Soroti Dampak PNP, Legislatif Kalsel Dorong Pendataan Lebih Terintegrasi dan Adaptif

Tabalong – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menegaskan pentingnya pengelolaan Penduduk Non Permanen (PNP) secara lebih terstruktur, adaptif, dan terintegrasi. Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabalong, baru-baru tadi.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, menilai, isu PNP menjadi perhatian serius karena tidak hanya berkaitan dengan validitas data kependudukan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga potensi dinamika sosial di masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat

Maka upaya yang telah dilakukan Disdukcapil Tabalong patut diapresiasi, terutama melalui pendekatan jemput bola dan kolaborasi lintas sektor. Namun, di lapangan masih terdapat tantangan signifikan, khususnya dalam mendata PNP yang bekerja di sektor informal.

“Pendataan pekerja informal memang menjadi tantangan tersendiri karena mobilitasnya tinggi dan tidak terikat secara administratif seperti pekerja perusahaan. Di sinilah diperlukan strategi aktif dan inovatif agar mereka tetap terjangkau dalam sistem pendataan,” katanya.

Menurut Rais, keberadaan PNP yang tidak terdata secara optimal dapat memunculkan berbagai konsekuensi, mulai dari meningkatnya beban layanan kesehatan, pendidikan, hingga tekanan terhadap infrastruktur dasar.

Bahkan, jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Sebagai langkah antisipatif, DPRD Kalsel mendorong penguatan sistem pendataan berbasis integrasi data lintas instansi. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci utama, untuk menciptakan sistem administrasi kependudukan yang akurat dan responsif.

Foto : suasana pertemuan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabalong

“Kita ingin memastikan bahwa keberadaan PNP tidak menjadi beban, tetapi justru memberikan kontribusi positif bagi daerah. Oleh karena itu, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan masyarakat lokal harus benar-benar dijaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Tabalong, Wardhana Yudha menjelaskan, bahwa pihaknya terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan cakupan pendataan PNP.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Dinas Tenaga Kerja, sosialisasi kepada perusahaan, serta pendekatan langsung ke lapangan.

“Kami melakukan jemput bola, baik ke perusahaan maupun ke komunitas pekerja informal, agar proses pendataan bisa menjangkau seluruh lapisan,” jelasnya.

Selain itu, Disdukcapil Tabalong juga melibatkan peran aktif ketua RT dalam mendata penduduk non permanen yang tinggal di rumah kontrakan, kos, maupun asrama.

Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai efektif dalam mengidentifikasi keberadaan PNP secara lebih akurat.

Sebagai bentuk inovasi pelayanan, Disdukcapil turut menghadirkan kemudahan akses melalui platform digital Pelanduk Online, yang memungkinkan masyarakat melakukan pendataan secara daring.

“Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis teknologi yang lebih cepat, mudah, dan transparan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

DPRD Kalsel Apresiasi Pemkab Tabalong Yang Suplai Produk Holtikultura ke IKN

Tabalong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong yang menjadi penyuplai produk-produk holtikultura ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Karlie Hanafi Kalianda, selaku pimpinan rombongan Dewan Kalsel saat melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tabalong, dalam upaya untuk menggali potensi di “Banua”, baru-baru tadi.

Suasana Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dengan Pemkab Tabalong

“Kabupaten Tabalong yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, menjadi perhatian utama karena posisinya sebagai salah satu kabupaten terluar di Kalsel dan sebagai pintu gerbang IKN Nusantara,” katanya.

Karlie berharap ini capaian tersebut dapat terus dikembangkan, sehingga kontribusi Tabalong dalam mendukung ekonomi di tingkat nasional semakin meningkat. Selain itu, hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalsel untuk terus mengembangkan potensi ekonomi daerahnya masing-masing.

“Kami akan terus mendukung dan berkolaborasi untuk memastikan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tabalong terus meningkat,” terangnya.

Suasana Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dengan Pemkab Tabalong

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tabalong, Pebriadin Hapiz. mengungkapkan bahwa Tabalong telah mencapai prestasi yang cukup membanggakan dengan menjadi penyuplai produk hortikultura ke IKN dengan jumlah mencapai 2,5 ton setiap harinya. Program ini pun mendapatkan dukungan subsidi dari pemerintah Tabalong, khususnya dalam hal transportasi.

