Paman Yani Gelar Sosialisasi Perda Pajak dan Retribusi Daerah di Tanah Bumbu

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, terus mensosialisasikan pentingnya membayar pajak untuk membangun Banua.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kiri) saat menyampaikan sosialisasi wajib pajak

Terbaru, sosialisasi wakil rakyat akrab disapa Paman Yani digelar di Kelurahan Kampung Baru , Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (3/8).

Melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang Pajak dan Retribusi Daerah itu, Paman Yani menyampaikan pentingnya pajak demi kemajuan pembangunan di Banua.

“Segala infrastruktur yang saat ini kita nikmati itu tidak lain sebagian hasil dari pajak yang kita bayarkan,” kata Paman Yani.

Paman Yani juga mengingatkan tentang program relaksasi pajak yang saat ini dilaksanakan Pemprov Kalsel hingga 9 Desember nanti.

Program pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) itu menurut Paman Yani harus dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat.

“Keringanan yang diberikan Pemprov Kalsel ini harus dimanfaatkan. Bukan hanya bagi yang menunggak pajak, tetapi bagi yang bayar tepat waktu juga akan mendapat diskon dua persen,” jelas Paman Yani.

Sementara itu, Kasi PKB Samsat Batulicin, Hariyadi, menilai sejak dimulai program relaksasi pajak pada 1 Juli lalu, minat masyarakat untuk membayar PKB di UPPD Samsat Batulicin meningkat dua persen per-hari atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Menurut Hariyadi, peningkatan pendapatan harian itu tidak terlepas dari imbauan dan sosialisasi yang dilakukan Paman Yani untuk terus membayarkan pajak kendaraan.

“Termasuk informasi program relaksasi pajak ini. Tidak mungkin menjangkau masyarakat pelosok jika tidak di bantu oleh Paman Yani,” ungkap Hariyadi.(SYA/RDM/RH)

Dinas PKP Provinsi Kalsel Programkan Normalisasi Saluran Tersier

BANJARBARU – Tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP), kembali melaksanakan program normalisasi saluran tersier kawasan pertanian di tiga daerah yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Batola dan Tanah Laut. Pertanian menjadi sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan luasnya lahan pertanian, memiliki agenda penting pada tahun 2024, yaitu program normalisasi saluran tersier.

Program Normalisasi Saluran Tersier

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi menyampaikan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian di Kalimantan Selatan dan membantu para petani untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik.

“Untuk kegiatan normalisasi saluran ini nantinya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertanian akan dilibatkan untuk membersihkan saluran tersier yang ada di persawahan mereka,” ungkap Gazali.

Dilanjutkanny, Program program normalisasi saluran tersier, dilakukan setiap tahunnya dan akan membersihkan sekitar 11 km saluran untuk setiap tahunnya dari 3 daerah tersebut.

“Dalam program normalisasi saluran tersebut, rata-rata anggaran yang diberikan untuk pembersihan saluran di kawasan pertanian adalah sekitar Rp20 juta per km,” lanjut Gazali.

Anggaran tersebut akan diberikan untuk membersihkan lumpur, gulma, dan rumput yang sudah terendap di saluran. Sistem pembanyaran yaitu upah kerja yang diatur oleh program normalisasi saluran ini adalah dengan memberikan upah kepada kelompok tani yang terlibat dalam pembersihan saluran tersebut.

“Program normalisasi saluran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas irigasi dan produksi pertanian di Kalimantan Selatan. Dengan sistem upah kerja yang merupakan bergotong royong, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat besar bagi petani, tetapi juga membantu meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam menjaga kawasan pertanian yang ada di sekitarnya,” lanjut Gazali.

Dalam kegiatan normalisasi saluran tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertanian akan diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga saluran pertanian agar tetap bersih dan terjaga dengan baik.

