Bank Kalsel Berkomitmen Tutupi Kerugian Nasabah Korban Skimming, Selama Terverifikasi dan Terbukti

BANJARMASIN – Berawal dari laporan salah satu nasabah yang juga merupakan Pegawai Bank Kalsel, bahwa telah terjadi fraud eksternal yang dilakukan terhadap rekening bersangkutan, yang diduga menggunakan metode skimming, maka Bank Kalsel langsung melakukan langkah cepat dan terukur, untuk melindungi para nasabahnya.

Skimming sendiri adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit, dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Saat ini Bank Kalsel sedang melakukan deteksi terhadap fraud melalui skimming ini, walaupun nasabah belum melaporkannya. Bank Kalsel juga telah mengambil tindakan dengan menutup fitur magnetic stripe untuk mencegah kembali terjadinya skimming.

Dalam konferensi pers Senin (1/8), Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, yang didampingi jajaran Direksi, menyampaikan komitmen Bank Kalsel terhadap nasabah Bank Kalsel yang saat ini mengalami skimming.

“Bank Kalsel berkomitmen untuk membayar dana nasabah 100 persen, apabila nasabah terverifikasi dan terbukti terkena skimming. Selanjutnya, Bank Kalsel akan mengambil langkah hukum dalam kaitannya dengan penyelesaian permasalahan skimming ini,” tegas Hanawijaya.

Pauzan, Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Banjarmasin, merupakan salah satu nasabah Bank Kalsel yang mengalami skimming. Awalnya beliau mengaku sangat sedih atas kehilangan dana rekeningnya yang mencapai hingga ratusan juta rupiah, apalagi rekening tabungan itu hanya satu-satunya yang dimiliki.

“Bank Kalsel berkomitmen dan menjamin bahwa dana saya akan diganti seratus persen. Atas hal ini, saya imbau nasabah lain agar tetap tenang, mengingat sudah ada komitmen dari Bank Kalsel untuk melakukan penggantian,” terang Pauzan.

Sama halnya dengan Pauzan, Selpy Novita yang merupakan PNS dari RSUD Anshari Shaleh juga mengaku mengalami tindak skimming. Dana yang hilang sejumlah puluhan juta rupiah tersebut, terlapor transaksinya pada pukul lima subuh. Dengan segera, begitu dapat informasi dari teman, beliau langsung melapor ke Bank Kalsel.

“Saat ini saya sudah merasa tenang dengan adanya komitmen Bank Kalsel, karena Bank Kalsel menjamin dana diganti sepenuhnya. Pesan Saya kepada semua nasabah yang ATM nya di bobol, agar segera lapor ke Bank Kalsel agar segera ditindaklanjuti,” tutur Selpy.

Menilik dari kasus tersebut, untuk menghindari dan meminimalisir risiko terjadi hal serupa, Bank Kalsel mengimbau kepada seluruh nasabah untuk mengganti PIN ATM secara berkala, menjaga kerahasiaan data, dan menggunakan fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu (Cardless) melalui Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah dan jika nasabah mengalami kesulitan, dapat menghubungi call center atau cabang Bank Kalsel terdekat,” ujar Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih CSR Award 2022

JAKARTA – Bank memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kegiatan CSR sebanding dengan upaya untuk berbisnis secara sehat dalam mengejar kinerja finansial. Masyarakat dan lingkungan sebagai aspek penting dalam keberlanjutan bank disadari untuk dipelihara dan dikembangkan dalam kerangka kebersamaan dan sinergi seluruh pihak sesuai aturan dan etika yang berlaku.

Pelaksanaan CSR oleh bank menjadi bagian strategi dalam rangka meningkatkan legitimasi dari masyarakat serta menjadi alat untuk meningkatkan reputasi bank, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan baik dari masyarakat maupun mitra bisnis bank. Selain itu, pelaksanaan CSR juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap kinerja bisnis bank, khususnya dalam upaya peningkatan funding, lending, dan fee based income.

Bank Kalsel selaku perusahaan perseroan, berkomitmen untuk berusaha etis, legal, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, lingkungan hidup serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Selatan yang dilakukan melalui CSR Bank Kalsel. Program CSR Bank Kalsel selalu direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi secara cermat sehingga mampu mendukung peningkatan tanggung jawab baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Buah atas perwujudan komitmen tersebut, Bank Kalsel berhasil mendapat penghargaan The Best SDG’s Program Implementation – 2022 “Peace, Justice & Strong Institutions” pada gelaran Indonesia CSR Award V 2022 (ICSRA-V-2022). Acara penganugerahan tersebut bertemakan “Recover Together – Stronger Together, Corporate Social Responsibility for the Nation and State of the Republic of Indonesia”.

