BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Family Gathering dalam rangka HUT ke-80 RI serta Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, di Lapangan SKB Mulawarman, Jumat (22/8).
Salah satu lomba yang dipertandingkan mancing makan kerupuk mendapatkan antusias dari peserta
Kepala Dishub sekaligus Plt Kadispora Kalsel, M. Fitri Hernandi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, untuk menjalin silaturahmi, serta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI, dengan melaksanakan lomba lomba Agustusan.
“Lomba yang dilaksanakan diantaranya tarik tambang, mancing makan kerupuk, sepakbola berjalan, domino, serta memasukan benang dalam botol,” ujar Fitri.
Lomba Memasukan paku dalam botol
Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai Dispora serta Dishub Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami bersyukur seluruh karyawan mengikuti dengan antusias serta gembira,” ujarnya.
Dikatakan Fitri, dalam memaknai HUT ke 80 Kemerdekaan RI Tahun 2025, seluruh pegawai di Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, diminta meningkatkan kinerjanya.
“Lomba Kemerdekaan laksanakan secara tim, sehingga kerjasama dan kekompakan dapat terjaga,” ujarnya.
Diharapkan, kerjasama tim dan kekompakan ini dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari hari.
“Kami berharap, seluruh karyawan baik di Dispora serta Dishub Kalsel, dapat memaknai Hari Kemerdekaan ini, dengan meningkatkan kualitas kinerja masing masing, untuk membangun Banua,” ucap Fitri.
Meski, lanjutnya, berada di daerah namun dapat memberikan karya, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, dengan menyalurkan 1 ton ikan segar gratis kepada masyarakat, di halaman Kantor Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (21/8) sore.
Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono menyampaikan, turut sertanya Dislutkan Kalsel ini, tidak hanya sekadar aksi berbagi, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Syukur Alhamdulillah, hari ini kami dapat turut serta dalam gerakan pangan murah dengan menyalurkan 1.000 kilogram ikan segar kepada masyarakat secara gratis,” ungkap Rusdi, kepada awak media.
Pembagian Ikan Segar Gratis Dislutkan Kalsel
Lebih lanjut, Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar semakin gemar mengonsumsi ikan melalui program Gemar Makan Ikan (Gemarikan).
“Sesuai arahan Gubernur Kalsel Muhidin, kami terus menggelorakan Gemarikan demi terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas,” ucap Rusdi.
Adapun ikan yang dibagikan berupa ikan Peda dan Patin, masing-masing paket berisi 1 kilogram. Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi, kaya gizi, dan sangat penting untuk tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan orang dewasa, serta meningkatkan daya tahan tubuh keluarga.
“Dengan mengonsumsi ikan segar berkualitas, kita sedang berinvestasi untuk masa depan yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Rusdi mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bahagia melalui pangan bergizi dari laut daerah sendiri.
Diketahui pada kegiatan tersebut, juga turut dihadiri Kapolri, Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo. Diharapkan dengan kegiatan ini, terjalin hubungan yang kondusif antara masyarakat dan Polri khususnya Polda Kalsel. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, menggelar seminar kegempaan bertajuk Memahami Potensi Gempa Bumi di Kalimantan Selatan, di Aula Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (21/8).
Suasana Seminar Kegempaan BMKG Kalsel
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (HMKG) ke-75.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono, Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Damanik, serta akademisi ULM, Sri Cahyono Wahyono.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, diwakili Plt. Kepala Bidang Aptika, Tarwin Patik Mustafa, perwakilan Basarnas Kalsel, mahasiswa, hingga tamu undangan lainnya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Damanik, menuturkan, bahwa seminar ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat mengenai potensi gempa bumi yang mungkin terjadi di Kalimantan Selatan.
“Melalui seminar ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa agar lebih memahami potensi gempa di Kalsel. Pemahaman ini penting agar kesiapsiagaan dapat ditingkatkan sejak dini,” ungkap Klaus.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pihak, khususnya dengan perguruan tinggi, untuk mendukung penelitian lanjutan terkait kegempaan.
“Selain edukasi, kami berharap adanya kolaborasi lebih erat antara BMKG, pemerintah daerah, serta akademisi untuk memperdalam riset kegempaan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono mengingatkan, bahwa meskipun aktivitas kegempaan di Kalimantan relatif rendah dibanding kawasan lain di Indonesia, bukan berarti wilayah ini bebas dari ancaman gempa.
“Kalimantan memang relatif lebih aman dibanding daerah lain, namun bukan berarti tidak ada potensi gempa. Terdapat sumber gempa yang bisa berpengaruh di wilayah ini, salah satunya sesar Meratus yang merupakan sesar aktif dan berpotensi memicu gempa bumi,” jelas Daryono.
