Stok Beras CPP di Kalimantan Selatan Dipastikan Aman

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memastikan stok beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam kondisi aman.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Saptono, dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini.

Saptono menjelaskan, saat ini stok yang tersedia sekitar 390 ton beras CPP. Angka ini melebihi perhitungan stok beras CPP minimal yang dibutuhkan sekitar 166 ton.

“Atas arahan pimpinan, stok CPP diupayakan untuk ditingkatkan hingga minimal 400 ton,” ujarnya.

Kabid Ketahanan Pangan, Saptono

Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana banjir dalam enam bulan ke depan, Saptono mengungkapkan pihaknya berencana mengupayakan penambahan stok sekitar 100 ton beras CPP melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

“Kami akan mengusulkan tambahan beras CPP melalui anggaran perubahan APBD 2025,” tambahnya.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel juga memiliki cadangan gabah yang disimpan di beberapa lumbung di kabupaten/kota dengan total sekitar 283 ton. Jika dikonversi, jumlah tersebut setara dengan 150 ton beras.

“Pada tahun 2025, juga akan dialokasikan anggaran untuk penitipan gabah sebagai cadangan beras pemerintah daerah,” jelas Saptono.

Pihaknya meminta agar setiap kabupaten/kota di Kalsel dapat memiliki cadangan beras sebagai langkah antisipasi terhadap musibah, seperti banjir.

“Untuk penyaluran bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak, pemerintah daerah harus mengajukan permintaan resmi, minimal melalui kepala desa setempat,” tutup Saptono. (MRF/NRH/RH)

Disdikbud Kalsel Belum Dapat Laporan Terkait Kendala Penginputan PDSS

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) belum mendapat laporan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kalsel, mengenai kendala dalam penginputan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

PDSS merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan nilai rapor siswa yang memenuhi syarat untuk mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Masa pengisian PDSS ini telah dimulai sejak 6-31 Januari 2025. Ironisnya, sejumlah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di bawah naungan Kemenag Kalsel mengalami kendalam dalam penginputan PDSS, dan berimbas pada terancamnya siswa tidak bisa mengikuti UTBK SNBT.

Lantas bagaimana dengan SMA dan SMK di Kalsel ?

Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun, melalui Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan, Masrani menyebut, hingga Selasa (4/2), pihaknya belum mendapat laporan mengenai kendala penginputan PDSS dari sekitar 200 sekolah setara SMA di Kalsel.

Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Disdikbud Kalsel, Masrani

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan terkait kendala,” katanya.

Meski terbilang aman, Masrani mengaku akan terus memastikan sekolah-sekolah memanfaatkan kuota yang disediakan, untuk mendaftarkan siswa mereka ke universitas negeri melalui jalur prestasi.

“Kita terus berkoordinasi ke pihak sekolah. Kalau memang ada kendala kami siap membantu ke pusat,” ungkapnya.

Selain PDSS, salah satu persyaratan untuk mengikuti SNPB yaitu siswa harus membuat akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang dibuka sejak 13 Januari hingga 18 Februari nanti.

“Kami berharap siswa yang memenuhi kriteria SNBP sudah membuat akun di SNPMB agar bisa mengikuti tes mulai April nanti,” harapnya. (SYA/NRH/RH)

Reses DPRD Kalsel, Warga Kuin Selatan Minta Perbaikan Jalan dan Drainase

BANJARMASIN – Warga Kelurahan Kuin Selatan RT. 14 Kecamatan Banjarmasin Barat menyambut hangat dan antusias kedatangan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rais Ruhayat dalam kegiatan reses pada Minggu (2/2).

Kegiatan ini merupakan titik keempat dari total 14 titik yang dijadwalkan dalam rangkaian reses selama delapan hari ke depan mulai dari 1-8 Februari 2025, yang bertujuan menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Rais Ruhayat menegaskan komitmennya untuk mendengarkan dan menampung setiap masukan, saran, serta keluhan warga. Ia menjelaskan bahwa semua aspirasi akan dipilah sesuai kewenangannya, baik di tingkat kota maupun provinsi.

“Kami akan memilah mana yang menjadi kewenangan kota dan mana yang menjadi kewenangan provinsi. Untuk yang menjadi wewenang kota, akan kami koordinasikan dengan pihak terkait, begitu pula sebaliknya,” ujarnya.

Rais Ruhayat mengungkapkan beragam persoalan disampaikan oleh warga dalam diskusi yang berlangsung interaktif dan penuh keakraban. Permasalahan utama yang diangkat meliputi kondisi infrastruktur jalan yang perlu perbaikan serta sistem drainase yang kurang optimal. Menurutnya, warga berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas fasilitas umum demi kesejahteraan mereka.

