Kinerja Ekonomi Kalsel Tumbuh Kuat, APBN Hadir Sebagai Stimulus dan Penopang Kesejahteraan

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel), mengumumkan bahwa kondisi ekonomi dan fiskal daerah menunjukkan performa yang sangat positif dan stabil hingga akhir September 2025.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, pengelolaan anggaran yang efektif, dan dukungan kuat terhadap sektor-sektor kunci seperti UMKM, Kalsel berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan lokal dan global.

Hal ini disampaikan Kakanwil DJPb Provinsi Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, saat Publikasi ALCO Regional Kalsel Realisasi September 2025, pada Kamis (30/10) sore dikantornya. Turut mendampingi, Kakanwil DJP Kalselteng, Kakanwil DJKN Kalselteng, Kakanwil Bea Cukai Kalimantan bagian Selatan, serta Pengamat Ekonomi ULM.

Dalam paparannya, Catur menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kalsel mencapai 5,39% (yoy) pada Triwulan II 2025, didukung sektor pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan. Pengelolaan fiskal berjalan optimal, dengan belanja APBN mencapai 61,46% dari pagu dan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang dominan sebesar Rp20,56 triliun.

“Hingga akhir September 2025, realisasi Transfer ke Daerah (TKD) di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai Rp24,31 triliun, atau 77,92% dari total pagu sebesar Rp31,20 triliun,” ujarnya.

Penyaluran ini, menurut Catur, menunjukkan kinerja positif menjelang triwulan terakhir tahun anggaran 2025, dan berperan penting dalam menjaga stabilitas fiskal daerah, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Secara komposisi, penyaluran TKD di Kalimantan Selatan masih didominasi Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai 57,92% dari total TKD, menandakan kuatnya kontribusi sektor sumber daya alam terhadap penerimaan daerah.

“Dari sisi kinerja TKD per pemerintah daerah, Kabupaten Tabalong mencatat realisasi tertinggi sebesar 80,01%, sementara Kabupaten Barito Kuala menjadi yang terendah dengan capaian 74,22%,” tambahnya.

Sementara itu, Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi sebesar Rp6,93 triliun atau 78,37% dari pagu. Penyaluran DAU di Kalimantan Selatan didominasi DAU Block Grant, dengan realisasi mencapai Rp6,02 triliun atau 86,91% dari total DAU.

“Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, sudah terealisasi sebesar Rp237,48 miliar atau 29,81% dari pagu. Rendahnya realisasi DAK Fisik antara lain disebabkan adanya pencadangan pada beberapa bidang DAK Fisik, yang menyebabkan sebagian anggaran belum dapat disalurkan,” paparnya.

Namun demikian, menurut Catur, Kalsel patut bersyukur, bahwa penyaluran DAK Fisik tahap kedua telah berhasil salur seluruhnya. Sehingga ini menjadi kabar baik untuk pemda agar dapat fokus pada tahap ketiga.

Secara keseluruhan, tambah Catur, capaian TKD Kalimantan Selatan menunjukkan penyaluran yang stabil, tepat waktu, dan progresif, mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah serta menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun anggaran.

Realisasi Transfer ke Daerah yang optimal diharapkan terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola keuangan publik yang sehat dan berkeadilan.

Dengan dukungan TKD, pemerintah daerah di Kalimantan Selatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik, mempercepat penyerapan belanja, dan memperkuat ketahanan fiskal daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (DJPbKalsel-RIW/RH)

Malam Batanam Karya, Drama Tari Kolosal Persembahan Taman Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Taman Budaya Kalsel, kembali menampilkan karya spektakuler bertajuk “Malam Batanam Karya”, sebuah drama tari kolosal yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Banua.

Pertunjukan yang digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap seni tradisi sekaligus upaya pelestarian budaya daerah melalui kemasan yang kreatif dan modern ini, akan digelar pada Jumat (31/10) malam di Gedung Kesenian Balairung Sari, Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Galuh Tantri Narindra melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Suharyanti, melalui rilisnya mengatakan, Malam Batanam Karya merupakan wadah ekspresi bagi seniman Banua, untuk terus berkarya dan berinovasi dalam menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat luas.