Ia mengungkapkan, catatan sejarah menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan pernah mengalami beberapa kejadian gempa yang cukup signifikan. Hal ini membuktikan bahwa potensi gempa di wilayah tersebut nyata adanya.
“Sejarah mencatat, Kalimantan Selatan juga pernah diguncang gempa, sehingga masyarakat perlu menyadari bahwa ancaman itu ada. Kita tidak boleh abai,” katanya.
Lebih lanjut, Daryono menekankan pentingnya upaya mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat maupun pemerintah daerah untuk menghadapi potensi bencana.
“Kita tidak bisa mencegah gempa, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Oleh karena itu, edukasi, kesiapsiagaan, dan mitigasi bencana harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK sampaikan apresiasi dan dukungannya, terhadap langkah Polisi Republik Indonesia (Polri) yang menghadirkan layanan kesehatan berbasis gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Foto : sumber (HumasDPRDKalsel)
Hal tersebut Ia sampaikan, saat menghadiri peresmian dua unit layanan SPPG di Mapolda Kalsel, pada Kamis (21/8), yang diresmikan langsung Kapolriz Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Supian HK meyakini, bahwa keberadaan SPPG dapat menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan kualitas gizi terutama bagi anak-anak dan generasi muda, serta menjadi modal penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing di Kalsel.
“Kami menyambut baik kehadiran SPPG ini yang merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Semoga program ini tidak berhenti sebatas peresmian, tetapi benar-benar dapat dioptimalkan dan tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.” ujar Supian HK
Selain meresmikan unit layanan SPPG, Kapolri juga secara resmi meresmikan gedung perkantoran baru Mapolda Kalsel, dan melaksanakan Gerakan Pangan Murah di lingkungan Polda Kalsel.
Supian HK berharap, dengan diresmikannya gedung baru ini, Polda Kalsel mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta menunjang efektivitas kerja jajaran Polda Kalsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Banua. (ADV-NHF/RIW/RH)
KOTABARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar program Museum Keliling tahun 2025. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Negeri 1 Kotabaru dengan tema “Mengenal 10 Jenis Koleksi Museum”, Rabu (20/8).
Foto bersama saat kegiatan Museum Keliling di SMKN 1 Kotabaru.(foto: MuslamKalsel)
Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, yang diwakili Pamong Budaya Museum, Darmanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan bersama untuk mengenalkan sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Museum adalah cermin perjalanan peradaban. Namun, tidak semua orang berkesempatan datang langsung ke museum di Banjarbaru. Karena itu, program Museum Keliling hadir untuk menjembatani agar koleksi museum bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Darmanto menjelaskan, tahun ini Museum Keliling memperkenalkan sepuluh jenis koleksi museum, mulai dari geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, hingga teknologika.
Melalui pengenalan ini, diharapkan peserta dapat memahami bahwa museum tidak hanya menyimpan benda kuno, tetapi juga pengetahuan yang relevan untuk kehidupan masa kini dan masa depan.
“Jangan hanya melihat koleksi sebagai benda mati, tetapi renungkan nilai, cerita, dan makna di dalamnya. Dari sini, kita bisa belajar mencintai sejarah sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” imbuhnya.
Kegiatan Museum Keliling II turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru, dewan guru, serta sekitar 900 siswa-siswi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 siswa mengikuti langsung sosialisasi tentang permuseuman dan koleksinya. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena mereka dapat melihat secara langsung koleksi-koleksi yang dibawa oleh pihak museum.
Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Museum Lambung Mangkurat.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Kalau bisa, kerja sama terus dilakukan agar siswa-siswi dapat lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Kalimantan Selatan, khususnya koleksi-koleksi yang ada di museum,” ungkapnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kota Banjarmasin resmi ditutup, ditandai dengan upacara penutupan, di Halaman Balaikota Banjarmasin, Kamis (21/8).
Selaku Inspektur Upaya Kasdam 6 Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, dan pimpinan upacara Dandim Kota Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko.
Ari menyampaikan ucapan terimakasih, kepada seluruh petugas lapangan, yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan TMMD di Kota Banjarmasin.
Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto
“Pembangunan fisik maupun non fisik telah selesai 100 persen,” ungkapnya.
Sehingga laporan penyelesaian pelaksanaan pada TMMD Tahun 2025 di kawasan Kuin Kacil, diserahkan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.
“TMMD ini merupakan kemanunggalan TNI dalam membangun daerah terpencil di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Ari berharap, kerjasama ini kedepannya terus dilakukan TNI dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin melibatkan TNI, untuk pembangunan merata di kota seribu sungai tersebut. Seperti yang disampaikan, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda.