Acara diselenggarakan secara luring disalah satu hotel berbintang di Jakarta Selatan dan secara daring melalui zoom akhir pekan lalu. Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Kepemudaan dan Pramuka, Pramu Risanto yang juga merupakan Penasehat Dewan Juri, Founder dan CEO – Economic Review, Irlisa Rachmadiana beserta tamu undangan dari kalangan BUMN/BUMD, Perusahaan Swasta dan lainnya.

ICSR Award-V-2022 diselenggarakan oleh Economic Review yang didukung oleh Indonesia Asia Institute, Indonesia Leaders Foundation, Perkumpulan Pemimpin Indonesia, Duta Global Indonesia dan Ideku Group dengan melibatkan 7 (tujuh) dewan juri yang berkompeten dibidangnya.

Dalam sambutannya, Irlisa Rachmadiana menyampaikan bahwa pentingnya apresiasi terkait pelaksanaan CSR oleh ratusan perusahaan sebagai motivasi agar CSR dapat dilakukan dengan semakin bergairah dan tentunya dengan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Keteladanan perusahaan-perusahaan tersebut dalam melaksanakan CSR dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas sehingga bermanfaat dalam jangka panjang bagi penerima dan berkontribusi bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Bekerjasama dengan para dewan juri yang sangat berkompeten dibidangnya masing – masing, kami berusaha memberikan penilaian sesubyektif mungkin,” pungkas Nana sapaan akrabnya.

Pada kesempatan yang sama, Suriadi selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan mewakili Direksi Bank Kalsel menerima penghargaan tersebut secara luring. Beliau menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Economic Review dan Dewan Juri atas apresiasi dan penghargaan yang telah diterima Bank Kalsel pada ajang Indonesia CSR Award tahun 2022 sehubungan dengan prestasi CSR Bank Kalsel dalam memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Penghargaan ini sangat membanggakan, sekaligus menjadi pelecut bagi kami untuk senantiasa berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam menjalankan program tanggungjawab sosial perusahaan menjadi lebih baik lagi. Semoga sumbangsih kami, dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan lingkungan, sebagaimana visi sosial kami menuju banua lestari,” tutup Suriadi. (ADV-RIW/RDM/RH)

Peringati Hari Anak Nasional, Gubernur Kalsel Tekankan Pemenuhan Hak Anak

BANJARBARU – Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Forum Anak Daerah (FAD) Kalsel menggelar Kampanye Hari Anak Nasional di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Minggu (31/7) pagi.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku bangga terhadap semangat “anak banua” yang tergabung dalam FAD Kalsel, dalam mengkampanyekan pemenuhan hak anak.

“Saya sangat mendukung berbagai program kegiatan yang diusung oleh anak-anak banua melalui kegiatan kampanye ini, semoga anak-anak kita di Kalsel dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal menjadi Generasi Emas Kalsel,” ucapnya.

Selain sebagai upaya edukasi dan upaya pemenuhan hak anak diberbagai sektor. Menurutnya kampanye ini juga berguna untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kampanye yang hari ini diadakan saya harapkan turut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kepentingan anak dalam berbagai sendi kehidupan,” harapnya.

Apalagi lanjutnya, Peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh komponen dalam menjamin pemenuhan hak anak, hak hidup, hak tumbuh, hak berkembang dan berpartisipasi secara wajar, sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Pemenuhan hak anak merupakan kewajiban mendasar yang harus kita penuhi dalam rangka menghadirkan kondisi tumbuh kembang anak secara optimal,” tuturnya.

Permasalahan anak sendiri, ungkapnya, masih menjadi isu prioritas dalam pembangunan.

Karena diakuinya, perlakuan tidak adil dan semakin maraknya kasus-kasus yang menimpa anak, membuat pemerintah harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait hak-hak anak, khususnya hak anak untuk mendapatkan perlindungan.

“Hukuman fisik dan mental yang keras untuk menanamkan ketaatan, ketakutan dan kehormatan terhadap otoritas orang tua maupun orang dewasa sudah tidak seharusnya dilakukan lagi. Mengingat dampak jangka panjang yg diakibatkan dari perlakuan tersebut bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

FAD dalam hal ini diharapkannya mampu berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan-kepentingan anak. Sebab pemenuhan hak anak adalah prioritas bagi tegaknya perlindungan bagi anak.