“Dengan adanya program normalisasi saluran ini, diharapkan kawasan pertanian di Kalimantan Selatan dapat berkembang lebih baik dan dapat meningkatkan produksi pertanian secara signifikan. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian di wilayah Kalimantan Selatan serta membantu mencukupi kebutuhan pangan nasional,” tutup Gazali. (MRF/RDM/RH)

Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar Resmi Digelar

BANJARMASIN – Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar resmi digelar oleh Taman Budaya di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, pada Kamis (1/8) mengatakan, dalam rangkaian Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, akan digelar Pertunjukan Seni Musik selama tiga hari, mulai Jam 16.00 – 22.30 WITA, pada 2 – 4 Agustus di panggung Bakhtiar Sanderta. Dimana, pergelaran melibatkan berbagai cabang seni dan keikutsertaan tidak hanya seniman tetapi kalangan peserta didik.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti

“Warga dapat menyaksikan secara langsung karya seni yang ditampilkan tidak hanya menari, menyanyi juga musik band,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, pihaknya juga menggelar Lomba Vlog, Tari Kreasi, puncak kegiatan digelarnya Lomba Pawai Seni Budaya, pada Minggu 4 Agustus 2024, diikuti sebanyak 20 group, dengan start mulai Lapangan Sepak Bola Kayu Tangi menuju ke Taman Budaya Kalsel pada Jam 14.00 WITA.

“Kami juga menggelar Lomba Bazar Kuliner, dengan penilaian tingginya minat pengunjung dalam berbelanja,” jelasnya.

Salah satu stand Bazaar Kuliner di halaman Panggung Bakhtiar Sanderta

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, dalam agenda rutin tahunan ini selaras dengan tugas pokok dan fungsi mengembangan visi misi Pemprov Kalsel, sebagai upaya untuk mendorong kelestarian seni budaya di Kalsel.
Pihaknya ingin terciptanya proses ruang kreatif, kreasi, ekspresi dan eksplorasi bagi pelaku seni.

“Kesenian di Kalsel ini harus semakin maju terdepan,” tutup Yanti. (NHF/RDM/RH)

Paman Yani Ingatkan Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Pantai Dilakukan Secara Maksimal

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan rehabilitasi hutan Mangrove di pesisir pantai secara maksimal.

Hal itu disampaikan Legislator Kalsel yang akrab disapa Paman Yani ini ketika mengikuti rapat Badan Anggaran DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalsel yang membahas Rancangan KUPA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 di gedung B DPRD Kalsel, Kamis (1/8).

Paman Yani menjelaskan dirinya sering mengingatkan bahwa garis pesisir pantai yang ada di Kalsel terus tergerus air laut. Bahkan, menurutnya, air laut sudah masuk ke daratan sepanjang 8 kilometer di kabupaten Tanah Bumbu. Beranjak dari hal tersebut, pada tahun 2022 lalu, pihaknya mengundang Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan KKP untuk membahas penanganan abrasi yang terjadi di pinggir pesisir pantai di Kalsel.

Dari hasil rapat tersebut, lanjut Paman Yani, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk reboisasi hutan Mangrove yang ada di pesisir pantai di Kalsel pada tahun 2023 dan pengerjaannya pada tahun 2024 ini.

“Alhamdulillah saat itu disetujui, ada Rp3,8 miliar yang dianggarkan untuk reboisasi hutan Mangrove. Namun sepertinya realisasinya tidak maksimal,” terangnya.

Oleh karena itu, Paman Yani kembali mengingatkan di rapat Banggar tersebut, bahwa penanganan permasalahan lingkungan hidup harus dilakukan secara serius dan betul-betul terkoordinir dengan baik antara pemerintah provinsi, kabupaten dan pusat karena kalau dikerjakan sendiri tidak akan mampu sehingga hasilnya pun tidak akan maksimal dirasakan.

“Bayangkan dari sekian anggaran itu, hanya terealisasi sekitar lima km. Tentu saja hal ini masih jauh kalau dibandingkan dengan panjang pesisir pantai dari ujung Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut sampai kabupaten Banjar. Sehingga anggaran yang digelontorkan terkesan percuma jika dilakukan separuh-separuh. Belum tentu dari lima km tersebut, hidup semua tanamannya. Tergantung kondisi alam. Ini juga harus diperhitungkan,” tegasnya.

