Kabut Asap Karhutla Ganggu Pembelajaran, DPRD Banjarbaru Soroti Kendala PJJ

Banjarbaru – DPRD Kota Banjarbaru menyoroti kebijakan perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik sebagai dampak dari kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas, mengatakan, penerapan PJJ perlu menjadi perhatian, terutama dari sisi kesiapan fasilitas yang dimiliki peserta didik.

Ket : Ketua Komisi I DRPD Banjarbaru, Ririk Sumari

Menurutnya, tidak semua siswa memiliki perangkat elektronik seperti telepon seluler atau gawai yang dapat digunakan untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

“Memang kondisi setiap peserta didik berbeda. Ada yang sudah memiliki HP sendiri, tetapi ada juga yang belum. Ini tentu menjadi salah satu kendala ketika pembelajaran harus dilakukan dari rumah,” ujar Ririk.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pembelajaran selama kualitas udara di Banjarbaru masih terdampak kabut asap.

Di sisi lain, Ririk memahami keputusan untuk memperpanjang PJJ diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka (PTM) tidak bisa dipaksakan apabila kondisi udara masih belum memungkinkan bagi anak-anak untuk beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Kalau kondisi memang masih seperti sekarang, kita juga tidak bisa memaksakan anak – anak untuk kembali ke sekolah. Keselamatan dan kesehatan mereka tentu harus menjadi pertimbangan utama,” jelasnya.

Meski demikian, DPRD Banjarbaru meminta agar kebijakan PJJ tidak hanya berfokus pada pemindahan proses belajar dari sekolah ke rumah.

Pemerintah juga perlu memastikan peserta didik tetap mendapatkan akses pembelajaran yang layak, termasuk mencari solusi bagi siswa yang mengalami keterbatasan perangkat maupun akses internet.

DPRD Kota Banjarbaru akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas berbagai kendala yang muncul selama penerapan PJJ.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah yang lebih tepat agar proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi peserta didik.

“Nanti kita carikan solusinya bersama. Kami akan segera berkoordinasi dengan teman-teman di Dinas Pendidikan, bagaimana menyiasati kondisi ini supaya anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik,” katanya.

Menurut Ririk, PJJ sebenarnya bukan merupakan pola pembelajaran yang baru. Sistem tersebut sebelumnya telah diterapkan secara luas ketika pandemi Covid-19.

Namun, pengalaman tersebut bukan berarti seluruh persoalan dalam pelaksanaan PJJ telah terselesaikan.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah kendala yang perlu dievaluasi, baik berkaitan dengan kesiapan peserta didik, orang tua, tenaga pendidik, maupun ketersediaan sarana pendukung pembelajaran.

“PJJ ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena kita pernah mengalaminya saat pandemi. Tetapi dari pengalaman itu kita juga tahu masih ada berbagai kendala. Karena itu, penerapannya sekarang tetap perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ririk meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai perkembangan kebijakan PJJ, khususnya terkait kemungkinan perpanjangan kembali apabila kondisi kabut asap belum membaik.

Kepastian tersebut penting agar sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dapat mempersiapkan proses pembelajaran dengan lebih baik.

“Yang menjadi perhatian kami adalah sampai kapan PJJ ini akan diterapkan. Apakah cukup sampai di sini atau masih akan ada perpanjangan lagi. Ini yang perlu kita evaluasi dan komunikasikan bersama,” tegas Ririk.

Ia menambahkan, DPRD Banjarbaru akan terus memantau pelaksanaan PJJ dan dampaknya terhadap peserta didik. Pihaknya berharap pemerintah dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tetap mengutamakan kesehatan anak sekaligus memastikan hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.

“Kita berharap ada solusi yang bisa menjembatani antara kebutuhan pendidikan dan kondisi kesehatan anak-anak. Jangan sampai karena kondisi ini, ada peserta didik yang justru tertinggal dalam proses pembelajaran,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Upaya Kurangi Sampah, ASN Pemko Banjarmasin Diwajibkan Setor ke Bank Sampah

Banjarmasin – Upaya mendukung pengurangan sampah di Kota Banjarmasin di tengah kondisi darurat sampah saat ini. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Banjarmasin rutin menyetorkan sampah setiap bulan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Banjarmasin sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan aparatur pemerintah dalam pengelolaan dan pengurangan sampah dari sumbernya.