“Sebagai generasi penerus pembangunan banua, terus ukir prestasi kalian, lakukan sinergi dengan berbagai pihak. Lakukan kampanye ini sebagai sarana untuk mengutarakan aspirasi. Dan bentuk partisipasi kalian terharap pembangunan dan menolak segala macam kekerasan,” pesannya. (SYA/RDM/RH)

Di Desa Munggu Raya, Paman Birin Buka Lomba Memancing dan Kenang Musibah Banjir

BANJAR – Lomba Memancing dengan teknik “Memair dan Casting” secara resmi dibuka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bertempat di area persawahan desa Munggu Raya Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, Minggu (31/7) siang serta mengawali datang nya Tahun Baru Islam 1444 H.

Desa Munggu Raya menjadi salah satu bagian sejarah perjalanan kepemimpinan Paman Birin. Karena di daerah inilah salah satu kawasan terparah di Kabupaten Banjar, saat musibah banjir di awal-awal tahun 2021 lalu.

Gubernur Kalsel saat membuka lomba memancing

Saat menyampaikan sambutan, Paman Birin pun mengenang bencana banjir yang terjadi di desa ini.

“Waktu itu Ulun dapat informasi bahwa Desa Munggu Raya salah satu daerah terparah banjir dan ngalih didatangi karena banyunya dalam,” kata Paman Birin mengawali ceritanya.

Dengan kondisi seperti itulah, Paman Birin merasa tertantang bisa masuk ke Desa Munggu Raya untuk bisa melihat langsung kondisi warga.

“Ulun tertantang dan ulun datangi karena ulun juga sangat empati atas musibah waktu itu yang menimpa masyarakat Munggu Raya dan Alhamdulillah kawa haja mendatangi daerah yang memang dalam banyunya waktu itu,” ujar Paman Birin melengkapi cerita.

Dan pada kesempatan memberikan sambutan itu, Paman Birin juga berempati pada infrastruktur jalan, dan secara spontan menyumbang 50 rate batu split untuk kenyamanan warga yang selalu menggunakan jalan desa setempat.

Sementara itu Ketua Panitia, Sandi Fitrian Noor yang juga putra dari Gubernur Kalsel, sangat memberikan apresiasi atas kehadiran Paman Birin pada lomba yang di ikuti 1.000 lebih penggemar mancing mania yang datang dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura bahkan juga dari Kalteng.

Putra pertama Paman Birin ini juga menjelaskan bahwa dalam lomba kali ini ada dua kategori yang dilaksanakan.

“Lomba Mamair dan Casting merupakan perpaduan teknik tradisional dan modern dan masing-masing kategori ada juara terbanyak dan terberat,” kata Sandi.

Hadiah utama yang diperebutkan, yakni sebesar Rp6 juta sampai Rp8 juta rupiah, serta untuk 15 besar juga diberikan uang pembinaan. Sedangkan yang belum juara juga diberikan doorprize.

“Alhamdulillah pada kesempatan lomba kali ini, Bapak Gubernur tadi juga mengapresiasi dengan tambahan hadiah untuk para juara satu masing masing kategori mendapatkan 5 juta rupiah,” Sandi menambahkan.

Lomba ini merupakan kerjasama dari Aliansi Pemuda Anti Narkoba (APAN) Kalsel dan Bank Kalsel. Diharapkan lomba akan menjadi event tahunan dan salah satu bagian untuk lebih berkreativitas lagi khususnya para pemuda menghindari persoalan narkoba. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Momentum Harlah Ponpes Hidayatullah, Paman Birin Taruh Harapan Besar Pada Santri

BANJAR – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menaruh harapan besar terhadap santriwan/wati yang masih menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Martapura agar dapat mewujudkan kualitas generasi muda berdaya saing dan berakhlak bagi kemajuan banua.

“Kuncinya adalah rajin belajar. Karena rajin itu pangkal pandai. Pandai dalam artian adalah berkualitas dan berdaya saing, apabila dua itu tercapai tentu kita akan menang,” ucapnya, kepada awak media, usai membuka dan menghadiri acara Harlah ke 74 Ponpes Hidayatullah Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (31/7).

Bertepatan pada penyelenggaran Hari Lahir ke 74 Ponpes Hidayatullah, orang nomor satu di Kalsel itu turut memberikan dorongan serta mendukung program strategis pendidikan termasuk pengembangan sarana prasarana.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat melepas peserta jalan sehat islami di depan lobi Ponpes Hidayatullah

“Saat ini pihak yayasan ponpes sedang menggodok laboratorium ilmu yang nantinya akan melahirkan generasi tangguh dan dapat beradaptasi seiring perkembangan zaman,” ungkap gubernur banua yang akrab disapa Paman Birin itu.