“Tabalong memiliki peran yang signifikan sebagai penyuplai produk hortikultura ke IKN, dan prestasi ini patut dibanggakan. Pemerintah setempat telah memberikan subsidi dalam hal transportasi, yang tentu saja mendukung keberlanjutan program ini,” jelasnya. (ADV-NRH/RDM/APR)

DPRD Tabalong Belajar Peningkatan Sapras Keolahragaan di Dispora Kalsel

BANJARMASIN – Kabupaten Tabalong melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)-nya melakukan kunjungan kerja (Kunker) mengenai, Peningkatan Sarana dan Prasarana (Sapras) Keolahragaan ke Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Tabalong Mukhlis mengatakan, kunker yang mereka lakukan saat ini bertujuan, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peningkatan sarana dan prasarana yang ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Tabalong Mukhlis (Baju Biru)

“Kunker yang kami lakukan ini untuk peningkatan prestasi Keolahragaan di Tabalong,” ungkap Mukhlis, kepada sejumlah wartawan, Jumat (28/7).

Karena, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong memiliki keinginan untuk peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten tersebut.

“Oleh karena itu kami memberikan dukungan kepada pemerintah, hingga berkunjung langsung ke Dispora Kalsel ini,” ujarnya lebih lanjut.

Peningkatan prestasi olahraga tersebut, menurutntaberkaitan dengan sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh Kabupaten Tabalong.

Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis juga mengatakan, saat ini prestasi atlet dari Kabupaten Tabalong terus mengalami peningkatan sampai ke nasional.

“Pemerintah Kabupaten Tabalong serta DPRD memberikan apresiasi dan dukungan terhadap peningkatan prestasi atlet atlet tersebut,” ujar lagi.

Karena atlet asal Kabupaten Tabalong ini sudah mencapai tingkat nasional. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan prestasi keolahragaan tersebut.

“Kami berharap, apa yang menjadi upaya dari Pemerintah Tabalong tersebut, mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel Heru Sumianto mengatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan sarana dan prasarana keolahragaan oleh Kabupaten Tabalong tersebut.

Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel Heru Sumianto

“Kami tentunya memberikan dukungan bahkan siap memberikan bantuan kepada daerah apabila ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Kunker Komisi 3 DPRD Kabupaten Tabalong ini, diterima Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Kunker ke 3 Kabupaten Sekaligus

TABALONG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Balangan, serta ke Kabupaten Tabalong pada Selasa (6/6). Kunjungan kerja (Kunker) tersebut dalam rangka memperkuat sinergi percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong, sebagai bentuk tindak lanjut komitmen bersama pada Rakerda Diskominfo se-Kalsel pada Mei lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabalong yang telah berhasil mengentaskan wilayah blank spot di daerahnya. keberhasilan tersebut bisa menjadikan Kabupaten Tabalong sebagai kabupaten percontohan dalam penerapan pemerintahan berbasis smart city. Sehingga wilayah atau desa yang ada di Kabupaten Tabalong sudah tidak terdapat lagi blank spot, dalam rangka program smart city.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhamad Muslim

“Kita mendorong agar Pemerintah Kabupaten Tabalong membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal agar keamanan informasi tetap terjaga, dan bisa diintegrasikan dengan tim CISRT di Pemerintah Provinsi Kalsel,” ucap Muslim.

Ia mengungkapkan, selain Kabupaten Tabalong yang telah berhasil menerapkan Pemerintahan berbasis smart city, Kabupaten Balangan pun akan dibantu Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk mengawal kelancaran pelaksanaan tiga urusan utama Diskominfo, yakni urusan informasi komunikasi publik, persandian dan keamanan, serta urusan statistik. Salah satunya terkait dengan pengentesan wilayah blank spot, yang saat ini masih terdapat 19 persen desa di Kabupaten Balangan yang masih terdapat blank spot.

“Dengan membuat perencanaan yang baik dan disampaikan kepada pemerintah pusat, agar di lokasi-lokasi strategis tertentu diwilayah blank spot tersebut bisa diusulkan untuk dibangunkan Base Transceiver Station (BTS),” lanjut Muslim.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Diskominfo Kalsel, juga mendorong Pemerintah Kabupaten Balangan untuk membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal keamanan siber dan informasi di Pemerintahan Kabupaten Balangan. Selain itu, kabupaten Balangan juga dihimbau agar memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Balangan dengan cara menyampaikan aspirasinya melalui aplikasi SP4N-LAPOR.

“Ini juga yang termasuk kita komitmenkan bersama, untuk kita berharap Pemerintah Kabupaten Balangan membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal keamanan siber dan informasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, bukan hanya Tabalong dan Balangan yng jd sasaran kunjungan kerja Diskominfo Provinsi Kalsel kali ini, tapi sebelumnya Senin (5/6) pihaknya juga mengunjungi Pemkab Hulu Sungai Utara. (MRF/RDM/APR)

PKK Kabupaten/Kota Diminta Fokus Bidang Kesehatan dan Ekonomi

Tabalong – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pertemuan rutin empat bulanan se Kalimantan Selatan di Pendopo Bersinar, Kabupaten Tabalong, Kamis (23/12).