Yakni, Taman Budaya sebagai wadah eksperimen dalam penciptaan seni pertunjukan. Dari proses tersebut menciptakan karya seni dengan paduan apik antara seni tari, musik, teater, dan visual yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

“Drama tari kolosal ini, Taman Budaya Kalsel, berupaya menjaga semangat pelestarian seni tradisi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah, dalam Pemajuan Kebudayaan Indonesia,” ungkapnya

Disampaikan Suharyanti, pementasan Malam Batanam Karya menghadirkan puluhan penari, aktor teater, dan musisi lokal yang berkolaborasi dari tiga belas kabupaten kota, menciptakan harmoni gerak dan cerita yang dikemas sedemikian rupa dan rasa.

Mengangkat sinopsis tentang “Kambang Darah”, karya seni ini
menceritakan Kambang Nagasari, ungkapan kasih sayang dari Putri Junjung Buih, yang diberikan kepada Sukmaraga dan Patmaraga, anak Empu Mandastana. Kembang atau kambang diberikan, tanpa memedulikan perasaan, Lambung Mangkurat, yang akhirnya menghabisi nyawa dua anak laki – laki Empu Mandastana.

“Pertunjukan ini adalah momentum penting memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan seni pertunjukan daerah, sekaligus ruang kreatif bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan Banua,” tutupnya. (TAMANBUDAYAKALSEL-NHF/RIW/RH)

Museum Lambung Mangkurat Angkat Nilai Filologi, Lewat Sosialisasi Naskah Kuno

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya daerah.

Melalui kegiatan Sosialisasi Museum dan Penyebarluasan Informasi Koleksi bertema “Naskah Sebagai Sumber Pengetahuan dan Identitas Budaya”, museum berupaya mengenalkan nilai-nilai pengetahuan yang terkandung dalam naskah kuno Kalimantan Selatan.

Penyampaian materi sosialisasi oleh para narasumber

Kegiatan berlangsung di Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Rabu (29/10), dengan mengundang Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, serta para pustakawan dan pengelola perpustakaan sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, Darmanto menjelaskan, bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari dua rangkaian kegiatan yang saling melengkapi. Sebelumnya di hari yang sama, museum menggelar Pameran Temporer ke-3 dengan menampilkan naskah klasik sebagai material budaya.

Sedangkan melalui sosialisasi ini, museum ingin mengangkat sisi nonfisik atau intangible dari koleksi tersebut, yakni pengetahuan dan nilai-nilai budaya yang tersimpan di dalamnya.

Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, Darmanto

“Hari ini kita menyampaikan apa saja kekayaan intelektual Kalimantan Selatan yang terungkap atau yang tersimpan dalam naskah-naskah yang kita miliki di Museum Lambung Mangkurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan kepada masyarakat, bahwa museum memiliki koleksi budaya yang kaya dan terbuka untuk dikaji lebih dalam, khususnya di bidang filologi.

Tema ini dipilih karena selama berdirinya museum, belum pernah ada kegiatan yang secara khusus menyoroti naskah dan kitab klasik secara menyeluruh.

“Filologi ini sesuatu yang menarik dan belum pernah dipamerkan atau disosialisasikan secara utuh. Baru kali ini museum menggarap koleksi naskah beserta pameran dan sosialisasinya,” ungkapnya.

Museum Lambung Mangkurat sendiri memiliki 147 koleksi naskah dan kitab klasik Kalimantan Selatan. Koleksi tersebut meliputi tulisan tangan dalam bentuk buku maupun cetakan lama, yang membahas berbagai aspek, mulai dari sejarah, agama, hingga hal-hal mistis seperti mantra.

“Koleksi ini menjadi salah satu masterpiece museum yang menggambarkan kekayaan intelektual masyarakat Banua di masa lalu,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Dorong Inovasi Guru, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Konten Pembelajaran VR

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, salah satunya melalui Lomba Konten Pembelajaran Virtual Reality (VR) tahun 2025.