Kepala Bagian Umum Setdakot Banjarmasin, Zazuli mengatakan, masing-masing ASN di lingkungannya diwajibkan mengumpulkan dan menyetorkan sampah dengan target lima kilogram per bulan.

“Bertahap juga, awalnya setelah ada instruksi itu baru dua kilogram sampai akhirnya tiap pegawai bisa mengumpulkan sampah lima kilogram,” kata Zazuli, baru baru tadi.

Adapun sampah yang dikumpulkan berasal dari lingkungan rumah maupun aktivitas sehari-hari di lingkungan kantor yang masih dapat dipilah dan dikelola. Mulai dari kardus, kertas HVS, botol plastik bahkan minyak goreng bekas.

Dalam penyetoran sampah ini, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin ada jadwalnya tersendiri untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarmasin.

“Tiap bulan itu ada jadwal penyetoran sampah dan pegawai saja akan bersiap mengumpulkan sampahnya saat jadwalnya tiba,” tuturnya.

Tentunya melalui gerakan rutin setor sampah ini lanjutnya, ASN diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Sebab di tengah kondisi darurat sampah yang membutuhkan langkah bersama, keterlibatan ASN diharapkan dapat menjadi pemicu bagi lingkungan kerja maupun masyarakat luas untuk ikut mengambil peran, dimulai dari hal sederhana seperti memilah dan mengurangi sampah dari rumah.

“Penanganan sampah ini tentu perlu kesadaran seluruh pihak. Kita sebagai ASN wajib memberi contoh baik,” akhirnya. (PEMKOBJMUMUM/SRI/RIW/EPS)

Jaga Hutan Siang – Malam, Muhidin Apresiasi Petugas Karhutla

Banjarbaru – Dedikasi petugas yang bekerja siang dan malam menangani kebakaran hutan dan lahan di Hutan Lindung Liang Anggang mendapat apresiasi Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.

Personel gabungan tetap disiagakan dengan sistem sif untuk melakukan pembasahan sekaligus menjaga kawasan dari munculnya kembali api.

Gubernur Kalsel (coklat) mengapresiasi jajaran Dinas Kehutanan mencegah karhutla di HL Liang Anggang

Apresiasi itu disampaikan Muhidin saat meninjau Posko Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (1/9).

“Ini siang malam berganti sif. Ini luar biasa, kami ucapkan terima kasih atas dedikasinya untuk memadamkan api dan menjaga Hutan Lindung ini,” ujarnya.

Khusus kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, penanganan dipercayakan kepada Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra bersama jajarannya serta TNI Angkatan Laut.

Muhidin turut mengapresiasi Aya (sapaan akrab Fathimatuzzahra) yang hampir setiap hari berada di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan.

“Kalau Ibu Aya ini tiap hari di sini sampai malam, besok paginya datang lagi. Jadi. Kalau anak buahnya bergantian,” katanya.

Menurut Muhidin, pembagian tanggung jawab dilakukan agar penanganan tiga kawasan prioritas karhutla di Banjarbaru lebih terarah. Hutan Lindung Liang Anggang ditangani Dishut bersama TNI AL, sedangkan Guntung Damar melibatkan tim terkait bersama TNI AU. Sementara Pengayuan ditangani Dinas Pertanian bersama jajaran TNI dari Kodim.

Meski masing-masing tim memiliki wilayah penanganan, koordinasi tetap dilakukan apabila ditemukan kebakaran yang membutuhkan tambahan personel dan peralatan.

“Kalau masih ada api yang besar, laporkan. Kita selalu siap untuk memadamkan api yang mendadak ada,” tegasnya.