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PKK Kabupaten/Kota atas kehadiran dalam rapat empat bulanan itu.

Secara khusus ia juga mengucapkan terima kasih kepada  PKK. Tabalong atas kesediaan sebagai tuan rumah tempat kegiatan rapat.

Raudatul Jannah mengatakan, pertemuan empat bulanan ini dalam rangka silaturahmi dan evaluasi program kerja PKK dalam pembangunan di daerah.

Dalam arahanya Raudatul Jannah mengatakan, pandemi COVID-19 belum usai dan di Indonesia sudah ada yang terinfeksi varian baru Omicron, ini tentunya membuat kader PKK harus tetap disipilin menerapkan protokol kesehatan.

Dirinya meminta PKK tetap bantu upaya pemerintah untuk mengejar target vaksinasi untuk masyarakat sebagai sasaran.

“Pandemi ini tidak bisa dianggap remeh, Omicron mempunyai tingkat penularan cukup tinggi, untuk itu perlu percepatan vaksinasi dengan mengajak masyarakat, kalau untuk mengejar target harus door to door,” katanya.

Dengan percepatan vaksinasi, Raudatul Jannah mengatakan, keadaan ekonomi banua Kalimantan Selatan bisa kembali normal seperti sedia kala.

Selain itu, Raudatul Jannah juga menginginkan setiap PKK di Kabupaten Kota memiliki Koperasi yang berbadan hukum. Dengan adanya Koperasi bisa membantu ekonomi kader PKK.

Wakil Ketua TP PKK Kalsel Fathul Jannah menambahkan, PKK Kalsel mendukung kreativitas yang dihadirkan PKK Kabupaten Kota untuk memajukan ekonomi desa seperti program satu desa satu produk yang terintegrasi.

“Diharapkan potensi ekonomi dari desa desa yang ada di Kalsel semakin terbuka dan dikenal sehingga diminati baik dari Kalsel maupun luar Kalsel,” katanya.

Menurutnya, kader PKK harus terus melakukan peningkatan kualitas diri dan terus berinovasi.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tabalong, Syarifah Syifa mengucapkan terima kasih atas dukungan  TP PKK Provinsi selama ini kepada wilayahnya.

Menurutnya, TP PKK Kabupaten Tabalong terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam berkegiatan.

Dirinya memaparkan kegiatan yang telah dilaksanakan seperti rapat rutin setiap bulan, lomba-lomba kegiatan PKK, safari ramadhan, peringatan keagamaan, pembinaan kelompok dasawisma, temu kader posyando dan kegiatan lainnya. (BIROADPIM/RDM/APR)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak Berkomentar di Era Digital bersama Literasinya” di Kabupaten Tabalong, Kamis (18/11/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Caesar Demas Edwinarta dengan materi tentang “Wawasan Kebudayaan dalam Proses Transformasi Digital Digital”.

Ia memaparkan, budaya merupakan serangkaian keyakinan, simbol-simbol, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi situasi pada suatu wilayah tertentu.

Cara memahami peran budaya dalam ruang digital, yakni;

  1. Masyarakat memahami peranan sebagai pengguna dan pengawas dalam ruang digital
  2. Mewaspadai segala bentuk kejahatan digital melalui e-mail, tautan, ataupun file.
  3. Menghargai setiap karya orang lain dengan menjaga emosi dan menghindari pemikiran negatif terhadap karya orang lain

Narasumber kedua, Muhammad Sukma Dwiyanto yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”.

“Rekam jejak digital merupakan sebuah jejak yang kuta tinggalkan baik secara sadar maupun tidak sadar saat kita menggunakan perangkat digital. Contoh rekam jejak digital, seperti riwayat briwsing dan riwayat lokasi yang pernah dikunjungi,” paparnya.

“Menjaga rekam jejak digital sangat penting karena dengan jejak digital yang terjaga, maka kita akan terhindar dari masalah-masalah di kemudian hari seperti tersandung kaaua yang berkaitan dengan UU ITE,” tegasnya.