Salah satu peserta lomba konten pembelajaran Virtual Reality (VR) tahun 2025

Kegiatan yang digelar oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Kalsel ini, menjadi ajang kreativitas bagi para guru untuk beradaptasi dan berinovasi, dalam pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan. Hasil lomba diumumkan di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, Rabu (29/10)

Kepala BTIKP Provinsi Rusiani (ki-ka)

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, yang sambutannya dibacakan Kepala BTIKP Provinsi Rusiani, saat menutup lomba pembuatan konten pembelajaran berbasis Virtual Reality tahun 2025, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Oleh karena itu, guru dan peserta didik kini dituntut untuk berpikir kritis, kolaboratif, serta kreatif dalam memanfaatkan teknologi.

“Melalui lomba ini, para guru di Kalimantan Selatan membuktikan semangat dan kemampuan luar biasa mereka dalam berinovasi,” ucapnya

Rusiani menambahkan, karya Virtual Reality yang dihasilkan para peserta bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya nilai edukatif, serta berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Ia berharap semangat inovasi para guru terus tumbuh, dan pembelajaran digital di Kalimantan Selatan semakin berkembang menuju pendidikan yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Para peserta yang mengikuti lomba ini dinilai telah mampu mempresentasikan ide pembelajaran mereka dengan sangat jelas melalui konten VR yang dibuat,” jelasnya

Sementara itu, salah satu juri nasional, Andes Rizky, mengapresiasi pelaksanaan lomba ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menilai kemampuan guru beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga kreativitas dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif.

“Kami menilai berdasarkan kreativitas, ketelitian, kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan, serta testimoni dari siswa,” ungkapnya.

Dari hasil penilaian juri, Rizqi Annisa, guru SMAN 1 Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, berhasil meraih Juara Pertama dengan karya berjudul “Galeri Sumber Bunyi Nusantara”, media pembelajaran berbasis VR yang mengenalkan alat musik tradisional Indonesia kepada siswa, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya bangsa.

“Saya sangat bangga dan termotivasi. Lomba ini menginspirasi kami para guru untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Selatan,” tutupnya

Adapun pemenang lainnya yaitu Dwi Nuryanto dari UPTD SMPN 5 Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut sebagai Juara Kedua, dan M. Roni Anshary dari SMAN 1 Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai Juara Ketiga. (NHF/RIW/RH)

Satpol PP dan Damkar Kalsel, Siap Bantu Penanganan Batingsor

BANJARBARU – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan kesiapannya untuk turut membantu dalam penanganan musibah banjir, puting beliung, dan longsor (Batingsor) di Banua.

Satpol PP dan Damkar Kalsel memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai potensi bencana. Terutama menjelang musim hujan, yang biasanya disertai peningkatan curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem.

Karena itu, Satpol PP dan Damkar terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga sistem koordinasi di lapangan.

Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah menyampaikan, bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem tanggap darurat.

Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah

Satpol PP dan Damkar Kalsel juga menyiagakan personel serta peralatan khusus di beberapa wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Peralatan yang disiapkan antara lain mobil pemadam, pompa air, perahu karet, alat evakuasi korban, serta perlengkapan komunikasi untuk koordinasi cepat.

“Setiap tahun, kami selalu bersiaga penuh untuk mengantisipasi bencana banjir, puting beliung, maupun longsor. Satpol PP dan Damkar Kalsel akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan masyarakat, agar langkah-langkah cepat bisa dilakukan saat terjadi bencana di lapangan,” ungkap Maulana, usai kegiatan In House Training Diklat Pemadam I Angkatan VI se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/10).

Lebih lanjut Maulana menyebutkan, selain kesiapan teknis, peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga menjadi fokus penting. Melalui kegiatan pelatihan dan simulasi kebencanaan, para personel Damkar dilatih untuk tanggap dalam melakukan penyelamatan korban, pemadaman kebakaran akibat korsleting listrik di daerah banjir, hingga membantu evakuasi warga yang terdampak bencana.

“Kami juga terus melakukan pelatihan rutin baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memastikan seluruh petugas memiliki kemampuan teknis dan mental tangguh dalam menghadapi situasi darurat,” ungkap Maulana.