“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan TMMD di kawasan Kuin Kacil,” ungkapnya.
Karena, lanjut Ananda, untuk mencapai pembangunan yang merata di Kota Banjarmasin, tidak dapat dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri.
“Diperlukan keterlibatan semua pihak, salah satunya TNI Manunggal Membangun Desa,” ucapnya.
Ananda berharap, kerjasama yang harmonis bersama TNI, untuk membangun daerah terpencil di Kota Banjarmasin, akan terus berlanjut kedepannya. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Ketua KPID Kalimantan Selatan, Muhammad Leoni Hermawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Komisioner KPID periode 2025–2028. Ia menegaskan, KPID Kalsel berkomitmen menghadirkan penyiaran yang sehat, berimbang, mendidik, serta adaptif di tengah disrupsi digital yang kian masif.
“Kami siap menjaga narasi baik sebagai penyeimbang, menjadi garda terdepan melawan hoaks, dan mendorong literasi digital di masyarakat,” ucap Leo.
Sebagai langkah awal, Leo menekankan pentingnya mempererat komunikasi internal antar-komisioner dan staf.
“Kami semua berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga soliditas dan kerja sama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan besar ke depan,” tambahnya.
Wakil Ketua KPID Kalsel, Muhammad Saufi, menambahkan, lembaganya juga akan segera menjalin silaturahmi dan audiensi dengan stakeholder terkait, seperti Diskominfo, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, serta lembaga lainnya.
“Yang utama, kami akan segera memohon waktu bertemu Gubernur Kalsel, Bapak Haji Muhidin, untuk meminta arahan dan nasihat demi kelancaran tugas KPID,” ujarnya.
Melalui rapat pleno pada 19 Agustus 2025, KPID Kalsel menetapkan susunan organisasi sebagai berikut:
Bidang Pengawasan Isi Siaran : Koordinator Agus Suprapto, S.Pd., M.Med.Kom, bersama anggota Muhammad Saufi dan Muhammad Leoni Hermawan.
Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PKSP): Koordinator Analisa, SE., M.Ak, didampingi Wakil Koordinator Muhammad Luthfi Rahman, S.H.
Adapun penetapan Komisioner KPID Kalsel periode 2025–2028 dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 100.3.3.1/0746/KUM/2025 tertanggal 12 Agustus 2025.
Prosesi pelantikan digelar Selasa (19/8) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, oleh Gubernur, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin. (KPIDKalsel-RIW/RH)
BANJARMASIN – Pamor Borneo 2025 resmi dibuka di Banjarmasin, pada Kamis (21/8). Dimana pelaksanaannya tahun ini, menjadi rangkaian perayaan HUT ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Acara ini merupakan program kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekdaprov, Ketua DPRD Kalsel dan Kepala KPw BI Kalsel melihat pameran UMKM Pamor Borneo
Pamor Borneo tahun ini, mengangkat tema “The New Kalimantan: Accelerating Growth through Investment, Trade, and Tourism”. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dan Kalimantan yang tinggi, sebagai daerah yang kaya potensi dan peluang.
Pamor Borneo berlangsung pada 21-24 Agustus 2025 melalui beberapa event untuk mendukung penguatan tiga pilar utama sumber pertumbuhan baru ekonomi Kalimantan. Yakni perdagangan yang berdaya saing, investasi yang bernilai tambah tinggi, dan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Acara dibuka dengan sambutan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menekankan bahwa Kalimantan memiliki modal besar, untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.
“Dengan potensi energi terbarukan, perdagangan lintas batas, serta keindahan budaya dan alam, Kalimantan tidak hanya berperan bagi Indonesia, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Momentum Pamor Borneo harus kita gunakan untuk memastikan transformasi ini benar – benar terwujud,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pamor Borneo 2025. Ia menilai forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM dan investasi daerah.
“Kegiatan ini adalah momentum bagi kita semua untuk memperbesar akses pasar, memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan ke dunia, dan menunjukkan bahwa daerah kita siap bersaing,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.
Senada disampaikan Kepala Perwakilan BI Kalsel, Fadjar Majardi. Ia menyebut bahwa Pamor Borneo adalah bentuk nyata sinergi.
“Pamor Borneo bukan sekadar event tahunan, melainkan sebuah ekosistem yang dapat berkontribusi nyata dalam memperluas akses pasar UMKM ke mancanegara, meningkatkan peluang investasi, mendorong pariwisata berkelanjutan, dan mengangkat citra budaya Kalimantan serta Indonesia di kancah internasional,” jelasnya.