Hal senada juga disampaikan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Banjar, Ikhwansyah. Menurutnya, selaku dari pemerintah daerah peran santriwan/wati juga penting, selain diajarkan Akhlakul Karimah. Intelektualnya pun juga mampu membawa perubahan yang lebih baik. Tak hanya untuk banua tetapi bagi negara.

“Kami dari Pemkab mengharapkan agar para santri bisa terus belajar dan bersungguh-sungguh hingga ke depannya dapat melahirkan bibit berkualitas untuk Kabupaten Banjar yang jauh lebih baik lagi. Dengan harlah ponpes ini juga mampu menciptakan generasi muda berkualitas,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ponpes Hidayatullah, Fauzan Asniah, menuturkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan intelektual santriwan/wati agar mampu berkembang. Salah satunya adalah menggali pontensi mereka melalui kegiatan kemampuan mengasah otak agar sejatinya mampu mengukur sejauh mana kecerdasan mereka.

“Selain lomba adzan. Nanti juga ada lomba pidato tiga bahasa dan masih banyak lainnya. Yang mana, rangkaian ini diselenggarakan setiap tahun atau datangnya satu Muharram (tahun baru Islam/Hijriah),” ujarnya.

Sebelumnya, rangkaian ini selain juga diisi dengan jalan sehat islami yang turut dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama iring-iringan drum band dan peserta ponpes. Dirinya juga mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembagian door prize.

Bukan hanya itu, perhelatan mengasah kemampuan santriwan/wati menuju generasi cerdas, berkualitas serta mampu berdaya saing itu rencananya selesai, pada Rabu (3/8) mendatang. (RHS/RDM/RH)

Pemakai Narkoba di Kalsel Meningkat, RSJ Sambang Lihum Siap Buka Layanan Rehabilitasi

TANAH BUMBU – Selama pandemi COVID-19 melanda Kalsel, pengguna narkoba seakan-akan tak kunjung usai. Pada 2021, tercatat ribuan lebih warga di provinsi ini menjadi korban. Sedangkan sisanya lebih memilih sebagai joki sekaligus pengedar karena kesulitan ekonomi.

Melalui rilis resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel, sedikitnya ada sekitar 1.600 orang terjerat kasus narkoba. Sementara 2.000 lebih ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, prevalensi pengguna narkoba di Kalsel selama pandemi meningkat tajam bahkan kini berada dilevel 57 ribu. Angka tersebut pun belum termasuk pemakai obat-obatan terlarang alias berbahaya. Situasi ini juga menjadi kewajiban pemerintah untuk memperhatikan.

Hal ini pun juga ditanggapi cukup serius oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, seusai menggelar sosialisasi pola tarif pelayanan pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (29/7) siang.

“Penggunaan narkoba selama pandemi ternyata meningkat baik secara nasional maupun di daerah kita khusus Kalsel, meski provinsi ini masih berhadapan COVID-19,” ujarnya.

Yani Helmi saat menyerahkan secara simbolis Perda Pola Tarif pelayanan RSJ Sambang Lihum

Dirinya berharap, seiring telah mendapatkan penanganan khusus dari pemerintah darerah terutama pada pelayanan yang dimiliki RSJ Sambang Lihum dapat turut membantu menurunkan pemakai narkotika.

“Setelah kami mendengar tadi ternyata RSJ milik Pemprov Kalsel ini sudah sangat siap akan hal tersebut. Bahkan, jangkauan layanannya pun bukan hanya Kalsel tetapi juga Kalteng,” papar politisi dari fraksi Partai Golkar tersebut.

Jadi, tambah Yani Helmi, masyarakat tak perlu ragu lagi untuk meminta layanan terbaik dari rumah sakit ini. Selain terakreditasi, fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki pihaknya sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga telah menyandang status ahli dan mempuni.

“Kalau ini dimaksimalkan tentu berpontesial menekan bahkan mengurangi penggunaan narkotika di Kalsel,” harap legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan RSJ Sambang Lihum, Indra Nurul Huda, membeberkan, rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini tak hanya menyembuhkan pengidap kelainan jiwa saja, pihaknya juga membuka pelayanan bagi khusus bagi yang mendapat rehabilitasi agar sembuh dari kecanduan narkotika.