Menanggapi aspirasi tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan berbagai kebutuhan warga sesuai dengan kapasitasnya di DPRD. Rais Ruhayat juga mengajak masyarakat agar terus berperan aktif dalam menyampaikan keluhan serta masukan, sehingga setiap permasalahan dapat dicarikan solusi yang tepat dan cepat.

Dengan adanya reses ini, diharapkan suara masyarakat dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di berbagai titik guna memastikan seluruh aspirasi warga didengar dan diperjuangkan di tingkat legislatif. (ADV-NRH/RH)

Dislautkan Kalsel Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Peluang Potensi Ekspor Perikanan, di Aula Kantor Dislutkan Kalsel, Senin (3/2).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk menyamakan persepsi antara pelaku usaha Unit Pengolah Ikan (UPI) dengan pemangku kepentingan terkait, tentang persyaratan standar mutu produk dan karantina ikan tujuan negara ekspor.

“Selain itu, acara ini juga bertujuan menggali masukan dan menambah wawasan tentang akses pasar ekspor, sebagai alternatif tujuan negara ekspor produk perikanan bagi pelaku usaha,” ungkapnya.

Pertemuan ini, lanjut Rusdi, juga berfungsi sebagai sarana penyusunan rencana pengembangan ekspor produk kelautan dan perikanan di Kalsel.

“Kebijakan pembangunan ekonomi biru untuk kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, dengan melindungi laut dan sumber daya bersangkutan,” ucapnya.

Dislutkan Kalsel memastikan aktivitas perikanan berkelanjutan melalui penangkapan ikan secara terukur dan berbasis kuota, serta pengembangan perikanan budi daya yang melaksanakan cara budi daya ikan yang baik dan ramah lingkungan.

“Hal ini dimaksudkan untuk memproduksi hasil perikanan yang bersertifikasi, memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanan, dalam rangka penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan,” jelasnya.

Pada tiga tahun terakhir, volume dan nilai ekspor produk perikanan mengalami fluktuatif 2022 ke 2023 turun tetapi 2023 ke 2024 mengakami kenaikan. Hal ini tegas Rusdi disebabkan antara lain karena permintaan ekspor udang dan produk ikan lainnya menurun akibat resesi ekonomi global. Sehingga menurutnya, diperlukan akses pasar ekspor, sebagai alternatif peluang peningkatan ekspor produk perikanan.

“Salah satu upaya Dislautkan Kalsel untuk mendukung penguatan volume dan nilai ekspor, yakni dengan dilaksanakannya kegiatan FGD ini,” imbuh Rusdi.

Ia berharap kepada seluruh peserta yang hadir dapat berpartisipasi aktif.

“Sehingga dari hasil pertemuan ini dapat memberikan manfaat, dalam rangka mendorong peningkatan daya saing produk perikanan, terutama dari Provinsi Kalimantan Selatan di pasar internasional,” ucap Rusdi. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/NRH/RH)

PWI Kalsel Siapkan LO, Pendamping Peserta HPN 2025 dari Seluruh Indonesia

BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan (PWI Kalsel) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel siap menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, dalam hal ini dengan mematangkan SDM yang akan bertugas sebagai pendamping atau Liaison Officer (LO).

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie menyebutkan, pertemuan bersama rekan-rekan LO untuk mematangkan layanan bagi peserta HPN 2025 yang akan dihadiri oleh ribuan tamu dari seluruh daerah se-Indonesia, baik itu wartawan, tokoh pers nasional, sejumlah menteri, dan direncanakan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pertemuan wartawan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan melalui seminar-seminar serta sesi berbagi pengalaman dari tokoh-tokoh pers nasional, kami juga akan mengadakan klinik olahraga yang akan menghadirkan pemain dari tim nasional, Bambang Pamungkas dan Chiristian Gonzales,” kata Ketua PWI Kalsel di gedung PWI Kalsel, Selasa (4/2).

Ia menyampaikan bahwa berbagai kegiatan akan digelar dalam rangka HPN 2025, termasuk seminar-seminar, klinik sepak bola dan tenis, yang akan berlangsung di Banjarmasin pada 7-8 Februari, kegiatan puncak HPN sendiri akan diselenggarakan di Banjarbaru, tepatnya di depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, pada 9 Februari.

Untuk memastikan kelancaran acara, PWI Kalsel telah menyiapkan tim pendamping bagi delegasi dari setiap provinsi yang hadir, sebanyak 30 provinsi telah menyatakan kehadiran mereka, dan tim pendamping akan bertugas mendata kedatangan, mengatur transportasi, serta memastikan akomodasi bagi para peserta.

“Setiap provinsi akan difasilitasi untuk lima orang peserta yang mendapatkan tiga kamar hotel, transportasi, serta konsumsi, jika ada peserta tambahan, mereka dapat berkoordinasi dengan panitia untuk mencari akomodasi sendiri,” tambahnya.

