bantu disabilitas, kami berharap kualitas hidup sahabat-sahabat di Rumah Disabilitas Borneo semakin baik,” ujar Diah.

Ketua Rumah Disabilitas Borneo, Norhidayah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas konsistensi dukungan yang diberikan Pelindo.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program Sahabat Inspiratif ini. Para peserta bukan hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga motivasi untuk lebih percaya diri dan mandiri. Bantuan alat bantu yang diberikan pun sangat bermanfaat bagi anggota kami,” ungkapnya.

Program ini juga menghadirkan narasumber Hamdanah dari D’Lamiz yang memberikan pelatihan keterampilan dasar dan lanjutan menjahit tas berbahan kain sasirangan. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi para peserta, sekaligus melestarikan kain khas Kalimantan Selatan sebagai identitas budaya lokal.

Dengan keberlanjutan program yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang berdampak nyata. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, serta komunitas diharapkan dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang kuat, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. (Pelindo-RIW/RH)

Gubernur Cup Mini Soccer 2025 Resmi Dibuka, Kalsel Siapkan Bibit Atlit Potensial

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, resmi membuka Gubernur Cup Open Turnamen Mini Soccer Tahun 2025, di Lapangan Vim Mini Soccer Banjarmasin, Senin (25/8) sore.

Suasana pembukaan Gubernur Cup Open Turnamen Mini Soccer 2025

Turnamen yang diikuti sebanyak 26 tim se-Kalimantan Selatan ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 25 – 31 Agustus 2025.

Plt. Kadispora Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta, dan berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

Kadispora Provinsi Kalsel, Fitri Hernadi

Ia juga menyampaikan, bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, namun juga seleksi untuk menjaring talenta muda potensial.

“Dari setiap tim akan dipantau minimal lima pemain usia 23 tahun. Mereka berpeluang mewakili Kalsel, bahkan bisa memperkuat timnas Indonesia kedepan pada Piala Dunia Mini Soccer di Solo, Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemain yang terpilih nantinya akan menjalani pembinaan dan pemusatan latihan (TC) agar siap menghadapi kompetisi tingkat dunia.

“Kami berharap dukungan masyarakat Kalsel, semoga ajang ini bisa melahirkan banyak bibit atlet yang membanggakan Banua di masa depan,” tambahnya.

Selain menjadi wadah pencarian bakat, Turnamen Gubernur Cup Mini Soccer 2025 juga menyediakan dana pembinaan terbesar di Kalimantan Selatan bagi tim yang berhasil meraih juara.

“Semoga seluruh peserta dapat menunjukkan permainan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga turnamen ini benar-benar menjadi wadah lahirnya atlet-atlet berprestasi yang membanggakan Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version