Di tengah kerja petugas yang terus berlangsung, Muhidin meminta masyarakat turut membantu dengan tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

“Pesan sekali lagi kepada masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan, tolong jangan membakar sembarangan. Jaga lingkungan kita supaya jangan menjadi membesar dan asapnya terlalu banyak,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Manfaatkan Pasang Surut, Pembasahan Gambut Hutan Lindung Liang Anggang Tak Bebani Riam Kanan

Banjarbaru – Pembasahan lahan gambut di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, mulai menunjukkan hasil. Sistem pengairan memanfaatkan pasang surut sungai untuk memasok air ke kanal dan membasahi area rawan kebakaran tanpa mengambil suplai dari Riam Kanan.

Kondisi tersebut dipantau langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin saat meninjau Posko Dinas Kehutanan di Hutan Lindung Liang Anggang, Selasa (1/9). Peninjauan turut melibatkan unsur TNI dan DPRD Kalsel.

Gubernur Kalsel (coklat) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Muhidin mengatakan, air dari sungai dialirkan menuju kanal ketika kondisi pasang. Dari kanal, air kemudian didistribusikan ke lahan gambut untuk menjaga kelembapan sekaligus meredam potensi bara di bawah permukaan.

“Di Hutan Lindung ini ternyata pembasahannya cukup bagus. Aliran air yang kita ambil adalah aliran pasang surut,” ujar Muhidin.

Menurutnya, pola tersebut memungkinkan pembasahan dilakukan dengan pasokan air yang cukup besar. Ketika sungai pasang pada siang hari, air dipompa dan dimasukkan ke saluran sebelum dialirkan ke lahan.

“Jadi tidak mengurangi debit yang di Riam Kanan. Pasang surut kita masukkan. Insyaallah ini efektif,” jelasnya.

Muhidin menilai, volume air yang tersedia cukup besar. Jika distribusinya dapat menjangkau kawasan secara merata, metode tersebut diharapkan mampu meredam potensi kebakaran pada lahan gambut.

“Ini sangat efektif karena airnya cukup banyak. Kalau mengalir menyeluruh dan merata, mungkin bisa meredam,” ujarnya.

Meski pembasahan menunjukkan perkembangan positif, petugas diminta tidak mengendurkan pengawasan. Karakter gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan dan kembali berkembang menjadi kebakaran.

“Jangan lengah. Siapa tahu ada kebakaran juga, jadi kita harus siap dengan pemadaman di dalam,” tegasnya.

Personel gabungan tetap disiagakan di sejumlah bagian kawasan. TNI Angkatan Laut turut menangani salah satu area dan membantu menjaga proses pengaliran air.

Sebelum tiba di posko, Muhidin bersama BPBD dan personel TNI AL juga menemukan titik kebakaran dalam perjalanan menuju Hutan Lindung Liang Anggang. Rombongan sempat melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sebelum melanjutkan peninjauan.

Muhidin berharap pembasahan yang terus dilakukan, dibarengi kesiagaan personel dan potensi turunnya hujan dalam beberapa hari ke depan, dapat mempercepat pengendalian kebakaran di kawasan tersebut. (SYA/RIW/EPS)

Tingkatkan Kinerja Organisasi, Diskominfo Kalsel Gelar Bimtek PKO dan Realisasi Fisik dan Keuangan

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bimbingan Teknis Sosialisasi Penilaian Kinerja Organisasi (PKO) dan Realisasi Fisik dan Keuangan, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Selasa (1/9).

Kegiatan yang dibuka Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, diwakili Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi tersebut menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi dan Bappeda Provinsi Kalsel.

Bimtek ini menjadi bagian dari upaya Diskominfo Kalsel meningkatkan pemahaman aparatur terkait pelaksanaan dan pelaporan kinerja organisasi, sekaligus memastikan realisasi program dan kegiatan dapat dipantau secara tepat dan terukur.

Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi mengatakan, penilaian kinerja organisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat sejauh mana pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyamakan pemahaman terkait penilaian kinerja organisasi, sehingga setiap bidang dapat mengetahui indikator yang harus dicapai dan bagaimana pelaporannya,” ujar Mashudi.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap indikator kinerja juga diperlukan agar setiap program yang dilaksanakan Diskominfo dapat memberikan hasil yang terukur dan mendukung pencapaian target Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Mashudi menambahkan, selain kinerja organisasi, realisasi fisik dan keuangan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program dan kegiatan perangkat daerah.