Panitia juga menekankan pentingnya menjaga sikap profesionalisme selama kegiatan berlangsung, selain menghadiri seminar dan agenda resmi, peserta juga dapat mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kalsel, seperti Martapura dan Sekumpul, untuk mengenal lebih jauh budaya dan keunikan daerah setempat.

“Kami juga mengingatkan kepada semua LO untuk belajar sabar dan senyum dalam mendampingi tamu, sebab rekan-rekan LO ini tidak hanya sebagai perwakilan dari PWI Kalsel, namun juga sebagai representasi Provinsi Kalsel, bahwa orang Banjar itu murah senyum, suka menolong, dan melayani dengan hati,” tutupnya. (ADV/RDM/RH)

Kebun Raya Banua Gelar Lomba Pembuatan Maskot Bertema Buah Kasturi

BANJARBARU – Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan mengadakan lomba Pembuatan Maskot Kebun Raya Banua.

Lomba ini bertujuan menciptakan maskot bertema buah kasturi atau pohon kasturi, yang mampu merepresentasikan Kebun Raya Banua sebagai pusat konservasi, edukasi, dan rekreasi.

Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, mengatakan bahwa lomba digelar dari 1-22 Februari 2025 ini terbuka untuk masyarakat umum, dengan total hadiah senilai Rp8.500.000 dan bagi pemenang juara pertama karyanya akan digunakan sebagai maskot resmi Kebun Raya Banua.

Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah

“Kami ingin menghadirkan maskot yang tidak hanya mencerminkan identitas Kebun Raya Banua, tetapi juga menjadi ikon yang menarik perhatian masyarakat. Dengan maskot ini, kami berharap Kebun Raya Banua semakin dikenal luas dan dapat menarik lebih banyak kunjungan, baik dari wisatawan lokal maupun nasional,” kata Firmansyah, Senin (3/2).

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa lomba ini juga menjadi bagian dari upaya Kebun Raya Banua untuk memperkenalkan buah kasturi kepada masyarakat luas, mengingat kasturi merupakan salah satu flora khas Kalimantan Selatan yang kini semakin langka.

Firmansyah menambahkan untuk persyaratan peserta secara lengkap mengenai lomba pembuatan maskot sudah diumumkan melalui kanal media sosial resmi Kebun Raya Banua, oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam lomba ini dan menunjukkan kreativitas terbaik mereka.

“Kami sangat menantikan ide-ide segar dari para peserta. Semoga lomba ini bisa menjadi ajang yang bermanfaat, tidak hanya bagi Kebun Raya Banua, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam mengenalkan kekayaan flora Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Warga Jejangkit Muara Sampaikan Persoalan Pertanian dan Infrastruktur dalam Reses Sadam Husin Naparin

BARITO KUALA – Puluhan warga Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, menghadiri kegiatan reses yang digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Sadam Husin Naparin, pada Minggu (2/2).

Sadam Husin mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait sektor pertanian dan infrastruktur desa.

Beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain permintaan bantuan pupuk dan bibit agar dapat tersedia tepat waktu, penyediaan sarana air bersih atau tandon, serta perbaikan jalan tani yang rusak akibat banjir.

“Selain itu, warga juga mengusulkan peninggian jalan menuju sekolah serta pengadaan kindai atau tenda untuk kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sadam Husin Naparin menyatakan akan menampung seluruh masukan warga dan mengupayakan agar kebutuhan mereka dapat diperjuangkan sesuai dengan kewenangannya.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar aspirasi warga ini dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Kegiatan reses ini merupakan bagian dari tugas anggota legislatif dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Dengan adanya dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat, diharapkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dapat terwujud demi kesejahteraan warga setempat. (ADV-NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berhasil Raih Predikat Inovatif Dalam Ajang Penganugerahan IGA

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, di tahun 2024 berhasil mendapatkan predikat “Inovatif” dalam ajang penganugerahan penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2024 oleh Badan Strategi Kabijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri), dengan kategori Pemerintah Daerah.

Plt Kepala Brida Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah menyampaikan, penghargaan yang didapatkan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di provinsi Kalimantan Selatan bahwa pada tahun 2024 skor indeks inovasi daerah Provinsi Kalimantan Selatan berada diangka 51,71 dengan predikat inovatif.

Plt Kepala Brida Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah provinsi, tetapi juga seluruh masyarakat Kalimantan Selatan yang terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam berbagai inovasi yang dijalankan,” ungkap Husnul, baru – baru tadi.