“Saat ini kita belum ada penerapan pola tarif untuk VVIP khusus rehabilitasi narkoba meskipun layanan unggulannya masih kejiwaan,” bebernya.

Meski fokus kejiwaan, tutur Indra, pelayanan rehabilitasi narkotika di RSJ Sambang Lihum tetap berjalan dan bahkan rencananya menambah ruangan baru bagi korban Napza ini.

“Karena ruangannya masih terbatas jadi akan dibangun lagi dan nantinya ada kelas menengah ke atas dan VVIP karena proses rehabilitasi terkadang pasien tak ingin digabung,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Lurah Gunung Tinggi, Yudi Hanna, mengungkapkan, sangat terbantu dengan keberadaan rumah sakit ini. Artinya, dia juga siap memberikan sosialisasi secara intens agar warga di kelurahannya dapat lebih jauh mengenal keunggulan layanan apa saja yang diberikan oleh RSJ Sambang Lihum tersebut.

“Yang jelas kami berterima kasih atas kesediaan paman Yani dan Sambang Lihum untuk memberikan informasi penanganan ODGJ serta narkotika di Kelurahan Gunung Tinggi ini. Selebihnya nanti warga yang berhadir dalam sosialisasi juga dapat memahami,” ungkapnya. (RHS/RDM/RH)

Sambut Kemerdekaan, Diskominfo Kalsel Gelar “Kominfo Fashion Week”

BANJARBARU – Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 77 serta Hari Jadi Kalsel ke 72, Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Kalimantan Selatan (Kominfo Kalsel) menggelar “Kominfo Fashion Week” di Halaman Kantor Dinas Kominfo Kalsel, Jumat (29/7)  pagi.

Plt Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Noor Ikhwandi

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim melalui Plt Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Noor Ikhwanadi mengaku, kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan ide dari karyawan Dinas Kominfo Kalsel yang terinspirasi dari Citayem Fashion Week.

Suasana Kominfo Fashion Week di Halaman Kantor Dinas Kominfo Kalsel

Kegiatan ini diharapkannya mampu mendongkrak kembali semangat karyawan setelah melewati masa pandemi selama kurang lebih dua tahun.

“Mudah-mudahan ini menjadi even yang bagus untuk semangat baru di tahun 2022 ini,” ucapnya.

Mengangkat tema Kemerdekaan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Bidang di Dinas Kominfo Kalsel.

“Mulai dari staf, pejabat, sampai Kepala Dinas Kominfo Kalsel juga mengikuti kegiatan ini supaya kebersamaan dapat terbangun, dan yang terpenting mereka harus berani tampil,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Kalsel Berharap Taman Budaya Menjadi Rumah yang Nyaman Bagi Seniman

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berharap Taman Budaya dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para insan seni dan budaya.

Suasana Audiensi Komisi IV DPRD Kalsel bersama UPTD Taman Budaya dan Forum Seni Kalsel.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin, ketika menerima audiensi pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Budaya dan Forum Seni Kalsel, Kamis (28/7).

“Taman Budaya ini harus jadi rumah para seniman di Kalsel untuk itu harus ada perbaikan-perbaikan dari bangunan hingga pembenahan sistem,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, menurut Lutfi, pihaknya siap untuk mendukung hal tersebut sesuai kapasitasnya, baik dari segi pengupayaan anggaran hingga peraturan daerah.

“Kami juga akan membuat peraturan daerah perlindungan budaya untuk melengkapi perda kearifan lokal yang sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Forum Seni Kalsel, Novyandi Saputra berharap pertemuan ini dapat menjadi momentum untuk menambah erat koordinasi antar seniman, legislatif dan eksekutif.

“Ini merupakan langkah awal kita agar sistem kolaborasi dapat berjalan. Taman Budaya ini bagian kecil, ada bagian-bagian lain di daerah termasuk lembaga adat dan bagaimana budaya-budaya di daerah itu bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya

Melalui Komisi IV DPRD Kalsel, para seniman mendorong Taman Budaya untuk memberikan wacana fasilitas yang layak untuk mereka sehingga seni mendapatkan wadahnya yang layak.

Hal tersebut disambut baik oleh Kepala UPTD Taman Budaya, Suharyanti. Ia mengatakan pihaknya akan mengakomodir dan mencoba urun rembuk dengan para seniman agar saling berkontribusi. (NRH/RDM/RH)

Aspirasi Ratusan ALFI ILFA Kalsel Ingin Cabut BBM Solar Subsidi

BANJARMASIN – Ratusan anggota Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalimantan Selatan, menyampaikan aspirasi ke Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (28/7).