Paman Yani menambahkan reboisasi hutan Mangrove merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan dan menjaga ekosistem laut yang semakin terancam. Selain Itu, penanaman Mangrove diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, seiring dengan ekosistem laut semakin membaik dan hasil perikanan yang meningkat. (NRH/RDM/RH)

Hadiri Pemakaman Taufik Effendie, Paman Birin Kenang sebagai Sosok Teladan dan Panutan

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menghadiri prosesi pemakaman Almarhum Muhammad Taufik Effendie, seorang tokoh Eksponen 66 yang juga tokoh Pers Kalimantan Selatan itu, di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kamis (1/8) sore.

Gubernur Kalsel saat menghadiri prosesi pemakaman Taufik Effendi

Sebelumnya, jenazah telah disalatkan di Masjid Al Jihad Banjarmasin, seusai salat Ashar. Bersama rombongan keluarga langsung bertolak ke Banjarbaru, yang diiringi sejumlah tokoh dan pejabat daerah di Kalsel.

“Saya hormati tamu undangan, wabil khusus keluarga besar almarhum Taufik Effendie, sosok ayahanda kita bersama. Dan saya mewakili ahlul bait mengucapkan terima kasih atas semua yang telah membantu dalam proses pemakaman ini,” ungkap Gubernur Paman Birin selepas proses pemakaman.

Dalam suasana berduka, Paman Birin mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya almarhum yang dikenal sebagai tokoh pers di Banua. Bersamaan itu, Paman Birin menyampaikan pesan dan permohonan maaf kepada seluruh pihak jika ada salah, kekurangan dalam perbuatan atau kekhilafan almarhum selama hidup.

Paman Birin mengenang sosok almarhum, sebagai aktivis dalam pergerakannya tentang kehidupan masyarakat di Tanah Air Indonesia, khususnya Kalsel.

“Beliau dikenal sebagai aktivis dalam pergerakan yang dikenang banyak masyarakat dan bangsa ini,” ungkap Paman Birin, mengenang.

Tentu, Paman Birin menilai sosok almarhum sebagai teladan bagi semua sampai sekarang.

“Beliau dikenal sebagai tokoh panutan yang luar biasa,” tutur Gubernur Kalsel Paman Birin.

Semasa hidup, Gubernur Paman Birin pernah menerima nasihat dari almarhum, walaupun sangat jarang ditemui. Baginya, hati dan perasaan selalu terikat.

“Beliau memberi nasihat kepada saya bahwa kita bersama-sama harus mengabdi kepada masyarakat. Setulus-tulusnya mengabdi kepada negara,” ungkap Paman Birin, haru penuh khidmat.

Terakhir, Paman Birin mengajak semua hadirin dan rombongan untuk memberikan doa terakhir kepada almarhum Taufik Effendie.

Diketahui bahwa sosok Pendiri dan Pemimpin Umum Harian Kalimantan Post itu meninggal dalam usia 83 tahun, pada Rabu (31/7) Pukul 20.10 WIB di Rumah Sakit Graha Amerta Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur.

Dan semasa hidupnya, almarhum berkiprah di berbagai bidang usaha, antara lain sebagai eksportir lampit rotan hingga dipercaya menjadi ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Kalsel.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Kadin Kalsel selama dua periode. Di bidang pers, almarhum mendirikan Harian Kalimantan Post yang pada tahun 80-an dan 90-an bernama Dinamika Berita. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

DP3A KB Kalsel Komitmen Pertahankan Berbagai Prestasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A KB) Provinsi Kalsel menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kepala DP3A KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni menyampaikan bahwa keberhasilan yang telah diraih selama ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh pihak terkait.

Kepala DP3A KB Kalsel, Sri Mawarni

“Kami sangat bangga dengan berbagai penghargaan dan pencapaian yang telah diraih. namun kami tidak akan berhenti di sini, kami akan terus berinovasi dan bekerja keras untuk memastikan kesejahteraan perempuan, anak dan keluarga di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Rabu (31/7).

Mawar juga mengatakan beberapa prestasi yang telah diraih oleh DP3A KB Provinsi Kalsel diantaranya, pada tahun 2023 berhasil mempertahankan juara pertama kategori Provinsi yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak berbasis Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pelaporan Perlindungan Anak (SIMEP PA) serta penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak oleh KemenPPPA RI.