Narasumber ketiga yaitu Eiza Maghfira yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”

“Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertinbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya

“Etika digital harus diterapkan karena dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural. Kita juga tentu ingin mencari konten yang baik untuk kita ketika sedang berselancar di dunia internet. Etika yang dapat kita lakukan saat berinternet, yaitu memperhatikan bahasa komunikasi, memperhatikan privasi, menghindari SARA, dan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita,” pungkasnya

Terakhir narasumber Awiek Hadi Widodo yang menyampaikan materi tentang “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”

“Pada era saat ini ketika kita ingin memiliki usaha sendiri banyak dilakukan dengan cara membuka toko online, agar toko online berkembang kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa target pasar toko, apa yang ingin dijual, serta produk yang dijual harus sesuai dengan passion yang kita miliki,” jelasnya

“Tips agar toko online dapat berkembang, dasar yang dapat kita lakukan bisa dimulai dari menjual peoduk yang simpel dan kasual, membuat konten yang unik dan menarik, lakukan segnentasi terhadap siapa target pasar produk yang dijual, libatkan promosi produk melalui influencer, dan giat melakukan peduli sosial agar menarik perhatian oleh konsumen,” pungkasnya. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Tabalong; Bijak Masuki Ruang Digital bersama Literasi Era 4.0

TABALONG – Bupati Tabalong Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si menjadi Keynote Speech pada webinar Literasi Digital ini dengan topik pembahasan : Bijak Masuki Ruang Digital bersama Literasi Era 4.0, Selasa ( 09/11/2021 ) Siang.

Di pandu Moderator Aulia Mawardhika, Key Opinion Leader Eka Nugraha Enterprenenur, Founder of Lohjinawi
dengan narasumber Drs. Agus Edi Winarto, M.Pd., M.H. Dosen IAIN, Dyan Fitri Nugraha, M.Si Dosen Univ. Sari Mulia Banjarmasin, Eddy Suriyani Dosen STIA Tabalong.

Narasumber pertama pada webinar kali ini yaitu Dyan Fitri Nugraha, M.Si mengatakan era digital sekarang tidak hanya soal transformasi teknologi saja, namun juga ujian bagi jati diri.

Pengetahuan dan teknologi adalah dua elemen penting dalam membentuk jati diri seseorang, jati diri tersebut terbentuk pada perubahan pola berpikir dan perilaku manusianya.

“ Seperti yang sudah kita sering dengar yaitu sharing terlebih dahulu sebelum kita menshare suatu berita, karena kebebasan berekspresi di internet itu haruslah memperhatikan hakikat agama, norma, dan nilai-nilai kebaikan ujtuk proses penjagaan diri “. ungkap Dyan.

Dunia internet yang digunakan memang bebas, namun terbatas. Fungsikanlah internet itu sebagai hal-hal positif seperti contohnya : mengakses berita, layanan perbankan, akses hiburan, jualan dan belanja daring, layanan publik, layanan informasi, dll.

Kemudian narasumber lainnya Drs. Agus Edi Winarto, M.Pd., M.H. menambahkan kebebasan berekspresi memang hak setiap orang, namun kebebasan itu sendiri dibatasi oleh hak orang lain.

Batasan kebebasan ekspresi telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28J yang berbunyi : setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Edi menjelaskan mengapa kita harus memperhatikan dan memahami batasan dalam melakukan kebebasan ekspresi di dunia digital, karena hampir penduduk Indonesia sudah menggunakan internet dan media sosial. Baik buruknya dalam melakukan kebebasan berekpresi di dunia digital tersebut merupakan cerminan siapa jati diri kita.

Maka gunakanlah media sosial itu dengan baik, karena sesuatu hal yang baik itu akan kembali ke kita. Begitupun sebaliknya apabila kita menggunakan media sosial untuk hal yang negatif dan merugikan. (RILIS)

Kunjungi Gerai Vaksin Bergerak Di Tabalong, Paman Birin Puji Antusiasme Masyarakat

Tabalong – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) PPSahbirin Noor bersyukur masyarakat Tabalong, antusias untuk divaksin. Bahkan antusiasme masyarakat untuk divaksin ini, membuat Pemkab Tabalong menambah jumlah gerai vaksin.

Hal ini disampaikan Paman Birin saat meninjau Vaksinasi Bergerak di COVID Center, Kabupaten Tabalong, Kamis (4/11).

Gubernur Kalsel didampingi Wakil Bupati Tabalong meninjau Gerai Vaksinasi Bergerak

“Alhamdulillah, kami bersyukur masyarakat antusias untuk divaksin, ini membuat Pemkab Tabalong menambah gerai-gerai vaksin,” sebut Paman Birin.

Menurut Paman Birin, Vaksinasi COVID-19 terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabalong Mawardi mengatakan, masyarakat Tabalong mendukung vaksinasi yang digalakkan pemerintah saat ini.