Dilanjutkan Husnul, Dalam gelaran Innovative Government Award (IGA) Tahun 2024, Pemprov Kalimantan Selatan total mengirimkan 22 Inovasi Unggulan dari gabungan Inovasi OPD yang ada. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa inovasi bukan hanya milik daerah maju, tetapi dapat dicapai oleh daerah manapun melalui kerja keras dan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat

“Indeks Inovasi Daerah merupakan ajang tahunan pengukuran indeks inovasi daerah yang dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, sebagai pembaharuan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” lanjut Husnul

Untuk tahun 2025, BRIDA Provinsi Kalsel berkomitmen, dengan program Kalsel Innovation Awards (KIA) untuk dapat meningkatkan Inovasi di Kalimantan Selatan sebagai pemicu untuk terus memperkuat potensi daerah dalam menghadapi tantangan global dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, Pemprov Kalsel akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah. Fokus utama adalah pada pengembangan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, dan perbaikan infrastruktur,” tutup Husnul. (MRF/RDM/RH)

Kota Banjarmasin Ditetapkan Sebagai Tuan Rumah POPDA 2025

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin telah ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.

“Untuk pelaksanaan POPDA Kalsel Tahun 2025 ini sebagai tuan rumah adalah Kota Banjarmasin,” ungkap Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Fitri Hernandi melalui Kabid Peningkatan Prestasi Heru Susmianto, usai Rapat Persiapan Pelaksanaan POPDA 2025, di Aula Dispora Kalsel, Senin (3/2).

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto

Ditetapkannya Kota Banjarmasin ini, berdasarkan persetujuan cabang olahraga yang dipertandingkan pada pelaksanaan POPDA Kalsel Tahun 2025 mendatang.

“Saat ini kami terus melaksanakan persiapan untuk pelaksanaan POPDA,” ucapnya.

Sedangkan, pada pelaksanaan POPDA mendatangkan, akan ada 10 Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan.

Kesepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan ini berdasarkan Cabor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional Tahun 2025 mendatang, seperti Dayung, atletik, renang, judo, taekwondo, angkat besi, panahan menembak, panjat tebing, serta gulat. (SRI/RDM/RH)

Sowan ke Pj Bupati HSU, Tim Jelajah Ramadhan Abdi Persada FM Datangi Dua Masjid Cagar Budaya

HULU SUNGAI UTARA – Setelah sebelumnya mendatangi dua kabupaten pesisir, Tanah Bumbu dan Kotabaru pada akhir pekan ketiga Januari 2025, Tim Jelajah Ramadhan Abdi Persada FM kembali melakukan perjalanan peliputan di wilayah Kalimantan Selatan. Kali ini ke arah Banua Enam, tepatnya ke Kabupaten Hulu Sungai Utara pada akhir pekan lalu.

Setelah tiba di kabupaten dengan ikon Itik Alabio nya ini, Tim yang dipimpin langsung Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan Pj Bupati HSU, Zakly Aswan di kediaman resminya di Kota Amuntai, pada Jumat (31/1) siang.

Kedatangan tim yang terdiri dari 8 orang ini, disambut baik orang nomor satu di kabupaten Hulu Sungai Utara tersebut. Bahkan Zakly Aswan, tidak segan untuk berbagi cerita seputar sejarah dan kondisi Hulu Sungai Utara saat ini.

“Sangat positif, saya menyambut baik program ini. Karena ke depan, hasil liputan dari Abdi Persada FM ini, akan menjadi bahan informasi kepada generasi mendatang, terkait tempat yang menjadi lokasi religi. Sehingga orang – orang akan tahu, bahwa di Amuntai banyak sekali bangunan dan makam yang berkaitan dengan sejarah penyebaran Islam di Kalsel,” ujarnya.

Menanggapi dukungan ini, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, mengaku sangat bersyukur bahwa niat baik Abdi Persada mengangkat cagar budaya yang ada di Hulu Sungai Utara, didukung penuh oleh orang nomor satu di kabupaten tersebut.

“Kami berupaya memberikan yang terbaik, dengan memaksimalkan liputan pada setiap bangunan cagar budaya yang kami datangi, untuk program Jelajah Ramadhan. Tunggu nanti hasilnya, saat bulan puasa mendatang,” jelas Syarifah.

Selama dua hari, tim Jelajah Ramadhan Abdi Persada FM, mendatangi dua dari tiga masjid cagar budaya yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Yakni Masjid Jami Sungai Banar di Amuntai Selatan, dan Masjid Jami Pandulangan atau Masjid Jami Besar di Alabio.

Tim Jelajah Ramadhan Abdi Persada FM berfoto bersama Juru Kunci Masjid Jami Pandulangan

Dalam perjalanan pulang ke Banjarbaru, tim Jelajah Ramadhan juga menyempatkan untuk mendatangi satu masjid cagar budaya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Yakni Masjid Keramat Pelajau di Kecamatan Pandawan. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version