“Penghargaan provinsi layak anak ini ialah satu-satunya diterima oleh provinsi yang ada di pulau Kalimantan dan untuk penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak di 2024 masih dalam proses evaluasi, kita berharap Kalsel dapat menorehkan prestasi lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Mawar menambahkan Kalsel juga meraih penghargaan Dafa Award dengan kategori sebagai Forum Anak Terbaik Wilayah Indonesia Tengah, dan berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak pihaknya terus mengupayakan agar dapat menurunkan angka kekerasan dengan berbagai aspek melalui regulasi, kebijakan, program dan sinergi serta kolaborasi berbagai pihak.

“Sinergitas tidak hanya dari lingkup pusat dan pemerintah daerah saja, tetapi hingga ke tingkat terkecil melalui masyarakat dan keluarga,” ungkapnya.

Mawar berharap dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, Provinsi Kalsel dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung bagi perempuan, anak serta keluarga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dan mendukung program demi wujudkan Kalimantan Selatan yang sejahtera dan ramah anak,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Meriahkan Harjad Kalsel ke – 74, Dinas PKP Kalsel Akan Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, akan kembali mengadakan gerakan pangan murah, pada 3 Agustus mendatang. Gerakan Pangan Murah tersebut, bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke – 74.

Hal ini disampaikan, Plh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah, melalui Kabid Ketahanan Pangan, Saptono, baru – baru tadi.

Kabid Ketahanan Pangan, Saptono, (kiri)

Saptono menyampaikan, Gerakan Pangan Murah tersebut, bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke – 74, yang akan dilaksanakan di halaman Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI di Banjarmasin, pada Sabtu 3 Agustus mendatang.

“Salah satu tujuan Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah untuk memberikan harga termurah kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan menekan angka inflasi yang ada di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Saptono menambahkan, Dinas PKP Provinsi Kalsel juga sudah bersurat ke setiap Pemerintah Daerah (Pemda), agar turut serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara serentak, diwilayah masing – masing.

“Sehingga pelaksanaan GPM akan dirasakan manfaatnya untuk seluruh masyarakat di Kalimantan Selatan,” ucap Saptono.

Pihaknya mengharapkan, dengan adanya Gerakan Pangan Muran ini, inflasi yang masih tinggi di beberapa kabupaten – kota di Kalsel dapat ditekan dan masyarakat di daerah dapat merasakan manfaatnya.

“Inflasi di Kalsel diketahui lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,34 persen. Namun, upaya dan antisipasi harus terus dilakukan untuk menekan inflasi melalui GPM ini,” tutup Saptono. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Sampaikan Rancangan Perubahan KUPA PPAS 2024 Pada Rapat Paripurna Dewan

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK di ruang rapat paripurna gedung A DPRD Kalsel, Kamis (1/8).

Dalam rapat paripurna tersebut, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2024.

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan akselerasi pembangunan ini akan dilakukan dari segi kuantitas maupun kualitas. Menurutnya, tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan visi “Kalsel Maju” dengan tetap berpegang pada koridor peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

“Kita tidak ingin ada satu pun warga Kalsel yang tertinggal dalam proses pembangunan ini,” jelasnya.

Paman Birin juga mengungkapkan ada empat fokus pembangunan provinsi Kalsel tahun 2024, antara lain peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada sektor pendidikan, kesehatan dasar, kemiskinan dan kesempatan kerja, pemerataan infrastruktur dasar dan konektivitas, struktur perekonomian untuk mendukung pengembangan digitalisasi umkm, serta hilirisasi industri, pertanian, pariwisata menuju investasi ekonomi hijau.
Selain itu, menurut Paman Birin, kebijakan perencanaan belanja daerah diprioritaskan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib yang terkait pelayanan dasar. demikian juga digunakan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib, yang tidak terkait dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan pilihan, serta fungsi penunjang urusan pemerintahan.

“Di samping itu, belanja daerah juga harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional tahun 2024, sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi,” terangnya.

Paman Birin menambahkan struktur/postur APBD yang tertuang dalam rancangan KUPA dan rancangan PPAS Tahun Anggaran 2024, yaitu pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp11,469,536,243,704. Untuk belanja daerah dianggarkan sebesar Rp13,126,256,507,020.

“Terjadi defisit anggaran sebesar Rp1,656,720,263,316,” tambahnya.