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalimantan Selatan, Saut Nathan Samosir, mengatakan, Kedatangan mereka ini menyampaikan tiga aspirasi. Pertama, Pertamina segera mencabut kebijakan subsidi solar pada Bahan Bakar Minyak, karena dengan subsidi membuat para sopir truk yang ingin mendapatkan BBM solar di SPBU, harus mengantri cukup panjang dan lama, kedua Pertamina mengembalikan fungsi SPBU, diduga ada beberapa SPBU dikuasai, salah satu organisasi di Kalimantan Selatan, dan ketiga mencabut notulen rapat PT Pertamina dengan Dinas Perhubungan Banjarmasin pada 12 April 2022 lalu.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalsel, Saut Nathan Samosir

“Kami ingin aspirasi ini diakomodir, karena selama ini salah satu kebijakan subsidi solar BBM, tidak membuat kami merasa nyaman,” katanya

Disampaikan Saut, pihaknya menolak kebijakan adanya transaksi pembelian BBM bersubsidi di SPBU mengunakan aplikasi MyPertamina. Dengan alasan tidak mengunakan aplikasi itu, kesulitan mendeteksi pelangsir apalagi kalau mengunakan aplikasi tersebut.

“Semoga ada solusi yang tepat dari Pemko,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menjelaskan, dari hasil audiensi ini, Dinas Perhubungan Banjarmasin akan mencabut notulen rapat dengan PT Pertamina pada 12 April 2022 lalu, kemudian mengembalikan fungsi SPBU, Pemerintah kota hendaklan terus menjalin koordinasi dan menggelar diskusi dengan organisasi lainnya. Terkait permintaan dicabutnya BBM solar subsidi, itu kewenangan pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Kita sampaikan aspirasi ini dengan tetap terus komunikasikan bersama pemko,” tutupnya

Untuk diketahui, ratusan anggota Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalsel menyampaikan aspirasi di halaman Gedung DPRD Banjarmasin sejak pagi Jam 09.00 WITA. Kemudian pihak legislatif segera menyikapi dengan menggelar pertemuan di ruang rapat paripurna, dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Rosehan, perwakilan PT Pertamina, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa anggota Dewan Banjarmasin, dan 20 orang Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Sekda Kalsel Kukuhkan DPW Forsesdasi Kalsel

BANJARBARU – Dewan Pengurus Wilayah Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (DPW Forsesdasi) Komisariat Kalimantan Selatan, kini telah terbentuk dan dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan (Sekda Kalsel), Roy Rizali Anwar di hotel berbintang, di Banjarbaru, Kamis (28/7).

Dengan dikukuhkannya Pengurus Forsesdasi Kalsel periode 2021 – 2024 diharapkan dapat memberi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan aktual terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun pusat.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar

“Kita tahu peran strategis Sekda adalah salah satu perumus kebijakan yang bisa disampaikan ke pemerintah pusat, dan itu menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di daerah,” ucap Roy.

Tidak kalah penting lanjut Roy, dengan adanya forum ini, rapat rencana kerja untuk membahas isu strategis daerah ataupun nasional dapat teragendakan dengan rutin.

“Sehingga pada saat rapat tersebut diperoleh suatu kebijakan atau kesepakatan bersama yang nantinya sangat berdampak pada daerah maupun pusat,” terangnya.

Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri, menyebut, tujuan utama pembentukan Forsesdasi sendiri yaitu untuk menyamakan aspirasi tata kelola dari setiap Sekda di Kalsel.

Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri (kanan)

“Kelanjutannya, mereka akan menyusun program kerja dan melakukan rapat kerja setiap beberapa waktu,” ungkapnya.

Dalam persoalan pembangunan, diakuinya pasti ada beberapa kebijakan yang harus direspon oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota se Kalsel.

Sehingga dengan adanya forum ini, diharapkan seluruh Sekda mampu menyatukan pemikiran untuk merespon setiap kebijakan pemerintah pusat. Seperti kebijakan penghapusan tenaga honorer yang harus ada penyelesaian pada akhir tahun 2023.

“Mungkin nanti rekan-rekan yang tergabung di Forsesdasi ini akan membahas hal tersebut. Semoga nanti akan menjadi sebuah kebijakan yang bisa dilaksanakan bersama-sama,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pengukuhan, Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah, terpilih menjadi ketua DPW Forsesdasi Kalsel periode 2021-2024. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version