“Realisasi fisik dan keuangan harus berjalan seimbang. Jangan sampai secara administrasi anggaran terserap, tetapi capaian fisiknya tidak sesuai dengan target. Karena itu, evaluasi secara berkala sangat diperlukan,” jelasnya.

Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, seluruh peserta dapat memahami mekanisme pengukuran dan pelaporan sehingga penyelenggaraan program Diskominfo Kalsel semakin tertib, transparan, dan akuntabel.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan kemudian menerapkan hasilnya dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Dengan begitu, kinerja organisasi dapat terus kita tingkatkan,” tutupnya.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran dan pegawai Diskominfo Provinsi Kalsel. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi dan pemahaman antarbidang semakin baik dalam menyusun, melaksanakan, serta mengevaluasi program dan kegiatan perangkat daerah. (BDR/RIW/EPS)

Berharap Hujan, Pemko Banjarmasin Gelar Salat Istisqa

Banjarmasin – Pemerintah Kota melalui Bagian Umum Setdako Banjarmasin melaksanakan salat istisqa dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung di halaman Balai Kota Banjarmasin, Senin (31/8).

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengatakan, salat istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan, khususnya di wilayah Kalimantan yang saat ini membutuhkan curah hujan.

Ket foto : Wali Kota Muhammad Yamin saat menyampaikan sambutan

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, dari kepala skpd sampai kecamatan dan kelurahan, melaksanakan salat istisqa. Kita berdoa agar dikabulkan Allah SWT turunnya hujan di Kalimantan,” ujar Yamin.

Selain salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Wali Kota Yamin, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingat perjalanan dan keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun persatuan umat.

Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, seorang pemimpin perlu meneladani Rasulullah SAW yang senantiasa berupaya mempersatukan umat.

“Dengan kita mengadakan Maulid juga, mudah-mudahan doa-doa kita semua dijabah oleh Allah SWT,” harapnya.

Yamin menambahkan, melalui rangkaian doa dan peringatan Maulid Nabi tersebut, jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin diharapkan semakin memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan keteladanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kegiatan ini Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setdako) Banjarmasin turut memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa. Salah satu dukungan yang disiapkan yakni penyediaan karpet untuk menunjang kenyamanan jemaah saat melaksanakan salat meminta hujan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, pihaknya ingin memastikan kebutuhan fasilitas untuk pelaksanaan salat istisqa dapat terpenuhi.

“Sesuai araham Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Bagian Umum membantu memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa. Salah satunya dengan menyiapkan karpet untuk jemaah,” ujar Zazuli.

Menurutnya, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari tugas Bagian Umum untuk mendukung berbagai kegiatan Pemerintah Kota Banjarmasin. Termasuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan Balai Kota.

“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Intinya bagaimana pelaksanaan salat istisqa bisa berjalan dengan baik dan jemaah merasa nyaman,” katanya.

Salat Istisqa sendiri menjadi salah satu bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Kondisi kemarau yang berkepanjangan sebelumnya turut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin.

Zazuli menegaskan, Bagian Umum akan terus mendukung kebutuhan fasilitas selama kegiatan berlangsung sesuai arahan pimpinan daerah.

“Kita support sesuai dengan kebutuhan dan arahan pimpinan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ucapnya.(PEMKOBJMUMUM/SRI/RIW/EPS)

Seleksi Wirasena Youth Camp, Kalsel Gali Potensi Pemuda Banua

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Seleksi Wirasena Youth Camp, di Banjarmasin, Selasa (1/9). Kegiatan dibuka Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, diwakili Kasi Pemberdayaan Tenaga dan Sumber Daya Pemuda, Fitriyadi Saputera.

Ket foto : Kasi Pemberdayaan Tenaga dan Sumber Daya Pemuda Dispora Kalsel Fitriyadi Saputera

Pebriadin Hapiz, dalam sambutannya yang dibacakan Fitriyadi Saputera, menyampaikan bahwa seleksi ini dulunya bernama Pertukaran Pelajar Antar Provinsi, dan berganti menjadi Wirasena Youth Camp.

“Pada tahun lalu kegiatan ini disebut dengan pertukaran pemuda antar provinsi dan pertukaran pemuda antar negara,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, untuk tahun ini dilebur menjadi satu dengan nama Wirasena Youth Camp.