Untuk mendorong daya saing perdagangan sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, Pamor Borneo melaksanakan business matching dan showcasing UMKM unggulan Kalimantan Selatan di Atrium Duta Mall Banjarmasin yang dirangkaikan dengan lomba, hingga workshop kreatif.
Yakni Tourism and Craft pada Kamis (21/8), berupa talkshow pariwisata, workshop sasirangan, ecoprint, dan purun. Kemudian Fashion pada Jumat (22/8), berupa beauty class, talkshow fashion, fashion show, dan permainan interaktif berhadiah bersama RURI Repvblik. Berlanjut program FnB and Agro pada Sabtu (23/8), berupa demo masak, workshop kopi, lomba brewing, semifinal Mobile Legend, hingga dance competition. Selanjutnya Ekraf dan Digital pada Minggu (24/8), yang diisi lomba mewarnai, final Mobile Legend, pengumuman pemenang lomba, sosialisasi Bank Indonesia, kompetisi menyanyi, dan fun closing ceremony.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pamor Borneo, dorongan terhadap investasi yang bernilai tambah tinggi diwujudkan melalui Borneo Business and Investment Forum (BBIF) 2025, mengangkat tema “Beyond Black Earth: Transforming Kalimantan’s Richness through Advanced Sustainable Investment” dengan 2 (dua) kegiatan utama.
Pertama, diskusi panel dengan kesimpulan, pertama, transformasi ekonomi Kalimantan dapat ditempuh melalui upaya hilirisasi sumber daya alam di Kalimantan, khususnya mineral dan batu bara. Kedua, berbagai tantangan perlu diatasi bersama, diantaranya keterbatasan infrastruktur, insentif, teknologi, serta kompleksitas perizinan dan koordinasi pusat-daerah.
Kesimpulan ketiga, sinergi kebijakan pemerintah, peran kawasan industri, serta dukungan akademisi dan investor menjadi kunci dalam mengatasi bottleneck investasi dan mempercepat realisasi hilirisasi. Kemudian one-on-one meeting antara pemilik proyek dan investor potensial untuk menjajaki peluang kerja sama langsung yang dilanjutkan dengan site visit proyek investasi yang ditawarkan, guna merealisasikan minat investasi daerah.
Tidak hanya soal perdagangan dan investasi, Pamor Borneo juga memberi ruang luas untuk memperkuat pariwisata Kalimantan. Melalui pameran wisata, pengunjung dapat menjelajahi ragam potensi destinasi unggulan, sekaligus merasakan pengalaman langsung lewat kunjungan ke Geopark Meratus yang kini satu dari dua belas UNESCO Global Geoparks di Indonesia.
Menjelang digelarnya Pamor Borneo 2025, sejumlah capaian penting telah lebih dulu diraih melalui rangkaian kegiatan pre-event di dua pilar Utama yaitu perdagangan dan investasi.
Dari pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM telah diinisiasi sejak pertengahan tahun 2025 lewat business matching. Upaya ini membuahkan hasil nyata berupa kerja sama ekspor dengan perusahaan Singapura senilai Rp8,1 miliar di sektor makanan dan minuman, serta Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Thailand senilai Rp6,3 miliar untuk sektor fesyen. Capaian tersebut membuktikan bahwa produk unggulan Banua telah mampu menembus pasar global dengan kualitas yang kompetitif.
Sementara itu, pada pilar investasi, langkah memperluas basis investor luar negeri juga menghasilkan peluang signifikan. RIRU Intan Kalsel berhasil mengamankan LoI senilai Rp152 miliar dalam ajang World Expo Osaka 2025 untuk proyek pengolahan limbah medis dan budidaya ikan bandeng terintegrasi.
Momentum positif ini berlanjut dengan penandatanganan LoI oleh Atoll Bay Partners, perusahaan asal Singapura, pada 20 Agustus 2025. Proyek yang difokuskan pada pengolahan limbah medis di TPAS Regional Banjarbakula tersebut berpotensi menyerap investasi sebesar Rp12,57 miliar.
Rangkaian capaian pra-event ini menjadi fondasi kokoh sekaligus sinyal optimisme bahwa selama pelaksanaan Pamor Borneo 2025, peluang yang lebih besar dapat terus terwujud. Dengan daya saing produk UMKM yang terbukti menembus pasar internasional, serta meningkatnya minat investor terhadap potensi Kalimantan Selatan.