Kemudian pada posisi penerimaan pembiayaan, dianggarkan sebesar Rp1,762,208,763,316 yaitu pada penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran dan pencairan dan cadangan serta pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp105,488,500,000 digunakan untuk pengeluaran pembiayaan penyertaan modal pada BUMD PT Jamkrida. (NRH/RDM/RH)

Tokoh Banua Taufik Effendi Wafat, Gubernur Paman Birin Berduka

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, berduka atas meninggalnya, Muhammad Taufik Effendi, Pemimpin Umum sekaligus owner salah satu koran Banua, di RS Meditra Surabaya pada Rabu (31/7) sekitar pukul 21.10 WIB, pada usia 83 tahun.

Almarhum Taufik Effendie yang merupakan salah satu tokoh Banua ini, lahir pada 29 September 1940, juga dikenal sebagai salah satu tokoh eksponen 66, atau mahasiswa angkatan 66 adalah sosok panutan Banua.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun, atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Kalimantan Selatan, kami turut berbelasungkawa, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Nya dan husnul khotimah,” ungkap Paman Birin.

Disampaikan Paman Birin, Taufik Effendi adalah sosok panutan bagi dunia pers Banua serta seorang tauladan bagi dunia usaha.

“Semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima seluruh amal ibadahnya, serta kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir dan batin,” doa Paman Birin.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, almarhum Taufik Effendi dimakamkan di Taman Makam Bahagia Landasan Ulin Banjarbaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Sebanyak 80 Lukisan Dipajang Pada Pemeran Bias Borneo 3

BANJARMASIN – Pameran Lukisan Bias Borneo 3 bertajuk “Balantak”, resmi dibuka Taman Budaya Kalimantan Selatan, mulai tanggal 31 Juli – 9 Agustus 2024, Jam 09.00 – 21. 00 WITA bertempat di Gedung Warga Sari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, usai pembukaan pada Rabu (31/7) sore mengatakan, Pameran Lukisan Bias Borneo 3 ini merupakan event tahunan dan menjadi rangkaian dalam menyambut Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke -74 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke – 79.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, saat diwancara (ditengah)

Saat ini ada 80 lukisan dipamerkan oleh para seniman yang berasal dari 13 kabupaten/kota yang ikut berkontribusi dalam mengenalkan seni lukis, masyakarat dapat melihat secara langsung.

“Kami ingin hasil karya yang dihasilkan oleh para pelukis di Kalsel, dapat terus berkembang serta menjadi daya tarik bagi regenerasi,” ucapnya

Foto bersama : Kepala UPTD Taman Budaya dan IPKS Kalsel

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Sunjaya Adhiarsho, menilai, kegiatan ini sebagai wadah para seni lukis, untuk terus berinovasi dalam memajukan hasil karya seniman senior ataupun seniman muda, maka secara tidak langsung menjadi ajang untuk peningkatan indeks kebudayaan di Banua.

“Warga dapat menikmati setiap lukisan yang dipamerkan, apalagi gratis,” jelasnya

Hal senada juga disampaikan, Sekretaris Dewan Kesenian Kalimantan Selatan, Tarmuji. Menurutnya, Pameran Lukisan Bias Borneo 3 ini sangatlah tepat memperkenalkan kepada generasi muda, agar menambah wawasan dan pengetahuan seni lukis di Banua. Selain itu, banyak sekali generasi muda yang ikut berpartisipasi dalam menampilkan karya lukis mereka dengan mengangkat cerita kearifan lokal.

“Ia mengapresiasi, banyaknya kalangan millenial yang datang langsung untuk menyaksikan karya dari para pelukis,” tutupnya

Pembukaan Pameran Lukisan Bias Borneo 3 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasa dilakukan pengguntingan pita, tetapi kali ini menampilkan tarian khas dayak oleh salah satu pelukis dari Kabupaten Tabalong.

Untuk diketahui, Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pameran Lukisan Bias Borneo 3. Dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Suharyanti, didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia. Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, yang diwakili Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarsho, Ketua IPKS Kalsel, Sekretaris Dewan Kesenian Kalsel, Jajaran Taman Budaya Kalsel, bertempat di halaman Panggung Bakhtiar Sanderta. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version