Ia menambahkan, komitmen Satpol PP dan Damkar Kalsel tidak hanya sebatas pada upaya penanganan saat bencana, tetapi juga dalam tahap mitigasi dan pencegahan. Upaya ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan dini, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

“Kami juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar selalu siap dan siaga menghadapi potensi bencana. Masyarakat diharapkan dapat memahami tanda-tanda alam serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan awal sebelum bantuan datang,” sahut Maulana.

Satpol PP dan Damkar Kalsel siap mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga keselamatan warga Banua. Pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan respons cepat dalam setiap kejadian bencana, terutama yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, kami optimis penanganan bencana di Kalimantan Selatan bisa dilakukan secara cepat, terarah, dan efektif,” tutup Maulana.

Dengan adanya kesiapsiagaan tinggi dari Satpol PP dan Damkar bersama seluruh pihak terkait, diharapkan penanganan musibah Batingsor di Banua dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan daerah yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana. (MRF/RIW/RH)

Hidupkan Tradisi Literasi Klasik, Museum Lambung Mangkurat Gelar Pameran Temporer Ke-3 Tahun 2025

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menghadirkan kekayaan budaya Banua melalui Pameran Temporer ke-3 Tahun 2025, yang mengusung tema “Aksara Pembawa Warta: Pameran Naskah Kuno dan Kitab Klasik Kalimantan Selatan”.

Pameran Temporer ke-3 ini, menampilkan berbagai naskah kuno dan kitab klasik asal Kalimantan Selatan, yang menjadi bukti kekayaan intelektual masyarakat Banua di masa lampau.

Kegiatan ini resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Bidang Kebudayaan sekaligus Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati, di Ruang Pameran Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, pada Rabu (29/10).

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel menggunting pita tanda dibukanya pameran temporer ke-3

Raudati menyampaikan, penyelenggaraan pameran bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud tanggung jawab moral dan intelektual, dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa.

“Kegiatan pameran bukan hanya sekadar seremoni belaka, melainkan manifestasi tanggung jawab kita untuk menjaga, merawat, meneliti, dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam warisan sejarah, termasuk naskah-naskah kuno yang menyimpan pengetahuan dan kebijaksanaan masa lampau,” ujarnya.

Raudati menegaskan, warisan berupa naskah dan kitab klasik bukan hanya teks tertulis, melainkan cermin peradaban dan identitas bangsa. Dalam konteks kekinian, naskah-naskah tersebut tetap relevan sebagai sumber pengetahuan bagi kajian akademis, penelitian filologis, hingga pengembangan ilmu kebudayaan dan peradaban Islam.

“Melalui pameran ini, Museum Lambung Mangkurat berupaya memberikan ruang bagi publik untuk melihat langsung kekayaan warisan budaya, sekaligus menghidupkan kembali tradisi literasi klasik yang semakin terpinggirkan oleh kemajuan teknologi informasi,” tambahnya.

Raudati juga menyinggung pentingnya peran negara, dalam pelestarian kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dimana negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan nasional.

“Pelestarian naskah kuno merupakan bagian penting dari empat pilar pemajuan kebudayaan tersebut. Melalui pameran ini pula kami ingin menegaskan kembali pentingnya museum sebagai pusat pembelajaran kebudayaan dan peradaban,” katanya.

Ia juga menegaskan fungsi museum sebagai ruang hidup bagi nilai-nilai yang pernah menggerakkan kehidupan masyarakat di masa lalu, bukan sekadar tempat penyimpanan benda lama.

“Museum adalah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Disinilah kita belajar bahwa kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi sumber inspirasi untuk membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Siap Berkolaborasi Dengan Pemprov, DPRD Dukung Pencegahan Korupsi Di Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka peningkatan upaya pencegahan korupsi di Provinsi Kalsel, DPRD siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel. Kesiapan ini ditegaskan Ketua DPRD Kalsel Supian HK, usai mengikuti Pembukaan Pelatihan Integritas Sektor Eksekutif Dan Legislatif di Lingkungan Pemprov Kalsel, Rabu, (29/10)

Supian HK menegaskan, melalui fungsi pengawasannya, DPRD Kalsel siap melaksanakan hal-hal yang menjadi arahan KPK RI. Yakni sebagai fungsi pengawasan, siap bekerjasama dengan pihak terkait.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK

“Beberapa yang masih perlu peningkatan akan dijadikan pelajaran dan pengalaman. Insya Allah 2026 akan jadi lebih baik lagi”, jelasnya.