Pamor Borneo diharapkan menjadi katalis akselerasi perdagangan dan investasi Banua di kancah global. Pamor Borneo 2025 menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin solid dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing perdagangan, menyelesaikan hambatan investasi dan mengembangkan pariwisata, maka harapan Kalimantan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Asta Cita dapat tercapai. (BIKalsel-RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah bersama Forum Anak Kota Banjarmasin, memperingati Hari Anak Nasional serta Gebyar PAUD Tahun 2025, di Mahligai Pancasila, Rabu (20/8). Kegiatan dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin serta Bunda PAUD Banjarmasin Nelly Listriani.
Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional ini.
“Meski, saat ini masih banyak persoalan anak yang perlu penanganan lebih serius,” ungkapnya.
Yamin berharap, Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memberikan perlindungan terhadap anak anak di kota ini.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dalam upaya penanganan kekerasan terhadap anak.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah.
Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah.
Husnul mengatakan, program-program perlindungan anak yang ada di pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya mendapatkan dukungan.
Seperti, lanjutnya, program BESTY PPA atau Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak di Pemerintah Kota Banjarmasin, perlu mendapat dukungan semua pihak.
“Program BESTY PPA ini merupakan salah satu upaya untuk pencegahan terjadinya perundungan di sekolah sekolah,” ujarnya.
Husnul berharap, tindakan perundungan di dunia pendidikan di Kalimantan Selatan, dapat dicegah secara bersama sama.
Pada kegiatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin dikukuhkan sebagai Ayah Forum Anak Kota Banjarmasin, serta Pengukuhan Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak (Besty) PPA Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/EYN)
Banjarnasin – Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih mengalami peningkatan pendapatan atau laba PAM tahun 2024, dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini, terungkap pada press rilis neraca komparatif (Audit) per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024, di aula PAM Bandarmasih, Rabu (20/8).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Plt Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih Syahrani, didampingi Direktur Operasional (Dirops) Edwarsyah, serta Sekretaris Perusahaan Zulbadi. Hadir pula Plt Dewan Komisaris PAM Bandarmasih yang diwakili Edy Wibowo dan Anni Hanisah.
Plt Direktur Utama PAM Bandarmasih Syahrani mengatakan, berdasarkan hasil penilaian Kemendagri dan PUPR, hasil kerja selama tahun 2024, PAM Bandarmasih mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya.
“Di tahun 2023, dari total penilaian Kemendagri kita mendapatkan nilai 69,70 dan di tahun 2024 meningkat menjadi 73,86,” ungkap Syahrani, kepada awak media.
PAM Bandarmasih menyampaikan laporan Tahunan 2024 kepada insan media
Sedangkan, lanjutnya, untuk penilaian PUPR, di tahun 2023 mendapatkan nilai 3,94, dan di tahun 2024 meningkat menjadi 4,12.
“Di tahun 2024 kita juga mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan evaluasi kinerja yang baik dan sehat, dan kita juga tetap mempertahankan opini WTP ini selama 24 tahun terakhir,” ucapnya.
Selain hasil kerja yang meningkat, tren NRW PAM Bandarmasih di 2024 mengalami penurunan, berada di angka 28,4% menurun daripada tahun sebelumnya yang mencapai angka 28,7%.
Lebih lanjut, kata Syahrani, dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, pihaknya juga telah menganggarkan dana kurang lebih sebesar 300 miliar.
“Jadi dana tersebut untuk melakukan peremajaan pipa, pembuatan reservoir, dan keperluan yang lainnya, dan itu dianggarkan untuk keperluan hingga tahun 2028,” kata Syahrani.
Sementara itu, Plt Komisaris Utama, Edy Wibowo menjelaskan, dari peningkatan hasil tersebut, pihaknya tetap memperhatikan dan meningkatkan sistem pelayanan terhadap pelanggan.
“Saat ini untuk pembenahan dalam jaringan sudah mulai kita lakukan, dan saat ini masih terus berjalan, demi meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan,” jelas Edy.
Pemetaan jaringan pipa tua sudah dilakukan, serta koordinasi sesuai dengan komitmen kepala daerah menurunkan tingkat kebocoran. Pengembangan sistem jaringan beriringan dengan pengembangan pesat hunian penduduk hingga bisa terpenuhi hingga ke ujung jaringan.
Edy menjelaskan, pembenahan jaringan memang sudah harus dilakukan, namun dengan kemampuan yang ada dirasa cukup berat sehingga ada peluang untuk menggandeng pihak swasta.
“Karena mengharapkan modal pemerintah agak sulit juga, sehingga kita juga harus bisa mencari dana dari luar, seperti investasi dan yang lainnya,” pungkas Edy. (PAMBANDARMASIH-SRI/RIW/EYN)