“Meski berganti nama, namun tujuan kegiatan tetap sama, yakni untuk meningkatkan kualitas pemuda tanah air,” ucapnya lagi.

Program seleksi Wirasena Youth Camp sendiri, merupakan ajang untuk menggali dan pengembangkan potensi pemuda daerah.

Mengingat, pemuda juga mengalami permasalahan yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, khususnya, Dispora Kalsel yang membidangi kepemudaan.

“Sehingga diharapkan melalui seleksi Wirasena Youth Camp ini, untuk membuka seluas luasnya kesempatan kepada pemuda berpartisipasi menunjukkan kemampuan,” tuturnya.

Dispora berharap, pemuda yang terpilih, dapat membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

Seleksi diikuti 45 peserta dan akan diambil sebanyak 12 peserta putra dan putri terbaik, yang akan mewakili Kalsel ke tingkat nasional. (SRI/RIW/EPS)

Gelar Kuliah Kerja Penelitian, Seskoau
Perkuat Strategi Ketahanan Energi Hadapi Tantangan Global

Banjarbaru – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) menggelar kuliah kerja penelitian terkait penguatan manajemen dan strategi ketahanan energi dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis global, Selasa (1/9).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Idham Chalid tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kajian strategis mengenai ketahanan energi, sekaligus mendukung kebijakan pertahanan negara.

Kuliah kerja penelitian ini juga menjadi ruang untuk menggali berbagai masukan dari pemerintah daerah terkait kondisi, potensi, serta tantangan sektor energi di daerah.

Hal tersebut dinilai penting mengingat ketahanan energi memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan pembangunan dan ketahanan nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, ketahanan energi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan dan ketahanan nasional.

Menurutnya, perkembangan lingkungan strategis global turut menghadirkan berbagai tantangan terhadap ketersediaan dan keamanan energi.

Karena itu, diperlukan manajemen dan strategi yang tepat untuk memastikan kebutuhan energi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Ketahanan energi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan dan ketahanan nasional,” ujar Syarifuddin.

Ia menilai penguatan ketahanan energi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai potensi dan sumber daya energi dapat dikelola secara optimal sekaligus mampu menghadapi perubahan lingkungan strategis global,” lanjut Syarifuddin.

Syarifuddin menambahkan, kuliah kerja penelitian yang dilaksanakan Seskoau menjadi salah satu wadah memperkuat pemahaman dan merumuskan strategi terkait ketahanan energi.

Menurutnya, hasil kajian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan perspektif dan masukan bagi penyusunan kebijakan, terutama dalam memperkuat ketahanan energi sebagai bagian dari kepentingan nasional.

Sementara itu, Danseskoau Marsekal Muda TNI Jorry S. Koloay mengatakan, ketahanan energi memiliki posisi strategis menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat sekaligus mendukung kepentingan pertahanan negara.

“Perubahan lingkungan strategis global, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga tantangan terhadap ketersediaan sumber energi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun strategi ketahanan energi,” ucapnya.

Menurut Jorry, Indonesia perlu memiliki kemampuan dalam mengelola dan menjaga ketersediaan energi secara berkelanjutan.

“Ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga memiliki hubungan dengan stabilitas nasional dan kemampuan negara menghadapi berbagai kemungkinan ancaman,” lanjut Jorry.

Kuliah kerja penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan tantangan ketahanan energi di daerah.

Jorry menilai, penguatan manajemen dan strategi ketahanan energi perlu dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan lingkungan strategis, baik pada tingkat nasional maupun global.

Melalui kegiatan tersebut, Seskoau diharapkan dapat menghasilkan kajian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memiliki relevansi terhadap kebutuhan kebijakan pertahanan negara. (MRF/RIW/EPS)

Antisipasi Karhutla, Pelindo Lakukan Penyemprotan Area Basirih

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melakukan kegiatan penyemprotan air di sejumlah area Pelabuhan Basirih, Banjarmasin, Selasa (1/9), sebagai langkah preventif mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan ini dilakukan seiring kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko munculnya titik api, khususnya pada area terbuka dan lahan yang memiliki potensi mudah terbakar.

Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Listio Margianto mengatakan, penyemprotan merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keamanan dan keselamatan kawasan pelabuhan serta lingkungan di sekitarnya.

“Penyemprotan ini merupakan langkah antisipatif yang kami lakukan untuk menjaga kelembapan area yang dinilai memiliki potensi risiko kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering seperti saat ini,” ujar Listio.

Menurut Listio, upaya pencegahan menjadi hal penting karena karhutla tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas operasional apabila terjadi di sekitar kawasan pelabuhan.

Oleh karena itu, Pelindo terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan kondisi lapangan dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.

Selain melakukan penyemprotan, Pelindo Sub Regional Kalimantan juga mengimbau seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa di lingkungan pelabuhan, turut meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengajak seluruh pihak di kawasan pelabuhan untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran terbuka, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap maupun indikasi titik api agar dapat ditangani dengan cepat,” tambah Listio.

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan berusaha untuk terus menjalankan kegiatan operasional dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan.

Melalui langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pelindo berharap potensi terjadinya karhutla di sekitar wilayah kerja dapat diminimalkan sehingga aktivitas kepelabuhanan di Banjarmasin tetap berjalan dengan aman dan lancar. (Pelindo-RIW/EPS)

985 ASN Pemprov Kalsel Terima Satyalancana Karya Satya, Gubernur Muhidin Minta ASN Terus Berkarya

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun kepada 985 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (31/8).

Penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin serta jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan.

Ket : Gubernur Muhidin saat memberikan sambutan

Satyalancana Karya Satya merupakan penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Muhidin mengatakan, masa pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama menjalankan tugas, para PNS telah melalui berbagai pengalaman yang dapat menjadi pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.

“Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada PNS yang berdedikasi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun, termasuk Pak Sekda hari ini juga menerima SLKS untuk 30 tahun,” ujar Muhidin.

Menurut Muhidin, penghargaan tersebut harus menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus meningkatkan kemampuan, menciptakan inovasi, serta memberikan kinerja terbaik dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia secara khusus mendorong PNS yang telah mengabdi selama 10 dan 20 tahun untuk terus menunjukkan karya dan inovasi. Hal ini dinilai penting seiring mulai diterapkannya sistem Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Pada kesempatan ini saya juga tekankan, bagi PNS yang 10 tahun dan 20 tahun, kalau memang ada karya atau inovasi bisa dilaporkan. Apalagi saat ini kita sudah mulai menerapkan sistem Manajemen Talenta. Kita menginginkan PNS yang profesional untuk membantu kita dalam membangun Kalimantan Selatan yang lebih bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Noryadi mengatakan, dari 985 PNS yang menerima SLKS, sebanyak 247 orang telah mengabdi selama 30 tahun, 124 orang selama 20 tahun, dan 614 orang selama 10 tahun.

Ket : Foto bersama usai penyerahan penghargaan SLKS

Noryadi menegaskan, pemberian SLKS bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk penghormatan pemerintah atas dedikasi dan pengabdian PNS dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Tentu SLKS adalah tanda penghormatan yang diberikan pemerintah kepada pegawai negeri sipil. Penghargaan yang diberikan melihat dari dedikasinya, pengabdiannya, kesetiaan, kejujuran, dan disiplin. Dengan melihat itulah pemerintah memberikan anugerah Satyalancana bagi PNS yang pada hari ini kita laksanakan,” jelasnya.

Selain sebagai bentuk penghargaan, Noryadi menyebut capaian dan kinerja ASN juga menjadi bagian penting dalam pengembangan karier. Karena itu, kepala SKPD didorong untuk mengidentifikasi dan mengusulkan PNS yang memiliki kinerja baik, disiplin tinggi, serta potensi untuk dikembangkan.

PNS yang memenuhi kriteria tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan karier, termasuk untuk promosi ke jenjang jabatan yang lebih tinggi.

Langkah ini sejalan dengan penerapan Manajemen Talenta yang diarahkan untuk memastikan pengelolaan karier ASN dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, dan potensi masing-masing pegawai. (BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version