Supian berharap, pelatihan integritas ini, dapat semakin meningkatkan persepsi dan pemahaman semua pihak, terhadap nilai integritas dan mengamalkannya dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin, sangat bersyukur mendapatkan pencerahan dari KPK RI untuk eksekutif dan legislatif di lingkungan Pemprov Kalsel. Hasil paparan dan arahan dari Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi, akan menjadi bahan dan dasar upaya peningkatan kinerja bersama.

Selanjutnya, Muhidin mengajak DPRD Kalsel untuk bekerjasama, baik dalam meningkatkan nilai integritas maupun terkait penggunaan APBD Kalsel ke depan, agar menjadi lebih baik melalui bimbingan KPK RI.

“Bagaimana untuk menyikapi hal-hal yang terjadi tadi. Mudah – mudahan kami dengan DPRD bisa bekerjasama dengan lebih baik untuk menyikapi hal-hal penggunaan anggaran yang ada di Kalsel”, jelasnya

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Dan Supervisi KPK RI, Agung Yudha Wibowo dalam paparannya menerangkan, beberapa komponen yang harus menjadi perhatian bersama. Melalui pelatihan integritas yang ditujukan kepada sektor eksekutif dan sektor legislatif.

Agung berharap, pelatihan integritas dapat meningkatkan meningkatkan pemahaman tentang antikorupsi, memperkuat integritas, serta mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel.

Pelatihan Integritas yang berlangsung selama 1 hari ini juga mengundang para istri Anggota DPRD Kalsel.

“Adapun materi yang diberikan antara lain tentang penguatan komitmen menjaga integritas, delik pidana korupsi dan gratifikasi,” tutupnya. (DPRD.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Jaga Stabilitas Ketersediaan Ikan, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Andalkan Cold Storage

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjaga stabilitas ketersediaan ikan dengan Cold Storage.

Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono, diwakili Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki menjelaskan, untuk menjaga kestabilan ketersediaan ikan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dilengkapi tempat penampungan ikan atau Cold Storage.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki

“Dengan adanya Cold Storage di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, maka stabilitas pasokan dan harga ikan dapat terjaga di Kota Banjarmasin dan sekitarnya,” ungkap Jaki, Rabu (29/10).

Sehingga, lanjutnya, ketersediaan ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin selalu tersedia setiap waktu.

“Untuk masyarakat yang ingin membeli ikan, dapat langsung ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, karena ketersediaan ikan selalu ada di tempat ini,” ucap Jaki.

Selain itu, lanjutnya, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini merupakan milik semua, sehingga masyarakat dapat langsung membeli ikan di tempat tersebut.

Dijelaskan Jaki, Cold Storage merupakan tempat penyimpanan ikan, dengan cara membekukan ikan hasil tangkapan, untuk memperpanjang masa simpannya. Sehingga mencegah pembusukan dan menjaga kualitas ikan.

“Dengan sistem tersebut maka memungkinkan ikan untuk disimpan saat produksi melimpah dan didistribusikan saat permintaan tinggi, sehingga dapat menstabilkan ketersediaan pasokan ikan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jaki mengatakan, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, memasok kebutuhan ikan sampai ke provinsi tetangga, yakni Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Timur.

“UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, tidak hanya memenuhi kebutuhan ikan untuk wilayah Kota Banjarmasin saja, tetapi juga daerah lainnya,” ungkapnya.

Untuk Provinsi Kalimantan Tengah, seperti daerah terdekat Kapuas, Palangkaraya, Sampit, bahkan hingga Pangkalanbun.

Meski begitu Jaki memastikan, pasokan ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, diutamakan untuk Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

“Setelah kebutuhan tercukupi, barulah ikan dikirim ke daerah lain,” ujar Jaki.