Terbukti, pihaknya menambah gerai vaksin di faskes hingga dilaksanakan di Kodim, Polres, Kecamatan hingga Kelurahan.

Gubernur Kalsel memberikan bantuan paket sembako di Tabalong

Disampaikanya, capaian vaksinasi per 3 November 2021 di Tabalong, dosis pertama sudah mencapai 42 persen sedangkan dosis kedua sudah 27 persen.

Dirinya optimis, target capaian 70 persen dosis pertama pada akhir tahun dapat tercapai.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Kalsel, sasaran Vaksinasi Bergerak jilid 2 di Kabupateng Tabalong sebanyak 4.137 orang. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Tabalong; Berkenalan dengan Keterampilan Baru di Era 4.0

TABALONG – Berkembangnya digitalisasi mengubah tren yang terjadi baik dalam bisnis maupun kegiatan pembelajaran. Tentu saja hal ini menuntut masyarakat untuk semakin menambah wawasan.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 kali ini menyasar wilayah Kabupaten Tabalong dengan menggelar Webinar “Berkenalan dengan Keterampilan Baru di Era 4.0” secara virtual, Kamis, 28 Oktober 2021. Keynote Speech dalam.

Kegiatan ini disampaikan oleh Bupati Tabalong H. Anang Syakhfiani, dengan Moderator yaitu Rio Brama, Key Opinion Leader yakni Co Founder & CMO of Bicara Project Chika Audhika, serta Narasumber Guru SMKN 1 Pugaan Tabalong Bahyudi Nor, Analis Keimigrasian Ahli Pertama Caesar Demas Edwinarta, dan Dosen & Pengamat Sosial Junaidy.

Guru SMKN 1 Pugaan Tabalong Bahyudi Nor memaparkan 4 Pilar Literasi Digital yaitu Digital Ethics (etis bermedia digital), Digital Skill (cakap bermedia digital), Digital Safety (aman bermedia digital) dan Digital Culture (budaya bermedia digital)

“Pentingnya skill menguasai aplikasi pembelajaran, skill menguasai digital marketing dan skill membuat konten kreatif. Digital skill yang harus dimiliki informasi dan literasi data yakni kemampuan mencari, memilih, dan menyeleksi. Komunikasi dan Kolaborasi, Kemampuan konten digital, aman secara online dengan kemampuan problem solving” ujarnya.

Key Opinion Leader yakni Co Founder & CMO of Bicara Project Chika Audhika memaparkan mengenai Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital. Ia pun memberi informasi mengenai bahaya hoax dan juga pentingnya menjaga rekam jejak digital kita agar tetap positif dan tidak disalahgunakan di masa mendatang. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi” di Kabupaten Tabalong, Sabtu (15/10) pukul 10.00 WITA. 

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr H M Dimyati Huda yang membahas tentang “Budaya Digital”

“Apa yang kita posting ke media sosial harus bisa kita pertanggungjawabkan, kalau nantinya kita tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita sebarkan maka nanti akan berakhir dengan hukum, kita harus cerdas, bijak, dan sopan dalam bermedia sosial,” tuturnya.

“Konten yang kita sebarkan sebelumnya kita harus berpikir, apakah konten yang kita sebar itu bermanfaat bagi orang lain, hal ini sangat penting untuk diperhatikan,” tegasnya.

Narasumber kedua, Awiek Hadi Widodo yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

Ia memaparkan, beberapa kemampuan dalam berkomunikasi, yaitu;

1.Mengenali kebutuhan informasi

2.Mengatur informasi secara logis dan lengkap

3.Menyampaikan ide secara koheren

4.Menggunakan bahasa berstandar tinggi

5.Bersikap santun dan etis

6.Mengelola waktu dan sumber daya secara efisien

7.Berpikir kritis

Narasumber ketiga yaitu Farras Ardiana yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

Ia memaparkan, kerugian menggunakan fitur paylater yaitu berpotensi pemborosan, menambah utang, dan denda yang berlaku.

Adapun cara mencegah ancaman keamanan identitas, yaitu jangan posting identitas pribadi, jangan pernah bagikan omkode otp, dan rajin mengganti password.

Terakhir, narasumber Genta Pramadhana yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”.

“Didik anak kita sejak dini untuk menjadi pengusaha, jangan sampai anak kita merasakan sulit sama seperti kita dulu. Ajarkan anak mulai dari cara mengelola uang, latih jiwa kepemimpinannya, latih kemandiriannya agar anak bisa melihat peluang,” pungkasnya. (RILIS)

Exit mobile version