Dalam upaya peningkatan pemenuhan kebutuhan ikan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dalam hal pemenuhan serta kestabilan pasokan serta harga ikan. (SRI/RIW/RH)

Tingkatkan Kapasitas Pengelola Wisata, Dispar Kalsel kembali gelar Bimtek

BANJAR – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan,  melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025, bertempat di Lampau Dewi Tilam Desa Tiwingan Lama Kabupaten Banjar,
Selasa (28/10)

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, melalui rilis yang disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Dispar Kalsel, Musrefinah Ledya menjelaskan, Bimtek diikuti Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis serta masyarakat sekitar destinasi wisata setempat.

Bimtek bertujuan
meningkatkan kapasitas pengelola wisata dan masyarakat dalam mengelola destinasi berbasis geopark secara berkelanjutan. Dimana diketahui, Desa Tiwingan Lama dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Banjar.

“Desa ini menawarkan panorama alam menakjubkan, dikelilingi perbukitan hijau, hamparan sawah, dan pemandangan indah Waduk Riam Kanan.Tak heran jika kawasan ini sering dijuluki “Raja Ampat-nya Kalimantan Selatan,” ucapnya

Lediya mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam menghidupkan nilai-nilai lokal, meningkatkan daya tarik wisata, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Mereka harus mampu membangun ikatan emosional dengan wisatawan melalui pengalaman yang autentik dan berkesan, sehingga wisatawan punya cerita yang dapat dibagikan.

“Melalui kegiatan Bimtek ini, kami berharap para anggota Pokdarwis dan masyarakat dapat mempelajari tata kelola destinasi wisata berbasis geopark dengan baik. Sekaligus menggali potensi wisata di wilayahnya masing – masing,” harapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Jennita Adistya Putri menambahkan, kegiatan Bimtek ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola destinasi di kawasan Geopark Meratus, karena merupakan aset kebanggaan Kalimantan Selatan.

Pengelolaan destinasi harus dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Upaya ini penting untuk memperkuat posisi Geopark Meratus dalam jejaring geopark internasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” tutupnya

Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025 kali ini, menghadirkan narasumber Kepala Desa Tiwingan Lama, Putri Pariwisata Nusantara 2024, dan praktisi pariwisata. (DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemprov Kalsel Dorong Pemuda Banua Jadi Pencipta Sejarah Baru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Selasa (28/10).

Upacara dipimpin Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhammad Muslim, serta dihadiri perwakilan Forkopimda Kalsel, para Kepala SKPD, dan Tenaga Ahli Gubernur.

Plt Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, saat memimpin jalannya upacara.(foto : MC Kalsel)

Membacakan sambutan Menpora, Erick Thohir, Muhammad Muslim menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga pengingat pentingnya persatuan dan peran strategis generasi muda dalam membangun bangsa.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bukan sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan, tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai-nilai patriotik, gigih, dan penuh empati,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal itulah yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Muslim juga mengajak para pemuda untuk menjadi agen perubahan, bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan pencipta sejarah baru.

“Pemuda Indonesia harus tetap berdiri kokoh ketika badai datang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Febriadin Hafiz, mengajak seluruh generasi muda Banua untuk menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97, sebagai penguat semangat persatuan dan kreativitas dalam membangun daerah.

Febriadin menyampaikan, semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan, bukan hanya lewat seremoni, tetapi juga dengan tindakan nyata yang menunjukkan kontribusi pemuda bagi bangsa.

“Pemuda hari ini harus menjadi motor perubahan. Mereka bukan hanya penerus, tapi pelaku utama pembangunan. Semangat Sumpah Pemuda adalah tentang kolaborasi dan kontribusi nyata,” ujarnya.

Ia juga menilai, bahwa era digital saat ini menuntut pemuda untuk kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Untuk itu, Dispora Kalsel terus mendorong berbagai program pengembangan kepemudaan, seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga pembinaan olahraga prestasi.

“Kita ingin pemuda Kalimantan Selatan tidak hanya bangga dengan sejarah Sumpah Pemuda, tapi juga mampu menulis sejarah baru dengan prestasi dan karya positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor sebagai kunci mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version